Anda di halaman 1dari 24

PATOFISIOLOGI PENYAKIT

SALURAN KEMIH
Dr. Rifki M

1. gagal ginjal akut


2. gagal ginjal kronik
3. glomerulonefritis akut
4. nefrotic syndrome

Gagal Ginjal Akut


Gagal ginjal akut adalah sindrom yang
terdiri dari penurunan kemampuan filtrasi
ginjal (jam sampai hari), retensi produk
buangan dari nitrogen, gangguan elektrolit
dan asam basa.

Etiologi
PRA RENAL: dehidrasi, syok, perdarahan,
gagal jantung
RENAL: pielonefritis, glomerulonefritis,
nefrotoksisitas (obat atau kemoterapi),
lupus nefritis, nekrosis tubular akut, SHU,
HSP, trombosis a/v renalis, anomali
kongenital (ginjal polikistik, dll)
POST RENAL: keracunan jengkol, batu
saluran kemih, obstruksi saluran kemih,
sindrom tumor lisis, buli-buli neurogenik

Patofisiologi
Tergantung penyebabnya (prarenal,
renal, atau post renal)

Patogenesis GGA PRARENAL


Volume sirkulasi darah total
Aliran darah ke ginjal
Laju filtrasi glomerulus
(fs reabsorpsi tubulus thd air dan garam
tetap berlangsung)
Osmolalitas urin (>300 mOsm/kg),
Na urine (<20 mmol/L)
(pada GGA RENAL sebaliknya)

GGA RENAL
Kelainan tubulus
Kelainan vaskular trombosis atau
vaskulitis
Kelainan glomerulus
Kelainan interstitial

GGA Post Renal


Biasanya terjadi karena batu saluran
kemih (urolithiasis)

Penatalaksanaan
Penatalaksanaan GGA post renal
tergantung etiologi (bila batu
bedah)

Manifestasi Klinik

Pucat (anemia)
Oliguria
Edema
Hipertensi
Muntah
Letargi

Decomp cordis
Edema paru
Aritmia (akibat
hiperkalemia)
Perdarahan GIT
Penurunan kesadaran
Kejang
koma

Gagal Ginjal Kronik


Gagal ginjal kronik adalah kegagalan fungsi ginjal (unit
nefron) atau penurunan faal ginjal yang menahun dimana
ginjal tidak mampu lagi mempertahankan lingkungan
internalnya yang berlangsung dalam jangka waktu lama
dan menetap sehingga mengakibatkan penumpukan sisa
metabolik (toksik uremik) berakibat ginjal tidak dapat
memenuhi kebutuhan dan pemulihan fungsi lagi yang
menimbulkan respon sakit

etiologi
Penyebab gagal ginjal kronik cukup banyak tetapi untuk keperluan klinis dapat dibagi
dalam 2 kelompok :
1. Penyakit Parenkim Ginjal
a.
Penyakit ginjal primer :
o Glomerulonefritis
o Mielonefritis
o Ginjal Polikistik
o TBC ginjal
b.
Penyakit ginjal sekunder :
o Nefritis lupus
o Nefropati
o Amilordosis ginjal
o Poliarteritis nodusa
o Sklerosis sistemik progresif
o Gout
o Diabetes Mellitus

etiologi
2. Penyakit Ginjal Obstruktif
o Pembesaran prostat
o Batu saluran kemih
o Refluks ureter
o Secara garis besar penyebab gagal ginjal dapat
dikategorikan infeksi yang berulang dan nefron yang
memburuk
o Obstruksi saluran kemih
o Destruksi pembuluh darah akibat diabetes dan hipertensi
yang lama
o Scar pada jaringan dan trauma langsung pada ginjal

patofisiologi
Penyakit yang mendasari

hipertrofi sisa nefron

Peningkatan aktivitas reninangiotensin

Sklerosis nefron

Penurunan fungsi nefron


yang progresif (LFG)

Gejala klinis
Sesuai dengan penyakit yang mendasari seperti diabetes
mellitus, infeksi traktus urinarius, batu traktus urinarius,
hipertensi, hiperuricemia, Lupus Eritomatosus Sistemik
(LES), dan lain lain.
Sindrom uremia yang terdiri dari lemah, letargi, anoreksia,
mual, muntah, nokturia, kelebihan volume cairan (volume
overload), neuropati perifer, pruritus, uremic frost,
perikarditis, kejang-kejang sampai koma.
Gejala komplikasinya antara lain hipertensi, anemia,
osteodistrofi renal, payah jantung, asidosis metabolik,
gangguan keseimbangan elektrolit (sodium, kalium, klorida).

GLOMERULONEFRITIS
AKUT
Glomerulonefritis akut (GNA) adalah suatu reaksi
imunologis pada ginjal terhadap bakteri atau virus
tertentu.Yang sering terjadi ialah akibat infeksi
kuman streptococcus
Menurut kejadiannya GN dibedakan atas GN
primer dan GN sekunder. Dikatakan GN primer
jika penyakit dasarnya berasal dari ginjal sendiri
dan GN sekunder jika kelainan ginjal terjadi
akibat penyakit sistemik lain seperti penyakit
autoimun tertentu, infeksi, keganasan atau
penyakit metabolik.

Streptococcus

Adalah bakteri gram positif


berbentuk bulat yang
secara khas membentuk
pasangan atau rantai selama
masa pertumbuhannya
Sebagian besar (75%)
glomerulonefritis akut
paska streptokokus timbul
setelah infeksi saluran
pernapasan bagian atas,
yang disebabkan oleh kuman
Streptokokus beta
hemolitikus grup A tipe 1, 3,
4, 12, 18, 25, 49

PATOFISIOLOGI GNA

Gejala klinis GNA


Hematuria
Albuminuria
Edema ringan (periorbita)
Hipertensi
Demam
Gejala gastrointestinal (muntah, tidak
nafsu makan, konstipasi, diare)

Nefrotic Syndrome
Sindroma Nefrotik adalah
sekumpulan manifestasi klinis yang
ditandai oleh proteinuria massif
>3,5gr/hari, hipoalbuminemia
<3,5gr/dl, edema,
hiperkolesterolemia, lipiduria, dan
hiperkoagulabilitas

PATOFISIOLOGI
etiologi
Permeabilitas basal membran meningkat;
Protein bocor ke dalam filtrasi glomerulus
Proteinuria masif
Hipoalbuminemia
Tekanan onkotik plasma menurun
Transudasi cairan dari ruang vaskuler
ke ruang interstisiel

Merangsang hati :
Sintesa protein , lipid dan
gangguan transportasi
partikel lipid dalam sirkulasi

Menurun katabolisme

Volume plasma dan cardiac output menurun


Aliran darah ke ginjal menurun,
GFR menurun
Retensi air dan garam di tubuli renalis
Jumlah airan interstisiel meningkat
Edema

Kolesterol , trigliserida

Hiperlipidemia & lipiduria


Sekresi mineralokortikoid
Aldosteron dan ADH naik

Retensi cairan
di rongga
perut

Ekstravasasi
cairanke
ekstraseluler

Ascites
Menekan
diafragma

Ekspansi otot
pernapasan tdk
optimal

Mual,
muntah
Nafsu makan

Ggn pemenuhan
kebutuhan nutrisi
Kondisi tubuh
lemah
Ggn tumbuh kembang

Menekan isi
perut

Daya tahan tubuh

Resiko
infeksi

Nafas tdk
adekuat
Ggn pola
nafas

MANIFESTASI KLINIK
Utama edema
awal intermitten
(preorbital, scrotalis,
labia), edema masif
(anasarka)
Lunak, pitting
Ggn GI
diare karena edema
mukosa usus
Hepatomegali karena
sintesis albumin
meningkat
Nafsu makan berkurang
asites
Pernapasan
Asites retriksi
pernapasan takipneu
Efusi pleura/ edema
pulmonal

TERIMA KASIH