Anda di halaman 1dari 10

Interpersonal Relationship :

Stage and Theoris Jhonson


Alvonco
Anggota Kelompok :
Adit Permana1311151
Imam Maulana 1311512026
Nurul Fatimah 1411511020
Zaki Minango Dasman
1411512008

Relationship Theoris
Ada
beberapa
teori
yang
menjelaskan
hubungan
relationshipdalam komunikasi antar personal, yaitu:

atau

1.Model pertukaran social


Model ini memandang hubungan dalam komunikasi antar personal
sebagai suatu transaksi dagang. Motivasi dari hubunga ini adalah
mengharapkan sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya. Hubungan
ini menimbulkan dua hal yang tidak akan terpisahkan, yaitu
keuntungan dan kerugian. Keuntungan dalam hubungan ini adalah
nilai-nilia positif yang diperoleh seseorang dalam hubungan yang
mereka lakukan, seperti penerimaan social atau mungkin dukungan
terhadap nilai yang mereka pegang. Sedangkan yang dimaksud
dengan kerugian adalah nilai-nilai negative yang terjadi dari suatu
hubungan, misalnya waktu yang digunakan, usaha yang dilakukan,
serta kondisi-kondisi yang menimbulkan efek tidak menyenangkan.

2.Model Peranan
Model ini menganggap hubungan komunikasi antar
personal sebagai sebuah panggung sandiwara. Disini
setiap orang harus memerankan peranannya sesuai
dengan naskah yang telah dibuat. Hubungan dalam
komunikasi antar personal hanya akan berkembang
dengan baik bila orang-orang yang terlibat di dalamnya
dapat memerankan perannya dengan baik.
3.Model interaksional
Model ini memandang hubungan dalam komunikasi
interpersonal sebagai sutu system yang terdiri dari sub-sub
system yang saling bergantung dan bertindak bersamasama
sebagai
suatu
kesatuan.
Setiap
hubungan
interpersonal harus dilihat dari tujuannya, metode
komunikasi yang digunakan, ekspektasi, dan pelaksanaan
peran. Bila salah satu komponen tergangu maka harus
segera diambil tindakan nyata agar system tidak
terganggu.

Teori Johari Window dan


efektivitas komunikasi
Teori Johari Window (Jedela Johari) merupakan
perangkat sederhana dan berguna dalam mengilustrasikan
dan meningkatkan kesadaran diri serta pengertian bersama
individu-individu yang ada dalam suatu kelompok tertentu.
Model ini juga berfungsi dalam meningkatkan hubungan
antar kelompok yang sekaligus mengilustrasikan kembali
proses memberi maupun menerima feedback.
Jendela Johari sendiri dikembangkan atau dipelopori
oleh Psikolog Amerika, Joseph Luft dan Harry Ingham pada
tahun 1950-an ketika meneliti untuk program proses dari
kelompok mereka. Uniknya, nama "Johari" sendiri
sebenarnya diambil dari potongan masing-masing nama
mereka. "Jo" untuk Luft, dan "Harry" untuk Ingham. Dalam
selang waktu yang tak lama, Jendela Johari banyak
dimanfaatkan sebagai pengertian dan latihan kesadaran
diri, peningkatan personal & komunikasi. Hubungan interpersonal, kelompok-kelompok dinamis, dan peningkatan

Ketika Jendela Johari digunakan untuk membangun


hubungan antar kelompok 'personal' dikategorikan
sebagai kelompok dan 'orang lain' menjadi kelompok
lain. Terdapat 4 perspektif Jendela Johari yang biasa
disebut dengan 'daerah' atau 'kuadran'. Masingmasing daerah mengandung informasi perasaan,
motivasi, dan lain- lain yang dikenali oleh individu,
dengan catatan apakah informasi tersebut dikenali
ataupun tidak terdeteksi oleh si individu, dan apakah
informasi tersebut juga bisa dikenali oleh kelompok
lain, atau malah tidak tahu sama sekali.

WILAYAH TERBUKA
Segala aspek dalam diri, seperti tingkah laku
perasaan dan pikiran selain diketahui oleh
diri sendiri juga diketahui orang lain. Jika
wilayah ini makin melebar, dalam arti dapat
memahmi orang laindan orang lain dapat
memahami diri kita terjadi komunikasi yang
baik. Sebaliknya jika wilayah ini makin
menyempit berati komunikasi semakin
tertutup.
WILAYAH BUTA
Segala aspek tingkah laku, perasaan dan
pikiran diketahui orang lain tapi tidak
diketahui diri sendiri/tidak disadari diri
sendiri. Jika wilayah makin melebar dan
mendesak wilayah lain terjadi kesulitan
komunikasi. Wilayah ini ada pada tiap
manusia dan sulit dihapuskan, kecuali
mengurangi dengan cara bercermin pada
nilai norma dan hukum.

WILAYAH TERSEMBUNYI/RAHASIA
Kemampuan yang kita miliki tersembunyi
tidak diketahui orang lain
Ada dua konsep :
a)
Over
Disclosed
(terlalu
banyak
mengungkapkan sesuatu hal yang harus
disembunykan juga diutarakan)
b)Under
Disclosed
(terlalu
menyembunyikan sesuatu yang harus
dikemukakan)
WILAYAH TAK DIKENAL
Wilayah paling kritis dalam komunikasi
Aspek dalam diri tidak dikenal diri sendiri
lain maupun orang Keempat wilayah johari
windows adalah satu kesatuan yang
terdapat dalamdalam diri setia orang
Prinsip
berfungsinya
ke-4
kudran
:
a)Perubahan dalam satu kuadran akan
mempengaruhi kuadran yang lain
b)Jika kuadran pertama sangat kecil
berarti seseorang miskin kmunikasi
c)Pembelajaran
interpersonaldapat
diartikan bahwa perubahan yang terjadi

Yang harus dimiliki komunikator


1. Kepercayaan diri (Credibilitas) sumber dari :
a)Kompetensi /kompetence
b)Sikap/karakter
c)Tujuan/ Intention
d)Kepribadian/ Personality
e)Dinamika/ dynamism
2. Credibiliti seorang pembicara diperoleh jika mempunyai;
a) Communication skill/ terampil berkomunikasi lisan dan tulisan
b) Knowladge/ pengetahuan luas tentang yang dibahasnya
c) Attitude/ sikap jujur bersabat serta social and cultural system/
mampu beradaptasi
3.Daya tarik/ Attractive
4.Kekuatan/ power

Komunikasi Model Neuro Linguistic Programming


(NLP)
Neuro-Linguistic Programming(NLP) adalah model
komunikasi interpersonaldan merupakan pendekatan
alternatif terhadappsikoterapi yang didasarkan kepada
pembelajaran subyektif mengenai bahasa, komunikasi, dan
perubahan personal.
Neurodapat diartikan sebagai berbagai mekanisme
yang
dilakukan
individu
dalam
menginterpretasikaninformasiyang didapat melaluipanca
indradan berbagai mekanisme pemprosesan selanjutnya di
pikiran.Linguisticditujukan
untuk
menjelaskan
pengaruhbahasayang digunakan pada diri maupun pada
individu lain yang kemudian membentuk pengalaman
individu akan lingkungan.Programmingdapat diartikan
sebagai berbagai mekanisme yang dapat dilakukan untuk
melatih diri seorang individu (dan individu lain) dalam
berpikir, bertindak dan berbicara dengan cara baru yang
lebih positif. Walaupun pikiran individu telah memiliki

Empat Pilar Utama NLP


NLP memiliki empat pilar utama. Adapun keempat pilar tersebut adalah:
1.Hasil (Outcome)
Sebelum memulai suatu komunikasi, terlebih dahulu individu perlu
mengenali hasil akhir yang diinginkan. Pemahaman sepenuhnya atas hasil
yang ingin didapatkan sangat membantu proses pencapaian. Ketika
individu benar-benar memahami hasil akhir dari komunikasi yang
dilakukan, maka dirinya dapat dengan mudah mengarahkan seluruh
komunikasi ke hasil akhir tersebut. Selain itu, pemahaman individu atas
hasil akhir juga membantu dalam mengidentifikasi efektifitas suatu
komunikasi, apakah semakin mendekatkan atau menjauhkan dari hasil
yang diinginkan.
2.Rapport
Rapportmerupakan inti dari komunikasi yang efektif. Salah satu cara
untuk membangun rapport adalah dengan mengikuti (pacing) lawan
bicara, contohnya dengan menyamakanbahasa tubuh, laju nafas dan
lainnya. Hal ini didasari karena setiap individu hanya menyukai individu
yang serupa.
3.Akuitas Sensorik(Sensory Acuity)
Akuitas sensorik adalah kemampuan menggunakan panca indra untuk
mengamati individu lain secara cermat tanpa asumsi ataupun penilaian
tertentu sebelumnya sehingga individu dapat memberikan respon
denganrapportyang maksimal.
4.Fleksibilitas(Flexibility)
Guna mencapai hasil akhir yang diinginkan, individu membutuhkan
fleksibilitas. Hal ini disebabkan karena kadang-kadang metode komunikasi