Anda di halaman 1dari 7

Analisa Visual Semiotika Iklan TVC

Ramayana Versi Mudik


#KERENHAKSEGALABANGSA

Scene 1 : Tampak kaki sedang melangkah menggunakan sepatu keren diantara


genagan air, Semiotika : Melangkah dalam artian, menuju ke suatu tempat,
walaupun ada rintangan hujan (sepatu yang tahan segala cuaca ) ini terjadi
ketika konsumen sedang belanja untuk kebutuhan ramadhan atau saat
berangkat mudik.

Scene 2 : Tampak dua orang wanita sedang memakai sebuah fashion hijab
dengan ekspresif seakan - akan seperti model sungguhan, Semiotika :
Menggunakan atribut hijab menandakan bahwa di Ramayana Store itu menjual
fashion hijab.

Scene 3 : Tampak orang - orang sedang berpose dengan background warung


atau kios sederhana, Semiotika : ini adalah gambaran dari SES masyarakat
golongan menegah kebawah ( B-C ) juga berhak untuk bergaya dengan baju baru
yang murah tapi keren untuk perlengkapan mudik saat lebaran.

Scene 4 : Tampak seorang pria sedang berpose keren seakan akan dirinya
terlihat keren dengan pakaianya, dilengkapi aksesoris kupluk juga kacamata,
Semiotika : dari perlengkapan fashion dan aksesoris ini merupakan gambaran
dari apa saja yang dijual di Ramayana Store yaitu menyediakan fashion cassual
yang keren.

Scene 5 : Tampak satu keluarga sedang berpose dengan pakaian couple, dengan
pose yang lucu, Semiotika : Ramayana Store merupakan tempat untuk belanja

kebutuhan fashion keluarga yang lengkap dengan harga yang terjangkau namun
bisa terlihat keren.

Scene 6 : Tampak seorang pria dengan mimik wajah lucu dan menggemaskan,
sedang memperlihatkan aksesoris gitar nya dengan background warung
sederhana, Semiotika ini adalah seorang pengamen dengan tampilan keren nya
ia terlihat percaya diri, ini merupakan sebuah pesan bahwa pengamen pun bisa
beli pakaian di Ramayana karena harganya terjangkau (SES B-C).

Scene 7 : Seorang pria sedang berpose dengan pakaian keren diantara


kerumunan masyarakat, dan melirik ke suatu objek dengan sinis nya sambil
memegang dagu, Semiotika : saat di pusat perbelanjaan atau pusat keramaian
masyarakat tidak asing lagi dengan kehadiran orang - orang yang mencurigakan
(misterius), bisa juga seorang pedagang yang sedang mencari pelanggan atau
apa yang audiens pikirkan ?.

Scene 8 : Tampak papan atau plang jurusan juga sekumpulan masyarakat


dengan membawa properti mudiknya dengan tampilan juga berpose keren tapi
lucu, dengan background terminal juga warung-warung sederhana yang berjejer,
Semiotika : ini merupakan kumpulan masyarakat yang sedang menunggu
transportasi umum untuk pergi mudik namun mereka ingin tetap terlihat keren
saat sampai di tempat tujuan.

Scene 9 : Tampak sebuah Bus datang dan masyarakat berbondong bondong


membawa barang-barang atau properti mudik nya menuju ke sebuah
transportasi bus, Semiotika : visual berkata dan audiens mulai sadar bahwa ini
adalah suasana saat mudik menjelang yaitu mudik menggunakan trasportasi bus
yang murah meriah.

Scene 10 : dan terlihat seorang yang menncurigakan itu ternyata hanyalah


seorang pedagang asongan, namun audies bisa tertipu dengan tampilanya yang
keren, Semiotika : Visual berkata bahwa pedagang asongan pun berhak untuk
berpakaian rapih dan keren karena keren hak segala bangsa.

Scene 11 : Ramayana menapilkan headline nya yaitu hashtag


#kerenhaksegalabangsa Semiotika : menjelaskan kepada audiens bahwa kita
berhak untuk keren walaupun dari latar belakang yang berbeda beda namun
satu tujuan yaitu tampil keren. Semiotika : transportasi bus adalah transportasi
publik yang murah meriah, bisa digunakan oleh semua kalangan, sebuah majas
analogi.

Scene 12 - 15 : brand ambassador nya adalah Prilly, tampak sedang


memperlihatkan asesoris, pakaian dan tas nya, juga sepatu,Ramayana menjual
fashion keren untuk remaja ( wanita ) Semiotika : visual berkata bahwa
Ramayana menjual pakaian juga aksesories yang cocok untuk remaja, , di
ramayana pun menjual aksesoris satu paket juga, ini merupakan produk dan

brand nya prily, yang melakukan brand colaboration dengan Ramayana Strore
menjual dengan harga terjangkau, Semiotika : Brand yang mewah pun tenyata
harganya terjangkau.

Scene 16 - 19 : ini merupakan produk dan brand nya Aliando, yang melakukan
brand colaboration dengan Ramayana Strore menjual dengan harga terjangkau,
ini merupakan katalog harga yang dijual di Ramayana, sepatu remaja pria dan
wanita dengan harga terjangkau, Semiotika : Visual berkata bahwa semua
gender bisa belanja di Ramayana, aliando adalah sosok yang disukai oleh
kalangan remaja, ini untuk menarik perhatian remaja ( wanita ) untuk belanja di
Ramayana Store, begitu juga prilly yang digemari oleh remaja ( Pria ) yang
berarti (Unisex) dengan menggunakan brand ambassador artis, ini sangat bagus
untuk mendongkrak popularitas brand.

Scene 20-24 : ini merupakan produk dan brand nya Rafi Ahmad, yang melakukan
brand colaboration dengan Ramayana Strore, Semiotika : Rafi dan Syanaz
merupakan adik kakak, Semiotika : visual berkata dan mengajak jika kalian adik
dan kakak yang gemar fashion, tidak salahnya mencoba belanja di Ramayana,
juga Rafi dan Syanaz merupakan artis papan atas, ini menjadi sebuah daya tarik
untuk mengajak audiens agar tertarik dengan brand collaboration nya.

Scene 25 -26 : ini merupakan produk dan brand nya Zaskia, yang melakukan
brand colaboration dengan Ramayana Strore, zaskia merupakan sosok atau
aktris yang konsisten dengan fashion hijabnya dan menjadi trend dikalangan
wanita muslimah, Semiotika : di bulan suci ramadhan menjelang lebaran,
pakaian hijab pasti banyak diburu oleh masyarakat karena untuk kebutuhan
lebaran atau idul fitri menjelang, ini merupakan daya tarik untuk mengajak
audiens.

Scene 27 : Penutup, Diakhiri dengan logo Ramayana, bahwa pesan ini


dipersembahkan oleh Ramayana Store, agar menimbulkan sugesti audiens
terhadap citra dari brand Ramayana, yaitu tempat menjual fashion keren tapi
murah.

Scene 27 : Kejutan lucu di akhir penutup, yang menggambarkan dan


mengingatkan kepada audiens tentang suasana pasca mudik di dalam bus,
menggunakan pendekatan majas humor, karena majas humor mudah di cerna
dan cepat untuk tersugesti.