Anda di halaman 1dari 26

11

Modul ke:

Fakultas

Ekonomi & Bisnis

Program Studi

Magister
Manajemen

Dr. Tri Mardjoko, SE, MA


Business Ethic and Good Governance
Pokok Bahasan :

Shareholders : Ownership

Temu 11 : 6 Desember 2014

Mata Kuliah :

Business Ethic and Good Governance


Pokok Bahasan : Shareholders : Ownership
Sub Pokok Bahasan :
Definitions

Early concepts of ownership


Early concept of the corporation
A dual heritage : Individual and corporate rights
The Reinvention of American corporation
The essential elements of the corporate structure
The mechanics of shareholder rights
The separation of ownership and control part 1
The separation of ownership and control part 2
A framework for shareholder monitoring and
response
Ownership and responsibility
Who the institutional investor are

DEFINITION of
'Shareholder

Definitions

DEFINISI 'Pemegang Saham


Setiap orang, perusahaan atau lembaga lain yang memiliki
setidaknya satu saham perusahaan. Pemegang Saham adalah
pemilik perusahaan. Mereka memiliki potensi untuk
mendapatkan keuntungan jika perusahaan dikelola dengan baik,
tapi juga berpotensi untuk mengalami kerugian jika
perusahaan dikelola dengan buruk. Seorang pemegang saham
juga dapat disebut sebagai "pemegang saham.

Kepemilikan , definisi :
Suatu
hak utama
dan eksklusif yang diberikan oleh suatu klaim
Ownership
Definition
hukum yang sah, dan tunduk pada pembatasan tertentu untuk
menikmati, menempati, memiliki, menyewakan, menjual,
menggunakan, memberikan, atau bahkan menghancurkan suatu
aset.
Kepemilikan mungkin berupa barang (objek nyata seperti rumah)
atau tidak berbentuk (objek tidak berwujud, seperti hak cipta, atau
hak untuk memulihkan utang). Kepemilikan (seperti dalam sewa)
tidak berarti kepemilikan karena tidak secara otomatis
mentransfer hak pemiliknya.

Early concepts of
ownership
(Konsep awal kepemilikan)

Kepemilikan properti mungkin pribadi, kolektif, atau umum, dan properti mungkin
benda, tanah / properti, atau kekayaan intelektual. Menentukan kepemilikan dalam
hukum melibatkan menentukan siapa yang memiliki hak dan kewajiban tertentu atas
properti. Hak dan kewajiban tersebut, kadang-kadang disebut sejumlah hak", dapat
dipisahkan dan dipegang oleh pihak yang berbeda.
Proses dan mekanisme kepemilikan yang cukup kompleks: satu bisa mendapatkan,
transfer, dan kehilangan kepemilikan properti di sejumlah cara. Untuk mendapatkan
properti , bisa membelinya dengan uang, perdagangan untuk properti lainnya,
menang dalam taruhan, menerimanya sebagai hadiah, mewarisinya,
menemukannya, menerimanya sebagai kerusakan, mendapatkannya dengan
melakukan pekerjaan atau memberikan jasa, membuatnya. Seseorang dapat
mentransfer atau kehilangan kepemilikan properti dengan menjualnya untuk uang,
bertukar untuk properti lainnya, memberikan sebagai hadiah, lupa tempat
menyimpan, atau kepemilikan itu dilucuti melalui jalur hukum seperti penggusuran,
penyitaan, atau mengambil. Kepemilikan properti juga akan memiliki manfaat
ekonomi dari properti itu.

Early concept of the corporation


(Konsep awal perusahaan)

Perusahaan adalah sutu organisasi dimana sumber daya (input) dasar seperti
bahan dan tenaga kerja dikelola serta diproses untuk menghasilkan barang atau
jasa (output) kepada pelanggan. Hampir di semua perusahaan mempunyai tujuan
yang sama, yaitu memaksimalkan laba. Jenis perusahaan dibedakan menjadi tiga,
yaotu: perusahaan manufaktur, perusahaan dagang, dan perusahaan jasa.
Sedangkan bentuk dari perusahaan itu sendiri dibedakan menjadi: perusahaan
perseorangan dan persekutuan (perseroan).
# MOLENGRAAFF
Perusahaan adalah keseluruhan perbuatan yang dilakukan secara terus menerus,
bertindak keluar, untuk memperoleh penghasilan dengan cara memperdagangkan
atau menyerahkan barang atau mengadakan perjanjian perdagangan
# PEMERINTAH HINDIA BELANDA
Perusahaan adalah keseluruhan perbuatan, yang dilakukan secara tidak terputusputus, dengan terang-terangan, dalam kedudukan tertentu dan untuk mencari
laba (bagi diri sendiri)
# UU No.8 TAHUN 1997, PASAL 1 (1)
Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang melakukan kegiatan secara tetap
dan terus-menerus dengan memperoleh keuntungan dan atau laba bersih, baik
yang diselenggarakan oleh orang perorangan maupun badan usaha yang
berbentuk badan hukum atau bukan badan hukum, yang didirikan dan
berkedudukan dalam wilayah negara RI

# JOHN M. ECHOLS
Bisnis berarti perusahaan

. Lanjutan
.

# MURTI SUMARNI (1997)


Perusahaan adalah sebuah unit kegiatan produksi yang mengolah sumber
daya ekonomi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat
dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan
masyarakat.
# MUCH NURACHMAD
Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang berbadan hukum atau tidak,
milik orang perseorangan, milik persekutun, atau milik badan hukum, baik
milik swasta maupun milik negara yang mempekrjakan pekerja dengan
membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain
atau
usaha - usaha sosial dan usaha - usaha lain yang mempunyai pengurus
dan mempekerjakan orang lain dengan membayar upah atau imbalan
dalam bentuk lain

. Lanjutan
Pengertian Perusahaan dan Tujuannya :

Secara umum perusahaan (business) adalah suatu organisasi di mana sumber daya
(input), seperti bahan baku dan tenaga kerja diproses untuk menghasilkan barang
dan jasa (output) bagi pelanggan. Tujuan dari perusahaan secara umum ialah
laba/keuntungan. Laba (profit) adalah selisih antara jumlah yang diterima dari
pelanggan atas barang atau jasa yang dihasilkan dengan jumlah yang dikeluarkan
untuk membeli sumber daya alam dalam menghasilkan barang atau jasa tersebut.

Jenis-Jenis Perusahaan :

Terdapat tiga jenis perusahaan yang beroperasi untuk menghasilkan laba yaitu :
a) Perusahaan Manufaktur (Manufacturing) Mengubah input dasar menjadi
produk
yang dijual kepada masing-masing pelanggan.
b) Perusahaan Dagang (Merchandising) Menjual produk kepada pelanggan tanpa

mengubah bentuk barang dan jasanya.


c) Perusahaan Jasa (Service) Menghasilkan jasa untuk pelanggan.

Jenis-Jenis Organisasi Perusahaan :

a)
b)
c)
d)

Perusahaan Perseorangan dimiliki oleh perorangan


Persekutuan (partnership) dimiliki dua atau lebih individu
Korporasi (corporation) dibentuk sebagai suatu badan hukum terpisah
Perusahaan dengan Kewajiban Terbatas (Limited Liability Corporation)
Menggabungkan karakteristik persekutuan dan korporasi.

Ketiga jenis perusahaan (manufaktur, dagang dan jasa) dapat berbentuk


perseorangan, persekutuan, korporasi maupun campuran.

Stakeholder theory

mengatakan bahwa perusahaan bukanlah entitas yang hanya beroperasi untuk


kepentingannya sendiri namun harus memberikan manfaat bagi stakeholder nya
(pemegang saham, kreditor, konsumen, supplier, pemerintah, masyarakat, analis, dan
pihak lain). Dengan demikian, keberadaan perusahaan sangat dipengaruhi oleh dukungan
yang diberikan oleh stakeholder kepada perusahaan tersebut.
Menurut Gray, Kouhy dan Adam (1994, p.53) dalam Chariri dan Ghozali (2007)
mengatakan bahwa Kelangsungan hidup perusahaan tergantung pada dukungan
stakeholder dan dukungan tersebut harus dicari sehingga aktivitas perusahaan adalah
untuk mencari dukungan tersebut. Makin powerfull stakeholder , makin besar usaha
perusahaan untuk beradaptasi. Pengungkapan sosial dianggap sebagai bagian dari dialog
antara perusahaan dengan stakeholdernya. Stakeholder theory umumnya berkaitan
dengan cara-cara yang digunakan perusahaan untuk memanage stakeholdernya (Gray et
al, 1997 dalam Chariri dan Ghozali, 2007).
Ullman (1985) berpendapat bahwa power stakeholder berhubungan dengan postur
strategis yang diadopsi perusahaan. Strategic posture menggambarkan model reaksi
yang ditunjukkan oleh pengambil keputusan kunci perusahaan terhadap tuntutan sosial .
Oleh karena itu, stakeholder theory pada dasarnya melihat dunia luar dari perspektif
manajemen (Gray, Kouhy dan Lavers, 1995b).

A dual heritage : Individual and


corporate rights
(Hak Individu dan Hak Perusahaan)

Dasar pemikiran:
Suatu perusahaan akan memiliki hak hidup apabila
perusahaan tersebut memiliki pasar, dan dikelola oleh
orang-orang yang ahli dan menyenangi pekerjaannya.
Agar perusahaan tersebut mampu melangsungkan
hidupnya, ia dihadapkan pada masalah:
a.intern,misalnya masalah perburuhan
b.Ekstern,misalnya konsumen dan persaingan
c.Lingkungan, misalnya gangguan keamanan

.. . Lanjutan .

pada dasarnya ada 3 hal yang dapat membantu perusahaan


mengatasi masalah di atas yaitu:
1.Perusahaan tersebut harus dapat menemukan sesuatu yang
baru.
2.Mampu menemukan yang terbaik dan berbeda
3.Tidak lebih jelek dari yang lain
Untuk mewujudkan hal tersebut perlu memiliki nilai-nilai yang
tercermin pada: Visi, Misi, Tujuan dan Budaya organisasi :
oMemecahkan masalah baik internal maupun eksternal
organisasi
oBudaya tersebut dapat ditafsirkan secara mendalam
oMempunyai persepsi yang sama
oPemikiran yang sama
oPerasaan yang sama

Prinsip Tata Kelola Perusahaan


PT. Pusri Palembang :
Kami mematuhi Panduan yang disusun oleh Komite
Nasional Kebijakan Good Corporate Governance,
sepanjang hal tersebut berlaku bagi kami. Kami
mendukung inisiatif berkaitan dengan praktik
Good Corporate Governance (GCG) di Indonesia.
Kami selalu mematuhi undang-undang dan
peraturan terkait, praktik dan panduan yang telah
menjadi standar dalam industri di mana kami
berada.

lanjutan
.
PUSRI senantiasa mengacu kepada prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG)
yang berlaku umum sebagai berikut:
1. Transparansi (Transparency)
Transparansi merupakan keterbukaan dalam melaksanakan proses pengambilan
keputusan dan keterbukaan dalam
mengungkapkan informasi material dan relevan mengenai perusahaan.
2. Akuntabilitas (Accountability)
Akuntabilitas merupakan kejelasan fungsi, pelaksanaan dan pertanggungjawaban
Organ sehingga pengelolaan
perusahaan terlaksana secara efektif.
3. Pertanggungjawaban (Responsibility)
Pertanggungjawaban merupakan kesesuaian di dalam pengelolaan Perusahaan
terhadap peraturan perundang-undangan
dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.
4. Kemandirian (Independency)
Kemandirian merupakan keadaan dimana Perusahaan dikelola secara profesional
tanpa benturan kepentingan dan
pengaruh/tekanan dari pihak manapun yang tidak sesuai dengan peraturan
perundang-undangan dan prinsip-prinsip korporasi yang sehat.
5. Kewajaran (Fairness)
Kewajaran merupakan keadilan dan kesetaraan di dalam memenuhi hak-hak
Pemangku Kepentingan (stakeholders)
yang timbul berdasarkan perjanjian dan peraturan perundang-undangan.

The Reinvention of American Corporation


(penemuan kembali arti perusahaan di USA)

Korporasi sebuah badan hukum yang diselenggarakan


untuk menguntungkan sekelompok pemegang saham,
karyawan dan pelanggan. Menawarkan terbatas kepada
pemilik, pemegang saham, fleksibilitas besar untuk para
manajernya, dan (ketika bersaing dengan perusahaan lain)
barang dan jasa kepada pelanggan dengan harga wajar.
o
Korporasi AS terutama terorganisir secara langsung
menguntungkan pemegang sahamnya melalui pembayaran
dividen dan / atau perdagangan nilai saham korporasi.
o
Tidak ada mekanisme langsung untuk menguntungkan
pelanggan, karyawan dan masyarakat.
o
Jika karyawan, pelanggan dan masyarakat mendapatkan
keuntungan dari korporasi, ini terjadi melalui kerja alami dari
sistem pasar bebas, ala Adam Smith, Wealth of Nations
(Smith, 1776)
o

The essential elements of the corporate structure


(Elemen penting dari struktur perusahaan)

Struktur perusahaan Unilever


Struktur perusahaan kami didesain supaya keputusan dapat cepat diambil.
Direksi
oDireksi adalah seseorang yang ditunjuk untuk memimpinUnilever Indonesia
Dewan Komisaris
oDewan Komisaris adalah sebuah dewan yang bertugas untuk melakukan
pengawasan dan memberikan nasihat kepada direktur Perseroan terbatas (PT).
Komite Audit
oKomite Audit membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi
kepengawasannya dengan melaksanakan kajian atas integritas laporan keuangan
Unilever Indonesia; manajemen risiko dan pengendalian internal; kepatuhan
terhadap ketentuan hukum dan perundang-undangan; kinerja, kualifikasi dan
independensi auditor eksternal; dan implementasi dari fungsi audit internal.
Komite Nominasi dan Remunerasi
oKomite Nominasi dan Remunerasi bertanggung jawab untuk menelaah dan
merumuskan rekomendasi paket remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi serta
merencanakan pencalonan dan nominasi calon yang akan diusulkan sebagai
anggota Dewan Komisaris, Direksi, dan/atau anggota berbagai Komite lainnya.

The mechanics of shareholder


rights
oHak-hak pemegang saham
tergantung pada ketentuan dalam
(Mekanika
Hak Pemegang
piagam korporasi
dan anggaran.
Ini adalahSaham)
dokumen pertama
yang pemegang saham harus berkonsultasi saat menentukan
hak-haknya dalam suatu korporasi. Pemegang saham juga
umumnya menikmati jenis hak2 berikut :

o Hak suara pada isu-isu yang mempengaruhi perusahaan


secara keseluruhan.
o Hak yang terkait dengan aset korporasi.
o Hak terkait dengan pengalihan saham.
o Hak untuk menerima dividen sebagaimana dinyatakan oleh
dewan direksi dari korporasi.
o Hak untuk memeriksa catatan dan buku korporasi.
o Hak untuk membawa gugatan terhadap korporasi untuk
tindakan pelanggaran oleh direksi dan pejabat dari korporasi.
o Hak untuk berbagi dalam hasil ketika korporasi
melikuidasi aset-asetnya.

Pandangan Tradisional
Menurut pandangan tradisional, korporasi adalah
entitas terpisah dengan identitas yang berbeda
dari pemilik atau manajer.
Pemegang Saham adalah pemilik korporasi.
Mereka memilih direksi untuk mengelola bisnis
atas nama mereka.
Tujuan dari korporasi adalah untuk membuat
keuntungan bagi para pemegang saham, dan
tujuan direksi dalam mengelola bisnis harus
memaksimalkan kekayaan pemegang saham.

The separation of ownership and control


part 1
Situasi di mana pemilik
bisnis tidak mengelola
(Pemisahan kepemilikan dan Pengendaliannya Bagian
atau mengendalikannya.
1)
Hal ini berlaku terutama di perusahaan besar
milik publik di mana terdapat banyak
pemegang saham, tidak ada satupun yang
memiliki saham mayoritas.
Hal ini juga dapat berlaku untuk perusahaan
kecil milik keluarga di mana bisnis
dijalankan oleh para manajer.
Namun, dalam kasus perusahaan besar
pemegang saham penting seperti investment
trust dan dana pensiun dapat memberikan
tekanan pada manajemen untuk menjalankan
perusahaan dengan cara tertentu.

The separation of ownership and control


part 2

(Pemisahan kepemilikan dan Pengendaliannya Bagian


2)

Pemisahan kepemilikan dan kontrol mengacu pada fenomena


yang terkait dengan perusahaan bisnis milik publik di mana
para pemegang saham (pengadu residual) memiliki sedikit
atau tidak ada kontrol langsung terhadap keputusan
manajemen.
Pemisahan ini umumnya dikaitkan dengan masalah tindakan
kolektif yang terkait dengan kepemilikan saham tersebar.
Pemisahan kepemilikan dan kontrol izin hirarkis terhadap
pengambilan keputusan yang, untuk beberapa jenis
keputusan, lebih diprioritaskan untuk kepentingan pasar.
Pemisahan kepemilikan dan kontrol menciptakan biaya
akibat pilihan opsi yang merugikan dan moral hazard.
Biaya tersebut berpotensi dikurangi oleh sejumlah
mekanisme termasuk kegagalan bisnis, pasar untuk kontrol
perusahaan, penegakan tugas fidusia, pengawasan tata
kelola perusahaan, insentif keuangan manajerial dan
aktivitas institusional pemegang saham

framework for shareholder monitoring and response


(Kerangka kerja pemegang saham dalam memantau dan menanggapi
sesuatu)

o
o
o
o
o

o
o

Peran monitoring pemegang saham besar telah menerima sejumlah besar perhatian dalam literatur
keuangan dan ekonomi.
Shleifer dan Vishny (1997) menyatakan bahwa kepemilikan yang terkonsentrasi merupakan elemen
kunci dari sistem tata kelola perusahaan yang baik karena pemegang saham besar memiliki insentif
dan kekuasaan untuk memaksakan pemantauan efective atas manajemen.
Studi empiris memberikan beberapa dukungan untuk teori ini. Sebagai contoh, Bethel, Liebeskind
dan Opler (1998) OND yang menyatakan bahwa kinerja perusahaan membaik setelah aktivis
investor membeli blok saham.
Bertrand dan Mullainathan (2001) melaporkan bahwa kehadiran pemegang saham besar, terkait
erat dengan kontrol yang lebih ketat atas kompensasi eksekutif.
Dalam konteks penipuan perusahaan, para pemegang saham besar harus melawan penipuan
pelaporan, karena mereka tidak bisa dalam waktu singkat menangkap windfall dari penipuan, dan
mereka kemungkinan akan banyak rugi berat sbg konsekuensi dari penipuan. Oleh karena itu, kita
harus mengharapkan hubungan positif antara kepemilikan besar saham memegang dan deteksi
penipuan.
Pemantauan oleh pemegang saham institusional telah menarik publik dan kepentingan akademis
thd kepemilikan institusional selama dua dekade terakhir di Amerika Serikat. beberapa-lembaga
investor institusional (misalnya, beberapa dana pensiun) memegang saham besar di perusahaan
tbk, sementara yang lain cenderung diversifikasi.
Untuk investor institusi besar, kami mengharapkan mereka untuk aktif dalam mendeteksi penipuan
laporan keuangan.
William Lerach, pasangan di Milberg Weiss Bershad Hynes & Lerach LLP dan pemimpin dalam
mewakili investor di gugatan class action, telah menunjukkan bahwa beberapa dana pensiun besar
telah berpartisipasi aktif dalam litigasi sekuritas dan telah berhasil membangun perangkat tata
kelola perusahaan.

Ownership and responsibility


(Kepemilikan dan Tanggung Jawab)

Kepemilikan:

Menentukan siapa yang memiliki posisi dalam sistem manajemen keselamatan dan kesehatan
perusahaan. Setiap orang yang bekerja di perusahaan harus memiliki setidaknya satu bagian dari
sistem. Setiap orang memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi, baik berdasarkan tugas, desain
atau melekat kedalam sistem. Dan orang-orang yang telah ditetapkan posisinya, harus
bertanggung jawab kepada manajemen atau staf perusahaan untuk berkinerja di bidang tanggung
jawabnya.
Namun, sistem ini dimiliki "oleh semua orang yang memberikan kontribusi untuk itu. Sebagai
operator mesin, saya akan "memiliki" tanggung jawab penggunaan yang aman dari mesin saya.
Sebagai supervisor toko mesin, saya akan "memiliki" tanggung jawab penggunaan yang aman dari
semua mesin, pelatihan operator mesin dan kegiatan dan pemeliharaan tempat kerja yang aman
untuk mesin yang dijual di toko saya. Sebagai pemilik perusahaan atau manajer, saya akan
"memiliki" tanggung jawab thd semua praktek kerja yang berhubungan dengan keselamatan yang
terjadi pada perusahaan atau fasilitas saya.

Tanggung Jawab:

Menentukan siapa yang bertanggung jawab untuk sistem mungkin sedikit lebih rumit dan lebih
dalam terlibat dibandingkan "memiliki" sistem, berarti Anda bertanggung jawab untuk memastikan
bahwa pekerjaan dilanjutkan dengan aman dan bahwa keselamatan dan kesehatan karyawan (baik
diri sendiri, rekan kerja atau bawahan Anda) tidak membahayakan pihak lain. Anda diwajibkan
untuk menjamin bahwa kegiatan di tempat kerja di bawah kendali Anda aman. Anda telah siap
diasumsikan kewajiban dan tugas yang memberikan jaminan ini dan Anda dapat diandalkan untuk
melaksanakan tugas-tugas tersebut.

Who the institusional investor


are :
Struktur Kepemilikan Institusional
(Siapa sebenarnya Investor Institusional)

Kepemilikan institusional merupakan kepemilikan saham perusahaan yang


mayoritas dimiliki oleh institusi atau lembaga (perusahaan asuransi, bank,
perusahaan investasi, asset management dan kepemilikan institusi lain).
Kepemilikan institusional merupakan pemegang saham terbesar sehingga
merupakan sarana untuk memonitor manajemen (Djakman dan Machmud,
2008).
Investor institusional dapat meminta manajemen perusahaan untuk
mengungkapkan informasi sosial dalam laporan tahunannya untuk
transparansi kepada stakeholders untuk memperoleh legitimasi dan
menaikkan nilai perusahaan melalui mekanisme pasar modal sehingga
mempengaruhi harga saham perusahaan (Brancato dan Gaughan,1991
dalam Fauzi, Mahoney, dan Rahman,2007).

Terima kasih

Terima Kasih
Dr. Tri Mardjoko, SE, MA