Anda di halaman 1dari 7

Cara Pengukuran BMR

Tidak makan minimal 12 jam

Tidur nyenyak semalam

Tanpa gerak badan setelah tidur

Menghilangkan faktor psikis dan fisik yang merangsang metabolisme

Suhu harus nyaman ( 25 300 C )

Faktor BMR
1. Gerak badan
2. Makan / minum
3. Suhu lingkungan
4. Tinggi badan, Berat badan
5. Jenis kelamin
6. Suhu tubuh
7. Kehamilan, menstruasi
8. Hormon tiroid
9. Hormon epineprin dan nonepineprin

Cara Menghitung Kebutuhan Energi

Untuk menghitung kebutuhan energi seseorang, maka harus diketahui BMR nya dan
kegiatan fisiknya, dan untuk memperkirakan jumlah energi yang diperlukan dapat
dihitung dengan menggunakan rumus berikut

Suhu Tubuh

Suhu tubuh normal rata rata per oral = 37oC (36,40C - 37,2OC).

Kehilangan panas tubuh melalui cara:

Radiasi : 60 %

Konduksi ke tempat lain : 3 %

Konveksi ke udara: 15 %

Evaporasi: 22 %

Perpindahan Panas

Konduksi perpindahan kalor melalui suatu medium, tanpa disertai perpindahan


partikel medium tersebut

Misal: perpindahan panas tubuh ke kursi

Konveksi: perpindahan kalor melalui suatu medium, yang disertai perpindahan partikel
medium tersebut

Misal: perpindahan panas tubuh ke udara

Radiasi perpindahan panas tanpa melalui medium, dalam bentuk gelombang


elektromagnetik

Misal: sinar, sinar gama, sinar X, sinar infra merah

Evaporasi perpindahan panas melalui penguapan

Misal: penguapan keringat memerlukan kalori

Keseimbangan Panas

Panas secara terus menerus dihasilkan oleh tubuh sebagai hasil sampingan metabolisme,
dan panas juga dibuang ke lingkungan sekitar.

Bila kecepatan pembentukan panas tepat sama dengan kehilangan panas maka tubuh
dalam keadaan keseimbangan panas.

Tetapi bila keduanya diluar keseimbangan, maka suhu tubuh akan meningkat atau
menurun.

Jika suhu tubuh > suhu lingkungan panas akan hilang dengan cara radiasi dan
konduksi

Jika suhu tubuh < suhu lingkungan tubuh dapat panas dari radiasi dan konduksi
lingkungan membuang panas dengan Evaporasi.

Pengaturan Suhu Tubuh

Pusat pengatur suhu tubuh Termostat Hipotalamus

Reseptor suhu tubuh :

Neuron di area Preoptika Hipotalamus

Reseptor suhu kulit

Reseptor suhu didalam Medulla spinalis, Abdomen.

Mekanisme Pembuangan Panas

Perangsangan kelenjar keringat pembuangan panas secara penguapan.

Menghambat pusat simpatis di Hipotalamus posterior, sehingga menghilangkan tonus


vasokonstriksi normal pada pembuluh kulit terjadi vasodilatasi dan kehilangan banyak
panas dari tubuh

Mekanisme Pembentukan Panas

Vasokonstriksi pada kulit mencegah konduksi panas dari dalam tubuh ke kulit.

Piloereksi rambut berdiri membentuk isolator pada kulit, efek ini tidak begitu
penting pada manusia.

Peniadaan keringat penguapan terhenti.

Peningkatan pembentukan panas :

Menggigil (Pusat motorik efek menggigil terletak pada bagian Dorsomedial Hipotalamus
Posterior)

Peningkatan rangsangan simpatis pembentukan panas Hormon epinefrin dan


norepinefrin meningkatkan metabolisme.

Peningkatan pengeluaran Hormon Tiroksin meningkatkan metabolisme.

Fisiologi Demam

Demam adalah suhu tubuh diatas batas normal biasa, yang disebabkan oleh zat toksik
(Pirogen), penyakit bakteri, tumor otak, atau dehidrasi yang mempengaruhi pusat
pengaturan suhu (termostat hipotalamus).

Pirogen tsb merangsang termostat hipotalamus, untuk di set pada suhu yang lebih tinggi

Karena suhu tubuh lebih rendah dari pada setelan ( set ) termostat hipotalamus maka
terjadi peningkatan suhu tubuh dan terjadilah demam (diatas normal) sampai mencapai
suhu kritis (38,6OC)

Pada suhu kritis tsb (38,6OC) maka tubuh berusaha men-set termostat hipotalamus
pada suhu normal (37OC) maka terjadi vasodilatasi, dan berkeringat.

Perubahan peristiwa yang mendadak pada demam dari suhu kritis menuju normal disebut
Kritis atau FLUSH

Bila suhu tubuh meningkat sampai melebihi 40,5OC terjadi sengatan panas (HEAD
STROKE) dengan gejala : dizziness, distress abdomen, delirium, kehilangan kesadaran.

Obat anti Piretik (Aspirin) mempunyai kasiat menurunkan panas, dengan jalan
menurunkan penyetelan termostat hipotalamus (kebalikan efek Pirogen

1. Metabolisme Pengaturan Suhu Tubuh


PRINSIP PENGATURAN SUHU TUBUH
Konsep Core temperature yaitu dianggap merupakan dua bagian dalam soal pengaturan suhu
yaitu :

Bagian dalam inti suhu tubuh, yang benar- benar mempunyai suhu rata-rata 370 C, yaitu diukur
pada daerah (mulut, otot, membrane tympani, vagina, esophagus.(Tr)
Bagian luar adalah temperature kulit + 1/3 massa tubuh yaitu penukaran kulit sampai + 2 cm
kedalam.(Ts)
Dari dua bagian tersebut dapat disimpulkan bahwa temperature suhu tubuh rata-rata (tmb :
Temperatur Mean Body) dengan rumus ;
TMB = 0,33 Ts + 0.67 Tr

Organ Pengatur Suhu Tubuh


Pusat pengatur panas dalam tubuh adalah Hypothalamus, Hipothalamus ini dikenal sebagai
thermostat yang berada dibawah otak.
Hipothalamus anterior berfungsi mengatur pembuangan panas
Hipothalamus posterior berfungsi mengatur upaya penyimpanan panas
Mekanisme pengaturan suhu
Kulit --> Reseptor ferifer --> hipotalamus (posterior dan anterior) --> Preoptika hypotalamus
--> Nervus eferent --> kehilangan/pembentukan panas
Pengaturan Suhu Tubuh Dalam Keadaan Panas
1. Fisik
Penambahan aliran darah permukaan tubuh
Terjadi aliran darah maximum pada anggota badan
Perubahan (shift) dari venus return ke vena permukaan
Proses ini terutama efektif pada keadaan temperature kurang/ dibawah 34 0C. penambahan
aliran darah penambahan konduktivitas panas (thermal konduktivity)

2. Keringat
Pada temperature diatas 34 0C, pengaturan sirkulasi panas tidak cukup dengan radiasi, dimana
pada kondisi ini tubuh mendapat panas dari radiasi. mekanisme panas yang dipakai dalam
keadaan ini dengan cara penguapan (evaporasi).
Gerakan kontraksi pada kelenjar keringat, berfungsi secara periodic memompa tetesan cairan
keringat dari lumen permukaan kulit keringat merupakan mekanisme pendingin yang paling
efektif.