Anda di halaman 1dari 115

Laporan Pendahuluan

Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

KATA PENGANTAR

Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya KATA PENGANTAR Dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Fasilitasi Penyusunan
Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya KATA PENGANTAR Dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Fasilitasi Penyusunan

Dalam rangka pelaksanaan pekerjaan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem

Drainase Kabupaten Dharmasraya, maka bersama ini kami sampaikan Laporan

Pendahuluan dari pekerjaan tersebut di atas. Laporan Pendahuluan ini sebagai realisasi

Konsultan dalam memenuhi kewajibannya yang sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja (KAK)

berisikan mengenai gambaran dan permasalahan umum pengelolaan drainase, dan rencana

kegiatan pekerjaan.

Harapan kami semoga laporan ini dapat bermanfaat dan memenuhi sasarannya. Kepada

semua pihak yang telah membantu terlaksananya pekerjaan ini diucapkan terima kasih

Bandung, 01 Mei 2014 CV. IMAYA consulting engineers

kasih Bandung, 01 Mei 2014 CV. IMAYA consulting engineers Drs. Ivan Dewangga Direktur CV. IMAYA Consulting

Drs. Ivan Dewangga Direktur

LAPORAN PENDAHULUAN Fasilitasi Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

i

DAFTAR ISI

ii

DAFTAR TABEL

iv

DAFTAR GAMBAR

v

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

I

- 1

1.2

Maksud

I

- 2

1.3

Tujuan

I – 3

1.4

Sasaran

I – 3

1.5

Lingkup Kegiatan

1.6

Sistematika Laporan Pendahuluan

I – 4 I – 7

BAB II

DESKRPSI WILAYAH PERENCANAAN

2.1

Letak Gegrafis

 

II – 1

2.2

Topografis

II – 3

2.3

Administratif

II – 4

2.4

Kondisi Klimatologi

II – 6

2.5

Jumlah Dan Kepadatan Penduduk

II – 7

2.6

Re ncana Pusat Layanan

II - 8

2.7

Isu Strategis Dan Permasalahan Mendesak Drainase Kabupaten Dharmasraya . II - 8

BAB III

METODOLOGI PELAKSANAAN PEKERJAAN

3.1

Kerangka Pemikiran

 

III - 1

3.2

Pendekatan Umum Pelaksanaan Pekerjaan

III – 2

3.2.1

Identifikasi Kondis Ekisting Sistem Drainase

III – 4

3.2.2

Identifikasi dan Evaluasi permasalahan sistem drainase Ekisting

III – 4

3.2.3

Penyusunan Konsep rencana induk (MasterPlan)

III – 7

3.2.3.1

Rumusan Tindak Penangana Masalah Sistem Drainase Ekisting

III – 7

3.2.3.2

Rumusan Rencana Pengembangan Sistem Drainase

III – 8

3.2.4

Penyusunan Rencana Induk Sistem

III – 9

3.2.5

Pendekatan Teknis Pelaksanaan Pekerjaan

III – 9

3.2.5.1

Metodologi Pengumpulan Data

III – 9

LAPORAN PENDAHULUAN Fasilitasi Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

3.2.5.2

Data Sekunder

III – 9

3.2.5.3

Data Primer

III – 10

3.2.6

Aspek Sosial Ekonomi Perkotaan

III – 31

3.2.7

Metoda Analisa Data

III – 32

3.2.7.1

Analisa Data Topografi

III – 32

3.2.7.2

Analisa Data Hidrologi

III – 37

3.2.7.3

Analisa Data Mekanika Tanah

III – 51

3.2.7.4

Analisa

Hidrolika

III

– 61

3.2.7.5

Perhitungan Volume Dan rencana anggaran Biaya (RAB)

III – 66

3.2.7.6

Gambar Detail Desain

III – 68

BAB IV

RENCANA KERJA

4.1

Umum

IV - 1

4.2

Tahap Pelaksanaan Pekerjaan

IV – 1

4.2.1.

Tahap Persiapan

IV – 2

4.2.2.

Tahap Survey

IV – 4

4.2.3.

Tahap Analisa Data

4.2.4.

Tahap Perencanaan Dan Penggambaran

IV – 6 IV - 8

BAB V

STRUKTUR ORGANISASI PENYEDIA JASA,PENGGUNA JASA DAN TENAGA AHLI

 

5.1

Struktur Organisasi Penyedia Jasa (Konsultansi)

V – 1

5.2

Struktur Organisasi Pengguna Jasa

5.3

Tenaga Ahli

V – 2 V - 2

BAB VI

PELAPORAN,JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN DAN JADWAL PENUGASAN PERSONIL

 

6.1

Produk Laporan Pekerjaan

VI – 1

6.2

Laporan Pendahuluan

VI – 1

6.3

Laporan Antara (Interim)

VI – 2

6.4

Konsep Laporan Akhir

VI – 3

6.5

Laporan Akhir

VI – 3

6.6

Eksekutif Summary

VI –

3

6.7

Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan

VI – 5

6.8

Jadwal Penugasan Personil

VI – 5

LAPORAN PENDAHULUAN Fasilitasi Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Luas Kecamatan Dan Jumlah Nagari

II - 6

Tabel 2.2 Banyak Curah Hujan (Milimeter)di Kabupaten Dharmasraya

II - 7

Tabel 2.3 Jumlah Dan Kepadatan Penduduk Kabupaten Dharmasraya

II - 7

Tabel 3.1 Nilai Reduce Variate (Y) untuk beberapa Kata Ulang Nilai T

III – 42

Tabel 3.2 Nilai ∆ Kritik untuk uji Smirnov-Kolmogorov

III – 44

Tabel 3.3 Tahapan Analisis Hidrologi Untuk Debit Rancangan

III – 45

Tabel 3.4 Koefisin run-Off terhadap kondisi lapangan

III – 47

Tabel 3.5 Tipikal Harga Koefisien Kekerasan Manning, n , yang sering digunakan

III – 63

Tabel 3.6 Tinggi jagaan untuk saluran dengan pasangan

III – 64

Tabel 3.7 Tinggi saluran untuk jagaan tanpa pasangan

III – 64

Tabel 6.1 Produk yang diserahkan

VI – 4

LAPORAN PENDAHULUAN Fasilitasi Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1

Peta Provinsi Sumatera Barat

Lokasi Pekerjaan

Fasilitasi Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

II –3

Gambar 3.1

Model Tipe BM dan CP

III –14

Gambar 3.2

Pengukuran Jarak Pada Permukaan Miring

III –15

Gambar 3.3

Pengukuran Sudut Antar Dua Patok

III –16

Gambar 3.4

Pengamata Azimuth Astronomis

III –18

Gambar 3.5

Contoh Pengukuran Topografi

III – 20

Gambar 3.6

Pengukuran watepass

III –20

Gambar 3.7

Profil Melintang

III –24

Gambar 3.8

Metode tachymetri

III –35

Gambar 3.9

Bagan Alir Kegiatan Survey Pengukuran Topografi

III –36

Gambar 3.10 Alir Kegiatan Penyelidikan Tanah

III –60

Gambar 3.11 Penampang Melintang Saluran Berbentuk Trapesium

III –65

Gambar 3.12 Penampang Melintang Saluran Berbentuk Persegi

III –66

Gambar 5.1 Struktur Organisasi Penyedia Jasa

V – 4

Gambar 5.2 Struktur Organisasi Pengguna Jasa

V – 5

Gambar 6.1

Jadwal Pelaksanaan Pekerjaa

VI – 6

Gambar 6.2

Jadwal Penugasan Personil

VI – 7

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

BAB 1
BAB 1

P E N D A H U L U A N

Drainase Kabupaten Dharmasraya BAB 1 P E N D A H U L U A N

1.1 Latar Belakang

Kabupaten

Dharmasraya

merupakan

salah

satu

kota

yang

terletak

berbatasan

dengan

Jambi,

mempunyai

kondisi

topografi

yang

bergelombang dengan kecuraman yang tinggi ke arah barat dan daerah

datar pada bagian baratnya, sehingga kondisi alam ini sangat ramah

dengan kejadian bencana alam seperti longsor, terban, dan banjir.

Disisi lain adanya perubahan fenomena alam yang dapat sebagai pemicu

untuk terjadinya proses bencana alam di atas seperti semakin tingginya

tingkat curah hujan yang terjadi di Kabupaten Dharmasraya pada akhir-

akhir

ini,

Bencana

banjir

dan

masalah

genangan

yang

menimpa

Kabupaten Dharmasraya merupakan masalah yang seakan-akan sudah

menjadi masalah permanen yang dikarenakan kondisi geofrafis di atas.

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

Tingginya tingkat curah hujan yang terjadi pada akhir-akhir ini untuk

Kabupaten Dharmasraya juga membawa persoalan banjir dan genangan

yang semakin komplek, bertambahnya daerah genangan baru, serta

terjadinya genangan dengan ketinggian yang semakin meningkat serta

durasi

genangan

yang

semakin

lama.

Kondisi

ini

akan

sangat

berpengaruh kepada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Berbagai kerugian akibat banjir dan genangan telah dapat kita rasakan,

kerusakan prasarana dan utilitas kota telah menelan biaya tidak sedikit,

terganggunya transaksi ekonomi masyarakat dan hilangnya berbagai aset

masyarakat yang dilanda banjir, mewabahnya berbagai sumber penyakit

yang mudah menular, sehingga berdampak terjadinya penurunan tingkat

kesehatan masyarakat akibat banjir.

1.2 Maksud

Maksud dari pelaksanaan kegiatan Fasilitasi Outline Plan Sistem Drainase

Kabupaten Dharmasraya adalah menyusun rencana induk drainase untuk

memberikan pedoman / acuan dalam pengembangan pembangunan

sistem

drainase

Kabupaten

Dharmasraya

sehingga

dibangun dapat berfungsi secara optimal.

1.3 Tujuan

Tujuan pekerjaan ini adalah :

drainase

yang

1)

Tersedianya

data

primer

permasalahan/kondisi

sistem

drainase

eksisting Kabupaten Dharmasraya berdasarkan aspek hidrologi dan

hidrolika.

2)

Teridentifikasinya

permasalahan

sistem

drainase

eksisting

Kabupaten Dharmasraya berupa prakiraan luas genangan.

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

3)

Tersedianya rencana peningkatan kinerja sistem drainase eksisting

Kabupaten

Dharmasraya

dalam

penanggulangan

permasalahan

genangan secara tuntas dan menyeluruh.

 

4)

Mengatur sistem pengaliran air pada drainase yang telah ada

maupun drainase yang akan dibangun di Kabupaten Dharmasraya

sehingga dapat berfungsi secara maksimal.

 

5)

Tersedianya rencana areal dan pola aliran drainase baru untuk

daerah yang belum mempunyai sistem drainase karena adanya

genangan banjir berdasarkan skala prioritas.

 

6)

Tersedianya data dan peta dengan skala memadai (1: 5000) untuk

menggambarkan sistem drainase eksisting.

 

7)

Tersedianya

dokumen

outline

plan,Kecamatan

Sitiung

dan

Kecamatan

Timpeh.

Kecamatan

Koto

Besar,Kecamatan

Koto

Baru,Kecamatan Koto Salak,Kecamatan Padang Laweh.

 

8)

Tersedianya

rencana

operasional

sistem

drainase

yang

akan

dijadikan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengelolaan drainase.

9)

Tersedianya prakiraan biaya investasi dan biaya operasional sistem

drainase

Kabupaten

Dharmasraya

yang

dibuat

berdasarkan

pentahapan.

10) Tersedianya rencana tahapan kegiatan pembangunan fisik sistem

drainase.

11) Terbentuknya usulan instansi yang berwenang menangani sistem dan

peningkatan fungsi organisasi pengelola.

1.4

Sasaran

Sasaran produk yang diharapkan dihasilkan dari pekerjaan ini adalah

untuk melengkapi data teknis dan informasi kepada pihak pelaksana

pengelolaan drainase perkotaan, terutama aparat pemerintah daerah.

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

Dapat menjadi acuan dan pedoman dalam perencanaan pembangunan

drainase lebih lanjut sehingga permasalahan-permasalahan drainase

utama dan drainase mikro Kabupaten Dharmasraya selama ini dapat

diselesaikan dengan baik, efektif, dan efisien.

1.5 Lingkup Kegiatan

Ruang lingkup penyusunan materi Fasilitasi Outline Plan Sistem Drainase

Kabupaten Dharmasraya adalah sebagai berikut :

1. Melakukan pengumpulan data sekunder dan informasi genangan

banjir

berupa

studi-studi

terdahulu

yang

relevan,

data

hidroklimatologi meliputi curah hujan, data banjir, debit saluran,

dan luas daerah yang tertutup oleh perkerasan, Peta Daerah Aliran

Sungai di Kabupaten Dharmasraya, Peta topografi, kelembagaan

pengelolaan drainase, Kabupaten Dharmasraya dalam Angka RTRW,

RPJMD dan RIPJM Kabupaten Dharmasraya, Peta sistem drainase

eksisting dari saluran makro, saluran penghubung, dan saluran mikro

drainase.

2. Melaksanakan koordinasi dengan instansi terkait berkenaan dengan

kewenangan pengelolaan drainase.

3. Melakukan pembuatan peta areal sistem jaringan drainase eksisting

dengan skala memadai.

4. Melakukan

survey

inventarisasi

dan

identifikasi

sistem

drainase

eksisting dengan batasan untuk saluran drainase primer serta lokasi

daerah genangan.

5. Melakukan pembuatan peta genangan.

6. Melakukan

survei

sosiologi

dan

kelembagaan

untuk

mengetahui

tingkat

partisipasi

masyarakat

dalam

pengelolaan

drainase

dan

diskusi

dengan

Dinas

Pekerjaan

Umum

Kabupaten

Dharmasraya

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

sebagai institusi/lembaga pengelolaan drainase. tentang struktur

organisi kelembagaan pengelolaan drainase.

7. Melakukan

analisa

dan

evaluasi

terhadap

permasalahan

sistem

drainase

eksisting

berdasarkan

analisa

hidrologi

dan

hidrolika

terhadap masalah genangan yang terjadi, berkaitan dengan :

- Tata letak (skema drainase) sistem drainase eksisting

- Pola aliran sistem drainase eksisting.

- Beban aliran pada sistem drainase.

- Kapasitas penampang saluran.

8. Untuk selanjutnya melakukan rekomendasi program pengembangan

berdasarkan skala prioritas permasalahan untuk peningkatan kinerja

sistem drainase.

- Tahap mendesak (2 tahun) dan tindak lanjut kegiatan yang

diperlukan.

- Tahap I (5 tahun)

- Rencana Jangka Panjang (10 Tahun)

9. Melakukan desain rinci berupa penetapan trace saluran, perhitungan

dimensi penampang saluran, dan bangunan pelengkap.

10. Melakukan survei topografi dan pemetaan terhadap daerah yang

rawan banjir yaitu kecamatan Koto Besar, kecamatan Koto Baru,

kecamatan Koto Salak, kecamatan Padang Laweh, kecamatan Sitiung

dan kecamatan Timpeh untuk keperluan desain (trace saluran) dan

rencana detail (DED) untuk program 2 tahun dan 5 tahun

11. Melakukan survei mekanika tanah pengukuran sondir, boring sarana-

sarana drainase pada beberapa titik yang disetujui pengguna jasa

sebanyak 12 titik.

12. Membuat tahapan pelaksanaan pekerjaan fisik drainase.

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

13. Melakukan

pemetaan

drainase baru.

tematik

(non

topografi)

areal

/

wilayah

14. Melakukan perencanaan sistem jaringan drainase pada areal baru.

15. Melakukan identifikasi dan inventarisasi permasalahan pada sistem

jaringan drainase (areal baru).

16. Membuat

dan

menyusun

laporan

pendahuluan,

Konsep akhir dan laporan akhir.

17. Membuat SOP drainase.

18. Analisis data lapangan mencakup :

laporan

antara,

a. Elaborasi data pengukuran untuk memeriksa kesalahan yang

terjadi pada data pengukuran dan pemetaan. Hasil kegiatan ini

sebagai bahan analisis genangan banjir.

b. Analisis hidrologi melihat besarnya pengaruh hujan pada kawasan

studi.

Data

curah

hujan

diambil

dari

pengamatan curah hujan termasuk :

· Perhitungan intensitas hujan.

beberapa

stasiun

· Penentuan catchment area dan sub catchment area.

· Koefisien pengaliran.

· Perhitungan kapasitas dan arah aliran di saluran-saluran (lebar

dasar, panjang, kemiringan talud kiri kanan, kedalaman).

· Perhitungan dan penentuan dimensi saluran.

c. Analisis genangan banjir

19. Evaluasi hasil dan analisis

Untuk

menghasilkan

rekomendasi,

saran,

dan

usulan

kepada

pemberi tugas dalam upaya penanggulangan banjir atau genangan

maka dilakukan kegiatan, meliputi :

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

a. Membuat perhitungan dan RAB dan menentukan dimensi arah

aliran dan kapasitas dari sarana atau sistem pengendali banjir

yang diusulkan yang dituangkan dalam bentuk dokumen laporan

perencanaan, dokumen lelang, gambar-gambar perencanaan,

dan spesifikasi teknis perencanaan, serta biaya operasional dan

pemeliharaan.

b. Membuat gambar perencanaan dari sistem yang diusulkan dalam

bentuk peta hasil pengukuran topografi, skema drainase kota

berupa peta situasi skala 1 : 5000, profil memanjang skala 1 :

1000. Profil melintang skala 1 : 100, dan detail bangunan skala

1 : 10.

1.6 Sistematika Laporan Pendahuluan

Ruang

lingkup

penyusunan

materi

Laporan

Pendahuluan

Fasilitasi

Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya adalah :

BAB 1 PENDAHULUAN

Berisi latar belakang kegiatan, maksud, tujuan, sasaran kegiatan,

lingkup kegiatan dan sistematika laporan pendahuluan.

BAB 2 DESKRIPSI WILAYAH PERENCANAAN

Berisi letak geografis, , topografis, klimatologi, administratif, kondisi

klimatologi,

jumlah

dan

kepadatan

penduduk,

rencana

pusat

pelayanan,

penggunaan

lahan,

isu

strategis

dan

permasalahan

mendesak drainase Kabupaten Dharmasraya.

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

BAB 3 METODOLOGI PELAKSANAAN PEKERJAAN

Berisi

kerangka

pekerjaan.

pemikiran,

BAB 4 RENCANA KERJA

dan

pendekatan

umum

pelaksanaan

Berisi tahapan pelaksanaan pekerjaan “Fasilitasi Outline Plan Sistem

Drainase Kabupaten Dharmasraya”.

BAB 5 STRUKTUR ORGANISASI PENYEDIA JASA, PENGGUNA JASA DAN

TENAGA AHLI

Berisi

struktur

pengguna jasa

organisasi

penyedia

jasa

dan

struktur

organisasi

BAB 6 PELAPORAN, JADWAL PELAKSANAAN PEKERJAAN, DAN JADWAL

PENUGASAN PERSONIL

Berisi jenis laporan yang akan diserahkan konsultan kepada direksi

pekerjaan

“Fasilitasi

Dharmasraya”.

Outline

Plan

Sistem

Drainase

Kabupaten

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

BAB 2
BAB 2

DESKRIPSI WILAYAH PERENCANAAN

Kabupaten Dharmasraya BAB 2 DESKRIPSI WILAYAH PERENCANAAN 2.1 Letak Geografis Kabupaten Dharmasraya dengan ibukota

2.1 Letak Geografis

Kabupaten Dharmasraya dengan ibukota Pulau Punjung adalah salah

satu

kabupaten

di Sumatera

Barat

yang

berada

di

persimpangan

Jalur

Lintas

Sumatera

yang

menghubungkan

antara Padang,

Pekanbaru

hingga

Jambi.

Terletak

di

ujung

tenggara

Sumatera

Barat

antara

0 0 47’7”LS – 1 0 41’56”LS & 101 0 9’21”BT – 101 0 54’27”BT.

Kondisi

dan topografi Kabupaten Dharmasraya mayoritas merupakan

lahan datar dengan ketinggian dari 82 meter sampai 1.525 meter

dari permukaan laut.

Menurut Perda

Nomor 4 Tahun 2009

luas Kabupaten Dharmasraya

adalah 2.961,13 Km² (296.113 Ha), sedangkan berdasarkan perhitungan

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

pemetaan

hasil

digitasi

citra

spot

5

memiliki

luas

3.025,99

Km2

(302.599

Ha).

Topografi

Kabupaten

Dharmasraya

bervariasi

antara

berbukit, bergelombang dan datar dengan ketinggian dari 98,3 mdpl

sampai 1.525 mdpl. Dataran paling tinggi berada di kecamatan Sungai

Rumbai yaitu 1.525 mdpl., sedangkan dataran yang paling rendah

berada di

terletak

kecamatan Koto Baru

dengan

ketinggian

pada

wilayah

perbatasan Provinsi

Sumatera

97

mdpl.,

dan

Barat

dengan

Provinsi Jambi dan Provinsi Riau yang dilewati jalur Jalan Lintas

Tengah Sumatera.

Kabupaten Dharmasraya merupakan salah satu kabupaten yang cukup

berpotensi di Propinsi Sumatera Barat. Sebagian besar penggunaan

lahan

di

Kabupaten

Dharmasraya

adalah

untuk

sektor

pertanian

hingga

mencapai

87,13 %

dimana

lahan

perkebunan

adalah

yang

terbesar mencapai 53,88 % sedangkan lahan untuk sawah sebesar 3,13 %.

Suhu udara di Kabupaten Dharmasraya berkisar antara 28 - 32C. Curah

hujan tertinggi dan hari hujan tahun 2011 terbanyak terjadi pada bulan

Desember.

Rata-rata

curah

hujan

di

tahun

2011

lebih

sedikit

dibandingkan

tahun-tahun sebelumnya.

Lokasi

kegiatan

Fasilitasi

Outline

Plan

Sistem

Drainase

Kabupaten

Dharmasraya dapat dilihat pada Gambar 2.1

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

Lokasi Pekerjaan
Lokasi Pekerjaan

Gambar 2.1. Peta Provinsi Sumatera Barat Lokasi Pekerjaan Fasilitasi Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

2.2

Topografis

Kondisi

dan

topografi Kabupaten Dharmasraya mayoritas merupakan

lahan datar dengan ketinggian dari 82 meter sampai 1.525 meter dari

permukaan laut.

Sebelah Utara Kabupaten Dharmasraya berbatasan dengan

Kabupaten

Sijunjung dan Propinsi Riau, sebelah Selatan dan disebelah Timur

berbatasan dengan Propinsi Jambi sedangkan di sebelah

Barat

dengan

Kabupaten Solok dan Kabupaten Solok Selatan.

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

2.3

Administratif

Kabupaten Dharmasraya merupakan kabupaten hasil pemekaran dari

Kabupaten Sawahlunto/Sijunjung

berdasarkan

Undang-Undang

Nomor

38

tahun

2003

tentang

Pembentukan Kabupaten

Dharmasraya,

Kabupaten Solok Selatan dan Kabupaten Pasaman Barat di Propinsi

Sumatera

Barat,

yang

diresmikan

pada

tanggal

7

Januari

2004.

Berdasarkan

Perda

Nomor

3

Tahun

2008

tentang

Penataan

dan

Pembentukan Kecamatan, jumlah kecamatan di Kabupaten Dharmasraya

dimekarkan dari 4 menjadi 11 Kecamatan. Berdasarkan Perda No.2

Tahun 2008 tentang Pemerintahan Nagari terdapat sebanyak 48 nagari

dimana pada Tahun 2009 dikeluarkan Perda No. 4 Tahun 2009 tentang

Pembentukan dan Penataan Nagari. Dalam Perda tersebut terdapat

beberapa nagari yang dimekarkan, dari

dengan 260 jorong.

48 nagari menjadi 52 nagari

Kecamatan IX Koto tercatat berada di wilayah yang paling tinggi

yaitu 240 meter dari permukaan laut sedangkan yang paling rendah

adalah

Kecamatan

permukaan laut.

Tiumang

dengan

ketinggian

90 meter diatas

Ibukota

Kabupaten

Dharmasraya

terletak

di

Kecamatan

Pulau

Punjung

sedangkan

Nagari- Nagari

yang

termasuk

dalam

kategori

daerah

perkotaan

berdasarkan

data

BPS

dan

kesepakatan Pokja

adalah :

1. Nagari Sungai Rumbai

2. Nagari Sungai Rumbai timur

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

3. Nagari Koto Gadang

4. Nagari Pauah Koto Tinggi

5. Nakari Koto Laweh

6. Nagari Koto Ranah

7. Nagari Sitiung

8. Nagari Gunung Medan

9. Nagari Sungai Duo

10. Nagari IV Koto Pulau Punjung

11. Nagari Sungai Dareh

12. Nargari Sungai Kembut

13. Nagari Gunung Selasih

14. Nagari Sikabau

Total Jumlah penduduk di daerah perkotaan adalah sebesar 73,881

jiwa (37% dari total penduduk Kabupaten Dharmasraya). Kabupaten

Dharmasraya memiliki letak yang cukup strategis karena merupakan

kota lintas sumatera dan langsung berbatasan dengan daerah lainnya di

Sumatera

dimana

secara

berbatasan dengan :

administrasi

Kabupaten

Dharmasraya

Ø

Sebelah

Utara

berbatasan

dengan

Kecamatan

Tanjung

Gadang

dan

Kecamatan

Kamang

Baru Kabupaten Sijunjung,

serta Kabupaten Kuantan Singingi - Provinsi Riau.

 

Ø

Sebelah

Selatan

berbatasan

dengan

Kabupaten

Bungo

dan

Kabupaten Kerinci - Provinsi Jambi

 

Ø

Sebelah

Timur

berbatasan

dengan

Kabupaten

Bungo

dan

Kabupaten Tebo - Provinsi Jambi

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

Ø

Sebelah

Barat

berbatasan

dengan

Kecamatan

Tigo

Lurah

Kabupaten

Solok

serta

Kecamatan

Sangir

Jujuhan

dan

Kecamatan Sangir Batang Kabupaten Solok Selatan

Rincian lebih lanjut dapat dilihat dalam Tabel 2.1.

Tabel 2.1 Luas Kecamatan dan Jumlah Nagari

dalam Tabel 2.1. Tabel 2.1 Luas Kecamatan dan Jumlah Nagari Sumber: Buku Putih Sanitasi Kabupaten Dharmasraya

Sumber: Buku Putih Sanitasi Kabupaten Dharmasraya

2.4 Kondisi Klimatologi

Keadaan iklim tropis yang sangat dipengaruhi oleh angin darat dan curah

hujan mencapai rata- rata

Iklim

wilayah Kabupaten

166,08

mm/bulan

sepanjang tahun

2011,

Dharmasraya

termasuk

iklim tropis besar

yang memiliki musim kering yang sangat pendek dan daerah lautan

sangat dipengaruhi oleh angin laut. Suhu udara berkisar antara 260C –

310C. Suhu udara terpanas jatuh pada bulan Mei, sedangkan

suhu

terendah

terdapat

pada

bulan

September.

Untuk

lebih

jelasnya

dapat dilihat pada Tabel 2.2 berikut ini :

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

Tabel 2.2 Banyaknya Curah Hujan (Milimeter) di Kabupaten Dharmasraya

Banyaknya Curah Hujan (Milimeter) di Kabupaten Dharmasraya Sumber: Buku Putih Sanitasi Kabupaten Dharmasraya 2.5

Sumber: Buku Putih Sanitasi Kabupaten Dharmasraya

2.5 Jumlah Dan Kepadatan Penduduk

Jumlah

penduduk

Kabupaten

Dharmasraya

tahun

2012

sebanyak

197,599

jiwa,

yang

terdiri dari

102,083

laki

laki

dan

95,516

perempuan,

Tingkat

kepadatan

penduduk

pada

tahun

2011

ini

terhitung

sebanyak

67

jiwa/Km2.

Jumlah

penduduk

terbanyak

berada

di

Kecamatan

Pulau

Punjung yakni

37.428

jiwa

yg

distribusinya

sebesar

18,94%

dari

total

penduduk

Dharmasraya

sedangkan jumlah

penduduk terendah

berada di Kecamatan Padang

Laweh yakni

hanya menyumbang 2,87% dari total Penduduk.

Tabel 2.3 Jumlah dan Kepadatan Penduduk Kabupaten Dharmasraya

2.3 Jumlah dan Kepadatan Penduduk Kabupaten Dharmasraya Sumber: Buku Putih Sanitasi Kabupaten Dharmasraya CV. IMAYA

Sumber: Buku Putih Sanitasi Kabupaten Dharmasraya

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

2.6 Rencana Pusat Layanan

Secara

garis

besar

rencana

sistem

perkotaan

wilayah

Dharmasraya dirumuskan sebagai berikut :

Kabupaten

1. Kawasan

Pulau

Punjung

sebagai

Pusat

Kehgiatan

Wilayah

promosi

(PKWp)

Propinsi

Sumatera Barat, Kawasan Pulau

Punjung meliputi Koridor Pulau Punjung-sungai Dareh-Sikabau.

2. Kawasan Sungai Rumbai sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL)

dalam

lingkup

pelayanan Kabupaten

Dharmasraya

sekaligus

berfungsi

sebagai

kawasan

strategis

gerbang

timur

Propinsi

Sumatera Barat.

 

3. Pelayanan

Pusat

Kecamatan

(PPK)

yang

berfungsi

malayani

satu

atau

lebih

kecamatan

atau bagian wilayah kabupaten

yaitu kawasan Koto Baru, Sitiung dan Padang Laweh.

4. Pelayanan

Pusat

Lingkungan

(PPL)

meliputi

kawasan

sungai

Limau

dikecamatan

Asam

Jujuhan,

Kawasan

Silago

dikecamatan

IX

Koto,Kawasan

Pinang

Makmur

dikecamatan

Timpeh, Kawasan Koto Salak dikecamatan Tiumang, dan kawasan

Koto Besar dikecamatan Koto Besar.

2.7 Isu Startegis Dan Permasalahan Mendesak Drainase Kabupaten Dharmasraya

Berdasarkan data dan informasi dari Dinas Pekerjaan Umum bahwa

sampai

dengan

tahun 2013 ini belum

ada

kegiatan

khusus

yang

berhubungan

dengan

sektor

drainase

lingkungan.

Sejauh

ini

kegiatan pembangunan

drainase

merupakan

kegiatan

yang

melekat

kepada

kegiatan

lainnya

atau

lebih

bersifat sebagai

kegiatan

pelengkap atau penunjang semata. Pembangunan drainase biasanya

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

sejalan

dengan pembangunan Jalan Nasional, Jalan Provinsi, Jalan

Kabupaten dan Jalan Lingkungan.

Lembaga

yang

bertanggung

jawab

langsung

terhadap

pengelolaan

drainase

lingkungan

adalah

Dinas

Pekerjaan

 

Umum

Kabupaten

Dharmasraya,

akan

tetapi

sejauh

ini

belum

ada

kegiatan

khusus

yang

berkaitan

dengan drainase lingkungan. Pembangunan drainase

yang dilakukan melalui kegiatan ke Cipta Karya-an yang lain seperti

pembangunan jalan lingkungan, jalan kabupaten dan pasar-pasar.

Sedangkan

untuk

peraturan

legal

tentang

drainase,

untuk

tingkat

kabupaten belum ada sampai dengan sekarang ini baik itu

berupa

Peraturan Daerah

maupun

Peraturan Bupati sehingga kegiatan sektor

drainase masih belum bisa untuk diprioritaskan.

Isu strategis

dan permasalahan

mendesak

pengelolaan drainase

di

Kabupaten Dharmasraya terkait dengan penanganan sub-sektor drainase

adalah :

di Kabupaten Dharmasraya terkait dengan penanganan sub-sektor drainase adalah : CV. IMAYA Consulting Engineers II -

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

BAB 3
BAB 3

METODOLOGI PELAKSANAAN PEKERJAAN

Kabupaten Dharmasraya BAB 3 METODOLOGI PELAKSANAAN PEKERJAAN 3.1 Kerangka Pemikiran Bertitik tolak pada proses

3.1 Kerangka Pemikiran

Bertitik

tolak

pada

proses

perencanaan

drainase

perkotaan

berlandaskan

pada

konsep

pembangunan

yang

berkelanjutan

(pembangunan yang berwawasan lingkungan), khususnya dalam rangka

konservasi sumberdaya air agar air permukaan dapat cepat dialirkan

dan diresapkan, maka tata cara perencanaan rencana induk drainase

Kabupaten Dharmasraya harus dapat mencapai tujuan tercapainya hasil

perencanaan

masterplan

yang

teknik

perencanaan

dengan

sesuai

dengan

memperhatikan

ketentuan-ketentuan

faktor-faktor

yang

berpengaruh seperti intensitas hujan, catchment area, pertumbuhan

daerah perkotaan, faktor lingkungan serta produk lainnya, sehingga

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

dapat

berfungsi

sebagai

landasan

perencanaan

pengendalian

air

permukaan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan dapat

memberikan manfaat bagi kegiatan kehidupan manusia.

Selanjutnya sebagai konsekuensi dari konsep dasar tersebut, maka

harus pula memperhatikan faktor-faktor umum yang terkait seperti

faktor sosial ekonomi, pertumbuhan penduduk, urbanisasi, kebutuhan

nyata dan prioritas daerah, keseimbangan pembangunan dalam kota,

ketersediaan tata guna tanah, seperti pertumbuhan fisik kota secara

ekonomis.

Berkaitan dengan konsep ini maka usaha konservasi sumber daya air

perlu pula diperhatikan, karena pada prinsipnya RIS Drainase harus

dapat menggambarkan

konsep

dasar

pola

pengendalian

air

hujan

supaya lebih banyak meresap kedalam tanah dan tidak banyak terbuang

sebagai aliran permukaan antara lain dengan membuat bangunan

resapan buatan, kolam tadon, penataan land scape dan sebagainya.

Melihat Kabupaten Dharmasraya sebagai Kabupaten yang mempunyai

pertumbuhan jelas, dan pertumbuhan penduduk yang cepat serta

drainase perkotaan yang mempunyai permasalahan rumit dan keadaan

alam setempat.

3.2 Pendekatan Umum Pelaksanaan Pekerjaan

Konsep

dasar

dalam

menyusun

suatu

perencanaan

master

teknis

drainase

adalah

rancangan

penanganan

masalah

drainase

secara

terpadu (integrated) dan berkesinambungan (sustainable). Terpadu

dalam arti penanganan secara menyeluruh, tidak saja pada sistem

mikro, akan tetapi juga pada sistem makronya, melalui pendekatan

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

tata ruang dan kawasan unggulan, serta pertumbuhan ekonomi kota.

Untuk mendukung konsepsi dasar tersebut, perlu dijabarkan dalam

suatu Alur Pikir metodologi pelaksanaan pekerjaan.

Alur

pikir

atau

tatanan

suatu

dimaksud meliputi :

rancangan

rencana

induk

drainase

1. Identifikasi Kondisi Eksisting Sistem drainase

2. Identifikasi dan evaluasi permasalahan sistem drainase eksisting:

v

Ditinjau dari karakteristik fisik (daerah genangan yang telah

tertangani dan kondisi hidraulis saluran mikro)

v

Ditinjau dari kondisi perkotaan (kondisi lahan di sepanjang

saluran, pertumbuhan kota, kondisi sosial dan kondisi ekonomi

perkotaan)

v

Ditinjau dari pengelolaan operasi dan pemeliharaan terhadap

saluran-saluran (mikro).

3. Penyusunan konsep Rencana Induk Drainase, didasarkan atas:

v

Rumusan

tindak

penangananan

masalah

sistem

drainase

eksisting

v

Rumusan rencanan pengembangan sistem drainase, berdasarkan

pertimbangan,

karakteristik

fisik,

kondisi

perkotaan,

dan

pengelolaan operasi dan pemeliharaan

 

v

Pertimbangan terhadap kelayakan ekonomi dan kebijaksanaan

pemerintah.

Penyusunan Rencana Induk Sistem Drainase sebagai ouput bahan suatu

rencana induk, dimana sudah harus tersusun pentahapan program

(program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang).

Lingkup

dengan

struktur

pembiayaan

(jadwal,

pembiayaan

dan

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

tanggung

jawab

pembiayaan).

Secara

umum

kerangka

berpikir

pekerjaan

Fasilitasi

Outline

Plan

Sistem

Drainase

Kabupaten

Dharmasraya dapat dilihat pada Lampiran 1 : Bagan Alir Kerangka

Pemikiran

3.2.1Identifikasi Kondisi Eksisting Sistem Drainase

Sebagai

langkah

dalam

tatanan

berpikir

penyelesaian

masalah

drainase, adalah mengidentifikasikan sistem drainase yang ada saat

ini (eksisting) yang dituangkan pada peta kota/wilayah, meliputi:

Sistem Mikro

Parameter-parameter

berikut :

yang

perlu

diidentifikasikan

adalah

sebagai

Panjang, dimensi dan bentuk saluran

Arah aliran

Jenis konstruksi saluran

Fungsi saluran (hanya sebagai pengalir air hujan atau juga sebagai

pengalir air kotor rumah tangga).

3.2.2

Identifikasi

dan

Evaluasi

permasalahan

sistem

drainase

Eksisting

Langkah kedua setelah sistem drainase eksisting teridentifikasi dan

tertuang di atas peta kerja dengan skala memadai, selanjutnya

adalah mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan yang ada

pada sistem drainse eksisting, berdasarkan analisis data terhadap

parameter-parameter sebagai berikut :

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

A. Karakteristik Fisik

1. Daerah genangan

Daerah atau wilayah-wilayah yang telah terlayani sistem drainase

mikro diidentifikasi, demikian juga lokasi (titik) outfall ke saluran

drainase utama (makro). Karakteristik genangan di daerah yang

telah terlayani sistem drainase mikro diidentifikasi yang meliputi

parameter luas genangan, tinggi genangan dan lama genangan.

2. Topografi

Yang dimaksud dengan identifikasi topografi adalah melakukan

investigasi kemiringan dasar saluran dan kemiringan lahan yang

merupakan daerah terlayani (Catchment area) pada sistem mikro,

serta identifikasi penampang melintang sistem makro (saluran

utama) dibeberapa titik lokasi (pada outfall dan di sepanjang aliran

yang melintasi wilayah adminstrasi serta muara sungai).

Melakukan

ivestigasi

pemetaan

situasi

di

lokasi

atau

daerah

genangan.

Hal

ini

penting

dilakukan

sebagai

dasar

analisis

karakterisitk genangan.

3. Geologi

Melakukan investigasi kondisi permeabilitas tanah dibeberapa titik

sepanjang sistem mikro, terutama di daerah genangan. Hal ini

penting dilakukan sebagai dasar analisis karakteristik genangan.

4. Hidroklimatologi

Melakukan analisis dan hidroklimatologi, untuk mengetahui debit

banjir sesuai periode ulang sebagai dasar evaluasi terhadap

kondisi hidraulis sistem mikro dan makro. Termasuk di dalamnya

melakukan analisis fluktuasi muka air pada saluran utama (sistem

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

makro) di lokasi outfall, dimana hal ini menentukan tinggi dan

alam genangan.

B. Kondisi Perkotaan

1. Fungsi, Penggunaan dan Nilai Lahan

Melakukan

identifikasi

dan

evaluasi

terhadap

fungsi

dan

penggunaan

lahan

dimaksud

untuk

memperoleh

masukan

mengenai:

Status lahan harga lahan (berdasarkan klasifikasi pajak bumi

dan bangunan).

Penggunaan lahan, berkaitan dengan identifikasi koefisien

run-off.

2. Konteks Regional

Identifikasi

dan

evaluasi

terhadap

konteks

regional

yang

dimaksud adalah fungsi kawasan berkaitan dengan penetapan

berskala prioritas penanganan, sebagai contoh; kawasan wisata,

perdagangan, industri dan permukiman menjadi prioritas utama

dalam penyelesaian sistem drainasenya.

3. Kondisi Sosial

Identifikasi

dan

evaluasi

kondisi

sosial

dimaksudkan

untuk

mengetahui tingkat pemahaman masyarakat dalam berpatisipasi

terhadap

pemeliharaan

sistem

drainase

yang

ada,

setidak-

tidaknya tidak membuang sampah di saluran drainase.

4. Kondisi Ekonomi

Identifikasi dan evaluasi kondisi ekonomi yang dimaksud adalah

untuk mengetahui perekonomian daerah terutama keuangan.

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

Selain

itu,

juga

akan

diidentifikasi

kondisi

perekonomian

masyarakat, sebagai indikasi pertumbuhan ekonomi makro.

C. Pengelolaan Operasi & Pemeliharaan

1. Institusi/kelembagaan

Melakukan identifikasi dan evaluasi kemampuan institusi pengelola

O & P dari aspek-aspek sebagai berikut :

Tingkat kemampuan teknis pengelola

Tingkat kemampuan manajemen pengelola

2. Program

Melakukan identifikasi dan evaluasi terhadap program pengelolaan

O

&

P,

baik

rutin

tahunan

maupun

periodik

(dalam

bentuk

rehabilitasi dan normalisasi saluran drainase).

3. Anggaran

Melakukan identifikasi dan evaluasi terhadap besarnya anggaran

biaya O & P yang dialokasikan, baik secara rutin tahunan atau

periodic

3.2.3 Penyusunan Konsep Rencana Induk (Master Plan)

3.2.3.1. Rumusan Tindak Penanganan Masalah Sistem Drainase Eksisting

Sesuai tahapan evaluasi terhadap permasalahan sistem drainase

eksisting, berikutnya adalah melakukan rumusan tindak penanganan

sistem drainase eksisting, berdasarkan tinjauan karakteristik fisik,

kondisi perkotaan dan pengelolaan operasi & pemeliharaan.

Output

tindak

penanganan

masalah

sistem

drainase

eksisting,

meliputi:

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

1. Rehabilitasi saluran yang ada

2. Normalisasi saluran yang ada

3.2.3.2. Rumusan Rencana Pengembangan Sistem Drainase

Untuk merumuskan rencana pengembangan sistem drainase, tahapan

yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Identifikasi dan evaluasi karakteristik genangan yang belum

tertangani oleh sistem drainase eksisting.

2. Identifikasi dan evaluasi kondisi topografi di sepanjang rencana

saluran sistem mikro dan sistem makro.

3. Identifikasi dan evaluasi kondisi hidroklimatologi, yang meliputi

analisis

debit

maksimum.

banjir

berdasarkan

data

curah

hujan

harian

4. Identifikasi dan analisis kondisi perkotaan, yang meliputi fungsi

kawasan,

perekonomian

daerah,

sistem

jaringan

jalan

dan

pengelolaan operasi dan pemeliharaan.

 

5. Perumusan

altenatif

rencana

sistem

drainase,

termasuk

didalamnya rencana normalisasi saluran sistem makro (dalam

program pengendalian banjir) dan atau pembangunan tanggul

saluran utama (sistem makro), serta pembuatan sodetan bila

diperlukan.

6. Pengujian allternatif rencana sistem drainase melalui analisis

kelayakan

ekonomi

(economic

kebijakan Pemerintah.

analysis)

dan

pertimbangan

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

3.2.4 Penyusunan Rencana Induk Sistem

Pentahapan Program

Dalam Rencanan Induk sistem drainase perlu disusun pentahapan

program yang jelas meliputi:

1. Program jangka pendek

2. Program jangka menengah

3. Program jangka panjang

Pentahapan program tersebut dikaitkan terhadap beberapa faktor

yang berpengaruh, seperti

1. Tingkat urgensi atau skala prioritas

2. Kemampuan pendanaan

3. Pertumbuhan Wilayah/Skenario Perkembangan Kota

3.2.5

Pendekatan Teknis Pelaksanaan Pekerjaan

3.2.5.1.

Metodologi Pengumpulan Data

3.2.5.2.

Data Sekunder

Konsultan

akan

mengunjungi

kantor-kantor

instansi

pemerintah

maupun swasta yang sekiranya mengelola data yang diperlukan. Untuk

kelancaran pekerjaan ini, maka sangat diperlukan surat pengantar

dari pihak direksi pekerjaan untuk keperluan tersebut. Jenis data

yang akan dikumpulkan adalah sebagai berikut:

a. Topografi

Peta-peta dan data-data yang akan dikumpulkan dari instansi terkait

antara lain:

- Peta situasi yang ada

- Peta topografi skala 1:25.000 dan 1:50.000

- Peta Kawasan Perencanaan skala 1 : 8.000

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

- Peta Lokasi genangan

- Peta Sistem drainase eksisting

b. Hidroklimatologi

- Data hujan (harian, bulanan, tahunan) 10 tahun terakhir

- Data Iklim tahun terakhir

-

Sedimentasi

-

Catchment Area

-

Peta Lokasi pos hidrologi

- Dan

laporan

setempat.

c. Geologi

yang

ada

hubungan

- Peta geologi regional

dengan

kondisi

hidrologi

- Laporan yang ada hubungannya dengan kondisi geologi setempat

d. Kondisi Perkotaan

- RTRW Kabupaten sudah di Perdakan tahun terakhir

- Peta Penggunaan Lahan Eksisting

- Peta Kondisi Jaringan Jalan Eksisting

- Peta Lokasi Kawasan Strategis

Potensi pariwisata

Potensi pertanian

Potensi perdagangan

- Kabupaten Dharmasraya Dalam angka

3.2.5.3. Data Primer

A. Pengukuran Topografi

Pengukuran topografi dimaksudkan untuk membuat peta situasi

detail terbaru, lengkap dan sesuai dengan kondisi kekinian lapangan

sebenarnya, berikut trase dan penampang yang diperlukan sebagai

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

data masukan untuk penyusunan Pola Jaringan Drainase Primer Kota

Padang.

Pelaksanaan

pekerjaan

pengukuran

topografi

dalam

pelaksanaannya melalui proses pengambilan data, pengolahan data

lapangan, perhitungan, penggambaran dan penyajian data pada

laporan.

Berdasarkan pemahaman umum proyek sebelumnya, Secara garis

besar pengambilan data topografi meliputi :

1. Pengukuran Kerangka Dasar Horisontal.

2. Pengukuran Kerangka Dasar Vertikal.

3. Pengukuran Detail Situasi.

4. Pengukuran melintang.

Prosedur kerja lapangan dan studio diuraikan di bawah ini.

a) Peralatan yang diperlukan

Peralatan yang akan di pakai telah memenuhi persyaratan

ketelitian (kalibrasi) dan sudah di periksa dan disetujui

oleh pemberi kerja.

 

Theodolite

T2/Wild,

dipergunakan

untuk

kegiatan

pembuatan

kerangka

horizontal

utama,

baik

untuk

pemetaan situasi maupun pengukuran trase.

Waterpass (WP), dipergunakan untuk kegiatan pembuatan

kerangka vertical dan pengukuran trase.

 

Theodolite

To/Wild,

dipergunakan

untuk

kegiatan

pemetaan situasi rincikan.

EDM (Electronic Distance Measure), dipergunakan untuk

pengukuran jarak akurat poligon utama

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

b) Titik Referensi dan Pemasangan Benchmark (BM), Control

Point (CP) dan patok kayu

Dalam

pelaksanaan

pengukuran

situasi

detail

dan

trase

sungai/pantai, Konsultan akan menggunakan titik tetap yang

sudah ada sebagai titik acuan (referensi) dan harus diketahui

dan disetujui oleh pemberi kerja.

Untuk

menunjang

hasil

penambahan

benchmark

kegiatan

baik

berupa

proyek,

dilakukan

BM

maupun

CP

di

beberapa lokasi untuk menjamin akurasi pengukuran pada

saat pelaksanaan konstruksi.

Dimensi patok Benchmark (BM) berukuran 20 cm x 20 cm x

100 cm terbuat dari beton dan Control Point (CP) berukuran

10 cm x 10 cm x 80 cm atau pipa paralon diameter 4“ diisi

beton

cor.

Keduanya

dilengkapi

paku/besi

beton

yang

dipasang menonjol setinggi 1 cm pada bagian atas BM dan CP.

Penempatan

CP

dan

BM

pada

posisi

yang

memudahkan

kontrol

pengukuran,

aman

dari

gangguan

manusia

atau

hewan, tidak mengganggu transportasi dan kegiatan rutin

penduduk sekitar, tetapi cukup mudah dicari dan berada

dicakupan lokasi kerja. Patok CP dan BM dilengkapi dengan

kode

proyek,

nama,

nomor

dan

dikonsultasikan dengan direksi.

huruf

yang

akan

Sesuai KAK, spesifikasi rintisan dan pemasangan patok dan

patok permanen (BM dan CP) kerangka dasar pengukuran

adalah sebagai berikut :

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

Pemasangan patok, BM dan CP dilaksanakan pada jalur-

jalur

pengukuran

sehingga

memudahkan

pelaksanaan

pengukuran.

 

BM, CP dan patok di pasang sebelum pengukuran situasi

sungai/pantai dilaksanakan.

 

BM di pasang pada setiap jarak ± 1.0 km pada tempat

yang diperkirakan akan di buat bangunan penanganan

abrasi pantai. Pilar-pilar tersebut di buat dari konstruksi

beton.

BM tersebut di pasang pada tempat-tempat yang aman,

stabil serta mudah ditemukan.

 

Apabila tidak memungkinkan untuk mendapatkan tempat

yang stabil, misalnya tanah gembur atau rawa-rawa maka

pemasangan

BM

tersebut

harus

di

sangga

dengan

bambu/kayu.

 

Patok-patok di pasang maksimal setiap jarak 50-100 m

pada bagian sungai yang lurus dan < 25 m pada bagian

sungai

yang

berkelok-kelok

(disesuaikan

dengan

keperluan).

 

Patok-patok di buat dari kayu (misal kayu gelam/dolken)

dengan diameter 3 –

5

cm.

Pada bagian atas patok

ditandai dengan paku payung.

 

Jalur rintisan/pengukuran mengikuti alur garis pantai.

Didalam laporan topografi akan di buat buku Diskripsi BM

yang memuat, posisi BM dilengkapi dengan foto, denah

lokasi, dan nilai koordinat (x, y, z).

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

Pen kuningan Pelat marmer 12 x 12 Tulangan tiang Ø10 Sengkang Ø5-15 Beton 1:2:3 20
Pen kuningan
Pelat marmer 12 x 12
Tulangan tiang Ø10
Sengkang Ø5-15
Beton 1:2:3
20
Pasir dipadatkan
40
Benchmark
100
20
15
65
20
10
20
10
Ø6 cm Pipa pralon PVC Ø6 cm Nomor titik Dicor beton Dicor beton 75 25
Ø6 cm
Pipa pralon PVC Ø6 cm
Nomor titik
Dicor beton
Dicor beton
75
25

Control Point

Gambar 3.1 Model Tipe BM dan CP

c) Pengukuran kerangka dasar pemetaan.

Sebelum melakukan pekerjaan pemetaan areal Rencana

pengamanan pantai baik pengukuran kerangka dasar

horizontal, kerangka dasar vertikal maupun pengukuran

detail situasi, terlebih dahulu dilakukan pematokan yang

mengcover seluruh areal yang akan dipetakan.

Azimut awal akan ditetapkan dari pengamatan matahari dan

dikoreksikan terhadap azimut magnetis.

a. Pengukuran Jarak

Pengukuran jarak dilakukan dengan menggunakan pita ukur

50 meter. Tingkat ketelitian hasil pengukuran jarak dengan

menggunakan pita ukur, sangat tergantung kepada cara

pengukuran itu sendiri dan keadaan permukaan tanah. Khusus

untuk pengukuran jarak pada daerah yang miring dilakukan

dengan cara seperti di Gambar 3.2.

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

Jarak AB = d1 + d2 + d3 d1 d2 A 1 d3 2 B
Jarak AB = d1 + d2 + d3
d1
d2
A 1
d3
2
B
Dharmasraya Jarak AB = d1 + d2 + d3 d1 d2 A 1 d3 2 B

Gambar 3. 2 Pengukuran Jarak Pada Permukaan Miring.

Untuk menjamin ketelitian pengukuran jarak, maka dilakukan

juga pengukuran jarak optis pada saat pembacaan rambu

ukur sebagai koreksi.

b. Pengukuran Sudut Jurusan

Sudut jurusan sisi-sisi poligon adalah besarnya bacaan

lingkaran horisontal alat ukur sudut pada waktu pembacaan

ke suatu titik. Besarnya sudut jurusan dihitung berdasarkan

hasil pengukuran sudut mendatar di masing-masing titik

poligon. Penjelasan pengukuran sudut jurusan sebagai berikut

lihat Gambar 3.3.

b

=

sudut mendatar

a AB =

a AC =

bacaan skala horisontal ke target kiri

bacaan skala horisontal ke target kanan

Pembacaan sudut jurusan poligon dilakukan dalam posisi

teropong biasa (B) dan luar biasa (LB) dengan spesifikasi

teknis sebagai berikut:

Ä Jarak antara titik-titik poligon adalah £ 50 m.

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

Ä Alat ukur sudut yang digunakan Theodolite T2.

Ä Alat ukur jarak yang digunakan pita ukur 100 meter.

Ä Jumlah seri pengukuran sudut 4 seri (B1, B2, LB1, LB2).

Ä Selisih sudut antara dua pembacaan £ 2” (dua detik).

Ä Ketelitian jarak linier berikut. ( 2 2 ) f = f x y KI
Ä Ketelitian
jarak
linier
berikut.
(
2
2
)
f
= f
x
y
KI
=
£ 1: 5.000

 d

(KI)

ditentukan

dengan

rumus

Ä Bentuk geometris poligon adalah loop.

A a AB b a AC B C

A

a AB b a AC
a AB
b
a AC
B C
B
C

Gambar 3. 3 Pengukuran Sudut Antar Dua Patok.

c. Pengamatan Azimuth Astronomis

Pengamatan matahari dilakukan untuk mengetahui

arah/azimuth awal yaitu:

Ä Sebagai koreksi azimuth guna menghilangkan kesalahan

akumulatif

pada

sudut-sudut

terukur

dalam

jaringan

poligon.

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

Ä

Untuk

menentukan

azimuth/arah

titik-titik

kontrol/poligon yang tidak terlihat satu dengan yang

lainnya.

Ä Penentuan sumbu X untuk koordinat bidang datar pada

pekerjaan pengukuran yang bersifat lokal/koordinat lokal.

Ä Pengamatan azimuth astronomis dilakukan dengan:

Ä Alat ukur yang digunakan Theodolite T2

Ä Jumlah seri pengamatan 4 seri (pagi hari)

Ä Tempat pengamatan, titik awal (BM.1)

Dengan melihat metoda pengamatan azimuth astronomis

pada Gambar 3.4, Azimuth Target (aT) adalah:

a T = a M + b

di mana:

atau a T = a M + ( i T - i M )

a T

a M

(i

(i

b

T )

M )

=

azimuth ke target

=

azimuth pusat matahari

=

bacaan jurusan mendatar ke target

=

bacaan jurusan mendatar ke matahari

=

sudut mendatar antara jurusan ke matahari

dengan jurusan ke target

Laporan Pendahuluan Fasilitasi Penyusunan Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya

Outline Plan Sistem Drainase Kabupaten Dharmasraya Gambar 3. 4 Pengamatan Azimuth Astronomis. Pengukuran

Gambar 3. 4 Pengamatan Azimuth Astronomis.

Pengukuran kerangka dasar horizontal dilakukan dengan

metoda poligon dimaksudkan untuk mengetahui posisi

horizontal, koordinat (X,Y ).

Adapun spesifikasi pengukuran kerangka dasar antara lain :