Anda di halaman 1dari 7

Laporan Pemeliharaan Karet TMPENDAHULUAN

Latar Belakang
Tanaman karet merupakan salah satu komoditi perkebunan yang
menduduki posisi cukup penting sebagai sumber devisa non migas bagi Indonesia,
sehingga memiliki prospek yang cerah. Oleh sebab itu upaya peningkatan
produktifitas usahatani karet terus dilakukan terutama dalam bidang teknologi
budidayanya (Anwar, 2001).
Tanaman karet memasuki periode Tanaman Menghasilkan (TM) setelah
lilit batangnya mencapai ukuran minimal 45 cm pada ketinggian 1 m di atas
pertautan (kaki gajah). Kriteria tersebut umumnya dicapai pada umur sekitar 6
tahun setelah tanam, tergantung kondisi pemeliharaan badan jenis klon yang akan
menentukkan laju pertumbuhan lilit batang per tahun (Setyamidjaja, 1993).
Pemeliharaan tanaman karet TM ditunjukkan untuk mengkondisikan
pertumbuhan vegetatif tanaman selalu dalam kondisi optimal sehingga
berproduksi tinggi secara berkesinambungan dengan umur ekonomi yang lama.
Pada umumnya umur ekonomi tanaman karet sekitar 30 tahun (Deptan, 2006).
Pemeliharaan tanaman karet TM ini difokuskan pada tanamannya selain
juga terhadap kondisi lahan agar lahan terus mendukung pertumbuhan tanaman
karet. Kegiatan pemeliharaan tanaman karet TM meliputi pemupukan,
pengendalian gulma, pengendalian hama dan penyakit dan konservasi lahan
Pemupukan dan pengendalian gulma merupakan dua kegiatan pemeliharaan yang
sangat dominan pada pertanaman karet TM. Pengendalian gulma sebelum
pemupukan bertujuan agar pupuk yang diberikan sepenuhnya dapat dimanfaatkan
oleh tanamn karet. Pengendalian gulma dilakukan secara periodik agar jalur
tanaman selalu dalam kondisi bebas gulma dan gawangan hanya ditumbuhi oleh
gulma lunak dan bebas dari gulma berkayu dan alang-alang (Aidi dan Daslin.,
1995).

Tujuan
Menentukan jenis kegiatan yang termasuk dalam pemeliharaan TM karet,
melaksanakan pekerjakan pengendalian gulma dan pemupukan TM karet, dan
menetakan kriteria tanaman yang telah mantap sadap.

Tinjauan Pustaka
Karet dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
Kingdom : Plantae
Divisio : Spermatophyta
Subdivisio : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliosida
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiareae
Genus : Hevea
Spesies : Hevea brasililensis Muell. Arg
Tanaman karet berupa pohon, ketinggiannya dapat mencapai 30-40 meter.
Sistem perakarannya padat/kompak, akar tunggangnya dapat menghunjam tanah
hingga kedalaman 1-2 meter, sedangkan akar lateralnya dapat menyebar sejauh 10
meter (Maryadi., 2005).
Tanaman karet berupa pohon yang tingginya bisa mencapai 25 meter
dengan diameter batang cukup besar. Umumnya batang karet tumbuh lurus ke atas
dengan percabangan dibagian atas. Dibatang inilah terkandung getah yang lebih
terkenal dengan nama lateks (Siregar, 1995). Daun berselang-seling, tangkai daun
panjang, 3 anak daun yang licin berkilat. Petiola tipis, hijau dan berpanjang 3,5
30 cm. Helaian anak daun bertangkai pendek dan berbentuk lonjong oblong.
Tanaman karet adalah tanaman berumah satu (monoecus). Pada satu tangkai
bunga yang berbentuk bunga majemuk terdapat bunga betina dan bunga jantan
(Suhendry, 2002).
Buah karet dengan diameter 3-5 cm, terbentuk dari penyerbukan bunga
karet dan memiliki pembagian ruangan yang jelas, biasanya 3-6 ruang. Setiap
ruangan berbentuk setengah bola. Biji karet terdapat dalam setiap ruang buah.
Jadi, jumlah biji biasanya tinga, kadang enam. Ukuran biji besar dengan kulit
keras. Warnanya cokelat kehitaman dengan bercak-bercak berpola khas
(Nazaruddin dan F.B. Paimin, 1998).

METODE
Waktu dan Tempat
Praktikum dilaksanakan pada hari Senin tanggal 16 Mei 2016 pukul 07.0010.00 bertempat di Kebun Percobaan Cikabayan, Dramaga Bogor.
Bahan dan Alat
Tanaman karet menghasilkan baru , cangkul, parang, ember, pupuk urea
300 g/tanaman (300 g x 5 = 1500 g) , SP-36 150 g/tanaman (150 g x 5 = 750g)
dan KCl 300g/tanaman (300 g x 5 = 1500 g).
Prosedur Kerja
1. Gulma yang ada disekeliling tanaman (radius 1 m dari barisan tanaman
karet) dibersihkan dengan menggunakan cangkul dan parang. Seluruh
permukaan tanah di daerah ini harus dibersihkan dari gulma.
2. Pemupukan dilakukan dengan cara menyebar pupuk secara merata pada
alur yang dibuat berjarak sekitar 1 meter dari barisan tanaman karet.
3. Setelah pupuk tersebar merata, lakukan penutupan alur.
4. Lakukan pengukuran lilit batang tanaman karet ( 5 tanaman perkelompok )
pada

ketinggian

di

atas

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil
-

Waktu : 45 menit = 0,75 jam


0,75
HOK =
x 6 = o, 64
7

PK =

5 pohon
0,64

= 7,8

permukaan

pertautan.

Pembahasan
Kegiatan praktikum yang dilakukan adalah pemeliharaan terhadap
tanaman karet yang sudah menghasilkan yaitu melakukan pengendalian gulma,
pemupukan pada 5 tanaman karet TM. Dalam pengendalian gulma, lahan karet
dibersihkan dari gulma dengan kondisi Wo dan membersihkan lahan secara strip
weeding yaitu lahan disekitar tanaman karet dibersihkan hingga bersih hingga
menyambung dengan lahan pembersihan tanaman karet lain. Pengendalian gulma
dilakukan dengan luas jari-jari 1 meter dari batang tanaman. Hal itu dikarenakan
agar tempat lateks terlihat dan lateks bersih dari kotoran yang ada di gulma.
Setelah melakukan pengendalian gulma, kegiatan berikutnya adalah
pemupukan. Adapun jenis pupuk yang digunakan antara lain Urea, SP-36, dan
KCl dengan dosis masing-masing 300 gram/tanaman, 150 gram/tanaman, dan 300
gram/tanaman. Urea, KCl dan SP-36 diberikan secara bersama-sama pada radius 1
meter dari tanaman pokok dengan cara dialur, kemudian ditutup agar pupuk tidak
menguap.
KESIMPULAN
Praktikum pemeliharaan tanaman menghasilkan (TM) karet yang dimulai
dengan pengendalian gulma, dan pemupukan membutuhkan waktu 0,75 jam
dengan 6 pekerja, sehingga HOK yang didapat adalah 0,64. Pemeliharaan
tanaman menghasilkan karet yang baik terutama pengendalian gulma dan
pemupukan

akan

menghasilkan

tanaman

menghasilkan

karet

yang

berproduktifitas tinggi dan lateks yang keluar tidak terkotori oleh kotoran yang
dibawa gulma.

Daftar Pustaka
Anwar, C., 2001. Manajemen dan Teknologi Budidaya Karet. Pusat Penelitian
Karet. Medan.
Aidi dan Daslin., 1995. Pengelolaan Bahan Tanam Karet. Pusat Penelitian Karet.
Balai Penelitian Sembawa. Palembang.
Deptan., 2006. Basis Data Statistik Pertanian (http://www.database.deptan.go.id/).
Diakses tanggal 28 Mei 2016.
Maryadi., 2005. Manajemen Agrobisnis Karet. Gadjah Mada University Press.
Yogyakarta.
Nazaruddin dan F.B. Paimin., 1998. Karet. Penebar Swadaya. Jakarta.
Setyamidjaja D. 1993. Seri Budidaya Karet. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Siregar, T.H.S., 1995. Teknik Penyadapan Karet. Kanisius, Yogyakarta.
Suhendry, I., 2002. Kajian finansial penggunaan klon karet unggul generasi IV.
Warta Pusat Penelitian Karet. 21 : 1- 3.

Lampiran

Gambar 1. Kegiatan Pengendalian


gulma disekitar tanaman Karet TM

Gambarambar 2. Kegiatan
pembuatan piringan disekitar
tanaman karet TM

Gambar 3. Kegiatan Pemupukan


secara alur