Anda di halaman 1dari 21

FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA

UNIVERSITAS KRISTEN KRIDA WACANA


Jl. Arjuna Utara No 6, Kebon Jeruk. Jakarta Barat
KEPANITERAAN KLINIK
STATUS ILMU JIWA
FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA
PANTI BINA SOSIAL INSAN BANGUN DAYA I
STATUS PSIKIATRI
Nama

: Kelompok 3: Sylvia Wijaya 11 2014 034


Novitalia

Tanda Tangan

11 2014 239

Satrio Adiras 11 2015 073


Rocky Giamto 11 2015 093
Dr. Pembimbing /Penguji

I.

II.

: dr. Carlamia H. Lusikooy , Sp.KJ


dr. Imelda Indriyani, Sp.KJ

IDENTITAS PASIEN
Nama

: Sdr. JA

Tempat/Tanggal Lahir

: Jakarta, 22 Febuari 1992

Umur

: 23 tahun

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Bangsa/Suku

: Indonesia

Agama

: Islam

Pendidikan

: SMA

Pekerjaan

: Buruh serabutan

Status Pernikahan

: Belum menikah

Alamat

: Serang, Banten

RIWAYAT PSIKIATRI
Anamnesis dilakukan secara autoanamnesis
1

Autoanamnesis : Tanggal 30 November 2015 jam 09.00 WIB


A. Keluhan Utama : Pasien dibawa ke RSKO 3 hari yang lalu, karena sering melamun.
B. Riwayat Gangguan Sekarang
Pasien laki-laki
Saat ini tidak terdapat gangguan pada WBS, WBS tidak mengalami halusinasi dan tidak
terdapat waham dan perilaku OS secara umum tenang.
C. Riwayat Gangguan Sebelumnya
1. Riwayat Gangguan Psikiatri
Pada saat WBS SMP sekitar tahun 1992 ayah WBS meninggal. Pada tahun 2010 ibu
WBS meninggal dunia. Pada tahun 2014 WBS bercerai dengan istrinya. Pada bulan
Juli 2015 WBS mengamuk dan dibawa ke panti sosial Bina Insan dan berada di sana
selama 1 minggu. Tapi WBS tidak ingat mengapa dia mengamuk dan apa yang
dilakukannya. Lalu WBS dirujuk ke Rumah Sakit Duren Sawit dan dirawat di sana
selama 3 minggu. Lalu WBS dipindahkan kembali ke Panti Sosial Bina Insan sejak 4
hari yang lalu.
Sebelumnya WBS belum pernah mengalami keluhan serupa
2. Riwayat Gangguan Medik
Tidak ada gangguan medik yang berarti

3. Riwayat Penggunaan Zat Psikoaktif (NAPZA)


WBS merokok sejak kelas 1 SMEA sampai sekarang kurang lebih 1 bungkus per hari
WBS minum alkohol sejak kelas 1 SMEA kadang-kadang.
WBS tidak pernah menggunakan narkoba.
WBS mulai menggunakan inex saat berusia 20-an di diskotik. WBS mengatakan
menggunakan inex sejumlah seperempat dengan frekuensi seminggu sekali yaitu
ketika berada di diskotik. Efek yang dirasakan WBS adalah ngefly, tubuh terasa
enak dan enjoy. Lalu ketika efek obatnya sudah habis yang dirasakannya adalah lemas

dan yang ingin dilakukannya hanya tidur. WBS mengaku terakhir menggunakan inex
adalah 3 bulan yang lalu.
4. Riwayat gangguan sebelumnya

1992

Ayah WBS
meninggal

1994

2010

Pertama kali Ibu WBS


merokok dan meninggal
minum
alkohol

2014

Bercerai dg
istri

Juli 2015
WBS
mengamuk

Agustus
2015

Tidak ada
gejala

Riwayat Kehidupan Pribadi


1. Riwayat Perkembangan Fisik
Tidak ada kelainan
2. Riwayat Perkembangan Kepribadian
a.

Masa kanak-kanak : WBS tinggal bersama kedua orang tua dan kakak-kakaknya.
WBS senang bergaul dan mempunyai banyak teman

b.

Masa remaja

: WBS mulai merokok dan minum alkohol bersama dengan


teman-temannya

c.

Masa dewasa

: WBS menikah dengan istrinya dan mempunyai seorang

anak, tapi sudah bercerai 1 tahun yang lalu dan anaknya tinggal dengan istri dan
mertuanya.
3

3. Riwayat Pendidikan
WBS bersekolah SD di SD Harapan, dan SMP di SMPN 64. WBS sekolah sampai
dengan lulus SMEA jurusan akuntansi, namun tidak melanjutkan ke perguruan tinggi karena
masalah biaya. Selama sekolah WBS tidak pernah tinggal kelas.
4. Riwayat Pekerjaan
WBS pernah bekerja sebagai kurir tahun 2000-2002.
WBS pernah bekerja sebagai sales tahun 2002-2006, lalu menjadi penagih hutang
tahun 2006-2008. Lalu WBS bekerja sebagai petani di Indramayu sejak tahun 20082014. Lalu WBS kembali menjadi sales sejak tahun 2014 sampai sekarang.
WBS bekerja sebagai kurir tahun 2000, tapi hanya 6 bulan, lalu WBS juga pernah
menjadi pengepul biji plastic tahun 2001-2002. Lalu WBS bekerja sebagai sales tahun
2002-2006.
WBS bekerja sebagai kepala waitress di diskotik sejak tahun 2006 sampai 2007. Lalu
WBS menikah dengan istrinya yang merupakan PSK di diskotik tersebut dan WBS
menganggur karena yang mempunyai hubungan suami istri tidak boleh bekerja
bersamaan di diskotik tersebut. Lalu istrinya hamil tahun 2007, WBS kembali bekerja
di diskotik tersebut, sementara istrinya tidak bekerja. Lalu setelah anaknya berusia 3
tahun, istri WBS kembali bekerja menjadi PSK, dan WBS menjadi penagih hutang
sejak tahun 2010 sampai 2013. Lalu WBS dan anaknya pindah ke Indrawayu, karena
WBS mengurus anaknya akan bersekolah, sementara istrinya tetap berada di Jakarta
dan tetap bekerja sebagai PSK. Selama berada di Indramayu tahun 2013-2014 WBS
menjadi petani. Lalu setelah bercerai dengan istrinya tahun 2014, WBS menjadi sales
baut yang kantornya bertempat di Karanganyar sampai sebelum WBS dibawa ke panti
sosial Bina Insan.
5. Kehidupan Beragama
WBS menganut agama Kristen Protestan dan ke gereja setiap minggu. WBS menjadi
worship leader di GPPI Kasih Karunia.
6. Kehidupan sosial dan Perkawinan
4

WBS menikah dengan istrinya 10 tahun yang lalu dan mempunyai seorang anak laki-laki
yang saat ini berusia 7 tahun. Namun, WBS sudah bercerai dengan istrinya 1 tahun yang lalu
karena menurut WBS istrinya tersebut berselingkuh dan saat ini mantan istri dan anaknya
tinggal di Indramayu bersama dengan mertuanya. Saat ini mantan istrinya sudah menikah
lagi. WBS terkadang mengunjungi anaknya di Indramayu.
WBS bertemu dengan istrinya yang merupakan PSK di diskotik tempatnya bekerja tahun
2006. Awalnya mereka berkenalan saat WBS membantu pengunjung diskotik untuk mencari
PSK, lalu hubungan mereka berlanjut dan akhirnya menikah tahun 2007. Ibu WBS
menyetujui pernikahan mereka, tapi ibu mertuanya awalnya tidak setuju karena sebenarnya
ingin mendapatkan menantu yang mapan, tetapi setelah kelahiran anak WBS, mertua WBS
pun merestui mereka. Setelah menikah, WBS dan istrinya tinggal di rumah kos di daerah
Kartini. Lalu setelah anak mereka berusia 6 tahun, WBS dan anaknya pindah ke Indramayu
untuk masuk sekolah di Indramayu sementara WBS tetap berada di Jakarta dan tetap bekerja
sebagai PSK. WBS sebenarnya tidak menyetujui istrinya bekerja sebagai PSK, tapi tidak
bisa berbuat apa-apa karena dari situlah didapatkan nafkah yang cukup besar. Selama berada
di Indramayu WBS sering menghubungi istrinya lewat handphone. Tapi pada suatu hari
WBS pernah bermimpi bahwa istrinya tersebut berselingkuh, WBS merasakan mimpinya
tersebut sangat nyata dan WBS mendatangi istrinya di Jakarta dan mendapati bahwa benar
istrinya berselingkuh. WBS dan istrinya bercerai 1 tahun yang lalu.
Saat WBS berusia 20-an WBS mengaku sudah sering ke diskotik sebelum akhirnya
bekerja sebagai kepala waitress di diskotik. WBS mengatakan di diskotik ia merokok dan
minum alkhol dan mulai menggunakan NAPZA, yaitu inex. Selain itu di diskotik WBS juga
mulai berhubungan dengan PSK. WBS mengatakan bahwa setiap kali main ia
menggunakan kondom dan saat ini ia merasa tidak mempunyai penyakit menular seksual.
WBS mengatakan bahwa ia adalah orang yang cinta damai dan tidak suka berkelahi, ia
tidak mempunyai masalah dengan teteangga-tetangganya.
D. Riwayat Keluarga

Keterangan :
: Perempuan
: Laki-laki
: Meninggal
: WBS
Ayah WBS meninggal saat WBS masih SMP sehingga tidak ada lagi yang menafkahi.
WBS yang masih tinggal dengan ibunya hidup sehari-hari dengan dibiayai oleh kedua
kakak perempuannya yang sudah berumahtangga dan dari saudara-saudara yang lain.
Ibu WBS meninggal 5 tahun yang lalu dan rumahnya di Mangga Besar menjadi
miliknya.

E. Situasi Kehidupan Sosial Sekarang


Saat ini WBS tinggal di Mangga Besar dengan 2 keponakannya yang bernama Rusdi
yang berusia 18 tahun dan Defa yang berusia 12 tahun karena orang tua mereka sudah
bercerai dan tinggal di luar kota. WBS mengatakan bahwa dia menjadi tulang punggung
keluarga dan bekerja sebagai sales.
III.

STATUS MENTAL

A. Deskripsi Umum
1. Penampilan

: Seorang laki-laki berusia 38 tahun dengan penampilan fisik

sesuai usia. Rambut cepak berwarna hitam, kulit kuning langsat, terdapat luka bekas
jeratan tali di kedua tangan dan kakinya, mengenakan kaos berwarna hitam dan
celana pendek warna hitam serta sandal jepit berwarna putih. Tampak perawatan diri
dan kebersihan WBS cukup.
6

2. Kesadaran
Kesadaran neurologis : Compos mentis
Kesadaran Psikiatrik : Tidak tampak terganggu

3. Perilaku dan Aktivitas Psikomotor


Sebelum wawancara

: WBS berada di dalam barak sedang duduk

Selama wawancara

: WBS duduk tenang di samping pemeriksa dan menjawab


pertanyaan dengan baik

Setelah wawancara

: WBS tetap duduk tenang di depan barak

4. Sikap terhadap Pemeriksa


WBS bersikap kooperatif dalam menjawab setiap pertanyaan yang diajukan

5. Pembicaraan
a. Cara Berbicara :
Pasien kooperatif dalam menjawab semua pertanyaan yang diajukan. Pasien
berbicara lancar, volume bicara kurang.

b. Gangguan Berbicara :
Tidak ada

B. Alam Perasaan (emosi)


1. Mood

: eutim

2. Afek Ekspresi Afektif


Arus

: normal

Stabilitas

: Stabil

Kedalaman

: Dalam

Skala Diferensiasi

: Luas

Keserasian

: Serasi

Pengendalian Impuls : Baik


7

Ekspresi

: Wajar

Dramatisasi

: Tidak ada

Empati

: Sulit dinilai

C. Gangguan Persepsi
1. Halusinasi
2. Ilusi

: Tidak ada
: Tidak ada

3. Depersonalisasi

: Tidak ada

4. Derealisasi

: Tidak ada

D. Sensorium dan Kognitif (Fungsi Intelektual)


1. Taraf Pendidikan

: SMEA

2. Pengetahuan Umum : Baik


3. Kecerdasan

: Sesuai dengan tingkat pendidikan

4. Konsentrasi

: Baik

5. Perhatian

: Baik

6. Orientasi
Waktu

: Baik (wbs tahu tanggal, bulan dan tahun saat wawancara)

Tempat

: Baik (wbs tahu bahwa ia sedang berada di panti di Kedoya)

Personal

: Baik (wbs tahu sedang bicara dengan dokter)

7. Daya ingat
Daya Ingat Jangka Panjang

: Baik (dapat menceritakan kejadian masa kecil)

Daya Ingat Jangka Pendek

: Baik (ingat menu makan pagi hari ini)

Daya Ingat Sesaat

: Baik (dapat mengulang angka yang diucapkan


pemeriksa)

8. Pikiran Abstrak

: Baik (dapat megartikan peribahasa yang berbunyi


ada gula, ada semut)

9. Visuospasial

: Baik (wbs dapat menggambar jam sesuai dengan


yang diminta)

10. Bakat kreatif

: Tidak diketahui
8

11. Kemampuan Menolong Diri : Baik (wbs mau makan, mandi dan berpakaian
sendiri)

E. Proses Pikir
1. Arus Pikir
a. Produktivitas

: pasien berpikir secara cepat dan berbicara secara


spontan

b. Kontinuitas Pikiran

: pasien menjawab pertanyaan yang


ditanyakan kepadanya

c. Hendaya Berbahasa

: Tidak ada

2. Isi Pikir
a. Preokupasi

: Tidak ada
b. Waham

c. Obsesi

: Tidak ada

d. Fobia

: Tidak ada

e. Gagasan Rujukan

: Tidak ada

f. Gagasan Pengaruh

: Tidak ada

: Tidak ada

F. Pengendalian Impuls
Baik, selama wawancara pasien dapat berlaku dengan tenang dan tidak menunjukkan
gejala yang agresif.

G. Daya Nilai
1. Daya Nilai Sosial

: Baik BURUK

2. Uji Daya Nilai

: Baik (Wbs mengatakan bila ia menemukan dompet berisi

uang di jalanan ia akan mengembalikannya)

3. Daya Nilai Realita

: Tidak terganggu

H. Tilikan
Tilikan derajat 1. Tilikan derajat 2

WBS mengatakan bahwa ia tidak sakit baik secara fisik dan mental. Saat mengamuk
WBS mengatakan ia hanya lepas kontrol.

I. Realibilitas
Secara umum, WBS dapat dipercaya
Mungkin terdapat beberapa hal yang masih belum diceritakan oleh WBS. Tapi seiring
dengan terbinanya raport antara WBS dan pemeriksa WBS mulai menjadi lebih terbuka
dalam wawancara.

IV.

STATUS FISIK

A. Status Internus
1. Keadaan Umum

: Baik

2. Kesadaran

: Compos mentis

3. Tekanan Darah

: 120/70 mmHg

4. Nadi

: 82x/mnt

5. Suhu

: afebris

6. Pernafasan

: 13x/mnt

7. Sistem kardiovaskular

: Tidak dilakukan

8. Sistem respiratorius

: Tidak dilakukan

9. Sistem gastro-intestinal

: Tidak dilakukan

10. Sistem muskulo-skeletal

: Tidak dilakukan

11. Sistem urogenital

: Tidak dilakukan

B. Status Neurologis
1.

Saraf kranial (I-XII)

: Tidak dilakukan

2.

Gejala rangsang meningeal

: Tidak dilakukan

3.

Mata

: Konjungtiva anemis (-) sclera

icterus (-)
4. Pupil

: Isokor

5.

Ofthalmoscopy

: Tidak dilakukan

6.

Motorik

: Lengan +5/+5, Tungkai +5/+5

7. Sensibilitas

:+
10

V.

VI.

8.

Sistem saraf vegetative

: Tidak dilakukan

9.

Fungsi luhur

: Tidak dilakukan

10.

Gangguan khusus

: Tidak ada

PEMERIKSAAN PENUNJANG
-

Pemeriksaan darah rutin

Pemeriksaan urin

X- foto thorax

Pemeriksaan HIV

IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA


Seorang laki-laki berusia 38 tahun dibawa ke panti sosial Bina Insan kira-kira
sebulan yang lalu karena mengamuk. Tapi WBS mengaku tidak tahu alasan dia mengamuk
dan apa yang dilakukannya saat mengamuk. WBS berada di panti sosial Bina Insan selama 1
minggu dan selama berada di panti kedua tangan dan kakinya diikat. Lalu setelah itu WBS
dirawat di Rumah Sakit Duren Sawit selama 3 minggu. Selama di Rumah Sakit Duren Sawit
WBS mengatakan bahwa ia meminum obat Clozapin dan THP yang masing-masing diminum
dua kali sehari, tapi ia tidak tahu dosisnya. Setelah dirawat di Rumah Sakit Duren Sawit
selama 3 minggu, WBS dikembalikan lagi ke Panti Sosial Bina Insan 4 hari yang lalu. Saat ini
WBS sudah tidak lagi mengalami gangguan, WBS tidak mengalami halusinasi dan tidak
mempunyai waham serta secara umum perilakunya tenang.
Pada saat WBS SMP sekitar tahun 1992 ayah WBS meninggal. Pada tahun 2010 ibu WBS

meninggal dunia. WBS menikah dengan istrinya 10 tahun yang lalu dan mempunyai seorang anak
laki-laki yang saat ini berusia 7 tahun. Namun, WBS sudah bercerai dengan istrinya 1 tahun yang
lalu karena menurut WBS istrinya tersebut berselingkuh dan saat ini mantan istri dan anaknya
tinggal di Indramayu bersama dengan mertuanya. Saat ini mantan istrinya sudah menikah lagi.
Kesadaran neurologis compos mentis, kesadaran psikiatrik tidak tampak terganggu. Perilaku
dan aktivitas psikomotor tenang, sikap terhadap pemeriksa kooperatif. Cara berbicara pasien
spontan, menjawab pertanyaan dengan volume yang kurang. Suasana perasaan pasien eutim.
Orientasi waktu, tempat dan orang baik. Fungsi intelektual baik, pengendalian impuls baik, daya
nilai sosial dan uji daya nilai baik, tilikan derajat satu dan realibilitas dapat dipercaya. Penyakit

11

sistemik lainnya yang berhubungan dengan gangguan jiwanya tidak ditemukan. Pada pemeriksaan
fisik tidak ditemukan kelainan.
VII.

FORMULASI DIAGNOSTIK
Aksis I: Berdasarkan ikhtisar penemuan bermakna, maka kasus ini termasuk gangguan jiwa
karena adanya distres dan hendaya (pasien tidak bisa bekerja).

Gangguan jiwa ini sebagai Gangguan Mental Non-Organik (GMNO), karena:


Tidak ada gangguan jiwa yang disebabkan oleh penyakit organik.
Tidak ada gangguan kesadaran neurologik.
Tidak ada gangguan kognitif
Tidak ada riwayat intoksikasi dan penggunaan zat terlarang
Menurut PPDGJ III, GMNO ini termasuk gangguan psikotik akut karena:
- onset yang akut
- adanya gejala gaduh gelisah
- adanya stress yang berkaitan
- tidak diketahui berapa lama gangguan akan berlangsung
Menurut PPDGJ III, GMNO ini termasuk Gangguan Kepribadian dan Perilaku Masa
Dewasa YTT karena adanya suatu gangguan kepribadian dan perilaku masa dewasa,
tetapi informasi untuk menegakkan diagnosis dan mengalokasikan dalam kategori
khusus tidak tersedia.
Psikotik akut ini termasuk jenis Gangguan Psikotik Akut dan Sementara Lainnya
dengan remisi sempurna karena onsetnya yang akut dan terdapat gejala gaduh
gelisah, tetapi saat ini tidak terdapat adanya gangguan, tidak terdapat waham, tidak
terdapat halusinasi dan perilaku yang tidak lagi gaduh gelisah.
Working Diagnosis : F23.85 Gangguan Psikotik Akut dan Sementara Lainnya
dengan Remisi Sempurna
Working Diagnosis : F69 Gangguan Kepribadian dan Perilaku Masa Dewasa
YTT
12

Differential Diagnosis :
1. F68.8 Gangguan Kepribadian dan Perilaku Masa Dewasa Lainnya YDT
2. F62.8 Perubahan Kepribadian yang Berlangsung Lama Lainnya
3. F23.8 Gangguan Psikotik Akut dan Sementara Lainnya
Differential Diagnosis :
1. F23.0 Gangguan Psikotik Polimorfik Akut tanpa Gejala Skizofrenia
Pedoman diagnostik:
- onset harus akut
- harus ada beberapa jenis halusinasi atau waham yang berubah dalam jenis dan
intensitasnya dari hari ke hari atau dalam hari yang sama
- harus ada keadaan emosional yang sama beraneka ragamnya
- walaupun gejala-gejalanya beraneka ragam, tidak satupun dari gejala itu ada secara
cukup konsisten dapat memnuhi kriteria skizofrenia atau episode manic atau episode
depresi
2. F23.2 Gangguan Psikotik Lir-skizofrenia (schizophrenia-like) Akut
Pedoman diagnostic:
- onset gejala psikotik harus akut
- gejala-gejala yang memnuhi kriteria untuk skizofrenia harus sudah ada untuk
sebagian besar waktu sejak berkembangnya gambaran klinis yang jelas psikotik
- kriteria untuk psikosis polimorfik akut tidak terpenuhi
3. F.23.3 Gangguan Psikotik Akut Lainnya dengan Predominan Waham
Pedoman diagnostic:
- onset dari gejala psikotik harus akut
- waham dan halusinasi harus sudah ada dalam sebagian besar waktu sejak
berkembangnya keadaan psikotik yang jelas
- baik untuk kriteria skizofrenia maupun untuk gangguan psikotik polimorfik akut
tidak terpenuhi

13

Aksis II: Gangguan Kepribadian dan Retardasi Mental


Tidak ditemukan adanya gangguan kepribadian dan retardasi mental
F60.2 Gangguan Kepribadian Dissosial

Aksis III: Kondisi Medik Umum


Tidak ditemukan adanya gangguan kondisi medis umum
A00-B99 Penyakit infeksi dan parasit tertentu (risiko penyakit menular seksual dan infeksi
HIV AIDS)
Aksis IV: Masalah Psikososial dan Lingkungan
Masalah dengan primary support group (keluarga), lingkungan sosial, pekerjaan, ekonomi
Aksis V: Global Assessment of Functioning (GAF)
90-81 = gejala minimal, berfungsi baik, cukup puas, tidak lebih dari masalah harian yang
biasa
70-61 = beberapa gejala ringan & menetap, disabilitas ringan dalam fungsi, secara umum
masih baik
VIII. EVALUASI MULTIAKSIAL
1. Aksis I

Working Diagnosis : F23.85 Gangguan Psikotik Akut dan Sementara Lainnya


dengan Remisi Sempurna
Differential Diagnosis : 1. F23.0 Gangguan Psikotik Polimorfik Akut tanpa Gejala
Skizofrenia
2. F23.2 Gangguan Psikotik Lir-skizofrenia (schizophrenia-like)
Akut
3. F.23.3 Gangguan Psikotik Akut Lainnya dengan Predominan
Waham
Working Diagnosis : F69 Gangguan Kepribadian dan Perilaku Masa Dewasa
YTT
Differential Diagnosis :
1. F68.8 Gangguan Kepribadian dan Perilaku Masa Dewasa Lainnya YDT
2. F62.8 Perubahan Kepribadian yang Berlangsung Lama Lainnya
14

3. F23.8 Gangguan Psikotik Akut dan Sementara Lainnya


2. Aksis II

: tidak ditemukan adanya gangguan kepribadian dan retardasi mental


: F60.2 Gangguan Kepribadian Dissosial

3. Aksis III

: tidak ditemukan adanya gangguan medik umum


: A00-B99 Penyakit infeksi dan parasit tertentu

4. Aksis IV

: tidak lagi mempunyai orang tua, bercerai dengan istri, berpisah dengan

anak, masalah dengan hubungan dengan tetangga saat WBS mengamuk, kehilangan
pekerjaan, tidak ada sumber nafkah
5. Aksis V

: GAF 90-81
: GAF 70-61

IX.

PROGNOSIS
Ad vitam

: dubia ad bonam

Ad functionam

: dubia ad bonam

Ad Sanationam

: dubia ad bonam

DAFTAR PROBLEM
1. Organobiologi: tidak ditemukan risiko penyakit menular seksual dan infeksi HIV
AIDS
2. Psikiatri / psikologi: gejala gaduh gelisah yang saat ini dalam keadaan remisi
3. Sosial / keluarga: tidak punya orang tua, bercerai dengan istri, berpisah dengan anak,
masalah dengan tetangga yang diamuknya, kehilangan pekerjaan, tidak ada sumber
nafkah
X.

TERAPI

1. Farmakoterapi:
Antipsikotik: Risperidone tab 2 mg, 2 x 2 mg per hari.
Trihexyphenidyl 2 mg
Diberikan bila ada gejala ekstrapiramidal
Ansiolotik : Diazepam tab 5 mg; 2 x 5 mg per hari

15

Injeksi Diazepam 10 mg pada saat gaduh gelisah


2. Psikoterapi :
Psikoterapi digunakan untuk memberikan kesempatan membahas stressor dan episode
psikotik. Eksplorasi dan perkembangan strategi koping adalah topic utama psikoterapi.
Masalah terkait meliputi: membantu pasien menangangi rasa harga dirinya yang hilang
dan mendapatkan kembali rasa percaya diri. Setiap strategi pengobatan didasarkan pada
peningkatan keterampilan menyelesaikan masalah, dan cara yang paling efektif adalah
memperkuat struktur ego melalui psikoterapi. Keterlibatan keluarga dalam proses
pengobatan mungkin penting untuk mendapatkan keberhasilan
Mungkin diperlukan konseling sebekum dilakukan pemeriksaan HIV

Lampiran Cuplikan Wawancara


D: Dokter muda
W : WBS
D: Selamat siang, Pak.
W: Selamat siang, Dok.
D: Perkenalkan saya dokter Drey. Saya akan mewawancara bapak. Apakah bapak bersedia?
W: Bersedia dok.
D: Nama bapak siapa?
W: Asan
D: Tempat dan tanggal lahir nya pak?
W: Jakarta 5 Juni 1977.
16

D: Berarti bapak sekarang berusia 38 tahun ya. Bapak tinggal dimana?


W: di daerah Mangga Besar.
D: Pendidikan terakhir bapak apa?
W: SMEA dok
D: Sampai lulus ya, pak? Jurusan apa pak?
W: iya dok. Jurusan akuntansi
D: Bapak agamanya apa?
W: Saya Kristen Protestan, dok
D: Apakah bapak rajin ke gereja?
W: Iya dok, saya setiap minggu di gereja. Saya juga menjadi worship leader
D: Bapak orang mana pak?
W: Saya orang Pontianak dok. Keturunan Chinese. Tapi lahir di Jakarta.
D: Bapak sudah menikah?
W: Sudah, dok
D: Sudah berapa lama menikah pak?
W: Saya menikah 10 tahun yang lalu, dok. Tapi 1 tahun yang lalu sudah berpisah.
D: Berpisahnya kenapa pak? Bapak sudah punya anak?
W: Dia punya lelaki idaman lain. Sudah, dok.
D: Memangnya bapak dulu sering bertengkar dengan istri? Punya berapa anak pak?
W: Engga sih, dok. Tapi kan saya kerjanya di kampong. Dia kerja di kota. Jadi mungkin ketemu
laki-laki lain. Satu dok.
D: Memangnya bapak kerja dimana pak? Kerja apa pak? Kalo istri bapak kerja dimana pak? Kerja
apa? Cewe apa cowo pak anaknya? Umurnya berapa?
17

W: Saya jadi tani di Indramayu. Istri saya jadi waitress di Jakarta. Cowo pak. Umur 7 tahun
D: Oh gitu pak. Kalo sekarang anak sama istri bapak tinggal dimana? Jadi mantan istri bapak uda
nikah lagi?
W: Mereka di Indramayu tinggal sama mertua saya. Sudah, pak.
D: Kalo sekarang bapak kerjanya apa?
W: Saya sekarang kerjanya jadi sales.
D: Oh sales apa pak? Dari dulu pernah kerja apa aja pak?
W: Sales baut dok. Dulu saya pernah jadi kurir tahun 2000-2002. Lalu jadi sales tahun 2002-2006.
Pernah juga jadi penagih hutang tahun 2006-2008. Trus saya jadi petani di kampung istri di
Indrawayu tahun 2008-2014. Trus setelah cerai saya jadi sales lagi sampai sekarang.
D: Bapak sudah berapa lama di sini?
W: Saya di sini dari hari Jumat
D: Kenapa bapak bisa ada di sini?
W: Saya dibawa ambulan. Tadinya saya dari Duren Sawit.
D: Kenapa dibawa ambulan ke sini pak? Di Duren Sawit bapak diapain emang?
W: Iya saya 3 minggu di Duren Sawit diobatin (menunjukkan tangannya)
D: Emang bapak sakit apa? Dikasi obat apa pak? Itu tangannya kenapa, pak?
W: Ini tangan saya luka bekas diikat. Dikasi salep sama disuntik antibiotik. Trus obat minumnya
ada clozapin sama THP.
D: Memangnya bapak kenapa diikat? Diikat dimana pak? Obatnya diminum berapa kali?
W: Katanya saya ngamuk. Terus saya dibawa ke panti Kedoya di sini seminggu. Tangan dan kaki
saya diikat. Terus saya dipindahin ke Duren Sawit. Dua-dua nya minum sehari dua kali.
D: Bapak ngamuk kenapa? Ngamuknya ke siapa pak? Bapak pas ngamuk emang ngapain pak?
Dosis clozapin sama THP nya berapa pak? Pas di Duren Sawit masih diiket ga pak?
18

W: Waduh gatau saya. Ga inget. Justru saya cepat-cepat pengen keluar dari sini pengen cari tahu.
Gatahu dosisnya berapa. Pas di Duren Sawit saya ga diikat lagi.
D: Kalo seinget bapak aja deh. Pas bapak ngamuk gimana pak?
W: Waduh ga ada yang saya ingat. Kayaknya saya Cuma lepas kontrol aja.
D: Lalu sekarang obatnya masih diminum ga? Awalnya gimana bapak bisa dibawa ke sini?
W: Pas di sini udah ga ada obat lagi. Iya saya ditipu sama hansip sama warga RT, katanya mau
diajak ke KaliJodoh mau begituan. Eh malah dibawa ke sini. Terus di sini tangan saya diiket.
D: Bapak melawan ga pas diikat?
W: Engga saya diem aja.
D: Jadi ada yang bapak ingat ga pas kejadian ngamuk itu?
W: Ga ada dok.
D: Bapak apakah pernah mendengar suara bisikan-bisikan yang ga ada orangnya?
W: Engga dok.
D: Bapak apakah pernah melihat bayangan-bayangan yang Cuma bapak yang bisa liat?
W: Engga dok.
D: Bapak pernah ga tiba-tiba merasa sedih-sedih, badannya lemas dan ga pengen ngapa-ngapain?
W: Engga pernah dok.
D: Bapak pernah ga tiba-tiba merasa senang banget, bersemangat, dan energik banget?
W: Ga pernah dok.
D: Bapak apakah sebelumnya pernah di bawa ke panti?
W: Engga dok
D: Bapak apakah sebelumnya pernah dirawat di rumah sakit?
W: Engga dok
19

D: Bapak kepalanya pernah terbentur atau jatuh ga pak?


W: Engga dok
D: Bapak merokok ga?
W: Merokok dok.
D: Dari kapan pak? Sehari berapa banyak?
W: Dari SMEA kelas 1 dok. Sebungkus lah sehari
D: Kalo minum alkohol pak? Kalo iya pertama kali kapan pak?
W: Jarang2 dok. Paling kalau lagi ke diskotik aja. Pertama kali ya pas SMEA itu
D: Oh bapak sering ke diskotik ya. Pernah pake narkoba pak kayak shabu, ganja, putaw?
W: Wah kalo narkoba ga pernah dok. Cuma minum alkohol sama merokok aja.
D: Terus kalo di diskotik, trus juga bapak kan tinggal nya di daerah Mangga Besar, bapak pernah ga
berhubungan dengan PSK?
W: Ga pernah dok. Nanti bisa kena HIV
D: Bapak ayah ibunya masih ada? Bapak berapa bersaudara?
W: Papa saya meninggal pas saya SMP. Mama saya meninggal 5 tahun lalu. Saya 5 bersaudara. Jadi
papa saya dulu udah pernah nikah, terus cerai dan punya 2 anak perempuan. Lalu nikah sama mama
saya yang juga udah pernah cerai. Tapi belum punya anak. Lalu mama papa saya punya anak 3,
koko saya ada 2. Saya yang paling kecil.
D: Jadi sekarang bapak tinggal sama siapa? Kakak kakak nya bapak ada dimana?
W: Saya tinggal di Mangga Besar sama ponakan saya 2. Anaknya koko saya. Mereka pada tinggal
di luar kota
D: Memangnya orangtua mereka dimana pak?
W: Koko saya sudah cerai, dia tinggal di Bandung, kerja. Anaknya tinggal sama saya. Saya jadi
tulang punggung keluarga.
20

D: Oke baik pak, saya rasa cukup wawancaranya. Mungkin lain kali saya akan melanjutkan
wawancaranya. Terima kasih, ya pak
W: Ya, sama-sama dok.

21