Anda di halaman 1dari 7

TUGAS

SOSIOLOGI
MASALAH PENGANGGURAN

Kelompok :
1.ALDI CHOIRU J.
2.ENDANG CANDRA W.
3.DESI RATNASARI
4.GALIH WAHYU P. A.

SMA NEGERI 2
TRENGGALEK

Tahun Ajaran 2015 / 2016


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pengangguran atau tuna karya adalah istilah bagi orang yang tidak bekerja
sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu atau
seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Pengangguran
juga dapat diartikan sebagai seseorang yang telah mencapai usia tertentu yang tidak
memiliki pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan agar memperoleh upah atau
keuntungan. Pengangguran dapat diakibatkan oleh berbagai hal seperti kurangnya
lapangan pekerjaan atau sedikitnya kesempatan untuk mendapatkan sebuah pekerjaan.
Pengangguran umumnya kebanyakan terdapat di Negara yang sedang
berkembang seperti di Indonesia. Pengangguran yang terjadi berlarut-larut dapat
menyebabkan

berkurangnya

kesejahteraan

masyarakat

karena

tidak

adanya

penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makan, pakaian dan lainlain. Tingkat pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan
politik keamanan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan
ekonomi.
Masalah pengangguran telah menjadi momok yang begitu menakutkan
khususnya di Negara-negara berkembang seperti Indonesia. Negara berkembang
sering kali dihadapkan dengan besarnya angka pengangguran karena sempitnya
lapangan pekerjaan dan besarnya jumlah penduduk. Sempitnya lapangan pekerjaan
dikarenakan faktor kelangkaan modal untuk berinvestasi.masalah pengangguran itu
sendiri tidak hanya terjadi di Negara Negara berkembang, namun juga dialami oleh
Negara-negara maju. Namun masalah pengangguran di Negara Negara maju lebih
mudah terselesaikan dari pada di Negara-negara berkembang, karena hanya berkaitan
dengan pasang surutnya business cycle dan bukannya karena faktor kelangkaan
investasi, masalah ledakan penduduk ataupun masalah sosial politik di Negara
tersebut.
B. Rumusan Masalah

Dari latar belakang diatas, maka dapat diambil beberapa permasalahan yang
akan di bahas pada Bab pembahasas, ialah sebagai berikut:
1. Apakah penyebab adanya pengangguran?
2. Apakah akibat adanya pengangguran?
3. Bagaimanakah cara mengatasi pengangguran?
C. Tujuan Penulisan
Dari permasalahan diatas, penulis memiliki tujuan yang ingin dicapai yaitu:
1. Untuk mengetahui penyebab adanya pengangguran.
2. Untuk mengetahui akibat adanya pengangguran.
3. Untuk mengetahui cara mengatasi pengangguran.
D. Manfaat Penulisan
Ada beberapa manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Dapat mengetahui tentang penyebab adanya pengangguran.
2. Dapat mengetahui tentang akibat adanya pengangguran
3. Dapat mengetahui tentang cara mengatasi pengangguran
E. Teknik Pengumpulan Data
Dalam laporan ini, kami melakukan penelitian dengan cara wawancara.
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui tatap muka
dan tanya jawab langsung antara pengumpul data maupun peneliti terhadap nara
sumber atau sumber data.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Penyebab Terjadinya Pengangguran


Angkatan kerja yang berasal dari keluarga yang berpenghasilan menengah
kebawah kesulitan untuk menyekolahkan atau membiayai anaknya.persyaratan yang
diminta oleh perusahaan misalnya adalah pendidikan dan keahlian khusus. Pendidikan
dan keahlian khusus tidak dimilikinya karena tidak dapat sekolah maupun pendidikan
yang lain. Hal inilah yang biasanya tidak diterima dalam kesempatan kerja.
Adapun penyebab lain timbulnya pengangguran yaitu:
1. Penduduk relatif banyak sedangkan kesempatan kerja atau lapangan
pekerjaan relatif rendah. Jumlah penduduk yang cukup tinggi tetapi
tidak diimbangi dengan lapangan kerja, maka jumlah angkatan kerja
tidak semua tertampung dalam dunia kerja.
2. Pendidikan dan keterampilan yang rendah.

Pendidikan

dan

keterampilan yang rendah tidak dibutuhkan oleh pihak badan usaha


karena dengan pendidikan yang rendah dan keterampilan yang rendah
tidak akan meningkatkan produktifitas kerja dan hasil produksi.
3. Teknologi yang semakin maju yang belum terimbangi oleh
kemampuan manusia. Teknologi dan kemampuan yang tinggi begitu
cepat tidak diimbangi dengan kemampuan manusia untuk menguasai
maka banyak badan usaha hanya menerima yang mampu menguasai
teknologi tersebut. Bagi yang tidak mampu menguasai teknologi
tersebut akan tersingkir dalam persaingan kerja.
4. Pengusaha yang selalu ingin mengejar keuntungan dengan cara
melakukan penghematan seperti penerapan rasionalisasi. Pengusaha
hanya menerapkan berpikir rasionalis sehingga tenaga kerja di paksa
untuk bekerja seoptimal mungkin untuk mengejar target . Apabila
tenaga kerja tidak bekerja sesuai dengan target, maka tenaga kerja
tersebut tidak diperlukan lagi.
5. Adanya lapangan kerja dipengaruhi oleh musim. Pekerjaan yang
dipengaruhi oleh musim dapat menibulkan pengangguran seperti
pertanian, perkebunan setelah masa menanam selesai maka banyak
tenaga kerja tinggal menunggu hasilnya. Untuk menunggu hasil,
kebanyakan dari mereka menganggur dan akan bekerja kembali
apabila nanti musim panen telah tiba.
6. Ketidak stabilan perekonomian, politik dan keamanan negara.
Kestabilan perekonomian politik dan keamanan negara dapat

menimbulkan pengangguran.perekonomian yang lesu, politik yang


tidak menentu dan tidak ada jaminan keamanan menyebabkan para
pengusaha akan berpikir untuk melanjutkan usahanya. Dengan keadaan
yang tidak menentuk akan menimbulkan kerugian usaha. Untuk
menghindari krugian, maka jumlah produk di batasi atau menutup
usahanya, tidak memperluas usahanya. Hal ini akan menimbulkan
pengangguran.
Pengangguran umumnya disebabkan oleh jumlah angkatan kerja atau para
pencari kerja yang tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang ada yang
mampu menyerapnya. Selain hal tersebut, salah satu faktor yang mengakibatkan
tingginya angka pengangguran di Negara kita adalah terlampau banyak tenaga kerja
yang di arahkan ke sektor formal sehingga ketika mereka kehilangan pekerjaan di
sektor formal, mereka akan kelabakan dan tidak bisa berusaha untuk menciptakan
pekerjaan sendiri di sektor informal. Justru orang-orang yang kurang berpendidikan
bisa melakukan inovasi menciptakan kerja, entah sebagai joki yang menumpang di
mobil atau joki payung kalau hujan.
Selain masalah pekerjaan, pengangguran juga dapat disebabkan oleh
terjadinya urbanisasi. Dengan mengingat pertumbuhan urbanisasi yang pesat, ini
berarti terjadi kenaikan dalam tingkat pengangguran diseluruh Negara berkembang.
Fakta- fakta tersebut tidak bertentangan dengan pandangan umum bahwa ada
kenaikan tingkat pengangguran yang cukup besar, terutama pada dasawarsa 19501960. Sekalipun demikian, kenaikan itu ( bila terjadi ) buruknya keadaan pasar
kesempatan kerja lebih cenderung menyebabkan peningkatan setengah pengangguran
ketimbang peningkatan pengangguran.
B. Akibat Adanya Pengangguran
Pengangguran sering kali menjadi masalah dalam perekonomian karena
dengan adanya pengangguran, produktivitas dan pendapatan masyarakat akan
berkurang sehingga dapat menyebabkan timbulnya kemiskinan dan masalah-masalah
sosial lainnya. Ketiadaan pendapatan menyebabkan penganggur harus mengurangi
pengeluaran konsumsinya yang menyebabkan menurunnya tingkat kemakmuran dan
kesejahteraan. pengangguran yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan
timbulnya efek psikologis yang buruk terhadap penganggur dan keluarganya. Tingkat
pengangguran yang terlalu tinggi juga dapat menyebabkan kekacauan politik,
keamanan dan sosial sehingga mengganggu pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.

Akibat jangka panjang adalah menurunnya GNP dan pendapatan per kapita suatu
Negara .
Akibat dari lamanya menganggur, tidak sedikit para penganggur yang mencari
jalan keluar dengan mencari nafkah yang tidak halal. Banyak dari mereka yang
menjadi pencopet, penjaja seks, pencuri,preman, penjual narkoba, dan sebagainya.
Bahkan tidak sedikit dari mereka yang dibayar untuk berbuat rusuh atau anarkis demi
kepentingan politik salah satu kelompok tertentu yang masih erat hubungannya
dengan para pentolan ORBA. Ada juga yang menyebarkan diri menjadi anggota
laskar jihad yang dikirim ke ambon dengan dalih membela agama. Padahal disana
mereka hanya menjadi perusuh yang doyan menjarah, memperkosa,dan membunuh
orang-orang Maluku yang tidak berdosa.
Jika masalah pengangguran yang demikian pelik dibiarkan berlarut-larut maka
sangat besar kemungkinan untuk mendorong suatu krisis sosial. Suatu krisis sosial
ditandai dengan meningkatnya angka kriminalitas, tingginya angka kenakalan remaja,
melonjaknya jumlah anak jalanan atau preman, dan besarnya kemungkinan untuk
terjadi berbagai kekerasan sosial yang senantiasa menghantui masyarakat kita.
C. Cara-cara Mengatasi Pengangguran
Adapun cara-cara untuk mengatasi pengangguran adalah sebagai berikut:
1. Mendorong majunya pendidikan
2. Meningkatkan latihan kerja untuk memenuhi kebutuhan keterampilan
3.
4.
5.
6.
7.
8.

seperti tuntutan industri modern.


Meningkatkan dan mendorong kewiraswastaan .
Mendorong terbukanya kesempatan usaha-usaha informal.
Meningkatkan usaha trasmigasi.
Meningkatkan pembangunan dengan system padat karya.
Mengidentifikasikan program keluarga berencana.
Membuka kesempatan ke luar negeri.
BAB III
PEMBAHASAN

A. Hasil Wawancara dengan Narasumber


Penanya
: Mengapa Anda masih menganggur ?
Narasumber
: Saya menganggur karena sulit memperoleh pekerjaan.
Penanya
: Sudah berapa lama Anda menganggur?
Narasumber
: Kurang lebih 2 bulan saya menganggur seperti ini.
PenanyA
: Mengapa tidak berusaha mencari pekerjaan?

Narasumber

: Saya sudah berusaha untuk mencari pekerjaan namun tidak


sesuai dengan keiinginan saya, sebab saya tidak memiliki

Penanya
Narasumber

ijazah SMA.
: Pekerjaan apa yang anda inginkan?
: saya berharap agar saya bisa menjadi karyawan tetap di

Penanya
Narasumber
Penanya
Narasumber

salah satu Perusahaan.


: Berapa Anda menuntut gaji para buruh pabrik?
: ya minimal Rp. 600.000/bulan.
: Bagaimana tentang lapangan pekerjaan di Indonesia?
: Menurut saya lapangan pekerjaan di Indonesia lumayan
banyak, Namun banyak persyaratan kerja yang tidak dapat

Penanya

terpenuhi.
: Apakah ada saran dan pendapat untuk lapangan pekerjaan

Narasumber

di Indonesia?
: Saya berharap agar Pemerintah Indonesia lebih
memperhatikan Rakyatnya terutama dalam hal pekerjaan agar

Penanya
Narasumber

banyaknya Pengangguran di Indonesia dapat ditekan.


: Bagaimana dengan adanya TKI dan TKW ke luar negeri?
: menurut saya adanya TKI dan TKW ke luar negeri tidak
masalah, namun Saya sama sekali tidak berminat untuk
menjadi TKI atau TKW. Apalagi sekarang , banyak kasus
penganiayaan terhadap TKI dan TKW di luar negeri.

B. Kesimpulan dan Hasil Analisis


Banyaknya pengangguran di Indonesia dikarenakan banyaknya persyaratan
kerja yang tidak dapat terpenuhi. Hal itu terjadi karena rendahnya tingkat pendidikan
di Indonesia. Sebagai contoh misalnya narasumber yang saya wawancarai di atas sulit
memperoleh pekerjaan karena tidak memenuhi persyaratan kerja yaitu tidak memiliki
lembar ijazah SMA, oleh karenanya ia sulit untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai
dengan keinginannya. Dari pernyataan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa tingkat
pendidikan sangat berpengaruh terhadap pekerjaan atau karir seseorang.

Anda mungkin juga menyukai