Anda di halaman 1dari 13

KELOMPOK 8

PERENCANAAN PAJAK
UNTUK PPH BADAN

ELIKA
43213110376
SADAM HUSEN
43213110121
UTARI ELIVIA PUTRI
43213110041

PENDAHULUAN
Pajak mempunyai kontribusi dari Wajib Pajak kepada
negara yang terutang oleh Orang Pribadi atau Badan
yang bersifat memaksa dengan tidak mendapatkan
imbalan secara langsung dan digunakan untuk
keperluan
negara
bagi
kemakmuran
rakyat.
Berdasarkan fungsi pajak yang ada, fungsi anggaran
inilah yang menempatkan pajak sebagai alat bagi
pemerintah untuk menghasilkan penerimaan yang
setinggi tingginya dari sektor pajak. Oleh karena itu
setiap perusahaan memerlukan menejemen agar dapat
merencanakan peerencanaan pajak dengan benar dan
sesuai dengan peraturan perundang undangan

Tahapan Dalam Membuat


Perencanaan Pajak
Menganalisis Informasi yang ada
Membuat satu model atau lebih
rencana kemungkinan besarnya
pajak.
Mengevaluasi pelaksanaan rencana
pajak.
Mencari kelemahan dan kemudian
memperbaiki kembali rencana pajak.
Memutakhirkan rencana pajak.

Strategi Dalam
Perencanaan Pajak
Tax Saving
Tax Avoidance
Menghindari Pelanggaran atas Peraturan
Perpajakan
Menunda Pembayaran Kewajiban Pajak
Mengoptimalkan Kredit Pajak yang
Diperkenankan
Hindarkan Lebih Bayar Akibat Salah
Tulis / Salah Hitung

Perencanaan Pajak untuk Pajak


Penghasilan
A. Penghasilan yang Menjadi Objek Pajak
B. Penghasilan yang Dikecualikan sebagai
Objek Pajak
C. Penghasilan yang Pajaknya Dikenakan
secara Final
D. Biaya yang Boleh Dikurangkan dari
Penghasilan Bruto
E. Biaya yang Tidak Boleh Dikurangkan dari
Penghasilan Bruto
F. Biaya yang Boleh Dikurangkan Sebesar 50%

Strategi untuk Mengefisienkan


Beban PPh Badan
1. Pemilihan alternatif dasar pembukuan, basis kas atau
basis akrual.
2. Pengelolaan transaksi yang berkaitan dengan pemberi
kesejahteraan kepada karyawan.
3. Pemilihan metode penilaian persediaan.
4. Pemilihan sumber dana dalam pengadaan asset tetap.
5. Pemilihan metode penyusutan aset tetap dan
amortisasi aset tidak berwujud.
6. Transaksi yang beraitan dengan pemungutan pajak
(withholding tax).
7. Optimalisasi pengkreditan pajak yang telah dibayar.
8. Permohonan penurunan pembayaran angsuran masa
(PPh Pasal 25 bulanan).
9. Pengajuan surat keterangan bebas (SKB) PPh Pasal 22
dan Pasal 23.

Koreksi Fiskal
1. Koreksi Fiskal Positif adalah koreksi/
penyesuaian yang akan mengakibatkan
meningkatnya laba kena pajak yang pada
akhirnya akan membuat PPh Badan
terhutangnya juga akan meningkat.
2. Koreksi Fiskal Negatif adalah penyesuaian
yang akan mengakibatkan menurunnya
laba kena pajak yang membuat PPh badan
terhutangnya juga akan menurun

LANGKAH LANGKAH YG DILAKUKAN


UNTUK PERENCANAAN PAJAK AKHIR TAHUN

1. Menunda transaksi yang akan


menghasilkan laba di tahun
berikutnya
. menunda realisasi penjualan aktiva tetap yang
menghasilkan laba ,ke awal tahun berikutnya dimana
sebelumnya direncanakan akan dilakukan di tahun
tersebut
.Menunda realisasi penerimaan piutang atau
pembayaran utang yg menimbulkan keuntungan
selisih kurs di bulan desember tersebut ke awal tahun
berikutnya.

2. Mempercepat pengakuan biaya /


rugi pada akhir tahun tersebut
Contoh
1. menjual aktiva tetap perusahaan yang tidak
produktif dan nilai bukunya jauh diatas harga pada
akhir tahun tersebut sehingga menimbulkan
kerugian yang segera dapat diakui
2. mempercepat biaya iklan dan promosi pada
tahun tersebut yang sedianya merupakan budget
awal tahun berikutnya.

1.
2.
3.
4.
5.

Menggelembungkan biaya
Menyembunyikan omset
Memalsukan faktur pajak
Kongkalikon Bukti Potong
Rugi terus jalan terus

pada tanggal 1 Desember 2006


Vincentius Amin Sutanto (Group
Financial Controller) sengaja
datang ke KPK untuk
membeberkan permasalahan
keuangan PT AAG yang
dilengkapi dengan sejumlah
dokumen keuangan dan
datadigital.Salahsatu dokumen
tersebut adalah dokumen yang
berjudul AAA-Cross Border Tax
Planning (Under Pricing of Export
Sales), disusun pada sekitar
2002. Dokumen ini memuat
semua persiapantransfer
pricingPT AAG secara terperinci.

Modusnya dilakukan dengan cara menjual produk minyak sawit


mentah(Crude Palm Oil)keluaran PT AAG ke perusahaan afiliasi di luar
negeri dengan harga di bawah harga pasar untuk kemudian dijual
kembali ke pembeli riil dengan harga tinggi Dengan begitu, beban pajak di
dalam negeri bisa ditekan. Selain itu, rupanya perusahaan-perusahaan luar
negeri yang menjadi rekanan PT AA sebagian adalah perusahaan fiktif.

Berdasarkan hasil penyelidikan tersebut (14 perusahaan diperiksa),


ditemukanTerjadinya penggelapan pajak yang berupa penggelapan pajak
penghasilan (PPh) dan pajak pertambahan nilai (PPN).selain itu
juga"bahwa dalam tahun pajak 2002-2005, terdapat Rp 2,62 triliun
penyimpangan pencatatan transaksi.Yang berupa menggelembungkan
biaya perusahaan hingga Rp 1,5 triliun. mendongkrak kerugian transaksi
ekspor Rp 232 miliar. mengecilkan hasil penjualan Rp 889 miliar. Lewat
modus ini, Asian Agri diduga telah menggelapkan pajak penghasilan untuk
badan usaha senilai total Rp 2,6 triliun. Perhitungan SPT Asian Agri yang
digelapkan berasal dari SPT periode 2002-2005. Hitungan terakhir
menyebutkan penggelapan pajak itu diduga berpotensi merugikan
keuangan negara hingga Rp 1,3 triliun.

Pada 18 Desember 2012 Mahkamah memvonis mantan manajer pajak


Asian Agri, Suwir Laut, dengan hukuman dua tahun penjara karena terbukti
menggelapkan pajak selama empat tahun berturut-turut dari 2002 hingga
2005 senilai Rp 1,259 triliun. Asian Agri dengan 14 anak usahanya juga
diharuskan membayar denda Rp 2,5 triliun lebih atau senilai

SEKIAN
TERIMA KASIH