Anda di halaman 1dari 52

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II

PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

2.1. Peraturan dan Rencana Pemerintah Terkait


Perturan dan dan rencana pemerintah terkait dengan kecamatan
Haurgeulis mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW)
Kabupaten Indramayu tahun 2011-2031. Perencanaan Tata Ruang
adalah suatu proses untuk menentukan struktur ruang dan pola ruang
yang meliputi penyusunan dan penetapan rencana tata ruang. Struktur
ruang adalah susunan pusat-pusat permukiman dan sistem jaringan
prasarana dan sarana berfungsi sebagai pendukung kegiatan sosial
ekonomi

masyarakat

yang

secara

hirarkis

memiliki

hubungan

fungsional. Pola ruang adalah distribusi peruntukan ruang dalam suatu


wilayah yang meliputi peruntukan ruang untuk fungsi lindung dan
peruntukan ruang untuk fungsi budidaya. Tujuan penataan ruang
tersebut adalah mewujudkan pemerataan pembangunan terintegrasi di
seluruh wilayah Daerah berbasis pertanian, perikanan, kehutan atau
idustri sesuai dengan fungsi daerah tersebut.
Kebijakan dan strategi perencanaan tata ruang disusun dalam rangka
mewujudkan rencana tata ruang ruang berkelanjutan dan operasional,
serta mengakomodasi paradigma baru dalam perencanaan. Kebijakan
dan strategi perencanaan tata ruang wilayah yang terkait kawasan
perencanaan, terdiri dari :

BAB II
IDENTIFIKASI KAWASAN PRIORITAS

1. Pengendalian

dan

pengembangan

pemanfaatan

lahan

pertanian.
Kebijakan ini bertujuan untuk mengendalikan dan mengembangkan
pemanfaatan lahan pertanian sesuai dengan kaidah penataan
ruang. Strateginya yaitu Mengendalikan alih fungsi lahan pertanian,
Mengembangkan produktivitas pertanian, Meningkatkan sarana dan
prasarana pendukung kegiatan pertanian, Mengembangkan irigasi
II-1

Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis


Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM

PENATAAN

LINGKUNGAN

PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

pertanian,

Mengoptimalkan

kawasan

pertanian

lahan

basah,

Mengoptimalkan kawasan pertanian lahan kering, Menetapkan


kawasan

lahan

pertanian

pangan

berkelanjutan

dan

Mengembangkan kawasan pusat pengembangan agropolitan.


2. Pengoptimalan

produktivitas

kawasan

peruntukan

perikanan.
Kebijakan

perdesaan dan perkotaan secara sinergis menjamin ketersediaan


sarana dan prasarana permukiman.
5. Pengembangan sistem jaringan prasarana wilayah.
Kebijakan ini bertujuan mengembangkan sistem jaringan prasarana
wilayah. Strateginya antaralain dengan mengembangkan prioritas
jaringan sarana dan prasarana wilayah dalam mendukung kegiatan

produktivitas

pertanian, perikanan, kehutanan dan industri, Mengembangkan dan

kawasan peruntukan perikanaan sehingga menjadi lebih berdaya

memantapkan jaringan jalan dalam mendukung sistem perkotaan,

guna

mendorong

dan

ini

bertujuan

berhasil

untuk

guna.

mengoptimalkan

Strateginya

yaitu

Mengembangkan

pertumbuhan

dan

pemerataan

wilayah,

perikanan tangkap dan budidaya, Mengoptimalkan produktivitas

Mengembangkan infrastruktur pendukung pertumbuhan wilayah,

kawasan peruntukan perikanan, Mengembangkan minapolitan, dan

Mengoptimalkan

Mengembangkan industri pengolahan hasil perikanan. .

Meningkatkan jangkauan pelayanan dan mutu sistem jaringan


telekomunikasi,

3. Pengembangan kawasan permukiman.


Kebijakan

ini

permukiman,

bertujuan

menyediakan

meningkatkan

kualitas,

ketersediaan

sarana

sarana
menata

dan

mengembangkan

Meningkatkan

sistim

jaringan

dan

kereta

optimalisasi

api,

sistem

jaringan sumber daya air Mengembangkan pelayanan prasarana


dan

prasarana

kawasan,

serta

mengendalikan pertumbuhannya. Strateginya antara lain dengan


menjamin

dan

prasarana

permukiman,

energi. Mengembangkan prasarana pengelolaan lingkungan. Dan


menetapkan jalur evakuasi kawasan rawan bencana.
6. Pengendalian dan pelestarian kawasan lindung

Meningkatkan kualitas sarana dan prasarana permukiman, Menata

Kebijakan ini bertujuan mengendalikan dan dan melestarikan

kawasan

kawasan lindung. Strateginya dengan memulihkan fungsi lindung,

permukiman

dan

Mengendalikan

pertumbuhan

permukiman.

Mencegah perkembangan kegiatan budidaya di kawasan lindung,


meningkatkan kerjasama antara pemerintah, masyarakat, dan

4. Pengembangan pusat-pusat pelayanan.


Kebijakan

ini

bertujuan

membentuk

terintegrasi dan berhirarki serta

swastadalam pengelolaan kawasan dan Menghindari kawasan yang


pusat

kegiatan

yang

meningkatkan

interaksi

yang

sinergis antara pusat kegiatan perkotaan dan perdesaan. Strategi


nya dilakukan dengan membentuk pusat kegiatan yang terintegrasi
dan berhirarki, meningkatkan

interaksi

antara

pusat

kegiatan

rawan bencana sebagai kawasan terbangun.


7. Pengembangan kawasan strategis sesuai kepentingan fungsi
daya dukung lingkungan
Kebijakan ini bertujuan mengembangkan kawasan strategis sesuai
dengan fungsi daya dukung lingkungannya. Strategi nya antaralain
II-2

Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis


Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM

PENATAAN

LINGKUNGAN

PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

dengan meningkatkan kegiatan yang mendorong pengembalian

serta

fungsi lindung, menjaga kawasan lindung dari kegiatan budidaya,

keamanan.

mempertahankan

luasan

kawasan

lindung,

menjaga

dan

memelihara

aset-aset

pertahanan

dan

meningkatkan

keanekaragaman hayati kawasan lindung dan mengembangkan


ruang terbuka hijau pada kawasan perlindungan setempat dan

2.1.1. Rencana struktur wilayah

ruang evakuasi bencana alam.


Rencana struktur ruang wilayah kabupaten meliputi sistem pusat
kegiatan dan sistem jaringan prasarana wilayah kabupaten meliputi
8. Pengembangan

kawasan

strategis

sesuai

kepentingan

pertumbuhan ekonomi

sistem perkotaan dan sistem perdesaan. Sistem jaringan prasarana


wilayah kabupaten meliputi sistem jaringan prasarana utama dan
sistem jaringan prasarana lainnya. Sistem perkotaan sebagaimana

Kebijakan ini bertujuan mengembangkan kawasan strategis sesuai

dimaksud dalam terdiri atas PKW (Pusat Kegiatan Wilayah), PKL (Pusat

dengan kepentingan pertumbuhan ekonominya. Strateginya antara

Kegiatan Lokal), PKLp (Pusat Kegiatan Lokal Promosi) dan PPK (Pusat

lain Mengembangkan kegiatan ekonomi skala besar, Menyediakan

Pelayanan Kawasan)

prasarana dan sarana penunjang kegiatan ekonomi, Menetapkan


hierarki

simpul-simpul

Mengembangkan

pertumbuhan

kerjasama

dalam

ekonomi

penyediaan

wilayah,
tanah

dan

Memanfaatkan potensi tanah terlantar dan lahan kritis.


9.Peningkatan

fungsi

kawasan

untuk

ini

pertahanan

dan

bertujuan

meningkatkan

fungsi

kawasan

untuk

Mendukung penetapan kawasan strategis nasional dengan fungsi


khusus Pertahanan dan Keamanan, Mengembangkan kegiatan
secara

strategis

selektif

nasional

sarana dan prasarana, dengan mempertahankan daya dukung dan


antara lain:
1) Membagi wilayah Kabupaten Indramayu menjadi 4 Hirarki Wilayah

pertahanan dan keamanan negara. Strateginya antara lain dengan

budidaya

keserasian perkembangan antar wilayah, meningkatkan pelayanan


daya tampung lingkungan. Kebijakan pengembangan struktur ruang

keamanan negara
Kebijakan

Kebijakan pengembangan struktur ruang bertujuan untuk mewujudkan

di

untuk

dalam
menjaga

dan

di

fungsi

sekitar

Dengan fungsi yang berbeda-beda. Pembagian SWP di kabupaten


Indramayu adalah sebagai berikut:

sebagai pusat pelayanan dan perdagangan Interegional dan

kawasan

pertahanan

pusat administrasi pemerintahan.

dan

keamanan, Mengembangkan kawasan lindung dan/atau kawasan

Hirarki I Yang mencakup Kecamatan Indramayu, dengan fungsi

Hirarki II Yang mencakup kecamatan Jatibarang dengan fungsi

budidaya tidak terbangun di sekitar kawasan strategis nasional yang

pusat

mempunyai fungsi khusus pertahanan dan keamanan dan turut

pengembangan pariwisata

pelayanan

perdagangan

Interregional

dan

pusat

II-3
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM

PENATAAN

LINGKUNGAN

PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

Hirarki III yang mencakup wilayah Kecamatan Karangampel,

Kandanghaur, dan Haurgeulis dengan fungsiPusat Pelayanan dan


Jasa SWP (Satuan Wilayah Pengembangan)

mendorong

berikut:

kota-kota,

Kabupaten

Indramayu

Pusat Kegiatan Wilayah (PKW).

dipandang dari posisi pelayanan wilayah dalam lingkup regional


dan nasional. Perkotaan Indramayu ditetapkan sebagai PKW di

terdiridari:

Provinsi Jawa Barat. PKW Indramayu

meliputi :

Paoman,

Kelurahan

Kelurahan

Sindang, Balongan, PWK Arahan, PWK Cantigi Wetan dengan

Kelurahan

Lemahmekar,

pusatnya Indramayu.

Karangmalang, Kelurahan Kepandean, Kelurahan Bojongsari, Desa

SWPP I

SWPP

Indramayu, meliputi Kecamatan Indramayu, Lohbener,

II

Karangampel,

meliputi

Kecamatan

SWPP III Jatibarang, meliputi Kecamatan Jatibarang, Widasari,

Margadadi,
Kelurahan

Pekandangan, Desa Singaraja,

Karangampel,

Desa

Kelurahan
Lemahabang,

Karanganyar,
Singajaya,

Kelurahan

Desa

Sindang,

Desa Dermayu, Desa Penganjang, Desa Tegalurung, dan Desa

Juntinyuat, dan Krangkeng dengan pusatnya Kota Karangampel.

kebijakan

Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) maksudnya pusat pelayanan yang

telah

menetapkan dalam rencana strukturnya system perwilayahan, yang

mewujudkan

wilayah

Juntinyuat, Krangkeng Cikedung, Kroya, Losarang, Gabuswetan,

hirarki

rangka

di

tersebut maka dibagilah sistem perkotaan Indramayu sebagai

samping

Dalam

kecamatan

Sliyeg, Kertasemaya, Widasari, Lohbener, Bangodua, Lelea,

Indramayu.

kota-kota

Kabupaten

pelayanan perdagangan dan jasa kecamatan.

perkembangan

Hirarki IV yang mencakup wilayah kecamatan Balongan, Sindang,

Bongas, Sukra, dan Anajtan. Dengan fungsi sebagai pusat

Di

2) Pengembangan sistem kota atau pusat kegiatan dalam rangka

Balongan dengan wilayah layanan seluruh kabupaten.

Pusat Kegiatan Lokal (PKL)

Bangodua, Sliyeg dan Kerta semaya dengan pusatnya Kota


Pusat Kegiatan Lokal (PKL) maksudnya pusat pelayanan yang

Jatibarang.

SWPP IV Losarang, meliputi Kecamatan Losarang, Cikedung, dan


Lelea dengan pusatnya di Kota Losarang.

SWPP

Kandanghaur,

Gabuswetan,

Bongas

meliputi
dan

Kecamatan

Kandanghaur,

Kroyadenganpusatnya

di

Kota

SWPP VI Haurgeulis, meliputi Kecamatan Haurgeulis, Anjatan


dan Sukra dengan pusatnya di Kota Haurgeulis.

PKL di Kabupaten Indramayu meliputi PKL Jatibarang. PKL Losarang.


PKL Hurgeulis, PKL Karangampel, PKL Patrol, PKL Kandanghaur, PKL

Kandanghaur.

melayani dalam lingkup beberapa kecamatan dalam kabupaten.

Gantar.
PKL

Haurgeulis

mencakup
Wanakaya,

berupa

kawasan

perkotaan

Haurgeulis

yang

Desa Haurgeulis, Desa Cipancuh, Desa Sukajati, Desa


Desa

Kertanegara,

Desa

Mekarjati

dan

Desa

Karangtumaritis dengan wilayah layanan Kecamatan Haurgeulis,


II-4

Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis


Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM

PENATAAN

LINGKUNGAN

PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

sebagian Kecamatan Anjatan yang terdiri dari Desa Bugis, Desa


Lempuyang, Desa Mangunjaya,
Bugistua,

Desa

Kedungwung

Desa
dan

Salamdarma,

Desa

Desa Wanguk, sebagian

Kecamatan Bongas yang terdiri dari Desa Cipaat, Desa Bongas,


Desa Sidamulya, dan Desa Cipedang, serta sebagian Kecamatan
Kroya yang terdiri dari Desa Jayamulya, Desa Sukamelang, Desa
Temiyang dan Desa Temiyangsari.

Sistem Jaringan transportasi darat


System jaringan transportasi darat yaitu berupa jaringan lalu lintas dan
angkutan jalan. Yang terditi atas sistem jaringan jalan; jaringan
prasarana lalu lintas dan angkutan jalan; dan jaringan pelayanan lalu
lintas dan angkutan jalan.
Sistem jaringan jalan dimaksud terdiri atas: sistem jaringan jalan
primer

Pusat Kegiatan Lokal promosi (PKLp).

yang

merupakan

sistem jaringan

jalan dengan peranan

pelayanan distribusi barang dan jasa untuk pengembangan semua

Pusat Kegiatan Lokal Promosi (PKLp) maksudnya pusat pelayanan

wilayah di tingkat nasional, dengan menghubungkan semua simpul jasa

yang dipromosikan untuk kemudian hari ditetapkan sebagai PKL.

distribusi yang berwujud pusat-pusat kegiatan. Juga Sistem jaringan

PKLp di Kabupaten Indramayu meliputi PKLp Tukdana dan PKLp

jalan sekunder yang merupakan sistem jaringan jalan dengan peranan

Terisi.

pelayanan distribusi barang dan jasa untuk masyarakat di dalam


kawasan perkotaan. Jaringan jalan yang dilalui wilawah sekitar kawasan

Pusat Pelayanan Kawasan (PPK).


Pusat

Pelayanan

Kawasan

(PPK)

perencanaan antara lain:


maksudnya

kawasan

pusat

pelayanan perkotaan yang melayani kegiatan skala kecamatan atau

Kabupaten meliputi Ruas Jalan Siliwangi Dalam, Ruas Jalan Terusan

beberapa desa. PPK di Kabupaten Indramayu meliputi PPK Anjatan,

KH. A. Dahlan, Ruas Jalan Manggungan, Ruas Jalan KH. Dewantara,

PPK Widasari, PPK Sukra, PPK Arahan, PPK Cantigi , PPK Pasekan,
PPK

Kedokan

bunder,

PPK

Sliyeg,

PPK

Bangodua,

Ruas Jalan Sukajadi, Ruas Jalan Cipancuh Kertanegara; dan Ruas

PPK

Jalan Sumur Bandung.

Sukagumiwang, PPK Lelea, PPK Cikedung, PPK Gabuswetan, PPK


Kroya, PPK Bongas, PPK Juntinyuat, PPK Krangkeng, PPK Lohbener,

Jaringan jalan lokal sekunder (1) dalam Perkotaan Haurgeulis status

jaringan jalan lokal sekunder (3) dalam Perkotaan Haurgeulis status


Kabupaten meliputi Ruas Jalan KH. Ahmad Dahlan, Ruas Jalan Alun-

PPK Kertasemaya.

alun Barat, Ruas Jalan Alun-alun Selatan, Ruas Jalan Kauman Raya,
Ruas Jalan KH. Agus Salim, Ruas Jalan Panggoro, Ruas Jalan
A. Sistem Prasarana Utama
Sistem jaringan prasarana utama wilayah yang terkait dengan kawasan

Lengkeng, Ruas Jalan Kehutanan; dan Ruas Jalan Pemuda.

jaringan jalan kolektor primer (4) luar Perkotaan Indramayu status

perencanaan terdiri atas sistem jaringan transportasi darat dan sistem

Kabupaten meliputi Ruas Jalan Patrol Haurgeulis, Ruas Jalan

jaringan perkeretaapian. System jaringan ini yang meghubungkan

Haurgeulis Karangtumaritis, Ruas Jalan Haurgeulis Bantarwaru.

antara kawasan perencanaan dengan kota kecamatan dan kabupaten.


II-5
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM

PENATAAN

LINGKUNGAN

PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

Jaringan jalan lokal primer (1) luar Perkotaan Indramayu status


Kabupaten meliputi

ruas

jalan

Haurgeulis

Gantar.

Jaringan

prasarana lalu lintas dan angkutan jalan yang terdapat di wilayah


sekitar

kawasn

perencanaan

adalah

pengoptimalan

terminal

penumpang tipe C yang terdapat di PKL Haurgeulis.


Sedangkan Jaringan pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan terdiri
atas

jaringan

trayek

angkutan

penumpang;

dan jaringan lintas

angkutan barang. Jaringan trayek angkutan penumpang meliputi:

layanan angkutan umum antar kota dalam provinsi (AKDP) meliputi


trayek Indramayu Cirebon, trayek Indramayu Pamanukan; dan
trayek Indramayu Bandung.

Sistem prasarana lainnya terdiri atas: sistem jaringan energi; sistem


jaringan telekomunikasi; sistem jaringan sumber daya air; dan sistem
jaringan prasarana wilayah lainnya.
Sistem Jaringan Energi
Sistem jaringan energi sebagaimana terdiri atas jaringan pipa minyak
dan gas bumi, pembangkit tenaga listrik adalah pengembangan Gardu
Induk listrik jaringan transmisi tenaga listrik merupakan jaringan
Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 (seratus lima puluh) kilovolt
dan sistem distribusinya 20 (dua puluh) kilovolt. Areal konservasi pada
jaringan SUTT meliputi kurang lebih 20 (dua puluh) meter pada setiap

layanan angkutan umum lokal dikembangkan di setiap wilayah


layanan PKL;

B. Sistem prasarana lainnya

sisi jaringan.
Sistem Jaringan Komunikasi

layanan angkutan umum perkotaan dikembangkan di PKW.

Sistem jaringan telekomunikasi sebagaimana dimaksud terdiri atas

Jaringan lintas angkutan barang berada pada jaringan jalan primer

jaringan teresterial; dan jaringan satelit. Jaringan teresterial berupa

meliputi jalan arteri, kolektor, dan lokal. Setiap pengembangan suatu

jaringan telekomunikasi di kawasan hutan atau terpencil. Rencana

kawasan yang menimbulkan bangkitan dan tarikan lalu lintas harus

penataan menara telekomunikasi serta pengembangan prasarana

disertai dengan dokumen analisa dampak lalu lintas.

telekomunikasi dan informatika untuk penyelenggaraan pemerintahan


diatur dengan Peraturan Bupati.

Sistem Jaringan perkeretaapian


Sistem Jaringan Sumber Daya Air
Wilayah sekitar kawasan perencanaan juga memiliki Sistem jaringan
perkeretaapian terdiri atas pengembangan jaringan rel kereta api jalur

Sistem jaringan sumber daya air meliputi peningkatan pengelolaan

lintas

wilayah

utara

yang

menghubungkan

Cirebon

Jakarta

meliputi

sungai,

cekungan

air

tanah,

sistem

jaringan

irigasi,

Kecamatan Haurgeulis. Pengembangan stasiun kereta api yaitu untuk

pengembangan jaringan air baku untuk air bersih, pengembangan

stasiun Haurgeulis.

jaringan air minum kepada kelompok pengguna dan pengembangan


sistem pengendalian daya rusak air.

II-6
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

Peningkatan

pengelolaan

wilayah

sungai

diarahkan

untuk

pengembangan prasarana pengendali daya rusak air, pengembangan


jaringan irigasi, pengembangan waduk dalam rangka konservasi dan
pendayagunaan sumberdaya air,dan rehabilitasi kawasan hutan dan
lahan kritis di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) kritis dan sangat kritis.

C. Sistem Jaringan Prasarana Lainnya


Sistem jaringan prasarana wilayah lainnya berupa jaringan prasarana
lingkungan yang meliputi:
1) sistem jaringan persampahan;

Waduk sebagaimana dimanfaatkan untuk pengairan areal pertanian

Pengembangan sistem pengangkutan diprioritaskan pada kawasan

dan sebagai sumber air baku yatu Waduk Cipancuh di Kecamatan

permukiman

Haurgeulis. Peningkatan pengelolaan cekungan air tanah diarahkan

pengembangan sistem komposing pada kawasan perdesaan dan

untuk

permukiman

penataan

dan

penyusunan

sistem

informasi

air

tanah,

perkotaan

dan

berkepadatan

pusat

rendah.

kegiatan

masyarakat.

pengembangan

Tempat

peningkatan prasarana dan sarana konservasi air tanah dan penataan

Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Mekarjati seluas

dan peningkatan prasarana dan sarana pendayagunaan air tanah.

1 Ha berada di Desa Haurgeulis. Peningkatan sistem pengelolaan

Peningkatan pengelolaan sistem jaringan irigasi dilakukan dengan cara


meningkatkan kualitas saluran irigasi. Yaitu dengan

melakukan

perlindungan terhadap daerah aliran air, melakukan pembangunan dan


perbaikan pintu-pintu air, dan mencegah terjadinya pendangkalan

dengan sanitary landfiil pada TPPAS dan dengan sistem 3R, yaitu
pengurangan (Reduce), penggunaan kembali (Reuse), dan daur
ulang (Recycle).
2) sistem jaringan air limbah;

terhadap saluran irigasi. Selain itu Pemanfaatan sumberdaya air untuk


kepentingan irigasi dilakukan dengan cara pengaturan dalam bentuk

Limbah non domestik berupa pembangunan Instalasi Pengolahan Air

kerjasama dengan proporsi yang seimbang dan pengaturan kebutuhan

Limbah (IPAL) dan Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) pada

irigasi dan komposisi antar wilayah. Daerah irigasi (DI) yang berada di

kegiatan industri, rumah sakit, hotel, dan restoran yang berada di

wilayah kecamatan haurgeulis yag menjadi kewenangan pemerintah

seluruh

adalah Cipancuh dengan luas kurang lebih 6.319 Ha.

pembangunan jamban umum dan mandi cuci kakus (MCK) pada

wilayah

Daerah.

Jaringan

limbah

domestik

berupa

kawasan permukiman.
Pengembangan jaringan air baku untuk air bersih diarahkan untuk
mengoptimalkan

pemanfaatan

air

permukaan.

Penanganan

3) sistem jaringan drainase;

ketersediaan air baku dilakukan dengan cara perlindungan terhadap

Mengembangkan

daerah resapan air dan perluasan daerah tangkapan air. Pemanfaatan

melakukan pemeliharaan dan pembangunan saluran-saluran primer,

sumber air baku dilakukan dengan memanfaatkan sungai yang berada

sekunder, dan tersier, mengoptimalkan dan memadukan fungsi

di Daerah meliputi Sungai Cipunegara.

saluran besar, sedang, dan kecil, pengembangan sistem drainase

saluran

drainase

pada

kawasan

terbangun,

yang terintegrasi dengan sistem DAS dan sub DAS untuk kawasan
II-7
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM

PENATAAN

LINGKUNGAN

PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

perdesaan, Pengembangan sistem drainase terpadu untuk kawasan

2.1.2. Rencana Pola Ruang

perkotaan yang rentan banjir; penanganan sistem mikro meliputi

Rencana pola ruang wilayah kabupaten terdiri atas kawasan lindung

pembangunan tanggul penahan banjir dan saluran baru, perbaikan

dan kawasan budidaya. Kawasan lindung sebagaimana dimaksud huruf

inlet saluran air hujan dari jalan ke saluran, perbaikan dan

terdiri atas:

normalisasi

A. Kawasan Lindung

saluran

dari

endapan

lumpur

dan

sampah,

dan

memperlebar dimensi saluran. Penanganan sistem makro dilakukan

Kawasan Lindung Setempat

melalui perbaikan dan normalisasi badan air dari endapan lumpur

Kawasan perlindungan setempat sebagaimana dimaksud terdiri

dan sampah dan pengelolaan drainase diprioritaskan di sepanjang

atas: kawasan sempadan sungai; kawasan sekitar waduk dan situ;

sisi jalan kolektor dan lokal.

kawasan sempadan jaringan irigasi; dan kawasan Ruang Terbuka


Hijau (RTH) perkotaan. Kawasan sempadan sungai yang terdapat di

4) sistem jaringan air minum perkotaan

wilayah Haurgeulis yaitu sekitar perbatasan Sungai cipunagara dan

Sisitem jaringan perkotaan berupa pengembangan jaringan non

sekitar

Waduk

Cipancuh.

Kawasan

sempadan

perpipaan air minum

tersebar disetiap kecamatan termasuk Haurgeulis.

jaringan

irigasi

Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) perkotaan seluas kurang lebih

5) Jalur Dan Ruang Evakuasi Bencana.

30 (tiga puluh) persen dari luasan kawasan perkotaan yang tersebar

Jalur dan ruang evakuasi bencana meliputi ruang evakuasi bencana

di setiap kecamatan terdirI atas:

alam. Jalur evakuasi rawan bencana banjir diarahkan pada jaringan

1) RTH privat seluas 20 (dua puluh) persen dari luasan kawasan

jalan terdekat menuju

perkotaan terdiri atas:

ruang evakuasi bencana untuk kecamatan haurgeulis meliputi Ruas

RTH pekarangan meliputi pekarangan rumah tinggal, halaman


perkantoran, pertokoan, dan tempat usaha, serta taman atap

Jalan Patrol Haurgeulis dan Ruas Jalan Haurgeulis Gantar.

bangunan;
Ruang evakuasi bencana meliputi ruang terbuka yang terkonsentrasi

di suatu wilayah, gedung pemerintah, gedung sekolah, gedung


pertemuan,

gedung

olahraga,

dan

bangunan

lainnya

yang

taman kelurahan, dan taman kecamatan; dan

memungkinkan sebagai ruang evakuasi bencana pada daerah rawan


bencana.

RTH taman dan hutan kota meliputi taman RT, taman RW,
RTH jalur hijau jalan meliputi pulau jalan dan median jalan,
serta jalur pejalan kaki.

2) RTH publik 10 (sepuluh) persen dari luasan kawasan perkotaan


terdiri atas:

RTH taman dan hutan kota meliputi taman RT, taman RW,
taman kelurahan, taman kecamatan, taman kota, hutan kota,
dan sabuk hijau (green belt);
II-8

Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis


Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM

PENATAAN

LINGKUNGAN

PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

RTH jalur hijau jalan meliputi pulau jalan dan median jalan, jalur

dimaksud kawasan sempadan sungai dan kawasan sekitar waduk

pejalan kaki; dan

dan situ.

RTH fungsi tertentu meliputi RTH sempadan rel kereta api, jalur

3) kawasan peruntukan pertanian;

hijau jaringan listrik tegangan tinggi, RTH sempadan sungai, RTH

Kawasan peruntukan pertanian sebagaimana dimaksud meliputi:

sempadan pantai, RTH pengamanan sumber air baku, lapangan

kawasan tanaman pangan


Kawasan tanaman pangan berada di setiap kecamatan.

olahraga, dan Taman Pemakaman.

Kawasan tanaman pangan ditetapkan sebagai lahan pertanian


pangan berkelanjutan.

Kawasan Rawan Bencana Alam;


Kawasan rawan bencana alam di sekitar kecamatan haurgeulis yaitu

kawasan hortikultura;

kawasan rawan banjir. Kawasan rawan banjir tersebut meliputi

Kawasan hortikultura meliputi sayur-sayuran; buah-buahan;

sekitar Daerah Aliran Sungai; dan sekitar daerah sekitar waduk.

tanaman

hias;

dan

tanaman

obat

tersebar

di

setiap

kecamatan.
B. Kawasan Budidaya

Rencana Kawasan budidaya di wilayah Kabupaten Indramayu terdiri


atas:

kawasan peternakan.
Kawasan peternakan meliputi itik, kambing dan domba, sapi
potong,Ayam raspedaging, Ayam buras pedagingdan ayanm

1) kawasan peruntukan hutan produksi;


Kawasan peruntukan hutan produksi

buras petelur yang tersebar di wilayah Daerah dengan sentra


yang dimaksud berupa

hutan produksi tetap seluas 32.004 (tiga puluh dua ribu empat
puluh)

hektar

termasuk

kecamatan

haurgeulis

didalamnya.

pengembangan komoditas.
4) kawasan peruntukan pertambangan;
kawasan

peruntukan

pertambangan

meliputi

kawasan

Rencana pengembangan hutan produksi dapat dialih fungsi

pertambangan mineral; dan kawasan pertambangan minyak dan

menjadi kawasan perkebunan dengan memanfaatkan secara

gas bumi. Kawasan pertambangan mineral yang dimaksud terdiri

optimal

ditetapkan

atas mineral bukan logam; dan batuan. Mineral bukan logam

berdasarkan hasil studi kelayakan dan daya dukung lingkungan

sebagaimana dimaksud berupa tanah liat tersebar di setiap

dengan

kecamatan.

tanah

terlantar

mengacu

dan

pada

lahan

kritis

ketentuan

yang

peraturan

perundang-

undangan.

5) kawasan peruntukan permukiman

2) kawasan peruntukan hutan rakyat;


Kawasan

peruntukan

perkotaan seluas kurang lebih 5.249 (lima ribu dua ratus empat

kecamatan.Pengembangan kawasan peruntukan hutan rakyat

puluh sembilan) hektar yang meliputi 81 (delapan puluh satu)

dapat memanfaatkan kawasan lain berdasarkan daya dukung

desa dan kelurahan tersebar di PKW, PKL, PKLp, dan PPK.

lingkungan

Pengembangan kawasan permukiman perkotaan meliputi:

nilai

rakyat

ekonomis.Kawasan

berada

lain

di

permukiman

setiap

dan

hutan

Kawasan peruntukan permukiman terdiri atas

sebagaimana

II-9
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM

PENATAAN

LINGKUNGAN

PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

mengembangkan kawasan permukiman vertikal pada kawasan

Sistem perkotaan adalah kerangka tata ruang yang tersusun atas

perkotaan dengan intensitas pemanfaatan ruang menengah

konstelasi pusat pusat kegiatan sosial, ekonomi dan budaya yang

hingga tinggi;

satu sama lain saling berkaitan membentuk sistem pelayanan

mengendalikan

kawasan

permukiman

horizontal

pada

kawasan perkotaan dengan intensitas pemanfaatan ruang


menengah;

penataan permukiman kumuh perkotaan;

pembangunan Rumah Sakit Tipe B di PKW dan Rumah Sakit

perkotaan secara berjenjang.Ketentuan umum kegiatannya:

prasarana yang mendukung berfungsinya system perkotaan;

Tipe C di PKL;

pembangunan pusat kebudayaan di PKW;

pembangunan kawasan olahraga terpadu di PKW dan sarana

Diperbolehkan bersyarat pemanfaatan ruang dengan intensitas


tinggi agar tidak mengganggu fungsi sistem perkotaan; dan

pembangunan dan pengembangan Puskesmas di PKL, PKLp


dan PPK;

Diperbolehkan melakukan pemanfaatan ruang di sekitar jaringan

Tidak diperbolehkan melakukan pemanfaatan ruang yang dapat


menyebabkan

gangguan

terhadap

berfungsinya

sistem

perkotaan.

olahraga di PKL, PKLp, dan PPK;

pengembangan kegiatan perdagangan dan jasa di PKW, PKL,


PKLp, dan PPK;

pengembangan kegiatan perdagangan modern berada di PKW,

Sistem jaringan jalan adalah satu kesatuan ruas jalan yang saling

PKL, dan PKLp;

menghubungkan dan mengikat pusat-pusat pertumbuhan dengan

pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana

wilayah yang berada dalam pengaruh pelayanannya dalam satu

pendidikan di PKW, PKL, PKLp, dan PPK;

hubungan hierarkis. Ketentuan umum kegiatannya:

pembangunan dan pengembangan sarana dan prasarana


peribadatan di PKW, PKL, PKLp, dan PPK; dan

B. Kawasan Sekitar Jaringan Jalan

pengembangan pemakaman umum sebagai ruang terbuka

Diperbolehkan penyediaan jalur pejalan kaki;

Diperbolehkan bersyarat melakukan pengembangan prasarana

hijau.

pelengkap jalan sesuai dengan kondisi dan kelas jalan;

2.1.3. Ketentuan Umum Peraturan Zonasi Berdasarkan Struktur


Ruang Kabupaten

Diperbolehkan bersyarat pemanfaatan ruang di sepanjang garis


sempadan jalan yang tingkat intensitas pengembangan ruangnya
menengah hingga tinggi;

A. Sistem Perkotaan
II-10
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM

PENATAAN

LINGKUNGAN

PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

Diperbolehkan

bersyarat

pengembangan

kawasan

budidaya

dengan memperhatikan ruang milik jalan, ruang manfaat jalan,


dan ruang pengawasan jalan maupun garis sempadan jalan;

Diperbolehkan bersyarat perlintasan sebidang antara jaringan


jalur kereta api dan jalan; dan

Tidak diperbolehkan pemanfaatan ruang pengawasan jalur kereta

Diperbolehkan bersyarat pergerakan local pada jaringan jalan

api

arteri primer dan kolektor primer dengan adanya pemisahan

keselamatan transportasi perkeretaapian.

yang

dapat

mengganggu

kepentingan

operasi

dan

antara jalur cepat dan lambat;

Tidak diperbolehkan akses langsung daribangunan ke jalan dan

Tidak diperbolehkan melakukan alih fungsi lahan yang berfungsi


lindung di sepanjang garis sempadan jalan

D. Kawasan Sekitar Jaringan EnergI


Sistem jaringan energi adalah satu kesatuan sistem yang terdiri atas
prasarana, sarana, dan sumber daya manusia, serta norma, kriteria,
persyaratan,

dan

prosedur

untuk

penyelenggaraan

energi.

Ketentuan umum kegiatannya:

C. Kawasan Sekitar Jaringan Perkeretaapian


Sistem jaringan perkeretaapian adalah satu kesatuan sistem yang
terdiri atas prasarana, sarana, dan sumber daya manusia, serta

pemerintah;

kegiatan lain; dan

transportasi kereta api.


Diperbolehkan bersyarat pemanfaatan ruang di sepanjang sisi
jalur kereta api dengan intensitas menengah hingga tinggi

Tidak diperbolehkan melakukan pemanfaatan ruang bebas di


sepanjang jalur transmisi.

Diperbolehkan bersyarat menempatkan fasilitas operasi kereta


api serta bangunan pelengkap lainnya pada ruang manfaat jalur
kereta api

Tidak diperbolehkan melakukan pemanfaatan ruang di sekitar


pembangkit listrik yang tidak memperhitungkan jarak aman dari

norma, kriteria, persyaratan, dan prosedur untuk penyelenggaraan

Diperbolehkan jaringan melintasi tanah milik dan/atau dikuasai

E. Kawasan sekitar jaringan telekomunikasi


Sistem jaringan telekomunikasi adalah satu kesatuan sistem yang

Diperbolehkan bersyarat pemanfaatan ruang yang peka terhadap

terdiri atas prasarana, sarana, dan sumber daya manusia, serta

dampak lingkungan akibat lalu lintas kereta api di sepanjang jalur

norma, kriteria, persyaratan, dan prosedur untuk penyelenggaraan

kereta api;

telekomunikasi. Ketentuan umum kegiatannya:

II-11
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM

PENATAAN

LINGKUNGAN

PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

Diperbolehkan jaringan melintasi tanah milik dan/atau dikuasai


pemerintah;

Diperbolehkan

G. Kawasan sekitar jalur dan ruang evakuasi bencana


bersyarat

kegiatan

pembangunan

menara

telekomunikasi bersama; dan

Pada kawasan sekitar jalur evakuasi bencana ketentuan umumnya


adalah:

Tidak diperbolehkan mendirikan bangunan di sekitar menara


telekomunikasi dalam radius bahaya keamanan dan keselamatan.

Diperbolehkan bersyarat pemanfaatan ruang di sekitar ruang


terbuka dengan tidak merubah fungsi utama;

Diperbolehkan bersyarat keberadaan ruang terbuka sepanjang


tidak merusak tatanan lingkungan dan bentang alam yang akan

F. Kawasan Sekitar Jaringan Drainase

mengganggu kualitas lingkungan; dan

Sistem jaringan drainase adalah serangkaian bangunan air yang


berfungsi untuk mengurangi dan/atau membuang kelebihan air dari
suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara

Tidak diperbolehkan pemanfaatan ruang dan kegiatan di ruang


terbuka.

optimal. Ketentuan umum kegiatannya:

Diperbolehkan

mendirikan

bangunan

mendukung

jaringan

drainase;

Diperbolehkan bersyarat pengembangan kegiatan perkotaan


dengan didukung jaringan drainase;

Diperbolehkan bersyarat pemanfaatan ruang di sekitar prasarana


jaringan drainase dengan tidak merubah fungsi utama;

Diperbolehkan bersyarat membangun jaringan drainase dengan


sistem tertutup pada kegiatan perkotaan dengan tidak merubah
fungsi utama; dan

2.1.4. Ketentuan Umum Peraturan Zonasi Berdasarkan Pola Ruang


Kabupaten
A. Kawasan Lindung
Kawasan Hutan Lindung
Hutan lindung adalah kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok
sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur

Tidak diperbolehkan memanfaatkan saluran drainase sebagai

tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air

tempat pembuangan sampah, air limbah atau material padat

laut, dan memelihara kesuburan tanah. Ketentuan umum kawasan

lainnya.

hutan lindung yaitu diperbolehkan melakukan pemanfaatan ruang


untuk wisata tanpa mengubah bentang alam, diperbolehkan bersyarat
II-12

Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis


Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

pembangunan non kehutanan diluar pertambangan terbuka, dan tidak

merupakan bagian dari suatu jaringan atau transmisi bagi kepentingan

diperbolehkan melakukan kegiatan yang berpotensi mengurangi luas

umum, diperbolehkan bersyarat pemanfaatan ruang untuk hutan

kawasan hutan dan tutupan vegetasi.

rakyat, dan tidak diperbolehkan melakukan kegiatan yang secara

Kawasan Resapan Air

sengaja dan jelas menghambat arah dan intensitas aliran air.

Kawasan yang berfungsi sebagai resapan air dan memelihara daya

Kawasan Sekitar waduk dan situ

serap tanah terhadap air. Ketentuan umum kawasan resapan air yaitu

Kawasan sekitar waduk dan situ yang mempunyai fungsi pokok

diperbolehkan melakukan pemanfaatan ruang yang tidak mengurangi

sebagai pencegah erosi dan pencegah penurunan fungsi ekologis

fungsi lindung kawasan, diperbolehkan melakukan kegiatan pertanian

disekitar waduk. Ketentuan umum kawasan waduk dam situ yaitu

tanaman semusim atau tahunan yang disertai tindakan konservasi dan

diperbolehkan

agrowisata, diperbolehkan melakukan pemanfaatan ruang untuk RTH,

diperbolehkan bersyarat melakukan kegiatan budidaya perikanan air

diperbolehkan pembangunan sumur resapan pada lahan terbangun,

tawar, diperbolehkan bersyarat pemanfaatan ruang untuk hutan rakyat,

diperbolehkan bersyarat kegiatan pemanfaatan ruang untuk kegiatan

tidak diperbolehkan melakukan kegiatan yang dapat merusak kualitas

budidaya terbangun penunjang kawasan, diperbolehkan bersyarat

waduk, kondisi fisik tepi dan dasar waduk, dan tidak diperbolehkan

mendirikan bangunan yang menunjang fungsi kawasan dan atau

melakukan kegiatan budidaya termasuk mendirikan bangunan kecuali

bangunan merupakan bagian dari suatu jaringan atau transmisi bagi

bangunan yang diperlukan untuk menunjang fungsi waduk dan/atau

kepentingan umum, tidak diperbolehkan melakukan pengambilan air

bangunan yang merupakan bagian dari suatu jaringan atau transmisi

tanah pada semua kedalaman kecuali untuk keperluan air minum

bagi kepentingan umum. Ketentuan umum peraturan zonasi pada

rumah tangga penduduk setempat, tidak diperbolehkan melakukan

kawasan sekitar situ meliputi diperbolehkan pemanfaatan ruang untuk

kegiatan yang dapat mengurangi daya serap tanah terhadap air, dan

RTH sekitar situ, diperbolehkan bersyarat melakukan kegiatan budidaya

tidak diperbolehkan melakukan kegiatan budidaya yang bersifat

perikanan air tawar, diperbolehkan bersyarat pemanfaatan ruang untuk

menutupi infiltrasi air ke dalam tanah.

hutan rakyat, tidak diperbolehkan melakukan kegiatan yang merusak

Kawasan Bantaran Sungai

daerah tangkapan air situ, tidak diperbolehkan mendirikan bagunan

Kawasan bantaran sungai yang mempunyai fungsi pokok sebagai


pencegah erosi dan pencegah penurunan fungsi ekologis disekitar
sungai. Ketentuan umum kawasan sekitar sungai yaitu diperbolehkan

melakukan

pemanfaatan

ruang

untuk

RTH,

permanen, tidak diperbolehkan membuang secara langsung limbah,


dan tidak diperbolehkan kegiatan pemanfaatan ruang yang dapat
mengganggu kelestarian alam.

melakukan pemanfaatan ruang untuk RTH, Diperbolehkan melakukan

Kawasan Sekitar Jaringan Irigasi

kegiatan yang dapat memperkuat fungsi perlindungan sempadan

Kawasan yang mempunyai fungsi pokok sebagai pencegah erosi dan

sungai,

yang

pencegah penurunan fungsi ekologis disepanjangan jaringan irigasi.

yang

Ketentuan umum kawasan jaringan irigasi yaitu diperbolehkan untuk

diperbolehkan

menunjang

fungsi

bersyarat

sempadan

mendirikan

sungai

dan/atau

bangunan
bangunan

II-13
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM

PENATAAN

LINGKUNGAN

PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

mendirikan bangunan mendukung jaringan irigasi, diperbolehkan untuk

dengan memperhatikan besarnya cadangan air tanah serta kelestarian

melakukan pemanfaatan ruang untuk RTH, dan tidak diperbolehkan

lingkungan

untuk melakukan kegiatan yang secara sengaja dan jelas menghambat

kegiatan yang dapat menimbulkan pencemaran.

hidup

kawasan

sekitarnya,

dan

tidak

diperbolehkan

arah dan intensitas aliran air.


Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) perkotaan
Kawasan

dengan

fungsi

utama

sebagai

konservasi

lingkungan,

B. Kawasan budidaya

peningkatat keindahan kota, rekreasi, dan sebagai penyeimbang guna

Kawasan

lahan

yaitu

diperuntukkan bagi tanaman pangan dimana pengairannya dapat

diperbolehkan melakukan kegiatan perkotaan berupa kegiatan rekreasi

diperoleh secara alamiah maupun teknis. Ketentuan Umumnya yaitu

dan

diperbolehkan melakukan pembuatan pematang, teras, dan saluran

industry

dan

olahraga

permukiman.

alam;,

Ketentuannya

diperbolehkan

umumnya

bersyarat

melakukan

peruntukan

tanaman

pangan

adalah

kawasan

yang

pengembangan jenis tanaman semusim; dan tidak diperbolehkan

drainase,

melakukan penebangan pohon tanpa seizin instansiatau pejabat yang

tumpangsari,

berwenang.

melakukan alih fungsi lahan yang telah ditetapkan sebagai lahan

Kawasan Rawan Banjir

pertanian

pangan

kegiatan

yang

Kawasan rawan banjir adalah kawasan yang diidentifikasi sering dan


berpotensi tinggi terjadi banjir. Ketentuan umum kawasan rawan banjir
yaitu diperbolehkan pembuatan sumur resapan, diperbolehkan untuk

diperbolehkan
dan

melakukan

campuran

tumpang

berkelanjutan,

dapat

merusak

Tidak

pola
gilir,

tanam
tidak

monokultur,
diperbolehkan

diperbolehkan

kelestarian

sumber

melakukan
air

untuk

kepentingan irigasi; dan Diperbolehkan pembangunan sistem jaringan


prasarana wilayah kabupaten untuk kepentingan umum.

penetapan jalur evakuasi dari permukiman penduduk, diperbolehkan

Kawasan yang memiliki kesesuaian lahan untuk dikembangkan sebagai

bersyarat

pemantauan

kawasan pertanian hortikultura, serta dapat dikembangkan sesuai

ancaman bencana dan kepentingan umum, diperbolehkan bersyarat

dengan tingkat ketersediaan air. Ketentuan umum kawasan peruntukan

pemanfaatan

dan

kawasan holtikultura yaitu diperbolehkan melakukan pola tanam

pembangunan fasilitas umum dengan kepadatan rendah, dan tidak

monokultur, tumpangsari, dan tumpang gilir, diperbolehkan melakukan

diperbolehkan pemanfaatan ruang bagi kegiatan permukiman dan

tindakan konservasi berkaitan dengan vegetatif dan sipil teknis, yaitu

fasilitas umum penting lainnya.

pembuatan pematang, terasering, dan saluran drainase, diperbolehkan

pendirian
dataran

bangunan
banjir

untuk
bagi

kepentingan

ruang

terbuka

hijau

Kawasan yang Memberikan Perlindungan terhadap Air Tanah

bersyarat konversi lahan sawah beririgasi non teknis untuk keperluan


infrastruktur strategis, dan tidak diperbolehkan melakukan alih fungsi

Ketentuan umum kawasan yang memberikan perlindungan terhadap air

lahan sawah beririgasi teknis yang telah ditetapkan sebagai lahan

tanah yaitu diperbolehkan bersyarat dikembangkan menjadi kawasan

pertanian pangan berkelanjutan, kecuali untuk pembangunan sistem

budidaya dengan memperhatikan kelestarian dan keberlanjutan fungsi

jaringan prasarana wilayah kabupaten.

kawasan imbuhan air, diperbolehkan bersyarat pemanfaatan air tanah


II-14
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM

PENATAAN

LINGKUNGAN

PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

Kawasan peruntukan permukiman merupakan bagian dari lingkungan


hidup di luar kawasan lindung, baik yang berupa kawasan perkotaan
maupun perdesaan yang berfungsi sebagai lingkungan tempat tinggal
atau hunian dan tempat kegiatan yang mendukung perikehidupan dan
penghidupan. Ketentuan umum kawasan peruntukan permukiman yaitu
diperbolehkan pengambilan air baku dari air permukaan, diperbolehkan
melakukan menyediakan sarana pendidikan, sarana kesehatan, sarana
perdagangan dan niaga, kebutuhan sarana ruang terbuka, taman dan
lapangan olahraga, diperbolehkan adanya kegiatan industri skala
rumah tangga dan fasilitas sosial ekonomi lainnya dengan skala
pelayanan

lingkungan,

diperbolehkan

bersyarat

pembangunan

pemukiman dengan menyediakan kelengkapan keselamatan bangunan


dan lingkungan, diperbolehkan bersyarat pembangunan pemukiman
dengan

menetapkan

diperbolehkan

jenis

bersyarat

dan

syarat

penggunaan

pembangunan

pemukiman

bangunan,
dengan

menyediakan drainase, sumur resapan, dan penampungan air hujan,


diperbolehkan

bersyarat

pembangunan

pemukiman

dengan

menyediakan fasilitas parkir, diperbolehkan bersyarat pemanfaatan air


tanah dalam dan/atau sumur bor, tidak diperbolehkan kegiatan yang
menganggu fungsi permukiman dan kelangsungan kehidupan sosial
masyarakat, dan tidak diperbolehkan mengembangkan permukiman
terutama pada tikungan sungai, dan alur sungai kering di kawasan
rawan longsor dengan tingkat kerawanan tinggi.

II-15
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

PETA 2.1 STRUKTUR KAB INDRAMAYU

II-16
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

PETA 2.2 POLA KAB INDRAMAYU

II-17
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM

PENATAAN

LINGKUNGAN

PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

2.1.5

Rencana Detail Tata Ruang Kecamatan Haurgeulis

Kecamatan Haurgeulis sendiri terletak pada posisi 107051' - 107054'

Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) merupakan penjabaran dari rencana

Bujur Timur dan 06035' - 06039' Lintang Selatan. Kecamatan Haurgeulis

umum Tata Ruang Kota/Kabupaten kedalam pemanfaatan ruang

merupakan daerah dataran rendah dengan luas wilayah administrasi

kawasan secara terperinci yang disusun untuk menyiapkan perwujudan

60, 83 Km2 atau 6083 hektar yang yang terdiri dari 10 desa dengan

ruang dalam rangka pelaksanaan program-program pembangunan

batas-batas sebagai berikut :

perkotaan.
Dalam rencana umum tata ruang kota kecamatan Haurgeulis dijelaskan
bahwa Haurgeulis dibagi menjadi 4 bagian wilayah kota yang meliputi:
BWK A dengan fungsi sebagai pusat kota
BWK B dengan fungsi sebagai pusat pemerintahan dan pelayanan
umum skala SWPP

Sebelah Utara

: Kecamatan Anjatan

Sebelah Barat

Kecamatan

Cipunagara

dan

Compreng

(Kabupaten Subang)
Sebelah Selatan : Kecamatan Gantar
Sebelah Timur

: Kecamatan Kroya

BWK C dengan fugsi sebagai lahan cadangan untuk pengembangan


kegiatan perkotaan yang saat ini tetap dipertahankan sebagai areal
pertanian
BWK

denagn

fungsi

sebagai

kawasan

penyangga/kawasan

konservcasi Waduk Cipancuh


Wilayah Desa Sukajati merupakan wilayah dengan kategori BWK A yang
diarahkan untuk pusa tkota dan kawasan konservasi. Komponen ruang
BWK A yang akan dikembangkan meliputi Komponen Ruang Utama
yang merupakan Kawasan perdagangan dan jasa skala pelayanan
Regional dan Komponen Ruang Penunjang yang terdiri atas Kawasan
Perumahan Masjid Agung, Alun-alun, LapanganOlahraga, Pemerintahan
Skala Kecamatan, Terminal, Stasiun.

II-18
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

Peta 2.3. Pembagian BWK Kecamatan Haurgeulis


Sumber: RDTR kecamatan Haurgeulis

II-19
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM

PENATAAN

LINGKUNGAN

PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

2.2. Gambaran Umum Desa Sukajati


2.2.1.

Desa Sukajati yang termasuk dalam kecamatan Haurgeulis termasuk


daerah

Letak Geografis

yang

curah

hujannya

antara

1.493

mm/tahun

dan

ini

merupakan daerah dengan proporsi. Selain itu daerah ini pun memiliki

Desa Sukajati termasuk dalam Kecamatan Haurgeulis Kabupaten

jumlah hari hujan pertahunnya mencapai 72 hari.

Indramayu terletak pada jarak 64 Km dari Ibu Kota Kabupaten


Indramayu dengan luas wilayah 140 Ha atau 1.40 KM2, dengan

Ketinggian Tanah

kepadatan penduduk 7.496 Jiwa per KM2, ketinggian daratan 23 M dari

Desa Sukajati termasuk kedalam kelompok dengan ketinggian sekitar

permukaan laut dengan titik kordinat Lat 6,46119S dan Long

21 m diatas permukaan laut dan merupakan daerah yang serupa

107,93852E. Batas-batas Desa Sukajati antara lain:

dengan daerah sekitarnya yang mepunyai ketinggian antara 21-24

Sebelah
Sebelah
Sebelah
Sebelah

meter di atas permukan laut.

Utara
Selatan
Barat
Timur

:
:
:
:

Desa
Desa
Desa
Desa

Cipancuh dan Desa Kertanegara


Haurkolot dan Kecamatan Gantar
Kertanegara
Haurgeulis dan Desa Haurkolot

Kemiringan tanah
Daerah datar atau daerah dengan kemiringan tanah 0 2% merupakan

Penggunaan lahan Desa Sukajati meliputi penggunanaan permukiman


warga, pendidikan, perkantoran dan perdagangan dan jasa. Jumlah
RT/RW di wilayah Desa Sukajati terdiri dari 35 RT dan 13 RW serta 4

keadaan rata-rata permukaan di wilayah Kabupaten Indramayu, dan


wilayah desa Sukajati termasuk ke dalam kelompok terebut.
Jenis Tanah

Dusun. Jumlah penduduk Desa Sukajati adalah 10.494 Jiwa terdiri dari
5.549 laki-laki dan 4.945 perempuan. Dengan rata-rata 807 Jiwa per

Komposisi jenis tanahnya terdiri dari tanah alluvial hidromorf, asosiasi

RW dan 300 Jiwa per RT Jumlah KK Desa Sukajati adalah 2.806 KK

podsolik, dan hidromor kelabu, regosol kelabu, asosiasi latosol coklat

dengan rata-rata per RW sebanyak 216 KK dan 80 KK per RT.

dan regosol kelabu, grumosol kelabu, alluvial kelabu tua, asosiasi

Sedangkan jumlah jiwa rata-rata per KK berkisar 3,74 Jiwa.

gleihumus rendah dan alluvial kelabu, asosiasi latosol merah dan


latosol coklat kemerahan, komplek grumosol dan mediteran serta
asosiasi alluvial kelabu dan coklat. Tingkat keasaman tanah bervariasi
dari mulai asam, netral, sampai basa.

2.2.2.

Kondisi Fisik Alam

Curah Hujan

Geologi
Keadaan

batuan

wilayah

Kabupaten

Indramayu

lebih

banyak

dipengaruhi oleh letaknya yang berada di dekat wilayah pantai,


sehingga secara struktur bebatuan wilayah ini terdiri dari Aluvial
II-20

Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis


Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM

PENATAAN

LINGKUNGAN

PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

menempati dataran rendah di sepanjang pantai dan hampir seluruh

permukiman dan bangunan dengan luas sekitar 79.8 Ha atau 57 %

bagian wilayahnya.

dari luas total dan pertanian dan perkebunan sebesar 80,32 Ha atau
82.63%. Dan 5 % sisanya merupakan lahan dengan peruntukan

Hidrologi

perkantoran, pendidikan dan perdagangan dan jasa.

Secara hidrologi, sumber air yang terdapat di Kabupaten Indramayu


meliputi air permukaan dan air tanah. Air permukaan berupa Sungai
dan air genangan yang merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS),

Tabel 2.1 Tabel Penggunaan Lahan

sedangkan air tanah terdiri air tanah bebas dan air tanah tertekan yang

Jenis lahan

dieksploitasi

melalui

sumur-sumur

pompa.

Kabupaten

Persentase (%)

Indramayu

merupakan daerah hilir dari aliran sungai-sungai yang sangat potensial


sebagai

sumber

air

bagi

kebutuhan

masyarakat,

baik

untuk

kepentingan usaha pertanian, usaha industri maupun bahan baku air


bersih. Daerah Aliran Sungai tersebut yaitu Cipunegara, Cipancuh,

Lahan terbangun

57.37

permukiman
Sawah dan kebun

82.63

Sewo, Mang Setan, Bugel, Legok, Eretan, Cilet, Tuan, Cilalanang,


Cipanas, Cipondoh, Cibelerang, Pangkalan, Semak, Maja, Rambatan,

Jumlah

100

Cimanuk, Prawiro Kepolo, Prawiro Darung, Gebang Sawit, Glayem,


Kamal,

Sigedang,

Bobos,

Oyoran,

Pamengkang,

Cimanis,

dan

Kumpulkuista.

Sumber : Pemetaan Swadaya 2014

2.2.3 Tata Guna Lahan Desa Sukajati


Penggunaan lahan Desa Sukajati meliputi penggunanaan permukiman
warga, pendidikan, perkantoran dan perdagangan dan jasa. Jumlah
RT/RW di wilayah Desa Sukajati terdiri dari 35 RT dan 13 RW serta 4
Dusun. Jumlah penduduk Desa Sukajati adalah 10.494 Jiwa terdiri dari
5.549 laki-laki dan 4.945 perempuan. Dengan rata-rata 807 Jiwa per
RW dan 300 Jiwa per RT Jumlah KK Desa Sukajati adalah 2.806 KK
dengan rata-rata per RW sebanyak 216 KK dan 80 KK per RT.
Sedangkan jumlah jiwa rata-rata per KK berkisar 3,74 Jiwa. Penggunaan
lahannya yang ada saat ini sebagian besar digunakan untuk fungsi
II-21
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

Terbangun; 57 .37
Tidak terbangun; 82.63

Gambar 2.1. Diagram Penggunaan Lahan


Sumber: pemetaan swadaya 2014

II-22
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

Peta 2.4 pembagian wilayah desa sukajati

II-23
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

2.5. Peta tata guna lahan desa suka jati

II-24
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM

PENATAAN

LINGKUNGAN

PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

1 00.00%
2 00.00%
3 00.00%
4 00.00%
5 00.00%
6 00.00%
7 00.00%
800.00%
9 00.00%
1000.00%
80.00%

2.2.4. Profil Kependudukan


Jumlah penduduk Desa Sukajati menurut data BKKBN Kec. Haurgeulis

7 0.00%

Kab. Indramayu tahun 2013 sebanyak 10.494 yang terdiri dari 5.549

60.00%

jiwa laki-laki dan 4.945 jiwa perempuan.Distribusi sebaran penduduk di


setiap Dusun terlihat pada table berikut :

50.00%
40.00%

Klasifikasi penduduk menurut usia pendidikan

30.00%

Secara umum gambaran masyarakat Desa Sukajati dilihat dari usia

20.00%

pendidikan dalam satu Desa terlihat pada table berikut :

1 0.00%

Tabel2.2. klasifikasi penduduk menurut usia pendidikan

Penduduk Usia

Jml Usia

Sekolah

dari SD

Jenis Kelamin

68.41%

SD

SLTP

SLTA

s/d SMA

Laki-laki

700

331

291

1.322

Perempuan

661

307

268

1.236

Total Jumlah

1.361

638

559

2.558

Sumber : KCDA Kec. Haurgeulis 2013

0.00%

19.34%

0.04% 0.03% 0.03%

4.53%

3.89%
1.52% 1.96%
0.25%

Gamba
r 2.2. klasifikasi penduduk berdasarkan pendidikan
Sumber : KCDA Kec. Haurgeulis 2013
Klasifikasi penduduk menurut jenis pekerjaan
Mata pencaharian Penduduk desa sukajati sebagian besar dibidang
usaha industry sedang dan kecil sebesar 31 % dan disusul oleh bidang

Klasifikasi penduduk menurut jenjang pendidikan yang


ditamatkan

pertanian tanaman padi, Holtikultura dan peternakan sebesar 29% dan


dibidang jasa sebesar 22%.

Klasifikasi pendudukberdasarkan jenjang pendidikan di desa sukajati


menunukan bahwa mayorias penduduk sukajati hanya menyelesaikan
bangku pendidikan hingga Sekolah Dasar sebesar 68%, yang belum
dan tidak sekolah sebesar 19% dan sekolah menenngah kejuruan
sebesar 4.53%.

II-25
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM

PENATAAN

LINGKUNGAN

PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

yang tidak mempunyai jamban sekitar 28,48 % dari jumlah KK yang


ada di Desa Sukajati.

Buruh; 0% Lainny a ( Pemulung, Pengamen, Pengemis, dll ); 2%


Jasa-jasa;
22%
Pertanian
tanaman Padi, Holtikultura dan peternakan; 30%

Sarana MCK
Masyarakat di desa Sukajati yang telah WC Memakai tanki septik/SPAL

PNS / TNI / POLRI; 5%


Pensiunan; 2%
Perdagangan Partai Sedang maupun Eceran; 0%
Angkutan ( Supir mobil, Tukang ojeg dan Beca ); 9%
Industri Sedang maupun Kecil; 31%

1.830. memakai Cubluk/Lubang tanah

112

rumah.

Titik

kolam/Empang 9 buah dan menggunakan Sawah/Kebon dan Sungai


sebagai tempat pembuangan 855.
Sarana tempat Ibadah
Sarana ibadah di desa sukajati antaralain Bangunan Masjid sebanyak 7
buah, Bangunan Surau/Langgar

sebanyak 23 yang tersebar hampir

disetiap RW dan Gereja sebanyak 2 buah.

Gambar 2.3. klasifikasi penduduk berdasarkan lapangan


pekerjaan
Sumber : Pemetaan Swadaya 2014

Sarana Gedung Sekolah menurut tingkatannya


Sarana gedung sekolah yang terdapat di desa sukajati antaralain
Gedung Sekolah MDA sebanyak 5 buah, Gedung Sekolah RA/TK 4 buah,
Gedung Sekolah SLB 1 buah, Gedung Sekolah MI/SD 5 buah, Gedung

2.2.5. Sarana Dan Prasarana

Sekolah MTs/SMP 5 buah, Gedung Sekolah MA/SMA/SMK 2 buah,

Sarana Air bersih


Pada umumnya masyarakat Desa Sukajati tidak kekurangan air minum,
walaupun ada beberapah blok yang masih kekurangan sarana air
minum yaitu berupa sumur bor maupun pompa hisap.Sedangkan air
minum PDAM untuk Desa Sukajati belum memilikinya

Sarana Pelayanan Kesehatan


Sarana pelayanan kesehatan Rumah Sakit/Balai Kesehatan 1 buah,
Praktek Dokte 5 buah, Praktek Bidan

4, Mantri Kesehatan

3,

Posyandu 12.

Secara umum masyarakat Desa Sukajati masih banyak yang belum

Prasarana Trasportasi

menggunakan jamban, sehingga banyak sekali yang membuang hajat

Kondisi sarana transportasi di desa suukajati berbatasan dengan jalan

pada disembarang tempat.Menurut hasil survei BKM Amanda bahwa

Haurgeulis dan terdiri dari beberapa jalan lingkungan. Jalan Aspal 8.385
II-26

Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis


Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

meter dengan kondisi 3.345 m dalam keadaan baik dan 4.940 m dalam
keadaan rusak. Jalan yang telah Diperkeras 1.735 dan Jalan Tanah
1.346 m.
Sarana Rekreasi dan Hotel/Penginapan
Desa sukajati telah memiliki fasilitas hote dan penginapan ebanyak 3
buah dan kolam renang sebanyak1 buah.
2.2.6. Sebaran Warga miskin
Warga miskin dengc; hoan persentase tertinggi yaitu sebanyak 105 KK
miskin yang terdapat di RT. 31 RW. 13. Terdapat pula jumlah KK miskin
yang cukup banyak yaitu di RT. 24 RW. 09 yang merupakan lokasi
kawasan prioritas Desa Sukajati dengan jumlahnya sebanyak 80 KK
miskin. Jumlah warga miskin pada kawasan prioritas yaitu di RT. 25 RW.
10 sebanyak 60 KK miskin, RT. 26 RW. 10 sebanyak 33 KK miskin, RT. 34
RW. 10 sebanyak 20 KK miskin. Sedangkan jumlah KK miskin terendah
terdapat di RT. 14 RW. 06 yaitu sebanyak 8 KK miskin.

II-27
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

Peta 2.6. sebaran warga miskin desa sukajati

II-28
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

2.3. Batas Administrasi Kawasan Prioritas


Kawasan prioritas PLPBK Desa Sukajati yaitu terletak pada RW. 09 RT.
24, RT. 25 RW. 10, RT. 26 RW. 10, dan RT. 34 RW. 10. Kawasan prioritas
ini berada di bagian selatan Desa Sukajati dengan luas kawasan 0,09

2.4. Profil Kependudukan


Pada kawasan ini terdapat penduduk sebanyak 843 jiwa. Mata
pencaharian dikawasan ini Mata pencaharian Penduduk desa sukajati
sebagian besar bekerja dibidang usaha industry sedang dan kecil,
buruh tania, dibidang jasa, dan pedagang kecil. Tingkat pendidikan di
kawasan ini pun sebagian besar hanya lulusan SD, ada juga yang
mengemban pendidikan hingga SMP dan SMA.
200
180
160
140
120
Jum lah

100
80
60
40
20
0
Belum tamat SD

SMP

SMK tidak/ belum sekolah

Gambar 2.4. Kawasan prioritas desa sukajati


Sumber : Pemetaan Swadaya 2014
Km2.
Kawasan Prioritas Desa Sukajati berbatasan dengan :
Sebelah Utara

Sebelah Selatan :

Desa Gantar

Sebelah Barat

Sebelah Timur

Desa Kertanegara dan Desa Cipancuh


Desa Kertanegara

Desa Haurgeulis dan Haurkolot


II-29

Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis


Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

Gambar 2. 5. Tingkat pendidikan penduduk


Sumber: pemetaan swadaya 2014

Sebaran warga mskin


Warga miskin di kawasan ini terdapat di RT. 24 RW. 09 berjumlah
sebanyak 80 KK miskin, di RT. 25 RW. 10 sebanyak 60 KK miskin, RT. 26
RW. 10 sebanyak 33 KK miskin, RT. 34 RW. 10 sebanyak 20 KK miskin
dengan penghasilan rata-rata Rp. 440.000,00 sampai Rp. 1.350.000,00
denganbeban tanggungan 3 6 orang per KK.
250
200
150
Jum lah

100
50
0

RT 24 RT 25 RT 34 RT 26

Gambar 2. 6. Sebaran warga miskin di kawasan prioritas


Sumber: pemetaan swadaya 2014

II-30
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

Peta 2.7. kawasan prioritas

II-31
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

Peta 2.8. Sebaran warmis kawasan prioritas

II-32
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM

PENATAAN

LINGKUNGAN

PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

2.5. kondisi tata ruang dan lingkungan hidup

sangat memungkinkan yaitu pemanfaatan lahan sebagai perumahan.

Ruang terbuka hijau yang ada pada kawasan prioritas di Desa


Sukajati sudah tersedia di beberapa tempat seperti lapangan olah

Perkembangan tersebut akan memberikan dampak pada berkurangnya


lahan terbuka.

raga, pekarangan rumah, lahan kosong, dan juga lahan pertanian.


Sebagian

lingkungan

permukiman

sudah

memiliki

pekarangan

sebagai RTH privat yang cukup tertata. Berbeda dengan kondisi

2.6. Sarana dan Prasarana


Sarana dan prasarana Jalan

pekarangan rumah, kondisi lahan kosong dan lahan pertanian masih


belum tertata dan dibiarkan apa adanya. Luasnya lahan kosong dan

Desa Sukajati dihubungkan oleh jalan provinsi, kabupaten, dan desa

lahan pertanian merupakan suatu potensi yang dapat dikembangkan

yang biasa digunakan oleh masyarakat setempat. Jalan tersebut

untuk ditata dan dimanfaatkan sebagai RTH publik. Dengan penataan

dilalui

RTH pada kawasan prioritas ini diharapkan dapat memperindah dan

pemanfaatannya, jalan-jalan tersebut dimanfaatkan pula untuk

meningkatkan kualitas lingkungan disekitarnya.

pergerakan kepentingan kegiatan industri dan pertanian. Kondisi

oleh

sepeda,

sepeda

motor,

dan

mobil.

Dalam

jalan-jalan yang ada kurang baik, dimana sebagian besar jalan


berupa jalan tanah dan batu. Selain itu jalan-jalan yang ada belum
dilengkapi dengan sarana pendukung seperti rambu, penerangan
jalan, dll. Pada kawasan prioritas ini masih terdapat kawasan
permukiman yang tidak dapat diakses oleh kendaraan.

Gambar 2.7. RTH berupa Lapangan Badminton


Sumber : pemetaan swadaya 2014
Pola tata ruang perumahan pada kawasan ini yaitu berupa pola
berderet dengan setiap bangunan rumah yang menyisakan lahan
terbuka berupa pekarangan. Tidak semua bangunan rumah yang
terdapat pada kawasan ini menghadap langsung ke jalan lingkungan.
Dalam

kawasan

perumahan

ini

terdapat

pula

kegiatan-kegiatan

perdagangan dan jasa yang letaknya berdekatan dan beberapa


menjadi satu dengan bangunan rumah. Perkembangan tata ruang yang

Jalan Lingkungan
Jalan Lingkungan
Gambar 2.8. Kondisi Jalan Lingkungan
Sumber : Pemetaan swadaya 2014
II-33

Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis


Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM

PENATAAN

LINGKUNGAN

PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

drainase yang tidak jelas alur alirannya. Selain itu masih banyak
Kondisi jalan lingkungan pada kawasan prioritas sebagian berupa
tanah tanpa pekerasan. Namun terdapat beberapa jalan lingkungan
yang

sudah

berupa

jalan

paving

block.

Jalan

lingkungan

ini

merupakan jalan yang sering dilalui oleh masyarakat baik dengan


berjalan

kaki,

sepeda,

dan

sepeda

motor.

Keberadaan

jalan

lingkungan ini sangat penting bagi masyarakat setempat dan sekitar


kawasan prioritas tersebut.

saluran drainase yang terlalu sempit dan dangkal sehingga tidak


dapat menampung debit air hujan yang besar dan kemudian
menimbulkan luapan air. Kondisi saluran drainase yang ada sebagian
besar sudah menggunakan perkerasan, tetapi masih terdapat
saluran drainase berupa galian tanah tanpa perkerasan. Masalah
lainnya yang menimbulkan genangan air hujan yaitu karena terdapat
gorong-gorong yang tidak terawat.

Gambar 2.10. Kondisi Saluran Drainase


Jalan Lingkungan Tanpa

Jalan Lingkungan berupa

Pekerasan

Paving Block

Gambar 2.9. Kondisi Jalan Lingkungan


Sumber : Pemetaan swadaya 2014

Sumber : Pemetaan swadaya 2014

Saluran pembuangan air limbah


Pada beberapa lokasi, saluran drainase menjadi satu dengan saluran

Saluran Drainase

air limbah. Saluran air limbah yang terdapat pada kawasan prioritas
ini berupa saluran terbuka yang kondisinya cukup kecil dan dangkal.

Ketersediaan saluran drainase pada kawasan prioritas sebagian

Alur saluran air limbah sebagian tidak jelas arahnya dan sebagian

besar sudah cukup merata, tetapi masih terdapat beberapa saluran

berakhir pada saluran drainase. Kondisi saluran air limbah ini cukup
II-34

Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis


Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

mengganggu kesehatan, kebersihan, dan keindahan lingkungan di

rumah di Desa Sukajati. Ketersediaan

listrik tersebut dimanfaatkan

kawasan prioritas Desa Sukajati. Air pada saluran air limbah ini

pula oleh kegiatan-kegiatan home industry dan kegiatan perdangan

berwarna hitam pekat dan menimbulkan bau dan juga terdapat

dan jasa.

banyak jentik nyamuk pada air limbah yang dapat menjadi sumber
penyakit. Pada beberapa rumah letak sumber air bersih berupa
sumur bor dan saluran air limbah cukup berdekatan, hal ini dapat
mempengaruhi kualitas air bersih di lokasi tersebut.

Gambar 2.11. Kondisi Saluran Drainae


Sumber : Pemetaan swadaya 2014

Jaringan Listrik
Seluruh wilayah di Desa Sukajati, termasuk pada kawasan prioritas,
sudah teraliri oleh listrik yang bersumber dari PLN. Listrik yang ada
dimanfaatkan untuk sekolah, kantor desa, masjid, gereja, dan setiap
II-35
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

PETA 2.9 TATA GUNA LAHAN

II-36
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

PETA 2.10. RTH

II-37
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

PETA 2.11. JARINGAN JALAN

II-38
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

PETA 2.12. JARINGAN DRAINASE

II-39
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

PETA 2.13. JARINGAN SPAL

II-40
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

PETA 2.14. JARINGAN LISTRIK

II-41
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

2.7. Perumahan dan Bangunan

dengan cara dibakar dan ditanam ini cukup mengganggu kesehatan


masyarakat sekitar karena menimbulkan polusi udara yang dapat

Perumahan dan Bangunan Kawasan Prioritas Desa Sukajati


Jumlah bangunan rumah pada kawasan prioritas yaitu sebanyak 225
bangunan rumah dengan bangunan rumah non permanen kurang lebih
sebanyak 11 bangunan rumah. Dalam kawasan ini terdapat pula
beberapa bangunan rumah yang tidak layak huni dan tidak memiliki
sirkulasi udara yang baik. Selain bangunan rumah, terdapat pula

menggangu sistem pernapasan. Tidak hanya mengolah sampah


dengan

cara

ditanam

dan

dibakar,

terdapat

pula

beberapa

masyarakat yang kurang bertanggungjawab dengan membuang


sampah pada saluran drainase. Pembuangan sampah pada saluran
drainse ini dapat menyumbat aliran air dan menimbulkan luapan air
hujan dari saluran tersebut.

bangunan sosial berupa bangunan masjid yang dimanfaatkan dan


dikelola oleh masyarakat setempat.
Penyediaan air bersih dan MCK
Ketersediaan air bersih pada kawasan prioritas Desa Sukajati
bersumber dari sumur bor yang terdapat di setiap pekarangan
rumah. Jumlah air yang tersedia sudah mencukupi kebutuhan air
masyarakat

setempat,

baik

dimusim

hujan

maupun

dimusim

kemarau. Tetapi kondisi air yang tersedia saat ini kurang baik,
terutama jika digunakan untuk keperluan masak dan minum karena
air yang tersedia berbau dan mengandung zat kapur. Pada kawasan
prioritas Desa Sukajati, seluruh bangunan rumah sudah memiliki

Gambar.2.12. Pembuangan Sampah pada


Lahan Kosong
Sumber: pemetaan swadaya 2014

MCK. Kondisi MCK di setiap rumah sudah baik dan sudah dilengkapi
dengan septictank.

2.8. Kelembagaan

Pengelolaan Sampah

Kelembagaan pemerintahan yang terdapat di kawasan prioritas Desa

Desa Sukajati, termasuk kawasan prioritas pada desa ini, belum


memiliki sistem pengelolaan sampah. Sebagian besar masyarakat
mengolah sampah dengan cara dibakar atau ditanam di pekarangan
masing-masing

rumah.

Beberapa

lokasi

seperti

tanah

kosong

dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat pembuangan sampah

Sukajati diantaranya yaitu LPM, BPD, Karang Taruna, Pik-RL, dan


BKM. Sebagian besar masyarakat terlibat dalam kelembagaan
pemerintahan yang ada. Jumlah kelembagaan yang terdapat pada
kawasan prioritas Desa Sukajati disebutkan dalam tabel dibawah ini.
Tabel 2.3. kelembagaan

yang pada akhirnya diolah dengan cara dibakar. Pengolahan sampah


II-42
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM

PENATAAN

LINGKUNGAN

PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

Kegiatan ekonomi masyarakat kawasan prioritas Desa Sukajati


No

Uraian

Jumla
h

Karang Taruna

LPM

BPD

BKM

PIK-R

DKM

Gapoktan

Majelis Taklim

didominasi oleh buruh tani, usaha kecil menengah, dan kegiatan


home industry. Kawasan prioritas terdapat petani sebanyak 3 orang
dengan buruh tani sebanyak 16 orang. Jenis komoditas pertanian
yang ada yaitu padi dan mangga. Selain kegiatan pertanian, terdapat
pula kegiatan peternakan dengan jenis ternak domba. Home industry
yang terdapat pada kawasan prioritas ini diantaranya yaitu kue,
tempe, kusen, dan meubeul. Terdapat pula koperasi, toko, 8 kios, 18
warung, dan 2 jasa hiburan. Sistem pemasaran perdagangan dan
jasa yang terdapat di kawasan tersebut yaitu secara langsung ke
konsumen.

Beberapa

produk

perdagangan

dan

jasa

sudah

melibatkan pihak ketiga dalam pemasarannya karena cukup efektif


dibandingkan pemasaran dengan cara langsung ke konsumen.
(Untuk sebaran lokasi kegiatan ekonomi warga, dapat dilihat di peta
rona yang terlampir dalam laporan ini).

Sumber: pemetaan swadaya 2014


Selain kelembagaan pemerintahan terdapat pula kelembagaan non
pemerintahan yaitu DKM, Gapoktan, dan Majelis Taklim dimana yang
terlibat didalamnya yaitu masyarakat setempat. Sistem pengelolaan
kelembagaan ini bersifat swadaya dari masyarakat. Dengan adanya
kelembagaan DKM, memberikan manfaat terhadap pengelolaan tempat
peribadatan dan kegiatan-kegiatan yang ada didalamnya.
2.9. Kegiatan Ekonomi

Gambar 2.13. Home Industry Pembuatan Tempe


Sumber: pemetaan swadaya 2014

II-43
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

II-44
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

PETA 2.15. AIRBERSIH DAN MCK

II-45
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

PETA 2.16. JARINGAN SAMPAH

II-46
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

PETA 2.17. PERDAGANGAN DAN JASA

II-47
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM

PENATAAN

LINGKUNGAN

PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

2.10.

Pelayanan Publik

baik. Pada kawasan prioritas ini tersedia tenaga pengajar sebanyak


14 orang guru yang mengajar di luar kawasan prioritas. Masyarakat

Pelayanan publik pada kawasan prioritas Desa sukajati melingkupi


pelayanan kesehatan, pfasilitas peribadatan, pelayanan pendidikan,

dalam kawasan ini membutuhkan sarana pendidikan informal


seperti taman bacaan.

pelayanan kesehaan dan rekreasi.


Peklayanan kesehatan
Fasilitas pelayanan kesehatan yang terdapat pada kawasan prioritas
di Desa Sukajati yaitu berupa posyandu sebanyak 2 unit. Kegiatan
posyandu rutin diselenggarakan di rumah warga karena belum
memiliki ruang atau bangunan khusus untuk kegiatan posyandu.
Pada kawasan prioritas ini terdapat tenaga medis yang tersedia yaitu
bidan.

Gambar 2.15. Fasilitas Pendidikan Kawasan Prioritas


Desa Sukajati
Sumber: Pemetaan Swadaya 2014

Gambar 2.14. Posyandu Kawasan Prioritas Desa Sukajati


Sumber: Pemetaan Swadaya 2014

Fasilitas Pelayanan Pendidikan


Fasilitas

pelayanan

pendidikan

yang

terdapat

pada

kawasan

prioritas ini yaitu SD, SMP, TK, dan PAUD yang kondisinya cukup
II-48
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

Fasilitas peribadatan

dengan hotel. Kondisi fasilitas rekreasi tersebut cukup baik,


sehingga menarik masyarakat setempat dan masyarakat diluar

Kawasan prioritas memiliki fasilitas peribadatan berupa masjid yang

lingkungan tersebut untuk berekreasi.

kondisinya baik. Masjid tersebut dimanfaatkan oleh sebagian besar


masyarakat setempat. Selain untuk beribadah, masjid dimanfaatkan
pula sebagai sarana kegiatan pengajian dan juga pendidikan agama
bagi anak-anak.

Gambar 2.16. Fasilitas Peribadatan Kawasan Prioritas


Desa Sukajati
Sumber: Pemetaan Swadaya 2014

Gambar 2.17. Fasilitas Rekreasi Kawasan Prioritas


Desa Sukajati
Sumber: Pemetaan Swadaya 2014

Fasilitas rekreasi
Kawasan prioritas Desa Sukajati memiliki fasilitas rekreasi berupa
kolam renang dan kolam pemancingan yang lokasinya berdekatan

II-49
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

Peta 2.18. sebaran fasilitas umum

II-50
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

2.11. Kawasan Rawan Bencana


Pada kawasan prioritas Desa Sukajati terdapat dua bencana yang
sangat memungkinkan terjadi yaitu longsor dalam skala kecil dan
juga banjir. Lokasi yang berpotensi terjadi longsor kecil yaitu sebelah
barat gang pesantren yang berbatasan dengan persawahan. Jalan
lingkungan tersebut belum dilengkapi dengan senderan penguat,
sehingga memicu terjadinya longsor saat hujan turun. Selain longsor
kecil, sering terjadi pula banjir di hampir sebagian besar jalan
lingkungan. Banjir tersebut diakibatkan oleh kontur tanah yang
menurun ke arah barat dan kondisi saluran drainase pada lingkungan
tersebut yang tidak dapat memadai limpasan air hujan karena terlalu
dangkal dan terputus dibeberapa titik. (Untuk lebih jelasnya di
daerah mana saja yang rawan terkena banjir, bisa dilihat pada peta
rona yang dilampirkan dalam laporan ini).

II-51
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015

Rencana Tindak Penataan Lingkungan Permukiman (RTPLP) BAB II


PROGRAM
LINGKUNGAN

PENATAAN
PERMUKIMAN

BERBASIS KOMUNITAS (PLPBK)

PETA 2.19. TITIK RAWAN BENCANA

II-52
Desa Sukajati Kecamatan haurgeulis
Kabupaten Indramayu 2015