Anda di halaman 1dari 26

Laporan praktikum instrumentasi control otomatis

NEAR INFRARED SPECTROSCOPY (NIRS)

Oleh
Jusriman

(1305106010004)

Muhammad Afzal

(1305106010016)

Mahendra Rizqi

(1305106010021)

LABORATURIUM INSTRUMENTASI DAN ERGOTRONIKA


PROGRAM STUDI TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSALLAM BANDA ACEH
2016

KATA PENGANTAR

23

Dengan memanjatkan puji syukur kepada ALLAH SWT, atas limpahan dan
rahmatnya kami dapat menyelesaikan tugas pembuatan laporan yang berjudul
Spektrofotometri NIR (NearInfra-Red)dengan lancar.
Dalam pembuatan makalah ini, kami mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada bapak fachrudin yang telah memberikan tugas ini kepada kami
sebagai penilaian akhir kuliah.
Akhir kata semoga laporan ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan
kami sebagai penulis pada khususnya, kami menyadari bahwa dalam pembuatan
makalah ini masih jauh dari sempurna untuk itu kami menerima saran dan kritik
yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan. Akhir kata kami
sampaikan terimakasih.

Penulis

23
DAFTAR ISI

Kata pengantar.............................................................................................i
Daftar isi........................................................................................................ii
I. PENDAHULUAN.....................................................................................1
1.1.............................................................................................................Latar
belakang............................................................................................1
1.1.Rumusan masalah............................................................................2
II. TINJAUN PUSTAKA.............................................................................4
III. METODOLOGI PRAKTIKUM..........................................................6
IV. PEMBAHASAN......................................................................................7
4.1. Pengertian NIR...............................................................................7
4.2. Prinsip kerja NIR...........................................................................7
4.3.Mekanisme kerja NIR.....................................................................10
4.4. Instrumentasi NIR..........................................................................13
4.5 Aplikasi NIR dalam kehidupan sehari-hari..................................17
4.6. Kekurangan dan kelebihan NIR...................................................19
V. PENUTUP.................................................................................................21
5.1. Kesimpulan.....................................................................................21
5.2. Saran................................................................................................22
DAFTAR PUSTAKA

23
I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Spektroskopi adalah ilmu yang mempelajari materi berdasarkan cahaya, suara
atau partikel yang dipancarkan, diserap atau dipantulkan oleh materi tersebut.
Spektroskopi juga dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari interaksi
antara cahaya dan materi. Dalam catatan sejarah, spektroskopi mengacu kepada
cabang ilmu dimana "cahaya tampak" digunakan dalam teori-teori struktur materi
serta analisa kualitatif dan kuantitatif. Dalam masa modern, definisi spektroskopi
berkembang seiring teknik-teknik baru yang dikembangkan untuk memanfaatkan
tidak hanya cahaya tampak, tetapi juga bentuk lain dari radiasi elektromagnetik
dan non-elektromagnetik seperti gelombang mikro, gelombang radio, elektron,
fonon, gelombang suara, sinar x dan lain sebagainya.
Spektroskopi umumnya digunakan dalam kimia fisik dan kimia analisis untuk
mengidentifikasi suatu substansi melalui spektrum yang dipancarkan atau yang
diserap. Alat untuk merekam spektrum disebut spektrometer. Spektroskopi juga
digunakan secara intensif dalam astronomi dan penginderaan jarak jauh.
Kebanyakan teleskop-teleskop besar mempunyai spektrograf yang digunakan
untuk mengukur komposisi kimia dan atribut fisik lainnya dari suatu objek
astronomi atau untuk mengukur kecepatan objek astronomi berdasarkan
pergeseran Doppler garis-garis spektral. Spektrofotometri dapat dianggap sebagai

23
perluasan suatu pemeriksaan visual dengan studi yang lebih mendalam dari
absorbsi energi. Absorbsi radiasi oleh suatu sampel diukur pada berbagai panjang
gelombang dan dialirkan oleh suatu perekam untuk menghasilkan spektrum
tertentu yang khas untuk komponen yang berbeda.
Dalam makalah kami, akan dijelaskan salah satu jenis spektroskopi yakni
spektroskopi infra merah (IR). spektroskopi ini didasarkan pada vibrasi suatu
molekul. Spektroskopi inframerah merupakan suatu metode yang mengamati
interaksi molekul dengan radiasi elektromagnetik yang berada pada daerah
panjang gelombang 0.75 - 1.000 m atau pada bilangan gelombang 13.000 - 10
cm-1.
Infra merah (infra red) ialah sinar elektromagnet yang panjang
gelombangnya lebih daripada cahaya nampak yaitu di antara 700 nm dan 1 mm.
Sinar infra merah merupakan cahaya yang tidak tampak. Jika dilihat dengan
dengan spektroskop cahaya maka radiasi cahaya infra merah akan nampak pada
spectrum elektromagnet dengan panjang gelombang di atas panjang gelombang
cahaya merah. Dengan panjang gelombang ini maka cahaya infra merah ini akan
tidak tampak oleh mata namun radiasi panas yang ditimbulkannya masih
terasa/dideteksi. Infra merah dapat dibedakan menjadi tiga daerah yakni near infra
merah( 0,75 1,5 m ), Near Infra Merah ( 0.751.5m ) Mid Infra Merah (1.50
10 m ) Far Infra Merah ( 10 100 m ) Di dalam fisika klasik, radiasi
elektromagnetik dapat dianggap sebagai sebuah gelombang yang memiliki

23
komponen listrik yang tegak lurus terhadap komponen magnetiknya dan berisolasi
dengan frekuensi yang tepat sama.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Apakah yang dimaksud dengan NIR ?
1.2.2 Bagaimanakah prinsip kerja NIR ?
1.2.3 Bagaimanakah mekanisme kerja NIR ?
1.2.4 Bagaimanakah instrumentasi NIR ?
1.2.5 Bagaimanakah aplikasi NIR dalam kehidupan sehari-hari ?
1.2.6 Apa saja kekurangan dan kelebihan NIR ?
1.3
1.4 Tujuan Penulisan
1.4.1 Untuk mengetahui pengertian NIR.
1.4.2 Untuk mengetahui prinsip kerja NIR.
1.4.3 Untuk mengetahui mekanisme kerja NIR.
1.4.4 Untuk mengetahui instrumentasi NIR.
1.4.5 Untuk mengetahui aplikasi NIR dalam kehidupan sehari-hari.
1.4.6 Untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan NIR.
1.5
1.6
1.7
1.8
1.9
1.10
1.11
1.12
1.13
1.14II. TINJAUAN PUSTAKA

1.15

Spektrometer adalah alat untuk mengukur spectrum yang

digunakan dalam spektroskopi. Spektrometer terdiri dari lima bagian

23
utama yaitu, celah masuk, kolimator, pendispersi, lensa, detektor. Terdapat
dua jenis spektrometer jika ditinjau dari bagian pendispersi, yaitu dengan
prisma dan kisi. Pada spectrometer berbasis prisma, prisma memiliki
keuntungan menghasilkan satu spektrum cahaya yang jelas (terang), tapi
nilainya tidak linear. Dispersi akan berkurang secara signifikan di daerah
panjang gelombang merah, dan analisis spektral selanjutnya memerlukan
tiga referensi (pengukuran ulang) untuk kalibrasinya. Sedangkan pada kisi
mempunyai kemampuan untuk memberikan resolusi yang sangat baik, tapi
grating juga akan mendispersikan spectrum visibel pada gambar. Ini
berarti tidak semua spektrum cocok di bidang kamera, mungkin diperlukan
beberapa eksposur untuk menangkap gambar (Harrison, M. K. 2011).
1.16

Dalam komunikasi infrared, infrared befungsi sebagai

sebuah medium penghantar atau pemancar data, dan penerima data. Sesuai
dengan yang telah ditetapkan oleh konsorsium Infrared Data Association
(IrDA), sinar infrared dari Light Emitting Diode (LED) memiliki panjang
gelombang sekitar 875 nm. Hingga kini memiliki dua versi yaitu Versi 1.0
dan 2.0. Standar dari IrDA adalah kedua versi dari infrared hanya terletak
pada jumlah data yang dapat ditransfer dalam satu paket. Versi 1.0 dari
infrared memiliki kecepatan dari 2,4 hingga 115,2 Kbps. Sementara versi
2.0 memiliki kecepatan dari 0,576 hingga 1,152 Mbps.
1.17

Infrared memiliki dua kecepatan yang berbeda karena

struktur pengiriman data pada interkoneksi ini cukup unik. Untuk

23
menghindari gangguan saat terjadi perpindahan data, maka pertama kali
protokol infrared akan mengirimkan sinyal tes dengan kecepatan sinyal
yang rendah. Dengan tes ini, bila kondisi sudah sesuai, maka kecepatan
penuh digunakan dalam transfer data. Hal ini tentu berpengaruh pada
penghematan daya.
1.18

Spektroskopi inframerah merupakan salah satu alat yang

banyak dipakai untuk mengidentifikasi senyawa, baik alami maupun


buatan. Dalam bidang fisika bahan, seperti bahan-bahan polimer,
inframerah juga dipakai untuk mengkarakterisasi sampel. Suatu kendala
yang menyulitkan dalam mengidentifikasi senyawa dengan inframerah
adalah tidak adanya aturan yang baku untuk melakukan interpretasi
spektrum. Karena kompleksnya interaksi dalam vibrasi molekul dalam
suatu senyawa dan efek-efek eksternal yang sulit dikontrol seringkali
prediksi teoretik tidak lagi sesuai.
1.19
1.20
1.21
1.22
1.23
1.24
1.25
1.26
1.27
1.28
i

23
1.29III. METODOLOGI PRAKTIKUM

1.303.1 Tempat dan Waktu


1.31

Kegiatan

tentang

pengaplikasian

NIRS

ini

dilakukan

dilaboratorium elektronika program studi teknik pertanian fakultas


pertanian universitas syiah kuala.
1.323.2 Alat dan Bahan
1.33

Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum kali ini

yaitu :
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Project board
Resistor
Kapasitor
Dioda
Nirs
laptop

1.343.2 Cara kerja


1.35 Langkah yang dilakukan dalam praktikum kali ini yaitu
1. Langkah pertama memperhatikan materi yang dijelaskan asisten
2. Langkah ke-dua memeahami fungsi dari beberapa komponen yang
digunakan dalam rangkaian tersebut.
3. Langkah ke-Tiga merangkai rangkaian elektronika tersebut.
1.36IV. PEMBAHASAN
1.374.1 Pengertian NIR
1.38

Spektroskopi (Gelombang) Inframerah - Dekat (Near-infrared

Spectroscopy, biasa dikenal dengan singkatannya: NIRS) merupakan satu

23
teknik spektroskopi yang menggunakan wilayah panjang gelombang
inframerah pada spektrum elektromagnetik (sekitar 800 sampai 2500 nm).
Dikatakan "inframerah dekat" (IMD) karena wilayah ini berada di dekat
wilayah gelombang merah yang tampak. Penggunaan teknik (dan alat) ini
umum di bidang farmasetika, diagnostik medis, ilmu pangan dan agrokimia
(terutama yang terkait dengan pengujian kualitas), riset mesin bakar, serta
spektroskopi dalam astronomi. Teknik ini didasarkan pada pengukuran
cahaya yang dipantulkan atau ditransmisikan oleh sampel. Pertama-tama,
sampel untuk studi harus tercerahkan oleh sumber cahaya dengan berbagai
panjang gelombang antara 800-2500 nm.
1.39

Kemudian cahaya dipantulkan atau ditransmisikan oleh sampel

tersebut dikumpulkan oleh detektor dan ditransformasikan ke dalam sebuah


spektrum. Dengan cara ini spektrofotometer NIR memainkan peran kunci
dalam identifikasi dan kuantisasi sampel.
1.404.2 Prinsip Kerja NIR
1.41

Prinsi kerja dari metode NIR adalah NIR merupakan instrumen

yang dapat digunakan untuk analisis kualitatif maupun kuantitatif.


Instrumen ini bekerja berdasarkan adanya vibrasi molekul yang
berkorespondensi dengan panjang gelombang yang terdapat pada daerah IR
dekat pada spektrum elektromagnetik. Vibrasi inilah yang dimanfaatkan
dan diterjemahkan untuk mengetahui karakteristik kandungan kimia dari
suatu bahan.

1.42

23
Prinsip kerja dari instrumen NIR adalah bila suatu radiasi

berinteraksi dengan sampel kemudian akan diabsorbsi, diteruskan, atau


dipantulkan. Hukum konversi energi memungkinkan kejadian tersebut
dapat diperhitungkan. Total energi radiasi pada sampel sama dengan jumlah
atau sumasi dari energi yang dipantulkan, diabsorbsi, dan diteruskan.
Dengan demikian, bila energi yang dipantulkan dapat diukur dan energi
yang diteruskan diatur agar mempunyai nilai nol, maka energi yang
diabsorbsi dapat dihitung.
1.43

Suatu molekul mempunyai energi dalam berbagai bentuk, misalnya

energi vibrasi yang disebabkan perubahan periodik pada atomnya dari


posisi kesetimbangan. Di samping itu, molekul juga mempunyai energi
rotasi yang berdasarkan atas perputaran terhadap pusat gravitasinya.
Besarnya perbedaan energi vibrasi dan rotasi pada molekul yang dikenai
radiasi akan mempengaruhi absorbsi NIR.
1.44

Ketika sampel disinari dengan NIR, pada reflektan dari penyinaran

tersebut dikonfersi menjadi nilai absorbsi, kemudian digunakan untuk


memprediksi komposisi kandungan sampel obat. Kalibrasi hubungan antara
data absorbsi NIR dengan masing-masing kandungan sampel obat adalah
hal yang sangat penting. Proses kalibrasi membutuhkan sampel yang
banyak (jenis sampelnya) dan algoritma yang sesuai, tetapi apabila proses
kalibrasi telah selesai,

23
1.45maka proses analisis untuk setiap sampel membutuhkan waktu beberapa
menit saja, hanya sekitar 10 menit.
1.46

Dasar dari NIR adalah chemometric yang mengaplikasikan

matematika ke dalam analisis kimia. Teknik ini merupakan integrasi


spektroskopi, statistik, dan ilmu komputer. Model matematika dibangun
atas dasar hubungan antara komposisi kimia dengan absorbansi radiasi
sinar NIR pada panjang gelombang antara 4000 cm-1 - 12.800 cm-1 (jumah
gelombang per cm). Pada spektrum tersebut, kita mengukur terutama
vibrasi pada ikatan dimana hidrogen terikat lebih kuat dengan atom lain
seperti nitrogen, oksigen, dan karbon.
1.47

NIR menggunakan gelombang elektromagnetik dengan panjang

gelombang 780 nm-2500 nm atau atau jumlah gelombang per cm 4000 cm1 - 12.800 cm-1. Penyerapan radiasi gelombang inframerah oleh molekul
penyusun bahan menyebabkan ikatan tunggalnya bergetar (vibrasi).
Getaran ini menyebabkan pita penyerapan naik sesuai kombinasi gugus
fungsi kimianya. Spektra NIR dapat menjadi kompleks karena seringkali
pita spektra yang dihasilkan memunculkan puncak yang tumpang tindih
sehingga penentuan pita spektra tunggalnya menjadi sulit. Untuk mengatasi
hal itu dapat dilakukan penghalusan atau penyaringan data spektra. Spektra
NIR membaca senyawa organik maupun anorganik kimia yang memiliki
pola serapan yang khas dan berbeda satu dengan yang lainnya pada setiap
gelombang inframerah yang diberikan.

1.48

23
Analisis NIR mengukur absorbsi radiasi oleh komponen-komponen

di dalam sampel misalnya ikatan peptida pada panjang gelombang tertentu. Di


samping itu, komponen lain juga mengabsorbsi energi, namun bersifat
mengganggu. Untuk mengurangi efek tersebut, dilakukan perhitungan matematika
dan regresi linear atau prosedur statistik lainnya.
1.494.3 Mekanisme Kerja NIR
1.50

Spektroskopi NIR didasarkan pada spektroskopi getaran yang

berperan sebagai gelombang dengan sifat gerak harmonik sederhana. Spektrum


NIR berasal dari energi radiasi yang ditransfer ke energi mekanik yang terkait
dengan gerakan atom yang diselenggarakan bersama oleh ikatan-ikatan kimia
dalam sebuah molekul. NIR mencakup bagian dari spektrum elektromagnetik
dalam rentang panjang gelombang 800 nm hingga 2500 nm.
1.51

Teknik ini didasarkan pada pengukuran cahaya yang dipantulkan

atau ditransmisikan oleh sampel. Pertama-tama, sampel untuk studi harus


tercerahkan oleh sumber cahaya dengan berbagai panjang gelombang antara 8002500 nm. Kemudian cahaya dipantulkan atau ditransmisikan oleh sampel tersebut
dikumpulkan oleh detektor dan ditransformasikan ke dalam sebuah spektrum.
Dengan cara ini spektrofotometer NIR memainkan peran kunci dalam identifikasi
dan kuantisasi sampel.
1.52

Ketika sinar cahaya jatuh pada objek, bagian dari sinar yang datang

dipantulkan oleh permukaan, hal ini disebut sebagai refleksi biasa atau pantulan
biasa. Hanya sekitar 4% cahaya yang jatuh di permukaan dan dipantulkan kembali

23
sebanyak 96%, dan hal ini disebut sebagai regular reflection. Radiasi yang tersisa
akan ditransmisikan ke objek dan bagian ini akan diserap sebagian oleh objek dan
sebagian lagi akan dipantulkan kembali ke permukaan. pemantulan kembali ini
disebut sebagai body reflection dan sebagian cahaya lainnya yang tidak
terpantulkan akan ditransmisikan kedalam objek (Mohsennin, 1984).
1.53

Pada pemanfaatan teknologi NIR, terdapat berbagai interaksi

kimia didalam bahan dengan cahaya NIR. Interaksi-interaksi tersebut dapat


berupa absorpsi, vibrasi, rotasi, atupun pantulan. Faktor absorpsi, vibrational, dan
rotational sangat meempengaruhi interaksi kimia dengan cahaya. Analogi mekanis
penyerapan daisumsikan sebagaikumpulan dari suatu kelompok dengan massa
yang diketahui yang berhubungan dengan atom pada molekul. Penyerapan
molekul juga dapat terjadi pada kelipatan genap darii frekuensi getaran yang
disebut sebagai overtune bands. (William and Norris ,1990).
1.54

Dua tipe utama gerakan molekul yang disebabkan oleh transisi

energi vibrasi dan rotasi. gerakan getaran yang dibuat oleh pergerakan dari atom
ke arah dan menjauh satu sama lain dalam cara yang sama sepertipada pegas,
dimana yang berasosilasi terus menerus membuat gerakan rotasi, hal ini disut
sebagai rotasi sumbu molekul.
1.55

Ada dua metode utama dari getaran moolekul yaitu peregangan

(stretching) dan pembengkokan (bending). Stretching adalah pergerakan


sepanjang sumbu dariikatan (bonds) sehingga jarak antara perubahan atom
berrama (rhythmically). Bending vibrational adalah perubahan sudut ikatan antara
perubahan sudut ikatan dan hanya getaran yang menghasilakan perubahan secara

23
berurama dalam momen dipol dari molekul yang dapat menyebabkan absorbsi di
inframerah.
1.56Untuk vibrational absorption bands adalah yang melibatkan Near Infrared
sedangkan untuk rotational absorption bands, sebagian besar terjadi pada
Far Infrared.
1.57

Dalam spektrofotometri NIR, terdapat model klasifikasi

yang dikembangkan melalui sampel training set dengan kategori yang telah
diketahui.
Training set terdiri dari objek atau sampel yang telah diketahui
pengkategoriannya dan digunakan untuk membentuk model klasifikasi
kemometrik. Kinerja model dievaluasi dengan membandingkan prediksi
klasifikasi terhadap kategori sebenarnya dari validasi sampel.
Test Set, dimana sampel yang telah diketahui pengkategoriannya dan
digunakan untuk mengevaluasi reliabilitas model yang telah dibentuk oleh
training set
1.58
1.59
1.60
1.61
1.62
1.63
1.644.4 Instrumentasi NIR

23
1.65Instrumentasi adalah alat-alat dan piranti (device) yang dipakai untuk
pengukuran dan pengendalian dalam suatu sistem yang lebih besar dan
lebih kompleks. Secara umum instrumentasi mempunyai 3 fungsi utama
yakni :
1.

sebagai alat pengukuran

2.

sebagai alat analisis, dan

3.

sebagai alat kendali.


1.66
1.67
1.68
1.69
1.70
1.71
1.72

Bagian pokok dari instrumentasi spektrofotometer inframerah

(NIR) adalah sumber cahaya inframerah, monokromator dan detector. Cahaya dari
sumber dilewatkan melalui cuplikan, dipecah menjadi frekuensi-frekuensi
individunya dalam monokromator dan intensitas relatif dari frekuensi individu
diukur oleh detector. Instrumental-instrumental dalam spektrofotometer infrered
(NIR) meliputi :

23
1.731. Sumber inframerah
1.74

Lampu halogen Tungsten biasanya digunakan sebagai sumber

cahaya dalam spektroskopi NIR, karena kecil dan kasar. Lampu pijar biasa atau
lampu pijar halogen kuarsa, LED dapat digunakan. LED memberikan keuntungan
lebih daripada sumber cahaya lain dalam arti jangka waktu pemakaian yang lebih
besar, stabilitas spektral dan persyaratan daya dikurangi, frekuensi yang terpilih,
dengan demikian, hanya meliputi kisaran spektrum yang sempit yaitu 50-100 nm.
1.75

Sumber yang umum digunakan adalah merupakan batang yang

dipanaskan oleh listrik yang berupa :

Nernst glower. Nernst glower merupakan campuran oksida dari Zr,

Y, Er.
Globar (silikon karbida)
Berbagai bahan keramik

1.762. Monokromator
1.77

Monokromator kisi digunakan untuk mengukur spektrum tampak

dan spektrum NIR penuh bisa dalam model transmitansi atau reflektansi yang
menawarkan fleksibilitas untuk instrumen. Hal ini terutama digunakan untuk
penelitian atau ketika berbagai macam aplikasi yang berbeda diperlukan.
Monokromator dispersi digunakan dalam instrumen NIR adalah AOTF (acoustooptically tunable filter), yang memberikan keuntungan dari kesederhanaan
mekanik (yaitu tidak ada bagian yang bergerak) dan stabilitas panjang gelombang
mereka melalui instrumen kisi.
1.78

23
1.79
1.80

Prisma dan grating keduanya dapat digunakan. Kebanyakan prisma

yang digunakan adalah NaCl hanya transparan dibawah 625 cm-1, sedang halide
logam lainnya harus digunakan pada pekerjaan dengan frekuensi yang rendah
(missal CsI, atau campuran ThBr dan ThI) yang dikenal sebgai KRS-5. Grating
dan prisma mempunyai peranan dalam meresolusi spektra dan dapat dibuat dari
bermacam-macam bahan. Tabel berikut menyatakan hubungan anatara bahan
prisma dan daerah jangkauan frekuensi.
1.81

Bahan prisma Gelas Quartz CaF2 SiF

CsI. Daerah frekuensi (cm-1)Diatas 3500

NaCl KBr

Diatas 2860

(CsBr)

5000-1300

5000-17005000-6501.100-2851000-200. Daerah panjang gelombang(m)


dibawah 2.86 Dibawah 3.5 2.0-7.7 2.0-5.72-15.49-3510-50.

Pada

umumnya

grating memberikan hasil yang lebih baik daripada prisma pada frekuensi yang
tinggi. Ketidak untungan terhadap NaCl adalah sifatnya yang higroskopis hingga
cermin-cermin harus dilindungi dari kondensasi uap.
1.823. Detektor
1.83

Alat-alat

yang

modern

kebanyakan

memakai

detektor

Thermopile dasar kerja dari thermopile adalah sebagai berikut : jika dua kawat
logam berbeda dihubungkan antara ujung kepala dan ekor menyebabkan adanya
arus yang mengalir dalam kawat. Dalam spektrofotometer inframerah arus ini
akan sebanding dengan intensitas radiasi yang jatuh pada thermopile.

1.84

23
Detektor yang paling sering digunakan untuk spektral NIR

didasarkan pada silikon, timbal sulfida (PbS) dan indium gallium arsenide
(InGaAs) bahan fotokonduktif. Secara khusus, yang terakhir memiliki detektivitas
sangat tinggi dan kecepatan respon yang sangat tinggi. Bersama dengan sumber
radiasi bertenaga tinggi (kumparan tungsten atau lampu halogen digunakan oleh
sebagian besar produsen) detektor ini dapat menyampaikan rasio signal-to-noise
yang sangat tinggi untuk pengukuran NIR.
1.85

Pemilihan detektor yang digunakan terutama bergantung pada

kisaran panjang gelombang yang akan diukur. Detector types employed in NIR
include Jenis detektornya :

Silicon: cepat, kebisingan rendah, kecil dan sangat sensitif dari daerah

tampak sampai 1100 nm


Timbal sulfida (PbS): lebih lambat, tapi sangat populer karena sensitif dari

1100-2500 nm, rasio yang baik memberikan rasio sinyal-to-noise.


Indium gallium arsenide (InGaAs): Paling mahal, sensitif dalam kisaran
800-1700 nm.

1.864. Pemegang sampel dan penyajian sampel


1.87

Pemegang sampel dapat berupa glass atau kuarsa dan pelarut

khusus CCl4 dan CS2, penyajian sampel yang tepat sangat penting terutama
dalam hal pengukuran sampel padatan, karena efek penghamburan cahaya yang
menyimpang diinduksi oleh variasi dalam densitas kemasan dari bubuk atau posisi
sampel dari tablet atau kapsul dapat menyebabkan sumber-sumber kesalahan
besar dalam spektrum.

23
1.88
1.89
1.904.5. Aplikasi NIR
1.91

Untuk aplikasi dari NIR sendiri adalah Pada spektro IR meskipun

bias digunakan untuk analisa kuantitatif,namun biasanya lebih kepada analisa


kualitatif.Umumnya spektro IR digunakan untuk mengidentifikasi gugus fungsi
pada suatu senyawa, terutama senyawa organik.Setiap serapan pada panjang
gelombang tertentu menggambarkan adanya suatu gugus fungsi spesifik.
1.92

Hasil analisa biasanya berupa signal kromatogram hubungan

intensitas IR terhadap panjang gelombang. Untuk identifikasi, signal sampel akan


dibandingkan dengan signal standard. Perlu juga diketahui bahwa sampel untuk
metode ini harus dalam bentuk murni.Karena bila tidak, gangguan dari gugus
fungsi kontaminan akan mengganggu signal kurva yang diperoleh.
1.93

Terdapat juga satu jenis spektrofotometri IR lainnya yang berdasar

pada penyerapan sinar IR pendek.Spektrofotometri ini di sebut Near Infrared


Spectropgotometry (NIR).Aplikasi NIR banyak digunakan pada industry pakan
dan pangan guna analisa bahan baku yang bersifat rutin dan cepat.
1.94Berikut adalah aplikasi NIR dalam berbagai bidang dikehidupan seharihari

seperti

a. Bidang Kesehatan

23
1.95Near IR atau NIR, yaitu infra merah dengan panjang gelombang pendek
(l=0.75-1.5m), banyak digunakan untuk pencitraan pandangan malam
seperti pada nightscoop, bidang farmasetika, diagnostic medis.
1.96b. Bidang Industri
1.97

Ilmu pangan dan agrokimia (terutama yang terkait dengan

pengujian kualitas), riset mesin bakar, serta spektroskopi dalam astronomi.Teknik


spektroskopi ini umum dipakai dalam analisis kedokteran, farmasetika
(pembuatan obat) , produk-produk pembakaran, ilmu pangan dan kimia pertanian,
serta astronomi.
1.98c. Bidang Kedokteran
1.99

NIRS umum dipakai dalam diagnostic medis, terutama dalam

pengukuran kadaroksi gen darah, atau juga kadar gula darah. Meskipun
bukan teknik yang sangat sensitif, NIRS "tidak menakutkan" pasien/subjek
karena tidak memerlukan pengambilan sampel (non-invasif) dan dilakukan
langsung dengan menempelkan sensor di permukaan kulit.
1.100 Teknik ini juga dipakai dalam pengukuran dinamika perubahan
senyawa tertentu dalam suatu organ, misalnya perubahan kadar hemoglobin di
suatu bagian otak akibat aktivitas saraf tertentu. Dalam penggunaan fisiologis
semacam ini, NIRS dapat dikombinasi dengan teknik lain, seperti MRI atau CTscan.
d. Penginderaan jauh

1.101

23
Pencitraan (imaging) NIRS yang diletakkan pada pesawat terbang /

balon udara atau satelit digunakan untuk menganalisis kandungan kimia tanah
atau hamparan vegetasi penutup permukaan tanah.Ini adalah aplikasi di bidang
tata ruang, kehutanan, serta geografi.
1.102
e. Ilmu pangan dan kimia pertanian
1.103

Spektroskopi menggunakan NIRS dalam bidang ini disukai

karena tidak memerlukan persiapan sampel yang rumit.Selain itu, sering


kali sampel bias digunakan lagi untuk keperluan lain; misalnya, benih bias
langsung ditanam setelah diukur kandungan asam lemak nya. Instrumentasi
NIRS yang berkembang pesat dengan penggunaan komputer membuat alat
ini populer.Walaupun demikian, kalibrasi NIRS sangat kritis dalam bidang
ini mengingat bahan sampel mengandung campuran berbagai macam zat.
Proses adjustment dalam analisis untuk menghasilkan informasi dapat
memberikan nilai-nilai yang kurang akurat.
1.104

4.6 Kelebihan dan Kekurangan NIR

1.105

2.6.1 Kelebihan Infrared

1.106

Memberikan data dari komposisi sampel.

1. Tidak membutuhkan persiapan sampel, membutuhkan jumlah sampel yang


relatif kecil.
2. Cepat, murah, metode non-destruktif dan multi-parametrik.

23
3. Biaya instrumen NIR lebih murah, lebih kuat karena bagian optik tidak
dirugikan oleh kelembaban lingkungan.
4. Kemungkinan menggunakan sampel utuh yang disajikan secara langsung
pada instrumen tanpa adanya perlakuan sebelumnya.
5. Tidak ada limbah berbahaya yang dibuat karena analisa NIR tidak
membutuhkan pelarut atau reagen.
6. Memungkinkan beberapa unsur pokok untuk diukur secara bersamaan,
sesuai untuk analisa in-line dan on-line.
1.107 2.6.2 Kelemahan Infrared
1. Analisa NIR bergantung pada metode referensi yang kurang tepat.
2. Jarak transfer yang relatif dekat (tidak dapat dilakukan pada jarak yang
cukup jauh).
3. Posisi transfer harus tegak lurus. Jika sedikit keluar dari drajat lurus maka
koneksi aka hilang (putus).
4. Metode tidak langsung membutuhkan kalibrasi.
5. Keamanan data saat proses transfer sangat kurang.
6. Transfer data relatif lama.
7. Teknologi yang tertinggal karena infrared sudah jarang digunakan.
1.108
1.109
1.110
1.111
1.112

23
1.113

1.114

V. PENUTUP

5.1 Kesimpulan

1. Spektroskopi Inframerah-Dekat ( Near-infrared Spectroscopy, biasa


dikenal dengan singkatannya: NIRS) merupakan satu teknik spektroskopi
yang menggunakan wilayah panjang gelombang inframerah pada
spektrum elektromagnetik (sekitar 800 sampai 2500 nm).
2. Prinsi kerja dari metode NIR adalah berdasarkan adanya vibrasi molekul
yang berkorespondensi dengan panjang gelombang yang terdapat pada
daerah IR dekat pada spektrum elektromagnetik. Vibrasi inilah yang
dimanfaatkan

dan

diterjemahkan

untuk

mengetahui

karakteristik

kandungan kimia dari suatu bahan.


3. Mekanisme kerja spektrofotometri NIR, sebelum melakukan pengukuran
harus membuat model klasifikasi yang dikembangkan melalui sampel
training set dengan kategori yang telah diketahui.
Training set terdiri dari objek atau sampel yang telah diketahui
pengkategoriannya

dan

digunakan

untuk

membentuk

model

klasifikasi kemometrik.
Test Set, dimana sampel yang telah diketahui pengkategoriannya dan
digunakan untuk mengevaluasi reliabilitas model yang telah dibentuk
oleh training set.
4. Instrumentasi dalam spektrofotometer infra-red (NIR) meliputi :
1. Sumber inframerah
2. Monokromator
3. Detektor
4. Pemegang sampel dan penyajian sampel
5. Aplikasi NIR dalam berbagai bidang dikehidupan sehari-hari :
a. Bidang Kesehatan sebagai alat untuk diagnostic medis.

23
1.115 b. Bidang Industri dipakai dalam farmasetika (pembuatan obat)
1.116 c. Bidang Kedokteran dipakai dalam pengukuran kadaroksi gen
darah, atau kadar gula darah.
1.117 d. Penginderaan jauh untuk menganalisis kandungan kimia tanah
atau hamparan vegetasi penutup permukaan tanah
1.118 e. Ilmu pangan dan kimia pertanian dapat mengukur kandungan
asam lemak.

1.119
1.120
1.121
1.122
1.123
1.124
1.125
1.126
1.127
1.128

1.129

DAFTAR PUSTAKA

Burns DA, Ciurczak EW. 2006. Handbook of near-infrared


analysis. Third

1.130
1.131

Edition. New York: CRC Press Taylor & Francis Group.


Pazzarattan, 2005. Makalah infrared pengertian sejarah.
blogspot.co.id. (diakses

1.132

pada tanggal 30 mei 2016)

23
Mohsenin NN. 1984. Electromagnetic radiation properties of

1.133

foods and agricul1.134

tural products. New York: Gordon and Brearch, Science


Publiser.

1.135

William P dan Norris K. 1990. Near infrared technology in the


agricultural and
1.136

food

industries.

American

Association

of

Cereal

Chemiist,Inc,St.Paul. USA.
1.137

Yayan, akhyar. 2009. Spektroskopi inframerah dekat. Blogspot.


co.id. (diakses

1.138

pada tanggal 30 mei 2016).

1.139
1.140
1.141
1.142
1.143
1.144
1.145
1.146
1.147
1.148
1.149
1.150