Anda di halaman 1dari 105

Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:

1.
menjelaskan jenis-jenis besaran Fisika dan proses pengukurannya;
2.
terampil menggunakan peralatan dan teknik yang tepat dalam melakukan pengamatan dan pengukuran.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1.
menghayati pentingnya kejujuran dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari;
2.
menerapkan sifat teliti dalam kehidupan sehari-hari.

Materi

Fisika dan Penerapan


Besaran
Pengukuran

Pembelajaran Kognitif

Penerapan Fisika.
Jenis-jenis besaran Fisika.
Dimensi besaran.
Penggunaan alat ukur.
Aturan angka penting dan notasi ilmiah.

Kegiatan Psikomotorik

Pengetahuan yang Dikuasai

Mampu menjelaskan penerapan Fisika dalam kehidupan.


Mampu menyebutkan jenis-jenis besaran Fisika.
Mampu menjelaskan dimensi besaran Fisika.
Mampu menjelaskan cara penggunaan alat ukur.
Mampu menjelaskan aturan angka penting dan notasi
ilmiah.

Melakukan pengukuran dengan alat ukur yang tepat.


Melakukan diskusi tentang pengukuran massa jenis.

Keterampilan yang Dikuasai

Mampu memilih dan menggunakan alat ukur yang tepat


dalam pengukuran.
Mengungkapkan pendapat tentang pengukuran massa
jenis.

Kemampuan dan Sikap yang Dimiliki

Mampu melakukan pengukuran besaran dengan alat dan satuan yang tepat.
Memiliki sifat teliti, objektif, dan jujur.

Besaran dan Pengukuran

Jadi, kelompok satuan yang termasuk kelompok


besaran pokok adalah kg, cd, dan K.

A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Jawaban: b
Fisika merupakan bagian dari IPA dan mempunyai
beberapa ciri sebagai berikut.
1) Objek kajiannya berupa benda konkret.
2) Dikembangkan berdasarkan pengalaman.
3) Menggunakan langkah-langkah sistematis.
4) Menggunakan cara berpikir logis.
5) Hasil kajiannya bersifat objektif (memihak
kebenaran ilmiah).
2. Jawaban: a
Cabang Fisika yang mempelajari pemancaran,
perilaku, serta dampak elektron atau partikel bermuatan disebut elektronika. Adapun elektrostatis
mempelajari listrik statis, elektrodinamis mempelajari listrik dinamis, teknik elektro mempelajari
aplikasi elektronika dalam kehidupan sehari-hari, dan
bioelektromagnetik mempelajari fenomena listrik dan
magnetik yang muncul pada jaringan makhluk hidup.
3. Jawaban: b
Planet, bulan, matahari, serta bintang-bitang merupakan benda angkasa. Cabang Fisika yang
mempelajarinya disebut astronomi. Fisika energi
mempelajari energi bagi kehidupan makhluk hidup.
Fisika modern mempelajari materi dalam skala
atomik hingga subatomik geofisika mempelajari
keadaan bumi berdasarkan Fisika mekanika
mempelajari pergerakan benda.
4. Jawaban: e
Intensitas cahaya merupakan contoh besaran pokok,
sedangkan berat, muatan listrik, dan volume
merupakan contoh besaran turunan.
5. Jawaban: d
Kelompok besaran yang hanya terdiri atas besaran
turunan yaitu usaha, momentum, dan percepatan.
Adapun suhu, massa, kuat arus, dan waktu
merupakan bentuk besaran pokok.
6. Jawaban: a
Jenis-jenis besaran pokok beserta satuannya dapat
dilihat dalam tabel berikut.
Besaran Pokok
Panjang
Massa
Waktu
Suhu
Kuat arus
Intensitas cahaya
Jumlah zat

Satuan
m
kg
s
K
A
cd
mol

7. Jawaban: b
Apel jatuh dari pohonnya memiliki energi potensial.
Energi potensial dirumuskan sebagai berikut.
Ep = m g h
= (kg)(m/s2)(m)
= kgm2/s2
= joule
Jadi, satuan energi dalam SI adalah joule.
8. Jawaban: a
Berat benda didefinisikan hasil kali antara massa
dan percepatan gravitasi. Jika ditulis dalam rumus
sebagai berikut.
w = m g = (kg)(m/s2) = [M][L][T]2
Gaya berdimensi [M][L][T]2
Daya berdimensi [M][L]2[T]3
Usaha berdimensi [M][L]2[T]2
Momentum berdimensi [M][L][T]1
Tekanan berdimensi [M][L]1[T]2
Jadi, besaran yang memiliki kesamaan dimensi
dengan berat benda adalah gaya.
9. Jawaban: c
Dimensi-dimensi dari besaran berikut adalah:
1) muatan listrik = (kuat arus)(waktu)
satuannya As
dimensinya [I][T]
2) kalor = (massa)(kalor jenis)(perubahan suhu)
satuannya kgm2/s2
dimensinya [M][L]2[T]2
3) energi = (massa)(percepatan gravitasi)
(ketinggian)
satuannya kgm2/s2
dimensinya [M][L]2[T]2
4)



daya = 

satuannya kgm2/s3
dimensinya [M][L]2[T]3
5) usaha = (gaya)(perpindahan)
satuannya kgm2/s2
dimensinya [M][L]2[T]2
Jadi, dimensi yang mempunyai dimensi [M][L]2[T]3
adalah daya.
10. Jawaban: e
Dimensi [M] menyatakan besaran massa, dimensi
[L] menyatakan besaran panjang, dan dimensi [T]
menyatakan besaran waktu. Jadi, satuan gaya
gesek adalah kgm/s2.

Fisika Kelas X

11. Jawaban: e
Besaran daya memiliki satuan kgm2/s3 berdimensi
[M][L]2[T]3, besaran gaya memiliki satuan kgm/s2
berdimensi [M][L][T]2, dan besaran momentum
memiliki satuan kgm/s berdimensi [M][L][T]1.
12. Jawaban: b
Gaya elastis sebuah pegas dinyatakan dalam
F=kx
Keterangan:
F = gaya elastis (kgm/s2)
k = konstanta pegas
x = perubahan panjang (m)

Satuan konstanta pegas (k)




k=  =




= kg/s2

13. Jawaban: a
Tegangan permukaan dirumuskan sebagai berikut.

A
Dengan:
= tegangan permukaan
F = gaya (kgm/s2)
A = panjang (m)

Satuan dari tegangan permukaan




1. Gunung Kelud yang meletus dapat dipelajari dengan


ilmu Geofisika. Geofisika adalah ilmu yang mempelajari bumi dengan prinsip-prinsip Fisika. Dalam
geofisika terdapat seismologi, vulkanologi, dan
geodinamika. Gunung berapi adalah gunung yang
terbentuk jika magma dari perut bumi naik ke
permukaan. Sebelum terjadinya gunung berapi
terbentuklah gunung akibat pengaruh pergerakan
antarlempeng. Dalam geofisika terdapat geodinamika.
Geodinamika adalah ilmu yang mempelajari pergerakan
antarlempeng bumi. Sebelum gunung berapi meletus,
para ahli dapat memperkirakan gunung akan meletus
dan gempa akibat gunung akan meletus. Hal ini akan
dipelajari dalam vulkanologi. Vulkanologi adalah ilmu
yang mempelajari tentang gunung berapi. Ketika
gunung berapi akan meletus, terjadilah gempa. Gempa
yang terjadi dinamakan gempa vulkanik. Gempa akan
dipelajari dalam seismologi.
2. Dengan menggunakan rumus dimensi gaya akan
diperoleh:
F=G






kg/s2

Dimensi dari besaran tegangan permukaan adalah


[M][T]2.
14. Jawaban: c
Berat jenis dirumuskan sebagai berikut.
s=g
Dengan:
s = berat jenis
= massa jenis (kg/m3)
g = percepatan gravitasi (m/s2)

dengan satuan
s=g
= (kg/m3)(m/s2)
= kg/m2s2
Jadi, dimensi dari berat jenis adalah [M][L]2[T]2.
15. Jawaban: e
Pasangan besaran yang memiliki dimensi berbeda
adalah pasangan berat jenis dan massa jenis.
Berat jenis memiliki dimensi [M][L] 2 [T] 2 ,
sedangkan massa jenis berdimensi [M][L] 3.
Adapun besaran lain seperti berat dan gaya
memiliki dimensi yang sama yaitu [M][L][T]2,
energi dan usaha berdimensi [M][L]2[T]2, jarak
dan perpindahan berdimensi [L], sedangkan
momentum dan impuls berdimensi [M][L][T]1.

B. Kerjakan soal-soal berikut!

Besaran dan Pengukuran

[M][L][T]2 = G 
G = [M]1[L]3[T]2
Jadi, dimensi G adalah [M]1[L]3[T]2.
Adapun satuan G adalah m3/kgs2.
3. Dimensi pada ruas kiri memiliki kesamaan dengan
dimensi pada ruas kanan.
Untuk A
v = At 2
1
[L][T] = A[T]2
A = [L][T]3
Untuk B
v = 2Bt 3
1
[L][T] = B[T]3
B = [L][T]4
Untuk C
v = Ct 4
1
[L][T] = C[T]4
C = [L][T]5
4. Persoalan ini dapat diselesaikan dengan analisis
dimensi.
v = [L][T]1
p = [M][L]1[T]2
= [M][L]3
Jika persamaan dibentuk dalam
v = px y
[L][T]1 = [M]x[L]x[T]2x[M]y[L]3y
[L][T]1 = [M]x + y[L]x 3y[T]2x

Melalui dimensi [T] diperoleh:


2x = 1

5. Medan magnetik disimbolkan B, gaya disimbolkan


F, arus disimbolkan I, dan panjang disimbolkan A,
medan magnetik dirumuskan:

x=
Melalui dimensi [L] diperoleh:
x 3y = 1

B =  A
Dimensi besaran gaya adalah [M][L][T]2, besaran
arus adalah [I], dan besaran panjang adalah [L],
dimensi medan magnetik adalah:

3y = 1


3y =

B =


y=

Dari persamaan tersebut diperoleh nilai x = dan




= [M][T]2[I]1
(terbukti)

y = , sehingga rumus kecepatan suara adalah


v=

A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Jawaban: a
Cara membaca mikrometer sekrup sebagai berikut.
1) Skala utama yang berdekatan dengan
selubung luar adalah 4 mm.
2) Garis selubung luar yang berimpit tepat
dengan garis mendatar skala utama adalah
garis ke-30.
3) Bacaan mikrometer sekrup adalah
= 4,0 mm + (0,01 30) mm
= 4,0 mm + 0,30 mm
= 4,30 mm
Jadi, tebal kertas karton adalah 4,30 mm.
2. Jawaban: d
Cara membaca skala jangka sorong sebagai
berikut.
1) Skala utama yang berdekatan dengan angka
nol skala nonius adalah antara 2,6 dan 2,7 cm.
2) Skala nonius yang berimpit tegak dengan
garis skala utama adalah skala angka delapan.
3) Bacaan jangka sorong:
= 2,6 cm + (0,01 8) cm
= 2,6 cm + 0,08 cm
= 2,68 cm
Jadi, tebal keping logam adalah 2,68 cm.

3. Jawaban: c
Hasil pengukuran 0,07020 memiliki 4 angka
penting. Angka nol yang terletak tepat di kanan
maupun di kiri koma bukan termasuk angka
penting. Adapun angka nol yang terletak di antara
angka bukan nol dan terletak setelah angka bukan
nol termasuk angka penting.
4. Jawaban: c
Cara membaca pengukuran diameter dalam
menggunakan jangka sorong sebagai berikut.
1) Skala utama yang berdekatan dengan angka
nol skala nonius adalah 1,9 cm.
2) Skala nonius yang berimpit tegak dengan
garis skala utama adalah skala angka tiga.
3) Bacaan jangka sorong adalah
= 1,9 cm + (0,01 3) cm
= 1,9 cm + 0,03 cm
= 1,93 cm
Jadi, diameter dalam cincin adalah 1,93 cm.
5. Jawaban: e
251,0 terdiri 4 angka penting
12,50 terdiri 4 angka penting
2,901 terdiri 4 angka penting
2,710 terdiri 4 angka penting
0,523 terdiri 3 angka penting
Jadi, hasil pengukuran panjang yang mempunyai
3 angka penting adalah 0,523.

Fisika Kelas X

6. Jawaban: b
568,26 g
425
g

143,26 g menjadi 143 g
Pada operasi penjumlahan ataupun pengurangan
hanya boleh mengandung satu taksiran. Jadi, hasil
pengurangan bilangan-bilangan penting 143 g.
7. Jawaban: e
45,3 kg
62,45 kg
+
107,75 kg menjadi 107,8 kg
Pada operasi penjumlahan ataupun pengurangan hanya
boleh mengandung satu taksiran. Adapun hasil
pengukurannya tepat sama dengan 5 dan angka
sebelumnya ganjil hasilnya dibulatkan ke atas. Jadi,
hasil penjumlahan berat badan menghasilkan 107,8 kg.
8. Jawaban: c
Diketahui:
p = 8,32 cm
A = 4,04 cm
t = 2,12 cm
Ditanyakan: jumlah angka penting
Jawab:
p = 8,32 cm (3 angka penting)
A = 4,04 cm (3 angka penting)
t = 2,12 cm (3 angka penting)
vbalok = p A t
= (8,32 cm)(4,04 cm)(2,12 cm)
= 71,259136 cm3
= 71,2 (3 angka penting)
Operasi perkalian angka penting menghasilkan
bilangan dengan angka penting yang jumlahnya
sama banyak dengan bilangan yang mempunyai
angka penting paling sedikit.
9. Jawaban: d
Diketahui:
m = 120,4 gram
t = 20 cm3
Ditanyakan:
Jawab:

=
=



  


= 6,02 gram/cm3
m = 12,04 (4 angka penting)
v = 20
(2 angka penting)
Operasi pembagian angka penting menghasilkan
bilangan dengan angka penting yang jumlahnya
sama banyak dengan bilangan yang mempunyai
angka penting paling sedikit. Jadi, hasil
pengukurannya 6,0 dengan 2 angka penting.

Besaran dan Pengukuran

10. Jawaban: a
Diketahui:
a = 14,36 cm
t = 2,90 cm
Ditanyakan: A
Jawab:


A = at


= (14,36 cm)(2,90 cm)


= 20,822 cm2
a = 14,36 (4 angka penting)
t = 2,90 (3 angka penting)
Operasi perkalian angka penting menghasilkan
bilangan dengan angka penting berjumlah sama
seperti bilangan yang mempunyai angka penting
paling sedikit. Jadi, hasil pengukurannya 20,8
dengan 3 angka penting.
11. Jawaban: a
Diketahui:
A = 625 cm2
Ditanyakan: s
Jawab:
A = s2
s =

=   cm
= 25 cm
Hasil penarikan akar suatu bilangan penting
memiliki banyak angka penting yang sama dengan
bilangan penting yang ditarik akarnya. Jika 625
memiliki 3 angka penting, hasilnya 25,0 cm yang
memiliki 3 angka penting.
12. Jawaban: a
Bilangan 0,0000007280 memiliki 4 angka penting.
Jika dinyatakan dalam notasi ilmiah tanpa
mengubah jumlah angka penting, penulisan yang
benar adalah 7,280 107.
13. Jawaban: c
Luas permukaan = 4r 2
= 4(3,14)(6,4 103 km)2
= 514,4576 106 km2
= 5,14 108 km2
= 5,14 1014 m2
Jadi, luas permukaan bumi sebesar 5,1 1014 m2.
14. Jawaban: b
  


320 m/s =  ! "  = 1.152 km/jam


15. Jawaban: b
Jangka sorong memiliki ketelitian 0,01 cm.
Ketidakpastian jangka sorong 0,005 cm. Jadi,
hasil pengukuran jangka sorong yang dilaporkan
(1,89 0,005) cm.

16. Jawaban: e
4,8 102 m = 480 m
480 m
229 m

251 m
4,8 102 m 229 m = 251 m = 2,5 102 m
Jadi, hasil pengurangan bilangan tersebut sesuai
dengan aturan angka penting yaitu 2,5 102 m.
17. Jawaban: b
Kesalahan paralaks terjadi akibat kekeliruan
pengamat dalam melihat nilai hasil pengukuran.
Biasanya pengamat melihat hasil pengukuran
secara tidak tegak lurus.
18. Jawaban: b
1 pF = 1012 F
25 pF = 25 1012 F = 2,5 1011 F
Jadi, kapasitas kapasitor dituliskan dengan notasi
ilmiah adalah 2,5 1011 F.
19. Jawaban: a
Diketahui:
m = 30 g = 3 102 kg
= 19.320 kg/m3
Ditanyakan: V
Jawab:


V =

  


= #! 

= 1,592 106 m3
Jadi, volume emas sesuai dengan notasi ilmiah
adalah 1,6 106 m3.
20. Jawaban: b
$!%$


Jumlah atom/m3 = # $  
= 8,4897 1028
= 8,49 1028 atom
Jadi, dalam 1 m3 besi terdapat 8,49 1028 atom.

A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Jawaban: b
Lensa dan cermin berhubungan erat dengan
perilaku cahaya berupa pembiasan dan
pemantulan. Cabang Fisika yang mempelajari
tentang cahaya disebut Fisika optik.

B. Kerjakan soal-soal berikut!


1. Luas = panjang lebar
= (20,81 cm)(16,1 cm)
= 335,041 cm2 (6 angka penting)
20,81 memiliki 4 angka penting
16,1 memiliki 3 angka penting
Hasil perkalian angka-angka penting memiliki
angka penting sebanyak bilangan penting dengan
angka penting paling sedikit. Jadi, hasil pengukuran
luas sesuai dengan aturan angka penting adalah
335 cm (3 angka penting).
2. Notasi ilmiah biasa ditulis dengan a 10n. Dalam
hal ini 1 a < 10 dan n bernilai 4. Jadi, penulisan
notasi ilmiah yang benar 3,95 104.
3. Skala utama = 5,6 cm
Skala nonius = (9 0,01) cm
= 0,09 cm
Tebal buku = (5,6 + 0,09) cm
= 5,69 cm
Jadi, tebal buku jika dilaporkan adalah (5,690
0,005) cm.
4. 1 tahun = 365 hari
= 365 24 jam
= 8.760 jam
= 31.536.000 detik
2,2 tahun = 2,2 31.536.000
= 69.379.200 detik
Jarak bintang dalam satuan SI
2,2 tahun = (69.379.200 detik)(3 108 m/s)
= 208.137.600 108 m
= 2,08 1016 meter
Jadi, jarak bintang dalam satuan SI adalah
2,08 1016 m.
5. Kesalahan paralaks adalah kesalahan yang
disebabkan oleh pengamat kurang tepat dalam
melihat nilai dalam alat ukur. Untuk menghindari
kesalahan paralaks dengan melakukan pembacaan
tegak lurus terhadap hasil pengukuran.

2. Jawaban: d
Besaran-besaran pokok antara lain panjang,
massa, waktu, kuat arus, intensitas cahaya, suhu,
dan jumlah zat. Gaya, usaha, berat, energi, dan
frekuensi merupakan besaran turunan.

Fisika Kelas X

3. Jawaban: b
Percepatan, kecepatan, dan gaya termasuk
besaran turunan. Besaran turunan lainnya seperti
energi dan tekanan, sedangkan besaran pokok
yang tertera dalam pilihan jawaban yaitu panjang,
kuat arus, jumlah zat, suhu, dan gaya.

k =
=

4. Jawaban: d
Besaran Pokok

Satuan

Panjang
Massa
Waktu
Suhu
Kuat arus
Intensitas cahaya
Jumlah zat

Meter
Kilogram
Sekon
Kelvin
Ampere
Candela
Mol

Jadi, satuan-satuan Fisika yang merupakan


kelompok satuan besaran pokok yaitu meter,
ampere, dan mol (pilihan d).
5. Jawaban: b


Energi kinetik = (massa)(kecepatan)2


= (kg)(m/s)2
= kgm2/s2
2) Usaha = (gaya)(perpindahan)
= (kgm/s2)(m)
= kgm2/s2
3) Energi potensial
= (massa)(percepatan gravitasi) (ketinggian)
= (kg)(m/s2)(m)
= kgm2/s2
4) Daya = (energi) : (waktu)
= (kgm2/s2) : (sekon)
= kgm2/s3
Jadi, besaran yang mempunyai satuan yang sama
yaitu energi kinetik, usaha, dan energi potensial.
1)

F =

6. Jawaban: c
Gaya = (massa)(percepatan)
= (kg)(m/s2)
= kgm/s2
Jadi, satuan newton adalah kgm/s2.
7. Jawaban: d
Energi = usaha
= gaya perpindahan
= (kgm/s2)(m)
= kgm2/s2
= [M][L]2[T]2
Jadi, dimensi dari energi adalah [M][L]2[T]2.
8. Jawaban: e
Dimensi dari muatan
Q = I t = [I][T]





 


9. Jawaban: d
Besaran A satuannya N/s, dimensinya [M][L][T]3.
Besaran B satuannya N/kg, dimensinya [L][T]2.
Besaran C satuannya m/s2, dimensinya [L][T]2.
Besaran D satuannya kgm/s, dimensinya
[M][L][T]1.
Jadi, dua besaran yang berdimensi sama yaitu
besaran B dan besaran C.
10. Jawaban: c
Momentum = (massa)(kecepatan)
= kgm/s
= [M][L][T]1
Daya = (energi) : (waktu)
= kgm2/s3
= [M][L]2[T]3
Energi = (massa)(percepatan)(tinggi)
= kgm2/s2
= [M][L]2[T]2
11. Jawaban: a


Ep = ky2
[M][L]2[T]2 = k[L]2
k = [M][T]2
Jadi, dimensi dari konstanta pegas adalah [M][T]2.
12. Jawaban: e
Dimensi dari periode adalah [T]
Dimensi dari massa adalah [M]
Dimensi dari konstanta pegas adalah [M][T]2
T = 2m xk y
[T] = [M]x([M][T]2)y
[T] = [M]x[M]y[T]2y
[T] = [M]x + y[T]2y
2y = 1


y=

x+y=0


x =0


x=

Jadi, nilai x adalah , sedangkan nilai y adalah




Besaran dan Pengukuran

= [M][L]3[T]4[I]2

13. Jawaban: c
Skala tetap = 4,5 mm
Skala nonius = (11 0,01) mm = 0,11 mm
Diameter luar tabung kayu sebesar
4,5 mm + 0,11 mm = 4,61 mm
Jadi, diameter luas tabung kayu adalah 4,61 mm.
14. Jawaban: a
Skala tetap = 5,6 cm
Skala nonius = (5 0,01) cm = 0,05 cm
Ketebalan buku = 5,6 cm + 0,05 cm
= 5,65 cm
Jadi, ketebalan buku 5,65 cm.
15. Jawaban: c
Massa total = (25 kg) 8
= 200 kg
= 200.000 g
= 2 105 g
Notasi ilmiah biasa ditulis dengan a 10n. Dalam
hal ini 1 a < 10 dan n bernilai 5. Jadi, jumlah
massa total yang diangkat Iwan sesuai notasi
ilmiah adalah 2 105 gram.
16. Jawaban: b
Diketahui:
s = 1,50 1011 m
v = 3,00 108 m/s
Ditanyakan: t
Jawab:
s=vt

t = 

  

=  % 


= 0,50 103 sekon
= 5,00 102 sekon
Jika menggunakan notasi ilmiah, waktu yang
dibutuhkan cahaya matahari sampai ke bumi
adalah 5,00 102 sekon.
17. Jawaban: b
Massa badan Andi = 51,20 kg (4 angka penting)
Massa badan ayah Andi = 72,3 kg (3 angka penting)
Penjumlahan angka penting:
51,20 kg
72,30 kg
+
123,50 kg
Dalam penjumlahan angka penting, hanya boleh
mengandung satu taksiran. Jadi, penjumlahan
massa badan adalah 123,5 kg.
18. Jawaban: d
42,57 (4 angka
13,23 (4 angka
11,9
(3 angka

17,44

penting)
penting)
penting)

Operasi pengurangan angka penting hanya boleh


mengandung satu taksiran. Jadi, hasil
pengurangan bilangan-bilangan berdasarkan
penggunaan angka penting adalah 17,4.
19. Jawaban: a
Diketahui:
p = 2,25 m
A = 1,2 m
Ditanyakan: A
Jawab:
A = p A = (2,25 m)(1,2 m) = 2,7 m2
Bilangan 2,25 memiliki 3 angka penting, sedangkan
bilangan 1,2 memiliki 2 angka penting. Jika kedua
bilangan dikalikan, hasilnya memiliki jumlah angka
penting yang sama dengan jumlah angka penting
paling sedikit. Jadi, hasilnya adalah 2,7 m.
20. Jawaban: d
Diketahui:
p = 12,8 cm
A = 9,85 cm
t = 6,20 cm
Ditanyakan: v
Jawab:
p = 12,8 cm
(3 angka penting)
l = 9,85 cm
(3 angka penting)
t = 6,20 cm
(3 angka penting)
v = p A t = (12,8)(9,85)(6,28) cm3 = 781,696 cm3
Dalam operasi perkalian angka penting, hasil
perhitungannya memiliki jumlah angka penting
sama dengan jumlah angka penting paling sedikit.
Hasilnya harus memiliki 3 angka penting. Jadi,
sesuai dengan pengukuran angka penting, volume
balok sebesar 782 cm3.
21. Jawaban: a
Diketahui:
m = 4,82 kg
V = 2,3 liter = 2,3 103 m3
Ditanyakan:
Jawab:

=
=



%
 

= 2,095 103 kg/m3


= 2,1 103 kg/m3
Jadi, massa jenis benda menurut aturan angka
penting adalah 2,1 103 kg/m3.
22. Jawaban: b
Diketahui:
A = 576 cm2
Ditanyakan: s
Jawab:
A = 576 cm2 (3 angka penting)
= s2
s =

 =

$ = 24 cm

Fisika Kelas X

Bilangan 24 cm memiliki 2 angka penting. Dalam


operasi penarikan akar pada angka penting,
hasilnya memiliki jumlah angka penting yang sama
dengan jumlah angka penting yang ditarik akar.
Jadi, panjang sisi persegi berdasarkan aturan angka
penting adalah 24,0 cm.
23. Jawaban: e
Diketahui:
r = 4,23 cm
Ditanyakan: V
Jawab:
Vkubus = r 3
= (4,23 cm)3
= 75,686967 cm3
Operasi pemangkatan suatu bilangan penting
memiliki banyak angka penting yang sama dengan
bilangan penting yang dipangkatkan. Jika 4,23
memiliki 3 angka penting, hasilnya pun harus
memiliki 3 angka penting. Jadi, volume kubus
berdasarkan angka penting adalah 75,7 cm3.
24. Jawaban: d
Diketahui:
r = 6,37 106 m
Ditanyakan: V
Jawab:

3. T = k xr yg z
[T] = ([M][L]3)x[L]y([M][T]2)z
[T] = [M]x[L]3x[L]y[M]z[T]2z
[T] = [M]x + z[L]3x + y[T]2z
1 = 2z
x+z=0


z=

3x + y = 0


x =0

3( ) + y = 0

x=
y=
Persamaannya menjadi seperti berikut.

T = 

V =  r 3
=  (3,14)(6,37 106)3 m3
= 1,08 1021 m3
= 1,08 1012 km3
Jadi, volume bumi sebesar 1,08 1012 km3.
25. Jawaban: b
Skala tetap = 2,0 cm
Skala nonius = (7 0,01) cm = 0,07 cm
Hasil pengukuran = (2,0 + 0,07) cm = 2,07 cm


Ketidakpastian = ketelitian


= 0,01 cm
= 0,005 cm
Hasil yang dilaporkan = (2,070 0,005) cm.
Jadi, hasil pengukuran yang dilaporkan adalah
(2,070 0,005) cm.
B. Kerjakan soal-soal berikut!
1. Kejadian-kejadian yang berhubungan dengan
Fisika optik antara lain:
a. terjadinya pelangi;
b. terjadinya fatamorgana;
c. batang yang tercelup di dalam air kelihatan
membengkok;
d. posisi semu bintang;
e. pemantulan sempurna pada serat optik.

10

2. F = m xv yr z
Dimensi F adalah [M][L][T]2
Dimensi m adalah [M]
Dimensi v adalah [L][T]1
Dimensi r adalah [L]
F = m xv yr z
[M][L][T]2 = [M]x([L][T]1)y[L]z
[M][L][T]2 = [M]x[L]y[T]y[L]z
[M][L][T]2 = [M]x]L]y + z[T]y
x=1
y+z=1
y = 2
2+z=1
y=2
z = 1
Jadi, nilai x adalah 1, nilai y adalah 2, dan nilai z
adalah 1.

Besaran dan Pengukuran

 

 
k

=k

 

(terbukti)
4. Skala tetap = 2,5 mm
Skala nonius = (42 0,01 mm) = 0,42 mm
Hasil pembacaan = skala tetap + skala nonius
= 2,5 mm + 0,42 mm
= 2,92 mm
Jadi, hasil pembacaan mikrometer sekrup untuk
pengukuran ketebalan pelat logam adalah 2,92 mm.
5. Skala tetap = 1,5 cm
Skala nonius = (4 0,01) cm = 0,04 cm
Hasil hitungan = 1,5 cm + 0,04 cm = 1,54 cm
Ketidakpastian


= ketelitian


= 0,01 cm
= 0,005 cm
Jadi, hasil pengukuran diameter dalam pada cincin
adalah (1,540 0,005) cm.

6. a.

9. Diketahui:
m = 32,5 gram
Ditanyakan:
Jawab:
Diameter bola kecil
Skala tetap = 1,9 cm
Skala nonius = (6 0,01) cm = 0,06 cm
Hasil pengukuran diameter bola kecil adalah
(1,9 + 0,06) cm = 1,96 cm.

  &  

x=

   
  &  

   


=   m/s
= 2,0 105 m/s
b.

y=




  
 
!%# 

=  (3,14)(1,96 102)3 m3
= 31,5 106 m3
= 3,15 105 m3

#    $$  


#

Volume =  r 3

# # & ' '$$'

#'

'

%'

z = $ + % + 

# $ % #  


+
+



% 
$ 

  

10. Diketahui:

C/m

= (7 105 + 6 105 5 105) C/m


= 8 105 C/m
7. Sisa= (457,28 123,2) liter = 334,08 liter
Dalam pengurangan angka penting, hasil
pengurangannya hanya boleh mengandung 1
angka taksiran. Jadi, sisa air pada bak mandi
adalah 334,1 liter.
8. Diketahui:

r = 24.300 km
= 24,3 103 km
= 24,3 106 m
m = 8,69 1025 kg
Ditanyakan:
Jawab:


V =  r 3

x1 = 2,80 cm
x2 = 2,82 cm
x3 = 2,79 cm
x4 = 2,81 cm
x5 = 2,83 cm
Ditanyakan: x
Jawab:


x =  =  = 2,81 cm
No.

xi

xi2

1.
2.
3.
4.
5.

2,80
2,82
2,79
2,81
2,83

7,84
7,9524
7,7841
7,8961
8,0089

xi = 14,05

xi2 = 39,4815

    
x = sx = 

=  (3,14)(24,3 106)3 m3
= 6,01 1022 m3
m = 8,69 1025 kg

  

=   =   = 1,03 103 kg/m3


Jadi, massa jenis bola kecil yang diukur Anton
adalah 1,03 103 kg/m3.

= 0,32 107 N
= 3,2 106 N
c.

 #% 

 

 #$$ #$ 



=   

%#   


=   
= 1,44 103 kg/m3
Jadi, kerapatan planet Neptunus adalah
1,44 103 kg/m3.

=  (0,03535) 0,01
Ketidakpastian relatif




=  100% = % 100% = 0,35%


Jadi, hasil pengukuran buku oleh Fani dan Novan
adalah (2,81 0,01) cm.

Fisika Kelas X

11

Setelah mempelajari bab ini, siswa:


1. mampu menjelaskan notasi vektor dan menggambarkannya;
2. menggambar dan menentukan resultan vektor dengan berbagai metode.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1. menghayati dan menerapkan sifat teliti dalam kehidupan sehari-hari;
2. disiplin, bertanggung jawab, dan menghargai pendapat orang lain.

Materi

Besaran Vektor
Operasi Vektor

Pembelajaran Kognitif

Kegiatan Psikomotorik

Cara menggambar besaran vektor.


Operasi vektor.

Pengetahuan yang Dikuasai

Mampu menggambar besaran vektor.


Mampu melakukan operasi vektor.

Menggambar vektor.
Menggambar dan menentukan resultan
vektor dengan berbagai metode.

Keterampilan yang Dikuasai

Menggambar vektor dengan skala yang


tepat.
Menggunakan metode yang tepat untuk
menentukan resultan vektor.

Kemampuan dan Sikap yang Dimiliki


Menggambar vektor dengan teliti dan cermat serta menentukan hasil dari operasi vektor
dengan berbagai metode.

12

Vektor

7. Jawaban: b

A. Pilihlah jawaban yang tepat!

Y
F1

1. Jawaban: d
Vektor adalah besaran yang memiliki nilai dan
arah. Contoh besaran vektor antara lain
kecepatan, percepatan, perpindahan, dan gaya.
Jarak merupakan besaran skalar.

45
45

2. Jawaban: d
Dua vektor dikatakan berlawanan jika nilai kedua
vektor sama, tetapi memiliki arah berlawanan.
Contoh gaya A sebesar 2 N ke arah utara dan
gaya B sebesar 2 N ke arah selatan. Gaya A dan
B dikatakan berlawanan arah.

F1x = F2x = (1.200 N) cos 45

3. Jawaban: c
Gambar yang sesuai sebagai berikut.

= 600  N
Nilai komponen vektor gaya pada sumbu X di sisi




)

8. Jawaban: d
G
Vektor  diuraikan pada sumbu X, Y, dan Z.
G
Vektor  memiliki 5 satuan pada sumbu X,
memiliki 3 satuan pada sumbu Y, dan memiliki
9 satuan pada sumbu Z. Persamaan yang benar
G
dituliskan  =  +   +  .

5
4
3
2
1

9. Jawaban: e

G


G


1 2 3
Jawaban: c
G
Vektor  diuraikan ke sumbu X dan sumbu Y
G
G
G
menjadi vektor dan vektor
. Vektor memiliki
G
3 satuan, sedangkan vektor
memiliki 7 satuan.
G
Persamaan vektor  yang benar adalah
G
G G
 = +
=  +   .

6. Jawaban: a
Fx = F cos 60

JG


= (2 N)(




)

60

= N
Jadi, nilai komponen vektor pada sumbu X dan
sumbu Y yang tepat adalah Fx = 1 N dan Fy =
 N.

(50 m)2 (30 m)2

(2.500 900) m2

2
= 1.600 m
= 40 m
Perpindahan
= 15 m + 40 m = 55 m

50 m

30 m
15 m

B
A
30 m

10. Jawaban: c

G
 = 60 km/jam
= 30
Ditanyakan: vx
vy
Jawab:
v x = v cos
= (60 km/jam)(cos 30)

Diketahui:

= (2 N)(  )
=1N
Fy = F sin 60

x=

15 m

Jawaban: a
G
Vektor  terletak di sumbu
X sepanjang 3 satuan,
G
sedangkan vektor 
terletak di sumbu Y sepanjang 5 satuan. Gambar
yang benar terlihat seperti
gambar di samping.

Perpindahan

120

5.

= (1.200 N)(

kiri kapal sebesar 600  N.

4.

F2

= (60 km/jam)(




)

= 30  km/jam
vy = v sin
= (60 km/jam)(sin 30)


= (60 km/jam)(  )
= 30 km/jam
Fisika Kelas X

13

Nilai komponen vektor kecepatan pada sumbu X


dan sumbu Y berturut-turut adalah 30  km/jam
dan 30 km/jam.
B. Kerjakan soal-soal berikut!
1. a.

G
 = 80 km/jam

2 cm

B
S
JG
= 8 N

b.

= (50 cm)(sin 30)




= 18,52  km/jam
vy = v sin 150



37

Sumbu Y positif dianggap berarah ke atas.


Y+


= (50 cm)(  )
= 25 cm
G

= sx  + sy 
=   cm  + 25 cm 
G
4.  = 20 knot
= (20)(1,852 km/jam)
= 37,04 km/jam
vx = v cos 150

= (37,04 km/jam)(

4 cm

c.

G
G

=
sin

50 cm
30

)

Y+

vy
150

vx

X+

= (37,04 km/jam)( )
= 18,52 km/jam
Jadi, nilai komponen vektor kecepatan pada
sumbu X = 18,52  km/jam dan pada sumbu Y
= 18,52 km/jam.
5. Diketahui:

3 cm

px = 12 m/s
py = 16 m/s
G
Ditanyakan: a. |  |
b.
Jawab:
G
a. |  | =   +  

30

2 cm
X+

2.

b.
X
13 km

3. Diketahui:

= 50 cm

= 30
Ditanyakan: gambar dan vektor satuan
Jawab:
G
G

 =
cos
= (50 cm)(cos 30)
= (50 cm)(




= 25  cm

14

Vektor

)

  +
 

 +   

=   
= 20 m/s
G
Jadi, nilai  sebesar 20 m.

JG

5 km



tan =  = 



arc tan = arc(  ) = 53,13


G
Jadi, sudut antara  dengan sumbu X sebesar
53,13.

A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Jawaban: c
Cara menggambar resultan pada penjumlahan
JG JG JG
vektor berlaku sifat komutatif: + +  =
JG JG JG
 + + dengan cara poligon adalah menghubungkan titik pangkal vektor dengan ujung vektor
yang lain. Gambar yang sesuai adalah pilihan c.
2. Jawaban: d
Diketahui:

G
 air = 12 m/s
G
 angin = 5 m/s

Ditanyakan: kecepatan dan arah turunnya hujan


Jawab:
G
5 m/s
 R =
  +
 

 +   
G


=   
= 13 m/s

12 m/s

 

cos =   = 0,923
= 22,6
Kecepatan dan arah turunnya air hujan terhadap
arah vertikal berturut-turut 13 m/s dan 22,6.
3. Jawaban: a
Gaya Sudut
80 N

45

120 N

150

100 N

330

Komponen X

Komponen Y

(80 N) cos 45
=   N
(120 N) cos 150
=   N
(100 N) cos 330
=   N

(80 N) sin 45
=   N
(120 N) sin 150
= 60 N
(100 N) sin 330
= 50 N

Fx = (     ) N Fy = (   +10) N

Fx = (40 N)(1,4) (10 N)(1,7)


= (56 17) N
= 39 N
Fy = (40 N)(1,4) + 10 N
= (56 + 10) N
= 66 N
FR =
=

  +
 
  +  

=  
= 76,67 N
Jadi, resultan gaya sebesar 76,67 N.

4. Jawaban: d
G
 = 8 satuan
Diketahui:
G
 = 6 satuan
G
= 2 satuan
Ditanyakan:
Jawab:
Nilai resultan vektor sebagai berikut.
G
| | =   +   +  
r 2 = p2 + q2 + 2pq cos
(2)2 = (8)2 + (6)2 + 2(8)(6) cos
4 = 64 + 36 + 96 cos
96 = 96 cos
cos = 1
= 180
Sudut antara kedua vektor sebesar 180.
5. Jawaban: c
Diketahui:
F1 = 9 N
F2 = 15 N
F3 = 10 N
1 = 0
2 = 90 + 37 = 127
3 = 360 37 = 323
Ditanyakan: R
Jawab:
Soal ini dikerjakan dengan penguraian vektor.
Setiap vektor diuraikan ke sumbu X dan sumbu Y.
F1x = F1 cos 1 = (9 N)(cos 0)
= (9 N)(1) = 9 N
F2x = F2 cos 2 = (15 N)(cos 127)
= (15 N)(0,6) = 9 N
F3x = F3 cos 3 = (10 N)(cos 323)
= (10 N)(0,8) = 8 N
F1y = F1 sin 1 = (9 N)(sin 0) = 0
F2y = F2 sin 2 = (15 N)(sin 127)
= (15 N)(0,8) = 12 N
F3y = F3 sin 3 = (10 N)(sin 323)
= (10 N)(0,6) = 6 N
Y
Fx = F1x + F2x + F3x
F2
F2y
= (9 9 + 8) N
=8N
37
F1 F
Fy = F1y + F2y + F3y
3x
= (0 + 12 6) N
=6N

37

F2x
F3y

Fisika Kelas X

F3

15

tan = 

 +  

R =

= 
= 36,86

  +
 

  +  

G
G
Nilai dan arah resultan vektor  +  berturutturut 15 m dan 36,86.

=  
= 10 N
Resultan ketiga vektor sebesar 10 N.

9. Jawaban: d
100 m

6. Jawaban: b
an
dah
pin
Per

 

cos =  
= 0,6
= 53
Sudut penyimpangan
sepeda sebesar 53.

1.200 m
3 m/s

100 m

 = 8 m
G

 = 12 m
= 60
G
G
Ditanyakan:


Jawab:
G G
G
G


 =
 + (
 )
G G
|

 | =
 +

  + 


   

Diketahui:

  +
  + 
 
 

  +    

 

=  
= 1.300 m
= 1,3 km
Perpindahan Sinta sepanjang 1,3 km.
10. Jawaban: a
Y+

  +  


= 
= 15 m

16

Vektor

G
 = 40 cm




Jadi, nilai selisih kedua vektor sebesar 4  m.

=
 +   m
G
| | =
  +
 

  +  

=4 m

  +
 

Perpindahan =

7. Jawaban: e

8. Jawaban: b
G
Diketahui:
 =
 +  m
G
 =
   m
Ditanyakan: nilai dan arah
Jawab:
G
G G
 =  + 
=
 +  m +
   m

500 m

5 m/s

G
 = 80 cm

30
G
 = 20 cm

X+

G
 x = a cos 0 = (20 cm)(1) = 20 cm
G
 y = a sin 0 = (20 cm)(0) = 0 cm
G
 x = b cos 30 = (80 cm)(   ) =   cm


G
 y = b sin 30 = (80 cm)(  ) = 40 cm


G
 x = c cos 90 = (40 cm)(0) = 0
G
 y = c sin 90 = (40 cm)(1) = 40 cm
G
G
G
G
 =  +  +  

= (20 + 40  + 0) cm
= 20(1 + 2  ) cm
G
G
G
G
=  +  + 
= (0 + 40 + 40) cm
= 80 cm

G
G
G
=  +

c y = c sin 210 = (4)(  ) = 2

= rx  + ry 
= 
       
Jadi, perpindahan partikel dapat dituliskan


        .
B. Kerjakan soal-soal berikut!
m
JG = 2 c


JG
 = 3 cm
JG
 JG
+  JG

R =

= 60
G
  = 3 m/s
G
Ditanyakan: a. |  |
b.
Jawab:
G
a. |  | =   +   +     

b.

JG
 = 6 cm

JG JG
JG
  + 

JG
 = 1,5 cm
JG
 = 2 cm

2.

b.

G


3 satuan

G


2 satuan
30

210
4 satuan

ax = a cos 30 = (2)(   ) = 1,7




ay = a sin 30 = (2)(  ) = 1
bx = b cos 150 = (3)(







 +  + 




 +  + 



Nilai kecepatan resultan perahu  N.


vp2 = vR2 + va2 2vRva cos
82 = (  )2 + 32 2(  )(3) cos
64 = 97 + 9 59 cos
59 cos = 42

G
 150

 +


=  + 
= 4,4
G
3. Diketahui:
  = 8 m/s

JG
= 3 cm

1. a.

Rx = ax + bx + cx
= 1,7 2,6 3,5
= 4,4
Ry = ay + by + cy
= 1 + 1,5 2
= 0,5

 ) = 2,6



cos = 
= 44,6
Sudut antara perahu dengan arus sebesar
44,6.
G
4. Diketahui:
  = 20 m/s
G
  = 40 m/s
= 53
G
Ditanyakan: a.  
G
G
b. sudut   dengan  
Jawab:
G
a. |   | =   +   +     

by = b sin 150 = (3)(  ) = 1,5


c x = c cos 210 = (4)(




 ) = 3,5

 +  + 




 +  + 

 54,4
Fisika Kelas X

17

b.

Nilai resultan vektor sebesar 54,4 m/s.


v22 = v12 + vr2 2v1vr cos
402 = 202 + (  )2 2(20)(  ) cos
1.600 = 400 + 2.960 2.176 cos
2.176 cos = 1.760

Fy = (4 + 5  6) N
= (4 + 7 6) N
=5N
F



cos = 
= 36
G
G
Sudut antara   dengan   sebesar 36.
5.

Gaya Sudut
8 N

30

10 N

135

6 N

270

Komponen X
(8 N) cos 30
=  N
(10 N) cos 135
=   N
(6 N) cos 270
= 0 N

Fx = (4  5  + 0) N
= (6,8 7) N
= 0,2 N

1. Jawaban: b

JG
Pertama digambar dahulu   .
JG


JG


JG
Kemudian gambar 2   di titik
JG
pangkal   .

2. Jawaban: c
Diketahui:
a = 2 m/s2
= 37
Ditanyakan: ax dan ay
Jawab:
ax = a cos 37
= (2 m/s2)(0,8)
= 1,6 m/s2

18

Vektor

JG


JG


JG


   +
 

 +  

 


tan = 


 

tan =   = 25
= 87,7
Nilai dan arah ketiga resultan gaya tersebut 5 N
dan 87,7.

ay = a sin 37
= (2 m/s2)(0,6
= 1,2 m/s2
Nilai komponen vektor percepatan ax = 1,6 m/s2
dan ay = 1,2 m/s2.

A. Pilihlah jawaban yang tepat!

JG
Kemudian gambar   di
JG
titik pangkal 2   dan
tarik garis resultan dari
JG
titik pangkal   ke ujung
JG
 .

  +  

5N

Komponen Y
(8 N) sin 30
= 4 N
(10 N) sin 135
=  N
(6 N) sin 270
= 6 N

JG
 

3. Jawaban: b

G


G


G
Ditanyakan:  

Diketahui:

= 4 m/s
= 30
= 2 m/s
= 240
G
dan 

Jawab:
G
G
G
  =   cos +   cos
= (4 m/s) cos 30 + (2 m/s) cos 240
= (4 m/s)(




 ) + (2 m/s)(  )

= (2  1) m/s
G
G
G
 =   sin 30 +   sin 240


= (4 m/s)(  ) + (2 m/s)(




)

 ) m/s
G
G
Vektor resultan   = (2  1) m/s dan  =

= (2 +

(2 +

 ) m/s.

7. Jawaban: b
G
G
G
G
!!" = # + $ + 

4. Jawaban: e
G
  =  +  
G
  = 
G
  =  +  
+
G
 =  +  

=
  m/s2 +
 +   +   m/s2 +

     m/s2

Resultan ketiga vektor tersebut dalam vektor


G
satuannya   =  +   .
5. Jawaban: e
Gaya Sudut
20 N

20 N

120

24 N

240

Komponen X

Komponen Y

(24 N) cos 240


= 12 N

(20 N) sin 0
= 0
(20 N) sin 120
=   N
(24 N) sin 240
=   N

Fx = 2 N

Fy =   N

(20 N) cos 0
= 20 N
(20 N) cos 120
= 10 N

=
 +     m/s2
Jadi, partikel mengalami percepatan total

 +     m/s2.


8. Jawaban: a

 = 250 km/jam
G

 =   km
= 45
G
Ditanyakan: |
|
Jawab:
G
|
| =
 +
 + 

 

Diketahui:

  +  

 +
  + 

   

  +
  

 +  +
 

 +  

F =

9. Jawaban: c

JG
= 4 m/s
JG
= 2 m/s
= 60
JG JG
Ditanyakan: | |
Jawab:
JG JG
% % =  +
 +


  

Diketahui:

6. Jawaban: d

G
  = 80 cm/s
G
  = 80 cm/s
G
Ditanyakan: a. |  |
b. arah
Jawab:
G
|  | =  +  cm/s

Diketahui:

 +  cm/s

 cm/s

G


=   cm/s
cos =

  
   




 +
 +





 +  



80 cm/s

80 cm/s



492,4
Nilai resultan perpindahan kedua vektor sebesar
492,4 km/jam.

=  
=4N
Resultan ketiga gaya sebesar 4 N.







= 45 (tenggara)
Nilai dan arah kapal kertas   ke tenggara.

=  
JG JG
Nilai sebesar   m/s.
10. Jawaban: a

G
  = 400 km/jam
G
  = 40 km/jam
Ditanyakan: sudut arah pesawat terhadap arah
semula
Diketahui:

Fisika Kelas X

19

Jawab:
|v| =
=

 + 


G


 + 


G


G


JG
| | =

  + 

 +


= 
42
Resultan perpindahan mobil kira-kira 42 km.

= 
402


cos = 
= 0,995
= 5,72
Sudut arah pesawat terhadap arah semula 5,72.

  +
 

 +  

=
 +   +
 +   +
 +  
=  +  

11. Jawaban: c
JG
  = 4 satuan = 4 N
JG
  = 8 satuan = 8 N
JG
  = 4 satuan = 4 N
JG
  = 5 satuan = 5 N
Fx = (4 + 8) N = 12 N
Fy = (4 + 5) N = 9 N
JG
|  | =   +  
=

13. Jawaban: a
JG JG JG
JG
= + +

14. Jawaban: e G
 = 10 m/s2
Diketahui:
G
 = 4 m/s2
= 60
G G
Ditanyakan: |   |
Jawab:
G G
|   | =  +
  + 

   

=  
= 15 N
Nilai resultan kedua gaya tersebut sebesar 15 N.
12. Jawaban: c
25 km

20 km



tan =  = 
= 39,8
Kemiringan sudut resultan ketiga vektor 39,8.

10 km

Resultan

Ry = 20 km + (10 km) sin 30




= 20 km + (10 km)(  )
= (20 + 5) km
= 25 km
Rx = 25 km + (10 km) cos 30
= 25 km + (10 km)(0,866)
= (25 + 8,66) km
= 33,66 km




 +
 + 




 +  



Selisih kedua vektor sebesar


15. Jawaban: b
Diketahui:
F1
F2
F3
1
2
3

=2N
=3N
=4N
= 0
= 37
= 127

JG
Ditanyakan: Nilai dan arah  
Jawab:
Gaya Sudut
2 N
3 N

0
37

4 N

127

Komponen X

Vektor

Komponen Y

(2 N) cos 0 = 2 N (2 N) sin 0 = 0
(3 N) cos 37
(3 N) sin 37
= 2,4 N
= 1,8 N
(4 N) cos 127
(4 N) sin 127
= 2,4 N
= 3,2 N
Fx = 2 N

20

 m/s2.

Fy = 5 N

JG
|  | =

  +  

  +
 

  +  

cos = 
= 60
Sudut apit kedua vektor gaya sebesar 60.
19. Jawaban: b

G
 = 2 m/s
a = 37
G
Ditanyakan: |  |
Jawab:

Diketahui:

 

 N


G


 

tan =  =   = 2,5

68
Nilai dan arah resultan ketiga gaya tersebut
berturut-turut sebesar

cos = G

 N dan 68.

 


0,8 =

 


v = 2,5 m/s
Kecepatan sepeda saat terpengaruh angin 2,5 m/s.

16. Jawaban: d
G
G G
G

 =
 +
 +

=
   +
 +   +
  
=   

20. Jawaban: d
Diketahui:

10

17. Jawaban: d
G
Diketahui:
  = 18 m/s
G
  = 24 m/s
G
 = 6 m/s
Ditanyakan:
Jawab:
v 2 = v12 + v22 + 2v1v2 cos
62 = 182 + 242 + 2(18)(24) cos
36 = 900 + 864 cos
864 cos = 864
cos = 1
= 180
Resultan vektor akan bernilai 6 m/s jika kedua
vektor mengapit sudut 180.
JG JG
JG JG
18. Diketahui:
|   +  | =  %    %
Ditanyakan:
Jawab:
JG JG
JG JG
|  +  | =  %    %
=

  +   +    =

  +
  + 

  

G
  = 10 m/s

= 60
G
  = 6 m/s
t = 1 menit = 60 s
Ditanyakan: s
Jawab:
G
|  | =   +   +     

 +  +  

cos 37 =




 +  + 




 +  + 

= 
= 14
s=vt
= (14 m/s)(60 s)
= 840 m
Jadi, jarak tempuh perahu 840 m.
B. Kerjakan soal-soal berikut!
1.

JG


JG


JG

JG

JG


   +     

2F 2 + 2F 2 cos = 3(2F 2 2F 2 cos )


2F 2 + 2F 2 cos = 6F 2 6F 2 cos
8F 2 cos = 4F 2

Fisika Kelas X

21

G
2

G
G G

 



b.

G



G


G



G G



G


G
 G



 

G
G
 G

 


 

3. a.




)

=   m/s2
G
G
 =  sin 210


G


= (10 m/s2)(  )
= 5 m/s2
G
=  cos 135
= (60 km/jam)(




)

=   km/jam
G
G
 =  sin 135
= (60 km/jam)(




)

=   km/jam
4. Diketahui:

a = 6 satuan
b = 8 satuan
Ditanyakan: sudut apit
Jawab:
a.
R12 = a2 + b2 + 2ab cos 1
142 = 62 + 82 + 2(6)(8) cos 1
196 = 36 + 64 + 96 cos 1
96 = 96 cos 1
cos 1 = 1
1 = 0
b.
R22 = a2 + b2 + 2ab cos 2
22 = 62 + 82 + 2(6)(8) cos 2
4 = 36 + 64 + 96 cos 2
96 cos 2 = 96
cos 2 = 1
2 = 180

22

Vektor




 +  + 




 +  

= 
Resultan gaya sebesar  N.
JG
 = 3 N
6. Diketahui:
JG
 = 2 N
JG
 = 4 N
Ditanyakan:
JG
Jawab:

Ketiga gaya seimbang jika
JG
JG JG
JG

|  +   | =  

G
G
 =  cos 210

= (10 m/s2)(

b.

R32 = a2 + b2 + 2ab cos 3


102 = 62 + 82 + 2(6)(8) cos 3
100 = 36 + 64 + 96 cos 3
96 cos 3 = 0
cos 3 = 0
3 = 90
JG
 = 2 N
5. Diketahui:
JG
 = 5 N
JG
Ditanyakan: |   |
Jawab:
JG
|   | =  +  +   
c.

2. a.

JG


F12 + F22 + 2F1F2 cos = F32


32 + 22 + 2(3)(2) cos = 42
9 + 4 + 12 cos = 16
12 cos = 3
cos = 0,25
75,5
JG
JG
Sudut apit antara   dan   sebesar 75,5 agar
ketiga gaya setimbang.
7. Perahu menyeberangi sungai dengan kecepatan
14 m/s. Kecepatan arus sungai sebesar 12 m/s.
Perahu diarahkan 60 terhadap arus sungai.
Hitunglah:
a. nilai resultan kecepatan perahu;
b. jarak tempuh perahu jika perahu sampai di
seberang setelah 40 s;
c. sudut antara perahu dengan arah sekarang;
d. lebar sungai.
Jawaban:
G
  = 14 m/s
Diketahui:
G
  = 12 m/s
= 60
G
Ditanyakan: a. |  |
b. s
c.
d. h

a.

b.
c.

G
|  | =

  +   +    

 +  + 

  

 +  + 




= 
22,5
Nilai resultan kecepatan perahu sebesar
22,5 m/s.
s = vR t = (22,5 m/s)(40 s) = 900 m
Jarak tempuh perahu 900 m.
vp2 = vR2 + va2 2vpvR cos
142 = (22,5)2 + (12)2 2(14)(22,5) cos
196 = 506,25 + 144 630 cos
454,25 = 630 cos
cos = 0,721
= 43,86
Sudut antara perahu dengan arah sekarang
43,86.

900 m

G
|  | =

 +  m/s2

9. s x = (2 m) cos 30 (3 m) cos 60


= (2 m)(   ) (3 m)(  )
= (1,7 1,5) m
= 0,2 m
s y = (2 m) sin 30 + 1 m (3 m) sin 60
= (1 + 1 2,55) m
= 2,55 m
s

  +


  +
 

  +  

=  
2,55 m



tan =
= 


43,86

sin 43,86= 


h = (900 m) sin 43,86 = 623,6 m
Lebar sungai adalah 623,6 m.
G
G G
G
 =  +  + 
=
  m/s2 +
   m/s2 +

 +   m/s2


=
   m/s2

= 85,51 atau 274,49


G
  = 500 km/jam
10. Diketahui:
G
  = 60 km/jam
G
Ditanyakan: |   | dan arah
Jawab:
G
G
G
|   | =   +   
=

Y
X

 + 

=  + 
503
tan =

G


 +
 m/s2

=  m/s2
= 13 m/s2
Nilai resultan kecepatannya 13 m/s2.




d.

8. a.

b.



  &

=   &
= 0,12
= 6,84
Pesawat bergerak dengan kecepatan 503 km/jam
dengan arah 6,84 terhadap bumi.

Fisika Kelas X

23

Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:


1.
menjelaskan gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan;
2.
menyebutkan penerapan gerak lurus berubah beraturan;
3.
membuat grafik pada peristiwa gerak.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1.
menghargai jasa ilmuwan yang mencetuskan persamaan gerak;
2.
bersikap teliti dalam melakukan setiap kegiatan.

Materi

Gerak Lurus
Gerak Jatuh Bebas

Pembelajaran Kognitif

Kegiatan Psikomotorik

Pengertian benda bergerak.


Perbedaan antara jarak dan perpindahan.
Perbedaan antara kelajuan dan kecepatan.
Gerak lurus beraturan (GLB).
Gerak lurus berubah beraturan (GLBB).

Keterampilan yang Dikuasai

Pengetahuan yang Dikuasai

Menjelaskan besaran-besaran dalam gerak


lurus.
Menerapkan persamaan-persamaan dalam GLB
dan GLBB dalam perhitungan.

Melakukan percobaan GLBB.


Menggambarkan grafik hubungan st dan
vt dalam GLBB.

Menggunakan alat ukur waktu dan panjang


dalam percobaan GLBB dengan benar.
Menggambar grafik dengan benar.

Kemampuan dan Sikap yang Dimiliki

24

Menjelaskan besaran-besaran pada gerak lurus.


Menerapkan persamaan-persamaan GLB, GLBB, dan gerak jatuh bebas
dalam hitungan.
Teliti, disiplin, dan bersungguh-sungguh dalam setiap kegiatan.

Gerak Benda pada Lintasan Lurus

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b
Pada benda yang dipercepat, jarak antartitik semakin
panjang dan sebaliknya jika benda bergerak
diperlambat jarak titik semakin rapat. Pada gerak
lurus berubah beraturan, percepatan bernilai tetap.
Jadi, gambar nomor (1) dan (3) menunjukkan mobil
bergerak lurus berubah beraturan dengan percepatan tertentu.

Jawab:
vt2 = v02 + 2as
(2v)2 = v 2 + 2ay
4v 2 = v 2 + 2ay
2ay = 4v 2 v 2
2ay = 3v 2

2. Jawaban: d
Jarak yang ditempuh benda dapat ditentukan
dengan luasan di bawah ini.

Jadi, percepatan mobil sebesar

v (m/s)
4
I

10

12

II
t(s)

Jarak = luasan I + luasan II


+

= (  )4 +  (2)(4)
= 24 + 4 = 28
Jarak yang ditempuh benda selama 10 sekon
adalah 28 m.
3. Jawaban: b
Diketahui:
v0 = 57,6 km/jam = 16 m/s
s =5m
vt = 0
Ditanyakan: t
Jawab:
a=

 


 


vt2 = v02 + 2as


 
)(5)




0 = 162 + 2(
0 = 256 +
256 =




t=




t = 0,625
Waktu pengereman yang dibutuhkan hingga motor
berhenti adalah 0,625 sekon.
4. Jawaban: c
Diketahui:
v0 = v
v t = 2v
s =y
Ditanyakan: a

a=






5. Jawaban: b
Diketahui:
vA = 20 m/s
sAB = 250 m
tA = (t + 2)
vB = 10 m/s
tB = t
Ditanyakan: t
Jawab:
sA + sB = 250 m
vAtA + vBtB = 250 m
(20 m/s)(t + 2) + 10 m/s(t) = 250 m
20t m/s + 40 m/s + 10t m/s = 250 m
30t m/s = 210 m


t = 
= 7 s
Mobil B berpapasan dengan mobil A setelah
bergerak selama 7 sekon.
6. Jawaban: d
Diketahui:
v0 = 10 m/s
v t = 20 m/s
s = 100 m
Ditanyakan: t
Jawab:
vt2 = v02 + 2as
(20 m/s)2 = (10 m/s)2 + 2a(100 m)
400 m2/s2 = 100 m2/s2 + 200a m
300 m2/s2 = 200a m
a=


 


= 1,5 m/s2

v t = v0 + a t
20 m/s = 10 m/s + 1,5t
10 m/s = 1,5t m/s2
t=



 


6,7 sekon

Waktu yang dibutuhkan bus kira-kira 6,7 s.


7. Jawaban: c
Diketahui:
s = 20 m
v = 2 m/s
Ditanyakan: t

Fisika Kelas X

25

Jawab:
s = vt




t =  = 
= 10 sekon
Lama waktu yang diperlukan untuk melewati jalan
tersebut adalah 10 sekon.
8. Jawaban: d
Diketahui:
vX = 10 m/s
v Y = 5 m/s
tX = t
tY = (t + 2) menit
Ditanyakan: s
Jawab:
sX = sY
vXtX = vYtY
vXtX = vY(t + 2)
10t = 5(t + 2)
10t = 5t + 10
5t = 10
t = 2 menit = 120 sekon
sX = vXtX
= (10 m/s)(t)
= (10 m/s)(120 s)
= 1.200 m
sX = 1,2 km
Jadi, setelah menempuh 1,2 km mobil X bisa
menyusul mobil Y.
9. Jawaban: c
Diketahui:
sAR = 1.000 m
vR = 0,8 m/s
vA = 0,4 m/s
tA = (t + 70) sekon
tR = t
Ditanyakan: t
Jawab:
sA + sR = 1.000
vAtA + vRtR = 1.000
0,4(t + 70) + 0,8t = 1.000
0,4t + 28 + 0,8t = 1.000
1,2t = 972
t = 810 sekon
Keduanya bertemu setelah Ria berjalan selama
810 sekon atau setelah Amel berjalan selama
(810 + 70) sekon 880 sekon.
10. Jawaban: a
Diketahui:
a1 = 1 m/s2
t1 = 10 s
t2 = 5 s
Ditanyakan: s2

26

Gerak Benda pada Lintasan Lurus

Jawab:
vt = v0 + a1 t1
1

= 0 + (1 m/s2)(10 s) = 10 m/s
vt = vt + a2t2
2

0 = 10 m/s + a2(5 s)
a2 = 2 m/s2


s2 = v0 t2 +  a2 t22
2


= (10 m/s)(5 s) +  (2 m/s2)(5 s)2


= (50 25) m = 25 m
Jarak yang ditempuh kotak kayu setelah tidak
diberi gaya tarik hingga berhenti sejauh 25 m.
11. Jawaban: a
Diketahui:
vC = 57,6 km/jam = 16 m/s
vD = 79,2 km/jam = 22 m/s
t = 30 sekon
Ditanyakan: s
Jawab:
sC = vC t
= (16 m/s)(30 s) = 480 m
sD = vD t
= (22 m/s)(30 s) = 660 m
s = (660 480) m
= 180 m
Kedua mobil berjarak 180 m setelah bergerak
30 sekon.
12. Jawaban: c
Diketahui:
v0 = 360 km/jam = 100 m/s
a = 8 m/s2
vt = 0
Ditanyakan: s
Jawab:
vt2 = v02 + 2as
0 = (100 m/s)2 + 2(8 m/s2)s
(16 m/s2)s = 10.000 m2/s2
s=


 



= 625 m
Jarak tempuh pesawat di landasan hingga berhenti
adalah 625 m.
13. Jawaban: b
Jarak yang ditempuh = luasan grafik
= luas segitiga + luas persegi panjang


m + (50 10) m

= 250 m + 500 m
= 750 m
Jadi, jarak yang ditempuh benda 750 m.

14. Jawaban: b
Diketahui:
A = 50 m2
v0 = 10 m/s
v t = 15 m/s
Ditanyakan: a
Jawab:
a=

 





s = A = v0t +  at 2


50= 10t +  (  )t2


50= 10t + 2,5t
50= 12,5t
t=4


a =  = 1,25
Jadi, percepatan mobil sebesar 1,25 m/s2.
15. Jawaban: a
Diketahui:
v0 = 20 m/s
v t = 0 m/s
t = 10 s
Ditanyakan: s pada saat t = 10 s
Jawab:
s = luasan di bawah garis
=


 


16. Jawaban: c
Diketahui:
v0 = 20 m/s
t = 10 sekon
v t = 30 m/s
Ditanyakan: s
Jawab:

=
s=

 

  



v0t +  at2


 

s = 
 = 20 m
Jadi, jarak yang ditempuh mobil selama perlambatan
20 m.
18. Jawaban: d
Diketahui:
v0 = 30 m/s
v1 = 15 m/s
s1 = 75 m
v2 = 0 m/s
Ditanyakan: s2
Jawab:
v12 v02 = 2as
(15 m/s)2 (30 m/s)2 = 2a(75 m)
225 m2/s2 900 m2/s2 = (150 m)a
675 m2/s2 = (150 m)a
a = 4,5 m/s2
2
2
v2 v1 = 2as
s=

   


=
=

= 100 m

Jarak yang ditempuh hingga berhenti 100 m.

a=

Jawab:
vt2 = v02 + 2as
0 = (20 m/s)2 2(10 m/s2)(s)
20s m/s2 = 400 m2/s2




= 25 m

vp = 3 m/s
180 m

Arah arus

vR

= (20 m/s)(10 s) +  (1 m/s2)(10 s)2

va = 4 m/s

17. Jawaban: e
Diketahui:
v0 = 72 km/jam = 20 m/s
a = 10 m/s2
vt = 0
Ditanyakan: s


 

19. Jawaban: c
Diketahui:
A = 180 m
va = 4 m/s
vp = 3 m/s
Ditanyakan: s
Jawab:

= 1 m/s2

= 200 m + 50 m = 250 m
Jarak yang ditempuh benda X selama dipercepat
adalah 250 m.

 
 

Jadi, benda akan berhenti setelah menempuh lagi


jarak sejauh 25 m.

= 200 m + (  m/s2)(100 s2)

 
 

vR =

    =

sin =




   =

 = 5



= 
=





AC = 300 m
Jadi, perahu telah menempuh lintasan sejauh 300 m.

Fisika Kelas X

27

20. Jawaban: c
Diketahui:
v0 = 0
A
aA = 4 m/s2
tB = (tA 3)
vB = 32 m/s
Ditanyakan: tA
Jawab:
Pembalap B menyusul pembalap A jika sA = sB.
sA = sB

4. Diketahui:

v0 = 54 km/jam = 15 m/s
s = 80 m
vt = 0
Ditanyakan: a
Jawab:
v t 2 v02 = 2a s
2
0 (15 m/s)2 = 2a(80 m)
225 m2/s2 = 160a

v0 tA +  atA2 = vBtB
A

a 1,4 m/s2
Perlambatan yang harus diberikan agar mobil dapat
tepat berhenti 20 m sebelum lokasi kecelakaan
sebesar 1,4 m/s2.

0 +  (4)tA2 = 32(tA 3)
2tA2
tA2

2tA2 = 32tA 96
32tA + 96 = 0

5. Diketahui:

16tA + 48 = 0

(tA 4)(tA 12) = 0


Pembalap A terkejar setelah bergerak selama
4 sekon.
B. Uraian
1. Jarak lari Hasan adalah keliling dari lintasan yang
berbentuk persegi panjang.
Jarak = 2(p + A)
= 2(10 m + 5 m) = 30 m
Perpindahan lari Hasan merupakan besaran vektor
sehingga nilainya adalah nol.

vM = 4 m/s
v0 = 2 m/s
B
vt = 4 m/s
B
tB = 5 s
Ditanyakan: a. t
b. sB
Jawab:
aB =
=

vB =


 




= 33 m/s

Jadi, kecepatan konstan pembalap B adalah


33 m/s.
3. Diketahui:

v0 = 5 m/s
v t = 0 m/s
s = 0,5 m
Ditanyakan: s2
Jawab:
v t 2 = v02 + 2as
0 = (5 m/s)2 + 2a(0,5 m)
25 m2/s2 = (1)a m
a=


 


= 25 m/s2

Perlambatan sepeda Rini sebesar 25 m/s2.

28

(4 m/s)t = (2 m/s)t +  (0,4 m/s2)t2


(2 m/s)t = (0,2 m/s2)t 2
t=

Gerak Benda pada Lintasan Lurus



 


= 10 sekon
Bentar menyusul Muchtar setelah 10 sekon.



  








vM tM = v0 tB +  aBtB2
B

sAF = 500 m
sBF = 500 m + 50 m = 550 m
vA = 108 km/jam = 30 m/s
Ditanyakan: vB
Jawab:
Agar sampai garis finis bersamaan maka tA = tB.
=

   

= 0,4 m/s2
a.
sM = sB

2. Diketahui:

 



 


a=

b.

sB = v0 t +  aBt 2
B


= (2 m/s)(10 s) +  (0,4 m/s2)(10 s)2


= 20 m + 20 m = 40 m
Jadi, jarak yang ditempuh Bentar sejauh 40 m.
6. Diketahui:

vA = 10 m/s
vB = 15 m/s
sAB = 1.000 m
Ditanyakan: t dan sA atau sB
Jawab:
sA + sB = 1.000 m
vAt + vBt = 1.000 m
10 m/s t + 15 m/s t = 1.000 m
25 m/s t = 1.000 m
t = 40 sekon

sA = vAt
sB = vBt
= (10 m/s) (40s)
= (15 m/s) (40s)
= 400 m
= 600 m
Partikal A bertemu B setelah bergerak selama
40 s, pada jarak 400 m dari titik awal A atau 600 m
dari titik awal B.
v0 = 5 m/s
a = 3 m/s2
t =2s
Ditanyakan: s
Jawab:

7. Diketahui:

s = v0t +  at2


= (5 m/s)(2 s) +  (3 m/s2)(2 s)2


= 10 m + 6 m = 16 m
Jarak yang ditempuh harimau 16 m.
8. Diketahui:

t1
s1
t2
vt
Ditanyakan: a.
b.
Jawab:
a.

=2s
= 10 m
=4s
= 11 m/s
a
v0


s = v0t +  at 2


10 = v0(2) +  a(2)2
10 = 2v0 + 2a
. . . (1)
v t = v0 + at
11 = v0 + a(4)
11 = v0 + 4a
. . . (2)

b.

Eliminasi (1) dan (2)


2v0 + 2a = 10 1 2v0 + 2a = 10
v0 + 4a = 11 2 2v0 + 8a = 22

6a = 12
a = 2 m/s2
2v0 + 2a = 10
2v0 + 2(2) = 10
2v0 = 10 4
2v0 = 6


v0 =  = 3 m/s
Percepatan benda 2 m/s2 dan kecepatan
awalnya 3 m/s.

9. Diketahui:

v0 = 5 m/s
v t = 20 m/s
t =5s
Ditanyakan: s
Jawab:
a=
=
s=

 

 



v0t +  at2



=  m/s2 = 3 m/s2


= (5)(5) +  (3)(5)2


= 25 +  (3)(25)
= 25 + 37,5 = 62,5
Jarak yang ditempuh 62,5 m.
10. Diketahui:

PQ = 5,0 m = 500 cm
vA = 5 cm/s
vB = 10 cm/s
Ditanyakan: a. B menyusul A
b. posisi A saat B tiba di Q
Jawab:
a. B berangkat 20 s setelah A.
tA = (tB + 20)
B menyusul A maka sA = sB
s A = sB
vAtA = vBtB
vA(tB + 20) = vBtB
5(tB + 20) = 10tB
5tB + 100 = 10tB
5tB = 100
tB = 20 sekon
sB = vBtB
= (10 cm/s)(20 sekon) = 200 cm
B menyusul A di titik 200 cm dari P.
b. B sampai di Q
s = vBtB
500 = 10tB
tB = 50 sekon
Dalam waktu 50 sekon A berada di titik s.
s = vAtA
= vA(tB + 20)
= (5 cm/s)(50 s + 20 s)
= (5 cm/s)(70 s) = 350 cm
Jadi, mobil A menempuh jarak 350 cm saat
B tiba di Q.

Fisika Kelas X

29

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
Diketahui:
t =1s
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: h
Jawab:
 2
gt


h = v0t +


= 0 +  (9,8 m/s2)(1 s)2


= (4,9 m/s2)(1s2) = 4,9 m
Ketinggian buah mangga mula-mula 4,9 m.
2. Jawaban: e
Diketahui:
h = 20 m
v0 = 4 m/s
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: v t
Jawab:
vt2 = v02 + 2gh
= (4 m/s)2 + 2(9,8 m/s2)(20 m)
= 16 m2/s2 + 392 m2/s2
vt =


 

20,2 m/s

Jadi, kecepatan air saat menyentuh dasar air terjun


kira-kira 20,2 m/s.
3. Jawaban: e
Diketahui:

h =  (15 m) = 7,5 m
v2 =


v
 maks

(100 50) m =  (9,8 m/s2)t2


50 m = (4,9 m/s2)t2


 
  


= 10,2 s2

t 3,2 s
Material telah bergerak selama 3,2 s.
5. Jawaban: c
Diketahui:
hgedung = 20 m
vtanah = 30 m/s
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: v0
Jawab:
v 2tanah = 2gy
(30 m/s)2 = 2(9,8 m/s2)y
900 m2/s2 = (19,6 m/s2)y
y = 45,9 m
hmaks = y hgedung
= (45,9 20) m
= 25,9 m
v0 =
=



 
  


= 
 
= 22,5 m/s
Kecepatan awal bola 22,5 m/s.
6. Jawaban: c
Diketahui:
tnaik-turun = 10 s


tmaks =  tnaik-turun

g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: tinggi benda
Jawab:
v =



 


t2 =

=  (10 s) = 5 s
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: hmaks
Jawab:



 

=
= 12,12 m/s
Jadi, kecepatan benda 12,12 m/s.
4. Jawaban: c
Diketahui:
h = 100 m
h = 50 m
Ditanyakan: t
Jawab:
h h =

30

 2
gt


Gerak Benda pada Lintasan Lurus

tmaks= 
v0 = (tmaks)(g)
= (5 s)(9,8 m/s2)
= 49 m/s



 

hmaks =  =  
 = 122,5 m
Jadi, ketinggian roket air maksimum 122,5 m.
7. Jawaban: e
Diketahui:
v0 = 3 m/s
hmula-mula = 10 m
Ditanyakan: hakhir

Jawab:
vt2 = v02 2ghtempuh
0 = (3 m/s)2 2(9,8 m/s2) htempuh
(19,6 m/s2)htempuh = 9 m2/s2

 

10. Jawaban: a
Diketahui:
h = 20 m
g = 9,8 m/s2
ht = 20 m 5 m = 15 m
Ditanyakan: v t
Jawab:


ht =  gt 2 15 m =  (9,8 m/s2)t 2


t2= 


htempuh =  

= 0,46 m

hakhir = hmula-mula + htempuh

t 2 = 3,06

= (10 + 0,46) m = 10,46 m

t=

Titik tertinggi yang dicapai bola kasti jika diukur


dari tanah adalah 10,46 m.




t = 1,75 s

B. Uraian
1. Diketahui:

s = 20 m
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: a. t
b. v t
Jawab:


h = v0t +  gt2

a.













20 m = 0 +  (9,8 m/s2)t2
20 m = (4,9 m/s2)t 2

= 
Jadi, perbandingan kecepatan benda A dan
kecepatan benda B saat menyentuh tanah adalah
5 : 4.
9. Jawaban: b
Diketahui:
h =8m
m = 50 kg
g = 10 m/s2
v0 = 0
Ditanyakan: v t
Jawab:
vt2 = v02 + 2gh
vt =



vt = gt
vt = (9,8 m/s2)(1,75 s) = 17,15 m/s
Kecepatan benda pada saat berada 5 m dari
permukaan tanah 17,15 m/s.

8. Jawaban: e
Diketahui:
hA = 25h
hB = 16h
g = 9,8 m/s2
v0 = 0
A
v0 = 0
B
Ditanyakan: vA : vB
Jawab:
v 2 = v02 + 2gh
v 2 = 2gh
 
 

 




t2 =



 


= 4,08 s2
t = 2,02 s
Burung mencapai di tanah setelah 2,02 s.
v t = v0 + gt
v t = 0 + (9,8 m/s2)(2,02 s)
= 19,8 m/s
Kecepatan burung pada saat sampai di tanah
19,8 m/s.

b.

2. Diketahui:
v0 = 0 m/s

A
v0 = 0 m/s






 

=   m/s

v0 = 25 m/s
B

g = 9,8 m/s2
h = 50 m
Ditanyakan:
A dan B bertemu

50 m
v0 = 25 m/s
B

Kecepatan siswa saat membentur permukaan air


adalah   m/s.

Fisika Kelas X

31

Jawab:
h = v0 t
A

= v0 t
A

t =

 



+ gt2 + v0 t gt2


B
+ v0 t
B


+  



 + 

t =
=2s

Kelajuan bola saat bertemu


vA = gt = (9,8 m/s2)(2 s) = 19,6 m/s
vB = v0 gt = 25 m/s (9,8 m/s2)(2 s)
B
= 25 m/s 19,6 m/s = 5,4 m/s
Ketinggian benda B saat bertemu dengan benda A.


hB = v0 t  gt2
B


= (25 m/s)(2 s)  (9,8 m/s2)( 2 s)2


= 50 m 19,6 m
= 30,4 m
Benda A bertemu benda B setelah keduanya
bergerak 2 sekon. Kelajuan benda A pada saat itu
19,6 m/s, sedangkan kelajuan benda B 5,4 m/s.
Kedua benda bertemu ketika B mencapai
ketinggian 30,4 m.
3. Diketahui:

h = 1.000 m
g = 9,8 m/s2
t = 10 sekon
Ditanyakan: h1
Jawab:
h1 =
=


gt 2
 1

(9,8






=
= 4,5 s


Waktu yang dibutuhkan bola untuk mencapai titik
tertinggi 4,5 s.
5. Diketahui:

v0 = 0 m
1
v0 = 45 m/s
2
t1 = t + 3
t2 = t
Ditanyakan: t dan h saat kedua bola bertumbukan
Jawab:
h1 = h2

gt 2
 1

= v0 t2 +  gt22
2


(9,8)(t


+ 3)2 = (45)(t) +  (9,8)(t)2


4,9(t2 + 6t + 9) = 45t + 4,9t 2
2
4,9t + 29,4t + 44,1 = 45t + 4,9t 2
15,6t = 44,1
t 2,8
t1 = (t + 3) s
= (2,8 + 3) s = 5,8 s


h1 =  gt12 =  (9,8 m/s2)(5,8 s)2




m/s )(10 s)

= 4,9 m/s2(100) s2
= 490 m
Jadi, penerjun telah turun 490 m.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
Besaran perpindahan melibatkan arah.
Berdasarkan informasi di atas, perpindahan Heri
sebesar PQ, yaitu 2 (SR).
PQ = 2(SR)
= 2(50 m)
= 100 m
Jadi, perpindahan Heri sebesar 100 m.
2. Jawaban: d
Diketahui:
v = 1 m/s
s = 3 km = 3.000 m
Ditanyakan: t

32

4. Jawaban:
Diketahui:
v0 = 45 m/s
Ditanyakan: th
maks
Jawab:

Gerak Benda pada Lintasan Lurus

=  (9,8 m/s2)(33,64 s2)


= 164,836 m
Kedua bola bertumbukan saat bola kedua
menempuh 164,836 m dan bergerak selama
2,8 sekon.

Jawab:




t =  = 
= 3.000 s = 50 menit
Jadi, waktu tempuh Rida 50 menit.
3. Jawaban: d
Diketahui:
v0 = 30 m/s
v t = 5 m/s
st = 5 m
Ditanyakan: s v = 0
Jawab:
vt2 = v02 + 2ast

a =

s(8 m/s2) = 400 m2/s2

    
 


  








   


 


=  
  0,14 m
Jadi, mobil sport akan berhenti setelah menempuh
jarak 0,14 m.
4. Jawaban: d
Diketahui:
vC = 15 m/s
vD = 0 m/s
tCD = 10 s
Ditanyakan: v saat t = 22 s (v22)
Jawab:
a =




  
 

a=
a=
1,5 m/s2 =

 



= 1,5 m/s2



   
   
  
 

(1,5)(3) m/s = v22


v22 = 4,5 m/s
Kecepatan mobil pada detik ke-22 sebesar 4,5 m/s.
5. Jawaban: b
Diketahui:
a1 = 2 m/s2
v0 = 0
t1 = 10 s
v2 = 0
t2 = 5 s
Ditanyakan: s
Jawab:
v1 = v0 + a1t1
v1 = 0 + (2 m/s2)(10 s)
= 20 m/s
v2 = v1 + a2t2
0 = 20 m/s + (a2)(5 s)
a2(5 s) = 20 m/s
a2 =

= 50 m

Jarak yang masih ditempuh mobil sejauh 50 m.

= 87,5 m/s2 (tanda negatif menunjukkan perlambatan)


a = konstan
s =


 



s=





= 4 m/s2 (tanda negatif menunjukkan


adanya perlambatan)
2
2
v2 = v1 + 2a2s

6. Jawaban: e
Diketahui:
v0 = 2,35 105 m/s
a = 1,10 1012 m/s2
t = 1,5 107 s
Ditanyakan: v dan s
Jawab:
v = v0 + a t
= 2,35 105 m/s + (1,10 1012 m/s2)(1,5 107 s)
= 2,35 105 m/s + 1,65 105 m/s
= 4 105 m/s


s = v0t +  a t2


= (2,35 105 m/s)(1,5 107 s) +  (1,10 1012 m/s2)


(1,5 107 s)2
= 3,525 102 m + 1,2375 102 m
= 4,7625 102 m
Jadi, kecepatan akhir proton 4 105 m/s dan telah
menempuh jarak sejauh 4,7625 102 m.
7. Jawaban: b
Diketahui:
aP = 2 m/s2
aQ = a
tP = tQ = 4 s
Ditanyakan: aQ
Jawab:
sP = v0t +
=0+


a t2
 P


a t2
 P


(2


m/s2)(4 s)2


(2


m/s2)(16 s2) = 16 m

sQ = v0t +
=0+


a t2
 Q


a t2



a (4


 


s)2
= 8a s2

sP = sQ + 8 m
16 m = 8a s2 + 8 m
8a s2 = 8 m


a =   = 1 m/s2
Percepatan mobil Q = a = 1 m/s2.

02 = (20 m/s)2 + 2(4 m/s2)(s)

Fisika Kelas X

33

8. Jawaban: b
Diketahui:
v0 = 54 km/jam = 15 m/s
t = 10 s
Ditanyakan: s
Jawab:

Jawab:
s1 = s2
v1t = s + v2t
(4 m/s)t = 10 m + (4,25 m/s)t
(0,25 m/s)t = 10 m

s = luas di bawah garis


=


 


= 75 m
Jadi, jarak yang ditempuh sejauh 75 m.
9. Jawaban: d
Diketahui:
v0 = 72 km/jam = 20 m/s
t = 5 sekon
a = 4 m/s2
Ditanyakan: s
Jawab:


s = v0t +  at 2


= (20)(5) +  (4)(5)2
= 100 + (50) = 50 m
Jadi, motor berhenti 5 meter sebelum titik Q.
10. Jawaban: c
Diketahui:
vA = 20 m/s
t = 5 s
Ditanyakan: jarak yang ditempuh kedua mobil
saat bertemu
Jawab:
aB = tan =





= 4 m/s2
sA = sB


vAt =  aBt2


(20 m/s)t =  (4 m/s2)t2




t =  s = 10 s
sA = vAt
= (20 m/s)(10 s)
= 200 m


sB =  (4 m/s2)(10 s)2
= (2 m/s2)(100 s2)
= 200 m
Jadi, mobil B menyusul mobil A setelah menempuh
jarak 200 m.
11. Jawaban: d
Diketahui:
v1 = 4 m/s
v2 = 4,25 m/s
s = 10 m
Ditanyakan: t
34

Gerak Benda pada Lintasan Lurus



 

t=

= 40 sekon

Jadi, waktu yang diperlukan Ari untuk menyusul


Rudi 40 sekon.
12. Jawaban: c
Diketahui:
v0 = 8 m/s
P
v0 = 5 m/s
Q
vP = 17 m/s
vQ = 20 m/s
t = 5 s
Ditanyakan: t saat sP = sQ
Jawab:


aP =  =






= 3,4 m/s2



aQ =  =  = 4 m/s2
sP = sQ


v0 t +  aPt2 = v0 t +  aQt2
P
Q


8t +  (3,4)t2 = 5t +  (4)t2
0,3t2 = 3t
t = 10
Partikel P dan Q menempuh jarak yang sama
setelah bergerak selama 10 s.
13. Jawaban: a
Diketahui:
v0 = 82,8 km/jam = 23 m/s
a = 2,5 m/s2
vt = 0
Ditanyakan: s
Jawab:
vt2 = v02 + 2as
0 = (23 m/s)2 + 2(2,5 m/s2)s
s=


 



= 105,8 m
Mobil berhenti setelah menempuh jarak 105,8 m.
14. Jawaban: c
Diketahui:
m = 100 gram
v0 = 78,4 m/s
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: 1) tmaks
2) hmaks
3) tnaik-turun

Jawab:
1) tmaks v = 0
v t = v0 gt
0 = 78,4 m/s (9,8 m/s2)(t)
t =

2)

Jawab:


h =  gt 2


490 m =  (9,8 m/s2)t 2

 

 


=8s
Jadi, waktu yang dibutuhkan peluru untuk
mencapai titik tertinggi adalah 8 sekon.
hmaks tmaks

t2 =

= (78,4 m/s)(8 s)


(9,8


m/s )(8 s)

= 627,2 m 313,6 m
= 313,6 m
Jadi, tinggi maksimum yang dicapai peluru
adalah 313,6 m.
3) tnaik-turun = 2tmaks = 2(8 s) = 16 s
Jadi, waktu yang dibutuhkan oleh peluru untuk
kembali ke posisi awal adalah 16 s.
Jadi, besaran yang benar ditunjukkan oleh nomor
2) dan 3) yaitu pilihan c.
15. Jawaban: e
Diketahui:
h1 = P
h2 = Q
h1 : h2 = 9 : 4
v0 = v0 = v0 = 0
1

Ditanyakan: t1 : t2
Jawab:
h = v0t +

 2
gt


= 100 s2

 

t=

= 10 s

hmaks = v0t  gt2



 


Jadi, waktu yang dibutuhkan paket bantuan sampai


di tanah adalah 10 sekon.
17. Jawaban: b
Diketahui:
v1 = v0
g1 = g
h1 = h
Ditanyakan: h2
Jawab:
v1 =

v2 = v0
g2 = 2g



v0 = 
v02 = 2gh
v2 =

 

v0 =

 


v02 = 4gh2 h2 = 


h2 =





h


Jadi, tinggi maksimum benda di planet yang


memiliki gaya gravitasi 2g adalah

h =  gt2




 
 

 
 





 








h.


18. Jawaban: b
Diketahui:
t =3s
g = 10 m/s2
Ditanyakan: h
Jawab:


h = v0t +  gt2
=3:2

Jadi, perbandingan waktu jatuh antara benda


pertama dan kedua adalah 3 : 2.
16. Jawaban: d
Diketahui:
v0 = 0
h = 490 m
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: t

= 0 +  (10 m/s2)(3 s)2


= (5 m/s2)(9 s2)
= 45 m
Jadi, tinggi gedung 45 m.
19. Jawaban: c
Diketahui:
h = 37 km
v = 1.110 km/jam
t = 35 sekon
Ditanyakan: h

Fisika Kelas X

35

Jawab:

2. Diketahui:

v = 1.110 km/jam =





Kecepatan = 308,33 m/s






a =  =

Percepatan yang dialami Felix = 8,8 m/s2


h =  at2


=  (8,8 m/s2)(35 s)2


= 5.390 m
= 5,39 km
Jarak Felix dari tanah setelah 35 sekon
h = h h = (37 5,39) km = 31,61 km
20. Jawaban: d
Diketahui:
h = 10 m
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: t
Jawab:


h =  gt2
t =
=





 


= 1,4 s

B. Uraian
1. Diketahui:

stotal = 200 km
s1 = 80 km
t1 = 2 jam
s2 = (200 80) km = 120 km
t2 = 4 jam
Ditanyakan: a. v1
b. v2
c. v
Jawab:
v1 =




 

=  !
= 40 km/jam

Kelajuan burung adalah 40 km/jam.


b.

v2 =




 

 !

= 30 km/jam

Sisa perjalanan ditempuh dengan kelajuan


30 km/jam.
c.

v=

 "#
 +  

 

   !

 

 !

= 33,3 km/jam

Kelajuan rata-rata seluruh perjalanan


33,3 km/jam.
36

v0 tm =  asts2
m
10(t + 4,8) = 2t 2
t 2 5t 24 = 0
(t + 3)(t 8) = 0
t = 3 t = 8

tidak dipakai
Jadi, Pak Sarno dapat menyusul Pak Made setelah
bergerak selama 8 sekon.
3. Diketahui:

Lama orang tersebut di udara adalah 1,4 s.

a.

v0 = 10 m/s
m
as = 4 m/s2
v0 = 0 m/s
s
tm = t + 4,8
ts = t
Ditanyakan: t saat Pak Sarno menyusul Pak
Made
Jawab:
Pak Made bergerak lurus beraturan, sedangkan Pak
Sarno bergerak lurus dipercepat beraturan.
sm = ss

Gerak Benda pada Lintasan Lurus

vB
tB
tA
vA
s

= 1,2 m/s
= (t + 5)
=t
= 1 m/s
= 116 m

Ditanyakan: t
Jawab:
sA + sB = s
vAtA + vBtB = 116
(1)(t) + (1,2)(t + 5) = 116
t + 1,2t + 6 = 116
2,2t + 6 = 116
2,2t = 110
t = 50
sA = vAtA
= (1 m/s)(50 s)
= 50 m
sB = vBtB
= vB(t + 5)
= (1,2 m/s)(50 + 5) s
= (1,2 m/s)(55 s)
= 66 m
Bima dan Aisa bertemu setelah Bima bergerak
selama 55 s dan menempuh jarak 66 m sedangkan
Aisa bergerak selama 50 s dan menempuh jarak
50 m.

4. sAB = vABtAB
= (200 km/jam)(30 menit)

= (200 km/jam)( 

Jawab:


s = v0t +  at2

jam)

5 = v0(3) +  (3)(3)2
5 = 3v0 13,5
3v0 = 18,5
v0 6,2

= 100 km
sBC = vBCtBC
= (220 km/jam)(30 menit)


= (220 km/jam)(  jam)

Jadi, kelajuan awal taksi adalah 6,2 m/s.

= 110 km

6. Diketahui:

Kelajuan rata-rata =
=

v0 = 15 m/s
a = 2,0 m/s2
s = 100 m
Ditanyakan: a. t
b. v t
Jawab:

  + 
  +  

 +  

  +   !

 

37
A

AB = 100 km
BC = BC cos 37
= (110 km)(0,8)
= 88 km
CC = BC sin 37
= (110 km)(0,6)
= 66 km
AC = AB + BC = (100 + 88) km
= 188 km
Perpindahan = AC
=

 + 

 
 +  



=  

199,25 km

Kecepatan rata-rata =

b.

h = 500 m
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: a. v setelah 5 s
b. h (setelah 5 s)
c. v tiba di tanah
d. t untuk tiba di tanah
Jawab:
a. vt = 5 s = gt
= (9,8 m/s2)(5 s) = 49 m/s
b.

 !

s =5m
t = 3 sekon
a = 3 m/s2
Ditanyakan: v0

h =  gt2
=  (9,8 m/s2)(5 s)2
= (4,9 m/s2)(25 s2)
= 122,5 m
h = h h
= (500 122,5) m = 377,5 m


  +  

= 199,25 km/jam

100 = 15t +  (2)t2


t2 + 15t 100 = 0
(t + 20)(t 5) = 0
t = 20 atau t = 5
Nilai yang mungkin adalah t = 5.
v t = v0 + at
= 15 m/s + (2,0 m/s2)(5)
= 15 m/s 10 m/s
= 5 m/s
Kelajuan perahu motor saat mencapai garis
batas adalah 5 m/s.

7. Diketahui:

=   

5. Diketahui:

s = v0t +  at2

a.

=  !

= 210 km/jam

c.

vtanah =
=


 
 



 
99 m/s
=

Fisika Kelas X

37

d.




Jawab:
Saat di titik tertinggi maka vt = 0



 


  10 s

Sehingga v0 = gt1 t1 = 
Tinggi maksimum peluru pertama:

t =



8. Diketahui:

v0 = 3 m/s
t = 1,5 s
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: a. h
b. v
Jawab:
a.

h = v0t +  gt2


b.

= (3 m/s)(1,5 s) +  (9,8 m/s2)(1,5 s)2


= 4,5 m + 11,025 m
= 15,525 m
Jarak tempat bola dilempar dan ditangkap
adalah 15,525 m.
v = v0 + gt
= 3 m/s + (9,8 m/s2)(1,5 s)
= 3 m/s + 14,7 m/s
= 17,7 m/s
Kecepatan bola saat ditangkap 17,7 m/s.

v0 = 10 m/s
t =2s
Ditanyakan: h
Jawab:

hmaks = v0t1  gt12






=  
Peluru kedua ditembakkan saat peluru pertama
akan turun.


h2 = v0t2  gt22


h1 =  gt2
Kedua peluru bertemu berarti h1 + h2 = hmaks


v0t2  gt22 +  gt22 = 


v0t2 = 


t2 = 
Waktu yang dibutuhkan adalah
t = t1 + t2


=  + 


= (10 m/s)(2 s)  (9,8 m/s2)(2 s)2


= 20 m 19,6 m
= 0,4 m
Jadi, tinggi yang dicapai benda adalah 0,4 m.
10. Diketahui:

v0 = 80 m/s
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: waktu yang dibutuhkan peluru
pertama bertemu peluru kedua

38

=  

9. Diketahui:

h = v0t  gt 2

= v0(  )  g(  )

Gerak Benda pada Lintasan Lurus

= 
=



 
 

12,2 s
Waktu yang dibutuhkan peluru pertama sejak
ditembakkan hingga bertemu peluru kedua adalah
12,2 s.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: e
Diketahui:
s = 4,0 1013 km
d = 1,4 109 m
d = 7,0 mm
= 7,0 103 m
Ditanyakan: s
Jawab:



= 

Pembacaan skala nonius = 4 0,01 = 0,04 cm.


Diameter dalam = 1,8 cm + 0,04 cm = 1,84 cm.
5. Jawaban: a
Gaya, kecepatan, percepatan, dan momentum
termasuk besaran vektor. Adapun massa, energi
kinetik, energi potensial, suhu, luas, panjang, dan
daya termasuk besaran skalar.
6. Jawaban: a
Panjang pensil


s = s 

= hasil pengukuran
skala terkecil
   

= (4,0 1013 km)    

= (4,0 1013 km)(5 1012)


= 200 km
Jarak antara matahari dan Alpha Centauri pada
gambar adalah 200 km.
2. Jawaban: e


 

Tekanan =  =
=



Dimensi tekanan = [M][L]1[T]2


Usaha = Fs = Nm = (kg m/s2)(m) = kg m2/s2
Dimensi usaha = [M][L]2[T]2
Gaya = ma = kg m/s2
Dimensi gaya = [M][L][T]2
Impuls = F t = (kg m/s2)(s) = kg m/s
Dimensi impuls = [M][L][T]1
Jadi, satuan dan dimensi besaran yang benar
ditunjukkan oleh nomor 2) dan 4).
3. Jawaban: a
V=p t
= (5,6)(3,2)(1,4) cm3
2 ap 2 ap 2 ap

= 25,088 cm3 25 cm3 (2 ap)


Dalam perkalian, jumlah angka penting hasil perkalian
sesuai dengan jumlah angka penting terkecil dari
angka yang dikalikan. Jadi, angka hasil perkalian dibulatkan menjadi dua angka penting, yaitu 25 cm3.
4. Jawaban: d
Pembacaan pada skala utama = 1,8 cm.
Skala nonius yang segaris dengan skala utama
adalah skala keempat.

= 17,6 cm
(0,1 cm)
= 17,6 cm 0,05 cm
= (17,6 0,05) cm
7. Jawaban: e
Pembacaan skala utama
= 4,5 mm
Pembacaan skala nonius = 25 0,01 mm = 0,25 mm
+
Hasil pengukuran
= 4,75 mm

Diameter kawat


= hasil pengukuran
skala terkecil


= 4,75 mm
(0,01 mm)
= (4,75 0,005) mm
8. Jawaban: d
Diameter koin kuno


= hasil pengukuran
skala terkecil


= (1,72
(0,1)) mm
= (1,72 0,005) mm
9. Jawaban: d
Diketahui:
R = m3s1
d =m
p = N/m2 = kg m1s2
l =m
Ditanyakan: satuan h
Jawab:
R =

 


Fisika Kelas X

39

 


Ditanyakan: sudut antara F1 dan R


Jawab:

  



R =



 

= kg m1s1
Jadi, satuan viskositas fluida adalah kg m1s1.
10. Jawaban: b
Satuan jarak adalah meter (m). Jadi, satuan a t
dan b t2 juga m.
at = m
as=m


a =  = m s1
b t2 = m
b s2 = m
b=




= m s2

Jadi, satuan a = m s1 dan b = m s2.


11. Jawaban: c
ph = g h


12. Jawaban: a
Diketahui:
vp = 250 km/jam
va = 90 km/jam
Ditanyakan: v
Jawab:
vp

    



= 14
Untuk mencari sudut dilakukan dengan dalil
sinus sudut.









 








sin =







14. Jawaban: c
Diketahui:
F1
F3

Ditanyakan: F
Jawab:
Fx = F2x + F3x

= F2 = 10 N
= 15 N
= 60

F1






  
   

tan =





= (10)(
) + (15)(
) 10
= 5 + 7,5 10
= 2,5 N

= 
   


265,7 km/jam
= 0,36

tan = 19,8
Kecepatan pesawat 265,7 km/jam dengan arah
19,8.
13. Jawaban: b
Diketahui:
F1 = 6 N
F2 = 10 N
= 60
40


 




= (10) cos 60 + (15) cos 60 10


va

v =

= 0,6186
= 38,21
Sudut antara resultan dengan gaya 6 N adalah
38,21.

=  
(m)


= kg/m s2
= [M][L]1[T]2


 



 

Ulangan Tengah Semester

Fy = F2y + F3y
= (10) sin 60 (15) sin 60


= (10)
 (15)

= 5  7,5 
= 2,5 
F =
=

!
 "



 
 

= 
  
=5N
Jadi, resultan ketiga gaya adalah 5 N.

Ditanyakan: a. s
b. x
Jawab:
x1 = v1t1 = (50 km/jam)(0,5 jam)
= 25 km ke utara
x2 = v2t2 = (60 km/jam)(1 jam)
= 60 km ke barat
s = x1 + x2 = 25 km + 60 km
= 85 km
Jarak yang ditempuh 85 km.

15. Jawaban: c
Diketahui:
# = (  
 ) m
$ = (
   ) m
Ditanyakan: | % |
Jawab:
% = # + $
= (  
 ) m + (
   ) m
= (  
 ) m
|% | =


 

 


  
 

 

x=

  .

Jadi, | % | =

F2 = 10 N
F3 = 15  N
Ditanyakan: R
Jawab:
Y
F1 = 20 N

30

F3 = 15 3 N
F2 = 10 N

FX = F1 cos 30 F3
= 20



 



  

= 


= 65 km
Perpindahan Feri 65 km.
Jadi, jarak dan perpindahan Feri berturut-turut
85 km dan 65 km.

16. Jawaban: b
Diketahui: F1 = 20 N


N(

!
 !

18. Jawaban: d
Diketahui:
vA = 20 m/s
vB = 10 m/s
sAB = 360 m
Ditanyakan: t
Jawab:
sA + sB = sAB
vAt + vBt = 360 m
(20 m/s)t + 10 m/s (t) = 360
20t + 10t = 360
30t = 360
t = 12 sekon
Jadi, mobil A berpapasan dengan mobil B setelah
bergerak 12 sekon.
19. Jawaban: d
10

 ) 15  N

= 5 3 N

10

FY = F1 sin 30 F2


15

= (20 N)(
) 10 N

Jarak = luasan bidang

=0
Jadi, resultan ketiga gaya adalah 5  N di
sumbu X.
17. Jawaban: d
Diketahui:
v1
t1
v2
t2

= 50 km/jam ke utara
= 30 menit = 0,5 jam
= 60 km/jam ke barat
= 1 jam

  

= (25)(5)
= 125
Jadi, jarak yang ditempuh setelah t = 15 s adalah
125 m.

Fisika Kelas X

41

20. Jawaban: a
Diketahui:
a = 8 m/s2
t = 20 s
Ditanyakan: s
Jawab:


s = v0 t +
at 2
=0+

t3 = (50) s (6 + 7 + 5) s
= 32 sekon
s3 = vt2 t3
= (20 m/s)(32 s)
= 640 m
Gerak diperlambat sampai berhenti dalam
waktu 5 sekon (karena berhenti maka vt = 0).
3
Perlambatan:

4)

(8 m/s2)(20 s)2

= (4 m/s2)(400 s2)
= 1.600 m = 1,6 km
Panjang lintasan yang ditempuh pesawat
sepanjang 1,6 km.
21. Jawaban: c
Diketahui:
a1 = 1 m/s2
t1 = 6 s
a2 = 2 m/s2
vt = 20 m/s
2
t4 = 5 s
ttotal = 50 s
Ditanyakan: stotal
Jawab:
Kereta api mengalami empat gerak.
1) Dipercepat dengan a = 1 m/s2 selama 6
sekon.


s1 = v0 t1 +
at 12


2)

= 0 +
(1 m/s2)(6 s)2
= 18 m
Dipercepat dengan a = 2 m/s2, kecepatan
menjadi 20 m/s.
Kita tentukan kecepatan awalnya dari gerak
pertama.
v t = v0 + a1t1
= 0 + (1 m/s2)(6 s)
= 6 m/s
Kecepatan ini menjadi kecepatan awal pada
gerak kedua sehingga:
vt 2 = vt2 + 2a2s2
2

(20 m/s)2 = (6 m/s)2 + 2(2 m/s2)s2


(400 m2/s2) = 36 m2/s2 + (4 m/s2)s2

s2 =

  
 

s2 = 91 m
vt = vt + a2t2
2

(20 m/s) = (6 m/s) + (2 m/s2)t2


t2 =
3)

42

  

 

t2 = 7 s
Gerak dengan kecepatan tetap selama
ttotal (t1 + t2 + t3) = t3

Ulangan Tengah Semester

&
&

a3 =





m/s2

= 4 m/s2


s4 = vt t4 +
a3t 42
2


= (20 m/s)(5 s)
(4 m/s2)(5 s)2
= 100 m 50 m = 50 m
Jarak total dari stasiun A ke stasiun B adalah
s1 + s2 + s3 + s4 = 18 m + 91 m + 640 m + 50 m
= 799 m.
22. Jawaban: c
Diketahui:
h =5m
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: t
Jawab:


h =
g t2

t2 = 
=





 
  




= 1,01 s
Jadi, orang tersebut menyentuh permukaan air laut
setelah 1,01 s.
=

23. Jawaban: c
Diketahui
:
Ditanyakan :
Jawab:
t1 : t2




 :

:1

h1 : h2 = 2 : 1
t1 : t2

Perbandingan waktu jatuh benda pertama dan


benda kedua adalah
: 1.
24. Jawaban: d
Diketahui:
hmaks = 90 m
v t = 0 (kecepatan saat mencapai
ketinggian maksimum = 0)
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: v0
Jawab:
vt2 = v02 2gh
0 = v02 2gh
v02 = 2(9,8 m/s2)(90 m)

v0 =   
v0 = 42 m/s
Jadi, bola dilempar dengan kecepatan 42 m/s.
25. Jawaban: d
Diketahui:
v0 = 7 m/s
v t = 14 m/s
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: y
Jawab:
h1

y = h2 h1
= (10 2,5) m
= 7,5 m
Tinggi awal bola 7,5 m.
26. Jawaban: d
Diketahui:
vA = 25 m/s
vB = 20 m/s
h = 90 m
Ditanyakan: t
Jawab:
hA + hB = h


vAt + vBt = h
(25 m/s)t + (20 m/s)t = 90 m
(45 m/s)t = 90 m
t=2s
Jadi, bola A dan bola B bertemu setelah bergerak
selama 2 sekon.
27. Jawaban: b
Diketahui:
v0 = 19,6 m/s
1
v0 = 28,2 m/s
2
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: h saat benda 1 mencapai ketinggian maksimum
Jawab:
Waktu yang diperlukan benda 1 mencapai titik
tertinggi:
t1 =

h2

(vAt
gt 2) +(vBt +
gt 2) = h




  
  

=2s

Ketinggian maksimum yang dicapai benda 1:




h1 = v0 t1
gt 12
1

Tinggi maksimum dengan v0 = 7 m/s.


v 2 = v02 2 gh1
0 = (7 m/s)2 2(9,8 m/s2) h1

h1 =

  
  

= 2,5 s

vt2 = 2 gh2
h2 =

&

  

  


 


  

= (19,6 m/s)(2 s)
(9,8 m/s2)(2 s) 2
= 39,2 m 19,6 m
= 19,6 m
Ketinggian benda kedua saat benda 1 mencapai
tinggi maksimum:


h2 = v0 t1
gt 12
2


= (28,2 m/s)(2 s)
(9,8 m/s2)(2 s) 2
= 56,4 m 19,6 m
= 36,8 m
Selisih ketinggian antara benda 1 dan benda 2:
h = h2 h1
= (36,8 19,6) m
= 17,2 m
Jadi, jarak antara kedua benda saat benda pertama mencapai tinggi maksimum adalah 17,2 m.

= 10 m

Fisika Kelas X

43

28. Jawaban: c
Diketahui:
h1 = 11,25 m
v0 = 2,2 m/s
g = 10 m/s2
Ditanyakan: t
Jawab:
Setelah melompat, untuk mencapai titik tertinggi
diperlukan waktu:
t1 =





 
  

= 0,22 s

Dari titik tertinggi hingga di permukaan air diperlukan waktu:




t1 =


 
  


 

= 1,5 s

h = v0t
gt2


= (147 m/s)(15 s)
(9,8 m/s2)(15 s)2
= 2.205 m 1.102,5 m
= 1.102,5 m
Jadi, tinggi maksimum peluru 1.102,5 m.
B.

Uraian

1. Mistar tepat digunakan untuk mengukur panjang


pipa. Jangka sorong tepat digunakan untuk
mengukur benda-benda yang panjangnya kurang
dari 10 cm. Jangka sorong sesuai untuk mengukur
diameter dalam gelas dan diameter koin.
Mikrometer tepat digunakan untuk mengukur
benda-benda yang panjangnya kurang dari
2,5 cm. Alat ini sesuai untuk mengukur tebal pipa
dan tebal koin.

2.

t1 = t1 + t2
= (0,22 + 1,5) s
= 1,72 s
Atlet sampai di permukaan air setelah bergerak
selama 1,72 s.
29. Jawaban: b
Diketahui:
a = 3 m/s2
s = 6m
v0 = 0
Ditanyakan: t
Jawab:

s =
at2




 
 


= 2 s

Jadi, waktu yang diperlukan 2 sekon.


30. Jawaban: a
Diketahui:
v0 = 147 m/s
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: hmax
Jawab:
Kecepatan di titik tertinggi = 0.
vy = 0
v0 gt = 0
t =
=



   
  

= 15 s

44

=nR


R = 
=

' 
 
* ;

 <

 
*;

 


*;

= [M][L]2[T]2[N]1[]1
Jadi, dimensi R adalah [M][L]2[T]2[N]1[]1.
3. Diketahui:

s = v0t +
at2

t =




Ulangan Tengah Semester

p = 12,57 m (4 angka penting)


l = 8,02 m (3 angka penting)
Ditanyakan: A
Jawab:
A =p
= 12,57 m 8,02 m
= 100,8114 m2
7 angka penting

Oleh karena angka penting terkecil adalah 3 angka


penting, luas lahan ditulis dalam 3 angka penting.
Jadi, luas lahan adalah 101 m2.
4. Energi potensial gravitasi
E = mgh = kg(m/s2)m = kg m2/s2
Dimensi = [M][L]2[T]2
Energi kinetik


E =
mv2
= kg(m/s)2
= kg(m2/s2)
= [M][L]2[T]2
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa
dimensi energi potensial sama dengan dimensi
energi kinetik.

5. Diketahui: Ls
= 20 m
v s = 4 m/s
va = 3 m/s
Ditanyakan: s
Jawab:

Kecepatan =

v=

7. Diketahui:

va = 100 km/jam
vp = 70 km/jam
s = 7 km
Ditanyakan: t
Jawab:





ta =

  
   

   


= 

s=



 

tp =

 


   
  

33,33 meter
Jadi, jarak yang ditempuh siswa kira-kira sejauh
33,33 meter.
6.

B
1.500 m

300 m

1.700 m

a.



? &@

 
 

= 5,833 m/s
Perpindahan = AD

##
 #V

b.

v10 = v0 + at
= (5 m/s) + (2 m/s2)(10 s)
= 5 m/s + 20 m/s = 25 m/s
Kecepatan mobil saat t = 10 s adalah 25 m/s.

c.

s = v0t +
at 2

   
 


 

= 2.500 m

&



=  m/s2
= 2 m/s2
Percepatan mobil sebesar 2 m/s2.

Kelajuan = >

 
 Q&

a =

=   

Jarak = AB + BC + CD
= (300 + 1.500 + 1.700) m
= 3.500 m

= 5 m/s
= 17 m/s
=6s
a
v10 saat t = 10 s
s pada t = 10 s

v0
vt
t
Ditanyakan: a.
b.
c.
Jawab:

1.500 m

=   
= 0,1 jam
t = tp ta
= (0,1 0,07) jam
= 0,03 jam
= 1,8 menit
Selisih waktu selama 1,8 menit.
8. Diketahui:

300 m

=   
= 0,07 jam

= 5 m/s

= 4,166 m/s.

Jadi, agar Doni tidak terlambat sekolah,


kelajuannya harus 5,83 m/s dan kecepatannya
harus 4,166 m/s.

vs

va

 
 

= (5 m/s)(10 s) +
(2 m/s2)(10 s)2
= (50 + 100) m
= 150 m
Jarak yang ditempuh mobil sejauh 150 m.

Fisika Kelas X

45

9. Diketahui:

h0 = 12 m
v0 = 7,84 m/s
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: h dari tanah
Jawab:

t = 
=

  
  

Tinggi maksimum


h = h0 + v0 t1
gt2


= 50 m + (19,6 m/s)(2 s)
(9,8 m/s2)(2 s)2
= 50 m + 39,2 m 19,6 m
= 69,6 m
Waktu turun


h =
gt2

= 0,8 s


h = v0t
gt 2

t2 =




= (7,84)(0,8)
(9,8)(0,8)2
= 6,272 3,136
= 3,136
Ketinggian bola dari atas tanah
h = h0 + h
= (12 + 3,136) m
= 15,136 m
Jadi, tinggi maksimum bola dari tanah 15,136 m.
10. Diketahui:

h0 = 50 m
v0 = 19,6 m/s
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: v
Jawab:
Waktu mencapai tinggi maksimum

t1 = 
=

  
  

=2s

46

Ulangan Tengah Semester

 

  

=  

= 3,77 sekon
Kecepatan mencapai tanah
v t = gt2
= (9,8 m/s2)(3,77 s)
= 36,946 m/s
36,9 m/s
Jadi, kecepatan batu saat mencapai tanah
36,9 m/s.

Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:


1. menerapkan hukum-hukum Newton tentang gerak untuk menganalisis hubungan gaya, massa, dan gerakan benda pada
gerak lurus;
2. melakukan percobaan untuk menyelidiki hubungan antara gaya, massa, dan percepatan pada gerak lurus.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1. mensyukuri dan mengagumi hubungan keteraturan dan kompleksitas alam terhadap kebesaran Tuhan yang telah
menciptakannya;
2. memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, terbuka, dan kritis dalam aktivitas sehari-hari.

Materi

Hukum I Newton
Hukum II Newton
Hukum III Newton

Pembelajaran Kognitif

Kegiatan Psikomotorik

Kelembaman benda.
Hukum II Newton.
Gaya berat, gaya normal, dan gaya gesek.
Hukum III Newton.

Pengetahuan yang Dikuasai

Menjelaskan peristiwa yang berkaitan dengan hukum I Newton.


Menerapkan persamaan hukum II Newton untuk menganalisis
gerak benda.
Menggambarkan gaya berat, gaya normal, dan gaya gesek
pada diagram benda bebas.
Menjelaskan peristiwa berkaitan dengan hukum III Newton.

Menyelidiki hukum I Newton melalui


kegiatan.
Menyelidiki hukum II Newton pada
gerakan bola.
Menentukan koefisien gesekan antara
balok dengan papan kayu melalui
kegiatan.
Menyelidiki hukum III Newton melalui
kegiatan.

Keterampilan yang Dikuasai

Membuktikan hubungan gaya, massa,


dan percepatan pada gerak lurus.
Menerapkan hukum-hukum Newton
pada peristiwa sehari-hari.

Kemampuan dan Sikap yang Dimiliki

Menjelaskan hukum-hukum Newton untuk menganalisis gerak benda pada garis


lurus.
Mensyukuri dan mengagumi keteraturan dan kompleksitas alam.
Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, terbuka, dan kritis dalam aktivitas sehari-hari.

Fisika Kelas X

47

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: e
Oleh karena benda bergerak dengan kecepatan
konstan maka tidak ada gaya yang bekerja pada benda.
Hal ini sesuai dengan pernyataan hukum I Newton.
2. Jawaban: a
Hukum I Newton membahas sifat kelembaman
benda. Berdasarkan hukum I Newton, benda akan
diam atau bergerak dengan kecepatan tetap apabila
tidak ada gaya yang bekerja pada benda atau
resultan gaya bernilai nol.
3. Jawaban: b
Hukum I Newton menjelaskan tentang benda yang
cenderung mempertahankan keadaannya. Ketika
sebuah benda diam, benda itu akan cenderung tetap
diam. Sebaliknya, jika ada sebuah benda bergerak,
benda itu akan cenderung mempertahankan
gerakannya. Kecenderungan benda yang
mempertahankan keadaannya ini disebut sebagai
kelembaman benda.
4. Jawaban: d
1) Pada hukum Kelembaman Benda, percepatan
benda adalah nol. Sebuah mobil direm hingga
berhenti mempunyai percepatan negatif dan
tidak nol.
2) Sebuah bola ditendang hingga masuk ke
gawang termasuk gerak dipercepat sehingga
mempunyai percepatan tidak nol.
3) Mobil bergerak dengan kecepatan berubahubah mempunyai percepatan berubah-ubah,
kadang positif kadang negatif.
4) Karang di pantai tetap berdiri kokoh selama
ratusan tahun mempunyai percepatan nol.
5) Seseorang berlari dari keadaan diam hingga
kecepatan 15 km/jam mempunyai percepatan
tidak nol.
Jadi, peristiwa yang termasuk konsep hukum
Kelembaman Benda adalah karang di pantai yang
berdiri kokoh selama ratusan tahun.
5. Jawaban: a
Tumpukan koin tetap berdiri meskipun koin
terbawah dikeluarkan. Hal tersebut disebabkan
gaya yang bekerja berlangsung sangat cepat
sehingga tidak memengaruhi tumpukan koin
lainnya. Tumpukan koin memiliki sifat lembam.

48

Dinamika Partikel

6. Jawaban: d
Sifat kelembaman benda dipengaruhi oleh massa
benda. Semakin besar massa benda, sifat
kelembaman benda semakin besar. Akibatnya,
benda semakin sulit digerakkan. Sebaliknya,
semakin kecil massa benda, sifat kelembaman
benda semakin kecil. Akibatnya, benda semakin
mudah digerakkan.
7. Jawaban: d
Hukum I Newton membahas tentang sifat
kelembaman benda, yaitu kecenderungan suatu
benda mempertahankan keadaannya. Pada peristiwa
tersebut, bus yang mula-mula bergerak, direm secara
tiba-tiba hingga berhenti. Penumpang yang berada
di dalam bus akan mempertahankan keadaannya,
yaitu tetap bergerak ke depan. Oleh karena bus
mula-mula bergerak, penumpang akan terdorong ke
depan sesuai arah gerak bus.
8. Jawaban: e
Benda bergerak dengan kecepatan tetap, berarti
percepatan benda nol. Oleh karena itu, F = 0 yang
artinya benda mengalami kelembaman dan
bergerak lurus beraturan.
9. Jawaban: d
Inersia adalah kecenderungan benda untuk tetap
diam atau bergerak lurus dengan kecepatan tetap
sesuai hukum I Newton.
1) Suatu kerangka acuan yang diam artinya
percepatan bernilai nol. Keadaan ini sesuai
hukum I Newton.
2) Kerangka acuan yang diam atau bergerak lurus
berubah beraturan artinya percepatan masih
ada kemungkinan tidak sama dengan nol.
Keadaan ini tidak sesuai hukum I Newton.
3) Kerangka yang bergerak lurus beraturan
dengan kelajuan tetap artinya percepatan
bernilai nol. Keadaan ini sesuai hukum I
Newton.
4) Kecepatannya cenderung berubah sehingga
memiliki percepatan artinya percepatan bernilai
tidak sama dengan nol. Keadaan ini tidak
sesuai hukum I Newton.
10. Jawaban: b
Setiap benda memiliki sifat kelembaman, yaitu
kecenderungan benda mempertahankan
keadaannya. Ketika mobil mainan menabrak batu
bata, mobil mainan akan terhenti, sedangkan boneka
akan terlempar searah dengan gerak mobil semula.
Dengan demikian, boneka terlempar ke utara.

B.

Uraian

1. Berdasarkan hukum I Newton, apabila resultan


gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol,
benda yang mula-mula diam akan tetap diam,
sedangkan benda yang mula-mula bergerak
dengan kecepatan tetap akan tetap bergerak
dengan kecepatan tetap. Oleh karena tidak ada
gaya yang bekerja pada benda, benda tidak
mengalami percepatan (a = 0).
2. Tumpukan koin akan tetap berdiri karena gaya yang
bekerja pada koin terbawah berlangsung sangat
cepat sehingga gaya tersebut hanya berpengaruh
pada koin terbawah. Tumpukan koin tetap berdiri
karena memiliki sifat kelembaman atau inersia.
3. Sifat kelembaman benda disebut juga sifat
kemalasan benda yaitu sifat benda yang cenderung
mempertahankan keadaannya. Jika suatu benda

A.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: e
Hukum III Newton membahas mengenai gaya aksireaksi. Ketika pelari melakukan tolakan terhadap
papan start, pelari memberikan gaya aksi terhadap
papan. Selanjutnya, papan start memberikan gaya
reaksi ke pelari sehingga pelari terdorong ke depan.
2. Jawaban: b
Diketahui:
s = 0,40
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: a
Jawab:
Gaya maksimal yang diberikan mobil pick-up
terhadap lemari es sama dengan gaya gesek
maksimumnya sehingga lemari es tidak bergeser.
fs = F
f s = ma
s N = ma
s (mg) = ma
s g = a
(0,40)(9,8 m/s2) = a
a = 3,92 m/s2
Jadi, percepatan maksimum mobil pick-up sebesar
3,92 m/s2.

diam, maka benda tersebut cenderung untuk terus


diam. Sebaliknya, jika benda bergerak, benda
tersebut cenderung mempertahankan geraknya.
4. Massa merupakan sifat intrinsik suatu benda dan
tidak dipengaruhi oleh lingkungan tempat benda
berada. Massa menjelaskan kuatnya daya tahan
benda untuk menolak terjadinya perubahan dalam
kecepatannya. Semakin besar massa benda,
benda sukar dipercepat atau diubah geraknya.
Sebaliknya, semakin kecil massa benda, benda
akan semakin mudah digerakkan. Dengan
demikian, kelembaman atau inersia benda
ditentukan oleh massa benda.
5. Tujuan memakai sabuk pengaman yaitu agar
pengendara mobil tidak terlempar ke depan ketika
mengerem mendadak atau saat terjadi
kecelakaan. Dengan demikian, pengendara akan
tetap terikat kuat di kursi sehingga tetap aman.

3. Jawaban: b
F2
F1

Licin

Kedua gaya bekerja saling tegak lurus sehingga


resultan gaya F1 dan F2:
FR = FR + F2 =

F12 + F22

Percepatan balok:
F

a = mR =

F12 + F2 2
m

= m F12 + F22

4. Jawaban: b
Diketahui:
a1 = 10 m/s2
m2 = 3m1
Ditanyakan: a2
Jawab:
F1 = F2
m1a1 = m2a2
m1(10 m/s2) = 3m1a2
a2 =

10 m/s 2
3

= 3,3 m/s2
Percepatan truk ketika dimuati barang sebesar
3,3 m/s2.

Fisika Kelas X

49

F = m a
w3 T2 = m3 a
m3 g T2 = m3 a
(10 kg)(9,8 m/s2) T2 = (10 kg)(4,9 m/s2)
98 N T2 = 49 N
T2 = 98 N 49 N
T2 = 49 N
Jadi, tegangan tali T 1 dan T 2 berturut-turut
19,6 N dan 49 N.

5. Jawaban: a
Diketahui:
m1 = 4 kg
m2 = 6 kg
m3 = 10 kg
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: T1 dan T2
Jawab:
T1

m1

T2

m2

T2
m3
w3

6. Jawaban: a
Diketahui:
mA = 30 kg
mB = 10 kg
g = 10 m/s2
Ditanyakan: a
Jawab:

F = m a
w3 = (m1 + m2 + m3) a
m3 g = (m1 + m2 + m3) a
(10 kg)(9,8 m/s2) = (4 kg + 6 kg + 10 kg)a
98 N = (20 kg)a
a=

98 N
20 kg

= 4,9

NA
T
Licin

wA

m/s2

Tegangan tali T1 dihitung dari benda 1.


Diagram benda 1
m1

T1

a =

F = m a
T1 = m1 a = (4 kg)(4,9 m/s2) = 19,6 N
Tegangan tali T2 dapat dihitung dari benda 2 atau
benda 3.
Diagram benda 2
a
m2

T1

T2

F = m a
T2 T1 = m2 a
T2 19,6 N = (6 kg)(4,9 m/s2)
T2 19,6 N = 29,4 N
T2 = 49 N
Diagram benda 3
T2
a

m3

w3

50

Dinamika Partikel

wB

F = m a
wB T + T = (mA + mB)a

=
=

wB
mA + mB
mB
g
mA + mB
10 kg
(30 kg + 10 kg)

(10 m/s2)

= 2,5 m/s2
Jadi, percepatan sistem adalah 2,5 m/s2.
7. Jawaban: a
Diketahui:
m = 20 kg
= 30
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: a
Jawab:
N

30
os
c
mg

30
in
s
mg

30

mg

Gaya yang mengakibatkan benda bergerak:


F = m a
m g sin 30= m a
a = g sin 30
1

a = (9,8 m/s2)( 2) = 4,9 m/s2

Jadi, percepatan balok sebesar 4,9 m/s2.


8. Jawaban: b
Diketahui:
m1 = 6 kg
m2 = 4 kg
= 30
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: a
Jawab:
Percepatan searah dengan w2 ditetapkan bernilai
positif.

F = m a = (300 kg)(1,2 m/s2) = 360 N


Jadi, gaya mesin yang bekerja sebesar 360 N.
10. Jawaban: a
Diketahui:
m = 250 kg
a = 1,5 m/s2
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: T
Jawab:
T
a

mg
N

T
T
m2

w1 sin
30

w2
w1 cos
w1

w1 = m1 g
= (6 kg)(9,8 m/s2)
= 58,8 N
w2 = m2 g
= (4 kg)(9,8 m/s2)
= 39,2 N
Percepatan (a):
F = (m1 + m2) a
w2 w1 sin 1 = (m1 + m2) a
a=
=
=

11. Jawaban: c
Diketahui:
m

w 2 w1 sin 30
m1 + m2

N = w cos

39,2 N (58,8 N) 1
2

(6 kg + 4 kg)

9,8 N
10 kg

9. Jawaban: d
Diketahui:
m = 300 kg
v0 = 6 m/s
Ditanyakan: F
Jawab:
(12 m/s 6 m/s)
5s

w sin
fs

= 0,98
Percepatan bernilai positif sehingga searah dengan
w2 (ke bawah).
Jadi, percepatan yang dialami m 2 sebesar
0,98 m/s2 ke bawah.

= 10 kg

tan = 4
s
= 0,4
Ditanyakan: F
Jawab:
Balok tepat akan bergerak ketika gaya gesek yang
bekerja pada benda bernilai maksimum.
w = mg = (40 kg)(9,8 m/s2) = 392 N

m/s2

a = t =

F = m a
mgT =ma
T =mgma
= (250 kg)(9,8 m/s2) (250 kg)(1,5 m/s2)
= 2.450 N 375 N
= 2.075 N
Jadi, tegangan tali penarik elevator sebesar 2.075 N.

v t = 12 m/s
t = 5 s

= 1,2 m/s2

w cos

Benda tepat akan bergerak sehingga masih berlaku


hukum I Newton (F = 0).
=0
F w sin fs
maks
F = w sin + fs
= (392

3
N)( 5 )

maks

+ s N

= 235,2 N + 0,4(w cos )


4

= 235,2 N + (0,4)(392 N)( 5 )


= 235,2 N + 125,4 N = 360,6 N
Jadi, gaya F sebesar 360,6 N.
Fisika Kelas X

51

12. Jawaban: b
Diketahui:
F = 170 N
m = 40 kg
k = 0,3
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: percepatan benda (a)
Jawab:
F = m a
F fk = m a
F = 70 N
F kN = m a
fk
F k m g = m a
a =
=

T sin 30

4 kg

mg

Fx = 0
T cos 30 fs
=0
maks

T cos 30 = 58,8 N

170 (0,3)(40)(9,8)
40

m/s2

52,4

53

= 53
sin 53 = 0,8

m=

58,8 N
0,86

T sin 30
g
1

Fx
F
53
Fy

Fy = 0
N Fy w = 0
N = Fy + w
= F sin 53 + m g
= 10 N(0,8) + (6 kg)(9,8 m/s2)
= 8 N + 58,8 N
= 66,8 N
Jadi, gaya normal yang bekerja pada benda 66,8 N.
14. Jawaban: d
Diketahui:
mA = 15 kg
s = 0,4
g = 9,8 m/s2
= 30
Ditanyakan: m
Jawab:
Sistem tepat akan bergerak ketika gaya gesek
bernilai maksimum.
fs
= s NA
maks
= s mA g
= (0,4)(15 kg)(9,8 m/s2)
= 58,8 N

Dinamika Partikel

58,8 N
cos 30

= 68,37 N
Fy = 0
T sin 30 m g = 0
T sin 30 = 58,8 N

Jadi, percepatan benda 1,31 m/s2.

T=

= 40 m/s2 = 1,31 m/s2

52

maks

F k m g

13. Jawaban: e
Diketahui:
m = 6 kg
F = 10 N
Ditanyakan: N
Jawab:

T cos 30

fs

30

(68,37 N)( 2 )
9,8 m/s

= 3,488 3,5
Jadi, massa m sebesar 3,5 kg.
15. Jawaban: e
Diketahui:
m = 65 kg
g = 9,8 m/s2
a = 2 m/s2
Ditanyakan: N
Jawab:
Berat semu merupakan gaya normal yang
dikerjakan lantai lift pada benda.
N
a

F = m a
Nw =ma
N =w+ma
=mg+ma
= (65 kg)(9,8 m/s2) + (65 kg)(2 m/s2)
= 637 N + 130 N
= 767 N
Jadi, berat semu Riko di dalam lift sebesar 767 N.

16. Jawaban: b
Diketahui:
mA = 4 kg
mB = 6 kg
Ditanyakan: T1 : T2
Jawab:
NA

NB
T1

Jawab:
Balok bergerak dipercepat maka berlaku:
F = m a
Fx fk = m a
F cos 45 k N = m a

mC = 5 kg
F = 30 N

NC
T2

k =
F

=
wA

wB

wC

F = m a
F = (mA + mB + mC)a
30 N = (4 kg + 6 kg + 5 kg)a
30 N = (15 kg)a
a=

30 N
15 kg

Diagram bebas benda A


a
T1

F = m a
T1 = mA a
= (4 kg)(2 m/s2)
=8N
Diagram bebas benda C
C

T2

F = m a
F T2 = mC a
30 N T2 = (5 kg)(2 m/s2)
30 N T2 = 10 N
T2 = 30 N 10 N = 20 N
T1 : T2 = 8 : 20 = 2 : 5.
Jadi, perbandingan tegangan tali antara T1 dan T2
adalah 2 : 5.
17. Jawaban: e
Diketahui:
F = 178 N
a = 2 2 m/s2
N
fk

45

Ditanyakan:

Fx = F cos 45

(178)( 2 2) (20)(2 2)
(20)(9,8)

89 2 40 2
196

49 2
196

= 4 2
Jadi, koefisien gesekan antara balok dan lantai
1
4

= 2 m/s2

F cos 45 ma
N

2.

18. Jawaban: c
Diketahui:
mA = 10 kg
mB = 30 kg
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: aB
Jawab:
Oleh karena mB lebih besar daripada mA, benda B
turun sedangkan benda A naik.
Benda A
F = m a
T wA = mA aA
T = wA + mA aA
. . . (1)
Benda B
F = m a
wB 2T = mB aB
wB 2(wA + mA aA) = mB aB
wB 2wA 2mA aA = mB aB . . . (2)
Jarak tempuh A dua kali jarak tempuh B sehingga
hubungan percepatan A dan B sebagai berikut.
sA = 2sB
1
a t2
2 A

= 2( 2 aB t 2)

aA = 2aB
Dengan demikian, persamaan 2 dapat ditulis
sebagai berikut.
wB 2wA 2mA (2aB) = mB aB
(30)(9,8) 2(10)(9,8) 2(10)(2aB)= (30)aB
294 196 40aB = 30aB
98 = 70aB
aB = 1,4
Jadi, percepatan benda B sebesar 1,4 m/s2.

Fisika Kelas X

53

Menghitung N harus memperhatikan gaya-gaya


ke arah sumbu Y.

19. Jawaban: a
Diketahui:
mA = 20 kg
mB = 9 kg
s = 0,3
A
s = 0,4
C
g = 9,8 m/s2

Fy = 0
N F sin m g = 0
N = F sin + m g = (200 N)(0,6) + (20 kg)(9,8 m/s2)
= 120 N + 196 N
= 316 N

Ditanyakan: mC
Jawab:
Koefisien gesekan statis antara balok C dengan
balok A lebih besar daripada koefisien gesekan
statis antara balok A dengan lantai. Dengan
demikian, balok A akan bergeser dari lantai terlebih
dahulu sebelum balok C bergeser dari balok A.

Gaya gesekan statis maksimum.


fs
= sN
maks
= (0,5)(316 N)
= 158 newton
Gaya gesekan kinetik.
f k = (0,3)(316 N)
= 94,8 newton

NA

Oleh karena gaya horizontal (Fx = 160 N) lebih besar


dari gaya gesekan statis maksimum (fs = 158 N),

C
A
fs

maks

wC

maks

maka benda berada dalam keadaan bergerak.


Gaya gesek yang bekerja pada benda bergerak
adalah gaya gesek kinetis sebesar 94,8 N.

wA
B

B.

1. Diketahui:

wB

wB fs

F = 0
=0

maks

wB s NA
C
mB g s (mA + mC) g
s (mA + mC) g
(0,3)(20 + mC)
6 + 0,3mC

Uraian

=0
=0
= mB
=9
=9

F1 = 10 N
F2 = 25 N
a1 = 0,2 m/s2
Ditanyakan: a2
Jawab:
m1 = m1
F1
a1

20. Jawaban: a
Diketahui:
m = 20 kg
F = 200 N
k = 0,3
sin = 0,6
s = 0,5
cos = 0,8
Ditanyakan: gaya gesekan (f)
Jawab:
Gaya horizontal
Fx = F cos = (200 N)(0,8) = 160 N
F cos

F sin

F2
a2

25 N

10 N
0,2 m/s 2

mC = 0,3
mC = 10
Jadi, massa balok C minimal 10 kg.

= a
2

a2 =

25 N
10 N

(0,2 m/s2)

= 0,5 m/s2
Jadi, percepatan yang dialami kotak kayu sebesar
0,5 m/s2.
2. Diketahui:

mA = 4 kg
mB = 6 kg
k = 0,2
g = 9,8 m/s2
a = 1,5 m/s2
Ditanyakan: F
Jawab:
N

a = 1,5 m/s2

F
fk
mg

wA

wB

54

Dinamika Partikel

Gaya kontak dihitung dari balok B.

F
F fk wB
F
F

= (mA + mB) a
= (mA + mB) a
= fk + wB + (mA + mB) a
= N + mB g + (mA + mB) a
= mA g + mB g + (mA + mB) a
= (0,2)(4)(9,8) + (6)(9,8) + (4 + 6)(1,5)
= 7,84 + 58,8 + 15
= 81,64
Jadi, gaya yang diperlukan 81,64 N.
mA = 10 kg
mB = 30 kg
F = 120 N
Ditanyakan: a. a
b. FAB
Jawab:
a. Gaya-gaya yang bekerja pada balok sebagai
berikut.

B
FAB

F = m a
FAB = mB a
= (30 kg)(3 m/s2)
= 90 N
Jadi, gaya kontak kedua balok 90 N.

3. Diketahui:

G
a

m1 = 4 kg
m2 = 4 kg
m3 = 2 kg
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: a
Jawab:
a. Gaya-gaya yang berpengaruh terhadap
gerakan sistem sebagai berikut.

4. Diketahui:

B
F

T1

A
FBA

b.

T2

m2

FAB
T1

FAB dan FBA adalah gaya kontak yang bekerja


pada benda A dan B. Kedua gaya tersebut
merupakan pasangan aksi-reaksi.
F = m a
F FBA + FAB = (mA + mB)a
F = (mA + mB)a
a=

G
a

T2

m1

m3

Oleh karena m1 > m3, percepatan sistem


searah dengan w1.
F = m a
w1 w3 = (m1 + m2 + m3)a
m1g m3g = (m1 + m2 + m3)a

F
(mA + mB )
120 N
(10 kg + 30 kg)

= 3 m/s2
Jadi, percepatan sistem 3 m/s2.
Gaya kontak dapat dihitung dari dua buah
benda.
Dihitung dari balok A.

a =

(m1 m3 )
(m1 + m2 + m3 )

(4 kg 2 kg)

= (4 kg + 4 kg + 2 kg) (9,8 m/s2)


= 1,96 m/s2

F
FBA

F FBA = mA a
FBA = F mA a
= 120 N (10 kg)(3 m/s2)
= 120 N 30 N
= 90 N

b.

Jadi, percepatan sistem 1,96 m/s2 searah w1.


T1 dihitung dari m1
T1

G
a

F = m a
w1 T1 = m1 a
T1 = m1(g a)

w1

= 4 kg (9,8 m/s2 1,96 m/s2)


= 31,36 N

Fisika Kelas X

55

T2 dihitung dari m3
T2

G
a

F = m a
T2 w3 = m3 a
T2 = m3 (g + a)

Jadi, T1 = 31,36 N, sedangkan T2 = 23,52 N.


5. Diketahui:

m = 100 kg
= 37
k = 0,3
t =2s
sin 37 = 0,6
cos 37 = 0,8
Ditanyakan: s
Jawab:
N
fk

mg

sin

37

mg cos 37
mg

FBA

T2 = 2 kg (9,8 m/s2 + 1,96 m/s2)


= 23,52 N

w3

Gaya kontak pada balok digambarkan sebagai


berikut.

FAB
FCB

FBC

FAB dihitung dari balok A.


a
F
FBA

F FAB = mA a
FAB = F mA a
= 48 N (20 kg)(0,8 m/s2)
= 48 N 16 N
= 32 N
FBC dihitung dari balok C.
a

37

F = m a
mg sin 37 fk = m a
mg sin 37 k m g cos 37 = ma
(g sin 37 k g cos 37) = a
a = (9,8 m/s2)(0,6) (0,3)(9,8 m/s2)(0,8)
= 5,88 m/s2 2,352 m/s2 = 3,528 m/s2
1

s = 2 a t2
1

= 2 (3,258 m/s2)(2 s)2


= 7,056 m
Jadi, jarak tempuh peti setelah 2 sekon sejauh
7,056 m.
6. Diketahui:

mA = 20 kg
mB = 25 kg
mC = 15 kg
F = 48 N
Ditanyakan: FAB : FBC
Jawab:
F = m a
F = (mA + mB + mC)a
a =
=
=

56

F
(mA + mB + mC )

48 N
(20 kg + 25 kg + 15 kg)
48 N
= 0,8 m/s2
60 kg

Dinamika Partikel

FBC

=ma
FBC = mC a = (15 kg)(0,8 m/s2) = 12 N
FAB
FBC

32 N

= 12 N = 3
Jadi, perbandingan gaya kontak FAB : FBC adalah
8 : 3.
g = 9,8 m/s2
t = 10 s

7. Diketahui:

F = 248 N
m = 100 kg
k = 0,1
Ditanyakan: a. s2
b. ttotal
Jawab:
Waktu 10 sekon pertama
N

F
fk
mg

F = m a1
F fk = m a1
F k m g = ma1
248 (0,1)(100)(9,8) = 100a1
248 98 = 100a1
150 = 100a1
a1 = 1,5
v t = v0 + a1 t1
= 0 + (1,5 m/s2)(10 s) = 15 m/s
Setelah gaya F dihilangkan

Fx

Fy = F sin 30 = (150 N)( 2 ) = 75 N

F = 0
N w Fy = 0
N = Fy + w
= 75 N + 300 N
= 375 N
Jadi, gaya normal yang bekerja pada balok
sebesar 375 N.
9. Diketahui:

mA = 3 kg
mB = 7 kg
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: a dan T
Jawab:
Oleh karena mB > mA, benda mB bergerak ke
bawah dan mA bergerak ke atas.
T1

0 = 152 + 2(0,98)s2
225

8. Diketahui:
w = 300 N
Ditanyakan: a. N jika ada F 1 = 50 N dan
F2 = 100 N
b. N jika ada F = 150 N dengan
arah 30 terhadap horizontal
Jawab:
a.
N
F1

F2

Fy

fk

s2 = (1,96) = 114,8 m
Jadi, balok menempuh jarak sejauh 114,8 m
setelah gaya F dihilangkan.
v t = v0 + a2 t2
0 = 15 0,98t2
t2 = 15,3 s
ttotal = t1 + t2 = 10 s + 15,3 s = 25,3 s
Jadi, lama balok bergerak 25,3 s.

T2

a
B

A
wA = mAg

Pada benda bermassa 7 kg berlaku:


Fy = mB a
T mB g = mB a . . . . (2)
Dari persamaan (1) dan (2):
T mA g = mA a
T mB g = mB a

(mB mA)g = (mA + mB)a

=
F = 0
N w F1 F2 = 0
N = w + F1 + F2
= 300 N + 50 N + 100 N
= 450 N
Jadi, gaya normal yang bekerja pada balok
sebesar 450 N.

wB = mBg

Pada benda bermassa 3 kg berlaku:


Fy = mA a
T mA g = mA a . . . . (1)

a=

30

v = 15 m/s

F = m a2
fk = m a2
m g = 100a2
(0,1)(100)(9,8) = 100a
98 = 100a
a = 0,98
vt2 = v02 + 2a2 s2

b.

(mB m A )
(mB + m A )
(7 3)
(7 + 3)

(9,8 m/s2)

= 3,92 m/s2
Jadi, percepatan sistem 3,92 m/s2.
T mA g = mA a
T = mA (a + g)
= (3 kg)(3,92 m/s2 + 9,8 m/s2)
= 41,16 N
Jadi, tegangan tali sebesar 41,16 N.
Fisika Kelas X

57

10. Diketahui:

m1 = 10 kg
m2 = 20 kg
m3 = 10 kg
cos 37 = 0,8
F = 200 N
Ditanyakan: T1 : T2
Jawab:
Gaya-gaya yang memengaruhi gerakan benda
sebagai berikut.
F

T1

m1

m2

T2

m3

37

F cos 37
(m1 + m2 + m3 )

m1

(200 N)(0,8)

160 N

= 40 kg
= 4 m/s2

F = m a
T1 = m1 a
= (10 kg)(4 m/s2)
= 40 N
T2 dihitung dari m3
a
T2

m3

T1
T2

F cos 37

40 N

= 120 N = 3
Jadi, perbandingan T1 : T2 adalah 1 : 3.

Pilihan Ganda

1. Jawaban: d
Pasangan aksi-reaksi yang berada pada sistem
sebagai berikut.
1) Balok mengerjakan gaya pada meja (FMB)
sebagai gaya aksi, kemudian meja
mengerjakan gaya pada balok (FBM) sebagai
gaya reaksi. Gaya yang dikerjakan meja pada
balok disebut juga gaya normal (FBM = N).
2) Bumi menarik balok ke bawah sebagai gaya
aksi. Gaya ini disebut juga gaya berat (w).
Reaksi dari gaya berat yaitu balok menarik
bumi (FBB).
FBM = N

w
FMB

FBB

Dengan demikian, pernyataan yang benar sebagai


berikut.
1) Gaya normal dan gaya berat bekerja pada
balok.
2) Gaya normal dan gaya berat bukan pasangan
aksi-reaksi karena bekerja pada benda yang
sama.
3) Gaya normal dikerjakan meja pada balok.
4) Gaya berat dikerjakan bumi pada balok (bumi
menarik balok ke bawah).
2. Jawaban: d
Diketahui:
mA = 2 kg
mB = 3 kg
F = 20 N
Ditanyakan: gaya kontak kedua balok
Jawab:
F = m a
F = (mA + mB)a
a =
=

(1) Pasangan aksi-reaksi


meja dan balok

58

T1

F = m a
F cos 37 T2 = m3 a
T2 = F cos 37 m3 a
= (200 N)(0,8) (10 kg)(4 m/s2)
= 160 N 40 N
= 120 N

= (10 kg + 20 kg + 10 kg)

A.

F cos 37

Tinjau benda I
F = m a
F cos 37 + T1 T1 + T2 T2 = (m1 + m2 + m3)a
a =

T1 dihitung dari m1

Dinamika Partikel

(2) Pasangan aksireaksi balok dan bumi

F
(mA + mB )

20 N
(2 kg + 3 kg)

= 4 m/s2

Gaya kontak kedua benda memiliki nilai yang


sama.
a
F
FBA

FAB

Diagram gaya pada benda A sebagai berikut.


a
F
FBA

Koefisien gesekan statis selalu lebih besar


daripada koefisien gesekan kinetis (s > k). Akan
tetapi, gaya gesek statis memiliki nilai yang tidak
tetap. Besar gaya gesek statis bergantung pada
gaya tarik yang diberikan pada benda dan akan
mencapai maksimum pada saat benda tepat akan
bergerak.
5. Jawaban: b
Gaya-gaya yang bekerja pada kardus mi instan
sebagai berikut.
Kardus bergerak di atas bidang miring kasar
sehingga gaya gesek yang bekerja adalah gaya
gesek kinetis.
N

F = m a
F FBA = mA a
FBA = F mA a
= 20 N (2 kg)(4 m/s2)
= 20 N 8 N
= 12 N
Jadi, gaya kontak yang bekerja antara balok A dan
B sebesar 12 N.
3. Jawaban: e
Diketahui:
m = 2.000 kg
a = 1 m/s2
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: T
Jawab:
T

F = m a
Tw=ma
T=w+ma
= m (g + a)
= (2.000 kg)(9,8 m/s2 + 1 m/s2)
= 21.600 N
Jadi, tegangan kabel penggantung elevator
sebesar 21.600 N.
4. Jawaban: e
Gaya gesek terjadi saat dua buah permukaan
saling bersentuhan. Gaya gesek selalu
menghambat gerak benda karena berlawanan
dengan arah gerak benda. Gaya gesek yang
bekerja saat benda diam disebut gaya gesek statis
(fs). Adapun gaya gesek yang bekerja setelah
benda bergerak dinamakan gaya gesek kinetis (fk).

fk
w

sin

w cos
w

. . . (1)
fk = k N
Oleh karena kardus bergerak dengan kecepatan
tetap, hukum I Newton berlaku pada gerak
tersebut.
F = 0
Fx = 0
w sin fk = 0
w sin = fk
. . . (2)
Fy = 0
N w cos = 0
N = w cos
. . . (3)
Jadi, persamaan yang benar adalah w sin = fk.
6. Jawaban: c
Pernyataan 1) salah karena pernyataan tersebut
bukan merupakan peristiwa berdasarkan hukum
Newton, melainkan peristiwa relativitas (gerak
relatif).
Pernyataan 2) benar karena meskipun mesin telah
dimatikan, perahu masih memiliki kecepatan awal
sehingga masih tetap bergerak beberapa saat
setelah dimatikan.
Pernyataan 3) salah karena benda yang bergerak
memiliki dua kemungkinan gerakan, yaitu bergerak
lurus dengan kelajuan tetap (GLB) ataupun
bergerak lurus berubah beraturan (GLBB). Apabila
benda bergerak lurus beraturan (GLB), resultan
gaya yang bekerja pada benda sama dengan nol
(F = 0). Hal ini sesuai dengan hukum I Newton.

Fisika Kelas X

59

Apabila benda bergerak lurus berubah beraturan,


maka benda memiliki percepatan. Adanya
percepatan pada benda mengindikasikan bahwa
ada gaya yang bekerja pada benda. Hal ini sesuai
dengan hukum II Newton (F = ma).
Pernyataan 4) benar karena gaya normal dan gaya
tarik bumi (gaya berat) bukan pasangan aksi-reaksi.
Hal ini karena kedua gaya bekerja pada benda yang
sama (balok).
Jadi, pernyataan yang benar adalah nomor 2) dan 4).
7. Jawaban: b
Diketahui:
m = 50 kg
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: N
Jawab:
N

F sin 30
30

Supaya benda tepat akan bergerak, gaya gesek


bernilai maksimum (fs
= N) dan Fx = 0.
maks

= s N
maks
= s m g cos 37
= 0,3(5 kg)(10 m/s2)(0,8)
= 12 N
f = 0
F w sin 37 fs = 0
F = w sin 37 + fs

fs

maks

= m g sin 37 + fs

maks

F = 100 N
= 30

= (5 kg)(10 m/s2)(0,6) + 12 N
= 30 N + 12 N
= 42 N
Jadi, gaya F minimal supaya benda tepat akan
bergerak adalah 42 N.
10. Jawaban: d

F cos 30

m1

T
m2

w1 sin 30
w

30

N + F sin 30 w = 0
N = w F sin 30
N = m g F sin 30
1

= (50 kg)(9,8 ,m/s2) (100 N)( 2 )

= 490 N 50 N
= 440 N
Jadi, besar gaya normal yang dikerjakan lantai pada
benda sebesar 440 N.
8. Jawaban: a
T

T > w sehingga benda bergerak


ke atas dengan percepatan
tetap.

9. Jawaban: e
Diketahui:
m = 5 kg
s = 0,3
sin 37 = 0,6
cos 37 = 0,8
Ditanyakan: F
N

w sin 37
w cos 37
fs

60

Dinamika Partikel

w2 sin 37
37

Oleh karena balok dalam keadaan seimbang,


persamaan yang berlaku adalah F = 0.
F = 0
w1 sin 30 w2 sin 37 = 0
m1 g sin 30 m2 g sin 37 = 0
m1 g sin 30 = m2 g sin 37
m1 (0,5) = m2 (0,6)
m1 = 1,2m2
Jadi, hubungan antara m 1 dan m 2 adalah
m1 = 1,2m2.
11. Jawaban: d
Diketahui:
m = 70 kg
a = 1,2 m/s2
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: N
Jawab:
F = m a
Nw = ma
N= w + ma
= m g + ma
= m(g + a)
= 70 kg(9,8 m/s2 + 1,2 m/s2)
= 770 N
Jadi, gaya tekan lantai terhadap Desta 770 N.
12. Jawaban: d
Diketahui:
s = 0,25
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: a

fs = F
s N = ma
s (mg) = ma
s g = a
(0,25)(9,8 m/s2) = a
a = 2,45 m/s2
Jadi, percepatan maksimum laju mobil pick-up
sebesar 2,45 m/s2.
13. Jawaban: c
Diketahui:
mA = 4 kg
s = 0,25
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: mB
Jawab:
N
fs

maks

= s N
= 0,4(47,04 N)
= 18,816 N
= 18,8 N
f k = k N
= 0,3 (47,04 N)
= 14,112 N 14,1 N
Nilai w sin 37 > fs
sehingga kardus bergerak
maks
turun. Dengan demikian, gaya gesek yang bekerja
adalah gaya gesek kinetis sebesar 14,1 N.
fs

Jawab:

maks

15. Jawaban: b
Diketahui:
m1 = 400 g = 0,4 kg
m2 = 200 g = 0,2 kg
F =6N
Ditanyakan: a
Jawab:
F = ma
F = (m1 + m2) a
a =

6N

wA

= (0,4 + 0,2)

B
mB g

mB g T + T fs

F = 0
=0

maks

mB g = s mA g
mB(9,8 m/s2) = (0,25)(6 kg)(9,8 m/s2)
mB = 1,5 kg
Jadi, massa balok B sebesar 1,5 kg.
14. Jawaban: b
Diketahui:
m = 6 kg
s = 0,4
sin 37 = 0,6
k = 0,3
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: f
Jawab:
N
f
w sin 37
37

w cos 37
w

N = m g cos 37
= (6)(9,8)(0,8) N
= 47,04 N
w sin 37 = m g sin 37
= (6)(9,8)(0,6) N
= 35,28 N

F
( m1 + m2 )

= 10 m/s2
Jadi, percepatan sistem sebesar 10 m/s2.
16. Jawaban: b
Diketahui:
w1 = m1 g = 10(9,8) N = 98 N
w2 = m2 g = 30(9,8) N = 294 N
Ditanyakan: s
Jawab:
a =

w 2 w1
(m1 + m2 )

(294 N 98 N)
(10 kg + 30 kg)

196 N
40 kg

T
m1

= 4,9 m/s2
s = v0 t +

1
2

w1

a t2

T
m2
w2

= 0 + 2 (4,9 m/s2)(2 s)2


= 9,8 m
Jarak yang ditempuh benda m2 dalam 2 s pertama
sejauh 9,8 m.
17. Jawaban: e
T1

60
T1x

T2

30
T2x
w = (5)(9,8) = 48 N

Fisika Kelas X

61

Komponen gaya pada sumbu X:


T1 cos 60 T2 cos 30 = 0
1
1
T 2
2 1

3 T2 = 0

T1

3 T2 = 0

T1 =
T1
T2

Jawab:
vt2 = v02 + 2 a s
0 = (30)2 + 2a (200)
400a = 900
a = 2,25 (tanda negatif menunjukkan mobil
mengalami perlambatan)
F=ma
= (2.500 kg)(2,25 m/s2)
= 5.625 N
Gaya yang harus diberikan 5.625 N.

3 T2

3
1

Jadi, perbandingan T1 : T2 adalah

3 : 1.

18. Jawaban: e
Diketahui:
sistem dalam keadaan setimbang
sehingga berlaku persamaan sinus
Ditanyakan: mA : mB
Jawab:

20. Jawaban: c
Diketahui:
wA = 100 N
wB = 150 N
= 30
Ditanyakan: gaya gesekan (s)
Jawab:
T
A

90 T
B
150

TA

sin

wA
30

wC

Oleh karena gesekan antara tali dengan katrol


diabaikan maka T sebanding dengan m.
Persamaan sinus:
TA
sin 150

TA
sin 150

B
= sin 120

TA
1
2

TA
TB
wA
wB
mA
mB

=
=
=

mB =

fs

maks

A
w w

wB

= T wA sin 30
= 150 N (100 N) sin 30
= 150 N 50 N
= 100 N

1
3
1

fs

maks

fs

maks

= s N
= s wA cos 30
1

100 = s (100)( 2 3 )

3
1

s =

3 mA

Dinamika Partikel

maks

TB
3

19. Jawaban: a
Diketahui:
v0 = 30 m/s
m = 2.500 kg
s = 200 m
Ditanyakan: F

fs

0 B
s3
co

= 150 N (100 N)( 2 )

1
2

Jadi, pernyataan yang benar adalah mB =

62

maks

TB
sin (360 (150 + 90))
T

30

F = 0
Fy = 0
T wB = 0
T = wB = 150 N
Fx = 0
fs
+ wA sin 30 T = 0

wB

wA

100
50 3

= 3 3
2

Jadi, koefisien gesekan statis sebesar 3 3 .


3 mA.

B.

Uraian

1. Diketahui:

m = 400 g = 0,4 kg
g = 9,8 m/s2
F =5N
sin 37 = 0,6
Ditanyakan: N

Jawab:
Gaya-gaya yang bekerja pada mobil mainan
N

F sin 37

F cos 37

Mobil hanya bergerak dalam arah horizontal


sehingga Fy = 0.
N + F sin 37 w = 0
N = w F sin 37
= m g F sin 37
= (0,4 kg)(9,8 m/s2) (5 N)(0,6)
= 3,92 N 3 N = 0,92 N
Jadi, gaya normal yang bekerja pada mobil mainan
0,92 N.
N
k
a
g
Ditanyakan: F
Jawab:

= w = 980 N
= 0,5
= 0,1 m/s2
= 9,8 m/s2

980 N
9,8 m/s 2

= 100 kg
F = m a
2F fk = m a
2F k N = m a
F=
=
=

4 m/s 0
5s

= 0,8 m/s2
F = m a
F fk = m a
F = fk + m a
= k N + m a
= k m g + m a
= (0,2)(2.000)(9,8) + (2.000)(0,8)
= 3.920 + 1.600
= 5.520
Jadi, gaya dorong yang diperlukan 5.520 N.
4. Diketahui:

mA = 2 kg
mB = 4 kg
mC = 1 kg
g = 9,8 m/s2

Ditanyakan: a.
b.
Jawab:

a
T1 dan T2
NB
T2

T1
F

T2

F
wA

wB

wC

fk

k N + m a
2
(0,5)(980 N) + (100 kg)(0,1m/s2 )
2
490 N + 10 N
2

= 250 N
Jadi, gaya rata-rata yang dikerahkan tiap-tiap anak
sebesar 250 N.
3. Diketahui:

v t v 0

m = g

a =

37

2. Diketahui:

Jawab:

m = 2.000 kg
g = 9,8 m/s2
k = 0,2
v = 4 m/s
t =5s
Ditanyakan: F

Besar tiap-tiap gaya adalah:


wA = mA g
= (2 kg)(9,8 m/s2)
= 19,6 N
NB = wB = mB g
= (4 kg)(9,8 m/s2)
= 39,2 N
wC = mC g
= (1 kg)(9,8 m/s2)
= 9,8 N
a.

Berat A lebih besar daripada berat B sehingga


A turun, B bergerak ke kiri, dan C naik.
F = m a
wA wC = (mA + mB + mC)a
(19,6 N) 9,8 N = (2 kg + 4 kg + 1kg)a
9,8 N = (7 kg)a
a =

9,8 N
7 kg

= 1,4 m/s2
Jadi, percepatan sistem 1,4 m/s2.

Fisika Kelas X

63

b.

T1 dihitung dari benda A

a =

T1
a

19,6 N T1 = (2 kg)(1,4 m/s)


19,6 N T1 = 2,8 N
T1 = 16,8 N

F k (N1 + N2 )
(m1 + m2 )

F k (m1 + m2 )g
(m1 + m2 )

200 0,2(10 + 30)(9,8)


(10 + 30)

200 78,4
40

121,6
40

= 3,04
Jadi, percepatan sistem 3,04 m/s2.

T2 dihitung dari benda C


T2

(m1 + m2 )

wA

F = m a
wA T1 = mA a

F (fk1 + fk2 )

b.

Gaya kontak dapat dihitung dari m1 maupun


m2.
Gaya kontak dapat dihitung dari m1.
a

wC

F = m a
T2 wC = mC a

F21
fk

T2 9,8 N = (1 kg)(1,4 m/s)


T2 = 9,8 N + 1,4 N
= 11,2 N

F = m a

F21 fk = m1 a
1

F21 = fk + m1 a
1

Jadi, tegangan tali T1 dan T2 berturut-turut


16,8 N dan 11,2 N.
m1 = 10 kg
m2 = 30 kg
k = 0,2
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: a. a
b. F12
Jawab:
a.

5. Diketahui:

F12
1

F = m a
F fk fk = (m1 + m2)a
1

64

Dinamika Partikel

F12

fk

= (0,2)(10)(9,8) + (10)(3,04)
= 19,6 + 30,4
= 50
Gaya kontak dapat dihitung dari m2.

F21

= k m1 g + m1 a

fk

fk

F = m a
F F12 fk = m2 a
2
F12 = F fk m2 a
2
= F k m g m2 a
= 200 (0,2)(30)(9,8) (30)(3,04)
= 200 58,8 91,2
= 50
Jadi, gaya kontak kedua balok sebesar 50 N.

6. Diketahui:

m = 50 kg
N = 430 N
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: a
Jawab:
w = (50 kg)(9,8 m/s2) = 490 N
Oleh karena w > N, lift bergerak ke bawah.
Persamaan yang berlaku sebagai berikut.
wN =ma
a=

mg N
m

490 N 430 N
50 kg

= 1,2 m/s2

Jadi, percepatan gerak lift 1,2 m/s2 ke bawah.


7. Diketahui:

w = 400 N
= 30
Ditanyakan: a. N
b. N
Jawab:
a.
N

8. Benda dikenai dua gaya dengan arah berlawanan


sebesar F1 = 200 N dan F2 = 150 N. Setelah
12 sekon, F1 dihilangkan, sedangkan F2 tetap
bekerja pada benda. Apabila massa benda 20 kg,
tentukan:
a. lama benda bergerak sebelum berbalik arah;
b. jarak tempuh sebelum benda berbalik arah.
Jawaban:
Diketahui:
F1 = 200 N
F2 = 150 N
t1 = 12 s
m = 20 kg
Ditanyakan: a. ttotal
b. x
Jawab:
Gerak benda 10 sekon pertama:
a

w sin 30
w cos 30

a1 =

Fy = 0
N w cos 30 = 0
N = w cos 30

= 200 3 N
Jadi, gaya normal pada peti 200 3 N.
b.

F1 F2
m
200 N 150 N
20 kg

= 2,5 m/s2

= (400 N)( 2 3 )

F1

F = m a1
F1 F2 = m a1

30

F2

v0 = 0
vt = v0 + a t
1
= 0 + (2,5 m/s2)(12 s)
= 30 m/s
1

s1 = 2 at 2
1

w sin 30
w cos 30
30

= 2 (2,5 m/s2)(12 s)2


= 180 m
Setelah F1 dihilangkan:
v0 = 30 m/s

Fy = 0
N w cos 30 F = 0
N = w cos 30 + F

F2

= (400 N)( 2 3 ) + 100 3 N


= 200 3 N + 100 3 N
= 300 3 N
Jadi, gaya normal peti ketika ditekan oleh
gaya 100 3 N menjadi 300 3 N.

F = m a2
F2 = m a2
F

a2 = m2
150 N

= 20
= 7,5 m/s2

Fisika Kelas X

65

Benda akan berhenti terlebih dahulu sebelum


berbalik arah.
v t = v0 a1 t2
0 = 30 7,5t2
t2 =

30
7,5

=4

F = m a
T1 = m1 a
= (2 kg)(4,9 m/s2)
= 9,8 N
T2 dihitung dari m3

T2

s2 = v0 t2 2 a 2t 22

F = m a
w3 T2 = m3 a

= (30)(4) 2 (7,5)(4)2
= 120 60
= 60
ttotal = t1 + t2
= 12 s + 4 s
= 16 s
stotal = s1 + s2
= 180 m + 60 m
= 240 m
Jadi, benda bergerak selama 16 s sebelum berbalik
arah dan jarak total benda 240 m.
9. Diketahui:

m1 = 2 kg
m2 = 2 kg
m3 = 4 kg
g = 9,8 m/s2

Ditanyakan: a, T1, T2
Jawab:
Gaya-gaya yang memengaruhi gerak benda
sebagai berikut.
T1

m1

m2

T2

T2 = w3 m3 a
= (4)(9,8) N (4)(4,9) N
= 19,6 N

w3

Jadi, T1 = 9,8 N dan T2 = 19,6 N.


10. Diketahui:

F = 30 N
m1 = 5m
m2 = 3m
a = 1,5 m/s2

Ditanyakan: m, F12
Jawab:
F = m a
F = (m1 + m2)a
30 = (5m + 3m)(1,5)
30 = 12m
30

m = 12 = 2,5
Jadi, nilai m = 2,5 kg.
a
F21

F12

Licin

F12 = F21
F = m a
w3 = (m1 + m2 +m3)a
a =
=

w3

w3
(m 1 + m2 + m3 )
(4 kg)(9,8 m/s 2 )
(2 kg + 2 kg + 4 kg)

= 4,9 m/s2
Jadi, percepatan sistem 4,9 m/s2.
T1 dihitung dari m1
m1

66

T1

Dinamika Partikel

F12 dihitung dari m2


a
F12

F = m a
F12 = m2 a
= 3m a
= 3(2,5 kg)(1,5 m/s2)
= 11,25 N
Jadi, gaya kontak kedua balok 11,25 N.

Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:


1.
menganalisis besaran fisika yang terkait dengan gerak melingkar benda;
2.
menjelaskan penerapan gerak melingkar dalam teknologi.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1.
bersikap disiplin dan berhati-hati dalam kehidupan sehari-hari;
2.
berpikiran terbuka dan kritis terhadap suatu masalah.

Materi
Gerak Melingkar

Pembelajaran Kognitif

Besaran dalam gerak melingkar.


Besaran yang terkait gerak melingkar beraturan.
Hubungan besaran-besaran dalam gerak dua roda.

Kegiatan Psikomotorik

Pengetahuan yang Dikuasai

Menjelaskan besaran dalam gerak melingkar benda.


Menghitung besaran yang terkait gerak melingkar
beraturan.
Menghitung besaran yang terkait gerak dua roda yang
saling berhubungan.

Mencari informasi mengenai penerapan gerak melingkar


dalam teknologi.
Mendiskusikan penerapan gerak melingkar dalam
teknologi.
Melakukan kegiatan untuk mengetahui besaran-besaran
dalam gerak melingkar.

Keterampilan yang Dikuasai

Menyajikan informasi tentang penerapan gerak melingkar


dalam bentuk makalah.
Mengungkapkan pendapat.

Kemampuan dan Sikap yang Dimiliki

Mampu menjelaskan jenis-jenis gerak melingkar beserta besaran-besaran yang


terkait.
Disiplin, berhati-hati, terbuka, dan berpikiran kritis.

Fisika Kelas X

67

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
Persamaan kecepatan linear adalah v = R.
adalah kecepatan sudut (rad/s).
R adalah jari-jari lingkaran (m).
Berdasarkan persamaan di atas, besaran yang
memengaruhi nilai kecepatan linear adalah
kecepatan sudut dan jari-jari roda.
2. Jawaban: e
Diketahui:
R = 20 cm = 0,2 m
v = 2 m/s
Ditanyakan: as
Jawab:

as =

v2
R

(2 m/s)2
0,2 m

4 m2/s2
0,2 m

2 R

2(2 m)

T = v = 3 m/s = 1,3 s
Jadi, periode gerakan benda 1,3 s.
6. Jawaban: e
Diketahui:
R = 80 cm = 0,8 m
30 putaran

f = 60 sekon = 2 Hz
Ditanyakan: v
Jawab:
v=R
= (2 f )R
1

= 600 rpm
600

= 60 putaran/sekon
= 10 putaran/sekon
= 10 Hz
Jari-jari (R) = 8 cm = 0,8 m
Ditanyakan: v
Jawab:
= 2 f
= 2 (10 Hz) = 20 Hz
v =R
= (20 Hz)(0,8 m) = 1,6 m/s
Jadi, kecepatan linear di titik tersebut 1,6 m/s.
4. Jawaban: c
Diketahui:
= 15 rad/s
D = 100 cm
1

R = 2 D = 50 cm = 0,5 m
Ditanyakan: as
Jawab:
as = 2 R
= (15 rad/s)2(0,5 m)
= 112,5 2 m/s
Jadi, percepatan sudut sebesar 112,52 m/s.

68

2 R

v= T

= 2 ( 2 Hz)(0,8 m) = 0,8 m/s

as = 20 m/s2
Jadi, percepatan sentripetal roda 20 m/s2.
3. Jawaban: c
Diketahui:
f

5. Jawaban: b
v = 3 m/s
Diketahui:
R =2m
Ditanyakan: T
Jawab:

Gerak Melingkar

Jadi, kecepatan linear sebesar 0,8 m/s.


7. Jawaban: b
Diketahui:
= 20 rad/s
1

R = 2 D = 2 (90 cm) = 45 cm = 0,45 m


t = 5 menit = 300 sekon
Ditanyakan: s
Jawab:
v =R
s=vt
= (20 rad/s)(0,45 m)
= (9 m/s)(300 s)
= 9 m/s
= 2.700 meter
Jadi, panjang lintasan yang telah ditempuh selama
5 menit adalah 2.700 meter atau 2,7 km.
8. Jawaban: a
1)

2)

Dari persamaan a s =

v2
R

, berarti besar

percepatan sentripetal pada setiap lintasan


tergantung kecepatan linear dan jari-jari
lintasan.
Arah vektor percepatan sentripetal selalu
menuju pusat lingkaran, sedangkan vektor
kecepatan linear selalu searah dengan
lintasannya. Jadi, arah vektor percepatan
sentripetal selalu tegak lurus dengan vektor
kecepatan linear.

9. Jawaban: c
Diketahui:
m = 500 g = 0,5 kg
v = 3 m/s
R = 100 cm = 1 m

Fs = m

v2
R

Fs = (0,5 kg)

(3 m/s)2
1m

= 4,5 N
Jadi, gaya sentripetal yang terjadi sebesar 4,5 N.
10. Jawaban: b
Diketahui:
m2 = 10m1
v1 = v2
R1 = R2
Ditanyakan: Fs : Fs
1
2
Jawab:
Fs1
Fs2
Fs1
Fs2
Fs1
Fs2

= 10 rad/s
R = 15 cm = 0,15 m
Ditanyakan: as
Jawab:
as = 2 R
= (10 rad/s)2(0,15 m)
= (1002 rad2/s2)(0,15 m)
= 152 m/s2
Jadi, percepatan sudut di titik X sebesar 152 m/s2.

2. Diketahui:

Ditanyakan: Fs
Jawab:

m1(v1)2R1
m2(v2)2R2
m

= 10m1
1
= 1

R = 25 cm = 0,25 m
f = 120 putaran/menit
= 2 Hz
Ditanyakan: v
Jawab:
v=R
= (2 f )R
= 2(2 Hz)(0,25 m)
= 1 m/s
Jadi, kecepatan linear suatu titik di pinggir roda
sebesar m/s.

3. Diketahui:

v = 20 m/s
R = 10 cm = 0,1 m
Ditanyakan: T
Jawab:

4. Diketahui:

10

Jadi, perbandingan nilai gaya sentripetal adalah


1 : 10.
B. Uraian

v = 2R

1. Diketahui:

= 960 rpm
=

960 putaran
60 sekon

= 16 putaran/sekon
= 16 Hz
R = 5 cm = 0,05 m
R 1 = 0,025 m
2

Ditanyakan: vR 1
2
Jawab:
= 2 f
= 2 (16 Hz) = 32 Hz
Kecepatan:
v = R1
2

= (32 Hz)(0,025 m)
= 0,8 m/s
Jadi, kecepatan linear di titik tersebut sebesar
0,8 m/s.

T
2R
T =
v
2(0,1 m)
=
20 m/s

= 0,01 s
Jadi, periode putaran benda sebesar 0,01 sekon.

m = 100 g = 0,1 kg
v = 10 m/s
R = 300 cm = 3 m
Ditanyakan: Fs
Jawab:

5. Diketahui:

Fs = m

v2
R

= (0,1 kg)

(10 m/s)2
3m

= 3,3 N
Jadi, gaya sentripetal sebesar 3,3 N.

Fisika Kelas X

69

A. Pilihlah jawaban yang tepat!


1. Jawaban: c
Diketahui:
RP = 25 cm
RQ = 30 cm
P = 20 2 rad/menit

Ditanyakan: vC
Jawab:
Roda A dan B dihubungkan dengan tali sehingga
vA = vB
ARA = BRB
A
B

40 rad

Ditanyakan: Q
Jawab:
vP = vQ
PRP = QRQ
P
Q
0,67
Q

= 60 sekon = 0,67 rad/s

A =

30

= 25

1,6 rad/s =

25

Q = 30 0,67
Q = 0,56 rad/s
Jadi, kecepatan sudut roda Q sebesar 0,56 rad/s.
2. Jawaban: e
1

RX = 2 (40 cm) = 20 cm = 0,2 m


1

RY = 2 (30 cm) = 15 cm = 0,15 m


X = 3 rad/s
Ditanyakan: vY
Jawab:
vY = vX
= XRX
= (3 rad/s)(0,2 m)
= 0,6 m/s
Jadi, kecepatan linear roda Y = 0,6 m/s.
3. Jawaban: a
Diketahui:
RA = 50 cm = 0,5 m
RB = 40 cm = 0,4 m
RC = 20 cm = 0,2 m

RB

RC
RA

B = 60 2 rad/menit
= 120 rad/menit
=

70

0,4 m

= 0,5 m
A = 1,6 rad/s
Roda A dan C sepusat, sehingga
A = C

RQ
RP

Diketahui:

A
2 rad/s

= RB
A

120 rad
60 sekon

Gerak Melingkar

= 2 rad/s

vC
RC
vC
0,2 m

vC = 0,32 m/s
Jadi, kecepatan linear roda C sebesar 0,32 m/s.
4. Jawaban: d
Diketahui:
2 = 50 rad/s
n1 = 10
n2 = 20
Ditanyakan: 1
Jawab:
n1
n2

2
1

1 = 2

n2
n1

20

= (50) 10 rad/s

1 = 100 rad/s
Jadi, kecepatan putar roda pertama 100 rad/s.
5. Jawaban: a
Kedua lempeng yang berbentuk lingkaran mempunyai titik pusat sama. Jika keduanya diputar,
sudut pusat yang ditempuh sama sehingga nilai
kecepatan sudut keduanya sama. Jadi, P = Q.
6. Jawaban: a
Kedua roda saling terkait sehingga ketika roda Y
berputar, roda X ikut berputar. Busur lingkaran yang
ditempuh kedua roda sama sehingga nilai
kecepatan linear sama. Jadi, vX : vY = 1 : 1.
7. Jawaban: e
R1 : R2 = 3 : 4
Diketahui:
Ditanyakan: 1 : 2

Jawab:
v1 = v2
1R1 = 2R2
1
2
1
2

RP
RQ

R2
R1

= 3
1 : 2 = 4 : 3
Jadi, perbandingan kecepatan sudut roda kecil dan
roda besar adalah 4 : 3.
8. Jawaban: e
Laju linear berbanding lurus dengan kecepatan
sudut () roda penggerak. Dengan demikian, laju
linear v berbanding terbalik dengan banyak gigi
roda penggerak. Artinya dengan kecepatan kayuh
yang sama, roda penggerak yang memiliki gigi
paling sedikit menghasilkan kelajuan terbesar.
9. Jawaban: a
Kedua roda yang dihubungkan oleh tali mempunyai
titik putar yang berbeda. Hal ini menyebabkan
perbedaan nilai kecepatan sudut kedua roda.
Namun, kecepatan linear kedua roda sama besar.
10. Jawaban: a
Diketahui:
nA = 12
nB = 36
Ditanyakan: A
Jawab:
A
B

nB
nA

36
A = 3B
12

30
2
=
15
1

RP : RQ = 2 : 1
Jadi, perbandingan RP : RQ adalah 2 : 1.
RA = 40 cm
RB = 30 cm
RC = 20 cm

3. Diketahui:

fC =

30
Hz = 0,5 Hz
60

C = 2f
= 2 0,5 = rad/s
Ditanyakan: vA dan vB
Jawab:
vB = vC
BRB = CRC
(B)(30) = (20)
B =

20
2
=
30
3

A = B
vA = ARA
= BRA
2
3

= ( )(40) =

80
cm/s
3

2
3

RX = 5 cm = 0,05 m
RY = 15 cm = 0,15 m
vY = 5 m/s
Ditanyakan: vX
Jawab:
X = Y

vX =

Q
P

= ( )(30) = 20 cm/s

1. Diketahui:

vB = BRB

B. Uraian

vX
RX

Jawab:
vP = vQ
PRP = QRQ

vY
RY
RX
v
RY Y
0,05
0,15

(5) m/s

vX = 1,67 m/s
Jadi, kecepatan linear roda X sebesar 1,67 m/s.
P = 15 rad/s
Q = 30 rad/s
Ditanyakan: RP : RQ

2. Diketahui:

Jadi, kecepatan tangensial roda A dan roda B


berturut-turut

80
cm/s dan 20 cm/s.
3

RA = 50 cm = 0,5 m
RB = 20 cm = 0,2 m
A = 25 rad/s
Ditanyakan: B
Jawab:
vA = vB
ARA = BRB

4. Diketahui:

B =
=

ARA
RB
(25)(0,5)
0,2

= 62,5 rad/s
Jadi, kecepatan sudut roda B 62,5 rad/s.
5. Diketahui:

RA = 6 cm = 0,06 m
A = 30 rad/s
B = 12 rad/s
Fisika Kelas X

71

Ditanyakan: RB
Jawab:
vA = vB
ARA = BRB

RB =

30

Jawab:
v

1. Jawaban: c
1) Syarat benda melakukan gerak melingkar
beraturan adalah besar kecepatan sudut ()
tetap.
2) v = R, karena R selalut tetap, v juga tetap.
2. Jawaban: a
Definisi frekuensi adalah banyaknya putaran yang
dapat dilakukan suatu benda dalam selang waktu
1

1 sekon. Satuan frekuensi adalah hertz atau s .


Frekuensi disimbolkan dengan f. Definisi yang
benar ditunjukkan pada pilihan a.
3. Jawaban: b
Diketahui:
jari-jari = R
R = 2R
T = Ek
Ditanyakan: perubahan gaya sentripetal
Jawab:

Fs =
Fs =

mv 2
2R

1 mv 2
= 0,5 Fs
2 R

Jadi, gaya sentripetal yang bekerja pada benda


0,5 kali gaya semula.
4. Jawaban: a
f = 900 rpm
Diketahui:
R = 20 cm = 0,2 m
Ditanyakan: v
Jawab:
v =R

5. Jawaban: a
1

Diketahui:
R2 = 4 R
Ditanyakan: 2

Gerak Melingkar

v
R2
v

= R 2 =
=

1
R
4

= 4 R = 4
1

Jadi, jika tali diperpendek menjadi 4 kali, kelajuan


sudut menjadi 4.
6. Jawaban: d
Diketahui:
as = 8as
Ditanyakan:
Jawab:

as =

v2
R2

(R )2
R

as
as

( )2 R
2 R

8as
as

( )2
2

= 2R

( )2 = 8 2

8 2

= 2 2
Jadi, kecepatan sudut roda setelah dipercepat
sebesar 2 2 kali semula.
7. Jawaban: d
Diketahui:
m = 50 g
= 2 rad/s
R = 100 cm = 1 m
Ditanyakan: as
Jawab:

as =

900

= 2 f R = 2 60 s (0,20 m) = 6 m/s
Jadi, kecepatan linear suatu titik di tepi gergaji 6 m/s.

72

RA

= 12 (0,06 m)
= 0,15 m
Jadi, panjang jari-jari roda B adalah 0,15 m.

A. Pilihan Ganda

mv 2
R

A
B

v2
R
(R )2
R

= 2R

= (2 rad/s)2(1 m) = 4 m/s2
Jadi, percepatan sentripetal balok sebesar 4 m/s2.
8. Jawaban: c
Diketahui:
v = 18 km/jam = 5 m/s
R = 25 cm = 0,25 m

Ditanyakan: , as
Jawab:

12. Jawaban: a
Jarum P: 1 kali putaran dalam 12 jam.
1

5 m/s

Jarum Q: 1 kali putaran dalam 1 jam.

v2
R
(5 m/s)2
(0,25 m)

1
(12)(3.600 s)

fj =

= 0,25 m = 20 rad/s

as =

1
12 jam

= R

= 43.200 Hz

fm = 3.600 Hz
Jarum R: 1 kali putaran dalam 60 detik.

= 100 m/s2

Jadi, = 20 rad/s dan as = 100 m/s2.


9. Jawaban: a
Diketahui:
f

fd = 60 Hz
= 2f
2

= 300 putaran per menit

j = 43.200 = 21.600 21.600 =


2

m = 3.600 = 1.800 21.600 = 12

d = 60 = 30 21.600 = 720
Jadi, perbandingan kecepatan jarum P, Q, dan R
yaitu 1 : 12 : 720.

R = 2D
= 2 10 cm = 5 cm = 0,05 m
Ditanyakan: v
Jawab:
Kecepatan tangensial sama dengan kecepatan
linear
v = R
= 2 f R
300

= 2 60 s (0,05 m) = 0,5 m/s


Jadi, kecepatan tangensial ujung kipas 0,5 m/s.
10. Jawaban: a
Diketahui:
n =2
t = 120 s
Ditanyakan: T, f
Jawab:
t

13. Jawaban: c
v = 40 km/jam = 11,11 m/s
Diketahui:
R = 9 inci = 9 2,54 = 22,86 cm
= 0,2286 m
Ditanyakan: f
Jawab:
v

= R
v
2f = R
v

f = 2R
=

11,11
(2)(3,14)(0,2286)

= 7,74 Hz

Jadi, frekuensi yang harus dimiliki sebesar 7,74 Hz.

T= n

14. Jawaban: e
Diketahui:
B = 20 rad/s

120 s
= 60 s
2
1
f = T

= 60 s = 0,017 Hz = 1,7 102 Hz


Jadi, periode lari Riza 60 s dan frekuensi larinya
1,7 102 Hz.
11. Jawaban: d
Diketahui:
D = 0,8 m
1

R = 2 D = 0,4 m

= 216 ( 180 ) radian = 1,2 radian


Ditanyakan: x
Jawab:
x = R
= (0,4 m)(1,2)
= 0,48 m
= 1,5072 m 1,51 m
Jadi, jarak tempuh partikel di tepi roda kira-kira
1,51 meter.

DA = 3 DB
Ditanyakan: A
Jawab:
Kedua roda saling bersinggungan sehingga
memiliki kelajuan linear yang sama.
vA = vB
A RA = B RB
A =

B RB
RA
1

B 2 DB
1
D
2 A

(20 rad/s) 21 DB
1 1
( )D
2 3 B

= 60 rad/s

Jadi, kecepatan sudut roda A 60 rad/s.


15. Jawaban: b
Diketahui:
RA = 20 cm
RB = 8 cm
RC = 4 cm
B = 10 rad/s
Fisika Kelas X

73

Ditanyakan: C
Jawab:
Roda A dan B satu poros sehingga memiliki
kecepatan sudut yang sama.
A = B = 10 rad/s
Roda A dan C dihubungkan dengan sabuk
sehingga memiliki kelajuan linear yang sama.
vA = vC
A RA = C RC
ARA
RC

C =

(10 rad/s)(20 cm)


(4 cm)

= 50 rad/s

Jadi, kecepatan sudut roda C sebesar 50 rad/s.


16. Jawaban: c
Diketahui:
RA = 25 cm
RB = 15 cm
RC = 40 cm
60

fC = 60 rpm = 60 s = 1 Hz
Ditanyakan: A
Jawab:
Roda B dan C dihubungkan dengan sabuk
sehingga memiliki kecepatan linear yang sama.
vB = vC
Roda A dan B bersinggungan sehingga memiliki
kecepatan linear yang sama pula.
vA = vB
Ketiga roda memiliki kecepatan linear yang sama.
vA = vB = vC
vA = vC
A RA = C RC
A =
=

CRC
RA
2 fCRC
RA

2 (1 Hz)(40 cm)
(25 cm)

= 3,2 rad/s

Jadi, kecepatan sudut roda A 3,2 rad/s.


17. Jawaban: c
Diketahui:
RP = 5 cm
RQ = 10 cm
vP = 2 m/s
Ditanyakan: vQ
Jawab:
P = Q
vP
RP

vQ =
=

vQ
RQ
RQv P
RP
(10)(2)
(5)

= 4 m/s

Jadi, kecepatan putar roda Q 4 m/s.

74

Gerak Melingkar

18. Jawaban: b
Diketahui:
nI = 20
nII = 10
Ditanyakan: I : II
Jawab:
II
I

nI
nII

20
II = 2I
10

19. Jawaban: b
Hubungan roda-roda yang bersinggungan laju linear
kedua roda sama.
v1 = v2 atau 1R1 = 2R2
20. Jawaban: a
Diketahui:
m = 1 kg
= 6
= 7,3 105
r = 6,4 106
Ditanyakan: F dan w
Jawab:
F = m2R, kilogram standar m = 1 kg
= m2r cos
= (1)(7,3 105)2(6,4 106) cos 6
= 3,39 102 kg
= 3,4 102 N
Bila bumi tidak berotasi w = mg = 9,8 N, berarti
g = 9,8 m/s2.
Percepatan sentripetal:
a = 2 r cos
= 3,39 102 m/s2
B. Uraian
1. Diketahui:

= 1.200 rpm
=

1.200 putaran
60 sekon

= 20 putaran/sekon = 20 Hz
R = 15 cm = 0,15 cm
Ditanyakan: vR
Jawab:
= 2 f
= 2(20 Hz) = 40 Hz
Kecepatan
v = R
= (40 Hz)(0,15 cm) = 6 m/s
Jadi, kecepatan putar kipas 6 m/s.

= 5 rad/s
R = 10 cm = 0,1 m
Ditanyakan: as
Jawab:
as = 2 R
= (5 rad/s)2(0,1 m)
= 252 (rad/s)2 (0,1 m) = 2,52 m/s2
Jadi, percepatan sentripetal roda tersebut 2,52 m/s2.

2. Diketahui:

R = 30 cm = 0,3 m
v = 108 km/jam = 30 m/s
Ditanyakan:
Jawab:
v = R

3. Diketahui:

= R
30 m/s
0,3 m

= 100 rad/s
Jadi, kecepatan sudut roda 100 rad/s.
4. Diketahui:
Banyak putaran tiap menit = 150 rpm
Ditanyakan: a. f
b. T
c.
d. v R = 200 mm
Jawab:
putaran

putaran

putaran

150 rpm = 150 menit = 150 60 sekon = 2,5 sekon


a. Frekuensi (f) adalah banyak putaran yang
dilakukan benda dalam satu sekon.
putaran

f = 2,5 sekon = 2,5 Hz


Jadi, frekuensi roda katrol 2,5 Hz
1

T = f = 2,5 Hz = 0,4 s
Jadi, periode roda katrol 0,4 s.
= 2f
= 2(2,5 Hz) = 5 rad/s
Jadi, besar kecepatan sudut roda katrol 5 rad/s.
Jari-jari R = 200 mm = 2,0 101 m
v = R
= (5 rad/s)(2,0 101) = m/s
Jadi, laju linearnya m/s.

b.
c.

d.

t = 5 menit = 300 sekon


n = 30 putaran
Ditanyakan: T dan f
Jawab:
Periode:

5. Diketahui:

T=
=

Waktu tempuh
Jumlah putaran
300 sekon
= 10
30 putaran

T= f

f = T = 10 sekon = 0,1 Hz
Jadi, nilai periode dan frekuensi berturut-turut 10
sekon dan 0,1 Hz.
6. Diketahui:

n1 = 3,5n5
f = 2.000 rpm
v1 = 5,0 m/s
Ditanyakan: kelajuan mobil (v5)
Jawab:
Banyak gigi pada persneling satu 3,5 banyak
gigi pada persneling lima.

7. Diketahui:

n1 = 3,5 n5 atau

f = 55 putaran per sekon = 55 Hz


R = 8,0 cm = 8 102 cm
m = 15,0 gram = 15 103 kg

n1
n5

= 3,5

Kecepatan putaran roda gigi berbanding terbalik


dengan banyak giginya.
1
5

n5
n1

= 3,5

Laju linear mobil sekarang dengan kecepatan sudut


roda penggerak beban.
v5 = 3,5v1
= (3,5)(5,0 m/s) = 17,5 m/s
Jadi, kelajuan mobil pada persneling kelima adalah
17,5 m/s.
8. Diketahui:

sekon

Frekuensi:

Ditanyakan: a. as
b. F
Jawab:
a. Frekuensi didefinisikan sebagai banyak
putaran per sekon. Jadi, f = 55 Hz.
Jari-jari R = 8,0 cm = 8,0 102
as = 2R dengan = 2f
as = (2f )2 R
= (2)(55 Hz)2(8,0 102 m)
= 9,6 103 m/s2
Jadi, pecepatan sentripetal tabung uji sebesar
9,6 103 m/s2.
b. Massa total isi tabung uji m = 150,0 g
= 1,5 102 kg
Gaya yang harus ditahan oleh dasar tabung
(F ) adalah:
F = ma
= (1,5 102 kg)(9,6 103 m/s2)
= 144 N
Jadi, gaya yang ditahan dasar tabung sebesar
144 N.

RA = 9 cm
RB = 3 cm
50

RC = cm
RD = 5 cm
A = rad/s
vA = vB
Ditanyakan: D
Jawab:
ARB = BRB B =
B = 3 rad/s

ARA
RB

(9)

= 3 rad/s

Fisika Kelas X

75

B = C
C = 3 rad/s
vC = vD
CRC = DRD
50

(3)( ) = D(5)
5D = 150
150

D = 5
= 30
Jadi, kecepatan sudut roda D sebesar 30 rad/s.

RA = 20 cm
RB = 8 cm
RC = 16 cm
RD = 8 cm
D = 36 rad/s
Ditanyakan: A
Jawab:
Kecepatan linear roda D:
vD = D RD
= (36 rad/s)(8 cm)
= 288 cm/s

9. Diketahui:

76

Gerak Melingkar

vB = vC = vD = 288 cm/s
A = B =

vB
RB

288 cm/s
= 36 rad/s
8 cm

Jadi, kecepatan linear roda A sebesar 36 rad/s.


10. Diketahui:
f = 10f
Ditanyakan: Fs
Jawab:
v = R = 2 fR

Fs =

mv2
R

m (2 f R )2
R

Fs = m 4 2 f 2R
m 4 2f 2R

Fs
Fs

= m 4 2f 2R

Fs
Fs

f2
(10 f )2

Fs
Fs

f2
100 f 2

F s = 100 Fs
Jadi, gaya sentripetal benda menjadi 100 kali gaya
sentripetal semula.

A. Pilihan Ganda
1.

Jawaban: e
Massa jenis () satuannya kg/m3.
Percepatan gravitasi (g) satuannya m/s2.
Jari-jari pipa kapiler (r) satuannya m.
Ketinggian zat cair (y) satuannya (m).
cos tanpa satuan.




Jadi, satuan tegangan permukaan adalah


2.

3.

4.


 

= (kg/m3)(m/s2)(m)(m) =


.


Jawaban: d
Diameter kelereng
Skala tetap = 1,9 cm
Skala nonius = 6 0,01 cm = 0,06 cm
Diameter kelereng
= skala tetap + skala nonius
= 1,9 cm + 0,06 cm
= 1,96 cm
= 1,96 102 m
Jadi, diameter kelereng adalah 1,96 102 m.

=k

1 = 2




[M] + [L]1 3 + 2[T]2

+=1



+=1




1 3 + 2 = 0

1 3(  )

1 

 


  
      
  

  
      
    

= 16,189 1020
= 1,6 1021 N
Jadi, besar gaya tarik-menarik antara matahari
dan planet Mars adalah 1,6 1021 N.
5.

Jawaban: b

JG
 = 20 m
JG
= 15 m
1 cm = 5 m
JG
Ditanyakan: 
Jawab:
JG
JG


 = 1 cm
Diketahui:

= 4 cm
JG

= 1 cm

[M][T]1 = ([M][L]1[T]2)([M][L]3)([L]2)
[M][T]1

Jawaban: a
Diketahui:
G = 6,67 1011 Nm2 kg2
mm = 6,42 1023 kg
mM = 2,0 1030 kg
R = 230 juta km
= 2,3 108 km
= 2,3 1011 m
Ditanyakan: F
Jawab:
F=

Jawaban: a
Dalam mengerjakan kegiatan tersebut digunakan
analisis dimensi.
Dimensi dari massa adalah [M].
Dimensi dari waktu adalah [T].
Dimensi dari tekanan adalah [M][L]1[T]2
Dimensi dari massa jenis adalah [M][L]3.
Dimensi dari luas adalah [L]2.



Jadi, nilai , , dan berturut-turut adalah  ,  ,



dan
.

+ 2 = 0

= 3 cm
JG
 =   + 

+ 2 = 0

 + 

 = 5

2 = 

4 cm

cm

JJG


3 cm

JG

Jadi, panjang resultan sebesar 5 cm.

Fisika Kelas X

77

6. Jawaban: a
Y

JJG
 = 2 N

F2y

F3x
JJG
 = 1 N

60

30
F3y

JJG
F2x  = 2 N

JJG

= 2 N

10. Jawaban: a
Kecepatan adalah besaran vektor.

Fx = F1 + F2x + F3x

Kecepatan =

= 2 N + (2 N)(cos 60) (1 N)(cos 30)




= 2 N + (2 N)(  ) (1 N)(   )
= 2 N + 1 N 0,86 N
= 2,14 N
Fy = F2y + F3y + F4
= (2 N)(sin 60) (1 N)(sin 30) 2 N


= 2 N(   ) (1 N)(  ) 2 N
= (1,72 0,5 2) N
= 0,78 N
Komponen vektor gaya pada sumbu X dan
sumbu Y Fx = 2,14 N dan Fy = 0,78 N.
7. Jawaban: e
JG
= * + ;
=

    +   

   +   

  

tan = =
*




=  

= (180 30)
= 150 karena terletak di kuadran II.
8. Jawaban: b
  &<

12 km/jam

cos =   &<
= 0,8
15 km/jam
37

Sudut penyimpangan sepeda sebesar 37.

78

Ulangan Akhir Semester


!"

=   = 0,4 m/s
Kelajuan adalah besaran skalar.
$

Kelajuan = !" =  ! =   = 4 m/s


11. Jawaban: b
Diketahui:
vQ
vP
tQ
tP
Ditanyakan: a
Jawab:

a =  =

%

% 

= 5 m/s
= 3 m/s
=5s
=2s

  &

=   

=  m/s2

Jadi, percepatan benda  m/s2.


12. Jawaban: d
Diketahui:
v0 = 90 km/jam = 25 m/s
a = 2 m/s2
vt = 0
Ditanyakan: s
Jawab:
vt2 = v02 + 2as

= 10 cm
Arah B
Bx bertanda () dan By bertanda (+), berarti sudut
terletak di kuadran II.
;

9. Jawaban: d
Jarak merupakan besaran skalar dan digambarkan dengan garis beranak panah. Nilai jarak
rumah Fadli dan sekolah 1.000 m. Perpindahan
merupakan besaran vektor dan digambarkan
dalam garis lurus dari rumah Fadli ke sekolah
sebesar 100 m. Jadi, jarak dan perpindahan
berturut-turut 1.000 m dan 100 m.

2as = vt2 v02


s=

! 



 &



=  &  =
m = 156,25 m
Jadi, jarak yang ditempuh sampai berhenti
156,25 m.
13. Jawaban: a
Diketahui:
mA = 5 kg
mB = 4 kg
F = 45 N
Ditanyakan: FAB
Jawab:
F = m a
F = (m1 + m2)a
a=


 +  

'
 +
 

= 5 m/s2

Gaya kontak kedua balok digambarkan sebagai


berikut.
a
F

B
FAB

FBA

= (10 kg)(9,8 m/s2) + (200 N)(  )

FAB = FBA
Gaya kontak dihitung dari benda B.
F = m a
FAB = mB a
FAB
FAB = (4 kg)(5 m/s2)
= 20 N
Jadi, gaya kontak antara balok A dan B sebesar
20 N.
14. Jawaban: b
Diketahui:
mA = 4 kg
mB = 6 kg
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: a dan T
Jawab:
Oleh karena mB > mA, B turun sedangkan A naik.
a=
=

 
 +  


 

 +  

16. Jawaban: b
Diketahui:

m = 4 kg
s = 0,4
g = 9,8 m/s2
sin 37 = 0,6
cos 37 = 0,8
Ditanyakan: F
Jawab:
Diagram gaya pada balok sebagai berikut.
N

(9,8 m/s2)

15. Jawaban: d
Diketahui:
F

m
g
Ditanyakan: N
Jawab:

Fy

= 98 N + 100 N
= 198 N
Jadi, gaya normal pada balok sebesar 198 N.

= 1,96 m/s2
a
Tegangan tali dihitung dari
balok A.
F = m a
T wA = mA a
T = wA + mA a
wA
= mA (g + a)
= (4 kg)(9,8 m/s2 + 1,96 m/s2)
= 47,04 N
Jadi, percepatan sistem dan tegangan tali
berturut-turut 1,96 m/s2 dan 47,04 N.

Fy = 0
N w Fy = 0
N = w + Fy
= mg + F sin 30

= 200 N
= 30
= 10 kg
= 9,8 m/s2

n
si

37

fs

w cos
w

F = 0
F w sin fs = 0
F = mg sin 37 + mg cos 37
= (4 kg)(9,8 m/s2)(0,6)
+ (0,4 kg)(4)(9,8 m/s2)(0,8)
= 36,064 N
36,06 N
Jadi, gaya yang diperlukan 36,06 N.
17. Jawaban: c
Diketahui:
m = 55 kg
a = 1,1 m/s2
N
g = 9,8 m/s2
Ditanyakan: N
a
Jawab:
Ketika lift bergerak turun,
persamaan yang berlaku
sebagai berikut.
F = m a
wN=ma
w
= m(g a)
= (55 kg)(9,8 m/s2 1,1 m/s2)
= 478,5 N
Jadi, gaya tekan lantai terhadap Dio 478,5 N.

Fisika Kelas X

79

18. Jawaban: c
Diketahui:
mA = 7,5 kg
mB = 3 kg
tepat akan bergerak fs
maks
Ditanyakan: s
Jawab:
Ketika balok tepat akan bergerak, pada balok A
bekerja gaya gesek statis maksimum dan F = 0.
Diagram gaya sistem sebagai berikut.
N

fs

maks

wA

wB

wB fs

F = 0
=0

20. Jawaban: c
Diketahui:
m = 3.000 kg
v0 = 25 m/s
s = 200 m
vt = 0
Ditanyakan: F
Jawab:
vt2 = v02 + 2as
02 = 252 + 2a(200)
0 = 625 + 400a
a = 1,56
F =ma
= (3.000 kg)(1,56 N/s2)
= 4.680 N
Gaya pengereman bernilai negatif karena
melawan gerak benda.
Jadi, gaya pengereman minimal gaya yang harus
diberikan 4.680 N.

maks

fs

maks

= wB

s NA = wB
s mA g = mB g
s =




s =

 
 

s = 0,4
Jadi, koefisien gesek antara balok A dan lantai
sebesar 0,4.
19. Jawaban: a
Diketahui:
w = 250 N
Ditanyakan: T1 : T2
Jawab:

30

 '

F = m a
T = m1a
= (4,5 kg)(4,6 m/s2)
= 20,7 N
Jadi, percepatan sistem dan tegangan tali
berturut-turut 4,6 m/s2 dan 20,7 N.

T2


 + 

= 
  +   = 4,6 m/s2
Tegangan tali dihitung dari m1
a

m1

60
T1

21. Jawaban: d
Diketahui:
m1 = 4,5 kg
m2 = 5,5 kg
F = 46 N
Ditanyakan: a dan T
Jawab:
F = ma
F = (m1 + m2)a

60

22. Jawaban: c


150 =  2 rad = 0,83 rad

= 90 + 60 = 150
= 90 + 30 = 120
= 90





150 =  1 putaran = 0,42 putaran


Jadi, nilai perpindahan sudut 0,83 rad atau
0,42 putaran.

=  = 
=




 
 






=1:

Jadi, perbandingan T1 dan T2 adalah 1 :

80

Ulangan Akhir Semester

23. Jawaban: d
Diketahui:
f = 20 rpm
Ditanyakan: T dan
Jawab:
 "!

.

f =   = 0,3 putaran/sekon

Jawab:
vx = vy
xRx = yRy

T =  = 3 sekon
= 2 f
= 2 (0,3)
= 0,6 rad/s
Jadi, periode bernilai 3 sekon dan kecepatan
sudut 0,6 rad/s.
24. Jawaban: a
Diketahui:
= 10 rad/s
D = 50 cm
R = 25 cm = 0,25 m
Ditanyakan: as
Jawab:
as = 2 R
= (10 rad/s)2(0,25 m)
= 25 2 m/s2
Jadi, percepatan sentripetal roda sebesar
25 2 m/s2.
25. Jawaban: e
Diketahui:
m = 300 g = 0,3 kg
v = 5 m/s
R = 100 cm = 1 m
Ditanyakan: Fs
Jawab:
Fs = m

y =
=

 



?

=
=

%
%

= 
Jadi, perbandingan nilai panjang jari-jari P dan Q
adalah 2 : 3.
27. Jawaban: c
Diketahui:
x = 2,5 rad/s
diameter X : diameter Y = 4 : 3
Rx : RY = 4 : 3
Ditanyakan: y

R =

?
@
@
?

s =

#
(2


rad/s) = 3 rad/s

Jadi, kecepatan sudut R sebesar 3 rad/s.


29. Jawaban: d
K = 5 rad/s
Diketahui:
L = 15 rad/s
Ditanyakan: diameter K : diameter L
Jawab:
KRK = LRL
C
E
C
E
C
E

= 7,5 N
Jadi, gaya sentripetal 7,5 N.




%

%

= 3,3 rad/s

28. Jawaban: e
Diketahui:
nS = 18
nR = 12
s = 2 rad/s
Ditanyakan: R
Jawab:

26. Jawaban: b
Diketahui:
vP : vQ = 2 : 3
Ditanyakan: RP : RQ
Jawab:
P = Q

 



Jadi, kecepatan sudut roda Y sebesar 3,3 rad/s.




= (0,3)

* *
;

=
C
 &

= &


= 
Jadi, perbandingan diameter roda K dan L 3 : 1.
30. Jawaban: d
Roda X dan roda Y dihubungkan dengan tali
sehingga vx = vy. Roda Y dan roda Z sepusat
sehingga y = z.
B. Uraian
1.

a.

Untuk menentukan nilai a, b, c, dan d dapat


menggunakan analisis dimensi berikut.
Dimensi dari adalah [M][L]1[T]1.
Dimensi dari r adalah [L].
Dimensi dari g adalah [L][T]2
Dimensi dari adalah [M][L]3
Dimensi dari v adalah [L][T]1
[M][L]1[T]1 =
=

VEW VEWV\W H V WVEW 


VEWV\W
V W VEW + H  V\WH
VEW V\W 

Fisika Kelas X

81

Jawab:

c=1
2b = 1
b=

b.

a =




Dimensi adalah [M][L]1[T]1.


Dimensi adalah kg/ms.
Hasil pengukuran mikrometer sekrup
Skala tetap
= 17 mm
Skala nonius = 24 0,01 mm = 0,24 mm
Hasil pengukuran mikrometer sekrup adalah
(17 mm + 0,24 mm) = 17,24 mm
= 1,724 102 m


Jari-jari kelereng =  d


=  (1,724 102) m
= 0,862 102 m
= 8,62 103 m

=
=

  


(b f)

#    #
  

(7 103 5 103)

= 129,45 102
= 1,2945 = 1,3 kg/ms
Jadi, koefisien viskositas cairan bernilai
1,3 kg/ms.
2. a.

B2 = A2 + R2 2AR cos 60
A2

(4A)2


2A(4A)( 

=
2
2
= A + 16A 4A2
= 13A2
B =

 A






 &  &
 

= 0,32 m/s2
Mencari jarak (s)


s = v0t +  at 2


= (200)(600) +  (0,32)(600)2
= 120.000 + (57.600)
= 62.400 m
Jadi, partikel menempuh jarak 62.400 m atau
62,4 km.
4. Diketahui:

m = 20 kg
F = 100 N
g = 9,8 m/s2
k = 0,4
t1 = 10 s
Ditanyakan: stotal
Jawab:
Gerakan balok 10 s pertama
N
F

fk
w

F = m a
F fk = m a
F k m g = m a
a=

Perbandingan vektor A dan B adalah A : B


=1:
b.

 .

R2 = A2 + B2 + 2AB cos



(4A)2 = A2 + (  A)2 + 2A(  A) cos

=  m/s2
= 1,08 m/s2

16A2 = A2 + 13A2 + 2  A2 cos


2A2 = 2  A2 cos


cos = 
= 73,9
Sudut antara vektor A dan B adalah 73,9.
3. Diketahui:

v0 = 200 m/s
vt = 10 m/s
t = 10 menit = 600 detik
Ditanyakan: s

82

Ulangan Akhir Semester

  

 '  
 # &   
 
 ' #
'
 

s1 =  at12


=  (1,08 m/s2)(10 s)2


= 54 m
v1 = at
= (1,08 m/s2)(10 s)
= 10,8 m/s

Setelah gaya F hilang balok diperlambat.


v1 = 10,8 m/s

fk

F = m a2
fk = m a2
k m g = m a2
k g = a2
(0,4)(9,8 m/s2) = a2
3,92 m/s2 = a2
Waktu untuk berhenti
vt = v1 + a2t2

6.

Diketahui:

m1 = 6m
m2 = 10m
m3 = 4m
gaya = F
Ditanyakan: .....
Jawab:
F = m a
F = (m1 + m2 + m3)a
= (6m + 10m + 4m)
= 20ma

=  
Gaya kontak pada balok sebagai berikut.

0 = 10,8 3,92t
 #

t2 =  = 2,76
Jarak tempuh

F21

F12 F32 F23

s2 = v1t2  a2t22


F12 = F21 dan F23 = F32

Diketahui:

F = m a
F F21 = m1a
F21 = F m1a

m
= 100 kg
sin 53 = 0,8
cos 53 = 0,6
k
= 0,3
Ditanyakan: t
Jawab:

Balok 1
6m
F21

= F 6m  
= F 0,3F
= 0,7F

fk
N

Balok 3
a
4m
F23

mg cos
mg
sin

5.

= (10,8)(2,76)  (3,92)(2,76)2
= 29,808 14,93
= 14,88
stotal = 54 m + 14,88 m
= 68,88 m
Jadi, jarak total 68,88 m.

mg

F = m3a

53

F = m a
mg sin fk = m a
mg sin mg cos = m a
g sin g cos = a
(9,8)(0,8) (0,3)(9,8)(0,6) = a
7,84 1,764 = a
6,076 = a
Jadi, percepatan gerak peti 6,076 m/s2.

F23 = (4m)(   )
= 0,2F





=  = 
Jadi, perbandingan F21 dan F23 adalah 7 : 2.

Fisika Kelas X

83

7. Diketahui:

w = 500 N
sin 37 = 0,6
cos 37 = 0,8
Ditanyakan: a. N jika F1 = 25 N dan F2 = 150 N
b. N jika F = 300 N dan = 37
Jawab:
F1 N F2
a.

8. Diketahui:

jumlah putaran = 500


waktu (t) = 30 detik
Ditanyakan: perpindahan sudut ()
Jawab:
= jumlah putaran 360
= 500 360
= 180.000
= 1.000 radian
Jadi, perpindahan sudut sebesar 1.000 radian.

= 20 rad/s
R = 10 cm = 0,1 m
Ditanyakan: as
Jawab:
as = 2R
= (20 rad/s)2 0,1 m
= 400 2 (rad/s)2(0,1 m)
= 40 2 m/s2
Jadi, percepatan sentripetal di tepian balingbaling sebesar 40 2 m/s2.

9. Diketahui:

F = 0
N w F1 F2 = 0
N = w + F1 + F2
= 500 N + 25 N + 150 N
= 625 N
Jadi, gaya normal yang dialami balok 625 N.
b.

F cos 37
N
37

Fy = 0
N F sin 37 w = 0
N = F sin 37 + w
= (300 N)(0,6) + 500 N
= 180 N + 500 N
= 680 N
Jadi, gaya normal yang dialami balok 680 N.

84

R = d


F2

F sin 37

10. Diketahui:

Ulangan Akhir Semester

=  (20 cm)
= 10 cm = 0,1 m
f = 5 Hz
Ditanyakan: dan v
Jawab:
= 2f
= 2 (5 Hz)
= 10 rad/s
v =R
= (10 rad/s) 0,1 m
= m/s
Jadi, kecepatan sudut dan kecepatan linear
berturut-turut 10 rad/s dan m/s.

212

Silabus

:
:
:
:

Rajin beribadah setelah mengetahui


hakikat fisika, ciri-ciri
fisika, cabang-cabang
fisika, ruang lingkup,
dan manfaat fisika.
Memanfaatkan ilmu
tentang alam dan
jagad raya sebagai
wujud menyadari kebesaran Tuhan.

Indikator
Besaran dan Pengukuran
Penerapan fisika
dan besaran
Pengukuran besaran-besaran fisika

Materi Pokok

Melakukan pengamatan
tentang kehidupan seharihari yang melibatkan
penerapan Fisika.
Melakukan studi literatur
untuk mencari tahu
tentang penerapan Fisika
dalam teknologi.
Melakukan kegiatan untuk
menentukan besaran penyusun, satuan, dan dimensi
dari besaran turunan.
Melakukan pengukuran
besaran untuk menentukan
massa jenis benda.
Melakukan percobaan
untuk membuat grafik.
Melakukan studi literatur
agar mengetahui prinsip
K3.
Tugas proyek pembuatan
blog.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Pengamatan sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

12 jp

Alokasi
Waktu

1. Buku PR Fisika
SMA/MA Kelas X
Semester 1, PT
Intan Pariwara
2. Buku PGPR Fisika
SMA/MA Kelas X
Semester 1, PT
Intan Pariwara
3. Lembar kerja praktikum dan lembar
pengamatan siswa
4. Alat dan bahan
yang digunakan
dalam kegiatan
menentukan
massa jenis benda
5. Buku atau sumber
belajar yang relevan
6. Media elektronik
7. Gambar dan bendabenda sekitar

Sumber Belajar/Alat
dan Bahan/Media

Fisika
SMA/MA
X/1
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

1.1 Bertambah keimanannya


dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad
raya terhadap kebesaran
Tuhan yang menciptakannya.
1.2 Menyadari
kebesaran
Tuhan yang mengatur
karakteristik
fenomena
gerak, fluida kalor, dan optik.

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Besaran dan Pengukuran

Fisika Kelas X

213

4.1 Menyajikan hasil pengukuran besaran fisis dengan


menggunakan peralatan dan
teknik yang tepat untuk
penyelidikan ilmiah.

3.1 Memahami hakikat fisika


dan prinsip-prinsip pengukuran (ketepatan, ketelitian, dan
aturan angka penting).

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah


(memiliki rasa ingin tahu;
objektif; jujur; teliti; cermat;
tekun; hati-hati; bertanggung
jawab; terbuka; kritis; kreatif;
inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas seh a r i - h a r i sebagai wujud
implementasi sikap dalam
melakukan
percobaan,
melaporkan, dan berdiskusi.
2.2 Menghargai kerja individu
dan
kelompok
dalam
aktivitas sehari sebagai
wujud implementasi sikap
dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.

Kompetensi Dasar

Menjelaskan penerapan
fisika dalam kehidupan.
Menyebutkan jenisjenis besaran fisika.
Menentukan dimensi
besaran fisika.
Menggunakan
bermacam-macam
alat ukur sesuai
aturan.
Melakuka perhitungan
fisika dan menuliskan
hasilnya berdasarkan
aturan angka penting.
Menyatakan hasil
pengukuran menggunakan notasi ilmiah.
Menyajikan hasil pengukuran massa jenis.
Menyajikan laporan
tugas proyek.

Teliti, objektif, dan jujur


dalam melakukan
pengukuran.
Bertanggung jawab
terhadap alat-alat
yang digunakan.
Memiliki rasa ingin
tahu yang tinggi.
Menghargai pendapat
teman ketika berdiskusi dan melakukan
percobaan.

Indikator

Materi Pokok

Pembelajaran

Portofolio
Kumpulan laporan dan
produk

Tes tertulis
Pilihan ganda
Uraian
Tes unjuk kerja
Uji petik kerja
prosedur
Rubrik
Proyek
Rubrik penilaian proyek
dan tugas proyek

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber Belajar/Alat
dan Bahan/Media

214

Silabus

Teliti dalam melakukan kegiatan dan


pengukuran.
Disiplin, bertanggung
jawab, dan menghargai
pendapat orang lain
dalam setiap kegiatan.

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah


(memiliki rasa ingin tahu;
objektif; jujur; teliti; cermat;
tekun; hati-hati; bertanggung
jawab; terbuka; kritis; kreatif;
inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas seh a r i - h a r i sebagai wujud
implementasi sikap dalam
melakukan
percobaan,
melaporkan, dan berdiskusi.

Rajin beribadah sebagai wujud syukur


atas kondisi alam
Indonesia dan sumber
daya alam yang dihasilkan dan memanfaatkannya dengan bijaksana.

Indikator
Vektor
Besaran vektor
Operasi vektor

Materi Pokok

Melakukan kegiatan untuk


memahami pengertian
vektor.
Menggambarkan vektor
dan notasi vektor.
Menggambar vektor dari
komponen-komponennya
Menguraikan vektor pada
sumbu X dan sumbu Y.
Melakukan kegiatan untuk
memahami pengertian
awal tentang penjumlahan
vektor.
Menggambar vektor dengan
skala yang tepat.
Melakukan kegiatan untuk
menjumlahkan vektor dan
menentukan resultannya
dengan berbagai metode.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

12 jp

Alokasi
Waktu

1. Buku PR Fisika
SMA/MA Kelas X
Semester 1, PT
Intan Pariwara
2. Buku PGPR Fisika
SMA/MA Kelas X
Semester 1, PT
Intan Pariwara
3. Lembar kerja praktikum dan lembar
pengamatan siswa
4. Alat dan bahan
yang digunakan
dalam kegiatan
menjumlah vektor
5. Buku atau sumber
belajar yang relevan
6. Media elektronik
7. Gambar dan bendabenda sekitar

Sumber Belajar/Alat
dan Bahan/Media

Fisika
SMA/MA
X/1
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

:
:
:
:

1.1 Bertambah keimanannya


dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad
raya terhadap kebesaran
Tuhan yang menciptakannya.

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Vektor

Fisika Kelas X

215

4.1 Menyajikan hasil pengukuran besaran fisis dengan


menggunakan peralatan dan
teknik yang tepat untuk
penyelidikan ilmiah.
4.2 Merencanakan dan melaksanakan percobaan untuk
menentukan resultan vektor.

3.2 Menerapkan prinsip penjumlahan vektor (dengan


pendekatan geometri).

2.2 Menghargai kerja individu


dan
kelompok
dalam
aktivitas sehari sebagai
wujud implementasi sikap
dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.

Kompetensi Dasar

Menyajikan tugas
tentang gambar dan
notasi vektor dari
berbagai peristiwa.
Menyajikan gambar
dan penguraian vektor.
Menyajikan laporan
praktikum tentang
penjumlahan vektor
dengan
berbagai
metode.

Menjelaskan notasi
vektor.
Menggambarkan
vektor.
Menggambar resultan
vektor dengan berbagai metode.
Menentukan nilai dan
arah resultan vektor
dengan
berbagai
metode.

Indikator

Materi Pokok

Pembelajaran

Portofolio
Kumpulan laporan dan
produk

Tes tertulis
Pilihan ganda
Uraian
Tes unjuk kerja
Uji petik kerja
prosedur
Rubrik

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber Belajar/Alat
dan Bahan/Media

216

Silabus

:
:
:
:

Rajin beribadah sebagai wujud menyadari


kebesaran Tuhan
yang mengatur gerak
di jagad raya.

Indikator
Gerak lurus pada benda
Gerak lurus
Gerak jatuh bebas

Materi Pokok

Melakukan kegiatan untuk


memahami pengertian
bergerak.
Melakukan kegiatan untuk
membedakan GLB dan
GLBB.
Melakukan kegiatan untuk
menggambarkan grafik
dari GLBB.
Melakukan percobaan
gerak jatuh bebas.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

12 jp

Alokasi
Waktu

1. Buku PR Fisika
SMA/MA Kelas X
Semester 1, PT
Intan Pariwara
2. Buku PGPR Fisika
SMA/MA Kelas X
Semester 1, PT
Intan Pariwara
3. Lembar kerja praktikum dan lembar
pengamatan siswa
4. Alat dan bahan
yang digunakan
dalam percobaan
GLBB
5. Buku atau sumber
belajar yang relevan
6. Media elektronik
7. Gambar dan bendabenda sekitar

Sumber Belajar/Alat
dan Bahan/Media

Fisika
SMA/MA
X/1
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

1.2 M e n y a d a r i k e b e s a r a n
Tuhan yang mengatur
karakteristik
fenomena
gerak, fluida kalor, dan optik.

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Gerak Lurus

Fisika Kelas X

217

4.1 Menyajikan hasil pengukuran besaran fisis dengan


menggunakan peralatan dan
teknik yang tepat untuk
penyelidikan ilmiah.
4.3 Menyajikan data dan grafik
hasil percobaan untuk
menyelidiki sifat gerak benda
yang bergerak lurus dengan
kecepatan konstan dan
gerak lurus dengan percepatan konstan.

3.3 Menganalisis
besaran
besaran fisis pada gerak
lurus dengan kecepatan
konstan dan gerak lurus
dengan percepatan konstan.

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah


(memiliki rasa ingin tahu;
objektif; jujur; teliti; cermat;
tekun; hati-hati; bertanggung
jawab; terbuka; kritis; kreatif;
inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas seh a r i - h a r i sebagai wujud
implementasi sikap dalam
melakukan
percobaan,
melaporkan, dan berdiskusi.
2.2 Menghargai kerja individu
dan
kelompok
dalam
aktivitas sehari sebagai
wujud implementasi sikap
dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.

Kompetensi Dasar

Menjelaskan pengertian gerak benda.


Menjelaskan perbedaan antara jarak dan
perpindahan.
Menjelaskan perbedaan antara kelajuan
dan kecepatan.
Menjelaskan GLB dan
GLBB.
Menyajikan data dan
laporan hasil pengamatan gerak GLB
dan GLBB.
Menyajikan data dan
laporan hasil percobaan GLBB.
Menyajikan data dan
laporan percobaan
gerak jatuh bebas.

Menggunakan persamaan gerak lurus


sebagai wujud penghargaan terhadap
jasa ilmuwan yang
mencetuskan persamaan gerak.
Teliti dalam melakukan setiap kegiatan.

Indikator

Materi Pokok

Pembelajaran

Portofolio
Kumpulan laporan dan
produk

Tes tertulis
Pilihan ganda
Uraian
Tes unjuk kerja
Uji petik kerja
prosedur
Rubrik

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber Belajar/Alat
dan Bahan/Media

218

Silabus

:
:
:
:

Rajin beribadah sebagai wujud rasa


syukur dan mengagumi
kebesaran
Tuhan
yang telah menciptakan alam semesta
dan keteraturan geraknya sehingga dapat
dipelajari melalui hukum-hukum Newton.
Selalu mengingat
Tuhan dengan hati
dan perbuatan ketika
menemui fenomena
alam.

Indikator
Dinamika Partikel
Hukum I Newton
Hukum II Newton
Hukum III Newton

Materi Pokok

Melakukan kegiatan untuk


menyelidiki hukum I Newton.
Melakukan kegiatan untuk
menyelidiki hukum II Newton.
Melakukan kegiatan untuk
menentukan koefisien
gesekan antara balok
dengan papan kayu
melalui kegiatan.
Melakukan kegiatan untuk
menyelidiki hukum III
Newton.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

14 jp

Alokasi
Waktu

1. Buku PR Fisika
SMA/MA Kelas X
Semester 1, PT
Intan Pariwara
2. Buku PGPR Fisika
SMA/MA Kelas X
Semester 1, PT
Intan Pariwara
3. Lembar kerja praktikum dan lembar
pengamatan siswa
4. Alat dan bahan
yang digunakan
dalam kegiatan
menentukan
massa jenis benda
5. Buku atau sumber
belajar yang relevan
6. Media elektronik
7. Gambar dan bendabenda sekitar

Sumber Belajar/Alat
dan Bahan/Media

Fisika
SMA/MA
X/1
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

1.1 Bertambah keimanannya


dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya
terhadap kebesaran Tuhan
yang menciptakannya.
1.2 Menyadari kebesaran Tuhan
yang mengatur karakteristik
fenomena gerak, fluida kalor,
dan optik.

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Dinamika Partikel

Fisika Kelas X

219

3.4 Menganalisis hubungan


antara gaya, massa, dan
gerakan benda pada gerak
lurus.

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah


(memiliki rasa ingin tahu;
objektif; jujur; teliti; cermat;
tekun; hati-hati; bertanggung
jawab; terbuka; kritis; kreatif;
inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas
sehari-hari sebagai wujud
implementasi sikap dalam
melakukan
percobaan,
melaporkan, dan berdiskusi.
2.2 Menghargai kerja individu
dan kelompok dalam aktivitas sehari sebagai wujud
implementasi sikap dalam
melakukan percobaan dan
berdiskusi.

Kompetensi Dasar

Menjelaskan peristiwa
yang berkaitan dengan
hukum I Newton.
Menerapkan persamaan
hukum II Newton untuk
menganalisis gerak
benda.
Menggambarkan gaya
berat, gaya normal dan
gaya gesek pada diagram benda bebas.
Menentukan gaya, massa,
atau percepatan benda
pada permasalahan
sehari-hari berdasarkan
hukum II Newton.
Menjelaskan peristiwa
berkaitan
dengan
hukum III Newton.

Teliti dan objektif dalam


melakukan pengamatan.
Memiliki rasa ingin tahu
yang diwujudkan dalam
pertanyaan-pertanyaan
yang diajukan siswa saat
berdiskusi.
Tekun, jujur, dan bertanggung jawab dalam
melaksanakan tugas.
Menghargai kerja individu dan kelompok serta
bertanggung
jawab
dalam aktivitas seharihari.

Indikator

Materi Pokok

Pembelajaran

Tes tertulis
Pilihan ganda
Uraian
Tes unjuk kerja
Uji petik kerja
prosedur
Rubrik

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber Belajar/Alat
dan Bahan/Media

220

Silabus

4.1 Menyajikan hasil pengukuran besaran fisis dengan


menggunakan peralatan dan
teknik yang tepat untuk
penyelidikan ilmiah.
4.4 Merencanakan dan melaksanakan percobaan untuk
menyelidiki hubungan gaya,
massa, dan percepatan
dalam gerak lurus.

Kompetensi Dasar

Menyajikan laporan
hasil kegiatan hukum
I Newton.
Menyajikan laporan
hasil kegiatan hukum
II Newton mengenai
gerakan bola.
Menyajikan laporan
praktikum menentukan koefisien gesekan
antara balok dengan
papan kayu.
Menyajikan laporan
tugas mandiri mengenai hukum III
Newton.

Indikator

Materi Pokok

Pembelajaran
Portofolio
Kumpulan laporan dan
produk

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber Belajar/Alat
dan Bahan/Media

Fisika Kelas X

221

:
:
:
:

Rajin beribadah sebagai wujud menyadari


kekuasaan Tuhan
yang mengatur karakteristik gerak melingkar.
Menerapkan karakteristik gerak melingkar sebagai wujud
menyadari kebesaran
Tuhan.

Indikator
Gerak melingkar pada
benda
Gerak melingkar
Aplikasi gerak melingkar

Materi Pokok

Melakukan kegiatan untuk


memahami gerak melingkar.
Melakukan kegiatan untuk
mengetahui hubungan
roda yang bersinggungan.
Melakukan kegiatan untuk
mengetahui besaran pada
gerak melingkar.
Melakukan kegiatan untuk
mengetahui hubungan
besaran pada hubungan
roda-roda.

Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

12 jp

Alokasi
Waktu

1. Buku PR Fisika
SMA/MA Kelas X
Semester 1, PT
Intan Pariwara
2. Buku PGPR Fisika
SMA/MA Kelas X
Semester 1, PT
Intan Pariwara
3. Lembar kerja praktikum dan lembar
pengamatan siswa
4. Alat dan bahan
yang digunakan
dalam menentukan
besaran
pada
gerak melingkar
5. Buku atau sumber
belajar yang relevan
6. Media elektronik
7. Gambar dan bendabenda sekitar

Sumber Belajar/Alat
dan Bahan/Media

Fisika
SMA/MA
X/1
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

1.1 Bertambah keimanannya


dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad
raya terhadap kebesaran
Tuhan yang menciptakannya.
1.2 Menyadari
kebesaran
Tuhan yang mengatur
karakteristik
fenomena
gerak, fluida kalor, dan optik.

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Gerak Melingkar

222

Silabus

4.5 Menyajikan ide/gagasan


terkait gerak melingkar
(misalnya pada hubungan
roda-roda).

3.5 Menganalisis besaran fisis


pada gerak melingkar dengan
laju konstan dan penerapannya dalam teknologi.

2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah


(memiliki rasa ingin tahu;
objektif; jujur; teliti; cermat;
tekun; hati-hati; bertanggung
jawab; terbuka; kritis; kreatif;
inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas seh a r i - h a r i sebagai wujud
implementasi sikap dalam
melakukan
percobaan,
melaporkan, dan berdiskusi.
2.2 Menghargai kerja individu
dan
kelompok
dalam
aktivitas sehari sebagai
wujud implementasi sikap
dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.

Kompetensi Dasar

Menjelaskan besaran
dalam gerak melingkar.
Menjelaskan gerak
melingkar beraturan.
M e n j e l a s k a n
hubungan besaranbesaran dalam gerak
roda-roda.
Menyajikan informasi
mengenai penerapan
gerak
melingkar
dalam teknologi.
Menyajikan laporan
hasil diskusi penerapan gerak melingkar
dalam teknologi.

Bersikap disiplin dan


bertanggung jawab
dalam melakukan
kegiatan.
Berpikiran terbuka
dan kritis saat berdiskusi dan mengemukakan pendapat.

Indikator

Materi Pokok

Pembelajaran

Portofolio
Kumpulan laporan dan
produk

Tes tertulis
Pilihan ganda
Uraian
Tes unjuk kerja
Uji petik kerja
prosedur
Rubrik

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung
Saat melakukan
pengamatan
Saat mengerjakan
tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu

Sumber Belajar/Alat
dan Bahan/Media

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Materi Pokok
Alokasi Waktu

A.

:
:
:
:
:

Fisika
SMA/MA
X/1
Besaran dan Pengukuran
12 45 menit

Kompetensi Dasar dan Indikator


1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad
raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya.
Indikator:

Rajin beribadah setelah mengetahui hakikat fisika, ciri-ciri fisika, cabang-cabang fisika, ruang lingkup,
dan manfaat fisika.
1.2 Menyadari kebesaran Tuhan yang mengatur karakteristik fenomena gerak, fluida, kalor, dan optik.
Indikator:

Memanfaatkan ilmu tentang alam dan jagad raya sebagai wujud menyadari kebesaran Tuhan.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati;
bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif; dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari
sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan, melaporkan, dan berdiskusi.
Indikator:

Teliti, objektif, dan jujur dalam melakukan pengukuran.

Bertanggung jawab terhadap alat-alat yang digunakan.

Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.


2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap
dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.
Indikator:

Menghargai pendapat teman ketika berdiskusi dan melakukan percobaan.


3.1. Memahami hakikat fisika dan prinsip-prinsip pengukuran (ketepatan, ketelitian, dan aturan angka penting).
Indikator:

Menjelaskan penerapan fisika dalam kehidupan.

Menyebutkan jenis-jenis besaran fisika.

Menentukan dimensi besaran fisika.

Menggunakan bermacam-macam alat ukur sesuai aturan.

Melakukan perhitungan fisika dan menuliskan hasilnya berdasarkan aturan angka penting.

Menyatakan hasil pengukuran menggunakan notasi ilmiah.


4.1. Menyajikan hasil pengukuran besaran fisis dengan menggunakan peralatan dan teknik yang tepat untuk
penyelidikan ilmiah.
Indikator:

Menyajikan hasil pengukuran massa jenis.

Menyajikan laporan tugas proyek.

B.

Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menjelaskan hakikat fisika sebagai hasil ciptaan Tuhan yang patut dipelajari.
2. Siswa mampu menjelaskan jenis-jenis besaran fisika dan proses pengukurannya.
3. Siswa terampil menggunakan alat dan mengetahui teknik yang tepat dalam melakukan pengamatan dan
pengukuran.
4. Siswa menghayati pentingnya kejujuran dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
5. Siswa menerapkan sifat teliti dan objektif dalam kehidupan sehari-hari.

Fisika Kelas X

223

C.

Materi Pokok
1. Penerapan Fisika dan Besaran
2. Pengukuran Besaran-Besaran Fisika

D.

Pendekatan dan Metode Pembelajaran


1. Pendekatan:
Scientific approach
2. Metode Pembelajaran:
a. Problem based learning
b. Discovery

E.

Media, Alat, dan Sumber Belajar


1. Media
a. Gambar
b. Benda-benda di sekitar

F.

2.

Alat dan Bahan


a. Kelereng
b. Batu
c. Air
d. Neraca Ohauss
e. Jangka sorong
f. Mikrometer sekrup
g. Gelas ukur
h. Mistar

3.

Sumber Belajar
a. Buku PR Fisika SMA/MA Kelas X Semester 1, PT Intan Pariwara
b. Buku PG PR Fisika SMA/MA Kelas X Semester 1, PT Intan Pariwara
c. Buku Referensi: Materi Fisika Volume 2 Mekanika, PT Pakar Raya

Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I (3 45 menit)
1.

Pendahuluan (15 menit)


a.

b.
c.
2.

224

Pemusatan perhatian dan pemotivasian: memberikan ilustrasi tentang kegiatan seperti perlombaan
balap motor, kemudian menanyakan kepada siswa tentang besaran yang diukur, alat-alat yang
digunakan untuk mengukur, dan satuan dari besaran yang diukur.
Apersepsi: bertanya jawab tentang penerapan fisika, besaran, satuan, dan alat ukur yang digunakan
dalam kehidupan sehari-hari.
Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.

Kegiatan Inti (110 menit)


a. Meminta siswa untuk mendiskusikan kegiatan Tantangan Berpikir berupa penerapan fisika dalam
kehidupan sehari-hari.
b. Membahas kegiatan Tantangan Berpikir dengan siswa.
c. Menyampaikan materi tentang penerapan fisika.
d. Bertanya jawab dengan siswa tentang penerapan fisika dalam kehidupan.
e. Menyampaikan materi tentang besaran, satuan, dan dimensi.
f. Menganalisis dimensi besaran.
g. Siswa diminta mengerjakan Tugas Individu.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a. Guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran pada pertemuan ini.
b. Guru memberikan penghargaan seperti pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan kepada
siswa yang aktif dalam berdiskusi.
c. Guru memberitahukan kepada siswa adanya Tugas Proyek berupa pembuatan blog secara
berkelompok dan batas akhir pembuatan blog pada pertemuan terakhir.
d. Guru memberikan tugas kepada siswa berupa Tugas Kelompok berupa pembuatan kliping dan
dikumpulkan pada pertemuan selanjutnya.
e. Guru memberikan tugas rumah kepada siswa untuk membaca materi selanjutnya yaitu besaran,
satuan, dan dimensi.
Pertemuan II (3 45 menit)

1.

Pendahuluan (15 menit)


a. Guru meminta siswa untuk mengumpulkan tugas kelompok pembuatan kliping.
b. Pemusatan perhatian dan pemotivasian: siswa diajak melakukan kegiatan Tantangan Berpikir.
c. Apersepsi: bertanya jawab tentang pentingnya alat ukur dalam kehidupan sehari-hari.
d. Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.

2.

Kegiatan Inti (110 menit)


a. Menyampaikan materi tentang pengukuran dan kesalahan-kesalahan dalam pengukuran.
b. Mempraktikkan pengukuran menggunakan berbagai alat ukur.
c. Guru mengajak siswa untuk melakukan kegiatan Praktikum menentukan massa jenis benda.
d. Selama siswa melakukan kegiatan praktikum, guru mengawasi jalannya kegiatan praktikum sambil
melakukan penilaian psikomotorik.
e. Guru meminta siswa mengumpulkan laporan sementara yang berisikan data hasil praktikum.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a. Guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran pada pertemuan ini.
b. Guru mengingatkan kepada siswa tentang Tugas Proyek pembuatan blog.
c. Guru memberikan penghargaan seperti pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan kepada
kelompok yang memiliki kliping yang bagus dan kreatif.
d. Guru meminta siswa membuat laporan percobaan dan mengerjakan Uji Kompetensi 1.
e. Guru meminta siswa mempelajari angka penting dan notasi ilmiah.
Pertemuan III (2 45 menit)

1.

Pendahuluan (15 menit)


a. Guru meminta siswa mengumpulkan laporan praktikum dan setiap kelompok diminta
mempresentasikan hasilnya.
b. Guru membahas beberapa soal Uji Kompetensi 1.

2.

Kegiatan Inti (65 menit)


a. Menyampaikan angka penting dan notasi ilmiah.
b. Melakukan perhitungan menggunakan aturan angka penting dan notasi ilmiah.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a. Guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran pada pertemuan ini.
b. Guru meminta siswa mengerjakan Tugas Individu tentang pembuatan artikel keselamatan kerja.
c. Guru meminta siswa mempelajari ketidakpastian, ketelitian, ketepatan, pengolahan, penyajian data
hasil pengukuran, dan keselamatan kerja.

Fisika Kelas X

225

Pertemuan IV (2 45 menit)
1.

Pendahuluan (15 menit)


a. Guru meminta siswa mengumpulkan Tugas Individu berupa pembuatan artikel.
b. Guru membahas beberapa artikel yang telah dikumpulkan.

2.

Kegiatan Inti (65 menit)


a. Membahas tentang ketidakpastian, ketelitian, ketepatan, pengolahan, dan penyajian data hasil
pengukuran.
b. Membahas tentang keselamatan kerja dan tanya jawab dengan siswa pentingnya keselamatan
kerja di laboratorium.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a. Guru bersama siswa menyimpulkan pembelajaran pada pertemuan ini.
b. Guru memberitahukan bahwa pada pertemuan selanjutnya akan diadakan Ulangan Harian untuk
Bab Besaran dan Pengukuran.
c. Guru meminta siswa untuk membuat laporan percobaan dan mengerjakan Uji Kompetensi 2.
d. Guru mengingatkan kepada siswa bahwa pertemuan selanjutnya merupakan batas akhir pengumpulan
Tugas Proyek.
Pertemuan V (2 45 menit)

1.

Pendahuluan (15 menit)


Guru membahas beberapa soal Uji Kompetensi 2.

2.

Kegiatan Inti (60 menit)


a. Guru membagikan soal Ulangan Harian siswa. Waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal
selama 60 menit.
b. Selama siswa mengerjakan Ulangan Harian, guru mengawasi siswa dan meneliti tugas proyek
pembuatan blog.

3.

Kegiatan Penutup (15 menit)


a. Guru membahas soal-soal Ulangan Harian.
b. Guru memberikan penghargaan seperti pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan kepada
kelompok dengan blog terbaik.
c. Guru memberi tugas rumah kepada siswa untuk membaca materi selanjutnya.

G. Penilaian
1. Teknik dan Bentuk Instrumen
Teknik

2.

226

Bentuk Instrumen

Pengamatan Sikap

Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik

Tes Unjuk Kerja

Tes Uji Petik Kerja dan Rubrik

Tes Tertulis

Tes Pilihan Ganda dan Uraian

Portofolio

Kumpulan Laporan

Contoh Instrumen
a. Lembar pengamatan Sikap
No.

Aspek yang Dinilai

1.

Mengetahui hakikat fisika dan manfaat fisika


sebagai bukti kebesaran Tuhan yang
menciptakannya.

2.

Bertanggung jawab terhadap alat-alat yang


digunakan.

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Keterangan

b.

Rubrik Penilaian Sikap


No.

Aspek yang Dinilai

Rubrik

1.

Mengetahui hakikat fisika dan manfaat fisika


sebagai bukti kebesaran Tuhan yang
menciptakannya.

3 : menunjukkan ekspresi kekaguman terhadap hakikat serta


manfaat fisika sebagai hasil ciptaan Tuhan.
2 : belum secara eksplisit menunjukkan ekspresi kekaguman
terhadap hakikat serta manfaat fisika sebagai hasil ciptaan
Tuhan.
1 : belum menunjukkan ekspresi kekaguman terhadap
hakikat serta manfaat fisika sebagai hasil ciptaan Tuhan.

2.

Bertanggung jawab terhadap alat-alat yang


digunakan.

3 : berhati-hati dalam menggunakan peralatan laboratorium,


menjaga kebersihan alat dan ruang laboratorium, dan
mengembalikan peralatan yang digunakan ke tempat
semula.
2 : kurang berhati-hati dalam menggunakan peralatan
laboratorium, kurang menjaga kebersihan alat dan ruang
laboraturium, walaupun telah mengembalikan peralatan
yang digunakan ke tempat semula.
1 : tidak berhati-hati dalam menggunakan peralatan
laboratorium sehingga menyebabkan peralatan rusak,
tidak membersihkan alat setelah melakukan praktikum,
dan tidak mengembalikan alat seperti semula.

Mengetahui
Kepala SMA/MA . . . .

Guru Bidang

.........................
NIP___________________

.........................
NIP___________________

Fisika Kelas X

227

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Materi Pokok
Alokasi Waktu

A.

:
:
:
:
:

Fisika
SMA/MA
X/1
Dinamika Partikel
14 45 menit

Kompetensi Dasar dan Indikator


1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagat
raya terhadap kebesaran Tuhan yang menciptakannya.
Indikator:

Rajin beribadah sebagai wujud rasa syukur dan mengagumi kebesaran Tuhan yang telah menciptakan
alam semesta dan keteraturan geraknya sehingga dapat dipelajari melalui hukum-hukum Newton.
1.2 Menyadari kebesaran Tuhan yang mengatur karakteristik fenomena gerak, fluida, kalor, dan optik.
Indikator:

Selalu mengingat Tuhan dengan hati dan perbuatan ketika menemui fenomena alam.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati;
bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari
sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan percobaan dan berdiskusi.
Indikator:

Teliti dan objektif dalam melakukan pengamatan.

Memiliki rasa ingin tahu yang diwujudkan dalam pertanyaan-pertanyaan yang diajukan siswa saat
berdiskusi.

Tekun, jujur, dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas.


2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi
melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan.
Indikator:

Menghargai kerja individu dan kelompok serta bertanggung jawab dalam aktivitas sehari-hari
3.4 Menganalisis hubungan antara gaya, massa, dan gerakan benda pada gerak lurus.
Indikator:

Menjelaskan peristiwa yang berkaitan dengan hukum I Newton.

Menerapkan persamaan hukum II Newton untuk menganalisis gerak benda.

Menggambarkan gaya berat, gaya normal, dan gaya gesek pada diagram benda bebas.

Menentukan gaya, massa, atau percepatan benda pada permasalahan sehari-hari berdasarkan
hukum II Newton.

Menjelaskan peristiwa berkaitan dengan hukum III Newton.


4.1 Menyajikan hasil pengukuran besaran fisis dengan menggunakan peralatan dan teknik yang tepat untuk
penyelidikan ilmiah.
Indikator:

Menyajikan laporan hasil kegiatan hukum I Newton.

Menyajikan laporan hasil kegiatan hukum II Newton mengenai gerakan bola.

Menyajikan laporan praktikum menentukan koefisien gesekan antara balok dengan papan kayu.

Menyajikan laporan tugas mandiri mengenai hukum III Newton.

228

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

4.4 Merencanakan dan melaksanakan percobaan untuk menyelidiki hubungan gaya, massa, dan percepatan
pada gerak lurus.
Indikator:

Menyelidiki hukum I Newton melalui kegiatan.

Menyelidiki hukum II Newton pada gerakan bola.

Menentukan koefisien gesekan antara balok dengan papan kayu melalui eksperimen.

Menyelidiki hukum III Newton.


B.

Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menjelaskan peristiwa yang berkaitan dengan hukum I Newton.
2. Siswa mampu menerapkan persamaan hukum II Newton untuk menganalisis gerak benda.
3. Siswa mampu menggambarkan gaya berat, gaya normal, dan gaya gesek pada diagram benda bebas.
4. Siswa mampu menjelaskan peristiwa sehari-hari berkaitan dengan hukum III Newton.

C.

Materi Pokok
1. Hukum I Newton
2. Hukum II Newton
3. Hukum III Newton

D.

Pendekatan dan Metode Pembelajaran


1. Pendekatan:
Scientific approach
2.

E.

Metode Pembelajaran:
a. Problem Based Learning
b. Discovery

Media, Alat, dan Sumber Belajar


1. Media
a. Media presentasi
b. Gambar
c. Benda-benda di sekitar
2.

Alat dan Bahan


a. Koin karambol: 10 buah
b. Penggaris
c. Neraca pegas
d. Balok kayu 0,5 kg dan 1 kg.
e. Ticker timer
f. Pita kertas
g. Katrol
h. Catu daya
i. Benang
j. Beban 200 g, 300 g, 400 g, dan 500 g.
k. Balon
l. Tali
m. Pipa
n. Isolasi
o. Kursi: 2 buah
p. Papan kayu
q. Busur derajat
r. Balok tumpuan

Fisika Kelas X

229

3.

F.

Sumber Belajar
a. Buku PR Fisika SMA/MA Kelas X Semester 1, PT Intan Pariwara
b. Buku PG PR Fisika SMA/MA Kelas X Semester 1, PT Intan Pariwara
c. Buku Referensi: Gaya dan Gerak, PT Pakar Raya
d. Internet: http://goo.gl/8ex0YQ

Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I (2 45 menit)
1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Pemusatan perhatian: Diskusi mengenai peluncuran roket.
b. Apersepsi:
1) Bagaimanakah prinsip kerja roket sehingga dapat menempatkan satelit pada orbitnya?
2) Apakah hubungan prinsip kerja roket dengan hukum-hukum Newton tentang gerak?
c. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu menumbuhkan pemahaman siswa mengenai hukumhukum Newton

2.

Kegiatan Inti (75 menit)


a. Siswa melaksanakan kegiatan tantangan berpikir untuk menyelidiki hukum I Newton.
b. Siswa mendiskusikan hukum I Newton bersama kelompoknya.
c. Guru meminta beberapa siswa menjelaskan sifat kelembaman benda kemudian menyimpulkannya
bersama-sama siswa.
d. Guru mengelaborasikan hasil diskusi siswa untuk membahas hukum I Newton.
e. Diskusi kelas mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kelembaman (inersia) benda.

3.

Kegiatan Penutup (5 menit)


Melakukan refleksi pembelajaran dan menganjurkan siswa untuk mengingatkan orang-orang di sekitar
agar menggunakan sabuk pengaman saat bepergian menggunakan mobil. Guru meminta siswa
mengerjakan latihan 1 sebagai PR.
Pertemuan II (3 45 menit)

1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Pemusatan perhatian: Diskusi mengenai benda-benda bergerak dalam kehidupan sehari-hari.
b. Apersepsi: Apakah penyebab benda bergerak?
c. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran yaitu mempelajari hukum II Newton.

2.

Kegiatan Inti (115 menit)


a. Siswa melaksanakan kegiatan tantangan berpikir untuk menyelidiki hukum II Newton.
b. Siswa mendiskusikan hukum II Newton bersama kelompoknya.
c. Guru meminta beberapa siswa menjelaskan formulasi hukum II Newton.
d. Guru membahas hasil diskusi siswa dan merumuskan hukum II Newton.
e. Siswa melaksanakan praktikum hukum II Newton secara berkelompok di ruang laboratorium.
f. Guru membimbing kelompok yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan praktikum.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


Guru meminta siswa mengumpulkan laporan sementara hasil praktikum setiap kelompok, kemudian
membahas hasil praktikum siswa. Guru menugasi siswa membuat laporan praktikum resmi secara
individu dan mengerjakan tugas individu menyelidiki prinsip kerja roket di rumah masing-masing.

1.

2.

230

Pertemuan III (2 45 menit)


Pendahuluan (10 menit)
a. Pemusatan perhatian: Mengingatkan kembali mengenai peluncuran roket.
b. Apersepsi: Bagaimanakah prinsip kerja roket?
Kegiatan Inti (70 menit)

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

a.
b.
c.
d.
3.

Guru meminta siswa menjelaskan prinsip kerja roket berdasarkan Tugas Individu yang telah
dikerjakan.
Diskusi kelas mengenai prinsip kerja roket.
Guru mengelaborasikan prinsip kerja roket untuk menjelaskan hukum III Newton mengenai gaya
aksi-reaksi.
Diskusi kelas mengenai peristiwa sehari-hari yang berkaitan dengan hukum III Newton.

Kegiatan Penutup (10 menit)


Melakukan refleksi pembelajaran, kemudian meminta siswa untuk mempelajari hukum-hukum Newton
dengan membuka website yang terdapat pada rubrik Mari Berselancar di Internet. Guru meminta
siswa meringkas materi yang terdapat pada web tersebut dan dikumpulkan.
Pertemuan IV (3 45 menit)

1.

Pendahuluan (15 menit)


Pemusatan perhatian: Diskusi mengenai perbedaan massa dan berat.

2.

Kegiatan Inti (110 menit)


a. Siswa mengumpulkan tugas Mari Berselancar di Internet.
b. Diskusi kelas mengenai gaya berat dan gaya normal.
c. Guru meminta siswa menjelaskan mengenai berat semu di dalam lift.
d. Diskusi kelas mengenai gaya gesek statis dan kinetis yang bekerja pada benda.
e. Guru memberikan contoh soal mengenai permasalahan dinamika partikel dan mendiskusikannya
bersama siswa.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


Melakukan refleksi pembelajaran dan meminta siswa mengerjakan latihan 2 sebagai PR.
Pertemuan V (2 45 menit)

1.

Pendahuluan (10 menit)


Guru mengingatkan kembali mengenai gaya gesek statis dan kinetis.

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


a. Siswa melaksanakan praktikum menentukan koefisien gesakan statis dan kinetis secara berkelompok
di ruang laboratorium.
b. Guru membimbing kelompok yang mengalami kesulitan dalam melaksanakan praktikum.

4.

Kegiatan Penutup (10 menit)


Guru meminta siswa mengumpulkan laporan sementara hasil praktikum setiap kelompok, kemudian
membahas hasil praktikum siswa. Guru mengingatkan siswa agar mempelajari kembali dinamika partikel.
Guru meminta siswa mengerjakan soal-soal ulangan harian.
Pertemuan VI (2 45 menit)

1.

Pendahuluan (10 menit)


Guru membuka pembelajaran, kemudian menjelaskan sistematika Ulangan Harian.

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


Ulangan Harian Siswa

4.

Kegiatan Penutup (10 menit)


Siswa mengumpulkan jawaban Ulangan Harian. Guru meminta siswa mempelajari bab berikutnya.

Fisika Kelas X

231

G. Penilaian
1. Teknik dan Bentuk Instrumen
Teknik

2.

Pengamatan Sikap

Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik

Tes Unjuk Kerja

Tes Uji Petik Kerja dan Rubrik

Tes Tertulis

Tes Pilihan Ganda dan Uraian

Portofolio

Panduan Penyusunan Portofolio

Contoh Instrumen
a. Lembar Pengamatan Sikap

b.

232

Bentuk Instrumen

No.

Aspek yang Dinilai

1.

Memiliki rasa ingin tahu yang diwujudkan


dalam pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
siswa saat berdiskusi.

2.

Menghargai kerja individu dan kelompok


serta bertanggung jawab dalam aktivitas
sehari-hari.

Keterangan

Rubrik Penilaian Sikap


No.

Aspek yang Dinilai

Rubrik

1.

Memiliki rasa ingin tahu yang diwujudkan


dalam pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
siswa saat berdiskusi.

3 : menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dengan banyak


bertanya, antusias, terlibat aktif dalam kegiatan kelompok,
berani mengemukakan pendapat dan tidak takut salah.
2 : menunjukkan rasa ingin tahu, tetapi tidak terlalu antusias,
terlibat aktif dalam kegiatan kelompok ketika disuruh, dan
masih takut atau ragu dalam mengungkapkan pertanyaan
atau pendapat.
1 : tidak menunjukkan antusias dalam pengamatan, sulit terlibat
aktif dalam kegiatan kelompok meskipun telah didorong
untuk terlibat, dan tidak pernah mengemukakan pertanyaan
atau pendapat.

2.

Menghargai kerja individu dan kelompok


serta bertanggung jawab dalam aktivitas
sehari-hari.

3 : Menghargai kerja individu maupun kelompok misalnya


menghargai pendapat teman, berdiskusi dengan teman
saat melakukan tugas kelompok, memberikan kesempatan
kepada teman untuk menyatakan pendapatnya.
Bertanggung jawab dalam aktivitas sehari-hari misalnya
mengerjakan tugas individu dengan sebaik-baiknya dan
tidak pernah terlambat mengumpulkan tugas.
2 : Berupaya tepat waktu dalam mengerjakan tugas namun
belum menunjukkan upaya yang terbaik, misalnya
percobaan hanya dilakukan satu kali dan kurang teliti dalam
membaca alat ukur. Kurang bisa menghargai pendapat
teman dan menganggap pendapatnya yang paling benar.
1 : Tidak berupaya sungguh-sunggu dalam mengerjakan
tugas atau tidak mengerjakan tugas dari guru dan tidak
peduli dengan orang lain saat pembelajaran.

Mengetahui
Kepala SMA/MA . . . .

Guru Bidang

.........................
NIP___________________

.........................
NIP___________________

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran