Anda di halaman 1dari 30

Bedah Buku

Edelen Nauli Purba, Qonitatul , Ricky Randana, Yulia Nugrahanitya, Yuni Hendrati Sulfia

PPDS Pembimbing : dr. WAW

NYERI PERUT PADA KEHAMILAN LANJUT DAN


PASCA-PERSALINAN

PERSALINAN PRETERM

SUKAR BERNAFAS

GERAKAN JANIN TIDAK DIRASAKAN

NYERI PERUT PADA KEHAMILAN


LANJUT DAN PASCA-PERSALINAN

Keluhan Utama
Ibu mengeluh nyeri perut pada kehamilan lebih dari 22 minggu.
Ibu mengeluh nyeri perut dalam 6 minggu setelah melahirkan.

Penanganan Umum
Nilai keadaan umum pasien TTV (TD, RR, HR, Tax).
Syok atau perdarahan banyak mulai penanganan syok
- Pasang infus (jarum 16 gauge),
- Ambil sampel darah periksa Hb, gol.darah, & uji silang (cross-match),
- Guyur dengan NaCl atau Ringer Laktat.
Jika tanda-tanda syok tidak terlihat, ingatlah saat melakukan evaluasi lanjut karena status ibu tersebut
dapat memburuk dengan cepat. Jika terjadi syok, segera mulai penatalaksanaan syok.
Jika sangat kesakitan suntikkan petidin atau morfin (jangan berikan analgetika sebelum dilakukan
pemeriksaan).
Jika ada tanda sepsis antibiotika I.V. atau I.M.
Ukur darah yang hilang, cairan yang diberikan, dan produksi urin.
Catatan: Apendisitis patut dicurigai pada setiap wanita dengan nyeri perut. Apendisitis dapat dikaburkan dengan kondisi lain
pada kehamilan yang sering menyebabkan nyeri perut . Jika apendisitis terjadi pada akhir kehamilan, infeksi dapat dibatasi
oleh uterus yang gravidus. Uterus akan mengecil dengan cepat setelah persalinan, yang dapat membuat penyebaran infeksi ke
dalam rongga peritonium, sehingga apendisitis akan meluas menjadi peritonitis generalisata.

Persalinan Preterm

PERSALINAN PRETERM
Definisi
persalinan yang berlangsung pada umur kehamilan 20 37
minggu dihitung dari HPHT
Kelainan proses yang multifaktorial : keadaan obstetrik,
sosiodemografi, medis berpengaruh terhadap terjadinya
prematur
Prinsip Penanganan Persalinan Preterm

Menghambat proses persalinan preterm dengan pemberian


TOKOLITIK
Pematangan paru janin dengan pemberian
KORTIKOSTEROID
pencegahan terhadap terjadinya infeksi

FAKTOR RESIKO PERSALINAN PRETERM


Janin dan placenta:

Perdarahan trimester awal


Perdarahan antepartum
Ketuban pecah dini
Pertumbuhan janin terhambat
Cacat bawaan janin
Kehamilan kembar/gemeli
polihidramnion

Ibu
Penyakit berat pada ibu
Diabetes melitus
Preeklamsia / hipertensi
Infeksi saluran
kemih/genital/intrauterin
Stres psikologi
Kelainan bentuk uterus
Riwayat persalinan preterm/abortus
berulang
Inkompetensi serviks
Pemakaian obat narkotik
Trauuma

TOKOLITIK
Tujuan
Intervensi ini ditujukan untuk menunda persalinan sampai efek
kortikosteroid tercapai.
Lakukan tokolisis jika:
- Kehamilan kurang dari 35 minggu,
- Dilatasi serviks kurang dari 3 cm,
- Tidak ada amnionitis, preeklampsia, atau perdarahan aktif,
- Tidak ada gawat janin.
Pastikan diagnosis persalinan preterm dengan mencatat
pembukaan dan perlunakkan serviks setiap 2 jam
Jangan berikan tokolisis lebih dari 48 jam

Obat-obatan tokolisis untuk menghentikan kontraksi


uterus
Obat

Dosis awal

Dosis selanjutnya

Efek samping dan hati-hati

Salbutamol

10 mg dalam 1L cairan

Jika kontraksi menetap, naikkan

Jika denyut nadi ibu meningkat (lebih dari

I.V.

infus 10 tetes/menit setiap 30 menit

120 x/menit), turunkan kecepatan infus.

sampai

kontraksi

berhenti

atau

Jika wanita tersebut anemia, gunakanlah

denyut

nadi

melebihi

120

dengan hati-hati.

Mulailah

infus

dengan 10 tts/mnt

ibu

x/menit.
Jika

Jika salbutamol dan steroid digunakan,

kontraksi

jaga

dapat terjadi edema paru. Batasi cairan,

kecepatan infus yang sama selama

jaga keseimbangan cairan, dan hentikan

paling

obat.

sedikit

berhenti,

12

jam

setelah

kontraksi berakhir.
Indometasin

100 mg loading dose


melalui mulut/rektum

25 mg setiap 6 jam selama 48 jam.

Jika umur kehamilan diatas 32 minggu,


hindari penggunaanya untuk menghindari
penutupan prematur dari duktus arteriosus
janin. Jangan gunakan lebih dari 48 jam.

KORTIKOSTEROID
Tujuan
Jika kehamilan kurang dari 35 minggu, berikan kortikosteroid
pada ibu untuk mematangkan surfaktan paru janin,
menurunkan insiden RDS, mencegah perdarahan intra
ventrikuler, yang akhirnya dapat menyebabkan kematian
neonatus
Cara pemberian :
- betametason 12 mg I.M., dua dosis setiap 12 jam,
- deksametason 6 mg I.M., 4 dosis tiap 6 jam.

Catatan:
Jangan gunakan kortikoseroid lebih dari 1 hari dan apabila
ditemui ada infeksi.

Jika persalinan preterm berlanjut meskipun telah diberikan obat-obatan


tokolisis, persiapkan untuk merawat bayi tersebut dengan asuhan

neonatus yang sesuai.

ANTIBIOTIK
Tujuan
ANTIBIOTIK diberikan bila kehamilan
memiliki resiko terjadinya infeksi seperti
KPD / PPROM
Regimen
- eritromisin 3 x 500 mg selama 3 hari
- ampicilin 3 x 500 mg selama 3 hari

Cara Persalinan dan perawatan neonatus


bila janin presentasi kepala >> boleh dilakukan partus
pervaginam
Pantau kemajuan persalinan dengan menggunakan
partograf.
Catatan: Hindari persalinan dengan menggunakan
ekstraksi vakum karena resiko terjadinya perdarahan
intrakranial pada bayi preterm cukup tinggi.
Seksio sesaria >> dilakukan atas indikasi obstetrik
Perawatan bayi pretem : perlu diperhatikan keadaan
umum, biometri, kemampuan bernafas, kelainan fisik
dan kemampuan minum
Cegah hipotermi
ASI diberikan lebih sering, jika tidak memungkinkan bisa
melalui sonde, atau bisa dipasang infus agar bayi tetap
mendapan nutrisi sesuai kondisi bayi

SUKAR BERNAFAS

Bayi Baru Lahir Dengan Masalah


Masalah/kondisi akut perlu tindakan segera dalam 1 jam
kelahiran:
1) Tidak bernapas
2) Sesak napas
3) Sianosis sentral (kulit biru)
4) Bayi berat lahir rendah (BBLR) < 2500 gram
5) Letargis
6) Hipotermia/stress dingin (suhu aksila < 36,5C)
7) Kejang

Penanganan Segera
*Tiga keadaan yang perlu tindakan segera

1) Tidak bernapas
2) Sianosis
3) Sukar bernapas

Sianosis atau Sukar Bernafas

Kriteria Diagnosis

Jika bayi sianosis atau susah bernafas (RR <30 atau >60x per menit, tarikan dinding dada
ke dalam atau merintih)
Tatalaksana Umum
Isap mulut dan hidung untuk memastikan jalan nafas bersih
Berikan oksigen 0,5 1/menit lewat kateter hidung atau nafas prong
Rujuk ke kamar bayi
Jaga bayi tetap hangat : bungkus bayi dengan kain lunak, kering, selimuti dan pakai topi
untuk mencegah kehilangan panas

Penilaian
Banyak kondisi serius pada bayi baru lahir seperti infeksi bakteri, malformasi, asfiksia
berat, penyakit hialin membrane pada prematur (gejala sama dengan bayi yang susah
nafas). DD susah untuk ditegakkan, maka dari itu gunakan tes diagnostik lengkap.
Segera rujuk

Gerakan Janin Tidak


dirasakan

Masalah
Ibu tidak merasakan gerakan janin sesudah usia kehamilan 22
minggu atau selama persalinan

Penanganan Umum
Berikan dukungan emosional pada Ibu.
Nilai denyut jantung janin (DJJ):
- bila ibu mendapat sedatif, tunggu hilangnya pengaruh obat, kemudian
nilai ulang;
- bila DJJ tidak terdengar minta beberapa orang mendengarkan
menggunakan stetoskop Doppler.

Diagnosis Gerak Janin Tidak Dirasakan


Gejala dan tanda selalu ada

Gejala dan tanda kadang-kadang ada

Diagnosis
kemungkinan

Gerakan janin berkurang atau hilang


Nyeri perut hilang timbul atau menetap
Perdarahan pervaginam setelah hamil 22
minggu

Syok
Uterus tegang/kaku
Gawat janin atau DJJ tidak terdengar

Solusio plasenta

Gerakan janin dan DJJ tidak ada


Perdarahan
Nyeri perut hebat

Syok
Perut kembung/cairan bebas intra abdominal
Kontur uterus abnormal
Abdomen nyeri
Bagian-bagian janin teraba
Denyut nadi ibu cepat

Ruptura uteri

Gerakan janin berkurang atau hilang


DJJ abnormal (<100/mnt atau >180/menit)

Cairan ketuban bercampur mekonium

Gawat Janin

Gerakan janin atau DJJ hilang

Tanda-tanda kehamilan berhenti


Tinggi fundus uteri berkurang
Pembesaran uterus berkurang

Kematian janin

Kematian Janin
Penyebab
Kematian janin dapat terjadi akibat gangguan pertumbuhan janin, gawat janin, atau kelainan bawaan, atau akibat infeksi
yang tidak terdiagnosis sebelumnya sehingga tidak diobati.
Pemeriksaan
Jika pemeriksaan radiologik tersedia, konfirmasi kematian janin setelah 5 hari. Tanda-tandanya berupa overlapping tulang
tengkorak, hiperfleksi kolumna vertebralis, gelembung udara di dalam jantung, dan edema scalp.
USG: merupakan sarana penunjang diagnostik yang baik untuk memastikan kematian janin dimana gambarannya
menunjukkan janin tanpa tanda kehidupan: tidak ada DJJ, ukuran kepala janin, dan cairan ketuban berkurang.
Tatalaksana
Dukungan mental emosional perlu diberikan kepada pasien. Sebaiknya pasien selalu didampingi oleh orang terdekatnya.
Yakinkan bahwa besar kemungkinan dapat lahir pervaginam.
Pilihan cara persalinan dapat secara aktif dengan induksi maupun ekspektatif, perlu dibicarakan dengan pasien dan
keluarganya sebelum keputusan diambil.
Bila pilihan penanganan adalah ekspektatif:
- tunggu persalinan spontan hingga 2 minggu;
- yakinkan bahwa 90% persalinan spontan akan terjadi tanpa komplikasi.
Jika trombosit dalam 2 minggu menurun tanpa persalinan spontan, lakukan penanganan aktif.

Jika penanganan aktif akan dilakukan, nilai serviks.


- Jika serviks matang, lakukan induksi persalinan dengan oksitosin
atau prostaglandin.
- Jika serviks belum matang, lakukan pematangan seviks dengan
prostaglandin atau kateter Foley.

Catatan:Jangan lakukan amniotomi karena beresiko infeksi


- Persalinan dengan seksio sesaria merupakan alternatif terakhir.

Jika persalinan spontan tidak terjadi dalam 2 minggu, trombosit menurun,


dan serviks belum matang, matangkan serviks dengan misoprostol:

- Tempatkan misoprostol 25 mcg di puncak vagina, dapat diulangi


sesudah 6 jam.
- Jika tidak ada respon sesduah 2x25 mcg misoprostol, naikkan
dosis menjadi 50 mcg setiap 6 jam.
Catatan: Jangan berikan lebih dari 50 mcg setiap kali dan jangan
melebihi 4 dosis.

Jika ada tanda infeksi, berikan antibiotika untuk metritis.


Jika tes pembekuan sederhana lebih dari 7 menit atau bekuan mudah
pecah, waspada koagulopati.
Berikan kesempatan pada ibu dan keluarganya untuk melihat dan
melakukan berbagai kegiatan ritual bagi janin yang meninggal tersebut.

Pemeriksaan patologi plasenta adalah untuk mengungkapkan adanya


patologi plasenta dan infeksi

TERIMA KASIH