Anda di halaman 1dari 47

Draft PEDOMAN

PENYUSUNAN RENCANA TATA RUANG


KAWASAN STRATEGIS PROVINSI DAN
KAWASAN STRATEGIS KABUPATEN
(RTR KSP-KSK)

Manado, 15 Juli 2014

KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM


DIREKTORAT JENDERAL PENATAAN RUANG

Berdasarkan UU 26/2007 pasal 4 dan 5, Psl 4:


diklasifikasikan berdasarkan sistem, fungsi utama
administratif,dan nilai strategis kawasan.
Ps 5
berdasarkan nilai strategis kawasan kawasan strategis
kawasan strategis kabupaten/kota (KSK)

PERDA RTRW Prov &


Kab/Kota

Penyusunan RTR KSP


& RTR KSK

Penataan Ruang
kawasan, wilayah
Penataan Ruang
provinsi (KSP) dan

RTR KSP & RTR KSK


efisien & efektif

Diperlukan Pedoman Penyusunan RTR KSK

MAKSUD
Pedoman ini dimaksudkan sebagai acuan dalam penyusunan RTR KSP
& RTR KSK oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan para pemangku
kepentingan lainnya

TUJUAN
Pedoman ini bertujuan mewujudkan RTR KSP & RTR KSK yang sesuai
dengan ketentuan UU 26/2007 dan peraturan pelaksanaannya

Ruang Lingkup Pedoman


Pedoman ini memuat ketentuan umum muatan RTR KSP & RTR
KSK, ketentuan teknis muatan RTR KSP & RTR KSK, dan prosedur
penyusunan RTR KSP & RTR KSK.

Untuk KSK kawasan perkotaan diatur menggunakan Permen PU


20/2011.

Fungsi
1. memberikan koridor (acuan, arahan ruang lingkup, metode,
batasan-batasan) dalam penyusunan RTR KSP & RTR KSK;
2. memberikan prinsip-prinsip, konsep pendekatan, arahan muatan
teknis, arahan proses dan prosedur, serta dasar hukum yang
melandasi penyusunan RTR KSP & RTR KSK

Manfaat
1. memberikan panduan untuk mencapai standardisasi kualitas RTR KSK;
2. memberikan kemudahan dalam menginterpretasikan persoalan dan
keanekaragaman setiap KSP dan KSK;
3. meningkatkan mutu perencanaan; dan
4. membantu percepatan penyusunan RTR KSP & RTR KSK

FUNGSI
1. alat koordinasi penyelenggaraan penataan ruang pada KSP/ KSK yang
diselenggarakan oleh seluruh pemangku kepentingan;
2. acuan dalam sinkronisasi program Pemerintah, pemerintah provinsi
dengan pemerintah kabupaten, serta swasta dan masyarakat dalam
rangka pelaksanaan pembangunan untuk mewujudkan KSP/ KSK;
3. dasar pengendalian pemanfaatan ruang KSK, termasuk acuan penentuan
ketentuan perizinan pemanfaatan ruang dalam rencana tata ruang wilayah
kabupaten (KSP : ketentuan perizinan sepanjang skala informasi RTR KSP
setara RTRW yang jadi dasar perizinan, dan perda RTRW kab/kota belum
berlaku)

MANFAAT
1. mewujudkan keterpaduan pembangunan dalam lingkup KSP/KSK;
dan
2. menjamin terwujudnya tata ruang KSP/ KSK yang berkualitas
9

Pengguna pedoman ini meliputi seluruh pemangku kepentingan

dalam penyusunan dan penetapan RTR KSP & RTR KSK, serta
masyarakat dalam rangka pemahaman pokok-pokok pengaturan

RTR KSK

10

MATERI TEKNIS
RTR KSK & KSP

NASKAH RAPERDA

Buku Data dan Analisa

Raperda

Dilengkapi dengan peta-peta

Buku Rencana

berisi rumusan pasal per pasal dari


buku rencana

Album Peta

Lampiran

Dengan tingkat ketelitian skala minimal


dalam format A1, dilengkapi dengan
GIS yang dikeluarkan oleh lembaga
yang berwenang

Peta rencana jaringan prasarana,


peta rencana pola ruang, dam
tabel indikasi program utama

11

Jangka Waktu 20 tahun dan ditinjau kembali setiap 5 tahun. RTR


KSP/RTR KSK dapat ditinjau kembali kurang dari 5 tahun jika :

a.

terjadi bencana alam besar yang ditetapkan dengan peraturan

penundang-undangan
b.

perubahan batas teritorial Prov/Kab/Kota

c.

Perubahan

RTRWP/RTRWK

yang

menuntut

perubahan

terhadap RTR KSP/RTR KSK

12

TAHAP-1

TAHAP-2

TAHAP-3

Persiapan Penyusunan RTR KSP/ KSK


Pengumpulan Data dan Informasi
Pengolahan dan Analisis Data

TAHAP-4

Perumusan Konsep RTR KSP/ KSK

TAHAP-5

Penyusunan Naskah RAPERDA


13

Berita Acara
Pembahasan Deliniasi

14

PERSIAPAN
PENYUSUNAN
RTR KSK
1. Identifikasi nilai
strategis
pembentukan KSK;
2. Identifikasi dan
perumusan isu
strategis perlunya
penyusunan RTR
KSK;
3. Identifikasi
kebijakan terkait
wilayah
perencanaan;
4. Potensi dan
permasalahan awal
wilayah
perencanaan, serta
gagasan awal
pengembangan,
pengaturan,
dan/atau
pengendalian
wilayah
perencanaan.
5. Identifikasi batas
awal delineasi
kawasan

PROSES

PEMBAHASAN

PELIBATAN PEMANGKU
KEPENTINGAN
1. Pelibatan Kementerian/
Lembaga terkait;
2. Pelibatan Pemerintah Kabupaten
3. Pelibatan Lembaga di daerah;
dan
4. Pemerintah , yang dilibatkan
masyarakat secara pasif dengan
pemberitaan mengenai
informasi penataan ruang
melalui media publikasi sesuai
kebutuhan.

1. Pembahasan nilai strategis


pembentukan KSK;
2. Pembahasan rumusan isu strategis
perlunya penyusunan RTR KSK;
3. Pembahasan kebijakan terkait wilayah
perencanaan;
4. Pembahasan potensi dan
permasalahan awal wilayah
perencanaan, serta gagasan awal
pengembangan, pengaturan, dan/atau
pengendalian wilayah perencanaan;
5. Pembahasan awal atau penyepakatan
mengenai batas delineasi kawasan
(sebelum survei); dan
6. Penyepakatan target setiap tahapan
pelaksanaan penyusunan RTR KSK

TARGET
MINIMAL
1. Isu strategis
kawasan
2. Gambaran awal
delineasi
kawasan
3. Gambaran
umum wilayah
perencanaan

KESEPAKATAN
Tidak dilakukan konsensus secara khusus,
hanya dilakukan penyepakatan pada
tahap pembahasan mengenai :
(1) Penyepakatan delineasi wilayah
(2) Penyepakatan Isue Strategis yang
akan ditangani

PROSEDUR

TARGET

15

PENGUMPULAN DATA &


INFORMASI
1.
2.
3.
4.

Survei data primer;


Survei data sekunder;
Observasi; dan
Wawancara.

DATA & INFORMASI:


1. Data terkait nilai strategis dan isu
strategis KSK;
2. Data kebijakan penataan ruang dan
sektoral terkait (termasuk peruntukan
ruang);
3. Data kondisi fisik/lingkungan dan sumber
daya alam;
4. Data pemanfaatan ruang/penggunaan
lahan
5. Data sumber daya buatan/ prasarana dan
sarana;
6. Data kependudukan dan sumber daya
manusia;
7. Data perekonomian, sosial, dan budaya;
8. Data kelembagaan;
9. Peta dasar (RBI dan citra satelit); dan
10.Data lainnya sesuai dengan karakteristik
tipologi KSK

PROSES

PELIBATAN PEMANGKU KEPENTINGAN


1.
2.
3.
4.

Pelibatan Kementerian/Lembaga terkait;


Pelibatan Pemerintah Kabupaten,
Pelibatan Lembaga di daerah; dan
Pelibatan masyarakat/organisasi masyarakat yang
dapat dilakukan lebih aktif dalam berbagai bentuk
media komunikasi/ interaksi sesuai dengan situasi
dan kondisi tiap kawasan strategis nasional.

TARGET MINIMAL

PEMBAHASAN
1. Pembahasan hasil-hasil pengumpulan data dan
informasi; dan
2. Pembahasan rencana kegiatan analisis;

1. Mengorganisasikan hasilhasil pengumpulan data


dan informasi; dan
2. Penyusunan Buku Data &
Analisis.

KONSENSUS
Tidak dilakukan konsensus.

PROSEDUR

TARGET

16

PELIBATAN STAKEHOLDER (BUKAN


MASYARAKAT)
PENGOLAHAN & ANALISIS DATA
Pengolahan dan analaisis data minimal dan
disesuaikan dengan tipologi KSK:
1. Review terhadap RTRW Kabupaten
2. Penyusunan KLHS terkait KSK
3. Analisis penguatan nilai strategis dan isu
strategis KSK;
4. Analisis delineasi kawasan;
5. Analisis konsep pengembangan kawasan
6. Analisis regional (analisis kawasan
pengaruh);
7. Analisis kebutuhan ruang;
8. Analisis pembiayaan pembangunan; dan
9. Analisis
lainnya
sesuai
dengan
karakteristik tipologi.

1. Masyarakat/organisasi masyarakat dapat berperan


dalam proses analisis sepanjang dibutuhkan sesuai
situasi dan kondisi tiap KSK

PEMBAHASAN
1. Pembahasan hasil-hasil analisis;
2. Pembahasan akhir batas delineasi kawasan
(setelah tahapan pengolahan data dan informasi);
dan
3. Pembahasan konsepsi awal RTR KSK.

TARGET MINIMAL
1. Buku Data dan Analisis

KESEPAKATAN
1. Penyepakatan mengenail hasil-hasil analisis;
2. Penegasan batas deliniasi

PROSES

PROSEDUR

TARGET

17

PERUMUSAN KONSEP RTR KSK


Dilakukan dengan merumuskan konsep
pengembangan dan menyusun rencana:

PERUMUSAN KONSEP
PENGEMBANGAN:
1. perumusan tujuan, kebijakan, dan
strategi pengembangan kawasan
strategis kab; dan
2. perumusan beberapa alternatif konsep
pengembangan.

PELIBATAN PEMANGKU KEPENTINGAN


1. Pelibatan Pemerintah Kabupaten,;
2. Pelibatan Lembaga di daerah; dan
3. Masyarakat, yang dilibatkan secara aktif dan
bersifat dialogis/komunikasi dua arah melalui
berbagai bentuk media komunikasi/interaksi.

PEMBAHASAN
1. Pembahasan rumusan Konsep RTR KSK dan
2. Pembahasan muatan RTR KSK.

TARGET MINIMAL
1. Buku Rencana RTR KSK

PENYUSUNAN RENCANA:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Tujuan, kebijakan, dan strategi


Rencana Jaringan prasarana
Rencana pola ruang (bila relevan);
Arahan pemanfaatan ruang ;
Ketentuan Pemanfaatan ruang.
Peraturan zonasi.
Ketentuan Pengelolaan

PROSES

KONSENSUS
1. Pencapaian konsensus mengenai rumusan Konsep
RTR KSK
2. Penyepakatan muatan RTR KSK

PROSEDUR

TARGET

18

PENYUSUNAN NASKAH RPERDA


Penyusunan naskah rancangan
PERATURAN DAERAH tentang rencana tata
ruang kawasan strategis Kabupaten
dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan
berdasarkan muatan RTR KSK yang telah
disepakati.

NASKAH PERDA RTR KSK:


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Ketentuan umum;
Cakupan wilayah;
Tujuan, kebijakan dan Strategi
Rencana Jaringan prasarana
Rencana pola ruang (bila relevan);
Ketentuan Pemanfaatan ruang.
Peraturan zonasi
Ketentuan Pengelolaan.

PROSES

PELIBATAN PEMANGKU KEPENTINGAN


1. Pelibatan Pemerintah Kabupaten,
2. Pelibatan Lembaga di daerah; dan
3. Masyarakat terlibat secara pasif.

PEMBAHASAN
Pembahasan Naskah Raperda RTR KSK

TARGET MINIMAL
Naskah PERDA

KONSENSUS
Penyepakatan naskah Raperda RTR KSK yang siap
untuk dibahas untuk penetapan menjadi PERDA.

PROSEDUR

TARGET

19

1.

Sudut kepentingan pertumbuhan ekonomi penentuan tipologi KSP & KSK


memperhatikan adanya potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, jaringan
sarana dan utilitas yang mendukung kawasan tersebut menjadi pusat
pertumbuhan bagi wilayah sekitar

2.

Sudut kepentingan sosial budaya, penentuan tipologi KSP & KSK dengan
memperhatikan pelestarian dan pengembangan adat istiadat setempat yang
menjadi aset yang harus dilindungi;

3.

Sudut kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup penentuan


tipologi KSP & KSK dengan memperhatikan perlindungan bagi flora, fauna
dan keanekaragaman hayati, keseimbangan ekosistem dan tingkat kerawanan
bencana; dan

4.

Sudut kepentingan pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi


tinggi, penentuan tipologi KSP & KSK memperhatikan fungsi penetapan
kawasan untuk pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan memiliki
sumberdaya alam yang strategis
22

Tipologi KSK ditetapkan dengan mempertimbangkan:


a. Sudut kepentingan dan kriteria nilai strategis berdasarkan PP Nomor 26/2008 dan PP
nomor 15/2010 dan permen PU no. 15/2009 ; dan
b. Kawasan strategis yang sudah ditetapkan di masing-masing rencana tata ruang wilayah
provinsi
Sudut Kepentingan
Pertumbuhan ekonomi

Sosial dan budaya


Pendayagunaan sumber daya alam dan/atau
teknologi tinggi
Fungsi dan daya dukung lingkungan hidup

Pertahanan dan keamanan

Tipologi
1. Kawasan Perkotaan
2. Kawasan Perdesaan
3. Kawasan Koridor Ekonomi
4. Kawasan Ekonomi Cepat Tumbuh
5. Kawasan Cagar Budaya
6. Kawasan Permukiman Komunitas Adat
7. Kawasan teknologi Tinggi
8. Kawasan Sumber Daya Alam
9. Kawasan Perlindungan dan Pelestarian
Lingkungan Hidup
10. Kawasan Rawan Bencana
11. Kawasan Kritis Lingkungan
12. Kawasan Perlindungan Pesisir dan Pulau
Kecil
Diatur oleh peraturan yang lain

23

Tipologi KSK ditetapkan dengan mempertimbangkan:


a. Sudut kepentingan dan kriteria nilai strategis berdasarkan PP Nomor 26/2008 dan PP
nomor 15/2010 dan permen PU no. 16/2009 ; dan
b. Kawasan strategis yang sudah ditetapkan di masing-masing rencana tata ruang wilayah
kabupaten
Sudut Kepentingan

Tipologi

pertumbuhan ekonomi

1.
2.
3.
4.

sosial dan budaya

6. kawasan konservasi cagar


budaya
7. kawasan konservasi
permukiman/komunitas adat

pendayagunaan sumber daya alam


dan/atau teknologi tinggi

8. kawasan pengembangan
sumber daya alam
9. kawasan teknologi tinggi

fungsi dan daya dukung lingkungan


hidup

10. kawasan perlindungan dan


pelestarian lingkungan hidup
11. kawasan rawan bencana
12. kawasan kritis lingkungan
13. kawasan perlindungan pesisir
dan pulau-pulau kecil

pertahanan dan keamanan

kawasan perkotaan
kawasan koridor ekonomi
kawasan perdesaan
kawasan ekonomi cepat
tumbuh
5. kawaan tertinggal/terisolir

diatur oleh peraturan lain

24

Contoh KSP
Kawasan Strategis Provinsi Banten
Jumlah KSP yang termuat dalam Perda No Tahun 2011 tentang RTRW Provinsi
Banten sebanyak 35 KSP
Tipologi

Jumlah

Contoh

Kws perkotaan

8 KSP

KSP Kota Kekerabatan Maja di


Kab. Lebak

Kws ekonomi cepat


tumbuh

7 KSP

KSP Kws Wisata Tanjung Lesung


Panimbang

Kws Cagar Budaya

1 KSP

KSP Kws Situs Banten Lama

Kws Teknologi
Tinggi

6 KSP

KSP Kws PLTU Suralaya

Kws perlindungan
dan pelestarian
lingkungan hidup

3 KSP

KSP Cagar Alam Gunung Tukung


Gede

Kws pemukiman
komunitas adat

1 KSP

KSP Kws Masyarakat Adat Baduy

Contoh KSK
Kawasan Strategis Kabupaten Pandeglang

Jumlah KSK yang termuat dalam Perda RTRW Kabupaten Pandeglang


sebanyak KSK sebanyak 9

Tipologi

Jumlah

Contoh

Kws perkotaan

2 KSK

KSK Kws Perkotaan Cikiruh Wetan

Kws Koridor
Ekonomi

1 KSK

KSK Kws Koridor Labuan


Panimbang

Kws pelestarian
lingkungan hidup

1 KSK

KSK Kws Akarsari

Kws Ekonomi cepat


tumbuh

3 KSK

KSK Kws Pantai Selatan

Penambahan tipologi dapat dilakukan apabila terdapat KSP/KSK lain


di luar KSP/KSK yang telah ditetapkan dalam rencana tata ruang
wilayah kabupaten/rencana tata ruang wilayah provinsi yang tidak
terakomodasi dalam tipologi dalam pedoman

Penambahan tipologi dilakukan dengan kriteria yang


ditetapkan dan disepakati dalam bentuk SK Gubernur/
SK Bupati

Apabila terdapat beberapa kepentingan dalam satu KSK/KSP,


maka prioritas penataan ruang diarahkan kepada dasar sudut
kepentingan
penetapan
KSK/KSP
tersebut
dalam
RTRWP/RTRWK
27

1. Bentuk : Bentuk KSK meliputi KSK berbasis kawasan dan KSK berbasis
objek strategis. KSK berbasis kawasan merupakan KSK yang dicirikan
oleh keberadaan wilayah yang direncanakan relatif luas dalam satu
kesatuan entitas kawasan fungsional, dapat meliputi satu atau lebih
wilayah administrasi kecamatan
KSK berbasis obyek strategis merupakan KSK yang dicirikan oleh
keberadaan obyek strategis berkaitan dengan fungsi strategis obyek yang
ditetapkan sebagai KSK.

16

Ilustrasi Gambar untuk Bentuk KSK


Berbasis Kawasan dan Berbasis Objek Strategis

BASIS KAWASAN
Wilayah
Administrasi

Wilayah
Administrasi

Kawasan
Penyangga

Kawasan Inti

Kawasan
Penyangga

KSK

BASIS OBJEK STRATEGIS

Wilayah
Administrasi

KSK

Kawasan Inti
Objek Strategis

Kawasan strategis kabupaten berbasis


kawasan merupakan kawasan strategis
kabupaten yang dicirikan oleh keberadaan
wilayah yang direncanakan relatif luas dalam
satu kesatuan/dominasi fungsi, dapat
meliputi satu atau lebih wilayah administrasi
desa/kecamatan.

Kawasan strategis kabupaten berbasis obyek


strategis merupakan kawasan strategis
kabupaten yang dicirikan oleh keberadaan
obyek strategis, berkaitan dengan fungsi
strategis obyek yang ditetapkan sebagai
kawasan strategis kabupaten.
29

30

31

2. Delineasi dilakukan dengan pertimbangan antara lain:


a. kondisi daya dukung dan daya tampung fisik dasar;
b. potensi perekonomian kawasan;
c. interaksi sosial, ekonomi, lingkungan dan budaya masyarakat;
d. potensi sumber daya alam kawasan;
e. potensi rawan bencana;
f. kondisi penggunaan lahan;
g. keberadaan infrastruktur;
h. pertimbangan batas fisik dan/atau administrasi; dan
i. ketentuan peraturan perundang-undangan terkait.
Penetapan deliniasi KSK dilengkapi dengan koordinat dan ditetapkan SK
Bupati
Penetapan deliniasi KSP dilengkapi dengan koordinat dan ditetapkan SK
Gubernur

16

3.
4.
5.
6.

Fokus Penanganan
Skala Peta
Tujuan Kebijakan dan Strategi Penataan Ruang
Rencana Jaringan Prasarana (KSK) Rencana struktur (KSP), yang terdiri atas :
a. rencana pengembangan jaringan pergerakan, merupakan seluruh jaringan
primer dan jaringan sekunder dalam kawasan yang meliputi jalan arteri,
jalan kolektor, jalan lokal dan jalan lingkungan dan jaringan jalan lain yang
belum termuat dalam RTRW kabupaten
b. rencana pengembangan jaringan energi/kelistrikan, merupakan penjabaran
dari jaringan distribusi dan pengembangannya berdasarkan perkiraan
kebutuhan energi/kelistrikan di kawasan yang termuat dalam RTRW
c. rencana pengembangan jaringan telekomunikasi
d. rencana pengembangan jaringan air minum
e. rencana pengembangan jaringan drainase,
f. rencana pengembangan jaringan air limbah
g. rencana pengembangan jaringan prasarana lainnya, sesuai dengan
kebutuhan pengembangan kawasan.
33

7. Rencana Pola Ruang


a. Zona Lindung
Zona yang memberikan perlindungan terhadap zona di bawahnya
Zona hutan lindung
zona perlindungan setempat
zona rth
zona suaka alam dan cagar budaya
zona lindung lainnya
b. Zona Budidaya
zona perumahan
zona perdagangan dan jasa
zona perkantoran
zona sarana pelayanan umum
zona industri
zona khusus
zona lainnya
zona campuran
34

8. Ketentuan Pemanfaatan Ruang KSK (Arahan pemanfaatan ruang utk


KSP) : Ketentuan pemanfaatan ruang dalam rencana kawasan strategis,
merupakan upaya mewujudkan rencana kawasan strategis dalam jangka
waktu 5 (lima) tahunan sampai akhir tahun masa perencanaan
9. Peraturan Zonasi (Arahan Peraturan Zonasi utk KSP) :
10.Pengelolaan Kawasan

35

Perumusan Muatan KSP

36

Perumusan Muatan KSK

37

38

TIPOLOGI KSK
1. Kawasan perkotaan

SKALA PETA
Mengacu Permen PU No. 20/2011 tentang Pedoman
Penyusunan RDTR dan PZ Kabupaten/Kota

2. Kawasan koridor
ekonomi

minimal 1:25.000

3. Kawasan Perdesaan

Kawasan inti : minimal 1:10.000


Kawasan penyangga : minimal 1:25.000

4. Kawasan Ekonomi
Cepat Tumbuh

Kawasan inti : minimal 1:5.000


Kawasan penyangga : minimal 1:25.000

5. Kawasan
tertinggal/terisolir

Kawasan inti : minimal 1:10.000


Kawasan penyangga : minimal 1:25.000

6. Kawasan konservasi
cagar budaya dan
sejarah
7. Kawasan konservasi
permukiman
/komunitas adat
tertentu

Kawasan inti : minimal 1:5.000


Kawasan penyangga : minimal 1:25.000
Kawasan inti : minimal 1:5.000
Kawasan penyangga : minimal 1:25.000

39

TIPOLOGI KSK
8. Kawasan Teknologi Tinggi/teknologi
tepat guna
9. Kawasan pengembangan Sumber
Daya Alam

10. Kawasan Perlindungan dan


Pelestarian Lingkungan Hidup
11. Kawasan rawan bencana

SKALA PETA
Kawasan inti : minimal 1:5.000
Kawasan penyangga : minimal 1:25.000
Kawasan inti : minimal 1:10.000
Kawasan penyangga : minimal 1:25.000

Kawasan inti : minimal 1:10.000


Kawasan penyangga : minimal 1:25.000
Kawasan inti : minimal 1:5.000
Kawasan penyangga : minimal 1:25.000

12. Kawasan kritis lingkungan

Kawasan inti : minimal 1:10.000


Kawasan penyangga : minimal 1:25.000

13. Kawasan Perlindungan pesisisr dan


pulau-pulau kecil

Kawasan inti : minimal 1:10.000


Kawasan penyangga : minimal 1:25.000
40

Bentuk
: Berbasis Kawasan
Deliniasi : Fungsi Kawasan

41

i
n

Bentuk
: Berbasis Kawasan
Deliniasi : Fungsi Kawasan

Fokus Penanganan

Tingkat
Ketelitian
Peta

Tujuan, Kebijakan dan


Strategi

Rencana
Jaringan
Prasarana

Konsep Pengembangan
Rencana Pola
Ketentuan
Ketentuan
Ruang
Pemanfaatan
Peraturan Zonasi
(zoning map)
Ruang
-

Ketentuan
Pengelolaan

42

43

44

a) Mengajukan inisiatif untuk melakukan penyusunan dan/atau mengevaluasi


dan/atau meninjau kembali dan/atau mengubah RTR KSK/KSP sesuai dengan
ketentuan peraturan perundang-undangan.

meliputi

b) Berperan memberikan masukan terkait penyusunan RTR KSK/KSP dan peraturan


zonasi
c)

Memberikan pendapat, saran, dan masukan dalam penetuan tujuan, arah


pengendalian, pembatasan, dan kelonggaran aturan, serta dalam penetapan
peraturan zonasi;

d) Mengetahui secara terbuka setiap produk RTR dan PZ di wilayah kabupaten (atau
Provinsi) yang bersangkutan;
e) Memantau pelaksanaan RTR KSK/KSP yang telah ditetapkan;
f)

Melaporkan kepada instansi dan/atau pejabat yang berwenang dalam hal


menemukan dugaan penyimpangan atau pelanggaran kegiatan pemanfaatan ruang
yang melanggar RTR KSK dan PZ yang telah ditetapkan;

g)

Mengajukan keberatan terhadap keputusan pejabat yang berwenang terhadap


pembangunan yang dianggap tidak sesuai dengan RTR KSK/KSP dan PZ; dan

h) Mendapat perlindungan dari kegiatan-kegiatan yang merugikan sesuai dengan


peraturan perundang-undangan.

45

a) Memberikan informasi, data, dan keterangan secara konkrit dan


bertanggungjawab dalam setiap tahapan penyusunan RTR KSK; dan

meliputi

meliputi

b) Berlaku tertib dan mendukung kelancaran proses penyusunan RTR KSK dan PZ.

a) Masukan mengenai:
1. Persiapan penyusunan RTR
2. Penentuan arah pengembangan wilayah atau kawasan
3. Pengidentifikasian potensi dan masalah pembangunan wilayah atau kawasan
4. Perumusan konsepsi RTR
5. Penetapan RTR
b) Kerjasama dengan Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan/atau sesama unsur
masyarakat dalam perencanaan tata ruang
46