Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH PUBLIC RELATIONS

PROSES PUBLIC RELATIONS


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pada hakekatnya Public Relations ini merupakan metode komunikasi yang meliputi berbagai
teknik komunikasi. Dimana didalam kegiatannya terdapat suatu usaha untuk mewujudkan
hubungan yang harmonis antara suatu badan / perusahaan dengan publiknya. Dengan demikian
dapat disimpulkan, bahwa Public Relations merupakan suatu fungsi management. Disini
diciptakan suatu aktifitas untuk membina dan memelihara sikap budi yang menyenangkan bagi
suatu lembaga/ perusahaan disuatu pihak dengan public dipihak lain.
Publik relations bila dilihat dari studi komunikasi adalah salah satu teknik komunikasi yang
menitik beratkan kepada usaha untuk menumbuhkan suatu suasana kerja sama (goodwill) dan
menciptakan saling pengertian (mutual understanding) antara publik yang berkepentingan untuk
mencapai tujuan bersama dalam iklm yang saling menguntungkan, dengan demikian untuk
memndapatkan hasil sesuai dengan harapan maka seorang publik relations ketika melakukan
interaksi kepada publik harus melalui sebuah proses-proses publik relations, baik proses secara
internal atau proses exsternal. Dengan demikian dalam makalah ini kami akan membahas tentang
bagaimana proses publik relations
B. Rumusan Masalaha
1. Apa pengertian dari proses publik relations?
2. Bagaimana proses internal dan exsternal dalam proses publik relations?

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Proses Public Relations
Public relations adalah merupakan komunikasi, dimana dikegiatanya selalu diarahkan kepada
usaha untuk mempengaruhi pendapat public agar dapat bersikap, berpendapat, dan bertingkah
laku sesuai keinginan komunikator. Akan tetapi tujuan dari public realations itu sendiri umumnya
dilihat dari pengertianya, selalu berorentasi kepentingan publik. Oleh karena itu untuk
mewujudkanya butuh sebuah proses, yaknii proses public relatitions.
Proses public relations dapat diartaikan adalah serangkaian dari suatu kegiatan-kegiatan dari
publik relations. Public relations bila dilihat dari studi komunikasi adalah salah satu teknik
komunikasi yang menitik beratkan kepada usaha untuk menumbuhkan suatu suasana kerja sama
(goodwill) dan menciptkan saling pengertian antara publik yang berkepentingan untuk mencapai
tujuan bersama dalam iklim yang saling menguntungkan.
Berdasarkan uraian yang ada, kita mengetahui bahwa publik relations itu adalah suatu bentuk

kegiatan dan sekaligus juga merupakan proses komunikasi. Oleh karenanya diperlukanlah suatu
tahap yang memungkinkan proses dan kegiatan public relations itu dapat berjalan.
Adapun proses publik relations yang dibagi menjadi dua yakni :
1. Proses Internal Public Relations
2. Proses Exsternal Public Relations
B. Proses- Proses Publik Relations
1. Proses publik relations internal
Diartikan sebagai proses yang dilakukan oleh anggota public relations baik dalam sebuah
perusahan, instansi atau organisasi sebelum mereka melakukan komunikasii atau intraksi kepada
publik. Yang termasuk proses internal public relations antara lain
a. Fact Finding
Yang dimaksud dengan Fact finding adalah mencari atau mengumpulkan fakta-fakta atau datadata sebelum seseorang melakukan sautu kegiatan atau tindakan. Pada tahap pertama ini, adapun
kegiatan dari public relations diarahkan kepada usaha mengumpulkan data terhadap sasaran
komunikasi antara lain misalnya mencakup:
1) meneliti mengenai kebutuhan dan kepentingan yang diinginkan publik
2) mencari dan mendapatkan data guna mengetahui bagaimana situasi dan kondisi yang terdapat
pada diri publik .
3) mengapa publik bersikap dan bertingkah laku tidak mau tahu?
4) Mencari dan menentukan siapa saja yang dijadikan sasaran komunikasi
b. Planning and Progamming
Dalam tahap perencanan yang merupakan kelanjutan dari tahap fact finding atas dasar hasil
penelitianya, seorang petugas public relations merencanakan bagaimana sebaiknya public
relation dijalankan, dengan memperhatikan faktor-faktor psikologis, sosiologis, keadaan sosial,
ekonomi.dan lain sebagainya. Dan pesan darii komunikator dirumuskan agar dapat mencapai
tujuaan.

Berdasarkan hasil fact finding dalam proses ini sejumlah langkah harus dilakukan yaitu :
1. Merumuskan apa tujuan yang harus dicapai oleh publik relations ketika mengirim pesan
tertentu.
2. Mengolah data yang diperolehnya
3. Merumuskan bagaimana pesan itu harus disebarkan.
4. Menentukan teknik komunikasinya.
5. Memeriksa kesempurnan informasi yang diperolehnya pada tahap fact finding.
6. Mengadakan analisi atas informasi yang diperoleh serta merumuskan sesuaii progam kerja,
yaitu sesuai dengan situasi dan tempat.
Pada tahap kedua ini, kegiatan public relations menitik beratkan kepada usaha perencanaan bagi
memperoleh hasil maksimal melalui pengolahan dan seleksifitas terhadap data ataupun fakta
yang diperoleh.
Dalam prakteknya kegiatan dari public relations dalam tahap kedua ini harus meletakan dasar
yang kokoh bagi menjamin terlaksankanya kegiatan komunikasi. Disamping itu juga public
relations harus dapat menentukan jumlah biaya yang diperlukan.
Oleh karenanya dalam hal ini seorang publik relations officer atau petugas kehumasan yang
menjalankan kegiatan publik relations harus dapat memikirkan:

1. Faktor Sumber Komunikasi


Siapa kiranya orang yang paling tepat untuk melaksanakan kegiatan komunikasi tersebut dalam
proses kegiatan publik relations
2. faktor pesan komunikasi
dalam kegiatan penyebaran pesan komunikasi, pernyataan atau gagasan yang bagaimana akan
disampaikan serta maksud dan tujuan yang akan dicapai nantinya. Apakah pesan komunikasi ini
sudah disamakan dengan kondisi serta lambang yang digunakan pada diri komunikan sebagai
sasaran komunikasi misalnya seperti :
bahasa yang digunakan , adat istiadat, sistem keercayaan, sistem mata pencaharian dan tingkat
pendidikan , sistem kekerabatan dan sebagainya.
3. Media komunikasi yang digunakan
Dilain pihak seorang petugas kehumasan atau publik relations harus memikirkan juga terhadap
penggunaan media komunikasi massa yang paling cocok dipakai untuk menyampaikan serta
menyebarkan pesan komunikasi kepada publik seperti radio, televisi, film, dan surat kabar. Oleh
karenaya seorang petugas kehumasan tadi perlu mengetahui sedikit banyak kelemahan dan
keunggulan dari masing-masing media komunikasi massa tersebut.
4. Sasaran komunikasi
Dalam hal ini petugas kehumasan harus memikirkan siapakah sasaran komunikasi yang
dimaksud pimpinan. Dengan perincian apakah sasaran komunikasi hanya bersifat internal public
yang berarti hanya untuk dalam perusahan sepert, publik Karyawan, Publik pemegan Saham,
Publik Buruh
Dengan demikian diharapkan apabila identitas publik yang menjadi sasaran dari kegiatan
komuniksi sudah ditentukan atau diketahui maka tahap berikutnya dalam proses penerimaan
pesan komuniksi akan mudah di terima dan dimengerti publik
2. Proses publik relation eksternal
Proses publik relation eksternal adalah proses atau rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh
publik relations ketika mereka berintraksi atau berkomunikasi kepada publik. Yang termasuk
eksternal public relation antara lain :
1. Komunikasi (communication)
Tahapan komunikasi tidak terlepas dari perencanaan tentang bagaimana mengkomunikaskan dan
apa yang dikomunikasikan. Bagimana mengkomunikasikan sesuatu dan apa yang
dikomunikasikan, benarnya tidak terlepas dari tujuan yang hendak dicapai melalui kegiatan
publik relations. Kegiatan komunikasi dapat berbentuk lisan, visual, atau dengan menggunakan
lambang-lambang tertentu.
2. Actions
Dalam proses ini kegiatan publik relations ditunjukan kepada usaha untuk mengeluarkann serta
menebarkan pernyataan kepada publik. Oleh karenanya disini diperlukan strategi komunikasi
yang mencakup kepada suatu perenacanaan matang berdasarkan fakta yang ada. Dalam
prakteknya kegiatan ini mencakup kepada publikkasi baik melalui iklan ataupun dalam bentuk
press release. Dilain pihak pesan komunikasi yang ditunjukan kepada publik harus sesuai dengan
garis kebijakansanan yang sudah ditetapkan oleh pimpinan.
EVALUASION
Evaluasi merupakan proses terakhir dari proses public relations. Maksud dari evaluasi ini adalah
untuk mengetahui apakah suatu progam itu dapat mencapai tujuan yang dikehendaki ataukah

sebaliknya. Tujuan utama dari evaluasi adalah untuk mengukur keefektifitasan proses secara
keseluruhan. Pada tahap ini, ia pun dituntut untuk teliti dan seksama demi keakuratan data dan
fakta yang telah ada. Akan tetapi, perlu diingat bahwa nama tengah seorang praktisi PR adalah
krisis. Oleh karena itu, setelah selesai satu permasalahan, tidak menutup kemungkinan untuk
mendapatkan masalah baru lagi.
Seseuai degan pengertian diatas, maka masalah pokok yang dihadapi dalam evaluasi itu adalah
sebagai berikut :
1) Apakah tujuan-tujuan yang telah ditetapkan didalam progam itu dapat tercapai?
2) Apakah biaya yang dikeluarkan itu seimbang dengan tujuan diperolehnya?
3) Apakah biaya untuk setiap langkah dalam pelaksanan progam itu tidak berebih-lebihan, serta
berapakah seharusnya diperlukan?
4) Apakah tidak ada langkah-langkah dalam pelaksanan itu yang perlu disempurnakan?
Pada tahab ini dari proses kegiatan komunikasi dalam publik relations mengarahkan kepada
usaha untuk menilai kembali sampai sejauh mana pesan komunikasi yang disampikan kepada
public itu diterima. Tanggapan yang bagaimana timbul pada diri publik ketika menerima pesan
dari public relations. Dimana letak kelemhanya bila pesan komunikasi ini ditolak oleh publik
sebagai sasarannya. Atau bisa juga ketika kita menginginkan melakukan evaluasi, ada beberapa
petunjuk yang dikutip oleh Cutlip dan Center dari tuliasan Wrigh tentang "Evaluation of mass
media effectiveness" sebagai berikut:
a) Audience Coverrage
Berapa besar audience yang dapat terjangkau oleh pelaksanaan progam public relations?
b) Audience Response
Bagaimana audience menanggapinya?
Apakah isi pesan diterima dengan senang hati atau tidak?
Apakah isi itu menggugah minat mereka?
Apakah mereka mengerti ataukah mereka menjadi bosan?
c) Communication Impact
Bagaimana pengaruh dan tekakan pesan terhadap audience?
d) Proses Of Influence
Proses komunikasi yang bagaimana yang telah dapat mempengaruhi audience?
Melalui metode persuasi yang mana yang dapat mengenai untuk mempengaruhi attitude
individu-individu dalam audience itu?
Seberapa jauh progam publik relations itu telah mempengaruhi opini dan prilaku audience?
Dengan demikian pada akhirnya pada tahap akhir ini kegiatan komunikasi dalam publik relations
difokuskan kepada usaha untuk menilai terhadap langkah atau kebijaksanaan yang sudah diambil
, disamping itu melalui fakta atau data yang ada melalui kegiatan evaluasi ini, kesemuanya itu
merupakan bahan yang berguna bagi penyusun langkah baru kegiatan publik realtions dalam
suatu insta

BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
1) Pengertian Proses Publik Relations
Proses publicrelations adalah serangkaian dari suatu kegiatan-kegiatan dari publik relations.
Publik relation bila dilihat dari studi komunikasi adalah salah satu teknik komunikasi yang
menitik beratkan kepada usaha untuk menumbuhkan suatu suasana kerja sama (goodwill) dan
menciptkan saling pengertian antara publik yang berkepentingan untuk mencapai tujuan bersama
dalam iklim yang saling menguntungkan.
2) Proses Publik Relations
1. Proses internal Public Relations
diartikan proses yang dilakukan oleh anggota sebelum mereka melakukan komunikasi kepada
publik. Yang termasuk prosese internal antara lain :
a. Fact Finding and Feedback
b. Planning and Progamming
2. Proses Exsternal Public Relations
adalah proses atau kegiatan yang dilakukan oleh publik relations ketika mereka berintraksi atau
berkomunikasi kepada publik.
a. Actions
b. Communication

Public Relation : Definisi, Fungsi dan Tujuan


Public Relation
Diposkan oleh Denny Bagus
Definisi public relation adalah usaha yang direncanakan secara terus-menerus dengan sengaja,
guna membangun dan mempertahankan pengertian timbal balik antara organisasi dan
masyarakatnya. Pendapat ini menunjukkan bahwa public relation dianggap sebuah proses atau
aktivitas yang bertujuan untuk menjalin komunikasi antara organisasi dan pihak luar organisasi
(Coulsin-Thomas, 2002).
Pengertian public relation adalah: Interaksi dan menciptakan opini publik sebagai input yang
menguntungkan untuk kedua belah pihak, dan merupakan profesi yang profesional dalam
bidangnya karena merupakan faktor yang sangat penting dalam pencapaian tujuan organisasi
dengan secara tepat dan dengan secara terus menerus karena public relation merupakan
kelangsungan hidup organisasi yang bersangkutan (Maria, 2002, p.7).
Hal ini didukung oleh pendapat Alma yang mengatakan bahwa public relation adalah kegiatan
komunikasi yang dimaksudkan untuk membangun citra yang baik terhadap perusahaan (2002,
p.145). Sedangkan Marston mengatakan public relation adalah suatu perencanaan dengan
menggunakan komunikasi persuasif untuk mempengaruhi persepsi masyarakat (1999, p.1).
Scholz (1999,p.2) mengatakan bahwa public relation adalah suatu perencanaan yang
mendorong untuk mempengaruhi persepsi masyarakat melalui pelaksanaan tanggung jawab
sosial berdasarkan suatu komunikasi timbal balik untuk mencapai keuntungan pada kedua belah
pihak.
Pengertian public relation secara umum dan khusus sebagai berikut:
1. Pengertian Umum
Public relation adalah proses interaksi dimana public relation menciptakan opini publik sebagai
input yang menguntungkan kedua belah pihak, dan menanamkan pengertian, menumbuhkan
motivasi dan partisipasi publik, bertujuan menanamkan keinginan baik, kepercayaan saling
adanya pengertian, dan citra yang baik dari publiknya. Crystallizing
Public Opinion menyebutkan bahwa public relation adalah profesi yang mengurusi hubungan
antara suatu perusahaan dan publiknya yang menentukan hidup perusahaan itu (Widjaja,2001).
2. Pengertian Khusus
Public relation adalah fungsi khusus manajemen yang membantu membangun dan memelihara
komunikasi bersama, pengertian, dukungan, dan kerjasama antara organisasi dan publik,
melibatkan masalah manajemen, membantu manajemen untuk mengetahui dan merespon opini
publik, menjelaskan dan menekankan tanggung jawab manajemen untuk melayani minat publik,
membantu manajemen untuk tetap mengikuti dan memanfaatkan perubahan secara efektif,
berguna sebagai sistem peringatan awal untuk membantu mengantisipasi tren, dan menggunakan
penelitian dan teknik suara yang layak dalam komunikasi sebagai alat utama (Maria, 2002).
Dalam buku dasar-dasar public relation (Wilcox dan Cameron,2006,p.5) juga mengatakan bahwa
public relations is a management function, of a continuing and planned character, through
which public and private organizations and institutions seek to win and retain the understanding,
sympathy, and support of those with whom there are or maybe concerned by evaluating public
opinion about themselves, in order to correlate, as far as possible their own policies and

procedures, to achieve by planned and widespread information more productive corporation and
more efficient fulfillment of their common interests. yang kurang lebih memiliki arti public
relations merupakan fungsi manajemen dari sikap budi yang direncanakan dan dijalankan secara
berkesinambungan oleh organisasi atau lembaga umum dan swasta untuk memperoleh dan
membina saling pengertian, simpati dan dukungan dari mereka yang mempunyai hubungan atau
kaitan, dengan cara mengevaluasi opini publik mengenai organisasi atau lembaga tersebut, dalam
rangka mencapai kerjasama yang lebih produktif, dan untuk memenuhi kepentingan bersama
yang lebih efisien, dengan kegiatan penerangan yang terencana dan tersebar luas.
Tujuan Public Relation
Tujuan utama dari public relation adalah mempengaruhi perilaku orang secara individu maupun
kelompok saat saling berhubungan, melalui dialog dengan semua golongan, dimana persepsi,
sikap dan opininya penting terhadap suatu kesuksesan sebuah perusahaan (Davis, 2003).
Menurut Rosady Ruslan (2001, p.246) tujuan public relation adalah sebagai berikut:
a. Menumbuhkembangkan citra perusahaan yang positif untuk publik eksternal atau masyarakat
dan konsumen.
b. Mendorong tercapainya saling pengertian antara publik sasaran dengan perusahaan.
c. Mengembangkan sinergi fungsi pemasaran dengan public relation.
d. Efektif dalam membangun pengenalan merek dan pengetahuan merek.
e. Mendukung bauran pemasaran.
Jefkins (2003, p.54) mendefinisikan dari sekian banyak hal yang bisa dijadikan tujuan public
relation sebuah perusahaan, beberapa diantaranya yang pokok adalah sebagai berikut:
a. Untuk mengubah citra umum di mata masyarakat sehubungan dengan adanya kegiatankegiatan baru yang dilakukan oleh perusahaan.
b. Untuk meningkatkan bobot kualitas para calon pegawai.
c. Untuk menyebarluaskan suatu cerita sukses yang telah dicapai oleh perusahaan kepada
masyarakat dalam rangka mendapatkan pengakuan.
d. Untuk memperkenalkan perusahaan kepada masyarakat luas, serta membuka pangsa pasar
baru.
e. Untuk mempersiapkan dan mengkondisikan masyarakat bursa saham atas rencana perusahaan
untuk menerbitkan saham baru atau saham tambahan.
f. Untuk memperbaiki hubungan antar perusahaan itu dengan masyarakatnya, sehubungan
dengan telah terjadinya suatu peristiwa yang mengakibatkan kecaman, kesangsian, atau salah
paham di kalangan masyarakat terhadap niat baik perusahaan.
g. Untuk mendidik konsumen agar mereka lebih efektif dan mengerti dalam memanfaatkan
produk-produk perusahaan.
h. Untuk meyakinkan masyarakat bahwa perusahaan mampu bertahan atau bangkit kembali
setelah terjadinya suatu krisis.
i. Untuk meningkatkan kemampuan dan ketahanan perusahaan dalam menghadapi resiko
pengambilalihan oleh pihak lain.
j. Untuk menciptakan identitas perusahaan yang baru.
k. Untuk menyebarluaskan informasi mengenai aktivitas dan partisipasi para pimpinan
perusahaan organisasi dalam kehidupan sosial sehari-hari.
l. Untuk mendukung keterlibatan suatu perusahaan sebagai sponsor dari suatu acara.

m. Untuk memastikan bahwa para politisi benar-benar memahami kegiatan-kegiatan atau produk
perusahaan yang positif, agar perusahaan yang bersangkutan terhindar dari peraturan, undangundang, dan kebijakan pemerintah yang merugikan.
n. Untuk menyebarluaskan kegiatan-kegiatan riset yang telah dilakukan perusahaan, agar
masyarakat luas mengetahui betapa perusahaan itu mengutamakan kualitas dalam berbagai hal.
Secara keseluruhan tujuan dari public relation adalah untuk menciptakan citra baik perusahaan
sehingga dapat menghasilkan kesetiaan publik terhadap produk yang ditawarkan oleh perusahaan
(Mulyana, 2007). Selain itu public relation bertujuan untuk menciptakan, membina dan
memelihara sikap budi yang menyenangkan bagi lembaga atau organisasi di satu pihak dan
dengan publik di lain pihak dengan komunikasi yang harmonis dan timbal balik (Maria, 2002).
Fungsi Public Relation
Menurut Maria (2002, p.31), public relation merupakan satu bagian dari satu nafas yang sama
dalam organisasi tersebut, dan harus memberi identitas organisasinya dengan tepat dan benar
serta mampu mengkomunikasikannya sehingga publik menaruh kepercayaan dan mempunyai
pengertian yang jelas dan benar terhadap organisasi tersebut. Hal ini sekedar memberikan
gambaran tentang fungsi public relation yaitu:
1. Kegiatan yang bertujuan memperoleh itikad baik, kepercayaan, saling adanya pengertian dan
citra yang baik dari publik atau masyarakat pada umumnya.
2. Memiliki sasaran untuk menciptakan opini publik yang bisa diterima dan menguntungkan
semua pihak.
3. Unsur penting dalam manajemen guna mencapai tujuan yang spesifik, sesuai harapan publik,
tetapi merupakan kekhasan organisasi atau perusahaan. Sangat penting bagaimana organisasi
memiliki warna, budaya, citra, suasana, yang kondusif dan menyenangkan, kinerja meningkat,
dan produktivitas bisa dicapai secara optimal.
4. Usaha menciptakan hubungan yang harmonis antara organisasi atau perusahaan dengan
publiknya, sekaligus menciptakan opini publik sebagai efeknya, yang sangat berguna sebagai
input bagi organisasi atau perusahaan yang bersangkutan.
Dapat disimpulkan bahwa public relation lebih berorientasi kepada pihak perusahaan untuk
membangun citra positif perusahaan, dan hasil yang lebih baik dari sebelumnya karena
mendapatkan opini dan kritik dari konsumen. Tetapi jika fungsi public relation yang
dilaksanakan dengan baik benar-benar merupakan alat yang ampuh untuk memperbaiki,
mengembangkan peraturan, budaya organisasi, atau perusahaan, dan suasana kerja yang
kondusif, serta peka terhadap karyawan, maka diperlukan pendekatan khusus dan motivasi
dalam meningkatkan kinerjanya. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa fungsi public relation
adalah memelihara, mengembangtumbuhkan, mempertahankan adanya komunikasi timbal balik
yang diperlukan dalam menangani, mengatasi masalah yang muncul, atau meminimalkan
munculnya masalah (Black, 2002).

Tugas PR

Fungsi Public Relations


(ditujukan sebagai materi kuliah tambahan pada mata kuliah Dasar-Dasar
Kehumasan Jurusan Public Relations Bina Sarana Informatika. Mudah-mudahan
bermanfaat.)
Public Relations adalah fungsi manajemen yang membangun dan
mempertahankan hubungan yang baik dan bermanfaat antara organisasi dengan
publik yang mempengaruhi kesuksesan atau kegagalan organisasi tersebut.
Sedangkan Jefkins (2003:10) mengemukakan Public Relations adalah semua
bentuk komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar, antara suatu
organisasi dengan semua khalayaknya dalam rangka mencapai tujuan-tujuan
spesifik yang berlandaskan pada saling pengertian.
Demikian dikemukakan
Cutlip, et al. (2009:6).
Beberapa konsep Public Relations tersebut mengarahkan pada tugas-tugas PR yang
cukup signifikan dalam sebuah organisasi. Berkaitan dengan hal tersebut, Rumanti
(2005:39) mengelompokkan tugas Public Relations menjadi lima bagian yaitu :
1. Menyelenggarakan dan bertanggungjawab atas penyampaian informasi
secara lisan, tertulis, melalui gambar (visual) kepada publik, supaya publik
mempunyai pengertian yang benar tentang organisasi atau perusahaan,
tujuan, serta kegiatan yang dilakukan.
2. Memonitor, merekam, dan mengevaluasi tanggapan serta pendapat umum
atau masyarakat. Di samping itu, menjalankan dan bertanggungjawab
terhadap kehidupan kita bersama dengan lingkungan.
3. Memperbaiki citra organisasi. Bagi Public Relations, menyadari citra yang
baik tidak hanya terletak pada bentuk gedung, persentasi, publikasi, dan
seterusnya, tetapi terletak pada:
1. Bagaimana organisasi bisa mencerminkan organisasi yang dipercayai,
memiliki kekuatan, mengadakan perkembangan secara
berkesinambungan yang selalu terbuka untuk dikontrol, dievaluasi.
2. Dapat dikatakan bahwa citra tersebut merupakan gambaran
komponen yang kompleks.
4. Tanggung jawab sosial. Public Relations merupakan instrumen untuk
bertanggung jawab terhadap semua kelompok yang berhak terhadap
tanggung jawab tersebut. Terutama kelompok publik sendiri, publik internal,
dan pers.
5. Komunikasi. Public Relations mempunyai bentuk komunikasi yang khusus,
komunikasi timbal-balik, maka pengetahuan komunikasi menjadi modalnya.
Dalam fungsinya, komunikasi itu sentral. Perlu juga untuk dimiliki adalah
pengetahuan manajemen dan kepemimpinan, struktur organisasi.

Sementara itu, sepuluh kategori yang meringkaskan apa yang dilakukan oleh
spesialis Public Relations di tempat kerja menurut Cutlip, et al. (2009:40):
1. Menulis dan mengedit.
Menyusun rilis berita dalam bentuk cetak atau siaran, cerita feature, newsletter
untuk karyawan dan stakeholder eksternal, korespondensi, pesan website dan
pesan media online lainnya, laporan tahunan dan shareholder, pidato, brosur, film
dan script slide-show, artikel publikasi perdagangan, iklan institusional, dan materimateri pendukung teknis lainnya.
1. Hubungan Media dan Penempatan Media.
Mengontak media koran, majalah, suplemen mingguan, penulis freelance, dan
publikasi perdagangan agar mereka mempublikasikan atau menyiarkan berita dan
feature tentang organisasi yang ditulis oleh organisasi itu sendiri atau oleh orang
lain.
1. Riset.
Mengumpulkan informasi tentang opini publik, tren, isu yang sedang muncul, iklim
politik dan peraturan perundangan, liputan media, opini kelompok kepentingan dan
pandangan-pandangan lain berkenaan dengan stakeholder organisasi.
1. Manajemen dan Administrasi.
Pemrograman dan perencanaan dengan bekerjasama dengan manajer lain;
menentukan prioritas, mendefinisikan publik, setting dan tujuan, dan
mengembangkan strategi dan taktik. Menata personel, anggaran, dan jadwal
program.
1. Konseling.
Memberi saran kepada manajemen dalam masalah sosial, politik, dan peraturan;
berkonsultasi dengan tim manajemen mengenai cara menghindari atau merespon
krisis; dan bekerja bersama pembuat keputusan kunci untuk menyusun strategi
untuk mengelola atau merespon isu-isu yang ssensitif dan kritis.
1. Acara Spesial.
Mengatur dan mengelola konferensi pers, lomba lari 10K, konvensi, open house,
pemotongan pita dan grand opening, perayaan ulang tahun, acara pengumpulan
dana, mengunjungi tokoh terkemuka, mengadakan kontes, program penghargaan,
dan kegiatan khusus lainnya.

1. Pidato.
Tampil di depan kelompok, melatih orang untuk memberikan kata sambutan dan
mengelola biro juru bicara untuk menjelaskan platform organisasi di depan audien
penting.
1. Produksi.
Membuat saluran komunikasi dengan menggunakan keahlian dan pengetahuan
multimedia, termasuk seni, tipografi, fotografi, tata letak, dan computer desktop
publishing; perekaman audio dan video dan editing; dan menyiapkan presentasi
audiovisual.
1. Training.
Mempersiapkan eksekutif dan juru bicara lain untuk menghadapi media dan tampil
di hadapan publik. Memberi petunjuk kepada orang lain di dalam organisasi untuk
meningkatkan keahlian menulis dan berkomunikasi. Membantu memperkenalkan
perubahan dalam kultur, kebijakan, struktur, dan proses organisasional.
1. Kontak.
Bertugas sebagai penghubung (liaison) dengan media, komunitas, dan kelompok
internal dan eksternal lainnya. Sebagai mediator antara organisasi dan stakeholder
penting dengan bertugas untuk mendengarkan pandangan, menegosiasikan,
mengelola konflik dan menjalin kesepakatan.
Dalam konsepnya, fungsi Public Relations Officer ketika menjalankan tugas dan
operasionalnya, baik sebagai komunikator dan mediator, maupun organisator,
berdasarkan hal tersebut Onong Uchana Effendi mendeskripsikan beberapa fungsi
PR sebagai berikut :
1. Menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan organisasi.
2. Membina hubungan harmonis antara organisasi dengan publik internal dan
publik eksternal.
3. Menciptakan komunikasi dua arah dengan menyebarkan informasi dari
organisasi kepada publiknya dan menyalurkan opini publik kepada organisasi.
4. Melayani publik dan menasihati pimpinan organisasi demi kepentingan
umum.
5. Operasionalisasi dan organisasi Public Relations adalah bagaimana membina
hubungan harmonis antara organisasi dengan publiknya, untuk mencegah
terjadinya rintangan psikologis, baik yang ditimbulkan dari pihak organisasi
maupun dari pihak publiknya.

Cutlip, et al. (2009:11) menerangkan bahwa bagian-bagian dari fungsi Public


Relations adalah sebagai berikut :
1. Hubungan Internal
Hubungan internal adalah bagian khusus dari Public Relations yang membangun
dan mempertahankan hubungan yang baik dan saling bermanfaat antara manajer
dan karyawan tempat organisasi menggantungkan kesuksesannya.
1. Publisitas
Publisitas adalah informasi yang disediakan oleh sumber luar yang digunakan oleh
media karena informasi itu memiliki nilai berita. Metode penempatan pesan di
media ini adalah metode yang bisa dikontrol (uncontrolled) sebab sumber informasi
tidak memberi bayaran kepada media untuk pemuatan informasi tersebut.
1. 3. Advertising
Advertising adalah informasi yang ditempatkan di media oleh sponsor tertentu yang
jelas identitasnya yang membayar untuk ruang dan waktu penempatan informasi
tersebut. Ini adalah metode terkontrol dalam menempatkan pesan di media.
1. 4. Press Agentry
Press Agentry adalah penciptaan berita dan peristiwa yang bernilai berita untuk
menarik perhatian media massa dan mendapatkan perhatian publik.
1. 5. Public Affairs
Public affairs adalah bagian khusus dari Public Relations yang membangun dan
mempertahankan hubungan pemerintah dan komunitas lokal dalam rangka
mempengaruhi kebijakan publik.
1. 6. Lobbying
Lobbying adalah bagian khusus dari Public Relations yang berfungsi untuk menjalin
dan memelihara hubungan dengan pemerintah terutama dengan tujuan
mempengaruhi penyusunan undang-undang dan regulasi.
1. Manajemen Isu
Manajemen isu adalah proses proaktif dalam mengantisipasi, mengidentifikasi,
mengevaluasi, dan merespon isu-isu kebijakan publik yang memengaruhi hubungan
organisasi dengan publik mereka.

1. Hubungan Investor
Hubungan investor adalah bagian dari Public Relations dalam perusahaan korporat
yang membangun dan menjaga hubungan yang bermanfaat dan saling
menguntungkan dengan shareholder dan pihak lain di dalam komunitas keuangan
dalam rangka memaksimalkan nilai pasar.
1. Pengembangan
Pengembangan adalah bagian khusus dari Public Relations dalam organisasi nirlaba
yang bertugas membangun dan memelihara hubungan dengan donor dan anggota
dengan tujuan mendapatkan dana dan dukungan sukarela.
Dalam konsepnya, fungsi Public Relations Officer ketika menjalankan tugas dan
operasionalnya, baik sebagai komunikator dan mediator, maupun organisator,
berdasarkan hal tersebut Onong Uchana Effendi mendeskripsikan beberapa fungsi
PR sebagai berikut :
1. Menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan organisasi.
2. Membina hubungan harmonis antara organisasi dengan publik internal dan
publik eksternal.
3. Menciptakan komunikasi dua arah dengan menyebarkan informasi dari
organisasi kepada publiknya dan menyalurkan opini publik kepada organisasi.
4. Melayani publik dan menasihati pimpinan organisasi demi kepentingan
umum.
5. Operasionalisasi dan organisasi Public Relations adalah bagaimana membina
hubungan harmonis antara organisasi dengan publiknya, untuk mencegah
terjadinya rintangan psikologis, baik yang ditimbulkan dari pihak organisasi
maupun dari pihak publiknya.
Cutlip, et al. (2009:11) menerangkan bahwa bagian-bagian dari fungsi Public
Relations adalah sebagai berikut :
1. Hubungan Internal
Hubungan internal adalah bagian khusus dari Public Relations yang membangun
dan mempertahankan hubungan yang baik dan saling bermanfaat antara manajer
dan karyawan tempat organisasi menggantungkan kesuksesannya.
1. Publisitas
Publisitas adalah informasi yang disediakan oleh sumber luar yang digunakan oleh
media karena informasi itu memiliki nilai berita. Metode penempatan pesan di

media ini adalah metode yang bisa dikontrol (uncontrolled) sebab sumber informasi
tidak memberi bayaran kepada media untuk pemuatan informasi tersebut.
1. 3. Advertising
Advertising adalah informasi yang ditempatkan di media oleh sponsor tertentu yang
jelas identitasnya yang membayar untuk ruang dan waktu penempatan informasi
tersebut. Ini adalah metode terkontrol dalam menempatkan pesan di media.
1. 4. Press Agentry
Press Agentry adalah penciptaan berita dan peristiwa yang bernilai berita untuk
menarik perhatian media massa dan mendapatkan perhatian publik.
1. 5. Public Affairs
Public affairs adalah bagian khusus dari Public Relations yang membangun dan
mempertahankan hubungan pemerintah dan komunitas lokal dalam rangka
mempengaruhi kebijakan publik.
1. 6. Lobbying
Lobbying adalah bagian khusus dari Public Relations yang berfungsi untuk menjalin
dan memelihara hubungan dengan pemerintah terutama dengan tujuan
mempengaruhi penyusunan undang-undang dan regulasi.
1. Manajemen Isu
Manajemen isu adalah proses proaktif dalam mengantisipasi, mengidentifikasi,
mengevaluasi, dan merespon isu-isu kebijakan publik yang memengaruhi hubungan
organisasi dengan publik mereka.
1. Hubungan Investor
Hubungan investor adalah bagian dari Public Relations dalam perusahaan korporat
yang membangun dan menjaga hubungan yang bermanfaat dan saling
menguntungkan dengan shareholder dan pihak lain di dalam komunitas keuangan
dalam rangka memaksimalkan nilai pasar.
1. Pengembangan
Pengembangan adalah bagian khusus dari Public Relations dalam organisasi nirlaba
yang bertugas membangun dan memelihara hubungan dengan donor dan anggota
dengan tujuan mendapatkan dana dan dukungan sukarela.
Dengan berbagai penjelasan di atas, jelaslah bahwa Public Relations adalah fungsi

manajemen yang khas dan mendukung pembinaan, pemeliharaan jalur bersama


antara organisasi dengan publiknya, PR menyangkut aktivitas komunikasi,
pengertian, penerimaan dan kerjasama; melibatkan manajemen dalam menghadapi
persoalan atau permasalahan, membantu manajemen untuk mampu menanggapi
opini publik; mendukung manajemen dalam mengikuti dan memanfaatkan
perubahan secara efektif; bertindak sebagai sistem peringatan dini dalam
mengantisipasi kecenderungan penggunaan penelitian serta teknik komunikasi
yang sehat dan etis sebagai sarana utama. (mengutip International Public Relations
Association /IPRA)

A.
Latar belakang
Kemajuan jaman yang kian pesat membuat manusia berfikir lebih
modern. Ditunjang dengan kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan
tekhnologi, khususnya
dibidang komunikasi dan informasi serta industri

pariwisata. kemajuan di sektor pariwisata baik di dunia pada


umumnya
dan di Indonesia pada khususnya semakin diperhatikan. Karena
industri ini
mempunyai kontribusi yang cukup besar serta dapat menjadi sumber
devisa negara yang tidak sedikit.
Beberapa perusahaan
perusahaan yang terkait dengan industri
antara lain semua kegiatan usaha yang terdiri dari bermacam
macam
kegiatan produksi barang dan jasa, pelayanan (
product, service,
hospitality
) yang meliputi peru
sahaan penyedia kebutuhan transportasi,
akomodasi seperti hotel, makan & minum (
food&beverage
) seperti
restaurant, travel agent dengan berbagai penawaran paket wisata,
shopping
center
dengan memberi fasilitas belanja,
entertainment
dan lain
lain.
Industri
perhotelan merupakan salah satu perusahaan yang
bergerak dalam bidang pelayanan dan jasa, juga turut memberi
kontribusi
yang besar dalam sektor pariwisata. Hotel memiliki fungsi yang
penting
bagi kepariwisataan dunia karena memberikan fasilitas
f

asilitas a
komodasi
yaitu media atau
penyedia jasa penginapan yang dilengkapi dengan
berbagai jasa dan pelayanan lainnya.
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit
to user
2
Seiring berjalannya waktu saat ini Hotel sudah beralih fungsi
menjadi tidak hanya sebagai layanan secara umum penyedia fasilitas
penginapan tetap
i menjadi penyedia berbagai fasilitas yang dapat
memenuhi kebutuhan wisatawan maupun costumer secara fleksibel
mengikuti perkembangan jaman.
Tidak dapat dipungkiri bahwa eksistensi sebuah hotel pada
dasarnya sangat bergantung pada reputasi hotel itu sendir
i dalam
memuaskan konsumennya. Maka dari itu dengan berbagai upaya
manajemen hotel yang tergolong maju mengembangkan fasilitas
fasilitas
yang dapat memudahkan kebutuhan dan keinginan konsumennya dari
berbagai segment seperti pengembangan fasilitas
(food be
verage &
restaurant
), fasilitas olahraga, fasilitas rekreasi, fasilitas hiburan, fasilitas
yang memadai untuk keperluan konvensi serta bisnis,
meeting room
bagi
masyarakat pasar konfrensi yang dikenal dengan istilah
Meeting, Incentive,
Convention, Exhibiti
on
(MICE) yang memiliki potensi cukup besar

memberi banyak manfaat ekonomi bagi industri dan kawasan yang


mengembangkannya.
Terlepas dari itu hotel juga membutuhkan peran media sebagai
sarana dalam ajang promosi atau memberi citra positif kepada
publik
ber
dasarkan iklan baik melalui media cetak maupun elektronik,
press
confrence
,
press gathering
, serta menjaga hubungan baik dengan media
agar terjadinya hubungan simbiosis mutualisme antara pihak hotel
dan
juga media.
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit
to user
3
Persaingan usaha di bidang industri perho
telan saat ini terbilang
ketat, maka sebuah hotel harus dapat dikelola dengan baik melalui
sistem
manajemen yang solid. Diperlukannya SDM yang berkualitas agar
mereka
bekerja sesuai dengan
job description
dengan baik dan satu sama lain
saling bekerjasama d
alam perusahaan. Ide
ide kreatif dari SDM yang
handal sangatlah diperlukan karena mereka dapat melihat potensi
perusahaan
yang
dapat

dikembangkan
dan
diharapkan
dapat
mengembangka
n inovasi baru. Adanya
Department
Sales Marketing
sangatlah penting di dalam sebuah perusahaan karena department
tersebut
merancang dan melaksanakan strategi pemasaran perusahaan yang
mendapat persetujuan dari manajemen puncak demi tercapainya
tujuan
utama sebuah perusahaan yaitu mendapatkan profit yang
sebesar
besarnya.
Dalam
Department
Sales Marketing
terdapat beberapa divisi dan salah
satunya adalah
Department Public
Relations
.
Hotel Borobudur Jakarta sebagai hotel bintang lima berlian yang
pertama di Jakarta senentiasa berupaya menjaga eksistensi peru
sahaan
karena Hotel Borobudur Jakarta merupakan hotel bersejarah di
Indonesia
yang selama 37 tahun mampu tetap menjaga eksistensinya dengan
keunikan asetnya di tengah persaingan kompetitor
kompoetitor hotel baru
lainnya yang modern, disamping itu juga Hote
l Borobudur Jakarta terus
berupaya melakukan inovasi

inovasi baik dari segi


Hospitality, service
,
dan bisnis.
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit
to user
4
Untuk meraih tujuan tersebut tidaklah mudah, sebuah perusahaan
atau organisasi bisnis harus memperhatikan berbagai faktor yang
dapat
membuat perus
ahaan itu sendiri menjadi sukses dan berkembang, salah
satunya adalah tetap mejaga dan memperkuat citra positif yang sudah
berkembang di masyarakat luas terhadap perusahaan tentunya juga
tidak
terlepas dari hubungan baik dengan media, karena seorang
Public
Relations
dituntut untuk menjual citra perusahaan agar dikenal oleh publik
berdasarkan promosi melalui media
media.
Public Relations
berorientasi menciptakan citra positif perusahaan
sehingga di benak publik
dapat diperhitungkan,
serta dapat dipercaya dan
profesional sesuai dengan visi dan misi yang diusung perusahaan itu
sendiri.
Public R
elations
melakukan kegiatan yang lebih banyak
ditekankan untuk membina hubungan baik dengan publik dan
terutama

media sebagai saran publikasi.


Public Relations
menggunakan kekuatan komunikasi untuk
mendukung keberhasilan dalam bagian kegiatan promosi perusahaan
karena inti dari promosi adalah suatu metode komunikasi yang
dilakukan
perusahaan untuk mempengaruhi target pasar pada tempat dan saat
yang
tepat. Maka s
eorang
Public Relations
harus memiliki kemampuan
komunikasi yang kuat agar pesan serta publikasi yang disampaikan
dapat
dipercaya dan dapat meyakinkan publik.
Dengan posisi yang strategis, diharapkan
Public Relations
dapat
memperbanyak relasi serta mengemb
angkan hubungan yang baik dengan
perpustakaan.uns.ac.id
digilib.uns.ac.id
commit
to user
5
relasi relasinya, pelanggan, masyarakat, pemerintah dan terutama
media
massa yang tentu saja akan menguntugkan potensi perusahaannya
agar
kelebihan yang dimiliki perusahaan semakin optimal dan maju.
Oleh karena itu sangatla
h penting peran
Public Relations
dalam
membina hubungan baik kepada berbagai pihak yang
menguntungkan

perusahaan karena bagaimnapun itu akan mempengaruhi citra


perusahaan
di mata publik. Karena apabila fungsi
PR
dioptimalkan dengan baik, maka
tujuan utama
perusahaan akan mudah tercapai dan kelangsungan hidup
perusahaan akan terjaga.
Berdasarkan alasan
alasan tersebut maka dalam penulisan tugas
akhir ini, penulis memilih judul
PERAN PUBLIC RELATIONS
DALAM
MENJAGA HUBUNGAN DENGAN MEDIA UNTUK
MEMPERKUAT
CITRA
POSITIF
HOTEL
BOROBUDUR
JAKARTA.