Anda di halaman 1dari 7

Anggota kelompok : Clinton Mendrofa

Nabila Riyas
Nurul Hanifah Elton
Okta Veronika
Rizka Septiani
Globalisasi
Secara umum globalisasi bisa dikatakan sebagai proses dimana hubungan antar
individu, kelompok, dan antarnegara saling berinteraksi bergantung, terkait satu
sama lain yang melintasi batas wilayah.
Selain itu juga ada pengertian globalisasi menurut beberapa ahli :
R. Robertson
Globalisasi adalah proses mengecilnya dunia dan meningkatnya kesadaran akan
dunia sebagai satu kesatuan, kesalingtergantungan dan kesadaran global akan dunia
yang menyatu di abad ke-20.
Emanuel Ritcher
Pengertian Globalisasi adalah suatu jaringan kerja global yang mempersatukan
masyarakat dimana mereka sebelumnya berpencar dan terisolasi yang nantinya akan
saling memiliki ketergantungan dan mampu mewujudkan persatuan dunia.
Berdasarkan beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa
globalisasi merupakan suatu proses dimana hubungan antarindividu, kelompok dan
Negara sehingga terjadi kesalingtergantungan diantara mereka yang pada akhirnya
memunculkan keseragaman.
Penyebab Globalisasi - Ada beberapa faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya
globalisasi. Faktor-faktor penyebab terjadinya globalisasi adalah sebagai berikut :

Majunya ilmu pengetahuan pada teknologi transportasi yang mempermudah


dalam jasa pengiriman barang keluar negeri.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang berperan menjamin


kemudahan dalam transaksi ekonomi antar negara.

Kerja

sama

ekonomi

Internasional

yang

memudahkan

kesepakatan-kesepakatan antarnegara yang terjalin dengan erat.

terjadinya

Globalisasi berpengaruh pada hampir semua aspek kehidupan masyarakat.


seperti generasi muda, penduduk kelas menengah hingga dengan status sosial yang
tinggi, dan masyarakat kota.
Modernisasi
Definisi modernisasi secara khusus menurut beberapa para ahli adalah sebagai
berikut:

Menurut Koentjaraningrat, Modernisasi adalah usaha untuk hidup sesuai

dengan zaman dan konstelasi duni sekarang.


Menurut Soerjono Soekanto, Modernisasi adalah suatu bentuk dari perubahan
sosial. Biasanya merupakan perubahan sosial yang terarah (directed change)

dan didasarkan suatu perencanaan (social palnning).


Menurut Wijoyo Nitisastro, Modernisasi adalah suatu proses transformasi
total dari kehidupan bersama yang bersifat tradisional (pramodern) dalam arti

teknologi suatu organisasi sosial ke arah pola-pola ekonomi dan politis.


Menurut Abdul Syam, Modernisasi adalah suatu proses transformasi dari
suatu perubahan ke arah yang lebih maju atau meningkat dalam berbagai
aspek dalam kehidupan masyarakat.

Syarat
Adapun syarat-syarat modernisasi yakni :

Sistem administrasi negera yang baik, yang benar-benar mewujudkan


bureaucracy (birokrasi)

Adanya system pengumpulan data yang baik dan teratur yang terpusat pada
suatu lembaga atau badan tertentu.

Penciptaan iklim yang favoureble dan masyarakat terhadap modernisasi


dengan cara pengunaan alat-alat komunikasi masa.

Tingkat organisasi yang tinggi, yang disatu pihak berarti disiplin,sedangkan


dilain pihak berarti pengurangan kemerdekaan

Faktor

Adapun faktor faktor dari modernisasi adalah sebagai berikut :

Adanya penemuan, perkembangan, serta penguasaan dibidang ilmu

pengetahuan dan teknologi.


Perkembangan dibidang politik dan ideologi (demokratisasi).
Kemajuan dibidang perekonomian dengan penerapan sistem efisiensi dan

produktivitas.
Memajukan bidang industri dan pertanian.
Terciptanya stabilitas nasional agar hidup tentram, aman dan damai.

Dampak Modernisasi dan Globalisasi


Modernisasi dan globalisasi memiliki dampak bagi keberlangsungan kerja
manusia dimana teknologi sebagai bagian dari modernisasi telah membantu manusia
untuk pemenuhan kebutuhan secara cepat dan efektif, serta terkadang instan sehingga
manusia dimungkinkan untuk melakukan dua pekerjaan atau lebih sekaligus, sebagai
contoh berkembangnya teknologi telepon selular yang memungkinkan manusia
untuk berkomunikasi tanpa tatap muka serta melakukan pekerjaannya disaat yang
bersamaan. Dunia tanpa batas memberikan akses bagi manusia untuk mengetahui
informasi dengan mudah serta mengenal metode penyelesaian secara efisien dalam
hal waktu, tenaga, maupun efektifitas pekerjaan.
Disisi lain, modernisasi dan globalisasi menciptakan dampak bagi gaya hidup
masyarakat khususnya bagi kelompok kelas menegah.Perkembangan teknologi
sebagai fitur yang membantu manusia bekerja lebih efektif dan efisien mendorong
adanya perilaku konsumerisme karena adanya pemaknaan simbol pembedaan kelas
menengah dan kelas lainnya. Telah terjadi transisi teknologi sebagai pemuas
kebutuhan, hingga menjadi pemaknaan simbol dalam kelas dan menyebabkan tindak
konsumerisme untuk memuaskan pemenuhan status dan identitas.Konsumerisme
yang terjadi di kelas menengah ditandai dengan adanya pemenuhan kebutuhan tersier
yang diutamakan untuk dipenuhi sebagai dasar dari pencapaian status sosial dalam
masyarakat. Sebagai contoh ialah penggunaan uang elektronik seperti kartu kredit.
Perilaku konsumerisme dapat dilihat dari perilaku belanja manusia yang
menggunakan kartu kredit bukan hanya untuk pemenuhan kebutuhan primer, namun
juga kebutuhan yang dirasa dapat menaikkan posisinya di mata masyarakat serta
penyesuaian diri terhadap tren dalam kelasnya sebagai identitas.

Fokus

dari

perkembangan

kebudayaan

hingga

mencapai

perilaku

konsumerisme dan pencapaian status serta identitas menjadikan sebuah objek yang
merupakan bagian dari modernisasi dan globalisasi menimbulkan pemahaman bahwa
objek tersebut merupakan suatu simbol yang dimaknai secara psikologis oleh
masyarakat sebagai suatu benda bernilai tinggi dan dimanipulasi hingga berpengaruh
bagi status dan identitas individu. Manipulasi yang terjadi dapat dilihat dari
berkembangnya budaya populer yang mengutamakan ikon produk sebagai simbol
kelas. Menurut Leuwen (2011), adanya pembedaan kelas dari gaya hidup yang
memuja ikon produk mendorong adanya perubahan sosial masyarakat. Perubahan
yang terjadi ditandai adanya peranan penting pemosisian kelas menengah di
Indonesia. Pembedaan kelas ini terjadi akibat adanya tren yang berkembang di
negara barat yang merambah ke Indonesia. Pemahaman bahwa budaya barat
memiliki status yang tinggi mendorong masyarakat kelas menengah untuk
melakukan gaya hidup sesuai dengan budaya barat yang masuk akibat adanya
globalisasi di dunia. Kesenjangan yang terjadi akibat pembedaan kelas menengah
dan kelas bawah terjadi sehingga menimbulkan kesan alienasi terhadap kelas yang
tidak mengikuti gaya hidup kelas menengah.
Adanya perubahan dari penggunaan produk hasil modernisasi dan globalisasi
memberikan dampak yang cukup signifikan bagi kehidupan sosial masyarakat dan
semakin besarnya tekanan bagi individu untuk menyesuaikan ke modernisasi yang
tengah berlangsung. Penggunaan teknologi telepon genggam di Indonesia kini telah
merambah hingga ke berbagai kelas, bahkan pemberian label primitif dilakukan
untuk masyarakat yang tidak memiliki telepon genggam, yaitu individu yang tidak
menyesuaikan diri pada tren masa kini hasil modernisasi dan globalisasi. Hal ini
mendorong adanya keseragaman pemahaman pentingnya produk dari modernisasi
sebagai tiket untuk hidup bermasyarakat. Penyebaran isu seperti berita online,
bahkan pembicaraan yang sedang hangat di media sosial seringkali menjadi poros
perbincangan masyarakat, sehingga kepemilikan benda seperti telepon genggam
merupakan benda yang harus dimiliki oleh individu. Identitas yang dimiliki individu,
pemujaan terhadap teknologi, serta pemahaman ikon dan simbol kelas menjadi
sangat penting bagi individu berbeda dengan sebelum modernisasi dan globalisasi
terjadi. Kesenjangan terjadi akibat pemilahan ikon sebagai simbol kelas, disisi lain,

kehidupan sosial masyarakat cenderung mengikuti modernisasi dan globalisasi


segingga keseragaman pemahaman terjadi walaupun tetap terjadi pemisahan kelas.
Keseragaman Kebudayaan serta Kaitannya dengan Modernisasi dan
Globalisasi
Globalisasi dan modernisasi mempunyai dampak dalam setiap segi kehidupan
masyarakat

Indonesia,

salah

satunya

adalah

meningkatnya

keseragaman

budaya,seperti taste, lifestyle di kalangan masyarakat.


Globalisasi yang didorong oleh adanya modernisasi ini memungkinkan
antarnegara untuk saling berhubungan dengan lebih leluasa. Salah satu contohnya
dengan Indonesia telah member izin perusahan-perusahaan asing untuk melakukan
usaha di Indonesia. Hal ini yang kemudian lambat laun membuat budaya, seperti
taste, lifestyle masyarakat Indonesia berubah.
Untuk memperkenalkan produk-produk asing yang masuk ke Indonesia, ada
sebuah sistem yang dilakukan oleh perusahan atau korporasi multinasional, yaitu
dengan bazar budaya global.
Bazar budaya global ini dikampanyekan melalui proses persesuaian yang
sistematis. Kegiatan pemasaran dan periklanan lintas negara yang agresif berperan
besar dalam membentuk satu cita rasa global (global taste).
Shopping mall yang kita kenal sekarang merupakan wadah bagi bazar budaya
global. Fenomena budaya shopping mall merupakan salah satu indikasi kuat
penetrasi bazaar budaya global dalam masyarakat kita. Shopping mall menawarkan
sebuah cita rasa baru, yang diyakini sebagai salah satu penanda modernisasi.
Fenomena ini telah melahirkan kelompok kelas menengah yang sangat lekat
dengan modernisasi dan globalisasi dan formulasi budaya massa, yang dibingkai
untuk kepentingan industrialisasi. Karakter budaya massa yang mengiring pada
semangat konsumerisme yang dimotori oleh keberadaan fasilitas yang serba modern.
Dikenal dengan istilahGlobal Taste, telah merambah pada kalangan ini.
Produk-produk seperti Starbuck, KFC,Fastfood,Sosmed,Smartphone,Produk-produk

Unilever adalah bukti nyata dari keberadaan global taste ini. Produk-produk ini telah
membuka cabang dimana-mana.
Komodifikasi Kebudayaan Serta Kaitannya Dengan Modernisasi Dan
Globalisasi
Komodifikasi merupakan istilah baru yang mulai muncul dan dikenal oleh
para ilmuan sosial. Komodifikasi mendeskripsikan cara kapitalisme melancarkan
tujuannya dengan mengakumulasi kapital, atau menyadari transformasi nilai guna
menjadi nilai tukar. Komoditas dan komodifikasi adalah dua hal yang memiliki
hubungan obyek dan proses, dan menjadi salah satu indikator kapitalisme global
yang kini tengah terjadi. Komodifikasi merupakan bentuk transformasi dari
hubungan, yang awalnya terbebas dari hal-hal yang sifatnya diperdagangkan,
menjadi hubungan yang sifatnya komersil.
Secara teoritik, komodifikasi menjelaskan cara kapitalis dalam menjaga suatu
tujuan untuk mengakumulasi kapital atau merealisasi nilai melalui transformasi nilai
guna kepada nilai tukar. Komodifikasi telah mengubah objek, kualitas dan tandatanda menjadi komoditas dimana komoditas merupakan item yang dapat
diperjualbelikan di pasar. Komodifikasi seringkali diikuti dengan membedakan
kedangkalan dan manipulasi komoditas kebudayaan otentik masyarakat1
Kaitannya dengan modernisasi dan globalisasi adalah hal ini dianggap
sebagai peluang bagi pelaku bisnis untuk memperoleh keuntungan terhadap
pergeseran kebudayaan yang ada di Indonesia. Tentu saja target pasar dari para
pelaku bisnis ini adalah masyarakat golongan menengah, karena pada dasarnya
masyarakat golongan menengah merupakan golongan yang memiliki kemampuan
baik financial maupun knowledge terhadap kemajuan teknologi.
Sebagai salah satu contoh, kita bisa mengambil contoh yaitu E-Commerce
atau Jual-Beli Online. Masyarakat Indonesia memiliki budaya jual-beli yang sangat
unik, yaitu tawar menawar dengan bertatap langsung antara penjual dan pembeli di
Pasar. Dengan arus modernisasi dan globalisasi yang amat sangat deras masuk ke
Indonesia. Perlahan-lahan hal ini ditinggalkan, karena dianggap tidak praktis dan
efisien. Kemudian munculah inovasi Toko Virtual yang memanfaatkan kemajuan
1
Emanuel Richter dalam Suhanadji dan Waspodo TS. Modernisasi dan Globalisasi:studi
Pembangunan dalam Perspektif Global. Yogyakarta: PT Insan Cendikia, 2004:93.

teknologi sebagai wadahnya. Bahkan hanya dengan bermodalkan smartphone


siapapun dapat bertransaksi online di dunia maya. Tentu saja Indonesia dianggap
sebagai pasar berpotensi tinggi dengan penduduk kurang lebih 260 juta oleh pelaku
bisnis melalui E-Commerce ini.
Perubahan dari sistim monolog ke digital ini tentu saja memiliki dampak
positif dan negatif. Dampak positifnya adalah masyarakat dapat bertransaksi tanpa
terikat tempat dan waktu serta tenaga untuk repot-repot menemui penjual langsung.
Sedangkan dampak negatifnya adalah sangat rawan terhadap penipuan, barang yang
tidak sesuai, carding, dll.

DAFTAR PUSTAKA
Leewen, Van Lizzy.Lost in Mall : An Ethnography of Middle-class Jakarta in the
1990s. 2011. Leiden : KITLV Press
Richter, Emanuel dalam Suhanadji dan Waspodo TS. 2004. Modernisasi dan
Globalisasi: studi Pembangunan dalam Perspektif Global. Yogyakarta: Insan
Cendikia.
http://www.zakapedia.com/2013/04/pengertian-globalisasi-menurutahli.html#
http://www.artikelsiana.com/2015/01/pengertian-globalisasi-penyebabdampak-globalisasi.html
http://grand-indonesia.com/ diakses pada tanggal 6 Desember 2015 pukul 15.29.
http://aeonmall-bsdcity.com/ diakses pada tanggal 6 Desember 2015 pukul 15.40
www.unilever.co.id diakses pada tanggal 6 Desember 2015 pukul 15.55
www.smeindonesia.org diakses pada tanggal 6 Desember 2015 pukul 16.05
www.rudiirawanto.blogspot.co.id diakses pada tanggal 6 Desember 2015 pukul
18.19.