Anda di halaman 1dari 1

Kimia: Belajar dari Natrium Klorida dan

Sukroalosa
Mendengar kata natrium klorida mungkin agak asing di telinga kita. Namun jika
mendengar kata garam, kita langsung kenal karena akrab di telinga kita. Natrium
Klorida merupakan nama kimia dari garam dapur. Garam dapur merupakan
senyawa kimia yang tersusun dari 2 unsur, logam natrium (Na) dan gas klor (Cl).
Bila dipisahkan, kedua zat itu punya sifat yang berbeda. Natrium merupakan
logam yang sangat reaktif. Bila bereaksi dengan air, akan menimbulkan ledakan.
Maka, Natrium harus disimpan di media khusus yaitu minyak tanah. Sedangkan
gas Klor merupakan gas berwarna hijau yang beracun dan bila terhirup dapat
menimbulkan gangguan paru-paru. Kedua zat tersebut memang dapat
merugikan jika berdiri sendiri. Namun jika direaksikan pada suhu dan tekana
yang ekstrim, keduanya menjadi garam dapur yang bermanfaat. Bagaimana jika
masak tanpa garam? Satu lagi, jika 3 molekul gas klor yang beracun direaksikan
dengan sukrosa (gula), maka menjadi sukroalosa yakni pemanis sintesia yang
manisnya 600 kali dibanding gula. Natrium klorida dan sukroalosa memberi
pelajaran kepada kita. Seseorang yang mungkin mempunyai potensi yang tidak
baik seperti natrium dan gas klor. Namun bila ia sabar dengan tekanan
tarbiyah dan tetap istiqomah dengan suhu ekstrim jamaah ini, maka ia akan
menjadi sebuah makhluk yang mengagumkan. Pelajaran kedua yang dapat kita
ambil dari natrium klorida dan sukroalosa yaitu amal jamai. Jika kita terpeeahpecah dan berjalan sendiri-sendiri tanpa sebuah pegangan, tanpa jamaah, maka
kita akan mudah terpecah dan terkena godaan syaitan. Maka dari itu, Nabi
mewajibkan kita untuk senantiasa berada dalam jamaah. Jika kita tetap bersatu
dalam jamaah, maka kita mampu melejitkan potensi kita, melebihi apa yang kita
punya. Jika sukroalosa mampu memberi rasa 600 kali lebih manis, maka
ketertautan hati di jalan-Nya memberi rasa manis yang tak terkira. Ifah