Anda di halaman 1dari 5

NO

CONTOH KASUS

1
1

2
Boediono, penduduk Desa
Sempol, terdaftar dalam
DPT Pilpres. Pada
Pemilukada namanya tidak
terdaftar dalam DPS.
Boediono melapor kepada
PPS setempat agar
namanya didaftarkan
sebagai pemilih dalam
Pemilukada. Tiga hari
sebelum hari H dia kecewa
karena tidak mendapat
undangan untuk memilih.
Petugas PPS mengatakan
namanya tidak ada dalam
DPT. Pada hari itu,
Boediono langsung
melapor kepada Panwaslu
Kecamatan.

2.

Pada tahapan pendaftaran


bakal calon, pasangan
Dono - Kasino ditolak oleh
KPU Kab. Bondowoso
menjadi pasangan calon
perseorangan dengan
alasan dukungan pemilih
tidak cukup.
Pada hari itu juga pasangan
Dono Kasino melapor ke
Panwaslu Kabupaten,
dengan menyatakan bahwa
jumlah dukungan yang
disampaikan hanya kurang
97 orang. Hal itu terjadi
karena 53 orang
pendukungnya ternyata

KATEGORI PELANGGARAN
ADMINISTRASI
PIDANA
KODE ETIK
3
4
5

juga mendukung pasangan


lain dan 44 orang menarik
dukungannya. Pasangan
Dono Kasino menuntut
agar KPU Bondowoso
memberikan kesempatan
untuk melengkapi
dukungannya.
Selain itu, pasangan
tersebut juga menyatakan
bahwa jumlah dukungan
yang diverifikasi oleh
seluruh PPS lebih sedikit
152 orang daripada jumlah
yang diserahkan sesuai
dengan rekapitulasi jumlah
dukungan yang diserahkan
kepada KPU Kabupaten.
3.

Pada tahapan pendaftaran


bakal calon, Pasangan Budi
Badu ditolak oleh KPU
Kab. Bondowoso menjadi
pasangan calon dengan
alasan gabungan parpol
pendukungnya tidak
memenuhi syarat (total
perolehan suara kurang
dari 15 % (persen).
Menurut pasangan
tersebut, KPU sengaja tidak
menghitung dukungan
salah satu parpol
pendukungnya karena
pengurus tingkat provinsi
parpol tersebut telah
memberikan dukungan
kepada bakal calon
pasangan lain yang
pendaftarannya diterima

oleh KPU kabupaten


tersebut.
4.

Pada tahapan penetapan


pasangan calon di Kab.
Bondowoso, seorang warga
bernama Gobang melapor
kepada Panwas Kabupaten
bahwa calon bernama Bego
bin Bodoh telah
menggunakan ijazah palsu
SLTA. Untuk menguatkan
laporannya, Pelapor
membawa fotokopi ijazah
atas nama Bego bin Bodoh
dan fotokopi ijazah orang
lain bernama Pintar, di
mana kedua fotokopi ijazah
tersebut persis sama,
kecuali namanya.

5.

Pada hari pemungutan


suara, KPPS tidak
menyerahkan salinan
daftar pemilih tetap dan
pemilih tambahan kepada
saksi yang hadir dan
pengawas lapangan.

Pada hari H, penghitungan


suara masih berlangsung
sampai jam 12 malam.
Karena alasan kelelahan,
KPPS dan saksi minta
penghitungan dilanjutkan
keesokan harinya.

Pada saat penyerahan


kotak suara dari TPS ke PPK
terdapat satu atau lebih

kotak suara yang tidak


tersegel.
8

Dalam perjalanan kotak


suara dari TPS-004 ke PPK,
sekelompok orang
menyerang rombongan
yang membawa hasil
pemilu tersebut, kemudian
membuka kotak suara dan
menukar surat suara yang
ada di dalam kotak
tersebut dengan surat
suara lain serta mengganti
berita acara dan sertifikat
hasil pemungutan
suaranya.

Di depan kantor Panwaslu,


ada sebuah masjid yang di
pagar halamannya
dipasangi alat peraga
kampanye pasangan calon
Kepala Daerah dan Wakil
Kepala Daerah. Sebagai
pengawas apa yang Anda
lakukan ?

10

Pada masa tenang, seorang


Ketua Tim Kampanye
melakukan kontrak politik
yang menjanjikanakan
memberikan bantuan social
kepada yatim piatu,
kelompok pengajian, dan
kegiatan PKK, jika
pasangan Kepala Daerah
dan Wakil Kepala Daerah
menang di daerah
tersebut.

11

Di TPS X, KPPS dan saksi 3


pasangan Kepala Daerah
dan Wakil Kepala Daerah
telah menandatangani
sertifikat dan berita acara
hasil penghitungan suara.
Namun, menyadari ada
kesalahan dalam
penghitungan suara, maka
sebelum sertifikat dan
berita acara tersebut
dikirim ke PPK, KPPS
mengubah dan
memperbarui seritifikat
hasil penghitungan suara
dimana proses tersebut
hanya disaksikan oleh 1
saksi pasangan.

12

Atas perintah Bupati X,


salah satu anggota KPU
Kabupaten Y mengubah
hasil rekapitulasi suara
tanpa melalui rapat pleno
dan persetujuan saksi serta
Panwas Kabupaten.