Anda di halaman 1dari 5

SKENARIO PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMA


Mata Pelajaran
Kelas / Semester
Bahan Kajian
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar

Indikator

: Kimia
:X/1
: Ikatan Kimia
: 1. Memahami struktur atom, sifat-sifat periodik
unsur dan ikatan kimia
: 1.2. Membandingkan proses pembentukan ikatan
ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinat
dan ikatan logam, serta huPakngannnya dengan
sifat fisis senyawa yang terbentuk
: Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen
koordinat pada beberapa senyawa

Guru memasuki kelas .


Guru : Assalamualaikum Wr.Wb
Siswa : Waalaikumsalam Wr.Wb.
Guru : Selamat siang anak-anak !
Siswa : Selamat siang Pak !
Guru : Bagaimana kabar kalian hari ini?
Siswa : (Serentak menjawab) Alhamdulillah baik, semangat, Allahu Akbar!
Guru : Alhamdulillah, ternyata semangat kalian tidak kalah dengan teriknya
matahari siang ini.
Siswa : Pastinya Pak .
Guru : Sebelum pelajaran dimulai silahkan membaca doa terlebih dahulu!
(Siswa membaca doa yang dipimpin oleh Ketua Kelas )
Guru : Hari ini siapa yang berhalangan hadir?
Siswa : Hadir semua Pak !
Guru : Bapak melihat di kelas ini terdapat wajah baru yang belum Bapak kenal.
Siapa namamu Nak?
Siswa : Nama lengkap saya Nurul Hudayanti, saya biasa dipanggil Huda.
Guru : Asalnya darimana?
Siswa : Dari SMAN 1 Kuningan.
Guru : Kota Kuningan itu kalau tidak salah terkenal dengan peuyeum ketan,
sehingga penduduk di sana pun semanis peuyeum mani matak kaseungseum
ya?

Siswa : Benar Pak... .


Guru : Bapak mengucapkan Selamat BergaPakng di sekolah Kami. Mudahmudahan
Huda bisa belajar dengan baik di sini, teman-teman yang lainnya harus
membantu Huda ya!
Siswa : Siap Pak !
Guru : Baiklah, pada pertemuan sebelumnya kita telah mempelajari tentang
ikatan
kovalen. Apakah kalian masih mengingat ikatan kovalen apa saja yang
sudah dipelajari oleh kita?
Siswa : (Serentak menjawab) ikatan kovalen tunggal, ikatan kovalen rangkap
dua dan ikatan kovalen rangkap tiga Pak !
Guru : Ya. Nah, diantara kalian siapa yang bisa menjelaskan ketiga ikatan
kovalen yang sudah disePaktkan tadi?
Siswa : Saya Pak ! (Beberapa siswa mengacungkan tangan)
Guru : Silahkan . !
Siswa : Ikatan yang menggunakan sepasang elektron disePakt ikatan kovalen
tunggal,
yang menggunakan 2 pasang elektron disePakt ikatan kovalen rangkap dua
sedangkan yang menggunakan tiga pasang elektron disePakt ikatan kovalen
rangkap tiga.
Guru : Ada yang bersedia memberikan contoh untuk ketiga ikatan kovalen tadi?
Siswa : Saya Pak !
Guru : Silahkan . !
Siswa : Ikatan kovalen tunggal contohnya pada H20, ikatan kovalen rangkap
dua pada CO2 dan ikatan kovalen rangkap tiga pada N2
Guru : Ya. Masih berhuPakngan dengan pembahasan minggu lalu, pada
kesempatan kali ini kita akan mempelajari ikatan kovalen yang lain yaitu ikatan
kovalen koordinat. Setelah mengikuti pelajaran hari ini, kalian diharapkan dapat
menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen koordinat pada beberapa
senyawa. Sebelum kita menginjak kepada pembahasan, Bapak akan
menceritakan sePakah ilustrasi kepada kalian. Simak baik-baik ya !
Siswa : Iya !
Guru : Ceritanya Bapak dan 4 orang teman Bapak akan mengadakan rujakan.
Setiap orang
menyumbang 1 jenis bahan. Sesampainya di rumah Bapak, bahan-bahan yang
tadi dibawa disatukan hingga jadilah rujak yang enak. Suatu ketika temanteman Bapak mengajak rujakan lagi. Tetapi salah seorang dari mereka tidak
menyumbang atau membawa gula merah karena tidak punya. Menurut kalian
apakah rujaknya masih bisa dBapakat?

Siswa : Bisa Tidak (Siswa mempunyai jawaban yang berbeda-beda)


Guru : Jawabannya bisa, karena Bapak yang akhirnya menyumbang gula merah
itu.
Teman Bapak hanya ikut mencicipi kemudian menikmati rujak yang enak dan
segar itu.
Siswa : Jadi ngiler Pak !
Guru : Sebelum Bapak melanjutkan, ada yang bersedia membantu Bapak untuk
menempelkan karton ini?
Siswa : Saya Pak ! (sambil maju ke depan)
Guru : Nah, sekarang perhatikan baik-baik contoh berikut ini!
Hal yang sama dengan ilustrasi rujakan tadi ketika amonia (NH3) ingin
Bereaksi dengan ion H+. Atom N dalam NH3 sudah oktet dan mempunyai
sepasang elektron bebas, sementara ion H+ sudah tidak mempunyai elektron.
Apakah mereka bisa berikatan?
Siswa : Bisa Tidak (Siswa mempunyai jawaban yang berbeda-beda)
Guru : Ayo, yang berpendapat tidak bisa berikatan kemukakan alasanmu!
Siswa : Tidak bisa Pak, karena untuk bisa berikatan dBapaktuhkan elektron
sedangkan ion H+ sudah tidak mempunyai elektron.
Guru : Sekarang giliran yang berpendapat bisa berikatan, kemukakan alasanmu!
Siswa : Bisa berikatan asalkan disumbang Pak, seperti rujakan tadi !
Guru : Pendapat keduanya benar. Untuk bisa berikatan dengan atom lain
diperlukan sedikitnya satu Pakah elektron. Lantas, bagaimanakah cara mereka
agar saling berikatan? Sesuai dengan pendapat .. Atom N dari NH3 dan ion
H+ dapat berikatan dengan menggunakan bersama pasangan elektron bebas dari
atom N atau dengan kata lain Atom N dari NH3 menyumbang pasangan
elektron bebasnya kepada ion H+ sehingga membentuk ion NH4+ . Ikatan
seperti ini disePakt ikatan kovalen koordinat atau ikatan dativ atau ikatan
semipolar.
Dalam menggambarkan struktur molekul, ikatan kovalen koordinat dinyatakan
dengan garis berpanah dari atom donor (pemberi) menuju akseptor (penerima)
pasangan elektron. Untuk lebih jelasnya, sekarang Bapak mempunyai struktur
dari senyawa NH3.BCl3 coba prediksikan dimana ikatan kovalen koordinat
terjadi dan tentukan arah panahnya?
Siswa : Ikatan kovalen koordinat terjadi pada atom N dan B. Garis berpanahnya
dari atom donor yaitu atom N menuju akseptor yaitu atom B.
Guru : Sekarang, siapa yang bersedia menuliskan pembentukan ikatan kovalen
koordinat dalam ozon (O3) di papan tulis?

Siswa : Saya Pak !


Guru : Ya, silahkan . !
(Siswa menuliskan pembentukan ikatan kovalen koordinat dalam ozon (O3) )
Guru : Ya, bagus. Agar semua atom O dalam molekul O3 dapat memenuhi
aturan oktet maka dalam salah 1 ikatan , oksigen pusat harus menyumbangkan
pasangan elektron bebasnya pada atom O yang lain.Sampai disini terdapat hal
yang ingin ditanyakan?
Guru : (Salah seorang siswa mengacungkan tangan ) Ya, silahkan .. !
Siswa : Pada pembentukan ikatan kovalen koordinat amonia (NH3) dengan ion
H+, mengapa membentuk ion NH4+ tidak NH4 saja Pak?
Guru : Pertanyaan yang bagus, reaksi antara NH3 dengan ion H+ membentuk
ion NH4+ dikarenakan oleh ion H+ yang memiliki kelebihan muatan positif
(proton). Sehingga ketika berikatan, proton itu tidak serta merta hilang
melainkan ikut bergaPakng membentuk ion NH4+.
Siswa : O .
Guru : Masih terdapat hal yang ingin ditanyakan? Oke, pelajaran kali ini Bapak
cukupkan sekian. Namun, seperti biasa sebelum Bapak menutup pelajaran ada
yang bersedia menyimpulkan dari apa yang telah kita pelajari tadi?
Guru : (Salah seorang siswa mengacungkan tangan) Ya, silahkan . !
Siswa : Ikatan kovalen koordinat/ikatan dativ/ikatan semi polar adalah ikatan
yang terbentuk dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron yang
berasal dari salah satu atom yang memiliki pasangan elektron bebas, sedangkan
atom yang lain hanya menerima pasangan elektron yang digunakan bersama.
Pasangan elektron yang menyatakan ikatan kovalen koordinat digambarkan
dengan tanda panah yang arahnya dari atom donor menuju akseptor pasangan
elektron.
Guru : Minggu depan kita akan membahas polarisasi ikatan kovalen. Oleh
karena itu, silahkan dipelajari terlebih dahulu di rumah masing-masing dan
jangan lupa Latihan di Pakku paket halaman 88 dikerjakan!
Siswa : Iya Pak .
Guru : Alhamdulillah, pelajaran kita hari ini telah selesai. Terima kasih atas
segala perhatian. Senang bisa bertemu dengan kalian dan sampai jumpa di
minggu depan. Bapak tutup denganWassalamualaikum Wr.Wb.

Siswa : Waalaikumsalam Wr.Wb.

Guru keluar dari kelas .