Anda di halaman 1dari 11

PENGUNGKAPAN PIHAK-PIHAK BERELASI

untuk memenuhi tugas ketiga


mata kuliah Seminar Akuntansi

Oleh:
Kelompok 2
1.
2.
3.
4.
5.

Intan Permata D.
Rizki Sekarsari S.P.
Labitsta Untsa A.
Surya Sukmawan S.
Elok Dwi S.

110810301116
120810301120
140810301242
140810301245
140810301248

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS JEMBER
2015

KATA PENGANTAR
Puji syukur yang dalam kami ucapkan kehadirat Allah SWT.,karena berkat
rahmat-Nya makalah ini dapat kami selesaikan sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan. Dalam makalah ini, kami membahas mengenai Pengungkapan Pihak-Pihak
Berelasi. Makalah ini dibuat sebagai bahan perkuliahan Seminar Akuntansi pertemuan
ketiga.
Dalam proses penyusunan makalah ini, tentunya penulis mendapatkan
bimbingan, arahan, koreksi, dan saran. Untuk itu rasa terima kasih yang dalam kami
ucapkan kepada Dr. Muhammad Miqdad, SE,MM,CA,Ak.. selaku Dosen Pengampu
Mata Kuliah Seminar Akuntansi. Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada temanteman dan penulis literatur sumber yang telah kami gunakan untuk membantu
kesempurnaan penulisan makalah ini.
Kami berharap, semoga informasi yang ada dalam makalah ini dapat berguna
bagi kami khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya. Dalam penulisan makalah
ini, kami telah berusaha dengan segenap kemampuan. Tetapi kami menyadari bahwa
masih banyak kekurangan dalam penulisan makalah ini karena keterbatasan
pengetahuan kami, kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk
kesempurnaan makalah ini.
Demikian makalah ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Amin

Jember, 27 September 2015

Penulis

PEMBAHASAN

2.1 Pengungkapan Pihak-Pihak yang Berelasi


Tujuan dari pernyataan dalam PSAK 7 adalah untuk memastikan
bahwa laporan keuangan entitas berisi pengungkapan yang diperlukan untuk
dijadikan perhatian terhadap kemungkinan bahwa posisi keuangan dan laba
rugi telah dipengaruhi oleh keberadaan pihak-pihak berelasi dan oleh
transaksi dan saldo, termasuk komitmen, dengan pihak-pihak tersebut.
2.1.1 Ruang lingkup PSAK 7
Pernyataan ini diterapkan dalam:
1. Mengidentifikasi hubungan dan transaksi dengan pihak-pihak
berelasi.
2. Mengidentifikasi saldo, termasuk komitmen antara entitas dengan
pihak-pihak berelasi.
3. Mengidentifikasi keadaan pengungkapan hubungan dan transaksi
serta saldo.
4. Menentukan pengungkapan dari transaksi.
Pernyataan ini mensyaratkan pengungkapan hubungan,
transaksi dan saldo pihak berelasi, termasuk komitmen, dalam laporan
keuangan konsolidasian dan laporan keuangan tersendiri entitas induk
atau investor dengan pengendalian bersama, atau pengaruh signifikan
atas investee saling disajikan sesuai dengan PSAK 65: laporan
keuangan konsolidasian atau PSAK 4: laporan keuangan tersendiri
Transaksi dan saldo pihak berelasi dengan entitas lain dalam
satu kelompok usaha entitas diungkapkan dalam laporan keuangan
entitas. Transaksi dan saldo pihak berelasi dalam kelompok usaha
dieliminasi, kecuali untuk transaksi saldo antara entitas investasi
dengan entitas anak yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi,
dalam menyusun laporan keuangan konsolidasian kelompok usaha
tersebut.

2.1.2 Definisi Pihak Berelasi


Pihak-pihak Berelasi adalah orang atau entitas yang terkait
dengan entitas tertentu dalam menyiapkan terkait dengan entitas tertentu
dalam menyiapkan laporan keuangannya.
a. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai Orang atau
anggota keluarga terdekat mempunyai relasi jika:

memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas


entitas pelapor; entitas pelapor;
memiliki pengaruh signifikan terhadap entitas pelapor;
atau
personal manajemen kunci entitas pelapor atau entitas
induk entitas pelapor

Suatu entitas terkait dengan entitas pelapor jika (salah satu):


a. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok
usaha yang sama.
b. Suatu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama
bagi entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama
yang merupakan anggota suatu kelompok usaha dimana
entitas lain tersebut adalah anggotanya suatu kelompok
usaha, dimana entitas lain tersebut adalah anggotanya.
c. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak
ketiga yang sama
d. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan
entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
e. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja
untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau
entitas yang terkait dengan entitas pelapor.
f. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh
orang yang diidentifikasi dalam butir (a).
g. Orang yang diidentifikasi dalam butir (a) (i) memiliki
pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan personel
manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Anggota keluarga dekat dari individu adalah anggota keluarga
yang mungkin mempengaruhi, atau dipengaruhi oleh, orang dalam
hubungan mereka dengan entitas. Mereka dapat termasuk:
a. pasangan hidup dan anak dari individu.
b. Anak dari pasangan hidup individu.
c. Tanggungan dari individu atau pasangan hidup individu.
Anggota manajemen kunci adalah orang-orang yang mempunyai
kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan memimpin
kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan
mengendalikan aktivitas entitas, secara langsung atau tidak langsung,
termasuk direktur dan komisaris (baik eksekutif maupun tidak) dari
entitas tidak) dari entitas.
Entitas pemerintah yang merupakan pihak-pihak berelasi adalah
entitas yang dikendalikan, dikendalikan bersama, atau dipengaruhi secara
signifikan oleh pemerintah. signifikan oleh pemerintah.

Imbalan kerja adalah seluruh bentuk imbalan yang dibayar,


terutang atau diberikan oleh entitas, atau untuk kepentingan entitas, atas
imbalan jasa yang diberikan kepada entitas. Kompensasi meliputi:
imbalan kerja jangka pendek, pasca kerja jangka panjang, pesangon,
pembayaran berbasis saham.
Kompensasi termasuk seluruh imbalan kerja (sebagaimana
didefinisikan dalam PSAK 24 (revisi 2004): Imbalan Kerja) termasuk
imbalan kerja yang berlaku pada PSAK 53: Akuntansi Pembayaran
Berbasis Saham.
Pemerintah merujuk kepada pemerintahan pemerintahan, instansi
instansi pemerintah pemerintah dan badan yang serupa baik lokal,
nasional maupun internasional.

2.2

Pihak-pihak dalam Hubungan Istimewa


Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa yang
digambarkan sebagai berikut:
a. Perusahaan yang melalui satu atau lebih perantara (intermediaries),
mengendalikan, atau dikendalikan oleh, atau berada di bawah
pengendalian bersama, dengan perusahaan pelapor (termasuk holding
companies, subsidiaries dan fellow subsidiaries)
b. Perusahaan asosiasi (associated company).
c. Perorangan yang memiliki, baik secara langsung maupun tidak langsung,
suatu kepentingan hak suara di perusahaan pelapor yang berpengaruh
secara signifikan, dan anggota keluarga dekat dari perorangan tersebut
(yang dimaksudkan dengan anggota keluarga dekat adalah mereka yang
dapat diharapkan mempengaruhi atau dipengaruhi perorangan tersebut
dalam transaksinya dengan perusahaan pelapor).
d. Karyawan kunci, yaitu orang-orang yang mempunyai wewenang dan
tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin dan mengendalikan
kegiatan perusahaan pelapor yang meliputi anggota dewan komisaris,
direksi dan manajer dari perusahaan serta anggota keluarga dekat orangorang tersebut
e. Perusahaan di mana suatu kepentingan substansial dalam hak suara
dimiliki baik secara langsung maupun tidak langsung oleh setiap orang
yang diuraikan dalam (c) atau (d), atau setiap orang tersebut mempunyai
pengaruh signifikan atas perusahaan tersebut. Ini mencakup perusahaanperusahaan yang dimiliki anggota dewan komisaris, direksi atau pemegang
saham utama dari perusahaan pelapor dan perusahaan-perusahaan yang
mempunyai anggota manajemen kunci yang sama dengan perusahaan
pelapor.
Pihak-pihak berikut tidak dianggap sebagai pihak-pihak yang
mempunyai hubungan istimewa:

a. Penyandang dana, serikat dagang, perusahaan pelayanan umum


(public utilities), departemen dan instansi pemerintah. Dalam
pelaksanaan urusan normal dengan perusahaan pelapor (meskipun
pihak-pihak tersebut dapat membatasi kebebasan suatu perusahaan
atau ikut serta dalam proses pengambilan keputusan).
b. Satu-satunya pelanggan, pemasok, pemegang hak franchise,
distributor atau perwakilan/agen umum dengan siapa suatu
perusahaan mengadakan transaksi usaha dengan volume yang
signifikan, semata-mata karena ketergantungan ekonomis yang
diakibatkan oleh keadaan.
2.3

Tujuan pengungkapan pihak-pihak berelasi


Hubungan dengan pihak-pihak berelasi merupakan suatu karakteristik
normal dari perdagangan dan bisnis. Sebagai contoh, entitas sering
melaksanakan bagian kegiatannya melalui entitas anak, ventura bersama,
dan entitas asosiasi. Dalam keadaan ini, entitas memiliki kemampuan untuk
mempengaruhi kebijakan keuangan dan operasi investee melalui keberadaan
pengendalian, pengendalian bersama, atau pengaruh signifikan.
Suatu hubungan dengan pihak yang berelasi dapat berpengaruh
terhadap laba rugi dan posisi keuangan entitas. Pihak-pihak berelasi dapat
menyepakati transaksi dimana pihak-pihak yang tidak berelasi tidak dapat
melakukannya. Sebagai contoh, entitas yang menjual barang kepada entitas
induknya pada harga perolehan, mungkin tidak menjual dengan persyaratan
tersebut kepada pelanggan lainnya. Juga transaksi antara pihak-pihak
berelasi mungkin tidak dilakukan dalam jumlah yang sama, seperti pihakpihak yang tidak berelasi.
Laba rugi dan posisi keuangan entitas dapat dipengaruhi oleh pihakpihak berelasi bahkan jika transaksi dengan pihak berelasi tidak terjadi
sekalipun. Hanya dengan keberadaan relasi itu saja, mungkin sudah cukup
untuk mempengaruhi transaksi entitas dengan pihak lain. Sebagai contoh,
entitas anak dapat mengakhiri hubungan dengan mitra dagangnya, pada saat
terjadinya akuisisi oleh entitas induk terhadap sesama entitas anak yang
terlibat dalam kegiatan yang sama seperti mitra dagang sebelumnya.
Sebagai alternatif, satu pihak dapat menahan diri untuk bertindak, karena
pengaruh signifikan dari yang lain. Sebagai contoh, entitas anak dapat
diminta oleh entitas induk untuk tidak terlibat dalam kegiatan penelitian dan
pengembangan.
Karena alasan tersebut, pengetahuan mengenai transaksi, saldo,
termasuk komitmen, dan hubungan entitas dengan pihak-pihak berelasi
dapat mempengaruhi penilaian atas operasi entitas oleh pengguna laporan
keuangan, termasuk penilaian resiko dan kesempatan yang dihadapi oleh
entitas.

2.4

Pengungkapan

Hubungan antara entitas induk dan entitas anak harus


diungkapkan terlepas dari apakah telah terjadi transaksi diungkapkan
terlepas dari apakah telah terjadi transaksi antara mereka. Jika entitas induk
maupun pihak pengendali paling akhir tidak melaporkan laporan keuangan
konsolidasian yang tersedia untuk keperluan umum, nama entitas induk
berikutnya (next most senior parent) yang paling (next most senior parent)
yang paling pertama pertama menghasilkan laporan keuangan diungkapkan.
Entitas mengungkapkan kompensasi anggota manajemen kunci
secara total dan untuk masing manajemen kunci secara total dan untuk
masing-masing kategori berikut:
a.
b.
c.
d.
e.

Imbalan kerja jangka pendek


Imbalan pasca kerja
Imbalan kerja jangka panjang lainnya
Pesangon
Pembayaran berbasis saham
Jika entitas memiliki transaksi dengan pihak-pihak berelasi dalam satu
periode maka entitas mengungkapkan:
a. Sifat dari hubungan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan
istimewa
b. informasi mengenai transaksi dan saldo, termasuk komitmen, yang
diperlukan untuk memahami potensi dampak hubungan tersebut
dalam laporan keuangan.
c. Pengungkapan yang disyaratkan dilakukan secara terpisah untuk
masing-masing kategori berikut:
1. Entitas induk
2. Entitas dengan pengendalian bersama atau pengaruh signifikan
terhadap entitas
3. Entitas anak
4. Etitas asosiasi
5. Ventura bersama dimana entitas merupakan venturer bersama
6. Personil manajemen kunci dari entitas atau entitas induknya
7. Pihak-pihak berelasi lainnya
Berikut ini adalah contoh situasi transaksi antara pihak yang
mempunyai hubungan istimewa mungkin memerlukan pengungkapan oleh
suatu perusahaan pelapor:
a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Pembelian atau penjualan barang


pembelian atau penjualan properti dan aktiva lain
pemberian atau penerimaan jasa
sewa
pengalihan riset dan pengembangan
pengalihan dibawah perjanjian lisensi
pengalihan di bawah perjanjian pembiayaan (teramasuk pinjaman
dan kontribusi ekuitas dalam bentuk tunai atau natura)

h. provisi atas jaminan atau agunan


i. komitmen untuk berbuat sesuatu jika peristiwa khusus terjadi atau
tidak terjadi di masa depan, termasuk kontrak eksekutori (diakui
atau tidak diakui)
j. penyelesaian liabilitas atas nama entitas atau pihak berelasi
Agar pembaca laporan keuangan dapat mendapatkan gambaran
tentang pengaruh hubungan istimewa, perusahaan pelapor wajib
mengungkapkan adanya hubungan istimewa bila terdapat pengendalian
(control), sehubungan dengan transaksi antara pihak yang mempunyai
hubungan istimewa
Entitas pelapor dikecualikan dari persyaratan pengungkapan dalam
paragraf 18 atas transaksi dengan pengungkapan dalam paragraf 18 atas
transaksi dengan pihak-pihak yang berelasi dan saldo, termasuk komitmen
dengan:
a. Pemerintah yang memiliki pengendalian, pengendalian bersama atau
pengaruh signifikan atas entitas pelapor; dan
b. Entitas lain yang memiliki hubungan istimewa karena sama-sama
dikendaliakan oleh pemerintah, pengendalian bersama atau pengaruh
signifikan atas entitas pelapor dan entitas lain.
c. Jika entitas pelapor menerapkan pengecualian dalam paragraf 25 maka
entitas mengungkapkan mengenai paragraf 25, maka entitas
mengungkapkan mengenai transaksi-transaksi dan saldo terkait yang
dirujuk paragraf 25, yaitu:
a. Nama departemen atau instansi pemerintah dan sifat hubungannya
dengan entitas pelapor (misalnya; pengendalian, pengendalian
bersama atau pengaruh signifikan);
b. Informasi berikut dengan rincian yang cukup yang memungkinkan
pengguna laporan keuangan memahami dampak transaksi dengan
pihak-pihak yang memiliki hubungan istimewa dalam laporan
keuangan: dalam laporan keuangan:
(i) Sifat dan jumlah setiap transaksi yang secara individual
signifikan; dan
(ii) Untuk transaksi lain yang secara kolektif (bukan individual)
signifikan, yang diindikasikan kualititif atau kuantitatif. Jenis
transaksi tersebut termasuk yang dijelaskan dalam paragraf 21.

2.5 Contoh Riil Pihak-Pihak yang Berelasi


Sebelum tahun 2003, PT. Indosat Tbk yang saat itu masih bernama
PT. Indonesian Satellite Corporation Tbk bersama dengan PT. Telkom Tbk
adalah dua perusahaan plat merah yang menjalankan lini bisnis yang sejenis

yaitu bidang telekomunikasi. Berdasarkan kebijakan pemerintah waktu itu


(Presiden Megawati Sukarnoputri) PT. Indosat Tbk pada akhir tahun 2002
diprivatisasi. Perusahaan ini dijual ke Temasek Holdings yang berbasis di
Singapura.
Pada tahun 2001 sebelum Telkom dan Indosat terpisah pengendalian,
kedua perusahaan melakukan transaksi kepemilikan silang saham di beberapa
perusahaan afiliasi. Rinciannya adalah:
a. Menjual 35% investasi perusahaan di PT Telekomunikasi Selular
b. Mengakuisisi 22,5% investasi Telkom di Satelindo
c. Mengakuisisi 37,21% investasi Telkom di Lintasarta
Pada saat transaksi, Indosat dan Telkom adalah entitas sepengendali
oleh Pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas kedua perusahaan.
Transaksi dengan Telkom ini dicatat dengan metode penyatuan kepemilikan

PENUTUP
1.1 Kesimpulan
Pihak-pihak Berelasi adalah orang atau suatu perusahaan yang terkait
dengan perusahaann tertentu dalam menyiapkan segala informasi tentang laporan
keuangannya.
1. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi jika:
a. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor
entitas pelapor,
b. memiliki pengaruh signifikan terhadap entitas pelapor, atau
c. personal manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.
2. Suatu entitas terkait dengan entitas pelapor jika (salah satu)
a. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama
b. Suatu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama bagi entitas lain
(atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu
kelompok usaha dimana entitas lain tersebut adalah anggotanyasuatu
kelompok usaha, dimana entitas lain tersebut adalah anggotanya.
c. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama
d. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain
adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
e. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan
kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas
pelapor
f. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang
diidentifikasi dalam butir (a)
g. Orang yang diidentifikasi dalam butir (a) (i) memiliki pengaruh signifikan
terhadap entitas atau anggota menejemen kunci entitas (atau entitas induk
dari entitas).
.

DAFTAR PUSTAKA

Dewan Standar Akuntansi Keuangan, 2014. Pernyataan Standar Akuntansi


Keuangan, Pengungkapan Pihak-Pihak yang Berelasi. Ikatan Akuntan
Indonesia: Jakarta.
Martani, Dwi. 2014.PSAK 7 Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi IAS 24
Related Party Disclosure. Departemen Akuntansi FEUI: Jakarta.