Anda di halaman 1dari 26

KAPITASI

PEMBIAYAAN
KESEHATAN
KELOMPOK 11

PEMBIAYAAN KESEHATAN
DEFINISI :
Pembiayaan
kesehatan
(WHO,
2002),
Merupakan
sekumpulan
dana
dan
penggunaan
dana
tersebut
untuk
membiayai
kegiatan
kesehatan
yang
dilakukan secara langsung serta memiliki
tujuan
untuk
meningkatkan
derajat
kesehatan masyarakat baik itu dalam
lingkup Kabupaten, Provinsi maupun Negara

Subsistem Pembiayaan Kesehatan adalah


tatanan yang menghimpun berbagai upaya
penggalian,
pengalokasian
dan
pembelanjaan sumber daya keuangan
secara terpadu dan saling mendukung untuk
memenuhi
kebutuhan
pembiayaan
pembangunan
kesehatan
guna
meningkatkan
derajat
kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya

Dari
beberapa
pendapat
mengenai
Pembiayaan Kesehatan diatas, terlihat
bahwa biaya kesehatan dapat ditinjau dari
beberapa sudut, yaitu :
Penyedia

Pelayanan Kesehatan
Pemakai Jasa Pelayanan

MACAM-MACAM
PEMBIAYAAN KESEHATAN
Fee

for Service ( Out of Pocket )


Health Insurance

SISTEM

KELEBIHAN

KEKURANGAN

PEMBIAYAA
N
Fee
Service

For Penanganan yang Sering


diberikan

dokter

cendrung

lebih

maksimal

dan

tidak

terkesan

terbatas batas

terjadi

moral

hazard dimana provider


akan

sengaja

berlebihan

secara
member

layanan

kesehatan

dengan

tujuan

meningkatkan
pendapatan dari layanan
tersebut

Sistem Kapitasi

Kepastian adanya
pasien
Jaminan
pendapatan di
awal tahun /
bulan
Semakin efisien
layanan, semakin
banyak
pendapatan
Dokter lebih taat
prosedur
Lebih
menekankan
pada pencegahan
dan promosi
kesehatan

Sering terjadi
underutilisasi
(pengurangan
layanan yang
diberikan)
Kebanyakan
dokter merasa
dirugikan
Bila peserta
sedikit, dapat
merugikan
dokter

SISTEM KAPITASI
PEMBIAYAAN KESEHATAN
Kapitasi berasal dari kata kapita yang
berarti kepala. Secara harfiah maka
sistem kapitasi berarti cara perhitungan
berdasarkan jumlah kepala yang terikat
dalam kelompok tertentu

Definisi sistem kapitasi itu sendiri adalah


metode
pembayaran
untuk
jasa
pelayanan kesehatan dimana pemberi
pelayanan kesehatan (dokter atau rumah
sakit)
menerima
sejumlah
tetap
penghasilan per perserta, per periode
waktu (biasanya bulan), untuk pelayanan
yang telah ditentukan per periode waktu.

Kapitasi
merupakan
suatu
system
pembiayaan pelayanan kesehatan yang
dilakukan di muka berdasarkan jumlah
tanggungan kepala per suatu daerah
tertentu dalam kurun waktu tertentu
tanpa melihat frekuensi kunjungan tiap
kepala tersebut.

TARIF KAPITASI PADA FASILITAS


KESEHATAN TK-1
Tarif Kapitasi adalah besaran pembayaran
per-bulan yang dibayar dimuka oleh BPJS
Kesehatan kepada Fasilitas Kesehatan
TingkatPertama
berdasarkan
jumlah
Peserta
yang
terdaftar
tanpa
memperhitungkan
jenis
dan
jumlah
pelayanan kesehatan yang diberikan.

Besaran tarif kapitasi yang dibayarkan


kepada FKTP pada suatu wilayah ditentukan
berdasarkan kesepakatan BPJS Kesehatan
dengan Asosiasi Fasilitas Kesehatan di
wilayah setempat dengan mengacu pada
standar tarif kapitasi yang telah ditetapkan
oleh Menteri Kesehatan

Standar tarif kapitasi


puskesmas

atau fasilitas kesehatan yang


setara sebesar Rp.3.000,00(tiga ribu rupiah)
sampai dengan Rp.6.000,00 (enam ribu
rupiah);
rumah sakit Kelas D Pratama, klinik pratama,
praktik dokter, atau fasilitas kesehatan yang
setara sebesar Rp.8.000,00 (delapan ribu
rupiah) sampai dengan Rp.10.000,00
(sepuluh ribu rupiah); dan
praktik perorangan dokter gigi sebesar
Rp.2.000,00 (dua ribu rupiah).

Penetapan besaran tarif kapitasi bagi masingmasing FKTP dilakukan oleh BPJS Kesehatan dan
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota berdasarkan
seleksi dan kredensialing dengan
mempertimbangkan:
sumber daya manusia;
kelengkapan sarana dan prasarana;
lingkup pelayanan; dan
komitmen pelayanan.

NORMA PENETAPAN BESARAN TARIF


KAPITASI PUSKESMASATAU FASILITAS
KESEHATAN YANG SETARA OLEH BPJS
KESEHATAN
Setiap Puskesmas atau fasilitas kesehatan
yang setara yang bekerjasama dengan
BPJS
Kesehatan
harus
memenuhi
persyaratan

TABEL NORMA PENETAPAN BESARAN TARIF KAPITASI


PUSKESMAS ATAU FASILITAS KESEHATAN YANG
SETARA OLEH BPJS KESEHATAN

TABEL NORMA PENETAPAN BESARAN


TARIF KAPITASI FKTP SELAIN
PUSKESMAS OLEH BPJS KESEHATAN

KLINIK PRATAMA

RUMAH SAKIT KELAS D


PRATAMA

PEMBAYARAN KAPITASI BERBASIS


PEMENUHAN KOMITMEN PELAYANAN
Angka

Kontak (AK)

Rasio Rujukan Rawat Jalan Kasus Non


Spesialistik (RRNS);

Rasio

Peserta Prolanis rutin berkunjung


ke FKTP (RPPB).

Penerapan Pembayaran Kapitasi


Berbasis Pemenuhan Komitmen
Pelayanan
Hasil pencapaian target indikator komitmen
pelayanan FKTP menjadi dasar pembayaran
kapitasi berbasis pemenuhan komitmen
pelayanan.

MODEL PEMBAYARAN
KAPITASI
Model

1: Model Individual/Kapitasi
parsial
Model 2: Model Kombinasi
IPA/Kapitasi parsial
Model 3: Kapitasi Parsial/Grup
Model 4: Grup, Kapitasi penuh
Model 5: Kombinasi lain

Keuntungan dari Sistem Kapitasi


Fasilitas

kesehatan memberikan pelayanan


yang berkualitas tinggi, dengan menegakkan
diagnosis yang tepat dan memberikan
pengobatan atau tindakan yang tepat.
Fasilitas kesehatan memberikan pelayanan
promotif dan preventif untuk mencegah
insidens kesakitan.
Fasilitas kesehatan memberikan pelayanan
yang pas, tidak lebih dan tidak kurang,
untuk mempertahankan efisiensi operasi dan
tetap memegang jumlah pasien JK sebagai
income security.

Keuntungan dari Sistem Kapitasi


Jika

kapitasi yang dibayarkan terpisah-pisah (parsial)


antara pelayanan rawat jalan primer, rawat jalan
rujukan dan rawat inap rujukan dan tanpa diimbangi
dengan insentif yang memadai untuk mengurangi
rujukan, fasilitas kesehatan akan dengan mudah
merujuk pasiennya ke spesialis atau merawat di
rumah sakit.
Fasilitas kesehatan dapat mempercepat waktu
pelayanan sehingga tersedia waktu lebih banyak
untuk melayani pasien non jaminan atau yang
membayar dengan JPP yang "dinilai" membayar lebih
banyak.
Fasilitas kesehatan dapat tidak memberikan
pelayanan dengan baik, supaya kunjungan pasien
kapitasi tidak cukup banyak.

TERIMA KASIH