Anda di halaman 1dari 2

Pengertian Keadaan Darurat adalah Keadaan dimana

prinsip keselamatan jiwa ,barang dan lingkungan menjadi


lebih utama drpd kelancaran atau efesiensi , pengoperasian
Kapal.

Keadaan tersebut meliputi kegiatan :

Kapal diserang badai


Kapal terbakar
Kpl kandas & muatan tumpah kelaut.
Kpl bocor & stabilitas terganggu
Kpl tanpa tenaga penggerak .

Hal yang perlu diperhatikan saat keadaan Darurat :

Bersikap tenang , tdk panik & waspada .


Peduli terhadap peringatan atau perbahan
keadaan yang membahayakan.
Menguasai keadaan utk keselamatan diri .
Melaporkan kejadian kpd atasan utk mencegah
kerusakan & korban makin bertambah.
Menggunakan alat penyelamatan diri secara
maksimal saat Abandon Ship .
Selamatkan dokumen kamar mesin

Untuk pengamanan terhadap permesinan & mencegah


meluasnya Marabahaya dilokasi Kamar mesin maka
diambilntindakan :

Mematikan penoperasian mesin penggerak


Utama, Generator Listrik , Bahan bakar ,
Separator Limbah, Ketel uap , dll.
Menutup pintu kedap & pintu
Membunyikan tanda bahaya .

Untuk penyelamatan Darurat setiap ABK wajib


mengetahui :

Lokasi /lintasan penyelamatan.


Tempat dan jenis pemadaman kebakaran.
Tempat Life jacket & Sekoci .
Penggunaan pintu kedap.
Mengerti jenis Aba aba Peringatan & Alarm .

Syarat - syarat Penggantian Tugas jaga :

Perwira tugas jaga mesin tdk boleh menyerahkan


tugas jaganya kpd perwira pengganti bila perwira
pengganti tdk mampu melaksanakan Tugas jaga
secara efektif .
Perwira pengganti beserta anggotanya harus
sepenuhnya mampu melaksanakan tugas jaga
secara Efktif .
Jika ada perwira pengganti yg bersangkutan tdk
dapat melaksanakan tugas secara efektf (deck /
mesin ) maka hrs dilaporkan kpd Nakhoda / KKM.
Jika suatu kegiatan penting yg dilakukan , maka
kegiatan tsb hrs diselesaikan oleh perwira yang
akan diganti kecuali ada perintah dr atasan
Sebelum mengambil alih tugas , Perwira
pengganti hrs memperoleh kepastian :

Perintah harian /petunjuk khusus dr KKM


yang berkaitan dgn system dan
pengoperasian mesin .

Sifat pekerjaan yg dilakukan pada mesin,dan


system dalm kapal .
Ketingian dan kodisi Air/ Bahan bakar
didalam Tank atau kotoran didalam Got.
Setiap cara pengoperasian khusus yg
disebabkan oleh tdk berfungsinya peralatan
oleh kondisi kapal yang buruk .
Laporan para bawahan yang bertugas
dikamar mesin.
Kondisi & cara pengoperasian berbagai
sistim utama & sistim pembantu serta sistim
distribusi tenaga listrik.
Tersedianya peralatan pemadaman
kebakaran .
Mengisi Buku harian kamar mesin , dll.

Hal hal yang perlu diperhatikan disaat jaga Pelabuhan :

Apa kegiatan yang sedang dilakukan ( bongkar


muat , Bunker bahan bakar ,dll )
Siapa pemimpin bagian masing masing .
Mengerti pengoperasian permesinan yang
diperlukan pada saat tugas jaga termsk keadaan
darurat .
Letak sarana penghubung ke darat
Pengamatan periodik ttp dilaksanakan &
dilaporkan
Pintu pintu akses menuju tempat terbatas &
sarana peringatan bahaya hrs ditutup/ dilindungi
dr penyalah gunaan kepentingan .
Segera matikan & amankan permesinan yg tdk
digunakan lagi , dll .

Pengaturan Tugas jaga Laut dapat di bagi 3 Regu :

Regu
Regu
Regu
Regu
Regu
Regu

A : Pagi hari
08. 00 - 12.00
B : Siang hari
12. 00 - 16.00
C : Sore hari
16. 00 - 20. 00
A : Malam hari 20. 00 - 24. 00
B : Larut malam 00. 00 - 04. 00
C : Dini hari
04. 00 - 08. 00

Pengolompokan Tugas jaga menurut pengoperasian


Kapal adalah

Jaga Laut : Jaga yg dilakukan disaat kapal sdg


berlayar .
Jaga Pelabuhan : Jaga disaat kapal berada di
pelabuhan baik sandar maupun labuh jangkar .

Pengolompokan Tugas jaga menurut Sifatnya adalah :

Jaga Rutin :Tugas jaga secara rutin baik dilaut


maupun dipelabuhaan sesuai pembagian tugas &
jadwal
Jaga Darurat : Tugas jaga dlm keadaan darurat
didalam tindakan penyelamatan .
Jaga Khusus : Tugas jaga yg tdk mengacu kepada
pembagian tugas / Jadwal ttp mengacu kepd
kegiatan
Yang sedang dilakukan.

Hal hal yang perlu diperhatikan Anggota disaat Tugas


jaga Mesin :

SUHU : Gas buang , Minyak lumas , Bahan


bakar ,
Air Pendingin , Ruang mesin , Ruang
pendinginan Mkn
TEKANAN : Minyak lumas , Bahan bakar , Udara
bilas , Uap ketel , Air pendingin , Udara
Penjalan/Penometic.
PUTARAN : Poros engkol , Propeller , Alternator .
Hal lain yang diperlukan dalam laporan Tugas jaga
: 1). Sering mengontrol semua pesawat yg
bekerja mengenai SUHU , kelainan suara
2). Melumasi bagian pesawat yang perlu dilumasi
3). Mengatur suhu Bahan bakar yg akan masuk ke
Motor induk
4). Transfer Bahan bakar dari tangki Doubel
bottom ke tangki Harian .
5). Memperhatikan Air ketel bantu & menjaga
tekanan Uap jangan sampai kurang atau melebihi
batas kerja (7kg/ cm2 )
6). Tekanan Botol angin diusahakan hingga
tekanan (25kg/cm2 )
7). Mengeringkan Air Got di kamar mesin.
8). Menjurnal Tekanan & Temperatur dari Motor
Induk maupun Generator ke dalam Look book.
9). Kurang dari jam dari 4 jam penjagaan ,
melaporkan RPM rata2 & suhu air laut ke
Anjungan. 10). Mengkalkulasi pemakaian Bahan
bakar satu kali penjagaan & ditulis di dalam
Jurnal.

Prosedur serah terima Tugas jaga :

Sebelum serah teima Tugas jaga , yang jaga lama


harus meyakini laporan yang diberikan telah
dimengerti dan mampu melaksanakan Tugas jaga
oleh Tugas jaga baru.
Laporan Tugas jaga harus ditulis lengkap kedalam
jurnal jaga & ditanda tangani sebagai pertanggung
jawaban yang Tugas jaga .
Dalam laporan itu mencakup a l :
1) . Permesinan yang sedang beroperasi .
2) . Permesinan / Peralatan yang sedang
diperbaiki atau tidak berfungsi .
3) . Perubahan jenis pengoperasian Otomatis
menjadi manual atau sebaliknya .
4) . Kelainan yang teramati .
5) . Jumlah Bahan Bakar dan Minyak Lumas yang
terpakai dan sisanya .
6) . Kondisi buangan Air Got/ Limbah yang perlu
ditangani.
7) . Perintah Anjungan yang akan dilaksanakan
pada jam jaga berikutnya .
8) . Percobaan percobaan yang dilakukan .

Pengertian Istilah Tugas jaga adalah Melakukan


penjagaan dengan

CERMAT , memberikan perhatian penuh dan


mengawasi dengan waspada .
AWAS , penjagaan dengan terus menerus dan
sangat hati hati .
WASPADA , menekankan pada suatu keadaan
sangat siaga dan siap mengatasi apapun yg akan
terjadi.

Pelaksanaan Tugas jaga baik di Deck maupun diK. Mesin


adalah Diatur berdasarkan STCW 1978 Amandemen STCW
1995 Bab VIII yang mengatur hal hal yang diperlukan dan
dipahami oleh awak kapal selama melaksanakan Tugasnya
baik di Laut maupun di Pelabuhan.
Apa apa yang diatur dalam ketentuan STCW 1978
Amandemen 1995 pada Bab VIII : adalah Kompetensi
yang harus dimiliki sesuai tugas dan tanggung jawabnya
diatas kapal , karena bersifat Operasional dan berakibat
langsung terhadap kelancaran dan pengoperasian sebuah
kapal maka ditentukan oleh awak kapal mengenai
Pengetahuan dan keterampilan sesuai tanggung jawab,
serta Kesiapan fisik & Mental .
Perwira jaga / Crew / Pekerja sebuah kapal adalah Wakil
Nakhoda dan tanggung jawabnya setiap waktu adalah
melaksanakan Tugas jaga kapal dengan seksama dan harus
memastikan bahwa pengawasan yang efisien selalu
terpelihara .
Standar Tugas jaga sesuai Bab VIII Section A STCW
1995 adalah : Fitnes ( kebugaran ) untuk
menjalankanTugas :

Semua orang yg ditunjuk utk menjalankan Tugas


jaga baik Perwira , Bawahan harus diberi waktu
Istirahat paling sedikit 10 jam dalam waktu 24 jam.
Jam jaga istirahat ini hrs paling banyak dibagi 2
periode istirahat , salah satunya tdk kurang dari 6
jam .
Persyaratan periode ini tdk hrs diikuti jika berada
dalam situasi Darurat, atau Latihan .
Meskipun ada ketentuan metode min : 10 jam tsb ,
bisa dikurangi 6 jam asal tidak lebih dari 2 hari.
Pemerintah yang bersangkutan harus menetapkan
agar jadwal jaga ditetapkan pada tempat yang
mudah dilihat .

Persyaratan minimum wajib untuk memperoleh


SERTIFIKAT :

Berusia tidak kurang dari 18 Tahun .


Menyelesaikan tidak kurang dari 6 bln
pengalaman dibagian mesin sesuai dengan
section A-III/I kode STCW.
Telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan
yang telah disetujui paling sedikit 30 bln termasuk
pelatihan diatas kapal yg dicatat kedalam Record
book dan memenuhi standar kompetensi yang
ditetapkan dalam section A-III/ I Kode STCW.