Anda di halaman 1dari 28

Asam Lemak Tak Jenuh

Anggota Kelompok:
Rizki
Diah
Kusumaningrum
(131810301015)
Pricilia Citra
(131810301016)
Efa
Uswatun
Khasanah
(131810301021)
Angelia Septaningrum
(131810301025)
Zulfa Nailul Ilmi
(131810301026)
Shelly Trissa Ramadhan (131810301028)
Umi Sahrun Nimah
(131810301029)
Istimahillah
Mawaddah
(131810301031)
Lia Zakiatal Faidza
(131810301034)

Asam
Lemak Tak
Jenuh

Mufa
Memiliki satu ikatan
rangkap
Contohnya terdapat
pada minyak zaitun

Pufa
Memiliki dua atau
lebihikatan rangkap
Contohnya terdapat
pada minyak jagung

MUFA (Monounsaturated Fatty


Acid)
Asam Oleat C-18
Asam Oleat termasuk dalam omega-9 yang
memiliki jumlah atom karbon sebanyak 18
dengan 1 ikatan rangkap.

Sifat Asam Oleat

Beraroma khas
Tidak larut dalam air
Mudah terhidrolisis
Tidak stabil pada suhu kamar

Kelebihan MUFA
1. Asam lemak tak jenuh tunggal (MUFA) lebih
efektif menurunkan kadar kolesterol darah,
daripada asam lemak tak jenuh jamak (PUFA).
2. MUFA dapat menurunkan K-LDL dan
meningkatkan K-HDL , sedangkan PUFA
dapat menurunkan kolesterol LDL, tetapi dapat
menurunkan HDL.

PUFA (Polyunsaturated Fatty Acid)

Asam Linolenat C-18


1. ALA (Alpha-linolenic acid) atau asam
linolenat, termasuk dalam asam lemak
omega-3 yang memiliki jumlah atom karbon
sebanyak 18 dengan 3 ikatan rangkap.

2. Asam lemak esensial merupakan asam linoleat


yang tidak bisa disintesis oleh tubuh. Perlu diberikan
dari luar melalui makanan.
Formula susu biasanya ditambahkan asam linoleat
yang sering disebut juga omega-6 dengan jumlah
atom karbon 18 dan 2 ikatan rangkap.

Sifat dan Kelebihan PUFA


Bersifat cair pada suhu
kamar bahkan suhu
dingin.
Titik lelehnya lebih
rendah dibandingkan
dengan MUFA atau SFA.
PUFA berperan penting
dalam transpor dan
metabolisme lemak,
fungsi imun,
mempertahankan
fungsi dan integritas
membran sel.

Asam lemak omega-3


dapat membersihkan
plasma dari lipoprotein
kilomikron dan
kemungkinan juga dari
VLDL (Very Low Density
Lipoprotein).
Menurunkan produksi
trigliserida dan
apolipoprotein b (beta)
di dalam hati.
Dapat mencegah
penyakit jantung
koroner dan artritis,
asam lemak omega-3
dianggap penting untuk

DEGRADASI ASAM LEMAK


Degradasi asam lemak terjadi di mitokondria
dalam beberapa tahap:
Tahap 1: aktivasi asam lemak di sitoplasma.
Tahap 2: Pengangkutan asam lemak-CoA dari
sitoplasma ke mitokondria.
Tahap 3: Reaksi -oksidasi
Dehidrogenasi I
Hidratasi
Dehidrogenasi II
Tiolasi (tahap pemotongan)

Tahap 1: Aktivasi Asam Lemak di Sitoplasma

Tahap 2: Pengangkutan Asam Lemak Co-A dari


Sitoplasma menuju Mitokondria

Tahap 3: Reaksi -oksidasi


Dehidrogenasi I
Dehidrogenasi Asam
lemak-CoA yang
sudah berada di
dalam mitokondrion
oleh enzim acyl-CoA
dehidrogenase,
mengha-silkan
senyawa enoyl-CoA.

Tahap 3: Reaksi -oksidasi


Hidratasi
Hidratasi yaitu ikatan
rangkap pada enoyl
CoA dihidratasi
menjadi 3hidroxyacyl- CoA oleh
enzim enoyl-CoA
hidratase.

Tahap 3: Reaksi -oksidasi


Dehidrogenasi II
Dehidrogenasi 3hidroxyacyl-CoA oleh
enzim -hidroxy-acylCoA dehidrogenase
dengan NAD+
sebagai koenzimnya
menjadi 3-ketoacylCoA.

Tahap 3: Reaksi -oksidasi


Tiolasi
Pemecahan
molekul dengan
enzim ketoacyl-CoA
thiolase.

-ketothiolase

ketothiolase

Reaksi -oksidasi MUFA


dan PUFA
Oksidasi asam lemak tak
jenuh (asam oleat).
Oksidasi ini
membutuhkan tambahan
enzim enoyl-CoA
isomerase untuk
mereposisi ikatan rangkap
dari isomer cis ke trans
sebagai intermediet
normal pada -oksidasi.
Mekanisme Reaksi -oksidasi MUFA

Mekanisme
Reaksi oksidasi PUFA

Nilai ATP MUFA


ATP yang dihasilkan pada -oksidasi MUFA
(Monounsaturated Fatty Acid)
Tahap 1: Asam oktadekanoat (mengandung 18 atom C)
dioksidasi dalam 8 siklus menjadi 9 residu acetyl dalam
bentuk acetyl-CoA.
Tahap 2: tiap acetyl-CoA dioksidasi menghasilkan 2 CO2 dan
8 elektron dalam siklus TCA.
Tahap 3: Elektron yang dihasilkan dari tahap 1 & 2 masuk ke
rantai respirasi mitokondria dengan menghasilkan energi
untuk sintesis ATP dengan forforilasi oksidatif.

Total ATP:
=ATP 3 Asam Oleat + ATP gliserol
=(3x144)+ 15
=432+15 = 447 ATP

ATP Asam Linoleat


Oksidasi asam linoleat yang memiliki 18 karbon
mengalami 8 kali proses -oksidasi (dibagi 2
dikurangi 1).
Asam linoleat memiliki 18 atom C sehingga asetil
KoA yang terbentuk adalah 9 buah.
Asetil KoA akan masuk ke dalam siklus Krebs
masing masing akan menghasilkan 12 ATP,
sehingga totalnya adalah 9 x 12 ATP = 108 ATP.

Energi yang dihasilkan berupa ATP


No

B Oksidasi

1 FADH + NADH 5

2 FADH + NADH 5

3 FADH + NADH 5

4 NADH 3

5 NADH 3

6 FADH + NADH 5

7 FADH + NADH 5

8 FADH + NADH 5

TOTAL

36

Energi total yang dihasilkan dari oksidasi asam


linoleat adalah :
= energi aktifasi + energi B-oksidasi + energi
siklus krebs
= -2 ATP + 36 ATP + 108 ATP
= 142 ATP
Jadi proses oksidasi asam lemak tak jenuh
(asam linoleat) menghasilkan energi sebesar
142 ATP

Enzim yang terlibat dalam reaksi


oksidasi asam lemak tak jenuh
MUFA
Enoyl-CoA isomerase untuk mereposisi ikatan rangkap dari cis
ke isomer trans sebagai intermediet normal pada -oksidasi.

PUFA
Enoyl-CoA isomerase untuk mereposisi ikatan
rangkap dari cis ke isomer trans sebagai
intermediet normal pada -oksidasi.
2,4-dienoyl-CoA reductase (DECR) untuk
merusak ikatan ganda di semua posisi atau
nomor atom C dan beberapa ikatan ganda pada
posisi atau nomor atom C ganjil

Urutan reaksi dalam oksidasi asam lemak tak jenuh (Contoh:


asam linoleat dalam bentuk linoleoyl-CoA).

Mekanisme reduksi Trans 2,4-dienoyl-CoA oleh NADPH di DECR mamalia.


Mekanisme hasil bertahap melalui perantara enolat.