Anda di halaman 1dari 105

LEMBAR PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini,


Nama

: Tri Desi Rahayu Warfahmi

NIM

: 41612010041

Jurusan

: Teknik Industri

Fakultas

: Teknik

Judul Laporan : PENJADWALAN PRODUKSIPAPER MACHINE DENGAN


METODE COLOR CYCLE PADA PT INDAH KIAT PULP &
PAPER (IKPP), Tbk.
Dengan ini menyatakan bahwa hasil penulisan Laporan Kerja Praktek
yang telah saya buat ini merupakan hasil karya sendiri dan benar keasliannya.
Apabila ternyata di kemudian hari penulisan Laporan Kerja Praktek ini
merupakan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap orang lain, maka saya bersedia
mempertanggungjawabkan sekaligus bersedia menerima sanksi berdasarkan
aturan di Universitas Mercu Buana.
Demikian pernyataan ini saya buat dalam keadaan sadar dan tidak
dipaksakan.

Jakarta, 1 Oktober 2015

Tri Desi Rahayu Warfahmi

LEMBAR PENGESAHAN
PENJADWALAN PRODUKSIPAPER MACHINE DENGAN
METODE COLOR CYCLE PADA PT INDAH KIAT PULP &
PAPER (IKPP), Tbk. TANGERANG

Disusun oleh :
Nama

: Tri Desi Rahayu Warfahmi

NIM

: 416112010041

Program Studi

: Teknik Industri

Pembimbing,

Resa Taruna, S.Si., MT


Mengetahui,
Ketua Program Studi

Muhammad Kholil, Ir., MT

ABSTRAK
PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. Tangerang adalah sebuah perusahaan
yang bergerak dalam bidang industri kertas. Perusahaan yang memproduksi kertas
warna dalam bentuk Big Roll, Big Sheet, Cut Size mempunyai target untuk terus
memuaskan atau melampaui harapan pelanggan dengan usaha perbaikan terus
menerus terhadap kualitas produk dan pelayanan. Data yang digunakan untuk
membuat penjadwalan produksi Paper Machine yaitu data pesanan produk dari
konsumen. Penjadwalan produksi Paper Machine pada PT. Indah Kiat Pulp &
Paper (IKPP), Tbk. Tangerang menggunakan metode Color Cycle yaitu metode
yang melihat pada kedekatan warna. Paper Machine memproduksi kertas mulai
dari kertas yang berwarna muda hingga kewarna tua. Setelah memperhatikan
kedekatan warna untuk membuat produksi kertas warna, jadwal produksi lalu
digambarkan kedalam Gantt Chart. Dalam membuat jadwal produksi paper
machine harus memperhatikan ESD (Estimate Shipment Date) yaitu waktu
pengiriman produk kekonsumen. Tujuannya agar produk dapat sampai
kekonsumen tepat waktu.
Kata kunci: Proses Produksi, Penjadwalan, Color Cycle, Gantt Chart, ESD.

ABSTRACT
PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. Tangerang is a company engaged in
the paper industry. Companies that produce color paper in the form of Big Roll,
Big Sheet, Cut Size has a target to continue to satisfy or exceed customer
expectations with continued improvement of business - constantly on product
quality and service. The data used to make production scheduling Paper Machine
that is the product of customer order data. Production scheduling Paper Machine
at. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. Color Cycle Tangerang using a method
that looks at the color closeness. Paper Machine producing paper from colored
paper that young to old kewarna. Having noted the closeness of colors to make
color paper production, and production schedules drawn into the Gantt Chart. In
making paper machine production schedules have to pay attention to ESD
(Estimate Shipment Date) which kekonsumen product delivery time. The goal is
that the product can be up to kekonsumen timely.
Keywords : Process Production, Schedulling, Cycle Color, Gantt Chart, ESD.

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr, Wr.


Alhamdulillah Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat
dan hidayah-Nya. Sholawat beriring salam semoga selalu tercurahkan kepada
junjungan kekasih Allah dan juga rahmat bagi seluruh alam semesta ialah Nabi
Muhammad SAW. Teriring ridho Allah dan Rosul-Nya sehingga penulis dapat
menyusun dan menyelesaikan Laporan Kerja Praktek ini dengan Judul
Penjadwalan Produksi Paper Machine Dengan Metode Color Cycle Pada PT
Indah Kiat

Pulp & Paper (IKPP), Tbk. guna untuk memenuhi sebagian

persyaratan mendapatkan gelar kesarjanaan Strata Satu (S-1) pada Jurusan Teknik
Industri, Fakultas Teknik, Universitas Mercu Buana Jakarta. Dengan penyusunan
Laporan Kerja Praktek ini diharapkan dapat menambah wawasan, pengetahuan
dan pengalaman baik bagi peneliti sendiri maupun bagi pembaca.
Penelitian Laporan Kerja Praktek ini bisa berjalan lancar tidak lepas dari
bimbingan, dukungan, pengarahan dan motivasi dari berbagai pihak. Oleh
karenanya, penulis dengan tidak mengurangi rasa hormat mengucapakan terima
kasih kepada:
1. Kedua Orang Tua, yang telah bersusah payah mendidik, menyayangi, dan
memberikan dukungan moril maupun materil, sehingga saya dapat
berkuliah dengan lancar.
2. Bpk. Ir. Muhammad Kholil, Ir., MT selaku Ketua Program Studi Teknik
Industri Universitas Mercu Buana Jakarta. Yang selalu mengarahkan,
membimbing dan memberikan dukungan didalam perkuliahan.
3. Ibu Puspita Dewi, ST., MT selaku koordinator Kerja Ptaktek. Yang telah
mengarahkan dan membimbing dalam pelaksanaan Kerja Praktek.
4. Bapak Resa Taruna, S.Si., MT. Selaku pembimbing Kerja Peraktek. Yang
telah membimbing dalam penyusunan Laporan Kerja Praktek.
5. Bpk. Tjoeng Chayahin, ST Selaku Pembimbing Kerja Praktek di PT. Indah
Kiat Pulp & Paper (IKPP),

Tbk. Tangerang. Yang telah mengarahkan

didalam pelaksanaan dan pengambilan data selama Kerja Praktek.


5

6. Dosen Teknik Industri Universitas Mercu Buana, atas bimbingan dan


pengajarannya didalam perkuliahan.
7. Teman Mahasiswa Teknik Industri Universitas Mercu Buana Jakarta
angkatan 2012, atas motivasi dan kerjasamanya serta kekompakan yang
terjalin sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Kerja
Praktek ini.
8. Nanda, Jannah, Lulu, Caca, dan Rahma yang selalu mendukung dan selalu
selalu bersama dalam berbagai hal sehingga mempermudah dalam
menyelesaikan Laaporan Kerja Praktek.
9. Ryan Nurhuda selaku kekasih. Yang selalu mengajarkan berbagai hal
kepada penulis dan membantu penulis dari awal Kerja Praktek hingga
penulis dapat menyelesaikan Laporan Kerja Praktek ini dengan lancar.
10. Semua pihak yang telah memberikan bantuan baik secara materil maupun
moril, baik secara langsung maunpun tidak langsung, yang tidak bisa
penulis sebutkan satu-persatu namun tidak mengurangi rasa hormat dan
tadzim penulis dalam menyesaikan Laporan Kerja Praktek ini.
Penulis sepenuhnya menyadari bahwa dalam penyusunan Laporan Kerja
Praktek ini masih terdapat banyak kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran
yang membangun sangat penulis harapkan demi kesempurnaan Laporan Kerja
Praktek ini. Akhir kata, semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua.

Wassalamualaikum Wr, Wb.


Jakarta, 08 Oktober 2015

Penulis

DAFTAR ISI
6

LEMBAR PERNYATAAN.......................................................................................i
LEMBAR PENGESAHAN.....................................................................................ii
ABSTRAK..............................................................................................................iii
ABSTRACT............................................................................................................iv
KATA PENGANTAR...............................................................................................v
DAFTAR ISI..........................................................................................................vii
BAB I.......................................................................................................................1
PENDAHULUAN...................................................................................................1
1.1

Latar Belakang..........................................................................................1

1.2

Rumusan Masalah.....................................................................................3

1.3

BatasanMasalah.........................................................................................3

1.4

Tujuan Kerja Praktek.................................................................................3

1.5

Metodologi Penelitian...............................................................................4

1.6

Sistematika Penulisan................................................................................6

BAB II......................................................................................................................8
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN.................................................................8
2.1

Sejarah Singkat PT. Indah Kiat Pulp&Paper Tbk.....................................8

2.2

Visi dan Misi.............................................................................................9

2.3

Lokasi Pabrik...........................................................................................10

2.4

Tata Letak Pabrik.....................................................................................11

2.5

Struktur Organisasi Perusahaan...............................................................12

2.6

Kegiatan Utama Perusahaan....................................................................23

2.1.

Tujuan dan Sasaran Perusahaan..............................................................24

2.2.

Proses Produksi.......................................................................................28

2.8.1.

Penyediaan Bubur Kertas / pulp (stock preparation).........................29

2.8.2.

Pembuatan Lembaran Kertas.....................................................33

2.8.3.

Paper Finishing Converting.....................................................37

2.3.

Jenis Produk............................................................................................41

BAB III..................................................................................................................43
TINJAUAN PUSTAKA.........................................................................................43
3.1

Pengertian Proses Produksi.....................................................................43

3.2

Jenis Jenis Proses Produksi..................................................................44

3.3

Sistem Produksi Menurut Tujuan Operasi...............................................46

3.4

Sistem Produksi Menurut Aliran Operasi dan Variasi Produk................47

3.5

Pengertian Penjadwalan..........................................................................50

3.6

Tujuan Penjadwalan................................................................................52

3.7

Fungsi Penjadwalan.................................................................................54

3.8

Elemen Penjadwalan Mesin Produksi.....................................................54

3.9

Kriteria Penjadwalan Proses....................................................................56

3.10

Istilah-istilah Dalam Penjadwalan Produksi............................................58

3.11

Aturan Prioritas Penjadwalan..................................................................60

3.12

Ukuran Keberhasilan Penjadwalan.........................................................62

3.13

Hambatan-hambatan Dalam Penjadwalan...............................................63

BAB IV..................................................................................................................64
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA................................................64
4.1

Pengumpulan Data..................................................................................64

4.2

Pengolahan Data......................................................................................76

4.3

Pesanan Produksi.....................................................................................77

4.4

Pengelompokkan Cycle Colour...............................................................79

4.5

Pembuatan Flow Chart............................................................................81

4.6

Membuat Gantt Chart..............................................................................83

BAB V....................................................................................................................86
KESIMPULAN DAN SARAN..............................................................................86
5.1

Kesimpulan..............................................................................................86

5.2

Saran........................................................................................................87

DAFTAR GAMBAR

Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar
Gambar

2.1 Struktur Organisasi............................................................................14


2.2 Struktur Organisasi seksi PPIC.........................................................21
2.3Flow Proses Produksi Kertas.............................................................41
2.4Produk Roll.........................................................................................41
2.5Produk Big Sheet................................................................................42
2.6Produk Cut Size..................................................................................42

Gambar 4.1Proses Produksi Big Roll.....................................................................66


Gambar 4.2 Contoh Produk Big Roll.....................................................................67
Gambar 4.3Proses Produksi Big Sheet...................................................................68
Gambar 4.4Contoh Produk Big Sheet....................................................................69
Gambar 4.5Proses Produksi Cut Size Tipe 1.........................................................71
Gambar 4.6Proses Produksi Produk Cut Size Tipe 2.............................................72
Gambar 4.7Produk-produk Cut Size......................................................................73
Gambar 4.8Warna warna Jenis Japan..................................................................76
Gambar 4.9Product Brand PT. Indah Kiat Pulp&Paper (IKPP), Tbk..................76
Gambar 4.10Contoh Pengelompokan Color Cycle................................................81
Gambar 4.11Flow Chart Color Cycle...................................................................82
Gambar 4.12Gantt Chart Penjadwalan Paper Machine........................................84

DAFTAR TABEL

Tabel 2. 1 Pemakaian Sumber Daya......................................................................25


Tabel 4.1Jenis dan Ukuran Kertas Produk Cut Size...............................................73
Tabel 4.2Jenis jenis Kualitas Kertas di PT. Indah Kiat Pulp&Paper (IKPP), Tbk.
................................................................................................................................74
Tabel 4.3Jenis - jenis Kertas Warna yang Di Produksi PT. Indah Kiat
Pulp&Paper (IKPP), Tbk. Tangerang....................................................................75
Tabel 4.4Data Pesanan Produksi pada PT. Indah Kiat Pulp&Paper (IKPP), Tbk.
Tangerang...............................................................................................................78
Tabel 4.5Pengelompokan Cycle Colour.................................................................80

10

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan industri di Indonesia yang semakin maju secara tidak langsung
memacu para pemilik perusahaan untuk terus berkembang. Setiap perusahaan
berusaha untuk memenuhi permintaan konsumen agar tidak kehilangan konsumen
utama. Proses produksi yang efektif dan efisien adalah sesuatu yang ingin dicapai
setiap perusahaan manufaktur saat ini. Penjadwalan (scheduling) merupakan suatu
kegiatan penting dalam perusahaan. Hubungan antara penjadwalan dan
perencanaan system produksi yang baik dari sebuah perusahaan merupakan hal
yang penting dari keseluruhan aktifitas produksi diperusahaan. Dalam suatu
perusahaan, penjadwalan diperlukan dalam mengalokasikan tenaga operator,
mesin dan peralatan produksi, urutan proses, jenis produk, pembelian material dan
lain sebagainya untuk kegiatan operasi penjadwalan juga mencangkup penentuan
urutan pelaksanaan kegiatan operasi.
Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang dapat menjadwalkan
dengan baik setiap proses produksi sehingga dapat bersaing dengan perusahaan
lain. Tujuan penjadwalan untuk meminimalkan waktu proses, waktu tunggu

langganan, dan tingkat persediaan, serta penggunaan yang efisien dari fasilitas,
tenaga kerja, dan peralatan. Dalam sistem perencanaan produksi, pengurutan dan

penjadwalan produksi memegang peranan penting, agar terwujud efektivitas dan


efisiensi produksi. Semakin kompleks sebuah sistem produksi, maka semakin
dibutuhkannya sebuah penjadwalan produksi yang baik. Penyusunan suatu
penjadwalan yang semata-mata hanya berdasarkan pada intuisi atau perkiraan
belaka akan dapat mempengaruhi jumlah hasil produksi. Penjadwalan produksi
yang tidak baik akan menyebabkan timbulnya waktu yang tidak produktif (idle
time) dan juga kapasitas yang tidak produktif (idle capacity) dari mesin-mesin
yang digunakan dalam proses produksi. Hal tersebut merupakan beberapa faktor
yang dapat merugikan perusahaan. (Kusuma, 2003).
PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. didirikanoleh EKA Tjipta
Widjaja di Tangerang pada tanggal 7 Desember 1976. Pada awalnya, di tahun
1977, perusahaan ini hanya memiliki dua buah paper machine yang masing
masing berkapasitas produksi 100 ton/hari. Pada April 1979, PT. Indah Kiat Pulp
& Paper (IKPP), Tbk. mulai menghasilkan produk komersial hingga pada bulan
Juni 1982, PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. menambah sebuah paper
machine lagi untuk meningkatkan kapasitas produksi sehingga meningkat menjadi
150 ton/hari. Pada bulan Maret 1984, perusahaan ini mencapai kesuksesan dalam
memproduksi produk komersial. Kemudian bulan April 1988 dilakukan
modifikasi dan reparasi mesin kertas sehingga total produksi kertas menjadi 250
ton/hari. Hal ini membuat PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. harus
membuat perencanaan produksi dengan baik.
PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. memproduksi sesuai dengan
pesanan konsumen sehingga penjadwalan produksi yang tepat sangat diperlukan

agar proses produksi dapat berjalan dengan baik dan barang yang dihasilkan dapat
sampai pada konsumen tepat waktu. Pada penelitian ini akan membahas tentang
sistem penjadwalan pada paper machine.
1.2 Rumusan Masalah
Perumusan masalah yang akan menjadi objek kajian dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut :
1. Bagaimana sistem penjadwalan produksi pada PT. Indah Kiat Pulp & Paper
(IKPP), Tbk.?
2. Bagaimana perencanaan produksi pada paper machine di PT. Indah Kiat Pulp
& Paper (IKPP), Tbk. terhadap ESD (Estimate Date Shipment) ?
1.3 BatasanMasalah
Pembatasan masalah diperlukan dalam penyusunan laporan ini agar pembahasan
terpusat dan terarah dengan tujuan yang ingin dicapai nantinya. Adapun batasanbatasan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Data yang digunakan adalah data sekunder pada PT. Indah Kiat Pulp &Paper
(IKPP), Tbk. Tangerang.
2. Data yang digunakan berdasarkan pada sistem penjadwalan produksi pada
Paper Machine 2 dan Paper Machine 3.
3. Pengolahan data hanya tentang sistem penjadwalan pada Paper Machine 2
dan Paper Machine 3 tanpa melihat unsur-unsur lainnya seperti jenis produk.

1.4 Tujuan Kerja Praktek


Setelah mengetahui batasan masalah yang akan mendasari penelitian ini maka
dapat menentukan tujuan yang lebih tepat dan terarah terhadap kegiatan yang akan
dilakukan. Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
a. Mengetahui dan mempelajari sistem penjadwalan produksi pada PT. Indah
Kiat Pulp & Paper (IKPP) Tbk.
b. Mempelajari sistem penjadwalan Paper Machine dengan melihat ESD
(Estimate Date Shipment).
1.5 Metodologi Penelitian
Dalam kerja praktek ini, metode yang digunakan untuk mendapatkan data /
informasi antara lain sebagai berikut:
1. Studi Pustaka
a. Referensi yang berhubungan dengan kegiatan.
b. Jurnal yang berkaitan dengan metode penjadwalan produksi yang akan
digunakan.
c. Buku-buku yang berkaitan dengan penjadwalan produksi.
2. Studi Lapangan
a. Data perusahaan tentang proses peroduksi pada perusahaan.
b. Pengamatan langsung di lantai produksi.
3. Pengambilan Data
Langkah langkah dalam mengambil data adalah sebagai berikut:
1. Meminta data perusahaan tentang perencanaan dan penjadwalan produksi
yang sedang berlangsung ataupun yang akan berlangsung.

Penelitiandilaksanakandenganlangkah-langkahsebagaimanatersajidalam diagram
alirdibawahini:

Gambar 1.1Diagram Aliran Metodologi Penelitian

1.6 SistematikaPenulisan
Dalam laporan kerja praktek ini, untuk mendapatkan hasil yang teratur, terarah
dan mudah dipahami, maka penulisan disusun dengan menggunakan sistematika
sebagai berikut:
BAB I Pendahuluan
Bab ini menjelaskan secara garis besar tentang latar belakang masalah,
perumusan

masalah,

tujuan

penelitian,

pembatasan

masalah

dan

sistematika penulisan laporan.


BAB II Gambaran Umum Perusahaan
Bab ini menjelaskan gambaran umum perusahaan tentang profil
perusahaan, produk perusahaan dan berbagai yang berkaitan dengan
perusahaan yang akan menjadi tempat kerja praktek.
BAB III Tinjauan Pustaka
Bab ini menerangkan secara singkat tentang teori yang berhubungan
dan berkaitan erat dengan masalah yang akan dibahas serta merupakan
tinjauan kepustakaan yang menjadi kerangka dan landasan berfikir.
BAB IV Pengumpulan dan Pengolahan Data
Hasil dari kerja praktek berisikan pengumpulan data yang terdiri dari
dua yaitu data umum perusahaan dan data khusus untuk pengolahan

data. Pengolahan data dilakukan berdasarkan data - data yang tersedia


dengan mempertimbangkan dengan teori yang terkait.

BAB V Kesimpulan dan Saran


Bab ini berisikan kesimpulan dari pengolahan data secara menyeluruh
serta diberikan juga saran, baik untuk pihak perusahaan maupun
pengembangan penelitian selanjutnya.

10

BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1 Sejarah Singkat PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.
PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. merupakan bentuk perusahaan PMA
(Penanaman Modal Asing) yang didirikan atas joint venture sebuah perusahaan
Indonesia (PT. Berkat Indah Agung) dan dua perusahaan Taiwan (Chung Hwa
Pulp International Coorporation dan Yuen Foung Yue Global Investment
Coorporation). Di dalam prakteknya, perusahaan Taiwan bertindak sebagai
penyedia teknologi untuk proses pembuatan kertas, sedangkan perusahaan
Indonesia bertindak sebagai penyedia akses.
PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. didirikan oleh EKA Tjipta
Widjaja di Tangerang pada tanggal 7 Desember 1976. Pada awalnya, di tahun
1977, perusahaan ini hanya memiliki dua buah paper machine yang masing
masing berkapasitas produksi 100 ton/hari. Pada April 1979, PT. Indah Kiat Pulp
& Paper (IKPP), Tbk. mulai menghasilkan produk komersial, hingga pada bulan
Juni 1982, PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. menambah sebuah paper
machine lagi untuk meningkatkan kapasitas produksi sehingga meningkat menjadi
150 ton/hari. Pada bulan Maret 1984, perusahaan ini mencapai kesuksesan dalam
memproduksi produk komersial. Kemudian bulan April 1988 dilakukan

modifikasi dan reparasi mesin kertas sehingga total produksi kertas menjadi 250
ton/hari.
Pada bulan Januari 1986, grup Sinar Mas membeli 67% total saham PT.
Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk., sedangkan Chung Hwa Pulp
International Coorporation dan Yuen Foung Yue Global Investment Coorporation
sebesar 23% dan 10%. Beberapa tahun setelahnya, pada bulan Juni 1990, PT.
Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. mulai mempublikasikan diri dengan
melakukan penawaran saham perdana (IPO) di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya
dengan harga US$ 326 juta yang mewakili 13% total sahamnya.
Pada bulan Desember 1992, PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk.
resmi mengakuisisi PT. Sinar Dunia Makmur, sebuah perusahaan industri kertas
yang menjadi anggota manajemen PT. Sinar Mas Group yang berlokasi di Desa
Kragilan, Serang, Banten. Kemudian pada bulan Oktober 1996. PT. Indah Kiat
Pulp & Paper (IKPP), Tbk. Menambah dyer pada mesin pulper nomor 8 untuk
meningkatkan kapasitas produksi menjadi 135.000 ton/tahun. Pada tahun 2006,
saham kepemilikan PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. dimiliki oleh 4
perusahaan, antara lain PT. Puri Nusa Eka Persada (57.25%), Chung Hwa Pulp Int
(BUI), Co (16.11%), Yuen Fuon Yue Invest Co (7.62%) dan publik (19.02%).
Saat ini, PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. memiliki tiga pabrik
yang terletak di lokasi yang berlainan, antara lain pabrik pulp dan kertas
terintegrasi yang berlokasi di Perawang, propinsi Riau, pabrik kertas industri yang
berlokasi di Serang, propinsi Banten, serta pabrik kertas budaya yang terletak di
Tangerang, propinsi Banten. PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk.
8

Tangerang memiliki kapasitas terkecil di antara dua pabrik lainnya tetapi


merupakan pabrik yang paling menguntungkan, sedangkan pabrik yang terletak di
Perawang merupakan Pabrik terbesar dengan kapasitas terbesar 500.000 ton/tahun
dengan proses terkomputerisasi. PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk.
Tangerang sendiri menempati daerah seluas 28 hektar.
PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. Tangerang memiliki tiga mesin
kertas Foudrinier, yang memiliki lebar trim 2,75 m dan total kapasitas produksi
sekitar 135.000 ton/tahun. Jenis kertas yang diproduksi adalah kertas budaya,
antara lain kertas cetak, kertas fotokopi, kertas komputer, kertas duplikator, dll.
Jenis kertas kertas tersebut menggunakan bahan baku pulp LBKP (pulp serat
pendek) dan pulp NBKP (pulp serat panjang). PT. Indah Kiat Pulp & Paper
(IKPP), Tbk. Tangerang mengimplementasikan Chain of Custody of Forest Based
Product (PEFC) sehingga bahan baku pulp yang digunakan dapat dilacak hingga
hutan asal kayunya.
2.2 Visi dan Misi
Visi dari PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. adalah menjadi perusahaan
kertas yang berstandar internasional dengan kualitas kertas yang sangat baik dan
bisa bersaing dengan perusahaan kertas lainnya baik dari tingkat domestik
maupun internasional.
Sedangkan misi dari PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. adalah
bekerja dengan integritas dan komitmen kepada pelanggan, karyawan dan para
pemegang saham dalam waktu yang bersamaan dan memantapkan perhatian
kepada pengawasan terhadap kualitas dan performa serta prima dari produk kertas

industri PT. Indah Kiat Pulp & Paper (Dokumen PT. Indah Kiat Pulp &Paper :
2014).
2.3 Lokasi Pabrik
PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. Tangerang merupakan salah satu anak
perusahaan Sinar Mas Group yang berkantor pusat di Plaza BII, Jl. MH Thamrin
no 51 Jakarta Pusat 10350. PT.Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. Tangerang
Mills terletak di Jalan Raya Serpong KM 8, Desa Pakulonan, Kecamatan Serpong,
Kabupaten Tangerang, Banten. Dengan Luas area sekitar 28 hektar dengan status
kepemilikan sertifikat hak dan status peruntukkan Industri.
Posisi pabrik PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. Tangerang
tergolong strategis apabila ditinjau dari sisi ekonomisnya. Hal ini dikarenakan tata
letaknya berdekatan dengan jalan tol Tangerang Jakarta - Merak. Posisi seperti
ini mendukung kelancaran transportasi penyaluran bahan bahan baku utama dan
bahan penunjang yang diperlukan untuk proses produksi kertas serta
mempermudah pengiriman hasil produksi ke tempat distributor atau ke konsumen
di luar negeri yang biasanya dengan menggunakan kapal laut melalui pelabuhan
Tanjung Priok. PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. Tangerang terletak
berdekatan dengan Sungai Cisadane. Hal tersebut mempermudah pemenuhan
kebutuhan air, baik untuk proses produksi maupun kegiatan non-produksi.
Berikut batas batas geografis PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk.
Tangerang Mills:
a. Barat

: Perumahan Gading Serpong, Sungai Cisadane.

10

b. Timur

: Perumahan Alam Sutera.

c. Utara

: Pemukiman perumahan penduduk Pakulonan Timur.

d. Selatan : Pemukiman penduduk dan Markas Artileri Pertahanan Udara.


2.4 Tata Letak Pabrik
Di dalam kawasan PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk. Tangerang terdapat
beberapa bangunan, yaitu:
1. Kantor Utama
Bangunan ini berada di Wisma Indah Kiat yang letaknya bersebelahan dengan
PT. Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk. Tangerang. Pada bangunan ini terdapat
departemen Business dan departemen Accounting. Kedua departemen ini
sebenarnya tidak berhubungan secara langsung dengan proses produksi kertas.
2. Kantor Pabrik
Pada bangunan ini terdapat Mill Manager Office (kepala pabrik) dan
departemen administrasi yang terdiri dari seksi General Affairs dan HRD.
3. Kantor kantor Seksi
Lokasi dari kantor kantor ini ada di tempat yang berbeda
beda.Sebagaicontohnya: kantor seksi Stock Preparation berada di lokasi
bagian produksi.
4. Unit Produksi

11

Yang termasuk dalam kawasan ini adalah seksi Stock Preparation, seksi
Paper machine, dan seksi Finishing converting.
5. PT. Dian Swastika Sentosa
Perusahaan ini terletak di dalam kawasan PT. Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.
Tangerang. Perusahaan ini bertugas untuk mensuplai kebutuhan listrik dan
steam kepada PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. Tangerang yang
dibutuhkan dalam proses produksi.

6. Gudang
PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. Tangerang memiliki dua gudang,
yaitu gudang produksi dan gudang material. Gudang produksi digunakan
untuk menyimpan sementara kertas yang telah diproduksi. Sedangkan gudang
material digunakan untuk menyimpan persediaan bahan baku dan bahan
penunjang yang diperlukan dalam proses produksi. Gudang di PT. Indah Kiat
Pulp & Paper (IKPP), Tbk. Tangerang memiliki kapasitas 14.000 ton,
memiliki 16 unit forklift, dan 1 set container loading.
7. Water Treatment
Pada bangunan ini, terdapat sebuah kantor seksi dan satu set unit pengolahan
air sungai Cisadane. Fresh water yang diperoleh akan digunakan untuk proses
produksi dan non-produksi.
8. Unit Pengolahan Limbah

12

Pada bangunan ini terdapat sebuah kantor seksi dan satu set unit peralatan
untuk mengolah limbah cair yang dihasilkan dari proses produksi. Selain itu
juga untuk mengolah limbah rumah tangga.
9. Bangunan bangunan lain
Bangunan bangunan lain bersifat sebagai bangunan penunjang, diantaranya
adalah: tempat ibadah, mess karyawan, ruang meeting, ruang tamu, sarana
olah raga, kantin, koperasi, kamar kecil, tempat parkir, dan lain lain.
2.5 Struktur Organisasi Perusahaan
Organisasi adalah suatu bentuk kerja sama antara satu orang atau lebih terkait
secara formal untuk mencapai suatu tujuan bersama. Dalam upaya membentuk
perusahaan yang tangguh dan mantap guna mencapai tujuannya maka diperlukan
adanya sistem organisasi dan manajemen yang baik. Struktur organisasi dan
manajemen yang baik berhubungan erat sekali dengan kondisi kerja yang terpadu
dan terarah serta ketegasan atau kejelasan pendelegasian wewenang, menetapkan
tugas dan tanggungjawab untuk masing-masing pimpinan dan staff.

13

Gambar 2.1 Struktur Organisasi

14

Struktur organisasi dari PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk.
Tangerang berbentuk struktur organisasi fungsional dimana pendelegasian tugas
dari pimpinan ke bawahan dan tanggung jawab hasil bawahan kepada pimpinan
berjalan vertikal sesuai dengan tugas dan wewenang masing masing. PT. Indah
Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. Tangerang dipimpin oleh seorang kepala pabrik,
dibantu oleh Mill Manager Office dan membawahi enam departemen. Tugas dan
fungsi masing masing terbagi ke dalam sub sub organisasi sebagai berikut:
1

Kepala Pabrik sebagai pengawas dan penilai jalannya organisasi.

Mill Manager Office


a

MBOS
Bertanggung jawab terhadap menentukan KPI (Key Performance
Indicator) dan memberikan KPI setiap departemen, seksi, dan unit.
Mengadakan cross sharing dan learning, menetapkan project improvement
yang diperlukan untuk pencapaian KPI, melakukan harmonisasi antar
project improvement, serta memonitor dan menganalisa pencapaian
project improvement.

Paper Specialist
Bertanggung jawab terhadap keberlangsungan proses produksi dalam
departemen produksi jika terjadi masalah, terutama masalah pada Paper
Machine.

Seksi Business Unit

15

Bertanggung jawab terhadap keberlangsungan proses produksi suatu


produk dari bahan baku sampai barang jadi serta membuat inovasi baru
dengan memasarkan produk-produk yang lebih menarik untuk dikonsumsi
di pasaran.
d

Seksi Information Technology


Bertanggung jawab terhadap masalah yang ada pada jaringan dan sistem
networking dalam PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. Untuk
sementara divisi ini masih terdiri atas 1 orang dan divisi ini juga bekerja
sama dengan Corporate IT.

Departemen Produksi
Tanggung jawab kepala departemen produksi adalah:
a

Melakukan proses produksi sesuai dengan dokumen yang dihasilkan


dengan pertimbangan dampak lingkungan.

Bekerja sesuai dengan instruksi kerja yang telah ditetapkan.

Memenuhi kebijakan perusahaan serta saran perusahaan.

Bekerja sama dengan kepala departemen terkait untuk mengambil


perbaikan dan pencegahan terhadap hal hal yang menyimpang.

Departemen produksi terdiri dari dua bagian :


a

Paper Production
1. Seksi Stock Preparation
16

Bertanggung jawab menyiapkan bahan baku yaitu pulp dengan


melakukan penambahan bahan bahan tertentu sehingga dapat
memenuhi standar untuk proses PM (Paper Machine).
2. Seksi Paper Machine
Bertanggung jawab untuk menghasilkan kertas dalam bentukbig roll
dan kertas dengan ukuran lembaran besar.
b

Finishing&Converting
1. Seksi Finishing Sortir Packing
Bertanggung jawab untuk melakukan pemilahan kertas dari ukuran
big sheet berdasarkan standar kualitas sehingga akan diperoleh kertas
yang baik dan membuang kertas yang kurang baik (defect).
2. Seksi Finishing Cutter-Rewinder
Seksi ini bertugas untuk melakukan pemotongan kertas dari ukuran
jumbo roll menjadi big sheet atau yang lebih kecil.
3. Seksi Converting
Tahap terakhir dalam proses pembuatan kertas, yaitu kertas-kertas
yang baik akan langsung di proses untuk menghasilkan produk-produk
sesuai dengan permintaan customer seperti stiky note, memo blok,
amplop, dan lain-lain.

Departemen Sales & Marketing

17

Tanggung jawab kepala departemen sales&marketing adalah:


a

Memenuhi target/FOB pada semua area regional.

Membina semangat yang tinggi dalam kelompok untuk mencapai target.

Berhubungan dengan klien yang sangat penting dan order dalam skala
besar.

Menyelesaikan setiap masalah dalam kelompok selama proses order, di


mana masalah tidak dapat ditangani lebih jauh lagi oleh team.

Membuat report dan menganalisa secara terstruktur Gap yang terjadi


antara target dan pencapaian.

Memonitor pencapaian order pada subordinate untuk semua area regional,


member nasihat, saran, dan pengarahan jika hal tersebut diperlukan.

Departemen Sales & Marketing terdiri dari:


a

Seksi Sales & Marketing:


Bertanggung jawab untuk memasarkan produk-produk ke seluruh negara
diantaranya kawasan Asia, Timur Tengah, Eropa, dan lain-lain.

Seksi Export Document


Bertanggung jawab terhadap seluruh dokumen dokumen yang
diperlukan, seperti surat pembayaran, surat tagihan, pengurusan dokumen
melalui bank, dan urusan lain yang berkaitan dengan dokumen.

18

Departemen Service Mill


Tanggung jawab kepala departemen administrasi adalah:
a

Memenuhi sistem manajemen lingkungan, kebijakan perusahaan, serta


tujuan dan sasaran yang ingin dicapai.

Koordinasi aktivitas training.

Koordinasi keselamatan dan kebersihan lingkungan kerja.

Koordinasi dalam keadaan darurat.

Penanganan area penyimpanan barang bekas dalam plastik

Koordinasi pembuangan limbah padat dan penjualan barang barang


bekas dari pabrik.

Penyimpanan dan pengawasan untuk barang barang yang masuk.

Mill Service Department terdiri dari:


a

Seksi General Affair;


Bertanggung jawab menangani masalah yang berhubungan dengan
karyawan baik di dalam maupun di luar pabrik. Selain itu, bertanggung

19

jawab melakukan tindakan mengecek, dan mengontrol berbagai upaya


tindakan preventif untuk mencegah dan mengurangi kecelakaan di tempat
kerja serta kerusakan lingkungan di PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP),
Tbk sesuai dengan undang undang yang berlaku.
b

Seksi Gudang Material


Bertanggung

jawab

mengawasi

penyimpanan

bahan

baku

dan

bahanpenunjang.
c

Seksi Pallet Workshop


Bertanggung jawab atas pembuatan pallet untuk dipakai di dalam pabrik
guna mempercepat perpindahan kertas dan menciptakan design baru
dengan tujuan memperkecil biaya produksi.

Seksi HR
Bertanggung jawab terhadap masalah yang berhubungan dengan
karyawan, proses penerimaan karyawan baru dan kegiatan-kegiatan yang
dilakukan perusahaan termasuk proses pembayaran gaji terhadap seluruh
karyawan.

Seksi Procurement
Bertanggung jawab terhadap pembelian material kepada vendor, pemilihan
vendor dengan memperhatikan spesifikasi dan harga material terutama
kepada vendor yang memiliki kontrak dengan PT. Indah Kiat Pulp &

20

Paper (IKPP), Tbk. Tangerang, dan mengajukan RFQ (Reqeust For


Quotation) untuk mencari vendor baru.
f

Seksi Finance & Accounting


Finance & Accounting Section tidak berhubungan langsung dengan proses
produksi. Seksi ini bertanggung jawab mengenai cash flow perusahaan,
baik dalam pengawasan maupun memberikan pengarahan mengenai biaya
produksi, selain itu juga bertanggung jawab dalam tender serta pembukuan
operasi produksi.

Departemen Engineering
Tanggung jawab kepala departemen engineering adalah :
a. Koordinasi untuk melakukan maintenance.
b. Koordinasi masalah operasional seperti: listrik, steam dan air.
Departemen Engineer membawahi:
a

Seksi Electrical Engineering


Bertanggung jawab memperbaiki, memelihara sistem-sistem yang
berhubungan dengan listrik dan instrument dalam mesin produksi maupun
dalam lingkungan pabrik.

Seksi Mechanical, Maintenance, Manufacture


Bertanggung jawab memperbaiki, memelihara alat-alat dan mesin
produksi serta merencanakan dan mengembangkan pabrik.
21

Departemen Business
Tanggung jawab kepala departemen business adalah :
a. Koordinasi penyimpanan dan pengiriman produk kepada pelanggan.
b. Penerapan manual lingkungan dan pemenuhan sistem manajemen
lingkungan.
c. Memenuhi kebijakan perusahaan, tujuan dan sasaran perusahaan.
d. Bertanggung jawab dalam pembelian bahan baku, pencarian pasar untuk
memasarkan produk.
Departemen bussines terdiri dari :
a

Seksi PPIC;
Bertanggung jawab untuk membuat jadwal atau rencana produksi mulai
dari stock preparation sampai converting serta mengkontrol kegiatan
prosuksi yang sedang berlangsung agar sesuai dengan permintaan
customer. Berikut ini adalah struktur organisasi pada seksi PPIC:

22

Gambar 2.1Struktur Organisasi seksi PPIC


c

Seksi Logistic & Delivery;


Bertanggung jawab untuk menangani produk-produk yang akan dikirim
sehingga sampai ke tempat tujuan dengan kondisi yang baik.

Seksi Gudang Produksi (Finish Good Warehouse);


Bertanggung jawab mengawasi penyimpanan dan pengeluaran hasil
produksi kertas yang akan dipasarkan.

Departemen Compliance & Development


Tanggung jawab departemen Complience & Development (C&D) adalah:
a

Mengimplementasikan dan menspesifikasikan manajemen lingkungan.

Mengkoordinir dan memandu semua aktivitas yang berkaitan dengan


lingkungan.
23

Memeriksa pelaksanaan dan pemenuhan perundang undangan yang telah


diuraikan.

Koordinasi untuk publikasi dan administrasi manual lingkungan.

Melakukan elaborasi, tinjauan atau distribusi prosedur dan lingkungan


bersama dengan kepala departemen seksi.

Menganalisa masalah masalah lingkungan dan merekomendasikan


penyelesaiannya.

Merencanakan dan mengkoordinasikan audit lingkungan internal dan


eksternal, serta menyiapkan laporan laporan terkait.

Bekerjasama dengan departemen lain yang terkait untuk mengevaluasi


efektivitas tindakan perbaikan dan pencegahan dalam hal penyimpangan
lingkungan.

Departemen C & D terdiri dari:


a

Seksi Environmental Protection (EP);


Bertanggung jawab terhadap kelangsungan pelaksanaan sistem manajemen
mutu yang berdasarkan standar ISO 9001 dan sistem manajemen
lingkungan yang berdasarkan ISO 14001. Selain itu, bertanggung jawab
mengawasi pengolahan limbah agar tidak berbahaya bagi lingkungan.

Seksi Quality Assurance (QA);

24

Bertanggung jawab mengadakan pengujian terhadap kualitas dari kertas


yang sudah di prosuksi.
c

Seksi Research & Development (R&D) ;


Bertanggung jawab terhadap bahan-bahan kimia dalam proses pembuatan
kertas terutama dalam pencampuran warna agar sesuai dengan permintaan
dari customer.

2.6 Kegiatan Utama Perusahaan


PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. Tangerang mempunyai
kegiatan utama, yaitu memproduksi kertas. Tujuan perusahaan dalam mendukung
pertumbuhan dan perkembangan ekonomi nasional tercermin dalam filosofi
perusahaan tersebut, yaitu:
1. Pertumbuhan adalah kebutuhan pasar dari kehidupan dan kewajiban.
2. Karyawan adalah kunci sukses setiap usaha.
3. Kepuasan para pemegang saham, investor, investor potensial, pegawai,
manajemen, mitra usaha, pemerintah, dan masyarakat harus jadi prioritas
utama.
4. Landasan operasional haruslah berdasarkan pada keterbukaan, saling
menghormati, dan manajemen yang berperan aktif.
5. Kelestarian lingkungan adalah bagian integral dari sistem kerja perusahaan.
Ikhtisar dari PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. Tangerang adalah:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Salah satu perusahaan pulp and paper dunia yang terintegrasi vertical.
Produsen dengan biaya murah.
Pangsa pasar yang terbesar di Asia.
Lokasi yang strategis untuk melayani pasar Asia yang tumbuh pesat.
Prestasi yang tidak tertandingi dalam perluasan kapasitas.
Pertumbuhan dan dengan meningkatnya harga produk.

25

2.7. Tujuan dan Sasaran Perusahaan


Tujuan dan Sasaran PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk.Tangerang adalah:
1. Meningkatkan Kepuasan pelanggan dengan menurunkan komplain pelanggan
dan menjaga on time delivery.
a. Meningkatkan nilai indeks kepuasan pelanggam melalui survey kepuasan
pelanggan (customer satisfaction survey) minimal 3.0.
b. Mengirimkan barang kepada pelanggan tepat pada waktunya (on time
delivery), minimal 90%.
c. Menurunkan claim pelanggan dengan nilai pembayaran claim per to
produk terjual maksimal 0.15 USD/M.
2. Mencegah kerugian akibat kecelakaan kerja, kebakaran, dan penyakit akibat
kerja
a. Menurunkan jumlah dan hari hilang karena kecelakaan kerja di dalam dan
di luar pabrik (dalam jam dan rute sewajarnya).
a. Jumlah kecelakaan
: maksimal 20 kasus per tahun
b. Hari hilang
: maksimal 144 hari per tahun
b. Tidak ada insiden kebakaran di seluruh area pabrik.
c. Meniadakan penyakit akibat kerja berdasarkan kriteria yang tercantum
dalam perundang undangan.
3. Menghemat pemakaian sumber daya air, listrik, steam, dan pulp
a. Pemakaian sumber daya:
Tabel 2.1Pemakaian Sumber Daya
No

Sumber Daya

Air

Listrik

Jenis
Kertas

Jumlah

Putih

15,5 m/FMT

Warna

23 m/FMT

Putih

600 kWH/FMT

Warna

760 kWH/FMT

26

Steam

Pulp

Putih

2,5 ton/FMT

Warna

2,7 ton/FMT

Putih

0,76 ton/FMT

Warna

0,83 ton/FMT

Sumber : Dokumen PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk.
b. Menjaga kapasitas produksi dengan kualitas produk sesuai dengan
spesifikasi yang ditetapkan minimal 98.000 ton per tahun.
c. Meningkatkan efisiensi pabrik secara menyeluruh.
i. PM (Paper Machine) 1 = minimal 87%
ii. PM (Paper Machine) 2 = minimal 86%
iii. PM (Paper Machine) 3 = minimal 88%
4. Mengurangi limbah yang dihasilkan dan menanganinya sesuai perundang
undangan.
a. Mengadakan kerja sama dengan pihak lain dalam pengelolaan sludge
IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah).
b. Meningkatkan rasio oli bekas yang dihasilkan terhadap pemakaian oli
minimal 74%.
5. Memenuhi perundang undangan lingkungan tentang limbah cair, padat, dan
udara.
a. Menjaga kualitas limbah cair yang dibuang ke sungai (effluent):
i. COD (Chemical Oxygen Demand)= rata rata 120 ppm, maksimum
160 ppm (part per million).
ii. BOD (Biological Oxygen Demand)= rata rata 30 ppm, maksimum
60 ppm (part per million).
iii. TSS (Total Suspended Solid) = rata rata 30 ppm, maksimum 60
ppm (part per million).
iv. pH = 6 8
v. debit 20 m3/FMT(Finished Metric Tons).

27

b. Menjaga tingkat kebisingan di daerah perbatasan dengan tetangga


sehingga tidak melebihi 60 dB.
c. Melakukan pemantauan limbah cair, limbah padat, udara lingkungan kerja,
dan tingkat kebisingan sesuai dengan perundang undangan yang berlaku.
d. Mengirimkan surat permohonan pengujian ke laboratorium independent
sekurang kurangnya sebulan sebelum tanggal pengujian untuk limbah
padat dan udara agar pengujian dapat diadakan tepat waktu.
6. Meningkatkan kemampuan sumber daya manusia
Memberikan training untuk meningkatkan kemampuan manajerial seluruh
karyawan tingkat staff sampai senior supervisor.
Adapun beberapa penghargaan yang diperoleh PT. Indah Kiat Pulp & Paper
(IKPP), Tbk. Tangerang adalah:
a. Tahun 1995 1998 mendapatkan Sertifikat Hijau dari Menteri Lingkungan
Hidup.
b. Agustus 1995 mendapatkan sertifikat ISO 9002 mengenai Manajemen
Mutu yang dikeluarkan oleh International Certification Board, SGCIS.
c. September 1996, PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. merupakan
perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan ISO 14001 mengenai
Manajemen Lingkungan Hidup karena telah menerapkan Environment
Management System (EMS).
d. Tahun 1996, PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. mendapatkan BS
7750 dan Sertifikat Swiss dan SGS International Certification Services
AG, Swiss.
e. Juni 1997, PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. Tangerang
memperoleh penghargaan Proper Prokasih dari Badan Pengendalian
Dampak Lingkungan (Bapedal) atas prestasinya memperoleh peringkat
hijau selama tiga tahun berturut turut.
28

f. Januari 1999, PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. Tangerang
memperoleh penghargaan Bendera Emas Sistem Management Kesehatan
& Keselamatan Kerja (SMK3) dari Departemen Kesehatan.
g. Desember 2007, Mendapatkan OHSAS 18001 mengenai Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3) karena menerapkan sistem kesehatan dan
keselamatan kerja dengan taraf internasional.
PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. Tangerang adalah sebuah
perusahaan yang bergerak dalam bidang industri kertas akan memuaskan atau
melampaui harapan pelanggan dengan usaha perbaikan terus menerus terhadap
kualitas produk dan pelayanan. Perusahaan memprioritaskan keselamatan dan
kesehatan

kerja,

pencegahan

pencemaran

lingkungan

dan

pengendalian

pemakaian sumber daya serta meningkatkan hubungan sosial kemasyarakatan


sebagai bagian tak terpisahkan dari seluruh aktivitas dan menjadi tanggung jawab
seluruh tingkat organisasi. Manajemen berkomitmen untuk terus menerus
memperbaiki efektifitas sistem manajemen perusahaan, menetapkan dan meninjau
kembali tujuan dan sasaran perusahaan secara periodik dan memenuhi semua
perundang undangan dan persyaratan lain yang relevan.
2.8. Proses Produksi
Produksi kertas di PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. Tangerang
menggunakan 3 Paper Machine (PM), yaitu PM 1, PM 2, dan PM 3. Proses
produksi kertas memiliki beberapa tahap, ketiga PM (Paper Machine) tersebut
memiliki kapasitas produksi 87.000 ton per tahunnya dengan tahapan sistem
sebagai berikut:
a. Penyediaan bubur kertas (pulp) atau biasa disebut stock preparation

29

Proses dalam tahap ini terbagi dalam pulping, screening, cleaning, refining,
dan mixing.
b. Pembuatan lembaran kertas
Pada tahap ini, bubur pulp diratakan di atas wire lalu di-press dan dikeringkan
dengan menggunakan steam. Produk akhir dari tahap ini adalah kertas yang
tergulung dalam bentuk jumbo roll.
c. Penyempurnaan dan penyelesaian produk akhir (finishing)
Pada tahapan ini, kertas dalam bentuk jumbo roll dipotong dan dikemas sesuai
dengan permintaan konsumen.

2.8.1.

Penyediaan Bubur Kertas / pulp (stock preparation)

1.Pulping
Bahan baku yaitu Needle Bleached Kraft Pulp - (NBKP), Leaf Bleached Kraft
Pulp (LBKP) dan broke kertas sesuai warna produk dimasukkan ke pulper.
Pada pulper terjadi proses pengadukan oleh (rotor) baffle blade dan
penambahan air yang mensirkulasikan dan menguraikan kertas menjadi bubur
kertas atau pulp selama 10-15 menit. Air yang ditambahkan pada pulper yang
berisi LBKP berupa white water yang berasal dari settling tank, sedangkan
pada pulper yang berisi pulp NBKP (Leaf Bleached Kraft Pulp)

yaitu

merupakan bahan baku utama pembuatan kertas harus berupa fresh water. PT.
Indah Kiat Pulp&Paper (IKPP), Tbk. Tangerang mempunyai 8 pulper yang
bekerja secara batch dengan konsistensi bubur kertas dalam pulper (4.2 4.5)
%.
Mekanisme penguraian pulp dalam pulper terjadi sebagian besar karena
70% kekuatan putaran air dan 10-30% dipengaruhi oleh kekuatan impeller.

30

Selain air dan pulp, pada pulper juga ditambahkan bahan kimia sesuai dengan
spesifikasi kertas yang akan diproduksi, diantaranya:
1. CACl2 berfungsi untuk meningkatkan kesadahan sehingga meningkatkan
2.

daya ikat serap terhadap warna, digunakan hanya untuk warna-warna tua.
Latekol berfungsi untuk mempermudah proses pemecahan serat sehingga

3.

dapat meningkatkan smoothness pada kertas yang dihasilkan.


Kostik soda berfungsi untuk mengatur pH perendaman. pH tersebut tidak
boleh kurang dari 7 karena dapat menyebabkan kertas mudah terdegradasi

4.

sehingga serat menjadi rapuh.


Defoamer berfungsi untuk menghilangkan busa yang terdapat di dalam

buburan pulp.
Pada kertas pesanan khusus juga dilakukan perendaman, yang lamanya
dipengaruhi oleh besarnya pulper dan BW kertas yang akan dihasilkan (20
menit). Fungsi dari perendaman adalah agar bahan-bahan kimia lebih meresap
ke dalam pulp
2.Screening
Screening berfungsi untuk memisahkan long fibre dan short fibre dan untuk
menguraikan serat-serat yang menggumpal. Partikel yang ada dalam kotoran
adalah plastik, stereofoam dan kertas yang tidak dapat terurai. Kinerja
penyaringan tersebut ditentukan oleh :
1. Reject ratio, yaitu perbandingan pengotor yang keluar dan masuk
2. Efisiensi, yaitu perbandingan antara pulp reject dan pulp accept
3. Fraksi pengotor, yaitu perbandingan pengotor dengan total padatan yang
masuk.
Proses pulping dan screening, dilakukan di cabang PT. Indah Kiat Pulp &
Paper (IKPP), Tbk. lain, bukan di Tangerang.
3.Cleaning
Sebelum bubur kertas (pulp) dialirkan menuju HC - Cleaner, bubur kertas
(pulp) dilewatkan pada CRC (Consistency Recording Controller) untuk
mengatur konsistensi aliran pulp. Jika konsistensi aliran pulp lebih besar
standar (3.5 4%), CRC (Consistency Recording Controller) akan mengirim

31

sinyal agar katup air terbuka. Sebaliknya, jika konsistensi rendah, CRC
(Consistency Recording Controller) akan mengirim sinyal sehingga valve air
akan menutup. Konsistensi mempengaruhi kerja refiner sehingga perlu diatur.
Kemudian buburan pulp dilewatkan pada HC-Cleaner untuk memisahkan
kotoran-kotoran seperti kerikil, kawat dan sebagainya prinsip gaya sentrifugal,
dimana air dialirkan dari bawah untuk dikontakkan dengan buburan pulp,
sehingga buburan memiliki densitas lebih kecil akan keluar dari outlet bagian
atas, sedangkan kotoran yang memiliki densitas lebih besar akan turun melalui
outlet bagian bawah, dan berkumpul di junk box yang kemudian ditambahkan
air yang diatur debitnya agar serat-serat yang ikut turun bersama kotoran dapat
kembali ke atas.
HC-Cleaner yang digunakan di PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP),
Tbk. Tangerang mempunyai kapasitas 2-3 ton/menit dan terbuat dari stainless
steel.
4. Refining
PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. Tangerang memiliki 16 refiner yang
digunakan sebagai refining. Refining yaitu proses perlakuan mekanis terhadap
buburan untuk mengolah serat agar dapat dibuat kertas kualitas tinggi. Pada
proses refining, sifat-sifat fisik diubah tanpa mengubah susunan kimiannya dan
juga memperluas permukaan serat sehingga dapat meningkatkan jumlah ikatan
antar serat yang sangat berpengaruh dalam pembentukan lembaran kertas.
Nilai standar konsistensi buburan pulp LBKP (Leaf Bleached Kraft Pulp)
yang masuk ke dalam refiner adalah 4.2 - 4.7%, sedangkan untuk buburan
NBKP (Needle Bleached Kraft Pulp) 3.7 4.2%. Jika konsistensi terlalu tinggi
akan mempengaruhi kerja pompa sehingga buburan pulp tidak dapat mengalir
pada flow tank, selain itu juga dapat menyebabkan refiner mudah tersumbat
dan proses menjadi tidak efisien. Jika konsistensi terlalu rendah akan

32

menyebabkan proses refining tidak sempurna dan dapat menyebabkan


kerusakan pada refiner karena pisau pada rotor dan stator akan beradu.
5. Mixing
Setelah proses refining, buburan pulp dipompa menuju mixing chest untuk
dilakukan proses pencampuran antara bubur pulp NBKP (Needle Bleached
Kraft Pulp), LBKP (Leaf Bleached Kraft Pulp) dan broke yang berasal dari
bagian finishing-converting, dan terkadang catonic starch (kanji) dengan
perbandingan tertentu sesuai dengan jenis dan BW yang diinginkan.
Pencampuran bertujuan untuk meningkatkan tensile strength, yakni daya tahan
kertas terhadap daya tarik yang bekerja di ujung kertas.
Buburan pulp yang dihasilkan mixing chest selanjutnya dialirkan ke
medium chest yang berfungsi untuk menjaga buburan pulp pada konsistensi
3.5% dan berfungsi untuk menjaga buburan pulp dengan menjaga fluktuasi
aliran dengan cara membuat overflow agar konsistensi tetap stabil dan untuk
mencegah overload. Dari medium chest, buburan pulp dipompa ke machine
chest melalui CRC (Cyclic Redudancy Check) yang berfungsi untuk mengatur
konsistensi yang masuk ke machine chest. Aliran overflow dari machine chest,
pulp dipompa menuju stuffbox untuk ditambahkan bahan kimia, seperti AKD,
cationic starch dan dyes, jika kertas yang ingin diproduksi berwarna putih,
maka sebelum memasuki stuffbox, buburan pulp ditambahkan OBA.
Buburan dipompa oleh fan pump menuju headbox untuk diproses lebih
lanjut di PM.
2.8.2.

Pembuatan Lembaran Kertas

1. Head Box
Buburan yang dipompa oleh fan pump dialirkan ke atas wire melalui headbox
yang dibantu dengan attenuator (tangki bertekanan) yang berfungsi membantu

33

fan pump sehingga diperoleh aliran di atas wire yang sesuai dengan kecepatan
wire. Hal ini berfungsi agar garis air pada pembentukan kertas tidak terlalu
maju sehingga dapat menyebabkan kertas lembab atau garis air terlalu mundur
dan menyebabkan kertas menjadi retak.
Attenuator pada headbox berfungsi untuk mencegah terjadinya fluktuasi
akibat pulsasi hidrolik yaitu penyebab terjadinya variasi gramatur kertas pada
arah mesin. Konsistensi buburan pulp di headbox berkisar 0.4-1.1% dengan pH
7-8.
2. Wire/Dewatering
Buburan dengan konsistensi 0.5-1.1% dialirkan ke atas wire melalui slice agar
diperoleh konsistensi merata

dan tidak terjadi lump (peringkelan kertas).

Diatas wire terjadi proses dewatering, yaitu air mulai dipisahkan dari buburan
dengan dua cara, yaitu dengan pengaruh gravitasi dan bantuan vacuum. Pada
saat pemisahan baik secara gravitasi maupun dengan vacuum ditambahkan
flokulan dan koagulan untuk mengikat serat yang halus.
White Water atau air yang keluar dari wire ditampung dalam settling tank
yang sebelumnya telah ditambahkan antranil untuk menghilangkan busa yang
terbentuk. Proses terakhir wire adalah vacuum atau suction couch roll yang
bertekanan 350 mmHg, untuk selanjutnya dikirim ke bagian berikutnya yaitu
bagian pengempaan atau press part.
3.Press Part
Bagian ini dimulai dari pick up roll. Jumlah air yang dipisahkan dari lembaran
kertas (wet-end) lebih sedikit dibandingkan pada wire.Proses pada press part
adalah penekanan/pengeringan di antara roll, yang berfungsi untuk :
a. Mengeluarkan air dari lembaran basah

34

b. Mengkonsilidasikan sehingga dapatmeningkatkan lembaran kekuatan


kertas
c. Menghaluskan dan memadatkan lembaran kertas
Jaringan kertas dapat terbentuk karena adanya tegangan permukaan air.
Pada keadaan ini lembaran kertas masih mepunyai moisture 75%. Terjadinya
lembaran kertas karena adanya ikatan hydrogen antar serat. Ikatan ini terjadi
pada saat operasi pengepresan. Ketika jaringan dipres serat-serat saling
berdekatan sehingga terbentuk ikatan hidrogen bersamaan dengan keluarnya
air. Makin banyak air yang dikeluarkan, makin banyak hydrogen yang
terbentuk. Lembaran basah yang melekat pada felt dijepit di antara dua roll
yang berputar. Pada saat lembaran basah dijepit air, diperas, lalu keluar da
diserap oleh felt. Daerah jepitan dibagi menjadi dua bagian :
Fase I
: Daerah dimana lembaran memasuki Press 1 (moisture 50-60%)
Fase II
: Daerah dimana lembaran memasuki Press 2 (moisture 40-50%)
FaseIII
: Sering disebut smoothing press yang hanya dilakukan pada
pembuatankertas dengan gramatur di atas 120 gram.
4.Drying
Proses drying bertujuan untuk mengeringkan air yang tersisa dengan
menggunakan steam yang berasal dar boiler PT. DSS. Proses drying
menggunakan drum silinder yang dibagi menjadi 2 tahap, yaitu :
a. Drying I
Lembaran dari press part memasuki tahap pengeringan yaitu melalui
pemanasan secara konduksi pada silinder yang dialiri steam. Silinder dryer
berdiameter 1475 mm disusun dua baris berjumlah 22 yang terdiri dari
section 1-3. Alat ini terletak dalam sebuah dryer hood yang fungsinya untuk
meningkatkan efisiensi panas dari dryer. Jumlah dryer yang dibutuhkan

35

tergantung dari jumlah air yang akan diuapkan. Pengeringan dengan cara ini
membutuhkan biaya yang mahal, oleh karena itu usaha untuk memperkecil
jumlah kandungan air sebelum memasuki unit pengeringan sangat
diperlukan. Proses pengeringan yang terjadi adalah dengan cara kenaikan
suhu secara bertahap sehingga dapat mencegah terjadinya pemanasan yang
berlebih (over heating). Jika suhu terlalu tinggi, maka serat-serat pada
permukaan lembaran akan mengering dan melekat pada permukaan dryer
sehingga pada saat akan dilepas akan terjadi pencabutan serat yang
menyebabkan permukaan lembaran kertas menjadi rusak. Setelah lembaran
cukup kering maka lembaran mengalami proses pemanasan kedua pada
suhu 100F. Kemudian mencapai temperatur maksimumnya sampai 266F
setelah itu lembaran melalui dryer terakhir yang temperaturnya cukup
rendah. Keluar dari dryer bagian pertama lembaran memasuki bagian size
press (eksternal sizing).
b. Drying II
Drying II memiliki lima grup drying yakni grup I, II, III, IV, dan V dengan
jumlah drum drying 12 buah. Kadar air (moisture content) setelah melewati
drying II adalah 5-6%.Drying II dilakukan setelah proses drying I dan
surface sizing. Proses surface sizing dilakukan dengan menggunakan 2 roll
yaitu top size press roll dan bottom size press roll dimana starch solution
disebarkan di antara kedua roll tersebut. Pencampuran lembaran kertas
dengan starch solution (tapioka, PVA, SSA, wax size, biocide, enzim, zinc
sulfat, dan OBA). Tapioka yang akan ditambahkan dipanaskan dengan

36

enzim terlebih dulu hingga suhu 75 C dan dilakukan pada lash


tankproduksi kertas dengan gramatur di atas 90 gsm.
Steam yang terdapat di dalam grup V masuk ke dalam flash tank I
dan akan diumpankan lagi untuk grup II. Steam dari grup III masuk ke flash
tank II dan diumpankan lagi ke grup I. Steam dari grup I dan II masuk ke
dalam recovery tank dan akan dikondensasikan ke boiler. Hal ini dilakukan
untuk menghemat penggunaan steam sehingga mengurangi biaya yang
dikeluarkan.
Drum drying dilapisi oleh sejenis kain kanvas yang berfungsi untuk
menyerap air dan menahan panas yang dikeluarkan steam sehingga
lembaran menjadi kering. Kadar air dalam kertas sebelum memasuki dryer
grup I adalah 55%. Suhu tidak boleh terlalu panas karena akan menyebakan
banyak debu-debu yang menempel pada permukaan dryer sehingga kertas
mudah rapuh dan putus.
5.Calendering
Proses calendaring menggunakan empat buah roll yang berputar berlawanan
arah satu sama lain dimana lembaran kertas dilewatkan di antara roll-roll
untuk proses penekanan untuk mengaluskan permukaan kertas. Kertas yang
terputus di bagian calendarakan masuk ke calendar pit, kemudian dihancurkan
dengan ditambahkan white water dari wire pit.
6.Reeling
Proses reeling merupakan proses penggulungan lembaran kertas menjadi
jumbo roll pada spoll reel yang akan dikirim ke bagian Finishing-Converting
untuk diproses lebih lanjut sehingga menghasilkan produk sesuai permintaan
konsumen. Pada saat penggantian roll lembaran kertas dipotong dengan angin
bertekanan tinggi dari kompresor. Kadar air kertas yang dihasilkan dari proses
reeling adalah 5-6%.

37

.8.3. Paper Finishing Converting


Pada bagian finishing terjadi 3 tahap proses, yaitu :
1. Pemotongan (Cutting)
Kertas diharapkan mempunyai moisture sekitar 7-8% setelah dari dryer.
Kemudian lembaran kertas digulung di spoll reel dengan gulungan tertentu
sesuai kebutuhan. Di bagian spoll reel dilengkapi dengan screener yang
berfungsi untuk mendeteksi moisture yang ada pada produk. Setelah dari pop
reel gulungan dibawa ke rewinder.Di dalamnya rewinder kertas mengalami
Slitting dan Rewinding, kecepatan rewinder ( 1800 m/min) ini biasanya dua
atau tiga kali kecepatan mesin kertas.Slitting adalah proses pemotongan sesuai
dengan arah mesin. Sedangkan Rewinding adalah menggulung kembali kertas
tanpa mengubah ukurannya kecuali penyisiran. Dilakukan rewinding untuk
menanggulangi masalah-masalah yang timbul pada saat penggulungan di spoll
reel, yaitu :
Variasi tegangan kertas
a. Kertas kisut
b. Kertas berkerut (curl)
c. Kertas slip karena gulungan longgar
2. Penyortiran (Sorting)
Proses penyortiran dilakukan pada kertas yang telah terbentuk lembaran.
Penyortiran dilakukan secara manual menggunakan mata visual oleh operator
sortir, yang bertujuan untuk memisahkanm lembaran kertas cacat baik karena
terjadi kesalahan di seksi PM (Paper Machine) misalnya wrinkle, concave,
wavy, dirty, calendar mark, streaking, shade var, hole, ataupun size press dan
kesalahan di seksi finishing seperti:
Wrinkle, size variation, dan off cut. Jika kertas cacat dan tidak memenuhi
standar maka kertas tersebut akan dibuburkan menjadi broke paper dan dikirim
38

kembali ke seksi Stock Preparation. Setelah disortir lembaran kertas dihitung


dalam satuan rim (500/250 lembar) untuk tiap kemasan oleh 1 orang.
3. Pembungkusan (Packing)
Pembungkusan kertas disesuaikan dengan bentuk kertas yang ingin dihasilkan,
yaitu :
a. Pembungkusan kertas dalam bentuk roll dilakukan menggunakan wrpping
paper dan kemudian dibungkus dengan mesin cyclop. Untuk pemesanan
lokal, pembungkusan hanya dilakukan satu kali dengan stretch
filmsebanyak 15-20 putaran. Kertas kraft yang digunakan 110 GSM (Gram
per Square Meter) dan ekspor 200 GSM (Gram per Square Meter).
b. Pembungkusan kertas lembaran besar dengan wrapping paper, di-packing
dengan wooden pallet dan dilapisi dengan plastik. Proses pembungkusan
ini dilakukan secara semi-automatik. Media pembungkus yang digunakan
dalam proses ini beragam bergantung dengan jenis pemesanan misalkan
plastic, kertas kraft, atau kertas berlogo. Big sheet yang telah dihitung
disusun di atas pallet lalu diberi corrugated sheet dan plastik untuk
kemudian dimasukkan ke dalam mesin MSK untuk menciutkan dan
mengepress plastik, lalu diikat menggunakan mesin bundling dan diberi
label shipping mark. Pallet yang digunakan juga harus terbebas dari jamur,
rayap dan memiliki kadar kekeringan tertentu.
4.Converting
Converting yang dilakukan untuk mengubah ukuran kertas dari bentuk roll
menjadi kertas ukuran tertentu sesuai dengan pesanan. Adapun tahapan proses
dalam convertingadalah :
1. Pemotongan (Cutting)
Proses pemotongan menggunakan 2 alat, yaitu :
a. Mesin Ech Will yang digunakan untuk memotong kertas mini roll yang
dihasilkan mesin rewinder di seksi finishing dalam bentuk lembaran

39

bentuk lembaran kecil seperti ukuran A4, Folio, Letter, lalu dibungkus
menggunakan plastik BOPP serta diberi label.
b. Mesin polar untuk memotong lembaran kertas besar yang dihasilkan
mesin cutter di seksi finishing menjadi lebih kecil. Ukuran yang
diproduksi adalah A4, B4, A3, letter, F4A, F4B, F4 dan sebagainya.
Kertas sisa pemotongan akan digabungkan dalam balling press untuk
dimasukkan ke dalam pulper sebagai broke paper.
2. Pembungkusan (Packing)
a. Pembungkusan kertas lembaran kecil yang dipotong dengan mesin Ech
Will dengan plastik BOPP menggunakan mesin pemco dimasukkan ke
dalam kardus dan disusun di atas Wooden Pallet.
b. Pembungkusan kertas lembaran kecil seperti A4, A3, Folio dan lain-lain
yang dipotong dengan mesin polar dibagi menjadi pembungkusan kertas
satu warna dan kertas warna campuran, ada yang dikirim ke hugo back,
conveyor ataupun autopack. Kertas yang dikirim ke conveyor diproses
secara manual menggunakan tenaga manusia sehingga menghasilka
memo putar. Selanjutnya memo putar tersebut dikirim ke hugo back
dimana kertas sealer dan shrink (mesin wacon). Untuk kertas satu warna
dikirim ke conveyor dan auto pack. Kertas yang masuk ke dalam
conveyor merupakan kertas dengan ukuran besar yang akan dibungkus
dengan kertas pembungkus, sedangkan kertas yang dikirim ke auto pack
akan dibungkus dengan plastik BOPP menggunakan mesin auto pack.
Kertas yang telah dibungkus akan dimasukkan ke dalam kardus dan
diikat dengan tali menggunakan mesin strapping band. Kardus tersebut

40

disusun di atas wooden pallet untuk dibungkus dengan menggunakan


mesin Strapex VT-4 5/Robopac. Setelah selesai, kemasan langsung
ditempel dengan label dan dikirim ke gudang produksi untuk selanjutnya
dikirimkan ke konsumen. Berikut ini merupakan Flow Chart proses
produksi kertas:

Gambar 2.2 Flow Proses Produksi Kertas


2.9. Jenis Produk
Dari segi produk yang dihasikkan di PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP),
Tbk.Tangerang terbagi atas tiga macam produk yaitu sebagai berikut :
1. Roll
Kertas dalam bentuk roll dengan panjang atau diameter yang disesuaikan
permintaan customer. Contoh ukuran dari kertas roll adalah sebagai berikut:
a. Width 900 mm Diameter 1000 mm
b. Width 28.5 Diameter 1000 mm
c. Width 22.5 Diameter 1000 mm
41

Gambar 2.3Produk Roll

2. Big Sheet
Merupakan lembaran kertas yang diproduksi dalam bentuk besar yang dapat
langsung dijual ke konsumen atau di konversi ke dalam bentuk yang lebih kecil
yang di sebut cut size. Contoh ukuran dari bigsheet adalah sebagai berikut:
a. 700 x 1000mm
b. 570 x 820 mm
c. 788 x 1091 mm

Gambar 2.4 Produk Big Sheet


2. Cut Size
Kertas dengan ukuran kecil yang biasa digunakan dalam pendidikan dan
perkantoran, Contoh ukuran dari cut size yaitu:
a. 210 x 297 mm (A4)
b. 297 x 420 mm (A3)
c. 8.5 x 11 (LS)
42

Gambar 2.5 Produk Cut Size

43

BAB III
TINJAUAN PUSTAKA
3.1 Pengertian Proses Produksi
Proses adalah suatu cara, metode maupun teknik untuk penyelenggaraan atau
pelaksanaan dari suatu hal tertentu. Sedangkan produksi adalah kegiatan untuk
mengetahui penambahan manfaat atau penciptaan faedah, bentuk, waktu dan
tempat atas faktor-faktor produksi yang bermanfaat bagi pemenuhan konsumen.
Dari uraian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa mengenai proses
produksi, yang dimaksud dengan proses produksi adalah suatu cara, metode
maupun teknik bagaimana penambahan manfaat atau penciptaan faedah, bentuk,
waktu dan tempat atas faktor-faktor produksi sehingga dapat bermanfaat bagi
pemenuhan kebutuhan konsumen. Proses produksi yaitu suatu kegiatan perbaikan
terus-menerus (continuos improvment), yang dimulai dari sederet siklus sejak
adanya ide-ide untuk menghasilkan suatu produk, pengembangan produk, proses
produksi, sampai distribusi kepada konsumen (Gaspersz V., 2004) (Dalam A).
Dari pengertian di atas, dapat kita lihat proses produksi merupakan
kegiatan atau rangkaian yang saling berkaitan untuk memberikan nilai atau
menambah nilai kegunaan terhadap suatu barang. Suatu proses produksi yang

44

bertujuan memberi nilai suatu barang dapat dilihat pada proses produksi yang
mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Sedangkan
proses produksi yang bertujuan untuk menambah nilai atau kegunaan suatu barang
atau jasa dapat dilihat pada proses produksi yang merubah barang setengah jadi
menjadi barang jadi. Agar tujuan berproduksi yaitu memperoleh jumlah barang
atau produk (termasuk jenis produk), dengan harga dalam waktu serta kualitas
yang diharapkan oleh konsumen, maka proses produksi perlu diatur dengan baik.
3.2 Jenis Jenis Proses Produksi
Terdapat banyak jenis proses produksi namun secara garis besar dapat dibedakan
menjadi dua yaitu :
1. Proses produksi yang terus menerus (continuous processes).
Dalam proses ini terdapat waktu yang panjang tanpa adanya perubahan
perubahan dari pengaturan dan penggunaan mesin serta peralatanya. Proses
seperti ini terdapat dalam pabrik yang produknya dibuat produksi masal.
Ciri ciri proses produksi yang terus menerusyaitu :
a. Produk yang dihasilkan dalam jumlah yang besar dengan variasi yang
sangat kecil dan sudah distadarisis.
b. Menggunakan sistem atau cara penyusunan peralatan berdasarkan urutan
pengerjaan dari produk yang dihasilkan, yang disebut tata letak produk
(product lay out) atau produk berdasarkan departemen (departmentation
by product).

45

c. Mesin mesin yang digunakan bersifat khusus, maka biasanya bersifat


otomatis sehingga pengaruh individual operator terhadap produk yang
dihasilan kecil sekali, karena operatornya tidak perlu mempunyai keahlian
yang tinggi untuk pengerjaan produk tersebut.
d. Apabila terjadi kerusakan pada salah satu mesin maka proses produksi
akan terhenti.
e. Variasi dari produk kecil maka job structure nya sedikit dan jumlah tenaga
kerja tidak terlalu banyak.
f. Persediaan bahan mentah dan bahan dalam proses adalah lebih rendah
dari pada persediaan barang dalam proses (intermittent proces
manufacturing).
g. Membutuhkan spesialis pemeliharaan (maintenance specialist) yang
mempunyai pengetahuan dan pengalaman banyak.
h. Bahan bahan dipindahkan dengan peralatan handling yang fixed yang
menggunakan tenaga mesin seperti ban berjalan.
2. Proses produksi yang terputus putus
Dalam proses ini terdapat waktu yang pendek dalam persiapan peralatan untuk
perubahan yang tepat guna menghadapi variasi produk yang berganti ganti.
Proses ini digunakan dalam produksi jangka pendek dan produk mempunyai
variasi yang beragam.
Ciri- ciri proses produksi yang terputus- putus adalah sebagai berikut:

46

a. Produk yang dihasilkan dalam jumlah kecil dengan variasi yang besar dan
didasarkan atas pesanan.
b. Menggunakan cara atau sistem penyusunan peralatan berdasarkan atas
fungsi dalam proses produksi, yang disebut dengan tata letak proses
(prossess lay out) atau peralatan berdasarkan departemen (departement by
equipment).
c. Mesin mesin yang dipergunakan bersifat umum sehingga kurang otomatis,
maka pengaruh individual operator terhadap produk yang dihasilkan sangat
besar oleh karena itu operator perlu mempunyai keahlian yang tinggi dalam
pengerjaan produk tersebut.
d. Proses produksi tidak mudah atau akan terhenti walaupun terjadi kerusakan
pada salah satu mesin atau peralatan.
e. Variasi dari produk besar, maka terhadap pekerjaan yang bermacam- macam
membutuhkan pengawasan yang lebih sukar.
f. Persediaan bahan mentah tinggi, karena tidak dapat ditentukan pesanan apa
yang akan dipesan oleh pembeli dan juga persediaan bahan dalam proses
lebih tinggi karena prosesnya terhenti- henti.
g. Bahan- bahan dipindahkan dengan peralatan handling yang dapat fleksibel
yang menggunakan tenaga manusia seperti kereta dorong.

47

h. Proses ini sering dilakukan pemindahan barang yang bolak-balik sehingga


perlu adanya ruang gerak yang besar dan ruang tempat bahan-bahan dalam
proses yang besar.
3.3 Sistem Produksi Menurut Tujuan Operasi
Dilihat dari tujuan melakukan operasinya dalam hubungannya dengan penentuan
kebutuhan konsumen, maka sistem produksi dibedakan menjadi empat jenis, yaitu
(Bedworth dan Bailey, 1987) (Dalam B) :
a. Engineering to Order (ETO), yaitu bila pemesan meminta produsen untuk
membuat produk yang dimulai dari proses perancangannya (rekayasa).
b. Assembly to Order (ATO), yaitu bila produsen membuat desain standar, modulmodul operasional standar sebelumnya dan merakit suatu kombinasi tertentu
dari modul standar tersebut bisa dirakit untuk berbagai tipe produk. Contohnya
adalah pabrik mobil, dimana mereka menyediakan pilihan transmisi secara
manual atau otomatis, AC, Audio, opsi-opsi interior, dan opsi-opsi khusus.
Sebagaimana juga warna bodi yang khusus. Komponen-komponen tersebut
telah disiapkan terlebih dahulu dan akan mulai diproduksi begitu pesanan dari
agen datang.
c. Make to Order (MTO), yaitu bila produsen melaksanakan item akhirnya jika
dan hanya jika telah menerima pesanan konsumen untuk item tersebut. Bila
item tersebut bersifat dan mempunyai desain yang dibuat menurut pesanan,
maka konsumen mungkin bersedia menunggu hingga produsen dapat
menyelesaikannya.

48

d. Make to Stock (MTS), yaitu bila produsen membuat item-item yang


diselesaikan dan ditempatkan sebagai persediaan sebelum pesanan konsumen
diterima. Item terakhir tersebut baru akan dikirim dari sistem persediaan
setelah pesanan konsumen diterima.
3.4 Sistem Produksi Menurut Aliran Operasi dan Variasi Produk
Dalam kegiatan desain produk, titik berat perhatian kita adalah pada masalah
apa yang diproduksi. Sedangkan untuk kegiatan desain proses penekannannya
adalah pada bagian bagaimana kita memproduksi. Kriteria terpenting dalam
mengklasifikasikan proses produksi adalah jenis aliran operasi dari unit-unit
produk yang melalui tahapan konversi. Ada tiga jenis dasar aliran operasi, yaitu
flow shop, job shop, dan proyek. Ketiga dasar aliran operasi ini berkembang
menjadi aliran operasi modifikasi dan ketiganya, yaitu batch dan continuous.
Adapun karakteristik dari masing-masing aliran operasi tersebut adalah sebagai
berikut :
a. Flow Shop, yaitu proses konversi dimana unit-unit output secara berturut-turut
melalui urutan operasi yang sama pada mesin-mesin khusus, biasanya
ditempatkan sepanjang suatu lintasan produksi. Proses jenis ini biasanya
digunkan untuk produk yang mempunyai desain dasar yang luas, diperlukan
penyusunan bentuk proses produksi flow shop yang biasanya bersifat MTS
(Make to Stock). Bentuk umum proses flow shop kontinyu dan flow shop
terputus. Pada flow shop kontinyu, proses bekerja untuk memproduksi jenis
output yang sama. Pada flow shop terputus, kerja proses secara periodik

49

diinterupsi untuk melakukan set up bagi pembuatan produk dengan spesifikasi


yang berbeda.
b. Continuous, proses ini merupakan bentuk sistem dari flow shop dimana terjadi
aliran material yang konstan. Contoh dari proses continuous adalah industri
penyulingan minyak, pemrosesan kimia, dan industri-industri lain dimana kita
tidak dapat mengidentifikasikan unit-unit output prosesnya secara tepat.
Biasanya satu lintasan produksi pada proses kontinyu hanya dialokasikan untuk
satu jenis produk saja.
c. Job shop, yaitu merupakan bentuk proses konversi di mana unit-unit untuk
pesanan yang berbeda akan mengikuti urutan yang berbeda pula dengan
melalui pusat-pusat kerja yang dikelompokkan berdasarkan fungsinya. Volume
produksi tiap jenis produk sedikit, variasi produksi banyak, lama produksi tiap
produk agak panjang, dan tidak ada lintasan produksi khusus. Job shop ini
bertujuan memenuhi kebutuhan khusus konsumen, jadi biasanya bersifat MTO
(Make to Order).
d. Batch, yaitu merupakan bentuk satu langkah kedepan dibandingkan job shop
dalam hal ini standarisasi produk, tetapi tidak terlalu standarisasi seperti pada
flow shop. Sistem batch memproduksi banyak variasi produk dan volume, lama
produsi untuk tiap produk agak pendek, dan satu lintasan produksi dapat
digunkan untuk beberapa tipe produk. Pada sistem ini, pembuatan produk
dengan tipe yang berbeda akan mengakibatkan pergantian peralatan produksi,
sehingga sistem tersebut harus general purpose dan fleksibel untuk produk
dengan volume rendah tetapi variasinya tinggi. Tetapi, volume batch yang

50

lebih banyak dapat diproses secara berbeda, misalnya memproduksi beberapa


batch lebih untuk tujuan MTS (Make To Stock) dari pada MTO (Make To
Order)
e. Continuos, yaitu bentuk ekstrim dari Flow Shop dimana terjadi aliran material
yang konstan. Contoh dari proses produksi Continuos adalah : industri
penyulingan minyak, pemrosesan kimia, dan industri lainya yang tidak dapat
mengidentifikasi unit-unit output urutan prosesnya secara tepat.
f. Proyek, yaitu merupakan penciptaan suatu jenis produk yang akan rumit
dengan suatu pendefinisian urutan tugas-tugas yang teratur akan kebutuhan
sumber daya dan dibatasi oleh waktu penyelesaiannya. Pada jenis proyek ini,
beberapa fungsi mempengaruhi produksi seperti perencanaan, desain,
pembelian, pemasaran, penambahan personal atau mesin (yang biasanya
dilakukan secara terpisah pada sistem job shop dan flow shop) harus diintegrasi
sesuai

dengan

urutan-urutan

waktu

penyelesaian,

sehingga

dicapai

penyelesaian ekonomis.
3.5 Pengertian Penjadwalan
Menurut Thomas E. Morton dan David W. Pentico (2001) (Dalam C) penjadwalan
merupakan proses pengorganisasian, pemilihan, dan penentuan waktu penggunaan
sumber daya yang ada untuk menghasilkan output seperti yang diharapkan dalam
waktu yang diharapkan pula. Penjadwalan merupakan bagian strategis proses
perencanaan dan pengendalian produksi serta merupakan rencana pengaturan
urutan kerja serta pengalokasian sumber baik waktu maupun fasilitas untuk setiap
operasi yang harus diselesaikan. Penjadwalan adalah kegiatan pengalokasian

51

sumber-sumber atau mesin-mesin yang ada untuk menjalankan sekumpulan tugas


dalam jangka waktu tertentu (Baker,1974) (Dalam C). Penjadwalan didefinisikan
sebagai proses pengaturan waktu dari suatu kegiatan operasi, secara umum
penjadwalan bertujuan untuk meminimalkan waktu proses, waktu tunggu
langganan, dan tingkat persediaan, serta penggunaan yang efisien dari fasilitas,
tenaga kerja, dan peralatan. Penjadwalan disusun dengan pertimbangan berbagai
keterbatasan yang ada (Herjanto, 1999) (Dalam D). Penjadwalan yang baik akan
memberikan dampak positif, yaitu rendahnya biaya operasi dan waktu
pengiriman, yang akhirnya dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Input dari
suatu penjadwalan mencakup urutan ketergantungan antar operasi (routing),
waktu proses untuk masing-masing operasi, serta fasilitas yang dibutuhkan oleh
setiap operasi. Dari beberapa definisi yang telah disebutkan maka dapat ditarik
satu

definisi

Penjadwalan

adalah

suatu

kegiatan

perancangan

berupa

pengalokasian sumber daya baik mesin maupun tenaga kerja untuk menjalankan
sekumpulan tugas sesuai prosesnya dalam jangka waktu tertentu.
Unsur-unsur vital didalam model-model penjadwalan adalah sumbersumber dan tugas-tugas. Sumber-sumber biasanya dikenal dengan mesin-mesin
sedangkan tugas-tugas dikenal dengan job atau pekerjaan. Menurut L. Bethel
memberikan definisi penjadwalan atau scheduling sebagai berikut : Penjadwalan
produksi merupakan proses penentuan pekerjaan yang akan dilakukan.
Penjadwalan (scheduling) adalah suatu tahapan dari pengawasan produksi yang
menetapkan pekerjaan dalam urut-urutan yang sesuai dengan prioritasnya dan
kemudian dilengkapi pelaksanaan rencana tersebut pada waktu yang tepat dengan

52

urutan yang benar, sehingga berhubungan dengan kapan suatu pekerjaan akan
dilaksanakan pada suatu bagian produksi.
Pada pengalokasian sumber daya terdapat tujuan penting yang akan
dicapai dalam proses penjadwalan. Menurut Bedworth (2002) (Dalam C), terdapat
dua target yang ingin dicapai melalui penjadwalan, yaitu jumlah output yang
dihasilkan dan batas waktu penyelesaian yang telah ditetapkan (due date). Kedua
target ini dinyatakan melalui kriteria penjadwalan seperti minimum makespan
(keseluruhan waktu yang digunakan dalam proses produksi), minimum mean flow
time (rata-rata waktu proses produksi), minimum mean lateness (rata-rata
keterlambatan), minimum tardiness (keterlambatan), minimum mean tardiness
(rata-rata keterlambatan), minimasi number of tardy (jumlah keterlambatan) dan
sebagainya. Morton (1993) (Dalam E) juga mendefinisikan penjadwalan sebagai
pengambilan keputusan tentang penyesuaian aktivitas dan sumber daya dalam
rangka menyelesaikan sekumpulan pekerjaan agar tepat pada waktunya dan
mempunyai kualitas seperti yang diinginkan. Keputusan yang dibuat dalam
penjadwalan meliputi (Morton, 1993):
1) pengurutan pekerjaan (sequencing),
2) waktu mulai dan selesai pekerjaan (timing), dan
3) urutan operasi untuk suatu pekerjaan (routing).
Persoalan penjadwalan timbul apabila terdapat beberapa job yang harus diproses
secara bersamaan, sedangkan jumlah mesin dan peralatan yang dimiliki terbatas.

53

Untuk mendapatkan hasil yang optimal dengan keterbatasan sumber daya yang
dimiliki diperlukan adanya penjadwalan sumber - sumber tersebut secara efisien.
3.6 Tujuan Penjadwalan
Tujuan dari aktivitas penjadwalan, adalah sebagai berikut:
1. Menurut Baker (1974) (Dalam B), tujuan penjadawalan umumnya adalah
sebagai berikut:
a. Meningkatkan produktifitas mesin, yaitu dengan mengurangi waktu mesin
menganggur.
b. Mengurangi persediaan barang setengah jadi dengan jalan mengurangi
jumlah rata-rata pekerjaan yang menunggu dalam antrian suatu mesin
karena mesin tersebut sibuk.
c. Mengurangi keterlambatan suatu pekerjaan. Setiap pekerjaan mempunyai
batas waktu (due date) penyelesaian, jika pekerjaan tersebut diselesaikan
melewati batas waktu yang ditentukan maka pekerjaan tersebut dinyatakan
terlambat. Dengan metoda penjadwalan maka keterlambatan ini dapat
dikurangi, baik waktu maupun frekuensi.
Baker (2009) menjelaskan jika makespan suatu penjadwalan adalah konstan,
maka urutan kerjanya akan menurunkan flowtime rata-rata dan juga
menurunkan WIP (Work In Process). Tujuan akhir dalam proses penjadwalan
adalah pemenuhan due date, yaitu suatu produk telah selesai diproduksi dan
sampai pada konsumen. Dalam kenyataan jika terjadi keterlambatan dalam
pemenuhan due date yang telah ditetapkan dapat dikenakan suatu denda. Untuk
mengurangi suatu denda akibat keterlambatan digunakan sebuah aturan
prioritas. Aturan prioritas memberikan penduan urutan pekerjaan yang harus
dilaksanakan. Aturan prioritas mencoba untuk mengurangi waktu penyelesaian,

54

jumlah pekerjaan dalam sistem, dan keterlambatan kerja sementara


penggunaan fasilitas bisa maksimum.
2. Menurut Narasimhan (1985) (Dalam F), penjadwalan yang baik seharusnya
simpel, mudah dimengerti dan dapat dilaksanakan oleh pihak manajemen dan
oleh siapapun yang menggunakannya. Aturan-aturan penjadwalan seharusnya
cukup kuat tetapi mempunyai tujuan yang realistis sehingga cukup flexible
untuk memecahkan masalah yang tidak terprediksi sebelumnya dan
membolehkan satu perencanaan ulang.
3. Bedworth (1987) (Dalam F) mengidentifikasikan beberapa tujuan dari aktivitas
penjadwalan, adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan penggunaan sumber daya atau mengurangi waktu tunggunya,
sehingga total waktu proses dapat berkurang dan produktivitas dapat
meningkat.
b. Mengurangi persediaan barang setengah jadi atau mengurangi sejumlah
pekerjaan menunggu dalam antrian ketika sumber daya yang ada masih
mengerjakan tugas yang lain. Teori Baker mengatakan, jika aliran kerja
suatu jadwal konstan, maka antrian yang mengurangi rata-rata waktu alir
akan mengurangi rata-rata persediaan barang setengah jadi.
c. Mengurangi beberapa kelambatan pada pekerjaan yang mempunyai batas
waktu penyelesaian sehingga akan meminimalisasi penalty cost (biaya
kelambatan).
d. Membantu pengambilan keputusan mengenai perencanaan kapasitas pabrik
dan jenis kapasitas yang dibutuhkan sehingga penambahan biaya yang
mahal dapat dihindarkan.

55

3.7 Fungsi Penjadwalan


Penjadwalan produksi memiliki beberapa fungsi dalam sistem produksi, aktifitas
fungsi tersebut adalah:
1. Loading (pembebanan) bertujuan mengkompromikan antara kebutuhan yang
diminta dengan kapasitas untuk mementukan fasilitas, operator dan peralatan.
2. Sequencing (Penentuan urutan) bertujuan membuat prioritas urutan pengerjaan
dalam pemrosesan order-order yang masuk.
3. Dispathing, pemberian perintah-perintah kerja ketiap mesin atau fasilitas
lainnya.
4. Pengendalian kinerja penjadwalan.
5. Updating schedule, pelaksanan jadwal selalu ada masalah baru yang berbeda
dalam proses pembuatan jadwal.
3.8 Elemen Penjadwalan Mesin Produksi
Dalam proses operasi terdapat tiga elemen penjadwalan yaitu job, operasi, dan
mesin. Ketiga elemen tersebut dijelaskan sebagai berikut:
1. Job
Job dapat didefinisikan sebagi suatu pekerjaan yang harus diselesaikan untuk
mendapatkan suatu produk. Job biasanya terdiri dari beberapa operasi yang
harus dikerjakan (minimal 1 operasi). Manajemen melalui perencanaan yang
telah dibuat atau berdasarkan pesanan dari pelanggan, memberikan job kepada
bagian shop floor untuk dikerjakan. Informasi yang dimiliki oleh suatu job
ketika datang ke bagian shop floor biasanya adalah operasi-operasi yang harus

56

dilakukan didalamnya (dari bagian engineering), saat job harus diselesaikan


dan saat job mulai dapat dikerjakan.
2. Operasi
Operasi adalah bagian proses dari job untuk menyelesaikan suatu job. Operasioperasi dalam job diurutkan dalam suatu urutan pengerjaan tertentu. Urutan
tersebut ditentukan pada saat perencanaan proses. Suatu operasi baru dapat
dikerjakan apabila operasi atau proses yang mendahuluinya sudah dikerjakan
terlebih dahulu. Tabel waktu operasi berisikan informasi mengenai urutan
pengerjaan dan jenis mesin yang digunakan dalam setiap operasi. Setiap
operasi memiliki waktu proses. Waktu proses operasi adalah waktu pengerjaan
yang diperlukan untuk melakukan operasi tersebut. Waktu proses operasi untuk
suatu job biasanya telah diketahui sebelumnya dan mempunyai besar tertentu.
Waktu proses operasi ditampilkan juga dalam bentuk tabel yang dikenal
dengan tabel waktu operasi.

3. Mesin
Mesin adalah sumber daya yang diperlukan untuk mengerjakan proses
penyelesaian suatu job. Setiap mesin hanya dapat memproses satu tugas pada
satu saat tertentu.

57

3.9 Kriteria Penjadwalan Proses


Teknik penjadwalan yang paling benar tergantung pada volume pesanan, ciri
operasi, dan keseluruhan kompleksitas pekerjaan, serta pentingnya tempat pada
masing-masing dari empat kriteria. Empat kriteria itu adalah:
1. Meminumkan waktu penyelesaiian. Ini dinilai dengan menentukan ratarata waktu penyelesaian
2. Memaksimalkan utilitas. Ini dimulai dengan menentukan persentase waktu
fasilitas. Klasifikasi penjadwalan produksi dapat berbeda-beda ditinjau
dari keadaan yang mendasarinya. Beberapa model penjadwalan yang ada
pada proses produksi berdasarkan beberapa keadaan antara lain:
1. Berdasarkan mesin yang digunakan dalam proses, penjadwalan terdiri
dari:
a. Scheduling pada mesin tunggal (single machine shop)
b. Scheduling pada mesin jamak (multiple machine)
2. Berdasarkan pola aliran proses, penjadwalan terdiri dari:
a. Flow Shop
Adalah sebuah proses produksi dengan aliran dari satu mesin ke
mesin lain. Meskipun pada flow shop semua tugas akan mengalir
pada jalur produksi yang sama, yang disebut dengan pure flow shop,
tetapi dapat pula berbeda dalam dua hal. Pertama, jika flow shop

58

dapat menangani tugas yang bervariasi. Kedua, jika tugas yang


datang kedalam flow shop tidak harus dikerjakan pada semua jenis
mesin. Jenis flow shop seperti ini disebut general flow shop.
b. Job Shop
Proses produksi dengan aliran job shop berarti proses pengurutan
pekerjaan untuk lintasan produk yang tidak beraturan atau tidak
selalu sama untuk setiap jobnya. Setiap pekerjaan yang dikerjakan
dengan urutan mesin tertentu sesuai dengan kebutuhan prosesnya.
Dengan demikian pola alirannya berbeda-beda, tidak selalu dalam
satu arah. Keluaran dari setiap mesin untuk jenis job shop biasanya
berarti langsung sebagai produk jadi sehingga dapat juga berarti
produk setengah jadi.
3. Berdasarkan Pola kedatangan Job, penjadwalan terdiri dari:
a. Penjadwalan Statis
Pengurutan pekerjaan terbatas pada pesanan yang ada atau datang
secara bersamaan dan siap untuk dikerjakan pada mesin yang tidak
bekerja (menganggur). Dengan demikian, pekerjaan yang baru tidak
akan mempengaruhi pengurutan pekerjaan yang telah dibuat.
b. Penjadwalan Dinamis
Pengurutan pekerjaan, dimana proses kedatangan pekerjaan tersebut
tidak menentu, baik itu dari jumlah maupun kedatangannya.

59

4. Berdasarkan sifat informasi yang diterima, penjadwalan terdiri dari:


a.

Penjadwalan Deterministik
Informasi yang diperoleh sudah diketahui dengan pasti, misalnya
informasi tentang pekerjaan dan mesin seperti waktu kedatangan dan
waktu prosesnya.

b.

Penjadwalan Stokastik
Informasi yang diperoleh belum diketahui dengan pasti, oleh karena itu
perlu memperkirakannya dengan menggunakan distribusi probabilitas.
5. Berdasarkan product posittioning, penjadwalan terdiri dari:
a. Make to Order
Jumlah dan jenis produk yang dibuat berdasarkan permintaan dari
konsumen, biasanya salah satu tujuannya adalah untuk mengurangi
biaya simpan.
b.

Make to Stock
Jumlah dan jenis produk terus-menerus dibuat untuk disimpan sebagai
persediaan (inventory)

60

3.10

Istilah-istilah Dalam Penjadwalan Produksi

Berbagai istilah yang umum digunakan dalam penjadwalan adalah sebagai


berikut:
1. Waktu proses (processing time), it
Waktu proses merupakan estimasi lamanya waktu yang dibutuhkan mesin kek untuk menyelesaikan operasi ke-j dari pekerjaan (job) ke-i, yang terkadang
didalamnya sudah tercakup waktu yang dibutuhkan untuk persiapan dan
pengaturan mesin (waktu set up).
2. Waktu siap (ready time), Ri
Menunjukkan saat pekerjaan ke-i dapat dikerjakan (siap dijadwalkan)
3. Batas waktu penyelesaian (due date), di
Batas waktu yang diperbolehkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.
4. Waktu menunggu (waiting time), Wi
Adalah waktu tunggu pekerjaan i dari saat pekerjaan siap dikerjakan sampai
saat operasi pendahulu selesai.
5. Waktu penyelesaian (completion time), Ci
Adalah rentang waktu mulai dari awal (t=0) sampai pekerjaan i selesai
dikerjakan.
6. Waktu tunggal (flow time), Fi

61

Adalah waktu antara saat dimana pekerjaan i telah siap untuk dikerjakan
sampai pekerjaan selesai.
7. Makespan (Ms)
Adalah jangka penyelesaian suatu penjadwalan (penjumlahan seluruh waktu
proses).
Ms =Cmax
8. Keterlambatan (lateness), Li
Adalah perbedaan antara completion time dengan due date, sehingga bisa
(+)atau (-).
Li= ci di< 0 (negatif ): saat penyelesaian memenuhi batas
Li= ci di> 0 (positif ) : saat penyelesaian melampaui batas (tardyjob)
9. Kelambatan (tardiness), Ti
Adalah keterlambatan penyelesaian suatu pekerjaan dari saat due date.
Ti= max {0, Li }: hanya melihat L yang > 0, dengan 1 i N
10 Slack Time (SLi)
Adalah waktu sisa yang tersedia bagi suatu pekerjaan (waktu prosesdue
date).
Si= d i ti

62

10. Set up Time (Si)


Adalah waktu yang dibutuhkan untuk kegiatan persiapan sebelum
pemrosesan job dilaksanakan.
11. Arrival Time (ai)
Adalah saat job mulai berada di shop floor.
12. Delivery Date (di)
Adalah saat pengiriman job dari shop floor ke proses berikutnya atau ke
konsumen.
13. Gantt Chart
Merupakan peta visual yang menggambarkan loadling (menggambarkan
beban mesin) dan scheduling (menggambarkan urutan pemrosesan job dan
menggambarkan saat mulai dan saat selesai suatu job).
3.11

Aturan Prioritas Penjadwalan

Aturan prioritas memberikan panduan urut-urutan pekerjaan yang harus


dilaksanakan. Aturan prioritas mencoba untuk mengurangi waktu penyelesaian,
jumlah pekerjaan dalam sistem, dan keterlambatan kerja sedangkan penggunaan
fasilitas bisa maksimal. Ada beberapa cara penentuan prioritas yang dapat
digunakan sebagai simulasi untuk menetapkan pedoman dispatching prioritas
yang terbaik. Beberapa metode yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:
1. SPT (Shortest Processing Time)

63

Adalah sebuah metode yang mendahulukan penyelesaian proses produksi


berdasarkan waktu proses yang tercepat. Pekerjaan yang paling cepat
selesainya mendapat prioritas pertama untuk dikerjakan lebih dulu.
2. LPT (Longest Processing Time)
Adalah sebuah metode yang mendahulukan penyelesaian proses produksi
berdasarkan waktu proses yang paling lama. Pekerjaan yang paling lama
selesainya mendapat prioritas pertama untuk dikerjakan lebih dahulu.
3. EDD (Earliest Due Date)
Adalah metode yang melakukan urutan pennyelesaian waktu proses produksi
berdasarkan tanggal dimana barang harus diselesaikan. Pada metode ini,
diurutkan berdasarkan due date yang terkecil.Pekerjaan yang harus selesai
paling awal dikerjakan lebih dulu.
4. FCFS (First Come First Serve)
Adalah metode yang melakukan urutan penyelesaian waktu proses produksi
berdasarkan urutan kedatangannya, dimana job yang datang pertama kali
akan dilayani terlebih dahulu.
5. LS (Least Slack)
Dapat disebut dengan waktu longgar yaitu sebagai waktu tersisa sampai
tanggal penyelesaian dikurangi dengaan waktu pemprosesan. Pekerjaan
dengan waktu longgar paling kecil atau nol akan diproses terlebih dahulu.

64

6. PCO (Preferred Customer Order)


Adalah sebuah metode yang memilih pekerjaan berdasarkan pada prioritas
pentingnya langganan bagi perusahaan.
7. RS (Random Selection)
Pekerjaan yang akan dilakukan berikutnya akan diproses melalui pilihan
secara acak.
8. HEP (Highest Expect Profitability)
Pekerjaan yang mempunyai tingkat profitabilitas tertinggi akan diproses
terlebih dahulu.
9. CR (Critical Ratio)
Aturan ini akan mengurutkan pekerjaan dengan menghitung waktu sisa
sampai dengan batas waktu pengerjaannya.
3.12

Ukuran Keberhasilan Penjadwalan

Ukuran keberhasilan dari suatu pelaksanaan aktivitas penjadwalan khususnya


penjadwalan job shop adalah meminimasi kriteria-kriteria keberhasilan sebagai
berikut :
1. Rata-rata waktu alir (mean flow time).
2. Makespan, yaitu total waktu proses yang dibutukan untuk menyelesaikan suatu
kumpulan job.
3. Rata-rata kelambatan (mean tardiness).
65

4. Jumlah job yang terlambat.


5. Jumlah mesin yang menganggur.
6. Jumlah persediaan.
Meminimasi makespan, misalnya, dimaksudkan untuk meraih utilisasi
yang tinggi dari peralatan dan sumberdaya dengan cara menyelesaikan seluruh
job secepatnya, meminimasi waktu aliran akan mengurangi persediaan barang
setengah jadi, sedangkan meminimasi jumlah job yang menganggur berarti akan
meminimasi nilai dari maksimum ukuran keterlambatan. Kesemua kriteria
keberhasilan pelaksanaan penjadwalan tersebut adalah dilandasi keinginan untuk
memuaskan konsumen dan efisiensi biaya internal perusahaan.
3.13

Hambatan-hambatan Dalam Penjadwalan

Untuk mencapai suatu keteria keberhasilan penjadwalan tidaklah mudah. Hal ini
dikarenakan, pada penjadwalan terdapat hambatan-hambatan penjadwalan yang
menyebabkan suatu penjadwalan yang telah dilakukan dengan baik, namun tidak
dapat dimplementasikan secara baik. Beberapa hambatan penjadwalan antara lain:
1. Keterlambatan kedatangan bahan baku.
2. Produk yang dibuat merupakan model baru, sehingga membutuhkan waktu
yang lama dan butuh waktu penyesuaian untuk kegiatan produksi.
3. Order yang datang saat jumlah order tengah diselesaikan.
4. Kecelakaan kerja.

66

5. Pembatalan pesanan.
6. Hari libur yang menyebabkan kegiatan produksi tidak berjalan.
7. Demontrasi buruh/karyawan.

67

BAB IV
PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA
4.1 Pengumpulan Data
Pengumpulan data merupakan kegiatan mengolah data yang telah dikumpulkan
setelah mempelajari cara pengolahan data yang benar pada saat tinjauan pustaka.
PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) Tbk, Tangerang merupakan cabang
perusahaan yang memproduksi kertas warna dan sudah mempunyai konsumen
hingga mendunia. Sehingga, dalam suatu kegiatan proses produksi di butuhkan
suatu penjadwalan produksi yang dilakukan oleh PT Indah Kiat Pulp & Paper
(IKPP), Tbk. dengan tepat agar kesalahan dalam kegiatan proses produksi dapat di
minimalisirkan. Dan tidak terjadi keterlambatan dalam pproses produksi sehingga
barang pesanan konsumen dapat sampai kepada konsumen tepat waktu. Data
yang digunakan merupakan data sekunder yang didapatkan dari divisi PPIC
(Production Planning & Inventory Control) pada PT. Indah Kiat Pulp & Paper
(IKPP), Tbk. yaitu divisi yang salah satu fungsinya adalah membuat jadwal
produksi.
PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. memproduksi kertas warna
yang di buat kedalam tiga jenis bentuk, yaitu:
1. Big Roll
2. Big Sheet

68

3. Cut Size
.1.1 Proses produksi
Dalam membuat produksinya, PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. melalui
beberapa tahapan sehingga dapat menjadi produk yang siap untuk dikirim
kekonsumen. Berikut ini adalah penjelasan secara singkat tentang proses produksi
PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. Tangerang:
1. Proses produksi Big Roll
Proses produksi Big Roll melalui 3 tahap. Tahap-tahap tersebut adalah sebagai
berikut:
a. Pada tahap awal kertas di produksi pada paper machine. PT Indah Kiat
Pulp & Paper (IKPP), Tbk. Tangerang mempunyai 3 jenis paper machine.
Pada tahap ini, kertas diberikan warna sesuai dengan jadwal produksi,
GSM (Gram per Square Meter), serta kualitas jenis kertas yang sudah
ditentukan. Output pada proses ini adalah gulungan kertas warna yang
sangat besar.
b. Gulungan kertas yang dihasilkan pada paper machine lalu dimasukkan
kedalam rewinder machine. Kertas warna yang berasal dari paper machine
tersebut digulung sesuai pesanan konsumen. Salah satu contoh ukuran
untuk Big Roll adalah diameter 100 cm.
c. Kertas yang sudah di roll sesuai ukuran pesanan lalu diberikan merk yang
diinginkan oleh konsumen. Kertas warna yang telah diberikan merk
kemudian dipacking sesuai pesanan konsumen dan diletakkan kedalam
gudang bahan jadi.
Gambar berikut ini merupakan urutan proses produksi pada produk Big roll
yaitu sebagai berikut:

69

Gambar 4.1Proses Produksi Big Roll


Untuk produk jenis Big Roll proses dari bubur kertas (pulp) hingga
menjadi gulungan kertas yang diproduksi pada paper machine menghabiskan
waktu rata-rata sekitar 1 (satu) hari. Lalu proses pada mesin rewinder
memakan waktu 1 (satu) hari. Lalu pada tahap finishing selama waktu 1 (satu)
hari. Jadi, dalam waktu 3 hari PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk.
Tangerang dapat menghasilkan produk jenis Big Roll. Produk tersebut
kemudian akan dimasukkan kedalam kontainer untuk dikirim kekonsumen
sekitar 2 hari. Hal ini terjadi karna kendala seperti antrian pada barang yang
akan dimasukkan kedalam kontainer. Lalu barang dikirim melalu jalur laut.
Sebagai contoh, bila barang akan dikirim ke Malaysia berati memerlukan
waktu sekitar 2 hari. Jadi, dari bahan mentah hingga sampai ke konsumen
untuk negara malaysia memerlukan waktu sebanyak 7 (tujuh) hari.
Berikut ini merupakan contoh produk Big Roll yang telah di packing dan
siap untuk dikirim.Jenis kertas warna Big Roll tersebut adalah Brown Paper
dengan merk Sinar Spectra.

70

Gambar 4.2 Contoh Produk Big Roll


2. Proses produksi Big Sheet
Pada jenis produksi Big Sheet melalui beberapa tahap yaitu sebagai berikut:
1. Sama halnya dengan proses produksi produk Big Roll, proses awal proses
produksi produk Big Sheet juga melalui paper machine. Kertas diberikan
warna sesuai dengan jadwal produksi dan menghasilkan kertas warna
dengan kualitas kertas yang sudah ditentukan serta GSM (Gram per
Square Meter). Output pada proses ini adalah gulungan kertas warna yang
sangat besar.
2. Setelah kertas warna yang telah diproduksi pada paper machine lalu kertas
warna tersebut di proses pada mesin double cutter. Pada tahap ini, kertas
warna yang berupa gulungan besar tersebut dipotong sesuai ukuran yang
telah ditentukan.
3. Kertas warna yang telah di potong lalu memasuki tahap sorter. Pada tahap
ini, kertas warna yang telah dipotong sesuai ukuran tersebut di sortir
secara manual. Proses ini bertujuan untuk mengecek apakah ada produk
yang cacat atau tidak. Contoh produk cacat yaitu terdapat bercak warna
lain atau warna kertas yang tidak merata.
4. Setelah kertas warna yang telah melalui tahap sorter, dan sudah memenuhi
kriteria dari PT. Indah Kiat Pulp&Paper (IKPP), Tbk. kertas tersebut
71

memasuki proses packing. Kertas yang sudah siap untuk dikirim


kepelanggan lalu di packing sesuai pesanan dan diberikan merk sesuai
permintaan konsumen. Kertas yang sudah siap dikirim diletakkan kedalam
gudang bahan jadi.
Berikut ini merupakan gambar proses produksi produk Big Sheet PT. Indah
Kiat Pulp&Paper (IKPP), Tbk.

Gambar 4.3Proses Produksi Big Sheet


Pada jenis produk Big Sheet, memerlukan waktu sekitar 4 (empat) hari
untuk menjadi barang yang siap dikirim kekonsumen. 4 (empat) hari tersebut
diantaranya adalah pada proses paper machine membutuhkan waktu 1 (satu) hari,
proses cutter selama 1 (satu) hari, proses sorter selama 1 (satu) hari, dan proses
packing selama 1 (hari). Sama halnya dengan produk Big Roll, Big Sheet juga
memerlukan waktu 2 (dua) hari untuk masuk kedalam kontainer. Sebagai contoh,
pesanan akan dikirim ke Singapore maka memerlukan waktu selama 3 (tiga) hari
melalui jalur laut. Jadi, bila produk Big Sheet ingin dikirim kepada konsumen

72

yang berada di Singapore maka memerlukan waktu sebanyak 9 hari hingga


sampai ketanggan konsumen.
Berikut ini merupakan contoh produk Big Sheet yang telah siap untuk
dikirim kekonsumen sesuai pesanan packing dari konsumen yaitu sebagai berikut:

Gambar 4.4 Contoh Produk Big Sheet


3. Proses Produksi produk Cut Size
Pada proses produksi cut size terdapat dua jenis proses produksi yang
berbeda. Tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut:
a.
Proses produksi cut size tipe 1
Proses produksi cutsSize tipe 1 melalui 6 tahap sampai menjadi barang
yang siap dikirim. Tahapan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Sama dengan proses produksi untuk produk Big Roll dan Big Sheet,
tahap awal cut size juga melalui pape machine. Kertas yang keluar
dari paper machine sudah dalam bentuk warna, GSM (Gram per
Square Meter), dan kualitas kertas yang diingkan oleh konsumen.
Kertas yang keluar dari paper machine berbentuk gulungan kertas
yang sangat besar.
2. Gulungan kertas yang sudah berwarna sesuai jadwal kemudian
diproses dalam cutter machine. Fungsi cutter machine adalah

73

memotong kertas warna yang awalnya berbetuk gulungan menjadi


lembaran.
3. Kertas warna yang telah menjadi lembaran atau yang biasanya disebut
dengan big sheet lalu disortir. Pada tahap ini kertas akan dilihat
kembali apakah ada produk yang cacat seperti contohnya warna kertas
yang tidak merata.
4. Lembaran kertas warna yang masih berbentuk Big Sheet lalu dipotong
sesuai ukuran produk cut size dengan guillotine machine. Salah satu
contoh ukuran produk cut size adalah A3.
5. Selanjutnya adalah tahap manual wrapping. Kertas warna yang sudah
berukuran sesuai dengan ukuran cut size seperti contohnya A3 lalu
dikemas secara manual setiap reamnya.
6. Kertas warna yang sudah dikemas setiap reamnya lalu di packing
sesuai pesanan konsumen dan diletakkan didalam gudang barang jadi.

Berikut ini merupakan gambar proses produksi cut size tipe 1:

74

Gambar 4.5Proses Produksi Cut Size Tipe 1


b. Proses produksi produk cut size tipe 2
Pada proses produksi cut size tipe 2 lebih sedikit bila dibandingkan
dengan proses produksi produk cut size tipe satu. Proses produksi produk
cut size tipe 2 adalah sebagai berikut:
1. Bubur kertas (pulp) dimasukkan kedalam paper machine. Bubur kertas
tersebut kemudian diproduksi sesuai warna, GSM (Gram per Square
Meter), dan kualitas kertas. Sama halnya dengan produk lain, output
pada tahap ini adalah gulungan kertas yang sangat besar.
2. Gulungan kertas yang keluar dari paper machine lalu di proses pada
mesin rewinder machine. Pada tahap ini gulungan kertas di gulung
kembali pada ukuran yang sesuai untuk dimasukkan kedalam ech will
machine.
3. Gulungan kertas yang keluar dari rewinder machine lalu dimasukkan
kedalam ech will machine. Pada tahap ini, gulungan kertas lalu
dipotong kedalam bentuk cut size sebagai contohnya ukuran A3 dan
dikemas secara langsung didalam mesin tersebut sesuai reamnya.
4. Kertas yang sudah dikemas sesuai reamnya lalu di packing sesuai
pesanan konsumen dan diletakkan didalam gudang barang jadi.

75

Gambar 4.6 Proses Produksi Produk Cut Size Tipe 2


Sebagai contoh, proses produksi pada produk cut size tipe 1 ialah 1 (satu)
hari untuk proses pada paper machine. Lalu pada mesin cutter memerlukan waktu
1 (satu) hari. Selanjutnya pada proses sorter memerlukan waktu 1 (satu) hari.
Pada guillotine machine, waktu yang dibutuhkan untuk membuat bentuk cut size
selama 2 (dua) hari. Kertas yang sudah berukuran cut size lalu masuk kedalam
manual wrapping selama 1 (satu) hari. Jadi, pada proses cut size membutuhkan 7
hari untuk menjadi barang jadi. Bila seandainya barang akan dikirim ke Jepang
maka memerlukan waktu sebanyak 7 hari melalui perjalanan laut. Jadi, dari
proses barang diproduksi, barang siap dikirim, barang dimasukkan kedalam
kontainer, dan barang dikirim memerlukan waktu selama 16 hari untuk sampai di
negara Jepang.
Pada produk jenis cut size, mempunyai beberapa ukuran. Ukuran ukuran
kertas yang termasuk kedalam produk cut size adalah sebagai berikut:
Tabel 4.1Jenis dan Ukuran Kertas Produk Cut Size
Jenis
Kertas
A4
A3
F4
B4
B5
F4 A
LS
LS
LS

Ukuran
210 x 297 mm
297 x 420 mm
215 x 330 mm
257 x 364 mm
182 x 257 mm
216 x 343 mm
8.5 x 11 inci
8.5 x 13 inci
8.5 x 14 inci

Pada jenis produk Cut Size, PT. Indah Kiat Pulp&Paper (IKPP), Tbk.
memiliki beberapa retail produk yang banyak dikenal para konsumennya. Produk
produk tersebut antara lain sebagai berikut:

76

Gambar 4.7Produk-produk Cut Size


PT. Indah Kiat Pulp&Paper (IKPP), Tbk. Tangerang memproduksi
berbagai jenis kertas warna dengan berbagai jenis kualitas kertas. Berikut ini
adalah jenis-jenis kualitas kertas yang diproduksi PT. Indah Kiat Pulp & Paper
(IKPP), Tbk. Tangerang:
Tabel 4.2 Jenis jenis Kualitas Kertas di PT. Indah Kiat Pulp & Paper
(IKPP), Tbk.
Colour Standard
N
o
1
2
3

Jenis Kualitas Kertas

Kode
CWF
CPC
CWP

1
2

Color Woddfree Paper


Color Photocopy Paper
Colour Wrapping Paper
High Smoothness Paper
High Smoothness Woodfree Paper
High Smoothness Photocopy Paper
Qur'an High Smoothness
Drawing Paper
Color Duplicating Paper
White
Woodfree Paper
Photocopy Paper

White Wrapping Paper

1
2
3
1

HWF
HPC
QPP
CDP
W/F
PPC
WW
P
77

1
2

Others
Release Base Paper
Sticky Note Base Paper

RBP
SNB

PT. Indah Kiat Pulp&Paper (IKPP), Tbk. Tangerang merupakan cabang


pabrik yang memproduksi kertas warna yang mempunyai berbagai jenis warna
untuk diproduksi. Selain memproduksi berbagai macam warna, PT. Indah Kiat
Pulp & Paper (IKPP), Tbk. Tangerang juga memproduksi berbagai GSM (Gram
per Square Meter). Berikut ini merupakan warna warna yang diproduksi PT.
Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. Tangerang beserta jenis GSM (Gram per
Square Meter) nya sebagai berikut:
Tabel 4.3 Jenis - jenis Kertas Warna yang Di Produksi PT. Indah Kiat Pulp
& Paper (IKPP), Tbk. Tangerang
Category

Color

Ivory Cycle

Ivory
Cream
Canary
Yellow
Peach
Rose
Pink
Lavender
Taro
Raspberry
Ocean
Blue
Lagoon
Green
Lemon
Gold
Saffron
Red
Parrot
Turquoise
Cyber HP Green

Yellow Cycle

Pink Cycle

Violet Cycle
Blue Ocean
Green Cycle

Red Cycle
TurquoiseParrot Cycle
Cyber Cycle

55

GSM (Gram per Square Meter)


75
80
120
160

78

Black Cycle
White Cycle

Cyber HP Yellow
Cyber HP Pink
Cyber HP Red
Cyber HP Orange
Black
Natural White
Bright White

Selain warna-warna standar diatas, PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP),
Tbk. juga memproduksi jenis warna kertas Japan. Warna warna tersebut antara
lain sebagai berikut:

Gambar 4.8Warna warna Jenis Japan


Dalam menjual produk yang dihasilkan, PT. Indah Kiat Pulp & Paper
(IKPP),

Tbk.

Tangerang,

mengeluarkan

beberapa

brand

untuk

dijual

kepasaran.Berikut ini adalah brand yang ada pada PT. Indah Kiat Pulp & Paper
(IKPP), Tbk.

79

Gambar 4.9 Product Brand PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk.
4.2 Pengolahan Data
Pada penelitian ini, data didapatkan dari PT. Indah Kiat Pulp & Paper
(IKPP), Tbk. bagian PPIC (Production Planning & Inventory Control). Data
tersebut berupa pesanan produksi pada bulan Mei 2015. Data yang didapatkan
akan diolah untuk penjadwalan PM (Paper Machine) 2 dan PM (Paper Machine)
3. Sistem penjadwalan pada PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. untuk
Paper Mesin 2 dan Paper Machine 3 dibuat untuk skala bulanan.
4.3 Pesanan Produksi
PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. memproduksi kertas warna
berdasarkan pesanan pelanggan (make to order). Jadi, setelah konsumen memesan
barang kepada marketing PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. dan pihak
marketing memberikan informasi kepada bagian PPIC. Setelah itu, bagian PPIC
membuat jadwal produksi dengan memperhatikan ESD (Estimate Shipment Date)
sehingga barang pesanan dapat sampai kekonsumen tanpa adanya keterlambatan.
Berikut ini merupakan data pesanan produksi pada

bulan Mei 2015 untuk

pembuatan penjadwalan produksi. Data yang di ambil berupa data tanggal

80

pesanan, nama warna, kode warna, jumlah pesanan, serta tanggal pengiriman
yang dilakukan pada proses produksi.
1. Kelompok warna, yaitu pengelompokan warna yang digunakan agar
memudahkan dalam penyusunan jadwal produksi. Kelompok warna tersebut
antara lain:
a. A1 yaitu untuk warna rose, pink, dan peach.
b. A2 untuk warna ivory.
c. A3 untuk warna cream, canary, dan yellow.
d. A4 untuk warna lemon, gold, dan saffron.
e. B1 untuk warna blue dan ocean.
f. B2 untuk warna green dan lagoon.
g. B3 untuk warna parrot, asparagus, dan turquoise.
h. V untuk warna lavender, taro, dan raspberry.
i. W untuk warna natural white dan bright white.
j. C untuk warna cyber HP green, cyber hp yellow, cyber HP pink, cyber
HP red, dan cyber HP orange.
2. Nama warna, yaitu nama jenis warna yang akan diproduksi.
3. Kode warna, yaitu kode yang digunakan untuk menyebutkan jenis warna
yang akan diproduksi.
4. Jumlah pesanan, jumlah produk yang dipesan oleh konsumen dengan satuan
(Kg).
5. ESD (Estimate Shapement Date) merupakan tanggal penyerahan produk
untuk di kirim kepada konsumen.
Pada bulan Mei 2015, PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk.
mempunyai pesanan produksi kertas warna sebagai berikut:
Tabel 4.4 Data Pesanan Produksi pada PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP),
Tbk. Tangerang
Group
Warna

V
B1

Nama Warna

Kode
Warna

Blossom
Blush
Lavender
Taro
Ocean

IT 147
IT 175
IT 185
IT 274
IT 120

Jumlah
Total
Pesanan Pesanan
(Kg)
(Kg)
110.000
130.000
525.000
200.000
85.000
802.000 1.322.000

Total
Pesanan
(Ton)
525
1332

ESD (Estimate
Shipment
Date)
07/05/2015
07/05/2015
07/05/2015
07/05/2015
07/05/2015

81

A2

Blue
Turquoise
Parrot
Green
Lagoon
Bright White
Natural White
Ivory

IT 180
IT 220
IT 230
IT 190
IT 130
IT 108
IT 107
IT 100

Group
Warna

Nama Warna

Kode
Warna

B3
B2
W

A3

A4

A1

Cyber

Cream
Canary
Yellow
Lemon
Gold
Saffron
Red
Pink
Rose
Peach
Cyber HP
Pink
Cyber HP Red

IT 110
IT 115
IT 160
IT 210
IT 200
IT 240
IT 250
IT 170
IT 140
IT 150

520.000
152.000
376.000
224.000
515.000
845.000
330.000
412.000
617.000
205.000
597.000 597.000
Jumlah
Total
Pesanan Pesanan
(Kg)
(Kg)
601.000
191.000 1.252.000
460.000
210.000
335.000
841.000
186.000
110.000
350.000
190.000 827.000
287.000

IT 342

112.000

IT 350

110.000

376
845
617
597
Total
Pesanan
(Ton)

222.000

1252

841

827

222

07/05/2015
14/05/2015
14/05/2015
21/05/2015
21/05/2015
31/05/2015
31/05/2015
07/05/2015
ESD (Estimate
Shipment
Date)
21/05/2015
21/05/2015
07/05/2015
07/05/2015
21/05/2015
21/05/2015
21/05/2015
31/05/2015
31/05/2015
31/05/2015
31/05/2015
31/05/2015

Berdasarkan data pesanan produksi pada PT. Indah Kiat Pulp & Paper
(IKPP), Tbk. pada bulan Mei 2015, maka data data tersebut diolah untuk
membuat jadwal produksi dengan menggunkan metode penjadwalan berdasarkan
Color Cycle. Pada penelitian ini, hanya akan memfokuskan untuk membuat
jadwal produksi pada paper machine 2 dan paper machine 3.
4.4 Pengelompokkan Cycle Colour
Dalam hal penjadwalan produksi, PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP),
Tbk.

mengelompokkan

warna

berdasarkan

kedekatan

warnanya

untuk

memudahkan dalam pembuatan penjadwalan produksi. Sehingga ada beberapa


kelompok warna yang dibuat berdasarkan kedekatan warnanya. Berikut ini adalah
82

pengelompokkan colour cycle pada PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk.
Tangerang:

Tabel 4.5 Pengelompokan Colour Cycle


No
1

Catagory
Ivory Cycle

Yellow Cycle

Pink Cycle

Color
Ivory
Crean
Canary
Yellow
Peach
Rose
Pink

No

Catagory

Red Cycle

Turquoise Parrot Cycle

Cyber Cycle

10

Black Cycle

11

White Cycle

Lavender
4

Violet Cycle

Blue Cycle

Green Cycle

Taro
Raspberry
Ocean
Blue
Lagoon
Green

Color
Lemon
Gold
Saffron
Red
Parrot
Turquoise
Cyber HP Green
Cyber HP
Yellow
Cyber HP Pink
Cyber HP Red
Cyber HP
Orange
Black
Natural White
Bright White

Banyaknya jenis warna yang diproduksi oleh PT. Indah Kiat Pulp & Paper
(IKPP), Tbk. Tangerang membuat PT. Indah Kiat Pulp&Paper (IKPP), Tbk.
berinisiatif untuk membuat pengelompokkan warna sehingga lebih mempermudah
dalam pembuatan jadwal produksi kertas warna. Seperti warna peach, rose, dan
pink dapat langsung menyebut warna-warna tersebut dalam pink cycle seperti
pada tabel 4.2. Berikut ini merupakan contoh gambar beberapa warna beserta
kelompok warna tersebut yang ada di PT. Indah Kiat Pulp&Paper (IKPP), Tbk.

83

Gambar 4.10Contoh Pengelompokan Color Cycle


4.5 Pembuatan Flow Chart
Setelah mengetahui banyaknya permintaan produksi pada bulan Mei 2015 di PT.
Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. dan telah mengetahui pengelompokkan
warna berdasarkan kedekatan warnanya, langkah selanjutnya adalah pembuatan
flow chart. Flow Chart dibuat berdasarkan sistem yang ada pada PT. Indah Kiat
Pulp & Paper (IKPP), Tbk. yaitu dengan cara warna yang diproduksi terlebih
dahulu adalah warna yang paling muda hingga ke warna yang paling tua. Pada
flow chart ini terdapat beberapa kelompok warna yaitu kelompok blue cycle, red
cycle, violet cycle, white cycle, dan QPP (ivory cycle). Berikut ini merupakan
flow chart sistem pewarnaan pada PT. Indah Kiat Pulp&Paper (IKPP), Tbk.
Tangerang:

84

Gambar 4.11Flow Chart Color Cycle

85

Pembuatan flow chart bertujuan untuk mengetahui urutan - urutan warna


dalam pembuatan penjadwalan produksi kertas warna pada PT. Indah Kiat Pulp &
Paper (IKPP), Tbk. Dalam pembuatan penjadwalan kertas warna harus mengacu
pada pedoman flow chart warna pada Gambar 4.11 tersebut. Dengan melihat flow
chart tersebut, akan mempermudah untuk membuat jadwal produksi karena kita
telah mengetahui urutan warna yang menjadi pedoman untuk membuat jadwal
produksi.
4.6 Membuat Gantt Chart
Setelah mengetahui aturan urutan warna pada PT. Indah Kiat Pulp & Paper
(IKPP), Tbk. yang dapat dilihat pada flow chart pada Gambar 4.11 kita dapat
membuat penjadwalan produksi paper machine untuk skala bulanan yang dibuat
dalam bentuk Gantt Chart. Gantt Chart dapat memudahkan dalam membaca
jadwal yang telah dibuat. Berikut ini merupakan Gantt Chart untuk penjadwalan
produksi paper machine 2 danpaper machine 3 pada bulan Mei 2015. Data yang
dimasukkan dalam membuat gantt chart adalah data pesanan produksi pada bulan
Mei 2015.

86

Gambar 4.12Gantt Chart Penjadwalan Paper Machine

87

Berdasarkan gambar Gantt Chart Scheduling pada bulan Mei 2015 kita
dapat mengetahui beberapa penjelasan tentang Gantt Chart tersebut, diantaranya
adalah sebagai berikut:
1. Pembuatan Gantt Chart Scheduling harus memperhatikan ESD (Estimate
Shipment Date) sehingga tidak ada pengiriman pesanan ke pelanggan yang
terlambat.
2. Dalam satu kotak pada Gantt Chart menggambarkan sebanyak 130.000 Kg
pesanan atau 130 Ton.
3. Pada Gantt Chart bulan Mei 2015 terdapat maintenance (perawatan) paper
machine 2 pada tanggal 12 Mei 2015. Pada sistem penjadwalan paper
machine, bila didalam suatu bulan terdapat maintenance mesin, maka kertas
warna yang akan diproduksi paper machine setelah maintenance adalah
warna putih. Hal ini bertujuan agar warna yang dihasilkan lebih bagus bila
dibandingkan membuat kertas jenis warna lainnya serta untuk menghindari
adanya defect (cacat) dalam produksi.
4. Satu bulan waktu produksi untuk bulai Mei terhitung dari tanggal 20 April
hingga 20 Mei 2015. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir keterlambatan
pesanan sampai kepada pelanggan. Penjelasan tetang hubungan antara
estimasi waktu untuk proses dari produk yang belum jadi hingga produk bisa
dapat sampai pada konsumen ada pada sub bab 4.1.1 yaitu tentang sistem
produksi.
5. Untuk penjadwalan produksi paper machine yang dibuat pada tanggal 21 Mei
merupakan produksi untuk bulan Juni sehingga Gantt Chart penjadwalan
produksi untuk bulan Mei hanya sampai pada tanggal 20 Mei.

88

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Setelah mempelajari sistem pada PT. Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP), Tbk. dan
dapat mengolah data penjadwalan produksi pada PT. Indah Kiat Pulp & Papper
(IKPP), Tbk. penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Sistem penjadwalan produksi pada PT. Indah Kiat Pulp & Papper (IKPP),
Tbk. menggunakan metode Cycle Colour yaitu memproduksi kertas warna
berdasarkan kelompok warna dan kedekatan warnanya. Warna yang lebih
muda akan terlebih dahulu diproduksi hingga ke warna yang paling tua.
Setelah melihat urutan warna berdasarkan kedekatan warnanya, jadwal
produksi di buat dalam bentuk Gantt Chart.
2. PT. Indah Kiat Pulp&Paper (IKPP), Tbk. memproduksi berdasarkan pesanan
konsumen (make to order). Sehingga dalam pembuatan penjadwalan harus
mengacu pada ESD (Estimate Shipment Date)agar tidak terjadi keterlambatan
dalam memenuhi permintaan konsumen.

89

5.2 Saran
Saran yang diberikan penulis setelah mempelajari sistem yang ada di PT. Indah
Kiat Pulp&Paper (IKPP), Tbk adalah sebagai berikut:
1. PT.

Indah

Kiat

Pulp&Paper

(IKPP),

Tbk.

sebaiknya

mempunyai

metodetambahan, bukan hanya metode cycle colour yang dapat mendukung


keakuratan pada proses pembuatan jadwal produksi agar tidak terjadi
kesalahan saat membuat jadwal produksi. Dengan menggunakan metode
yang lebih dari satu metode misalnya metode Heuristic untuk proses
pendwalan produksi, kita juga dapat membandingkan hasil yang diperoleh
dari setiap metode penjadwalan yang digunakan.
2. Untuk pembuatan jadwal produksi sebaiknya menggunakan software yang
lebih memadai untuk meminimalisir kesalahan dalam pembuatan jadwal
produksi. Salah satu contoh software yang dapat digunakan yaitu software
Borland Delphi 7. Program aplikasi ini merupakan aplikasi yang user
friendly, sehingga akan mempermudah dalam penerapan dan penggunaannya.
Program aplikasi ini juga memberikan manfaat berupa kemudahan dan
kecepatan dalam pembuatan jadwal produksi, kemudahan menyimpan data
order, serta aktivitas pengolahan data dapat dilakukan dengan tepat sehingga
resiko resiko human eror dapat diminimalkan.

90

DAFTAR PUSTAKA
Baker, Kenneth R. (1974). Introduction to Sequencing and Scheduling. New
York: John Wiley & Sons, Inc.
Bedworth, D. D. Bailey, J.E. (1987). Integrated Production Control Systems :
Management, Analysis, Design, 2 ed. New York: John Wiley & Sons, Inc
Bethel, Lawrence L. (1962). Industrial Organization and Management. New
York:McGraw-Hill Book Compeny, Inc.
Biegel, John E. (1992). Production Control. New York: Prentice-Hall. Inc.
Gaspersz, V. 2004. Production Planning and Inventory Control. PT. Gramedia
Pustaka Umum, Jakarta (Dalam A).
Kholil, Muhammad. 2007. Modul Kuliah Production Planning and Control
(PPiC). Jakarta : Fakultas Teknik Industri Universitas Mercu Buana.
Masruroh, Nisa. 2010. Analisa Penjadwalan Produksi Dengan Menggunakan
Metode Ampbell Dudeck Smith, Palmer dan Nenbring di PT. Loka
Refraktoris Surabaya. (Dalam E).
Narasimhan, S.L., McLeavey, D.W., Billington, P.J., 1985, Production Planning
and Inventory Control, 2 ed. New Jersey: Prentice- Hall International, Inc.
(n.d).2007. Retrieved
(Dalam D).

from

http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2.

(n.d).2007. Retrieved from http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2.


(Dalam F).
Novriansyah, Rizal. 2010.Peningkatan Perencanaan Penjadwalan Produksi
Dengan Metode Campbell Dudek And Smith. (Dalam B).
Suwarjono, Wendy. 2013. Penjadwalan Produksi pada Unit Produksi PT X
Dengan Menggunakan Algoritma Simulated Annealing untuk
Meminimalisasi Waktu Makespan.(Dalam C).

91