Anda di halaman 1dari 5

PEMASANGAN IUD (INTRAUTERINE DEVICE)

Pengertian:
IUD atau intrauterine device atau juga disebut dengan alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) adalah kontrasepsi yang
terbuat dari plastik yang dimasukkan di dalam rahim atau uterus melalui kanal serviks.
Kontraindikasi
Absolut kontraindikasi
- PID aktif
- Kanker serviks atau uterus
- Diketahui atau suspek hamil
Relative kontraindikasi:
- Hasil PAP SMEAR abnormal
- PID akut dan riwayat PID
- Alergi terhadap tembaga pada klien yang menggunakan Copper T.
- Perubahan immunosupresi, misalnya pada klien AIDS atau penggunaan kortikosteroid
- Pasien yang mendapatkan terapi anti koagulan
- Gangguan pembekuan darah
- Stenosis servikal
- Vaginitis dan endometriosis
- Perdarahan pada genitalia yang tidak diketahui penyebabnya.
- Riwayat kehamilan ektopik
- Leukhorrea atau peningkatan discharge vagina
- Pasien atau partner yang mempunyai pasangan lebih dari 1
- Endometriosis post partum
- Nullipara karena dapat membuat klien mempunyai resiko PID dan ke arah infertilitas, selain itu juga karena
pemasangan yang sulit melalui mulut serviks dapat meningkatkan resiko terjadinya trauma dan infeksi. ( bisa dgn
mini IUD)
Persiapan sebelum pemasangan
1. Kaji riwayat lengkap
- Adanya kontra indikasi
- Riwayat penyakit jantung
- Riwayat menstruasi
- Discharge vagina
- Tanda dan kehamilan
- Partner seksual
- Riwayat pengkajian penyakit menular
2. Lakukan pemeriksaan pelvis
- Pada inspeksi vulva, vagina dan serviks tidak terdapat tanda infeksi dan stenosis servikal
- Ukuran, bentuk uterus normal
- Tidak ada nyeri tekan dan massa pada saat dilakukan palpasi uterus
- Tidak terdapat infeksi, kehamilan dan neoplasma
3. Lakukan konseling tentang keuntungan dan kerugian
4. Dorong klien untuk bertanya
5. Minta klien untuk mengisiu informed consent
6. Jelaskan tentang prosedur
7. Jelaskan cara pencegahan kehamilan sampai pada saat pemasangan IUD
8. Lakukan test laboratorium
- Pemeriksaan darah: untuk mendeteksi angka hematokrit dan hemoglobin atau adanya gangguan
pembekuan darah
- Pap smear: untuk melihat kondisi abnormal, mencari penyebab dan menentukan pengobatan
- Urine analisis (urine pregnancy test)
9. Kolaborasi untuk pemberian analgetika
Mekanisme kerja IUD
Mekanisme kerja IUD secara kimiawi belum dapat ditentukan secara tepat. Gangguan terhadap implantasi
ovum yang sudah dibuahi endometrium mekanisme kerja yan paling menonjol. Gangguan tersebut dapat terjadi
akibat ditimbulkannya respon inflamasi setempat yang selanjutnya mengakibatykan kerja lisosom pada blastokist

terganggu dan mungkin pula terjadi fagositosis spermatozoa (population report 1982 cit may 1990). Logam-logam
tertentu khususnya tembaga sangat meningkatkan kerja konsentrasi karena unsure tembaga yang bersifat local.
Di teliti dapat mencegah implantasi blastokist dan IUD mencegah terjadinya fertilisasi.
Efek samping
- Perforasi uterus
- Gangguan kehamilan yang tidak dicurigai sebelumnya
- Gejala kram dan perdarahan
- Infeksi pelvis
- Kehamilan ektopik

CEKLIST PEMASANGAN IUD


No

Aspek yang dinilai


Persiapan Alat
- Sarung tangan steril
- Spekulum
- Kapas
- Gunting
- Tenakulum
- Sonde uterus
- Larutan antiseptik
- IUD steril
- Cucing kecil tempat antiseptic
- Bengkok/tempat kotoran
- Larutan dekontaminasi ( klorin 0,5 %)
Tahap Pre interaksi
1. Baca catatan keperawatan medis
2. Identifikasi indikasi dan kontraindikasi
3. Siapkan alat-alat dan form informed consent
4. Cuci tangan
Tahap Orientasi
1. Berikan salam, panggil klien dengan namanya
2. Jelaskan prosedur dan tujuan tindakan pada klien dan keluarga
Tahap kerja
1. Berikan kesempatan klien bertanya sebelum kegiatan
2. Minta klien untuk mengisi form informed concent
3. Anjurkan klien untuk buang air kecil / mengosongkan kandung kencing
4. Pastikan privacy klien terjaga, kemudian anjurkan klien untuk
melepaskan pakaian bawah
5. Persilahkan klien untuk berbaring di tempat tidur ginekolog dengan
posisi litotomi
6. Cuci tangan
7. Gunakan sarung tangan steril
8. Periksa Vulva/cairan vagina atau serviks /periksa panggul untuk
meyakinkan tidak adanya infeksi/ kemungkinan hamil
9. Masukkan lengan IUD didalam kemasan steril
10. Lakukan vulva hygiene
11. Pasang speculum dengan hati-hati
12. Bersihkan vagina dan serviks dgn larutan antiseptik
13. Pasang tenakulum untuk menjepit serviks
14. Masukkan sonde uterus untuk menentukan posisi dari uterus dan
kedalamam ronggga uterus
15. Atur pengatur bagian yang masuk uterus pada inserter dari IUD sesuai
dengan kedalaman rongga uterus/sesuai hasil pengukuran sonde
uterus
16. Masukkan tabung inserter sampai leher biru menyentuh serviks atau
sampai terasa ada tahanan dengan teknik steril
17. Lepaskan lengan IUD dengan mengunakan tehnik penarikan
18. Setelah lengan IUD lepas, doronglah secara perlahan-lahan tabung
inserter kedalam rongga uterus sampai leher biru menyentuh serviks
19. Setelah yakin IUD sudah masuk ke dalam uterus, tarik keluar
pendorong kemudian inserter

Dilakukan
Ya
Tidak

20. Gunting benang kurang lebih 3 cm dari ostium serviks


21. Lepaskan tenakulum, bila ada perdarahan tempat bekas jepitan
tenakulum, tekan dgn kasa sampai perdarahan berhenti
22. Bersihkan kembali daerah tersebut dan berikan larutan antisepstik
23. Lepaskan speculum
24. Lepaskan sarung tangan dan lakukan segera dekontaminasi peralatan
dan sarung tangan
25. Bereskan alat-alat
Tahap Terminasi
1. Evaluasi perasaan klien
2. Ajarkan pada klien bagaimana memeriksa benang IUD
3. Minta klien menunggu selama 15 30 menit setelah pemasanagan
IUD ( untuk mengamati terjadinya rasa sakit yang sangat, mual atau
muntah)
4. Beri kesempatan klien untuk bertanya dan beritahu kapan untuk
kembali periksa
5. Cuci tangan
Dokumentasi
Catat kegiatan yang baru dilakukan oleh perawat di dalam catatan
keperawatan

Cara Memasukkan Lengan IUD Copper T


didalam Kemasan steril
No

Aspek yang dikerjakan

1
2.

Pastikan batang IUD seluruhnya berada didalam tabung inserter


Letakkan kemasan diatas permukaan yang datar, keras dan bersih, dengan kertas
penutup yang transparan berada diatas.
Buka kerta penutup dibagian ujung yang berlawanan dari tempat IUD sampai kirakira sepanjang setengah jarak dengan leher biru
Angkat kemasan dengan memegang bagian yg sdh dibuka (hati-hati jgn sampai
IUD keluar dari tabung inserter) Kedua bagian kertas penutup dilipat kesisi luar dan
dipegang saat mengangkat, masukkan pendorong kedalam tabung inserter dgn
tehnik steril
Letakkan kembali kemasan pada tempat yg datar dgn bagian transparan
menghadap keatas
Pegang dan tahan ke 2 ujung lengan masukkan kedalam tabung inserter
Leher biru pada tabung inserter digunakan sebagai tanda kedalaman rongga uterus
dan petunjuk kearah mana lengan akan membuka saat dikeluarkan dari tabung
inserter

3.
4.

5.
6.
7.

Cara Pencabutan IUD

No

Aspek yang dikerjakan

1.
2.
3.
3.

Katakan pada klien apa yang akan dilakukan dan persilahkan klien untuk bertanya
Masukkan spekulum untuk melihat serviks dan benang IUD
Usap serviks dan vagina dengan larutan antiseptic 2 sampai 3 kali
Katakan pada klien bahwa sekarang akan dilakukan pencabutan, minta klien untuk
tenang dan menarik nafas panjang. Beritahu mungkin timbul rasa sakit tapi itu
normal
Jepit benang didekat serviks mengunakan klem lurus atau melengkung yang sudah
didesinfeksi tingkat tinggi, tarik benang pelan-pelan dengan kekuatan tetap, IUD
akan mudah ditarik keluar
Bila benang putus saat ditarik tetapi ujung IUD masih dapat dilihat maka jepit ujung
IUD tersebut dan tarik keluar.

4.
5.