Anda di halaman 1dari 12

TUGAS SOSIOLOGI

Nama: Fransiska T .Ung


Kelas: X IPS 1

1.Menjelaskan hakikat penelitian!

2.Menjelaskan metode penelitian sosial!


3.Menjelaskan jenis jenis penelitian social!
4.Menyusun rancangan penelitian social sederhana
sesuai dengan langkah langkah penelitian
5.Melakukan penelitian sederhana
6.Menyusun laporan penelitian

JAWABAN
1. Hakikat penelitian
Hakikat penelitian dapat diartikan sebagai penyelidikan yang sistematis, terkontrol,
empiris dan kritis tantang fenomena alami dengan dipandu oleh teori dan hipotesis
tentang hubungan yang dikira terdapat antara fenomena itu. Dari definisi diatas,
ada dua hal yang perlu ditekankan.
1. penelitian ilmiah bersifat sistematis dan terkontrol.
2., penyelidikan bersifat empiris Penelitian atau riset adalah terjemahan dari
bahasa Inggris research, yang merupakan gabungan dari kata re (kembali) dan to
search (mencari). Beberapa sumber lain menyebutkan bahwa research adalah
berasal dari bahasa Perancis recherche.
Intinya hakekat penelitian adalah mencari kembali.
Definisi tentang penelitian yang muncul sekarang ini bermacam-macam, salah satu
yang cukup terkenal adalah menurut Websters New Collegiate Dictionary yang
mengatakan bahwa penelitian adalah penyidikan atau pemeriksaan bersungguhsungguh, khususnya investigasi atau eksperimen yang bertujuan menemukan dan
menafsirkan fakta, revisi atas teori atau dalil yang telah diterima.
Penelitian bisa menggunakan metode ilmiah (scientific method) atau non-ilmiah
(unscientific method). Tapi kalau kita lihat dari definisi diatas, penelitian banyak
bersinggungan dengan pemikiran kritis, rasional, logis (nalar), dan analitis,
sehingga akhirnya penggunaan metode ilmiah (scientific method) adalah hal yang
jamak dan disepakati umum dalam penelitian. Metode ilmiah juga dinilai lebih bisa
diukur, dibuktikan dan dipahami dengan indera manusia. Penelitian yang
menggunakan metode ilmiah disebut dengan penelitian ilmiah (scientific research).

Hakikatnya, penelitian merupakan suatu kegiatan ilmiah yang bertujuan untuk


memperoleh pengetahuan yang benar tentang suatu masalah. Pengetahuan yang
benar yang dimaksud adalah berupa fakta-fakta, konsep, generalisasi, dan teori,
yang harapannya dapat membantu manusia memahami dan dapat mempermudah
pemecahan masalah berkaitan dengan fenomena yang diteliti. Pembahasan utama
dalam penelitian disebut sebagai "masalah penelitian". Masalah penelitian muncul
karena adanya kesenjangan antara yang diharapkan dengan kenyataan yang ada.
Das Sein dan Das Sollen, apa yang ada dan apa yang seharusnya ada.
Kebenaran yang berlaku dalam sebuah penelitian adalah "kebenaran ilmiah". Hasil
penelitian saat ini mungkin hanya benar pada saat ini dan pada saat lain kebenaran
sudah tidak relevan. Motivasi dan tujuan dari sebuah penelitian adalah keinginan
untuk memecahkan masalah dan pemuasan rasa ingin tau atas fenomena yang
dihadapi.

2. Metode Ilmiah dan Langkah-langkahnya


Metode Ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara
sistematis berdasarkan bukti fisis. Senn, memandang metode sebagai prosedur
atau cara mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah yang
sistematis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam
usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Sementara itu, metodologi
merupakan suatu pengkajian dalam mempelajari peraturan-peraturan dalam
metode tersebut. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan
melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut
dapat menjadi suatu teori ilmiah. Metode ilmiah bergantung pada karakterisasi
yang cermat atas subjek investigasi. Metode Ilmiah merupakan suatu cara
sistematis yang digunakan oleh para ilmuwan untuk memecahkan masalah yang
dihadapi. Dengan demikian maka metode penelitian mengemukakan secara teknis
tentang metode-metode yang digunakan dalam suatu penelitian. Sedangkan
metodologi penelitian membahas konsep teoritik berbagai metode, kelebihan dan
kelemahannya. Metode ini menggunakan langkah-langkah yang sistematis, teratur
dan terkontrol. Karakteristik penelitian ilmiah, yaitu :
a.

Sistematik.

Berarti suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai
pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang
kompleks.
b.

Logis.

Suatu penelitian dikatakan benar bila dapat diterima akal dan berdasarkan fakta
empirik. Pencarian kebenaran harus berlangsung menurut prosedur atau kaidah

bekerjanya akal, yaitulogika. Prosedur penalaran yang dipakai bisa prosedur induktif
yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan umum dari berbagai kasus individual
(khusus) atau prosedur deduktif yaitu cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang
bersifat khusus dari pernyataan yang bersifat umum.
c.

Empirik.

Artinya suatu penelitian biasanya didasarkan pada pengalaman sehari-hari


(fakta aposteriori,yaitu fakta dari kesan indra) yang ditemukan atau melalui hasil
coba-coba yang kemudian diangkat sebagai hasil penelitian. Landasan penelitian
empirik ada tiga yaitu :

Hal-hal empirik selalu memiliki persamaan dan perbedaan (ada


penggolongan atau perbandingan satu sama lain).

Hal-hal empirik selalu berubah-ubah sesuai dengan waktu.

Hal-hal empirik tidak bisa secara kebetulan, melainkan ada penyebabnya


(ada hubungan sebab akibat).
d.

Replikatif.

Artinya suatu penelitian yang pernah dilakukan harus diuji kembali oleh peneliti lain
dan harus memberikan hasil yang sama bila dilakukan dengan metode, kriteria, dan
kondisi yang sama. Agar bersifat replikatif, penyusunan definisi operasional variabel
menjadi langkah penting bagi seorang peneliti.
Dalam proses karakterisasi, ilmuwan mengidentifikasi sifat-sifat utama yang relevan
yang dimiliki oleh subjek yang diteliti. Selain itu, proses ini juga dapat melibatkan
proses penentuan (definisi) dan pengamatan; pengamatan yang dimaksud
seringkali memerlukan pengukuran dan/atau perhitungan yang cermat. Proses
pengukuran dapat dilakukan dalam suatu tempat yang terkontrol,
seperti laboratorium, atau dilakukan terhadap objek yang tidak dapat diakses atau
dimanipulasi seperti bintangatau populasi manusia. Proses pengukuran sering
memerlukan peralatan ilmiah khusus seperti termometer, spektroskop,
atau voltmeter, dan kemajuan suatu bidang ilmu biasanya berkaitan erat dengan
penemuan peralatan semacam itu. Hasil pengukuran secara ilmiah biasanya
ditabulasikan dalam tabel, digambarkan dalam bentuk grafik, atau dipetakan, dan
diproses dengan perhitungan statistika seperti korelasi dan regresi. Pengukuran
dalam karya ilmiah biasanya juga disertai dengan estimasi ketidakpastian hasil
pengukuran tersebut. Ketidakpastian tersebut sering diestimasikan dengan
melakukan pengukuran berulang atas kuantitas yang diukur. Langkah Langkah
Metode Ilmiah:
a.

Perumusan Masalah

Perumusan masalah adalah langkah awal dalam melakukan kerja ilmiah. Masalah
adalah kesulitan yang dihadapi yang memerlukan penyelesaiannya atau
pemecahannya. Masalah penelitian dapat di ambil dari masalah yang ditemukan di
lingkungan sekitar kita, baik benda mati maupun makhluk hidup. Untuk dapat
merumuskan permasalahan dengan tepat, maka perlu melakukan identifikasi
masalah. Agar permasalahan dapat diteliti dengan seksama, maka perlu dibatasi.
Pembatasan diperlukan agar kita dapat fokus dalam menyelesaikan penelitian kita.
b.

Perumusan Hipotesis

Ketika kita mengajukan atau merumuskan pertanyaan penelitian, maka sebenarnya


pada saat itu jawabanya sudah ada dalam pikiran. Jawaban tersebut memang masih
meragukan dan bersifat sementara, akan tetapi jawaban tersebut dapat digunakan
untuk mengarahkan kita untuk mencari jawaban yang sebenarnya. Pernyataan yang
dirumuskan sebagai jawaban sementara terhadap pertanyaan penelitian disebut
sebagai hipotesis penelitian. Hipotesis penelitian dapat juga dikatakan sebagai
dugaan yang merupakan jawaban sementara terhadap masalah sebelum dibuktikan
kebenarannya. Oleh karena berupa dugaan maka hipotesis yang kita buat mungkin
saja salah.
c.

Perancangan Penelitian

Sebelum dilakukan penelitian terlebih dahulu harus dipersiapkan rancangan


penelitiannya. Rancangan penelitian ini berisi tentang rencana atau hal-hal yang
harus dilakukan sebelum, selama dan setelah penelitian selesai. Metode penelitian,
alat dan bahan yang diperlukan dalam penelitian juga harus disiapkan dalam
rancangan penelitian. Penelitian yang kita lakukan dapat berupa penelitian
deskriptif maupun penelitian eksperimental. Penelitian deskripsi merupakan
penelitian yang memberikan gambaran secara sistematis, factual dan akurat
mengenai fakta dan sifat-sipat objek yang diselidiki. Contoh dari penelitian
deskriptif, misalnya penelitian untuk mengetahui populasi hewan komodo yang
hidup di Pulau komodo pada tahun 2008. Adapun penelitian eksperimental
merupakan penelitian yang menggunakan kelompok pembanding. Contoh
penelitian eksperimental, misalnya penelitian tentang perbedaan pertumbuhan
tanaman di tempat yang terkena matahari dengan pertumbuhan tanaman di
tempat yang gelap.
d.

Pelaksanaan Penelitian

Menguji hipotesis dengan melakukan percobaan atau penelitian.


e.

Pelaporan Penelitian

Hasil penelitian adalah data yang objektif, tidak dipengaruhi subyektifitas ilmuwan
peneliti dan universal (dilakukan dimana saja dan oleh siapa saja akan memberikan
hasil yang sama).

3. Jenis-Jenis Penelitian
Jenis penelitian dapat dikelompokkan menurut: Tujuan, pendekatan, tingkat
eksplanasi, dan analisis & jenis data.
1. Penelitian Menurut Tujuan
a.

Penelitian Terapan adalah penelitian yang diarahkan untuk mendapatkan


informasi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah.
b.
Penelitian Murni/Dasar adalah penelitian yang dilakukan diarahkan sekedar untuk
memahami masalah dalam organisasi secara mendalam (tanpa ingin menerapkan
hasilnya). Penelitian dasar bertujuan untuk mengembangkan teori dan tidak
memperhatikan kegunaan yang langsung bersifat praktis. Jadi penelitian
murni/dasar berkenaan dengan penemuan dan pengembangan ilmu.
2. Penelitian Menurut Metode.
a.
Penelitian Survey adalah Penelitian yang dilakukan pada popolasi besar
maupun kecil, tetapi data yangdipelajari adalah data dari sampel yang diambil dari
populasi tersebut, sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif, distribusi dan
hubungan-hubungan antar variabel sosilogis maupun psikologis.
b.
Penelitian Ex Post Facto Yaitu penelitian yang dilakukan untuk meneliti
peristiwa yang telah terjadi yang kemudian merunut ke belakang untuk mengetahui
faktor-faktor yang dapat menimbulkan kejadian tersebut.
c.
Penelitian Eksperimen Yaitu suatu penelitian yang berusaha mencari
pengaruh variabel tertentu terhadap variabel yang lain dalam kondisi yang
terkontrol secara ketat. Variabel independennya dimanipulasi oleh peneliti.
d.
Penelitian Naturalistic. Metode penelitian ini sering disebut dengan metode
kualitatif, yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi
obyek alami (sebagai lawannya) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci.
Contoh : Sesaji terhadap keberhasilan bisnis.
e.
Policy Reserach. Yaitu suatu proses penelitian yang dilakukan pada, atau
analisis terhadap masalah-masalah sosial yang mendasar, sehingga temuannya
dapat direkomendasikan kepada pembuat keputusan untuk bertinak secara praktis
dalam menyelesaikan masalah.
f.
Action Research, Merupakan penelitian yang bertujuan untuk
mengembangkan metode kerja yang paling efisien, sehingga biaya produksi dapat
ditekan dan produktifitas lembaga dapat meningkat. Tujuan utama penelitian ini
adalah mengubah: 1) situasi, 2) perilaku, 3) organisasi termasuk struktur
mekanisme kerja, iklim kerja, dan pranata.

g.
Penelitian Evaluasi, Merupakan bagian dari proses pembuatan keputusan,
yaitu untuk membandingkan suatu kejadian, kegiatan dan produk dengan standar
dan program yang telah ditetapkan.
h.
Penelitian Sejarah, Berkenaan dengan analisis yang logis terhadap kejadiankejadian yang berlangsung di masa lalu. Sumber datanya bisa primer, yaitu orang
yang terlibat langsung dalam kejadian itu, atau sumber-sumber dokumentasi yang
berkenaan dengan kejadian itu. Tujuan penelitian sejarah adalah untuk
merekonstruksi kejadian-kejadian masa lampau secara sistematis dan obyektif,
melalui pengumpulan, evaluasi, verifikasi, dan sintesa data diperoleh, sehingga
ditetapkan fakta-fakta untuk membuat suatu kesimpulan.
3. Penelitian Menurut Tingkat Eksplanasi
Tingkat eksplanasi adalah tingkat penjelasan. Jadi penelitian menurut
tingkat eksplanasi adalah penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan
variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan variabel
yang lain.
a.
Penelitian Deskriptif, Adalah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui nilai
variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat
perbandingan, atau penghubungan dengan variabel yang lain.
b.
Penelitian Komparatif, Adalah suatu penelitian yang bersifat membandingkan.
Variabelnya masih sama dengan penelitian varabel mandiri tetapi untuk sample
yang lebih dari satu, atau dalam waktu yang berbeda.
c.
Penelitian Asosiatif/Hubungan, Merupakan penelitian yang bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara dua variable atau lebih. Dengan penelitian ini maka
akan dapat dibangun suatu teori yang dapat berfungsi untuk menjelaskan,
meramalkan dan mengontrol suatu gejala.
d.
Penelitian Menurut Jenis Data dan Analisis Jenis data dan analisisnya dalam
penelitian dapat dikelompokkan menjadi dua hal utama yaitu data kualitatif dan
kuantitatif. Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata, kalimat, skema dan
gambar.
e.
Data kuantitatif adalah data berbentuk angka atau data kualitatif yang
diangkakan (scoring).

4. rancangan penelitian social sederhana sesuai dengan langkah langkah


penelitian
Sebelum mengadakan penelitian di lapangan, biasanya peneliti melakukan kegiatan

menyusun rencana kegiatan yang merupakan langkah-langkah yang akan ditempuh


dalam penelitian yang terangkum dalam tahapan-tahapan berikut ini.
1. Menentukan permasalahan yang akan diteliti.
2. Menentukan topik penelitian.
3. Melakukan kegiatan prapenelitian (biasanya diadakan observasi awal terhadap
objek penelitian).
4. Merumuskan masalah penelitian ke dalam beberapa pertanyaan penelitian.
5. Menentukan dugaan sementara (asumsi) dan hipotesis.
6. Menentukan metode yang hendak digunakan dalam penelitian.
7. Menentukan variabel (jika kuantitatif) dan sumber yang akan diambil datanya.
8. Menentukan dan atau membuat instrumen penelitian.
9. Melakukan kegiatan pengumpulan data.
10. Melakukan analisis data.
11. Menarik sebuah kesimpulan.
12. Menyusun hasil penelitian ke dalam sebuah laporan penelitian.
Setelah rencana kegiatan yang dibuat dapat dipastikan telah siap, kemudian
seorang peneliti melakukan kegiatan berikutnya, yaitu membuat rancangan
penelitian atau desain penelitian yang sering disebut dengan proposal penelitian.
Proposal penelitian adalah pokok-pokok perencanaan seluruh penelitian yang
tertuang dalam suatu kesatuan naskah secara ringkas, jelas, dan utuh. Rancangan
penelitian dibuat dengan tujuan agar pelaksanaan penelitian dapat dijalankan
secara benar, baik, dan lancar.
Rancangan penelitian biasanya memuat judul penelitian, latar belakang masalah
penelitian, rumusan permasalahan penelitian, tujuan dan manfaat penelitian,
tinjauan pustaka, hipotesis, definisi operasional, batasan konsep, metodologi
penelitian, sistematika penulisan, dan daftar pustaka. Dalam penelitian, hal itu
disebut dengan unsur-unsur penelitian yang mutlak harus ada dalam sebuah
penelitian.
Sebuah rancangan penelitian yang baik harus memenuhi syarat-syarat sebagai
berikut.
1. Sistematis, artinya unsur-unsur yang ada dalam rancangan penelitian harus
tersusun dalam urutan yang logis.
2. Konsisten, artinya terdapat kesesuaian di antara unsurunsur dalam rancangan
penelitian.
3. Operasional, artinya dapat menjelaskan bagaimana penelitian itu dilakukan.
Sebenarnya manfaat apa yang dapat diambil ketika kita membuat sebuah
rancangan penelitian? Secara lebih terinci manfaat atau kegunaan rancangan
penelitian menurut S. Nasution adalah sebagai berikut.
1. Memberikan pegangan yang lebih jelas kepada peneliti dalam melakukan
penelitiannya.
2. Menentukan batasan-batasan penelitian yang bertalian dengan tujuan penelitian.
3. Memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang harus dilakukan, sekaligus
gambaran tentang macam-macam kesulitan yang akan dihadapi dalam melakukan
penelitian.

Rancangan penelitian yang dibuat sebelum kita melakukan penelitian berkaitan


dengan tujuan yang hendak dicapai dalam suatu penelitian. Dengan demikian kita
dapat mengklasifikasikan tujuan penelitian sosial atas eksploratoris, deskriptif, dan
eksperimental.
1. Eksploratoris
Artinya penelitian berusaha untuk menjajagi sesuatu yang belum dikenal atau
hanya sedikit dikenal, andaikan masalahmasalah itu belum pernah diselidiki secara
mendalam.
2. Deskriptif
Maksudnya bahwa penelitian dilakukan guna mengadakan deskripsi untuk memberi
gambaran yang lebih jelas tentang situasi-situasi sosial.
3. Eksperimental
Maksudnya penelitian dilakukan guna mengadakan percobaan atau eksperimen
untuk menguji hipotesis. Rancangan penelitian memegang peranan penting dalam
pelaksanaan dan penyelesaian penelitian. Keberhasilan penelitian banyak
bergantung pada kualitas rancangannya.
Sementara itu kualitas rancangan terutama bergantung pada kemampuan
rancangan itu memberi petunjuk dan pegangan dalam pelaksanaan tiap langkah
dalam penelitian. Semakin jelas langkah-langkah itu, semakin baik rancangan
tersebut. Jadi, rancangan yang baik hendaknya menjadi pegangan yang terpercaya
dalam tiap langkah penelitian sampai hal-hal yang spesifik dan terinci.

5. Tahap Pengolahan Data


1. Pemeriksaan/validasi data lapangan dan editing
Data yang diperoleh dari kegiaan pengumpulan data, perlu diperiksa dan dijaga
konsistensi antara data yang satu dengan data yang lainnya dalam sebuah
kuesioner. Kegiatan memeriksa dan menjaga konsistensi disebut sebagai kegiatan
editing yang memeriksa apakah data tersebut layak atau valid untuk dilanjutkan
kemudian.
Validasi harus dilakukan dengan memperhatikan dengan seksama secara ajeg,
misalnya permasalahan perbedaan intepretasi dari pertanyaan dan jawaban
responden: Misalnya Seorang wanita ditanyakan berapa jumlah anak Ibu? dan
kemudian jawabannya adalah tiga orang, ternyata bahwa anak yang dilahirkan
adalah dua orang dan satu orang adalah anak bawaan suami. Dengan
memperhatikan maksud dari pertanyaan maka peneliti sebaiknya menyusun
pertanyaan berapa jumlah anak yang ibu lahirkan? Contoh lain adalah, kepada
seorang wanita ditanyakan berapa usianya dan ia menjawab 30 tahun, kemudian
ketika ditanya berapa usia anak pertama wanita tersebut, ia menjawab 19 tahun,
maka perlu divalidasi mungkinkah wanita tersebut melahirkan pada usia 11 tahun?

2. Pemberian kode (coding)


Tahap pemberian kode atau disebut dengan coding, adalah tahap selanjutnya
setelah validasi dan editing dilaksanakan. Dari setiap jawaban (variabel) yang
terdapat dalam daftar pertanyaan (kuesioner, pedoman wawancara, lembar
observasi dan sebagainya) perlu dikategorisasikan terlebih dahulu dengan
melakukan pemberian kode dengan simbol angka. Untuk jawaban tidak tahu, atau
tidak memberi jawaban perlu diberikan simbol-simbol angka yang khusus. Dengan
angka-angka tersebut maka data lebih mudah diolah, dihitung dan dianalisis.
Berdasarkan data lapangan peneliti menyusun pedoman pengkodean (book code).
Pedoman ini memuat semua variabel yang dianalisis untuk menjawab pertanyaan
penelitian. Hal ini memudahkan peneliti atau petugas lain untuk memberikan kode
sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam book code tersebut. Misalnya untuk
jawaban tidak tahu diberikan angka 8, 88, atau 888; untuk jawaban yang
dilewati tidak berlaku/ pertanyaanyang dilewati bagi responden tersebut, maka
diberikan kode 9, 99, atau 999. Dan untuk pertanyaan yang tidak ada
jawabannya diberikan angka o. Pemberian kode dilakukan dapat langsung pada
kuesioner di sisi kanan dan atau dengan lembar kode (code sheet).
3. Pemasukan data (data entry)
Berdasarkan kuesioner yang sudah diedit dan divalidasi, atau dengan lembar kode
(code sheet), langkah berikutnya adalah pemasukan data. Pemasukan data dapat
dilakukan secara manual, atau secara komputerisasi karena jumlah variabel dan
respondennya yang banyak.
4. Pengolahan
Dengan berkembangnya teknologi pengolahan data dapat dilakukan dengan
menggunakan program SPSS atau SAS.
-

Analisis data

Dengan melihat sifat data yang diolah, maka analisis dapat dilakukan dengan dua
pendekatan yakni: pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif.

1. Pendekatan Kuantitatif

Pendekatan kuantitatif pada dasarnya berarti penyorotan terhadap masalah serta usaha
pemecahannya yang dilakukan dengan upaya yang banyak didasarkan pada pengukuran.
Dalam hal ini, obyek penelitian dipecah ke dalam unsur-unsur tertentu yang dapat dikuantifikasi
sedemikian rupa. Kemudian ditarik suatu generalisasi yang seluas mungkin ruang lingkupnya.
Penelitian kuantitatif menggunakan alat-alat matematika dan statistika yang rumit sehingga
terkesan canggih.
2. Pendekatan Kualitatif
Pendekatan kualitatif merupakan tata cara penelitian yang menghasilkan data deskriptif analitis,
yaitu apa yang dinyatakan oleh sasaran penelitian yang bersangkutan secara tertulis atau lisan,
dan perilaku nyata. Yang diteliti dan dipelajari adalah obyek penelitian yang utuh.
6.Menyusun laporan penelitian
1.

Judul tulisan

2.

Abstrak

3.

Pendahuluan

4.

Bahan dan metode penelitian

5.

Hasil

6.

Pembahasan

7.

Simpulan dan saran

8.

Daftar pustaka

Namun secara lebih lengkap, laporan penelitian terdiri dari 3 bagian pokok, yaitu:
1.

Bagian pembuka.

2.

Bagian inti.

3.

Bagian penutup.

1.

BAGIAN PEMBUKA

Menurut arifin (1987), bagian pembuka sebuah laporan penelitian lebih lengkap
harus mengandung komponen-komponen berikut ini:
a.
b.

Judul
Halaman judul

c.

Halaman pengesahan

d.

Halaman penerimaan

e.

Kata pengantar

f.

Abstrak

g.

Daftar isi

h.

Daftar tabel

i.

Daftar grafik, bagan, atau skema.

j.

Daftar singkatan dan lambing.

2.

BAGIAN INTI

a.
Pendahuluan
b. Kajian Pustaka dan Kerangka Teori
c.
Metodologi Penelitian
d.

Hasil dan Pembahasan


Simpulan dan Saran

3.
BAGIAN PENUTUP
a) Daftar pustaka
Daftar pustaka merupakan komponen wajib yang harus dicantumkan oleh
penulis, sedangkan lampiran dan daftar indeks hanya di tulis jika diperlukan.
Pada umumnya, hal-hal yang harus dicantumkan dalam daftar pustaka adalah:
1.
Nama penulis
2.
Tahun terbit
3.
Judul pustaka
4.
Tempat terbit
5.
Nama penerbit
b)
Lampiranc
c) Daftar indeks atau glosarium.