Anda di halaman 1dari 10

SESI 11 EL SHRM

HUBUNGAN INDUSTRIAL

DR. IR. H. TJIPTOGORO DINARJO, MM

PROGRAM PASCA SARJANA


UNIVERSITAS MERCUBUANA
2016

PENGETIAN PRAKTIS
Hubungan formal antar kelompok manajemen dan pekerja dalam suatu organisasi
PIHAK-PIHAK YANG BKEPENTINGAN
Manajemen
Anggota organisasi.
Pemilik modal dan pemegang saham.
Pelanggan
Pemasok
Distributor dan agen
Pemerintah

PENGARUH REVOLUSI INDUSTRI


Perubahan fundamental kehidupaan perekonomian pekerja:
Produksi barang dan jasa beralih yang semula karya perorangan ke perusahaan.
Pengeolaan ekonomi yang semula sistem feodal, perorangan, dan statik menjadi system
impersonal dan dinamik. Hal ini yang melahirkan kapitalisme.
Kehidupan organisasional semakin rumit.
Untuk menghasilkan barang dan jasa tidak dapat lagi diselesaikan oleh seseorang
melaikan beberapa orang.
Munculnya spesialisasi atas tugas tertentu

Tiga jenis akibat langsung terhadap kehidupan pekerja:


1. Manfaat ketrampilan pekerja yang terkait dengan pemuasan kebutuhannya hanya akan terlihat jika
disalurkan melalui suatu organisasi.
Perubahan ini berakibat keharusan dan tuntutan hidup pekerja menggabungkan diri dengan suatu
perusahaan agar dapat memuaskan berbagai kebutuhannya.
2. Merupakan sesuatu yang diluar kemampuan pekerja untuk memiliki dan mengendalikan perusahaan,
sehingga masuknya seseorang ke suatu perusahaan sebagai pekerja bukan sebgai pemilik.
Perubahan ini menyebabkan seorang pekerja sebagai penerima bukan pemberi peritah.
3. Timbulnya spesialisasi dan mekanisasi sehingga tenaga kerja mudah diganti oleh tenaga kerja lain
atau dengan mesain.
Perubahan ini menyebabkan seorang pekerja menjadi kurang penting peranannya karena orang lain
atau mesain dapat menggantikan perannya

MENGAPA PARA PEKERJA BERKEINGINAN MEMPERJUANGKAN


KEPENTININGANNYA DALAM BENTUK OEGANISASI?
1. Keinginan pekerja untuk diakui haknya untuk menentukan naibnya sendiri.
2. Kesempatan yang lebih besar pendapat dan permasalahan pekerja didengar oleh pihak
manajemen.
3. Pekerja dapat meningkatkan pengetahuan berbagai bidang diluar tugasnya sehari-hari
yang akan berpengaruh dalam perjalanan hidupnya.
4. Integritas kepribadian pekerja mendapat pengakuan dan penghargaan yang wajar

HAKEKAT KEBERADAAN SERIKAT PEKERJA


Kepentingan para pekerja dan kepentingan manajemen harus dilihat sebagai
kepentingan yang saling kerkaitan dengan tingkat interdependensi yang tinggi.
Dalam hal terjadi konflik antara manajemen dengan srikat pekerja maka kedua belah
pihak harus bertekad da mempunyai itikad baik untui menumbuhkan dan memelihara
hudungan industrial yang serasi/ harmunis.
Hak prerogative manajemen yang harus dihormati: kebebasan manajemen menjalankan
fungsi dan kewenangannya mengambil keputusan yang dianggap terbaik.
KESAMAAN PERSEPSI MANAJEMEN DENGAN PEKERJA
Semua pihak menghormati hak prerogative masing masing baik pihak manajemen
maupun pekerja, dan tidak ada campur tangan pihak lain.
Bentuk dan jenis berbagai keputusan yang dibuat bersama.

HAK PREROGATIF MANAJEMEN


1. Baang dan jasa yang akan dihasilkan
2. Lokasi perusahaan, temasuk pabrik jika ada.
3. Tta ruang peeusahaan dan pabrik.
4. Jenis eralatan yang akan digunakan.
5. Metoda, strategi, dan taktik produksi
6. Pola distribusi
7. Bahan yang akan diolah, kecuali terkait dengan keselamatan dan kesehatan pekerja.
8. Kebijakan keuangan, prosedur dan pengelolaannya.
9. Penetapan harga jual barang dan jasa yang dihasilkan.
10.Struktur organisasi dan pemilihan tenaga manajerial
11.Uraian tugas para karyawan untuk berbagai tingkat dan golongan pangkat dan jabatan
12.Standar produk yang harus dipenuhi.
13.Jumah tenaga kerja yang akan dipekerjakan.
14.Jadwal kerja dan jadwal lembur.
15.Tata cara pemeliharaan disiplin kerja dan pengenaan sanksi jika terjadi pelanggaran.
16.Mekanisme hubungan dengan pelanggan.
17.Tata cara mematuhi peraturan perundangundangan yang berlaku.

KEBERHASILAN NEGOSIASI MANAJEMEN DENGAN PEKERJA


1. Kesepakatan keterlibatan pihak lain dalam proses pengambilan keputusan dalam halhal dimana epentingannya trlibat.
2. Kesediaan keduabelah pihak untuk menempatkan diri pada posisi pihak lain dalam
menginterpretasikan kepentingan tersebut
Kedua belah pihak memegang semangat give and take

TAHAP TAHAP DALAM HUBUNGAN INDUSTRIAL


1. Tahap konflik
2. Thap pngakuan eksistensi
3. Tahap negosiasi
4. Tahap akomodasi
5. Tahap kerja sama
Jika tidak mungkin dicapai penyelesaian yang memuaskan dapt ditempuh dengan jalan
arbitrase.
FAKTOR PENYEBAB PERSELISIHAN
. Upah dan gaji.
. Jam kerja.
. Syarat-syarat kerja.
. Kesejahteraan social karyawan , dll

PERAN PEMERINTAH
Peran Pemerinah dalam penyelesaian perselisihan:
1. Menetapkan berbagai peraturan perundang-undangan tentang hubungan industrial
dalam negara yang bersangkutan dan cara-cara penyelesaiannya dalam hal hubungan
industrial yang terganggu.
2. Mengawasi pelaksanaan berbagai peraturan perundang-undangan tersebut.
3. Mencegah timbulnya perselisihan atau pertikaian perburuhan.
4. Bertindak selaku mediator apabila perselisihan atau pertikaian perburuhan terjadi
sehingga diperoleh penyelesaian yang serasi antara lain dengan mempermudah
prosedur yang ditempuh dalam proses arbitrase
Bahan bacaan
Siagian. (2005). Manajemen Sumber Daya Manusia. PT Bumi Aksara