Anda di halaman 1dari 5

SEMINAR NASIONAL VIII SDM TEKNOLOGI NUKLIR YOGYAKARTA, 31OKTOBER 2012 ISSN 1978-0176

PEMBUATAN RADIOISOTOP MEDIS LU-177 DARI YB 2 O 3 DIPERKAYA

Umi Nur Sholikhah, Triani Widyaningrum, Endang Sarmini, Triyanto, Hambali

Pusat Radioisotop dan Radiofarmaka

Kawasan Puspiptek Gedung 11, Serpong, Tangerang Selatan

Email untuk korespondensi : uminurs@batan.go.id

ABSTRAK

PEMBUATAN RADIOSIOTOP MEDIS Lu-177 DARI Yb 2 O 3 DIPERKAYA. Kebutuhan radioisotop medis seperti Lu-177 semakin meningkat. Metode produksi Lu-177 yang mudah dan hasil yang memuaskan dibutuhkan untuk memenuhi permintaan pasar. Penelitian ini dilakukan dengan mengiradiasi Yb 2 O 3 diperkaya untuk menghasilkan Lu-177 melalui reaksi Yb-176 (n,)Yb-177-- Lu-177. Pemisahan dilakukan menggunakan kolom kromatografi berpemanas 50 o C. Fasa gerak berupa HNO 3 dengan berbagai konsentrasi (1,5 M, 2 M dan 2,5 M) dan fasa diam berupa Resin Ln. Fraksinasi dilakukan dalam 5 tahap dengan masing-masing volume HNO 3 sebanyak 50 mL. Masing-masing fraksi diukur dengan Gamma Ionization Chamber (GIC) pada Dial 105 dan larutan diambil 5 L untuk dianalisis menggunakan Spektrometer Gamma. Radionuklida Lu-177 dan Yb-175 masih ditemukan pada fraksi ke 1 sampai 3. Aktivitas Lu-177 tertinggi pada fraksi 3 (9,6106 mCi) dengan total aktivitas Lu-177 sebesar 17,027 mCi. Pada fraksi ke-4 dan 5 hasil yang diharapkan telah diperoleh, Lu-177 terpisah secara sempurna dari Yb-175 sehingga dapat diaplikasikan di bidang kesehatan.

Kata kunci : Lutesium-177, Kromatografi Kolom, Ytterbium-175

ABSTRACT

PRODUCTION OF MEDICAL RADIOISOTOPE Lu-177 FROM ENRICHED Yb 2 O 3 . The demand of medical radioisotopes such as Lu-177 has increased. The Lu-177’s production methods that were easy and give satisfactory results were needed to meet the market demand. This experiment was carried out by irradiating enriched Yb 2 O 3 for producing Lu-177 by the following reaction Yb-176 (n,)Yb-177-- Lu- 177. Separation was performed by heated column chromatography at 50 ° C. Mobile phases were HNO 3 with various concentrations (1.5 M, 2 M and 2.5 M) and stationary phases were Ln resin. Fractionation has been done at 5 stages which each volume of 50 mL HNO 3 . Each fractions were measured by using Gamma Ionization Chamber (GIC) on Dial 105 then 5 L of the solution was analyzed using Gamma Spectrometer.The radionuclides of Lu-177 and Yb-175 were found in the 1 st to 3 rd fractions. Lu-177’s activity was the highest at the 3 rd fraction (9.6106 mCi) with total activity of Lu-177 was 17.027 mCi. At the 4 th and the 5 th fractions the expected results have been obtained, Lu-177 was completely separated from Yb- 175 so that it can be applied in health.

Keywords : Lutetium-177, Column Chromatography, Ytterbium-175

PENDAHULUAN

Ketersediaan radioisotop mempunyai peranan penting di berbagai bidang, terutama kesehatan. Hal ini karena radioisotop tersebut dapat digunakan untuk pengobatan, diagnosis maupun pencitraan, termasuk pengobatan kanker. Radioisotop dapat juga digunakan untuk alat kesehatan dan penelitian klinis seperti Lu-177. Isotop Lu-177 memiliki sifat radionuklida yang

cocok digunakan untuk terapi kanker [Lebedev et.al., 2000] dimana Lu-177 mempunyai waktu paruh 6,64 hari, energi peluruhan maksimal beta 0,5 MeV dan gamma 208 KeV [Ketring et. al., 2003]. Selain itu, Lutesium-177 juga memancarkan foton dengan energi 113 keV (6,4%) dan 208 keV (28%) yang dapat digunakan untuk pencitraan kamera gamma [Giovana et. al., 2007]. Radionuklida Lu-177 sendiri dapat berikatan dengan peptida seperti DOTA-TATE (1,4,7,10-

SEMINAR NASIONAL VIII SDM TEKNOLOGI NUKLIR YOGYAKARTA, 31OKTOBER 2012 ISSN 1978-0176

tetraazacyclododecane-1,4,7,10-tetraacetic acid- (Tyr 3 )-octreotide or edotreotide) [Jaap et.al.,2005], DOTA-TOC DOTA-(Tyr 3 )-octreotate) [Nayak et. al., 2008] atau ligan seperti EDTMP (Ethylene Diamine Tetramethylene Phosphonate) membentuk kompleks stabil [F.Johari,et.al., 2010]. Sedangkan pelabelan protein atau peptida dengan Lu-177 yang sekarang dikenal sebagai Peptide Receptor Radionuclide Therapy (PRRT) dapat digunakan untuk mengobatan tumor neuroendokrin [Marta et. al., 2006]. Pembuatan Lu-177 dapat dilakukan dengan metode langsung dan tidak langsung. Cara langsung dilakukan dengan mengiradiasi Lu-176 diperkaya di reaktor melalui penangkapan elektron. Akan tetapi, metode langsung mempunyai kelemahan yaitu adanya radioisotop pengotor berupa Lu-177m dengan waktu paruh 160 hari [Bentor, 2012]. Adanya radioisotop Lu-177m akan mengganggu kualitas produk Lu-177 yang dihasilkan. Untuk mengatasi hal tersebut maka dilakukan pembuatan Lu-177 secara tidak langsung dengan mengiradiasi Yb diperkaya. Jalur pembuatan Lu-177 secara tidak langsung ditampilkan pada Gambar 1.

Lu-177 secara tidak langsung ditampilkan pada Gambar 1. Gambar 1. Jalur Pembuatan Radioisotop Lu-177 di Reaktor

Gambar 1. Jalur Pembuatan Radioisotop Lu-177 di Reaktor secara Langsung dan Tidak Langsung [Saed, et. al, 2004]

Pada penelitian ini dilakukan pembuatan Lu-177 dari Yb2O3 diperkaya meliputi iradiasi Yb2O3 di Reaktor Serbaguna G.A. SIWABESSY, Serpong dan proses pemisahan Lu-177 dari target iradiasi Yb2O3. Dari penelitian ini diharapkan dapat diperoleh radioisotop Lu-177 dengan kemurnian tinggi dan dapat diaplikasikan untuk memenuhi kebutuhan radioisotop Lu-177 untuk kesehatan.

METODE

Alat dan Bahan

Alat yang digunakan peralatan gelas, Syringe, Waterbath, Gamma Ionization Chamber (GIC) BIODEX, Neraca digital ACCULAB, Spektrometer Gamma X-COOLER. Bahan yang digunakan yaitu Al inner kapsul, tabung Kuarsa,

Tabung Outer Kapsul, Alkohol, Aquabidest steril IPHA, Glasswool, HCl 32% Merck, HNO 3 65% Merck, kertas saring Whatman, Resin Ln dari Eichrom, Yb 2 O 3 (Yb-176 diperkaya 99,9%) dari Isoflex, USA.

Prosedur Kerja

Persiapan Target dan Iradiasi Sebanyak 10 mg Yb 2 O 3 diperkaya dimasukkan ke dalam tabung kuarsa lalu dimasukkan ke dalam Al inner kapsul dan ditutup dengan teknik pengelasan. Tabung inner kapsul dimasukkan ke dalam tabung outer kapsul untuk siap diiradiasi. Tabung diuji bebas kebocoran dan disterilkan dengan alkohol. Proses iradiasi di reaktor dan perlakuan paska iradiasi.

Pelarutan Target Paska Iradiasi Pembukaan dan pemotongan tabung kuarsa. Target dipindah ke dalam gelas kimia 100 mL dan dilarutkan dengan 2 mL HCl 32%, dipanaskan sampai kisat, kemudian dilarutkan dalam 3 mL HCl 0,1M. Pengukuran aktivitas menggunakan Gamma Ionization Chamber (GIC) dial 105 sedangkan Spektrometer Gamma untuk mengetahui kandungan radionuklidanya.

Preparasi Resin Ln Sebanyak 1 gram Resin Ln, dimasukkan ke

dalam labu ukur lalu dicuci dengan HNO 3 0,1 M.

pada temperatur 50 o C

selama 2,5 jam. Setelah resin agak dingin, dimasukkan ke kolom gelas yang terisi glasswool dan sudah direndam dengan aquabidest steril, resin harus tetap dalam keadaan basah dengan HNO 3 0,1 M di dalam kolom dan dibiarkan semalam.

Pemanasan dalam waterbath

Pemisahan Target Paska Iradiasi Kolom kromatografi yang sudah diisi resin dijaga T = 50 o C selama proses yang dihubungkan dengan waterbath dan pompa. Larutan target Yb diperkaya hasil iradiasi diencerkan sampai 5 mL dan dianalisa menggunakan Spektrometer Gamma untuk mengetahui kandungan radionuklida. Larutan target Yb 20 mCi/100 µL dimasukkan ke dalam kolom kromatografi dan dipertahankan hingga semalam (saat memasukkan target, kolom pada T = 50 o C). Keesokan harinya, larutan dalam kolom ditampung sebagai limbah (ditandai vial limbah). Selanjutnya, kolom dibilas menggunakan HNO 3 0,1 M, V=5 mL dan ditampung sebagai cucian (ditandai vial cucian). Limbah dan Cucian diukur aktivitasnya menggunakan Gamma Ionization Chamber (GIC) dial 105. Selanjutnya, kolom dielusi dengan eluen HNO 3 1,5 M sebanyak 5 mL x 10 (50 mL sekali tampung sebagai Fraksi 1). Selanjutnya kolom dielusi dengan eluen HNO 3 2 M sebanyak 50 mL

SEMINAR NASIONAL VIII SDM TEKNOLOGI NUKLIR YOGYAKARTA, 31OKTOBER 2012 ISSN 1978-0176

dan diulang 3 kali (Fraksi 2,3 dan 4) selanjutnya dengan HNO 3 3 M (Fraksi 5). Masing-masing fraksi 1 sampai 5 diukur dengan Gamma Ionization Chamber (GIC) (dial 105) dan Spektrometer Gamma. Volume (V) pengukuran menggunakan Spektrometer Gamma = 5 L serta pengukuran dilakukan pada rak 2.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pembuatan Lu-177 dalam penelitian ini dilakukan dengan metode tidak langsung, yaitu melalui reaksi seperti berikut:

Yb-176 (n,)Yb-177-- Lu-177

[1]

dimana bahan target radiasi yang digunakan Yb 2 O 3

diperkaya dari Isoflex dengan kandungan isotop ditunjukkan pada Tabel 1.

Tabel 1. Distribusi Isotop Berdasarkan Certificate of Analysis ISOFLEX USA (No : 70-02-176-4151)

Isotop

Kadar (%)

Yb-168

< 0,05

Yb-170

< 0,05

Yb-171

< 0,05

Yb-172

< 0,05

Yb-173

< 0,05

Yb-174

< 0,1

Yb-176

99,9±0,1

Pengukuran aktivitas Lu-177 hasil iradiasi Yb 2 O 3 diperkaya menggunakan GIC. Aktivitas yang dihasilkan dari proses pelarutan Yb 2 O 3 (larutan bulk) adalah 20 mCi/5mL sedangkan analisa menggunakan Spektrometer Gamma ditampilkan pada Gambar 2.

menggunakan Spektrometer Gamma ditampilkan pada Gambar 2. Gambar 2. Hasil Pengukuran dari Proses Pelarutan Yb 2

Gambar 2. Hasil Pengukuran dari Proses Pelarutan Yb 2 O 3 Hasil Iradiasi Menggunakan Spektrometer Gamma

Berdasarkan Gambar 2 terlihat adanya energi gamma pada 282 dan 396 keV. Hal ini menunjukkan bahwa pada larutan tersebut mengandung Yb-175 yang memiliki waktu paruh

4,2 hari [Laleh et. al., 2012], Yb-175 terbentuk dari

Yb-174. Yb-175 ditemukan bersama dengan Lu-177 karena kadar Yb-174 pada target Yb 2 O 3 diperkaya paling besar setelah Yb-176. Menurut alur pembuatan Lu-177 pada Gambar 1., Yb-174 dapat membentuk Yb-175 sehingga Yb-175 banyak ditemukan pada hasil pengukuran menggunakan Spektrometer Gamma. Yb-177 yang membentuk Lu-177 tidak nampak pada hasil analisis karena waktu paruh (T 1/2 ) yang pendek 1,9 jam [Bilewicz et. al., 2009 ]. Untuk memisahkan Lu-177 dan Yb- 175 dilakukan pemisahan menggunakan kolom kromatografi berpemanas yang berisi Resin Ln (Lantanida). Resin yang digunakan telah dipreparasi agar kerja resin optimal. Sebelum elusi, kolom kromatografi berpemanas dicuci dengan HNO 3 0,1 M. Aktivitas

limbah yang diperoleh sebesar 173,5 Ci pada

25-05-2012, jam 08.46. (Background 169,4 Ci,

V = 5 mL). Aktivitas cucian 168,5 Ci pada

25-05-2012, jam 08.57. Aktivitas limbah dan cucian mendekati aktivitas background. Aktivitas hasil fraksinasi Lu-177 dan Yb-175 menggunakan HNO 3 dengan variasi konsentrasi diukur menggunakan GIC pada dial Lu yaitu 105 ditunjukkan pada Tabel 2.

Tabel 2. Hasil Pemisahan Lu dan Yb dalam Kolom Resin Ln

Fraksi

[HNO 3 ]

V

A Total

Ket.

 

(M)

(mL)

(mCi)

I

1,5

50

0,527

Lu-177 dan

 

6

Yb-175

 

belum keluar

II

2

50

5,500

Campuran

 

6

Lu-177 dan

 

Yb-175

III

2

50

9,610

Campuran

 

6

Lu-177 dan

 

Yb-175

IV

2

50

1,351

Hanya

 

6

Lu-177

V

3

50

0,036

Hanya

 

6

Lu-177

Keterangan :

[HNO 3 ]

V

A Total

Ket.

Konsentrasi HNO 3

:

: Volume : Aktivitas Total : Keterangan

Aktivitas total yang diperoleh selama fraksinasi dari kelima fraksi sebesar 17,027 mCi dengan aktivitas Lu-177 tertinggi 9,6106 mCi (fraksi 3).

SEMINAR NASIONAL VIII SDM TEKNOLOGI NUKLIR YOGYAKARTA, 31OKTOBER 2012 ISSN 1978-0176

Fraksinasi awal menggunakan HNO 3 1,5 M dengan V = 50 mL. Hasil fraksinasi dianalisa menggunakan Spektrometer Gamma seperti pada Gambar 3.

menggunakan Spektrometer Gamma seperti pada Gambar 3. Gambar 3. Hasil Analisis Fraksi 1 ( Eluen HNO

Gambar 3. Hasil Analisis Fraksi 1 (Eluen HNO 3 1,5 M) Menggunakan Spektrometer Gamma

Pada Gambar 3, Yb-175 dan Lu-177 belum terelusi saat menggunakan eluen HNO 3 1,5 M, volume 50 mL karena tidak ditemukan spektrum energi dari Lu-177 dan Yb-175. Selanjutnya konsentrasi HNO 3 yang digunakan dinaikkan menjadi 2 M. Hasil analisis menggunakan Spektrometer Gamma pada Gambar 4.

Hasil analisis menggunakan Spektrometer Gamma pada Gambar 4. Gambar 4. Hasil Analisis Fraksi 2 ( Eluen

Gambar 4. Hasil Analisis Fraksi 2 (Eluen HNO 3 2 M) Menggunakan Spektrometer Gamma

Pada fraksi kedua Yb dan Lu belum terpisah, masih terdapat campuran Yb-175 dan Lu-177. Aktivitas Lu-177 lebih besar daripada Yb-175 yang ditunjukkan puncak Lu-177 lebih tinggi daripada Yb-175. Selanjutnya elusi tetap dilakukan menggunakan HNO 3 2 M dengan V = 50 mL, diperoleh spektrum dari Spektrometer Gamma pada Gambar 5.

diperoleh spektrum dari Spektrometer Gamma pada Gambar 5. Gambar 5. Hasil Analisis Fraksi 3 ( Eluen

Gambar 5. Hasil Analisis Fraksi 3 (Eluen HNO 3 2 M) Menggunakan Spektrometer Gamma

Fraksi ke-4 ditemukan puncak energi Lu-177 saja sedangkan Yb-175 sudah tidak ditemukan lagi seperti terlihat pada Gambar 6.

sudah tidak ditemukan lagi seperti terlihat pada Gambar 6. Gambar 6. Hasil Analisis Fraksi 4 (

Gambar 6. Hasil Analisis Fraksi 4 (Eluen HNO 3 2 M) Menggunakan Spektrometer Gamma

Setelah konsentrasi HNO 3 dinaikkan menjadi 3 M dengan volume sama, diperoleh hasil spektrum seperti Gambar 7. Aktivitas radionuklida Lu-177 murni sudah sangat kecil. Untuk memastikan Lu-177 telah habis terelusi maka kolom yang digunakan diukur aktivitasnya menggunakan Gamma Ionization Chamber (GIC), diperoleh aktivitas sebesar 69,7 Ci dengan background 69,7 Ci. Hal ini berarti sudah tidak ada Lu-177 atau radionuklida di dalam kolom kromatografi yang digunakan.

radionuklida di dalam kolom kromatografi yang digunakan. Gambar 7. Hasil Analisis Fraksi 5 ( Eluen HNO

Gambar 7. Hasil Analisis Fraksi 5 (Eluen HNO 3 3 M) Menggunakan Spektrometer Gamma

Fraksinasi dihentikan setelah Lu dan Yb terpisah dan aktivitasnya mendekati background. Kelebihan metode ini adalah diperoleh Lu-177 dengan aktivitas besar dan tidak mengandung Lu- 177m yang mempunyai waktu paruh lama (160 hari) dan berbahaya jika digunakan untuk aplikasi medis karena potensi paparan radiasi ke pasien.

KESIMPULAN

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa radionuklida Lu-177 dapat dibuat secara tidak langsung melalui proses pemisahan dari Yb 2 O 3 diperkaya. Metode pemisahan menggunakan kolom kromatografi

SEMINAR NASIONAL VIII SDM TEKNOLOGI NUKLIR YOGYAKARTA, 31OKTOBER 2012 ISSN 1978-0176

berpemanas 50 o C dengan variasi konsentrasi HNO 3 (1,5 M, 2 M dan 3 M). Pada fraksi 4 (Gambar 6) dan 5 (Gambar 7), Lu -177 dapat dipisahkan dari Yb-175 secara baik dengan aktivitas total 1,3516 dan 0,0366 mCi.

UCAPAN TERIMA KASIH

Penulis mengucapkan terima kasih kepada Kepala Bidang Radioisotop dan Prof. Soenarhadijoso yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penelitian.

DAFTAR PUSTAKA

1.

Lebedev N. A., Novgorodov A. F., Misiak R., Brockmann J. and Rösch F., (2000),

Radiochemical Separation of No-carrier-added

as Produced via The

176 Yb(n,gamma) 177 Yb177 Lu Process. Appl Radiat Isot., 53(3):421-5.

177

Lu

2.

A.R. Ketring, G.J. Ehrhardt, M.F. Embree, K.D. Bailey, T.T. Tyler, J.A. Gawenis, S.S. Jurisson, H.P. Engelbrecht, C.J. Smith and C.S. Cutler, (2003), Production and Supply of High Specific Activity Radioisotopes for Radiotherapy Applications, Alasbimn Journal 5 (19): Article N° AJ19-2.

3.

4.

5.

6.

Giovana Pasqualini da Silva, and João Alberto Osso Junior, (2007), Study Of The Production Of 177 Lu Through 176 Yb (N, g) 177 Yb 177 Lu Nuclear Reaction, International Nuclear Atlantic Cenference-INAC 2007, Santos, SP, Brazil, September 30 to October 5, 2007.

Jaap J.M. Teunissen, Dik J. Kwekkeboom, Peter P.M. Kooij, Willem H. Bakker, and Eric P. Krenning, (2005), Peptide Receptor Radionuclide Therapy for Non-Radioiodine- Avid Differentiated Thyroid Carcinoma, J. Nucl. Med., Vol. 46, No. 1 Suppl.,1075-1145.

Nayak T.K., Atcher R. W., Prossnitz E. R., and Norenberg J. P., (2008), Enhancement of Somatostatin-Receptor-Targeted (177)Lu- [DOTA(0)-Tyr(3)]-Octreotide Therapy by Gemcitabine Pretreatment-Mediated Receptor Uptake, up-regulation and Cell Cycle Modulation., Nucl. Med. Biol., 35(6), 673-8.

F.Johari Daha, M. Shafiei, Sh. Sheibani, Y.H. Tavakoli, M. Mazidi, M. Mirfalah and M.H. Babaei, (2010), Production of 177 Lu and Formulation of Ethylene Diamine Tetramethylene Phosphonate (EDTMP) Kits

as a Bone-Seeking Radiopharmaceutical, Iran. J. Radiat. Res., 7 (4): 229-234.

7. Marta Cremonesi, Mahila Ferrari, Lisa Bodei, Giampiero Tosi and Giovanni Paganelli, (2006), Dosimetry in Peptide Radionuclide Receptor Therapy: A Review, J. Nucl. Med., Vol. 47, No. 9, 1467-1475.

8. Bentor, Yinon. , 2012, Chemical Element.com-

Lutetium,

http://www.chemicalelements.com/elements/lu .html, diakses September 2012.

website

:

9. Saed Mirzadeh, Miting Du, Arnold L. Beets, and Furn F. Knapp, Jr., (2004), Method For Preparing High Specific Activity 177 Lu, United States Patent, US 6,716,353, Apr.6,2004.

10. Laleh Safarzadeha, Mohammad Ghannadi- Maraghehb, Akbar Anvaric, Seyed Mahmoud Reza Aghamiri, Simindokht Shirvani-Arani and Ali Bahrami-Samani, (2012), Production, Radiolabeling and Biodistribution Studies of 175 Yb-DOTMP as Bone Pain Palliation, Iranian Journal of Pharmaceutical Sciences, Spring: 8(2): 133-139.

11. A. Bilewicz, K. Zuchowska and B. Bartos, (2009), Separation of Yb as YbSO 4 from the 176 Yb target for production of Lu via the 176 Yb(n, γ)177Yb→177 Lu Process, Journal of Radioanalytical and Nuclear Chemistry, Vol. 280, No.1 (2009) 167–169.