Anda di halaman 1dari 4

MAKALAH IRIGASI & DRAINASE

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Air merupakan sumberdaya alam yang ketersediaannya semakin lama semakin
berkurang, sehingga kita harus dapat memanfaatkannya dengan bijaksana agar kebutuhan
kita akan air dapat selalu terpenuhi. Ketersediaan air irigasi dalam jumlah dan mutu yang
tepat mutlak diperlukan dalam upaya peningkatan produksi bahan pangan untuk menunjang
program peningkatan ketahanan pangan, salah satu faktor penting dalam penyediaan air
irigasi dilahan usaha tani adalah tersedianya prasarana irigasi yang mampu mengantarkan air
irigasi ke lahan pertanian secara efektif dan efisien.
Pada program pembuatan makalah kali ini kami menggunakan aplikasi dari program
Cropwatt yang dimana kita dapat mengetahui permasalahan pengairan pada tanaman
mangga.
1.2 Tujuan
Untuk mengetahui kebutuhan air irigasi pada tanaman mangga
Untuk mengetahui waktu yang tepat dalam pemberian air irigasi
untuk menghitung evapotranspirasi potensial, evapotranspirasi actual pada tanaman
mangga

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Ciri-Ciri Tanaman Mangga


Mangga atau mempelam adalah nama sejenis buah, demikian pula nama pohonnya.
Mangga termasuk ke dalam marga Mangifera, yang terdiri dari 35-40 anggota, dan suku
Anacardiaceae. Nama ilmiahnya adalah Mangifera indica.Pohon mangga termasuk tumbuhan
tingkat tinggi yang struktur batangnya (habitus) termasuk kelompok arboreus, yaitu tumbuhan
berkayu yang mempunyai tinggi batang lebih dari 5 m. Mangga bisa mencapai tinggi 10-40
m.Pohon mangga berperawakan besar, dapat mencapai tinggi 40 m atau lebih, meski kebanyakan
mangga peliharaan hanya sekitar 10 m atau kurang. Batang mangga tegak, bercabang agak kuat;
dengan daun-daun lebat membentuk tajuk yang indah berbentuk kubah, oval atau memanjang,
dengan diameter sampai 10 m. Kulit batangnya tebal dan kasar dengan banyak celah-celah kecil
dan sisik-sisik bekas tangkai daun. Warna pepagan (kulit batang) yang sudah tua biasanya coklat
keabuan, kelabu tua sampai hampir hitam.
Mangga berakar tunggang yang bercabang-cabang, sangat panjang hingga bisa mencapai
6 m. Akar cabang makin ke bawah semakin sedikit, paling banyak akar cabang pada kedalaman
lebih kurang 30-60 cm.Daun tunggal, dengan letak tersebar, tanpa daun penumpu. Panjang
tangkai daun bervariasi dari 1,25-12,5 cm, bagian pangkalnya membesar dan pada sisi sebelah
atas ada alurnya. Aturan letak daun pada batang biasanya 3/8, tetapi makin mendekati ujung,
letaknya makin berdekatan sehingga nampaknya seperti dalam lingkaran (roset).Helai daun
bervariasi namun kebanyakan berbentuk jorong sampai lanset, 2-10 8-40 cm, agak liat seperti
kulit, hijau tua berkilap, berpangkal melancip dengan tepi daun bergelombang dan ujung
meluncip, dengan 12-30 tulang daun sekunder

2.2 CROPWAT
CROPWAT adalah program berbasis Windows yang digunakan untuk menghitung
kebutuhan air tanaman dan kebutuhan irigasi berdasarkan tanah, iklim dan data tanaman.
Program ini memungkinkan pengembangan jadwal irigasi untuk kondisi manajemen yang
berbeda dan skema perhitungan pasokan air untuk tanaman yang beragam pola. CROPWAT
dapat dipergunakan untuk menghitung evapotranspirasi potensial, evapotranspirasi aktual,
kebutuhan air irigasi satu jenis tanaman maupun beberapa jenis tanaman dalam satu hamparan,
serta merencanakan pemberian air irigasi. Data yang diperlukan untuk mengoperasikan

CROPWAT adalah data klimatologi bulanan (temperatur maksimum-minimum atau rata-rata,


penyinaran matahari, kelembaban, kecepatan angin dan curah hujan). Data tanaman tersedia
dalam program secara terbatas dan dapat ditambahkan atau dimodifikasi sesuai dengan kondisi
setempat.Pengembangan irigasi di CROPWAT didasarkan pada keseimbangan harian air tanah
dengan menggunakan berbagai pilihan yang ditetapkan pengguna untuk suplai air dan kondisi
pengelolaan irigasi. Skema pasokan air dihitung menurut pola tanam yang didefinisikan oleh
pengguna, yang dapat mencakup hingga 20 tanaman.

BAB III
PEMBAHASAN