Anda di halaman 1dari 9

MEKANISME PENULARAN PENYAKIT

A. Penyakit Yang Diakibatkan Oleh Agen Biotik


1. Kelompok Arthropoda
a. Penyakit PES
PES atau yang juga dikenal dengan Pesteurellosis, merupakan penyakit pada
tikusdan hewan pengerat lainnya yang disebabkan oleh bakteri dan dapat
ditularkan pada manusia. Kutu tikus adalah yang paling sering menjadi perantara
dalam penularan penyakit ini. Pada manusia, PES dapat dibedakan menjadi PES
Kelenjar Getah Bening, PES Infeksi Luas, Dan PES Pneumonik atau PES Paruparu.
Masa inkubasi dari penyakit Pes adalah 2-6 hari, sedang masa inkubasi
untuk tipe paru adalah 2-4 hari.
Cara Penularan
o Terkena gigitan kutu tikus yang sebelumnya telah menghisap darah
tikus dengan penyakit PES.
o Melalui titik-titik air liur di udara dari penderita PES Paru-paru.
o Kontak langsung dengan menyentuh luka atau nanah penderita PES.
o Kontak tidak langsung dengan menyentuh permukaan tanah yang
berbakteri.
o Makanan dan minuman yang tidak bersih dan tercemar bakteri.
Cara Pencegahan
o Membersihkan lingkungan agar tidak terdapat tikus di sekitar rumah.
o Hindari kontak langsung dengan penderita PES, atau penggunaan
masker dan sarung tangan jika ingin melakukan kontak langsung.
o Menjaga asupan makanan yang bebas dari bakteri.
b. Leishmaniasis
Penyakit ini disebabkan oleh protozoa Leishmania yang dapat mengganggu
organ bagian dalam juga mengakibatkan luka pada kulit. Penyakit ini ditularkan
melalui gigitan lalat pasir. Jika Leishmaniasis mengganggu organ dalam,
akibatnya bisa sangat fatal. Biasanya organ yang terkena adalah limpa, hati, dan
sumsum tulang. Sedangkat pada kulit, luka kecil yang disebabkan
Leishmaniasis, dapat semakin besar dan menjadi luka terbuka.
Masa inkubasi pada orang sekitar 10-12 bulan, biasanya 2-4 bulan, penyakit
berjalan lambat disertai anemia, protrusi abdomen, dan pembesaran limfa
dan hati.
Cara Penularan Melalui gigitan lalat pasir
Cara Pencegahan
o Menghindari gigitan lalat pasir
o Berhati-hati
terhadap
hubungan
seksual
dengan
penderita
Leishmaniasis

2. Kelompok Cacing
Infeksi cacing tambang adalah penyakit infeksi yang disebabkan Ancylostoma
duodenale danNecator americanus. Penyakit ini umum terjadi di daerah tropis dan
1

subtropis. Gejala klinis tergantung pada jumlah cacing yang menyerang usus,
diperlukan paling sedikit 500 cacing untuk menimbulkan gejala klinis dan anemia
pada dewasa. Bila jumlah cacing sedikit maka gejala klinis tidak tampak sehingga
disebut infeksi asimtomatik atau infeksi tanpa gejala klinis.
Gejala klinis awal berbanding lurus dengan jumlah cacing yang menginfeksi.
Gejala klinis yang dapat terjadi adalah :
Rasa gatal di kaki (ground itch) atau gatal di kulit tempat masuknya cacing.
Larva cacing di paru-paru dapat menimbulkan gejala batuk, dahak disertai
darah, kadang-kadang pada infeksi berat dijumpai gejala seperti radang paruparu, yaitu disertai demam dan badan lemas;
Cacing menjadi dewasa pada usus halus sehingga menimbulkan gejala rasa
tidak enak di perut, kembung, sering buang angin, mual, muntah, dan diare.
Gejala pada usus halus ini terjadi 2 minggu setelah cacing masuk melalui kulit;
Anemia akan terjadi 10-20 minggu setelah infestasi cacing. Gejala anemia
antara lain lemah badan, pusing, atau terasa berdebar-debar, kuku tampak pucat
dan permukaan kuku aga melekuk ke dalam, dan sesak napas.
Dengan perawatan umum dan pengobatan tetap penyakit ini umumnya dapat
disembuhkan. Kematian bisa terjadi pada kasus di mana jumlah cacing sangat
banyak sehingga terjadi anemia berat dengan segala komplikasinya.
Untuk dapat mengatasi infeksi cacing secara tuntas, maka upaya pencegahan
dan terapi merupakan usaha untuk memutus siklus penyebaran infeksinya.
Pemberian obat anti cacing secara berkala setiap 6 bulan dapat pula dikerjakan.
Menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta sumber bahan pangan adalah
merupakan sebagian dari usaha pencegahan untuk menghindari dari infeksi cacing.
Memasyarakatkan cara-cara hidup sehat, terutama pada anak-anak usia sekolah
dasar.
3. Kelompok Protozoa (Plasmodium)
a. Malaria
Malaria adalah penyakit menular akibat infeksi parasit plasmodium yang
ditularkan melalui gigitan nyamuk malaria yang bernama Anopheles. Nyamuk
Anopheles penyebab penyakit malaria ini banyak terdapat pada daerah dengan
iklim sedang khususnya di benua Afrika dan India. Termasuk juga di Indonesia.
Parasit yang menyebabkan malaria disebut plasmodium. Ada 170 jenis
plasmodium, tapi hanya empat yang menyebabkan malaria pada manusia :
P. falciparum, merupakan jenis yang banyak terdapat di Afrika dan
menyebabkan gejala yang parah.
P. vivax, merupakan jenis yang banyak terdapat di daerah tropis Asia.
P. malariae, banyak terdapat di Afrika dan dapat berdiam di aliran darah tanpa
menimbulkan gejala apapun untuk beberapa tahun.

P. ovale, banyak terdapat di Afrika bagian barat.

Masa Inkubasi malaria tergantung dari jenis parasitnya


P. falcifarum : 12-17 hari
P. vivax : 9-14 hari
P. malariae : 18-40 hari
P. ovale : 16-18 hari

Tidak ada vaksin yang efektif untuk melawan malaria. Pada negara-negara
endemik cara pencegahannya adalah dengan menjauhkan nyamuk dari manusia
dengan memakai obat nyamuk atau jaring nyamuk.
Cara pencegahan biasanya pemerintah melakukan fogging (pengasapan) di
tempat-tempat endemik malaria. Namun kita juga bisa melakukan pencegahan
seperti berikut:
Menghindari gigitan nyamuk dengan memakai baju tertutup
Menggunakan krim anti nyamuk
Memasang kelambu anti nyamuk
Jika Anda akan bepergian ke tempat di mana banyak nyamuk malaria
mengancam, konsultasikan dulu dengan dokter
Jangan keluar rumah setelah senja
Menyemprotkan obat nyamuk di kamar tidur dan isi rumah.
4. Fungus/ Jamur
a. Panu
Panu menjadikan kulit kita memiliki bercak-bercak putih yang kadang terasa
gatal.
Masa inkubasi penyakit panu adalah 16-18 hari.
Penularan
Bisa karena jamur di handuk lembab ataupun tidak menjaga kebersihan
tubuh. Atau karena tertular dari penderita panu lain.
Cara Pencegahan
o Menjaga kebersihan tubuh. Cara termudah adalah dengan mandi setiap
hari.
o Menghindari pemakaian handuk secara bergantian.
o Menjemur handuk setelah dipakai
o Mencuci handuk minimal satu minggu sekali.
5. Bakteri
a. Pneumonia
Pneumonia atau yang dikenal dengan nama penyakit radang paru-paru
ditandai dengan gejala yang mirip dengan penderita selesma atau radang
tenggorokan biasa, antara lain batuk, panas, napas cepat, napas berbunyi
hingga sesak napas, dan badan terasa lemas. Penyakit ini umumnya terjadi
akibat bakteri Streptococus pneumoniae dan Hemopilus influenzae yang
berterbangan di udara terhirup masuk ke dalam tubuh. Bakteri tersebut sering
ditemukan pada saluran pernapasan, baik pada anak-anak maupun orang
dewasa. Selain dapat menimbulkan infeksi pada paru-paru, bakteri berbahaya itu
juga dapat mengakibatkan radang selaput pada otak (meningitis) serta infeksi
pembuluh darah yang amat fatal.
Masa inkubasi berlangsung 2 hari sampai 12 hari.
Kasus pneumonia banyak terjadi di daerah yang sistem sanitasinya buruk.
Untuk itu, menjaga kebersihan di lingkungan sekitar anda menjadi syarat utama
agar terhindar dari penyakit ini, selain membiasakan diri untuk hidup bersih dan
sehat. Biasakan mencuci tangan menggunakan sabun dan segera periksakan diri
ke dokter jika mendapati gejala tersebut di atas.
Bila ditemukan banyak kasus pneumonia di suatu wilayah, sebaiknya segera
lakukan upaya preventif berupa kunjungan pemeriksaan dan penyuluhan dari
rumah ke rumah oleh petugas Puskesmas dan jika perlu melakukan pengobatan.
3

Tutup mulut dan hidung dengan menggunakan masker untuk mencegah


masuknya kuman ketika berada di wilayah endemik pneumonia.
b. Gasoentritis
Bakteri yang biasanya merupakan penyebab dari muntaber adalah bakteri
Escherichia Coli. Selain karena itu, muntaber juga dapat disebabkan oleh
keracunan makanan atau minuman yang mengandung bakteri atau zat kimia.
Kondisi lingkungan, terutama sanitasi air yang tidak bersih merupakan salah
satu faktor besar dalam penyebaran penyakit ini.
Masa inkubasi tergantung dari jenis bakterinya
Vibrio parahaemolyticus : 12-24 jam.
E. coli : 48-72 jam.
Penularan
o Melalui cairan dari mulut (muntah) yang tidak dibersihkan dengan baik
o Melalui sisa kotoran yang menyebar di air yang dgunakan
o Melalui saluran air. Terutama jika sanitasi air di lingkungan sekitar masih
buruk.
o Lingkungan yang tidak bersih atau sedang dalam kondisi seperti banjir
yang tidak memungkinkan memiliki air bersih.
Cara Pencegahan
Menjaga asupan makanan yang dikonsumsi secara cukup dan seimbang;
Penggunaan air bersih untuk kegiatan sehari-hari terutama air minum;
Mencuci tangan secara teratur untuk menghindari bakteri menempel pada
tangan; Terutama sebelum dan setelah makan; Menjaga kebersihan rumah
dan lingkungan sekitar; Membuang tinja pada tempatnya dan membersihkan
dengan baik; Mencuci seluruh bahan makanan sebelum masuk proses
pemasakan; Menjaga kebersihan peralatan makan dan minum.
6. Virus
a. Cacar Air
Cacar air adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus varicella
zosteryang menimbulkan bintik kemerahan di kulit yang menggelembung maupun
tidak, melepuh, dan terasa gatal.
Masa inkubasi virus penyebab cacar ini sekitar 2-3 minggu. Biasanya awal
gejala ditandai dengan naiknya suhu tubuh.
Cacar air dapat menular melalui kontak langsung dengan penderita. Seperti
berjabat tangan, atau bersentuhan langsung dengan gelembung bintik yang
pecah.Cacar air juga dapat menular melalui udara. Misalnya, saat penderita cacar
bernapas, bersin, atau batuk dan terhirup oleh udara ke arah kita, kita dapat
tertular cacar air. Atau melalui barang pribadi penderita, seperti pakaian.
Cara Pencegahan dapat dilakukan dengan vaksinasi cacar air, menjaga
kebersihan diri sendiri, pakaian, dan lingkungan, mengkonsumsi makanan bergizi,
menghindari sumber penularan cacar air
B. Penyakit Yang Diakibatkan Berdasarkan Cara Agent Meninggalkan Reservoir
1. Melalui Konjungtiva (Penyakit Mata)
Konjungtivitis adalah peradangan pada conjunctiva (konjungtiva), selaput lendir
yang menutupi bagian putih mata dan bagian kelopak mata dalam. Sebagian orang
rentan terhadap bahan kimia atau asap rokok, ini dapat menyebabkan iritasi pada
4

konjungtiva yang menimbulkan rasa ketidaknyamanan, kemerahan dan berair.


Untuk mencegahnya, sedapat mungkin menghindari penyebabnya.
Masa Inkubasi penyakit ini adalah 1-3 hari.
Pencegahan dapat dilakukan dengan memakai pelindung mata atau helm dengan
penutup saat berkendara. Sehingga bakteri, kuman, dan virus yang terbawa oleh
debu tidak akan mudah masuk ke dalam mata. Dan gunakan kacamata khusus bila
sedang berenang supaya mata tidak mudah pedih dan merah.
2. Melalui saluran napas (droplet) karena batuk, bersin, bicara atau udara pernapasan
a. Campak
Penyakit ini merupakan penyakit menular yang bersifat akut dan menular
lewat udara melalui sistem pernafasan. Penyakit campak disebabkan oleh virus
yang masuk dalam genus morbilivirus, dan keluarga paramyxoviridae. Masa
inkubasi berkisar antara 10-12 hari, kadang-kadang 2-4 hari.
Gejala awal yang dapat timbul adalah adanya demam, malaise atau
demam, gejala conjunctivis dan coryza atau kemerahan pada mata seperti sakit
mata, serta gejala radang tracheobronchitis yakni daerah tenggorokan saluran
napas bagian atas.
Cara pencegahan dapat dilakukan imunisasi yang dilakukan sejak balita.
b. Tuberkulosis atau TBC
Tuberkulosis adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh
bakteri basil. Bakteri basil yang menginfeksi adalah bakteri basil yang sangat
kuat. Akibatnya, akan membutuhkan waktu yang lama untuk mengobati penyakit
ini. Penyakit ini biasanya ditandai dengan batuk terus menerus.
Cara Penularan
TBC adalah penyakit yang menyerang pernapasan. Maka penularannya
pun melalui pernapasan. Berdekatan dengan penderita TBC dapat
memungkinkan kita untuk tertular. Selain itu, ketika penderita TBC batuk pun,
bisa jadi itu merupakan sarana penularan TBC.Selain itu, penggunaan
barang pribadi secara bergantian dengan penderita TBC aktif, seperti gelas
dan sendok pun dapat menjadi jembatan penularan TBC.
Cara Pencegahan
Mengurangi kotak dengan penderita TBC aktif. Jika akan kontak pun,
gunakanlah masker untuk melindungi pernapasan kita. Serta hindari
penggunaan barang pribadi yang bergantian dengan penderita TBC aktif.
Pemberian Vaksin BCG (diberikan pada saat balita). Menjaga pola hidup yang
baik dengan asupan makanan yang bergizi dan olah raga teratur.
c. Meningitis
Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada meninges, yaitu membrane
atau selaput yang melapisi otak dan syaraf tunjang. Meningitis yang disebabkan
oleh virus dapat ditularkan melalui batuk, bersin, ciuman, sharing makan 1
sendok, pemakaian sikat gigi bersama dan merokok bergantian dalam satu
batangnya.
Masa inkubasi penyakit meningitis adalah 2-14 hari.
5

Cara pencegahan dapat dilakukan dengan mencuci tangan yang bersih


sebelum makan dan setelah ketoilet umum, memegang hewan peliharaan.
3. Melalui pencernaan ; lewat ludah, muntah atau tinja.
a. Kolera
Penyakit kolera (cholera) adalah penyakit infeksi saluran usus bersifat akut
yang disebabkan oleh bakteri Vibrio cholerae, bakteri ini masuk kedalam tubuh
seseorang melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Bakteri
tersebut mengeluarkan enterotoksin (racunnya) pada saluran usus sehingga
terjadilah diare (diarrhoea) disertai muntah yang akut dan hebat, akibatnya
seseorang dalam waktu hanya beberapa hari kehilangan banyak cairan tubuh
dan masuk pada kondisi dehidrasi.
Masa inkubasi biasanyaberlangsung selama 4-9 hari.
Cara pencegahan dan memutuskan tali penularan penyakit kolera adalah
dengan prinsip sanitasi lingkungan, terutama kebersihan air dan pembuangan
kotoran (feaces) pada tempatnya yang memenuhi standar lingkungan. Lainnya
ialah meminum air yang sudah dimasak terlebih dahulu, cuci tangan dengan
bersih sebelum makan memakai sabun/antiseptik, cuci sayuran dangan air
bersih terutama sayuran yang dimakan mentah (lalapan), hindari memakan ikan
dan kerang yang dimasak setengah matang.
b. Tifus abdominalis
Thypus abdominalis adalah penyakit infeksi akut yang biasanya mengenai
saluran pencernaan yaitu pada usus halus dengan gejala demam yang lebih dari
1 minggu, gangguan pada pencernaan dan gangguan kesadaran. Penyebab
penyakit ini adalah Salmonella Thyposa.
Gambaran klinis Typhus Abdominalis pada anak biasanya lebih ringan
daripada orang dewasa. Masa inkubasi sekitar 10-20 hari. Yang tersingkat 4 hari
jika infeksi terjadi melalui makanan sedangkan jika melalui minuman yang
terlama 30 hari. Selama masa inkubasi mungkin ditemukan gejala, prodromal,
yaitu perasaan tidak enak badan, lesu, nyeri kepala, pusing dan tidak
bersemangat, nafsu makan kurang.
Cara pencegahan yang dilakukan pada demam typhoid adalah cuci tangan
setelah dari toilet dan khususnya sebelum makan atau mempersiapkan
makanan, hindari minum susu mentah (yang belum dipasteurisasi), hindari
minum air mentah, rebus air sampai mendidih dan hindari makanan pedas
karena akan memperberat kerja usus dan pemberian vaksin.

4. Melalui saluran urogenitalia


a. Hepatitis
Penyakit hepatitis A yang ditularkan biasanya adalah lewat makanan, air,
peralatan makan, mainan, dan juga benda-benda lainnya yang terkontaminasi
dengan feses, dan paling utama adalah akibat kondisi tangan yang kotor. Dan
pencegahan dari penyakit hepatitis A adalah suatu alasan yang utama mengapa
pegawai restoran dan juga perawat anak diharuskan untuk mencuci tangan
setelah mereka dari kamar mandi atau juga setelah mereka mengganti popok
bayi.
6

Dan masa inkubasi biasanya adalah 2-6 minggu setelah terpapar virus.
Dan dalam jangka waktu itu, orang yang terpapar bisa menularkan. Dan
sebagian besar dari gejala hepatitis A akan hilang dalam hitungan beberapa hari
atau minggu. Tetapi, rasa lelah bisa berlangsung selama beberapa bulan seiring
dengan penyembuhan didalam hati. Dan sembuh secara total juga bisa
memakan waktu selama beberapa bulan. Penyakit hepatitis A biasanya tidak
merusak hati dengan permanen. Tetapi komplikasi fatal dan serius juga bisa saja
terjadi.
5. Melalui luka (pada kulit atau mukosa)
Sifilis
Sifilis atau raja singa adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang
bernama Treponema pallidum. Sifilis adalah salah satu infeksi menular seksual
(IMS). Penyebaran infeksi ini paling umum adalah melalui hubungan seksual
dengan orang yang terinfeksi. Selain melalui hubungan intim, bakteri penyebab
sifilis juga bisa menyebar melalui pajanan cairan tubuh penderitanya misalnya
melalui darah. Ada 4 fase dalam penyakit sifilis yaitu :
Fase Primer
Penderita sifilis mengalami gejala yang dimulai dengan lesi atau luka
pada alat kelamin atau di dalam dan sekitar di mulut. Luka yang terjadi
berbentuk seperti gigitan serangga tapi tidak menimbulkan rasa sakit. Pada
tahap ini, jika orang yang terinfeksi berhubungan seksual dengan orang lain,
penularan sangat mudah terjadi. Luka ini bertahan selama 1-2 bulan. Pada
akhirnya, lesi ini akan sembuh tanpa meninggalkan bekas.
Fase Sekunder
Penderita sifilis sekunder akan mengalami ruam merah seukuran koin
kecil dan biasanya ruam ini muncul pada telapak tangan dan telapak kaki.
Gejala lain yang mungkin muncul adalah demam, turunnya nafsu makan,
radang tenggorokan dan kutil kelamin. Fase ini bisa bertahan selama satu
hingga tiga bulan.
Sifilis laten
Setelah fase sifilis sekunder, sifilis seakan-akan menghilang dan tidak
menimbulkan gejala sama sekali. Masa laten ini bisa bertahan sekitar dua
tahun sebelum kemudian lanjut ke masa yang paling berbahaya dalam
infeksi sifilis yaitu sifilis tersier.
Sifilis tersier
Jika infeksi tidak terobati, sifilis akan berkembang ke tahapan akhir, yaitu
sifilis tersier. Pada tahap ini, infeksi bisa memberi efek yang serius pada
tubuh. Beberapa akibat dari infeksi pada tahapan ini adalah kelumpuhan,
kebutaan, demensia, masalah pendengaran, impotensi, dan bahkan
kematian jika tetap tidak ditangani.
Pengobatan sifilis sangat mudah dilakukan dengan memakai antibiotik.
Biasanya dengan menggunakan suntikan penisilin. Jika tidak diobati, sifilis bisa
menjadi penyakit yang berbahaya dan bisa berujung kepada kematian.
Penderita yang sedang ditangani untuk sifilis harus menghindari hubungan
seksual hingga infeksi pada dirinya hilang. Pasangan seksual dari penderita
sifilis harus diuji dan ada kemungkinan besar juga perlu diobati.
6. Secara mekanik (suntikan atau gigitan)
7

a. Hepatitis B
Jenis penyakit hepatitis B biasanya jauh lebih serius, dan penularannya
adalah lewat darah dan juga cairan tubuh, kontak seksual, serta jarum suntik
yang sudah terkontamiinasi yang digunakan untuk infus. Selain itu juga
ditularkan lewat kontaminasi jarum yang digunakan untuk membuat tatto,
akupuntur, dan juga tindik atau piercing. Beberapa tahun yang lalu, transfusi
darah yang terkontaminasi bisa mengakibatkan penyebaran virus hepatitis B.
Tetapi, sejak tahun 1972, penapisan darah yang didonorkan sudah
menyingkirkan resiko dari penularan virus lewat transfusi darah atau juga saat
menerima darah dan juga produk darah yang lain. Gejala penyakit hepatitis B
yang dasarnya juga hampir sama dengan bentuk dari penyakit hepatitis yang
lain, tetapi gejala yang muncul setelah itu serta lebih lama dan juga kondisinya
lebih berat. Gejala yang muncul dalam waktu 2-3 bulan setelah itu. Dan selama
rentang ini, maka jenis penyakit hepatitis B menjadi sangat menular. Vaksinasi
hepatitis dan melakukan imunisasi dapat membantu mencegah terjadinya
penyakit ini. Sekitar 10% dari penderita hepatitis B biasanya akan berubah
menjadi kondisi kronik, dan inflamasi atau peradangan jangka panjang dalam
beberapa kasus juga akan menyebabkan terjadinya kerusakan hati yang lebih
ekstensif lagi, dan bahkan menyebabkan sirosis hati.
b. Hepatitis C
Jenis penyakit hepatitis C merupakan salah satu jenis penyakit hepatitis yang
ditularkan sebagian besar lewat transfusi darah dan juga jarum suntik yang
digunakan untuk infus. Dan juga bisa ditularkan lewat kontak seksual atau juga
lewat kontaminasi dengan jarum yang sering dipergunakan untuk bertato,
akupuntur, dan juga tindik telinga.
Masa inkubasi virus hingga gejala muncul sekitar 1-10 minggu setelah terpapar.
Dan gejala yang sering kali tidak parah dibandingkan dengan penyakit hepatitis
A dan B, dan selain itu jaundis juga tidak akan muncul. Jaundis adalah sakit
kuning, kondisi tubuh dan bagian selaput mata menjadi kuning. Seperti jenis
penyakit hepatitis yang lain, resiko berubah menjadi hepatitis kronik bisa saja
terjadi. Sampai saat ini ada sekitar 2% penerima transfusi darah yang dapat
beresiko mendapatkan penyakit hepatitis C. Tetapi, penapisan sudah bersedia
dalam mendeteksi penyakit hepatitis C pada donor darah.
Pencegahan Hepatitis secara umum dapat dilakukan dengan cara :
Menjaga kebersihan
Makan makanan yang matang
Menghindari alkohol
Meningkatkan daya tahan tubuh, dengan cara imunisasi.
Tidak berbagi barang pribadi, menghindari penggunaan jarum suntik bekas
dsb.

Sumber:
http://aguskrisnoblog.wordpress.com/2011/01/11/alam-sebagai-agen-penyebaran-penyakit/
diakses pada 28 Mei 2016
http://www.scribd.com/doc/52685859/4/BAB-V-MEKANISME-PENULARAN-PENYAKIT
diakses pada 28 mei 2016
http://mhs.blog.ui.ac.id/putu01/2012/01/09/penyakit-infeksi-dan-menular/ diakses pada 28
mei 2016
http://www.hd.co.id/info-medis/penyakit-yang-ditularkan-lewat-udara diakses pada 28 mei
2016