Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN MINGGUAN PROGRAM

UPT.PUSKESMAS KLUNGKUNG I
Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung

Nama Mahasiswa

Ida Bagus Nyoman Siwa Suditha


I Gusti Ngurah Nugraha Agung
Harshinu Devi Gengarajoo

Dosen Pembimbing

dr. Putu Aryani, S.Ked

Program

Penanggulangan Penyakit Menular (P2M)

Hari, Tanggal

14 Maret 2016

Lokasi

Puskesmas

Narasumber

I Wayan Rame
Sunjas Murwati
Putu Ayu Sumertini, Amd.Kep

1. Penyakit Menular dan Jenisnya


Penyakit menular merupakan penyakit yang dapat menjangkit atau menginfeksi
seseorang melalui berbagai media.Berdasarkan media penularannya, penyakit menular dapat
dibedakan menjadi 2 jenis yaitu dengan penularan langsung dan tidak langsung.
a. Penularan langsung
Penularan langsung yang dimaksudnkan adalah penyakit dapat menular antara
manusia ke manusia tanpa adanya perantara.Penularan ini dapat melalui kontak
langsung, droplet, dan cairan tubuh.
b. Penularan tidak langsung
Penularan tidak langsung meliputi penyebaran penyakit yang menggunakan perantara
sebagai media penularannya yaitu melalui makanan, lingkungan, hewan vector,
ataupun alat medis seperti jarum suntik.
2. Penyakit Menular dalam Cakupan UPT. Puskesmas Klungkung I
Dalam praktisnya, UPT. Puskesmas Klungkung I menangani beberapa penyakit
menular sebagai berikut:

Diare
Demam Berdarah Dengue
Malaria

: 1036 kasus
: 108 kasus
:-

Tuberculosis
Pneumonia
Kusta
Rabies
HIV/AIDS
Penyakit Menular Seksual (PMS)

: 23 kasus
: 301 kasus
: 2 kasus
:: 13 orang
: 13 kasus

3. Tujuan Program P2M


Program P2M ini ditujukan untuk mencegah terjadinya penyakit menular dan infeksi
yang ada di wilayah kecamatan Klungkung serta untuk menangani penyakit menular yang
ada seperti contohnya TB dan HIV. Selain itu program ini bertujuan untuk mengumpulkan
data surveilans epidemiologi untuk pendataan ke Dinas Kesehatan Klungkung.
4. Penduduk Sasaran
Penduduk sasaran program P2M adalah seluruh warga yang ada dalam cakupan
wilayah kerja Puskesmas Klungkung I. Masyarakat sehat diberikan penyuluhan serta
pencegahan primer, masyarakat yang sudah sakit diberikan penanganan.
5. Target
Survei epidemiologi dan Pencegahan
Kegiatan
Pemantauan dan Penyelidikan Epidemiologi
Pengolahan dan Analisa Data
- Laporan bulanan
- Laporan triwulan
Penyuluhan Kesehatan

100%
100%

Target

Hasil
Tercapai
Tercapai

100%

Tercapai

Penemuan Kasus dan Penanganan


Jenis Penyakit
Diare
DBD
TBC BTA (+)
Pneumonia
AFP
Rabies

Target
645
108
16
301
1
-

Cakupan
1043
108
23
301
1
-

6. Komponen Kegiatan P2M


A. DBD
Upaya penanggulangan DBD terdiri dari surveilans epidemiologi, diagnose dini, dan
pengobatan dini terhadap kasus DBD yang ada. Kegiatan dalam pengentian rantai
penularannya termasuk didalamnya yaitu kegiatan PSN dengan cara memberikan

B.

C.

D.

E.

F.

G.

bubuk Abate dan juga menggunakan metode Fogging dan pengadaan Jumantik (Juru
Pemantau Jentik). Kegiatan lainnya yaitu dilakukannya sosialisasi 3M bekerja sama
dengan program. Pemantauan angka bebas jentik di Puskesmas Klungkung I
mencapai 88%, hal tersebut masih dibawah dari standar yaitu 96%.
Malaria
Upaya pengendalian penyakit malaria dilakukan yaitu dengan membentuk JMD yaitu
juru malaria desa yang bertugas memantau jentik, memantau penderita malaria di tiap
desa dengan mendatangi keluarga yang mengeluhkan gejala klinis
malaria.Berdasarakan pemantauan dan pendeteksian malaria pada tahun 2015 tidak
ada laporan kasus malaria.
Kusta
Kegiatan terhadap penyakit kusta ini meliputi penyuluhan, pengobatan, dan
rehabilitasi. Kegiatan pengobatan pada tahun 2015 melibatkan 2 orang penderita yang
sudah secara langsung diberikan terapi berupa paket MDT (rifampicin, Lampren,
DDS)
TBC
Upaya pencegahan penyebaran dan penanggulangan penyakit TBC dilakukan dengan
menggunakan pendekatan DOTS yaitu dengan melakukan pengawasan menelan
obat.Kegiatan yang terlibat dalam program ini adalah mulai dari penemuan penderita,
pemeriksaan dahak dan pemberian pengobatan.Kegiatan ini dilakukan sekaligus
secara promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitative yaitu dengan memberikan
edukasi kepada penderita dan keluarga disekitarnya serta memberikan pengobatan
pada pemderita dan keluarga yang berisiko. Pencapaian pengobatan TBC pada tahun
2015 di Puskesmas yaitu 8 kasus TBC BTA (+)
Diare
Kegiatan program diare meliputi penyuluhan rutin, penemuan penderita dan
penyelidikan epidemiologi, pengobatan, pencatatan, dan pelaporan dari kasus yang
ada.
ISPA
ISPA yang ditangani di puskesmas ini lebih mefokuskan kepada ISPA pada anak
yaitu pneumonia. Kegiatannya lebih banyak dalam segi penanganan penyakit karena
penyakit ini memerlukan penanganan yang segera, selain itu kegiatan dari program
ini adalah berupa penemuan kasus yang ada di masyarakat dan juga pencatatan kasus
yang ada.
IMS dan HIV/AIDS
Upaya penanggulangan IMS dan HIV mengarah ke preventif yaitu dengan adanya
kegiatan penyuluhan ke sekolah bekerjasama dengan program kesehatan
remaja.Kegiatan yang lainnya yaitu adanya VCT sebagai skrining untuk HIV terhadap
orang-orang yang berisiko yang ditemukan melalui penelusuran ke
masyarakat.Kegiatan pengobatan juga termasuk ke dalam program ini yaitu
pemberian obat ARV bagi penderita HIV/AIDS yang pada tahun 2015 trcatat
berjumlah 13 orang.

7. Indikator Keberhasilan
a. Input
- Man : Petugas kesehatan, bidan desa, perawat, bidan praktek swasta
- Money : berasal dari BOK
- Minute : setiap minggu, sesuai jadwal mingguan setiap program P2M
- Material : materi penyuluhan, bubuk abate, alat fogging, obat untuk penyakit yang
ditangani (TB, Kusta, Diare, ISPA, IMS, HIV/AIDS)
- Method : petugas dating ke setiap rumah untuk mencari kasus yang ada serta
melakukan surveilans epidemiologi, masyarakat datang ke Posyandu, Pustu,
Puskesmas untuk mendapat pelayanan pengobatan
- Market : masyarakat di wilayah Puskesmas Klungkung I
b. Proses
- Penelusuran penyakit dan surveilans
- Pendataan dan pelaporan penduduk
- Pengobatan bagi penduduk yang Sakit
- Penyuluhan dan sosialisasi bagi penduduk yang sehat
c. Output
- Tercapainya tujuan program
d. Outcome
- Kejadian penyakit DBD menurun
- Kejadian penyakit TBC menurun
- Kejadian penyakit Diare menurun
- Kejadian penyakit Pneumonia menurun
- Kejadian penyakit IMS menurun
- Kejadian penyakit HIV/AIDS menurun
e. Dampak
- Angka kesakitan dan kematian akibat penyakit-penyakit tersebut dapat menurun.