Anda di halaman 1dari 8

Analisis Artikel:

A SYNTHESIS OF EMPIRICAL INTERNAL AUDIT EFFECTIVENESS


LITERATURE POINTING TO NEW RESEARCH OPPORTUNITIES
Rainer Lenz Ulrich Hahn
Pengauditan Sektor Publik
Dosen: Suyanto, Ph.D., CA.

Kelompok 3:
Fatma Dwi Jati
Farid Fajrin

15/387008/PEK/20731
15/387007/PEK/20557

Fitria Ningrum Sayekti

15/387011/PEK/20561

MAGISTER AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA

ANALISIS ARTIKEL
Title

: A synthesis of empirical internal audit effectiveness literature pointing


to new research opportunities

Authors

: Rainer Lenz and Ulrich Hahn

Abstrak
Pada bagian abstrak dipaparkan tentang tujuan, metodologi/pendekatan,
temuan implikasi pada praktek serta orisinalitas/nilai.
Tujuan dari penelitian ini yaitu memberikan synopsis tentang apa yang
dikatakan oleh literature akademik tentang efektifitas audit internal kemudian
penelitan ini memberikan set pertanyan penelitian yang mungkin bisa membantu
untuk membawa audit internal yang terbaik dari yang diusulkan. Selanjutnya Studi
empiris didasarkan pada self assessment (inside-out) auditor internal dan perspektif
stakeholder lain (outside-in) yang ditinjau melalui lensa efektivitas

dimana

perspektif outside-in secara khusus sangat valuable.


Hasil temuan dari penelitian ini Pertama, tema umum dalam literatur empiris
diidentifikasi. Kedua, benang utama ke model yang terdiri dari faktor makro dan
mikro yang mempengaruhi efektivitas IA disintesis. Ketiga, menjanjikan jalur
penelitian masa depan yang dapat meningkatkan proposisi nilai IA.
Agenda penelitian menyarankan untuk mengidentifikasi rangkaian penelitian
empiris yang dapat membantu para praktisi IA untuk membuat perbedaan untuk
organisasi mereka, diakui, dihormati dan dipercaya dan membantu profesi IA dalam
menciptakan identitas unik. Tulisan ini juga ingin memotivasi peneliti untuk
mengeksplorasi strategi penelitian yang inovatif dan menyelidiki teori-teori baru,
serta manfaat dari fertilisasi silang dengan aliran penelitian lainnya.
1. Perkenalan
Pada bagian ini dimulai dengan latar belakang dilakukannya penelitan ini
yaitu berawal dari penelitian Bailey et al. (2003) yang menyajikan kesempatan
penelitian di audit internal (IA) yang membantu untuk memajukan IA dengan

mengilhami pengembangan komunitas akademik IA. Pada penelitian ini Studi empiris
didasarkan pada self assessment (inside-out)

auditor internal dan perspektif

stakeholder lain (outside-in) yang ditinjau melalui lensa efektivitas. Setelah


mengidentifikasi tema umum, penulis mensintesis rangkaian utama menjadi model
yang terdiri faktor makro dan mikro yang mempengaruhi efektivitas IA., kemudian
disajikan sekumpulan

kesempatan penelitian IA yang terbaru. Arah ini untuk

penelitian masa depan merupakan nilai utama dari makalah ini.


Kemudian pada bagian berikutnya dijelaskan tentang brebagi teori dan hasil
penelitian yang muncul tentang audit internal yang menunjukkan beberapa hasil
diantaranya:
1. Kurangnya pemahaman/pengetahuan anggota dewan komite tentang IA.
KPMG (2009)
2. Potensi untuk perbaikan Fungsi Audit Internal (IAF). Ernst & Young
(2012)
3. Beberapa masalah pada IA. Lenz dan Sarens (2012)
Selanjutnya pada bagian akhir disebutkan tentang tujuan dari penelitian ini
yaitu menunjukkan satu set baru pertanyaan penelitian yang dapat membantu untuk
membawa yang terbaik dari IA karena penulis percaya bahwa penelitian ilmiah dapat
berkontribusi untuk mengatasi masalah fundamental yang mempengaruhi efektivitas
IA.
2. Apa yang bias kita pelajari dari literature akademik tentang efektifitas
IA?
Bagian ini meninjau literatur empiris yang ada pada efektivitas IA yang
melengkapi karya oleh Gramling et al. (2004) yang meneliti literatur yang
berhubungan dengan kualitas IAF sebagian besar dari perspektif auditor eksternal.
Ketika memberikan tinjauan literatur empiris yang ada pada efektivitas IA,
ada dua aliran yang berbeda yaitu perspektif "sisi penawaran", yaitu studi empiris
berdasarkan penilaian diri auditor internal, dan perspektif "sisi permintaan", yaitu
studi empiris berdasarkan perspektif pemangku kepentingan lain.

Aliran 1 yaitu perspektif sisi penawaran literatur empiris di mana auditor


internal, sebagian besar kepala IA (CAE) menjelaskan bagaimana mereka menilai
efektivitas mereka.
Aliran 2 yaitu perspektif "sisi permintaan" yang menyoroti literatur empiris
yang membahas dan menganalisis bagaimana klien, pelanggan dan penerima manfaat
dari layanan yang diberikan oleh IAF merasakan nilainya.
2.1 Perspektif sisi penawaran: bagaimana internal auditor berpikir tentang peran
dan efektivitas mereka?
Sub bagian ini menjelaskan tentang Aliran 1 yaitu perspektif sisi penawaran
literatur empiris di mana auditor internal, sebagian besar kepala IA (CAE)
menjelaskan bagaimana mereka menilai efektivitas mereka melalui teori dan hasil
penelitian terdahulu
faktor yang dianggap penting seperti

peran CAE dan keterampilan serta

kompetensi auditor internal, spesifikasi organisasi, politik dan budaya, dukungan dari
manajemen senior dan dampak terhadap dewan, langsung atau melalui komite audit.
Sub bagian ini dibagi menjadi beberapa pembahasan yaitu:
1) Kepentingan dari Komite Audit (AC) dan Dewan yang tinggi
2) Dukungan dari manajemen Senior sangat kritis
3) Serving dari dua atau lebih Master/pemilik
4) Peran krusial dari CAE dan kemampuan serta kompentensi auditor
internal
5) Masalah

karakteristik

organisasi

termasuk

politik

dan

budaya,

ketidakjelasan peran dan konflik peran


6) Internal Audit menjadi efektif ketika berbasis risiko
7) Building blocks dari karakteristik IA

2.2 Perspektif sisi permintaan: Bagaimana Stakeholder melihat peran dan efektivitas
dari Internal Audit?
Sub bagian ini menjelaskan tentang Aliran 2 yaitu perspektif "sisi permintaan"
yang menyoroti literatur empiris yang membahas dan menganalisis bagaimana klien,

pelanggan dan penerima manfaat dari layanan yang diberikan oleh IAF merasakan
nilainya.
Sub bagian ini dibagi menjadi beberapa pembahasan yaitu:
1) Multiple Outcomes dari IA
2) IA menjadi efektif ketika bertemu dengan ekspektasi dari manajemen
3) IA menjadi efektif ketika bertemu dengan ekspektasi dari dewan/komite
audit
4) IA menjadi efektif ketika bertemu dengan ekspektasi dari Auditor
eksternal
5) IA menjadi efektif ketika bertemu dengan ekspektasi dari Auditee
6) Auditor internal yang efektif mempersyaratkan kemampuan dan
kompetensi
Secara ringkas literature tentang dua perspektif yang disebutkan diatas
dapat dilihat pada table berikut:

3. Faktor-faktor makro dan mikro yang mempengaruhi efektivitas dari


Audit Internal
Pada bagian ini peneliti mengawalinya dengan meringkas fitur-fitur kunci dan
pola ketika meninjau penelitian IA sebelumnya. Kemudian dijelaskan pula bahwa
Berdasarkan penelitian sebelumnya, penulis menyarankan efektivitas IA harus dilihat
sebagai konsep multifaset, sehingga membedakan dimensi makro dan mikro
digambarkan sebagai berikut:

Setelah menjelaskan masing-masing factor makro kemudian dikemukakan


hasil penelitian dari Lenz (2013, pp. 262-265) yang menyimpulkan bahwa factor
Makro masing masing memiliki kelemahan, yaitu: kekuatan institusional koersif
mempengaruhi efektivitas IA, tetapi mereka biasanya terbatas dan sering hanya tidak
langsung. Demikian pula kekuatan institusional normatif mempengaruhi efektivitas
IA, tetapi mereka dinilai menjadi relatif lemah. Mimesis peduli kekuatan
institusional, tetapi efektivitas IA membutuhkan pemahaman bersama tentang apa
yang membuat aktivitas nilai tambah Bagi IA.

Dengan demikian, peneliti berharap faktor mikro mampu untuk menentukan


perilaku, kecuali ada tekanan koersif sangat kuat dari beberapa sumber, misalnya,
organisasi tidak hanya memiliki IAF tetapi untuk memiliki IAF efektif dan menjadi
cukup spesifik dalam praktek. Hal ini akan membersihkan pemahaman masih kabur
kita tentang faktor-faktor penentu efektivitas IA.
4. Peluang Penelitian Baru
Setelah mengidentifikasi tema umum dalam literatur empiris dan sintesis
rangkaian utama menjadi model yang terdiri dari faktor makro dan mikro yang
mempengaruhi efektivitas IA, peneliti memberikan jalur penelitian masa depan yang
menjanjikan yang dapat menyebabkan peningkatan proposisi nilai IA. Melalui
sekumpulan pertanyaan yang dapat digunakan pada penelitian nantinya.
Peneliti membuat klaster yang disarankan untuk proposal penelitian IA
disekitar bagian utama yang diidentifikasi yaitu hubungan IA, Proses IA, Sumber
daya IA, pertanyaan yang berpusat pada dampak kekhususan organisasi dan
pertanyaan yang ditujukan pada factor makro.
5. Ringkasan dan Kesimpulan
Pada bagian ini dimulai dengan motivasi pembuatan artikel ini yaitu berasal
dari ancaman relevansi yang dihadapi oleh masyarakat IA. Sebuah realitas sinyal
interogasi berlangsung dari peran dan relevansi fungsi IA. kadang-kadang berasal dari
kekecewaan di kalangan pemangku kepentingan IA. Dengan demikian, IA mungkin,
sekali lagi, berada di persimpangan jalan (IIA, 2013; PWC, 2013).
Selanjutnya Penulis mengatakan bahwa disarankan diagnosis dan terapi dari
konsultasi dan Accounting firms mampu membantu untuk mengembangkan proporsi
nilai IAF. Selain itu penulis juga memotivasi para peneliti untuk meninggalkan jalan
lama dan mencoba cara baru dan juga memotivasi studi berdasarkan data kuantitatif
dan data kualitatif dimana penelitian eksperimental akan memungkinkan kesimpulan
dari kausalitas antara faktor dalam praktek, yang melampaui pengetahuan asosiasi.

Akhirnya penulis menutup dengan harapan bahwa agenda penelitian


menyarankan serangkaian topik penelitian yang relevan di IA. Mereka semua
memiliki kesamaan untuk mencari bukti nilai tambah inheren diasumsikan dari IA.
Kami mendorong masyarakat ilmiah untuk bergabung dan membantu memajukan
pengetahuan sekitar IAF dan efektivitasnya, sehingga mengatasi kekhawatiran
relevansi profesi IA. penelitian ilmiah telah banyak memberikan kontribusi untuk
lebih memahami dan meningkatkan dunia dan hasil dari praktisi IA.