Anda di halaman 1dari 3

Ketidaksadaran Personal

ketidaksadaran ini bersifat personal, artinya kadang disadari namun kadang juga
tidak. seseorang mungkin sadar bahwa ucapannya tidak memperhatikan perasaan
orang lain, tapi di lain waktu dia tidak sadar saat melakukannya lagi. isi
ketidaksadaran personal masih bisa menjalin kontak dengan kesadaran.
dalam ketidaksadaran ada unsur kompleks yang terdiri sekumpulan perasaan,
pikiran dan persepsi yang berhubungan dengan suasana emosional tertentu. kita
kadang menemukan diri kita atau orang lain menjadi sangat sensitif dengan kata
atau ucapan tertentu. inilah yang disebut dengan kompleks. kompleks sering kali
bersumber dari pengalaman2 yang tidak menyenangkan di masa lalu.
dalam praktiknya Jung mengidentifikasikan kompleks ini dengan stimulasi berupa
kata. teknik ini dikenal dengan nama asosiasi kata. bila seseorang mendengar kata
ibu lalu dia memberi isyarat perasaan tidak nyaman, maka kata itu menampilkan
kompleksnya. bisa jadi bahwa orang itu memiliki pengalaman yang tidak
menyenangkan dengan ibu yang direpresi dalam ketidaksadaran personalnya.
kompleks juga bisa keluar lewat mimpi. orang umumnya menganggap mimpi
sebagai bunga tidur. mimpi membawa pesan penting dari ketidaksadaran kita.
dapat terjadi bahwa seseorang bermimpi ibunya ingin membunuh dia. padahal
dalam kenyataan sang ibu sangat mencintainya. mimpi seperti ini bisa mengatakan
tentang konflik dengan ibu jauh di masa lalu yang belum terselesaikan.
Ketidaksadaran Kolektif
ketidaksadaran ini merupakan ketidaksadaran yang dimiliki bersama semua
manusia. ketidaksadaran ini ada pada setiap orang, dibawa sejak lahir, dan diwarisi
dari leluhur kita. didalam ketidaksadaran terdapat arketipe. arketipe ini dapat
dijumpai dalam setiap budaya masa lalu, sekarang dan akan datang. singkatnya
arketipe ini abadi dalam kehidupan seluruh manusia. arketipe menjadi kekuatan
psikis yang paling dasar dalam kepribadian manusia.
ada 5 arketipe yang sangat umum ditemui, yaitu persona, bayangan (shadow),
anima-animus, kepribadian mana dan self
1. persona
persona adalah kesan perilaku yang ingin ditampilkan dalam berhubungan
sosial. berasal dari bahasa Yunani yang berarti topeng. bisa dikatakan
persona adalah berakting. kita kadang memerlukannya untuk menghindari

benturan dengan tuntutan sosial supaya diterima oleh masyarakat. karena


kegunaan utamanya adalah untuk diterima dalam pergaulan sosial. ironisnya
banyak orang stress karena tidak bisa bebas menunjukkan diri mereka yang
sesungguhnya. inilah pentingnya mengakurkan orisinalitas pribadi dengan
tuntutan sosial.
2. bayangan (shadow)
bayangan adalah sisi gelap dari psike kita yang sering kali disembunyikan
atau dihambat perkembangannya. bayangan adalah sisi kepribadian kita
yang negatif dan seringkali ditolak dalam kepribadian kita. bayangan sering
dianggap membahayakan ego. dalam mimpi bayangan muncul tokoh jahat
yang sejenis kelamin dengan orang yang bermimpi, seperti saudara
perempuan atau laki2, teman akrab, atau orang yang asing buat kita. penting
diingat bahwa bayangan memang negatif, tapi ia adalah bagian dari
kepribadian kita entah ditolak atau diterima.
3. anima dan animus
anima adalah jiwa perempuan yang ada pada seorang pria dan animus
adalah jiwa laki2 yang ada dalam seorang perempuan. jadi sifatnya
kontraseksual. anima bercirikan lemah lebut, manja, sabar, penyayang,
menerima, dekat dengan alam, atau mudah memaafkan. sementara animus
bercirikan tegas, senang mengontrol, argumentatif, bertanggungjawab atau
punya semangat juang.
anima dan animus juga mendiami ketidaksadaran kolektif kita. setiap laki2
punya komponen feminin dan setiap perempuan punya komponen maskulin.
kalaupun kita berhasil menekannya ke bawah sadar, kita tanpa sadar akan
memproyeksikannya keluar. itulah alasan mengapa pria yang emosional
cenderung memilih wanita yang kalem. sedangkan wanita yang emosional
cenderung menyukai pria yang cerdas.
4. kepribadian mana
mana adalah kebijaksanaan dalam diri setiap orang. berasal dari bahasa
Polinesia yang berarti kekuatan suci atau ilahi. menurut Jung mana adalah
kekuatan dalam psike kita yang dahsyat. dalam mimpi dan mitologi,
kepribadian mana biasanya muncul dalam figur yang sejenis kelamin dengan
orang yan gbermimpi. figur itu dipandang sebagai figur yang mulia atau
agung. contoh ibu yang agung, orangtua yang bijak. mereka tampil sebagai
superman, superwoman atau guru yang mulia. singkatnya mereka uncul
sebagai pahlawan besar.

5. self
self biasanya diterjemahkan sebagai diri yang terdalam. self terletak
dilapisan terdalam sekaligus menjadi pusat ketidaksadaran kolektif. self inilah
yang ingin diwujudkan dalam kesadaran setiap orang supaya bisa menjadi
pribadi yang sehat. dalam mimpi self menggambarkan kekuatan dan sosok
yang terkesan aneh dan tidak dikenali (impersonal). simbol self biasanya
muncul lewat tampilan orang, binatang atau benda aneh lainnya dalam
kehidupan sehari2.