Anda di halaman 1dari 7

GAMBARAN UMUM

PERLINDUNGAN DAN PEMAJUAN KEPEMILIKAN KEKAYAAN INTELEKTUAL


DI WILAYAH PROVINSI DKI JAKARTA
I. PENDAHULUAN
Ditinjau dari kepemilikan Kekayaan Intelektual dapat dibedakan menjadi
dua bagian yaitu Kepemilikan Personal meliputi Hak Cipta dan Hak Milik
Industri yang terdiri dari Desain Industri Paten, Merk, Rahasia Dagang, Desain
Tata letak Sirkuit Terpadu. Sedangkan Kepemilikan Komunal meliputi Ekspresi
Budaya Tradisional, Pengetahuan Tradisional, Indikasi Geografis dan Indikasi
Asal.
Wilayah Provinsi DKI Jakarta meliputi 5 (lima) Kota Administratif dan 1
(satu) Kabupaten Kepulaun Seribu dan keragaman Adat, Seni Budaya dan
Tradisi Betawi menjadikan Provinsi DKI Jakarta kaya dengan berbagai bentuk
Ekspresi Budaya dan Pengetahuan Tradisional seperti Seni Pertunjukan, Cerita
Rakyat Pengobatan Tradisional (Dukun Beranak, Dukun Sunat dll). Permainan
Tradisional, Tekstil Tradisional, Pasar Tradisional, Upacara Adat yang terus
dilestarikan, dilindungi dan dikembangkan oleh Pemerintah Daerah bersama
Badan Permusyawarah dan Lembaga Kebudayaan serta masyarakat Betawi
pada umumnya.
Kampanye Kekayaan Intelektual Komunal Khususnya Pengetahuan
Tradisional dan Ekspresi Budaya Betawi menjadi topik yang hangat dikalangan
masyarakat oleh karenanya Pemerintah Daerah Bersama Kantor Wilayah serta
Badan Musyawarah dan Lembaga Kebudayaan Betawi telah menginventarisir
kedalam bentuk Data Base berbagai Kekayaan Intelektual Komunal meliputi
Adat Istiadat, Seni Budaya,Kuliner dan Tradisi Betawi, sehingga Kekayaan
Daerah sebagai bagian dari Kekayaan Nasional bisa terlindungi secara lebih
efektif berdasarkan Data tersebut.
II. POTENSI KEKAYAAN INTELEKTUAL
Pemerintah Daerah DKI Jakarta beserta seluruh Stakeholder terus
berupaya meningkatkan Produktivitas masyarakat dalam menghasilkan karyakarya Intelektual disamping juga mengingatkan kesadaran serta pemahaman
masyarakat atas peran Kekayaan Intelektual khususnya kepemilikan Kekayaan
Intelektual Komunal seperti Indikasi Geografis, Indikasi Asal, Pengetahuan dan
Ekspresi Budaya Tradisional atau Karya budaya bangsa guna mendorong
ekonomi kreatif yang dikaitkan dengan perlindungan Kekayaan Intelktual
dalam memperkokoh pondasi perekonomian masyarakat
Pengetahuan tradisional merupakan sumber pengetahuan penting yang
berhubungan dengan kehidupan manusia seperti pengetahuan, kuliner,
pertanian, kesenian dan sebagainya yang mempunyai nilai ekonomis. Sampai
saat ini banyak pengetahuan tradisional telah dicuri oleh banyak peneliti
untuk dipakai sebagai entry point penelitian mereka untuk mendapatkan
paten. Sebagaimana kita ketahui, seiring dengan tumbuhnya kesadaran
sebagian masyarakat, saat ini telah terjadi pergeseran persepsi yang
meletakan nilai aset tidak nyata (Intangible asset) seperti : Informasi Ilmu
Pengetahuan, kecakapan teknik (know how) menjadi sejajar atau bahkan
penting dibandingkan nilai aset nyata (tangible asset). Kekayaan Intelektual
sudah selayaknya dipahami sebagai salah satu kekuatan untuk pembangunan
ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyaraka. Perlu diciptakan iklim
yang kondusif untuk melahirkan karya cipta dan peningkatan Kekayaan

Intektual kreasi dan kreatifitas suatu bangsa sehingga dengan pemahaman itu
pengguna KI akan mampu memberikan hasil yang optimal bagi perekonomian
khususnya di Wilayah DKI Jakarta.
Para pemangku kepentingan termasuk Instansi Pemerintah DKI Jakarta
terus memelihara dan memajukan Budaya Kekayaan Intelektual dengan cara
semakin berkreasi dan berinovasi serta mengupayakan cara-cara untuk
memberi perlindungan hukum terhadap Karya Intelektual .
A. Upaya Perlindungan dan Pemajuan Kekayaan Intelektual
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Beserta seluruh stakeholder melakukan
Upaya perlindungan dan pemajuan KI antara lain:
1. Dibidang regulasi Pemda telah mengeluarkan Perda yang mendukung
Upaya Perlindungan dan Pemajuan KI yaitu :
a. Perda No. 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Budaya Betawi
2. Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Provinsi DKI Jakarta
telah melaksanakan kegiatan dalam Upaya Pemajuan dan Promosi KI
a. Kegiatan Sosialisasi UKM Sebanyak 60 Orang Peserta Dari Sanggar
Sanggar Kebudayaan Betawi
b. Pendaftran Merk :
- Tahun 2013 Berjumlah 110 Permohonan
- Tahun 2014 Berjumlah 41 Permohonan
- Tahun 2015 Berjumlah 87 Permohonan
3. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata :
4. Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Tahun 2013-2016
a. Peningkatan Pemahaman KI Bagi Siswa Siswi SMU/SMK, UKM,
Mahasiswa/Dosen Perguruan Tinggi Sosialisasi/Penyuluhan hukum
kepada Masyarakat, sebanyak 425 oarang
b. Penegakkan HKI/Pengawasan dan Pengamatan (WASMAT) upaya
pencegahan pelanggaran KI dengan memasang banner/Spanduk
dan poster di Mall Pusat perbelanjaan :
Tahun 2014 :
Tahun 2015 : Rp. 8.140.000
-

c. Pemrosesan Permohonan Pendaftaran KI tahun 2013-2015


Cipta
= 77 permohonan
Merk
= 338 permohonan
Paten Biasa
= Nihil permohonan
Paten sederhana
= Nihil permohonan
Desain Industri
= Nihil permohonan
Rahasia Dagang
= Nihil permohonan
DTLST
= Nihil permohonan
Perpanjangan Merk
= 6
permohonan

d. Memberikan Konsultasi dan arahan Tata Cara Pendaftaran KI kepada


pemohon yang datang ke Kantor Wilayah DKI Jakarta
e. Sebagai Narasumber materi KI dalam Kegiatan Sosialisasi yang
diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
f.

Pencetakan Leaflet, Banner, Spanduk


ditempat yang strategis di area publik

KI

dan

Penyebarannya

g. Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal


h. Pemahaman Hukum bagi masyarakat Betawi di Setu Babakan pada
kegiatan Penyuluhan Hukum serentak tahun 2016
Hari
Waktu
Tempat

: Kamis, 28 Januari 2016


: 9.00 s/d selesai
: Perkampungan Budaya Betawi
JL. Moch. Kahfi II Rt. 009 Rw.08 Srengseng Sawah
Jagakarsa Jakarta Selatan 12640

Materi

:- Penguatan dan Perlindunan Hukum terkait dengan


Kekayaan Intelektual Komunal di wilayah DKI Jakarta
- Penguatan Regulasi dibidang Kekayaan Intelektual
- Penguatan terhadap ekistensi Sanggar Budaya,
Perkumpulan, Yayasan, ormas masyarakat Betawi
- Deklarasi Sadar Hukum Seniman, Budayawan dan
Ormas Betawi.

Peserta

: 2000 (dua ribu) peserta terdiri dari : Organisasai


Masyarakat Betawi, Seniman, Budayawa dan Tokoh
Masyarakat, Aparatur Pemerintah Daerah. Lembaga
Kebudayaan Betawi, Badan Musyawarah dan
Masyarakat Betawi

Narasumber :
1. Direktur
Jenderal
Peraturan
Perundang-undangan
Kementerian Hukum dan HAM RI
2. Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian
Hukum dan HAM RI
3. Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum
dan HAM RI
4. Kepala Badan Pembinaan Hukum Nasional
5. Deputi Gubernur Bidang Kebudayaan dan Pariwisata Prrovinsi
DKI Jakarta
i. Pelaksanaan Penyidikan di Bidang Kekayaan Intelektual
- Saksi Ahli KI atas permintaan aparat Penegak Hukum (Kepolisian,
Kejaksaan dan Pengadilan)
- Konsultasi Hukum oleh PPNS HKI

j. Dukungan Anggaran dari Direktorat Jenderal KI

Tahun 2013 : 81.360.000


Tahun 2014 : Nihil
Tahun 2015 : 100.000.000

untuk mendukung kegiatan pelayanan Pendaftaran KI dan Program


Penegakan Hukum KI baik secara preventif maupun represif meliputi :
- Pengolahan Administrasi Dokumen Permohonan KI
- Koordinasi dan Konsultansi ke Ditjen KI
Penguatan Sistem Kekayaan Intelektual di Daerah melalui
Pencegahan Pelanggaran KI
B. Hasil Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal
Sejak tahun 2014 Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DKI Jakarta
bersama Badan Musyawarah dan Lembaga Kebudayaan Betawi telah
menginventarisir berbagai Kekayaan Intelektual Komunal meliputi Adat Istiadat,
Seni Budaya,Kuliner dan Tradisi Betawi serta Ekspresi Budaya/Pengetahuan
Tradisional seperti Seni Pertunjukan, Cerita Rakyat Pengobatan Tradisional
(Dukun Beranak, Dukun Sunat dll). Permainan Tradisional, Tekstil Tradisional,
Pasar Tradisional, Upacara Adat dll.
Sampai saat ini sudah terkumpul kurang lebih ratusan jenis sebagai contoh :
-

1. Pengobatan Tradisional
Dukun Beranak (Paraji,Nujuh Bulan)
Dukun Urut Anak
Dukun Sembur
Dukun Piare atau Tukang Piare (Praperkawinan sampai perkawinan)
Dukun Upacara Adat (Sedekah Bumi, Nyadran,DLL)
- Dukun Perayaan (Biasanya disebut Pawang)
- Dukun Pengobatan Batin (Dukun Santet)
2. Ekspresi Budaya Tradisional/Pengetahuan Tradisional
a. Kesenian :
- Ondel-Ondel
- Lenong Betawi :Lenong Denes, Lenong Preman
- Gambang Kromong
- Tari Belenggo
Blenggo Rebana
- Tari Topeng
Tari Pencak silat
Tari Samrah.
Tari Zapin/Japin dll
b. Legenda /Cerita Rakyat :
- Si Pitung
- Nyai Dasima dll
c. Pakaian/Perhiasan Tradisional
- Kebaya Betawi
- Batik Betawi SERACI Pakaian Adat
- Perhiasan Betawi Tempo Doeloe

d. Kuliner :
-

Bir Pletok
Kerak Telor
Nasi Uduk
Soto Betawi
Sayur Bebanci
Sayur Besan
Roti Buaya
Dodol Betawi dll

3. Potensi Indikasi Geografis (IG)


- Alpukat Cempedak
- Salak Condet
4. Indikasi Asal
Untuk
Inventarisasi
Kekayaan
Komunal
diatas
masih
diperlukan
penyempurnaan dengan penambahan deskripsi dan keterangan lebih lanjut
untuk disusun dalam bentuk Buku untuk di cetak dan disebarluaskan
C. Sentra Kekayaan Intelektual
- Belum Ada Sentra Pelayanan KI di Kantor Wilayah
D. Konsultan KI
- Belum Ada Konsultan KI di Kantor Wilayah
III. USULAN PENETAPAN KAWASAN BERBUDAYA KEKAYAAN INTELEKTUAL
Berbagai Upaya yang telah dilakukan Pemerintah Daerah DKI Jakarta
beserta seluruh Pemangku kebijakan menyangkut:
1. Komitmen Pimpinan Kawasan dalam pengembangan Kekayaan Intelektual
serta mensosialisasikannya secara sistematik dan kontinyu
2. Menciptakan Iklim Kondusif yang mendukung Inovasi dan kreatifitas serta
mendukung tumbuhnya perolehan Kekayaan Intelektual.
3. Upaya Penegakan Hukum yang sistematik dan Konsisten berupa
penanggulangan Pelanggaran KI yang preventif dan represif
4. Identifikasi terhadap hasil penelitian dan pengembangan produk Inovatif
berbasis Kemasyarakatan.

Sehubungan dengan hal tersebut patut dipertimbangkan Usulan


Penetapan Kawasan Berbudaya Kekayaan Intelektual sebagai penghargaan atas
kontribusi yang cukup Besar dalam lingkup KI kepada :
1. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
2. Pemerintah Kota Administratif Jakarta Utara
3. Pemerintah Kota Administratif Jakarta Selatan
4. Pemerintah Kota Administratif Jakarta Barat
5. Pemerintah Kota Administratif Jakarta Timur
6. Pemerintah Kota Administratif Jakarta Pusat
7. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu
8. Perguruan Tinggi : Universitas Indonesia, Universitas Nasional dan
Universitas Esa Unggul

9. Mall/ Pusat perbelanjaan yang menegakan aturan Kekayan Intelektual


dengan tidak menjual barang bajakan
Mall Pejaten Village
Mall Kuningan City
Mall Ciputra
Mall Arta Gading
Mall Cipinang Indah
Mall Atrium Senen
Mall Citraland
Mall Taman Anggrek
Mall Kota Casablanka
Mall Slipi Jaya

IV.

DRAF MOU PEMERINTAH DAERAH PROVINSI DKI JAKARTA


DENGAN KEMENTERIAN HUKUM DAN HAM RI TENTANG
PENDAYAGUNAAN SISTEM KEKAYAAN INTELEKTUAL DIPROVINSI
DKI JAKARTA (Terlampir).

V.

DRAF MOU PERGURUAN TINGGI


DENGAN KEMENTERIAN
HUKUM DAN HAM RI TENTANG PENDAYAGUNAAN SISTEM
KEKAYAAN INTELEKTUAL BAGI KALANGAN AKADEMISI.
Jakarta, Maret 2016