Anda di halaman 1dari 17

Prinsip dan Peralatan

Kristalisasi
oleh :
Mahfufatun Saniati
Nurul Izzati Hanifah
Okta Dwi Andika
Oktaviana
Radina Ajeng Prameswari
Retno Ayu Astuti
Sabdo Agung Darmawan
Teni Opina Paraditha
Usi Nur Pamiliani
Zulaikha Setya Mega Sari

(1415041031)
(1415041043)
(1415041044)
(1415041045)
(1415041049)
(1415041051)
(1415041055)
(1415041061)
(1415041064)
(1415041069)

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS LAMPUNG
2016

Pendahuluan

Banyak proses di industri memakai proses kristalisasi untuk membuat berbagai


macam produk organik & anorganik untuk bahan makanan dan minuman, kimia
pertanian, pengolahan hasil tambang sampai bahan farmasi dan laboratorium yang
sering disebut fine chemicals.
Kristalisasi merupakan proses pemisahan padat-cair yang mana transfer massa terjadi
pada solute dari larutan cair menjadi fasa kristal padatan murni. Kristalisasi adalah
suatu teknik yang digunakan untuk memurnikan senyawa dalam bentuk padatan
dengan berdasarkan pada prinsip kelarutan, yakni suatu zat akan lebih cepat larut
dalam cairan panas apabila dibandingkan dengan zat tersebut dalam cairan dingin.

Proses Kristalisasi

Kristalisasi adalah proses dimana partikel padatan dibentuk dari fasa homogen. Dalam proses
kristalisasi, terdiri atas dua buah kejadian besar, yakni adalah nukleasi (nucleation) dan
pertumbuhan kristal (crystal growth). Kristal dibuat pada saat nuklei dibentuk dan kemudian
ditumbuhkan. Proses kinetik dari nukelasi dan pertumbuhan kristal membutuhkan keadaan yang
sangat jenuh, yang secara umum dapat diperoleh dengan mengubah suhu, menghilangkan
pelarut, atau dengan menambahkan agen penenggelam (drowning-out agent) atau pendamping
reaksi.

Prinsip Kristalisasi
Kristalisasi dapat ditinjau dari kemurnian, peolehan, kebutuhan energy, laju
nukleasi dan laju pertumbuhan.

Kristalisasi dapat ditinjau dari kemurnian, peolehan, kebutuhan energy, laju nukleasi dan
laju pertumbuhan.
Kemurnian Hasil
Kristal yang baik terbentuk dengan baik, biasanya hamper murni, tetapi masih
mengandung agregat kristal, massa zat padat itu mungkin mengandung cairan induk
bersama kristal. Bila cairan induk yang terkandung yang kemurniannya rendah itu
dikeringkan, terjadi kontaminasi dan derajat kontaminasi ini tergantung pada banyak
dan derajat ketakmurnian cairan induk yang terkandung bersama kristal.

Click icon to add picture

Kesetimbangan
Dalam kristalisasi kesetimbangan dicapai
saat larutan atau larutan induk (mother
liquor) menjadi jenuh. Kejenuhan
tersebuat direpresentasikan oleh sebuah
kurva kelarutan. Kelarutan tergantung
terutama pada temperatur. Tekanan
memiliki pengaruh yang dapat diabaikan
terhadap kelarutan. Data kelarutan
diberikan dalam bentuk kurva di mana
kelarutan dalam beberapa unit yang
sesuai diplotkan dengan temperatur.

Perolehan dan laju pertumbuhan

Pada proses kristalisasi, kristal dan cairan induk berada pada waktu yang cukup lama
sehingga mencapai keseimbangan dan cairan induk itu jenuh pada suhu akhir proses.
Perolehan kristal dapat dihitung dari konsentrasi larutan awal dan kelarutan pada suhu
akhir. Jika selama proses terjadi penguapan yang cukup besar, kuantitasnya harus
diketahui atau dapat diperkirakan.
Bila laju pertumbuhan kristal lambat diperlukan waktu yang agak panjang untuk
mencapai keseimbangan.

Nukleasi

Laju nukleasi ialah banyaknya partikel baru yang


terbentuk per satuan waktu per satuan volume magma
atau larutan induk bebas zat padat. Besaran ini
merupakan parameter kinetic pertama yang
mengendalikan Distribusi ukuran kristal.

Alat-alat Kristalisasi
Agitated Batch Crystallizer
Cara kerja:
Air akan mengalir sepanjang gulungan kawat. Pendingin danlarutan digerakkan oleh
baling-baling yang terdapat pada tanki.
Kerugiannya:
Proses secara batch sehingga banyak waktu untuk bongkar pasang
Pada koil terjadi kritalisasi paling cepat atau banyak
Pemeliharaan dan pembersihannya lebih sulit

Swenson
Walker
Crystallizer
Cara Kerja:
Larutan masuk pada ujung yang satu dengan
temperatur yang tingi dan keluar pada ujung
yang lain dengan temperatur relatif rendah.
Air pendingin dapat dialirkan di dalam jaket
secara co-current ataupun counter current. Di
dalam salurannya dilengkapi pengaduk yang
horisontal sepanjang saluran. Pengaduk
tersebut berupa suatu as yang dilengkapi
dengan pengaduk bentuk helic, yang mana
disamping fungsinya sebagai pengaduk
(untukmenjadikan larutan homogen) juga
untuk mengalirkan bahan sesuai dengan arus
helicnya.

Merupakan crystallizer dengan menggunakan air


sebagai
media
pendingin.
Kadang-kadang
digunakan juga larutan garam sebagai media
pendingin. Proses yang terjadi terdiri dari:
Pembentukan larutan lewat jenuh (super saturasi)
dan Pembentukan / pertumbuhan kristal

Crystal Cooling
Crystallizer

Cara Kerja :
Pembentukan larutan lewat jenuh(super
saturasi)
Feed merupakan larutan jenuh yang tercampur
dengansisa larutan dari tangki pengkristalan
lewat jenuh pada cooler,karena adanya
penururnan suhu dihasilkan larutan lewat
jenuh.
Pembentukan/pertumbuhan kristal

Larutan jenuh yang diperoleh dialirkan dalam


tangki kritalisasi sehingga terjadi kontak
dengan inti kristal dantejadi pertumbuhan
kristal. Sisa larutan setelah dikristalisasi
disirkulasi kembali dicampur dengan feed yang
masuk.

Evaporator
Crystallizer
Cara kerja :
Feed masuk pada T, kemudian masuk
pada pemanas (heater), dialirkan uap
(steam yang berada diluar tabung.
Kemudian dikeluarkan pada kondensor
bagian bawah dan dipompakan ke bejana.
Diatas evaporator ada penghisap U untuk
mengkondisikan, umumnya untuk
mencapai supersaturasi. Kemudian jika
sudah jenuh turun pada bejana dan
terjadi pertumbuhan kristal besar dan
dialirkan ke M. Kristal murni diperoleh
dengan jalan centrifugasi. Pada kristal
keluarnya dipanaskan kembali pada
heater bersama-sama feed yang masuk
dan disirkulasi kembali sehingga
bekerjasecara kontinyu. Kristal hasil dan
mother liquor dikeluarkan lewat M untuk
dipisahkan kristalnya dengan
menggunakan separator atau centrifuge

Batch Vacum
Crystallizer
Cara kerja :
Feed masuk mencapai ketingggian
tertentu, kran masuk ditutup. Didalam
tangki terdapat propeller yang dijalankan
sehingga menimbulkan olakan-olakan
centrifugal didalam kristal pada larutan
lewat jenuh. Tangki krital dibuat vacuum
dengan menggunakan jetbouster dan
kondensor yang juga dipengaruhi oleh
pompa vacuum. Kemudian steam
digunakan untuk mendorong uap ke
vacuum pompa. Yang sebelumnya dihisap
oleh bouster dan dibuat vacuum, untuk
memperbesar vacuum menggunakan
kondensor. Pada kondensor digunakan atau
dilengkapi pompa vacuum agar uap yang
tidak terkondensasi dihisap oleh pompa
vacum. Setelah penguapan tersebut
larutan lewat jenuh sehingga
mempengaruhi pertumbuhan kristal.
Kemudian kristal dikeluarkan dan lewat
induk dipisahkan dengan cara centrifugal

Continuous
Swenson Vacum
Crystallizer

Cara kerja :
Sistem yang digunakan dalam operasi alat ini yaitu sistem vaccum.
Dengan adanya sistem vaccum maka uap meninggalkan tangki
menuju booster atau kondensor. Larutan umpan akan masukke
dalam pipa-turun sebelum disedot oleh pompa sirkulasi. Cairan
induk dan kristal ditarik keluar melalui pipa pengeluar yang
ditempatkan diatas pemasuk umpan didalam pipa-turun. Cairan
induk dipisahkan dari kristal didalam pemisah sentrifugal kontinue,
kristal dibawa keluar sebagai hasil atau untuk diolah lebih lanjut, dan
cairan induk didaurkan kembali kedalam pipa turun. Sebagian cairan
induk dikeluarkan dari sistem dengan pompa untuk mencegah
akumulasi ketakmurnian. Crystallizer dilengkapi klasifikasi dan
pemindahan inti kristal ukuran kristal yang lebih kecil biasanya tidak
diinginkan, sehingga harus dicegah supaya tidak masuk dalam
tangki kristalisasi dengan jalan mengalirkan ke classifier. Untuk
membantu pemisahan kristal kecil agar tidak terikut keluar sebagai
produk maka dialirkan larutan jenuh dari bawah kaki cristallizer.
Klasifikasi hanya efektif bila jumlah pertumbuhan kristal dapat
diatur. Untuk memindahkan inti kristal yang tidak diinginkan
(kelebihan inti kristal) maka magma disirkulasi melalui separator.
Dalam separator, kristal yang besar mengendap kebawah yang
kemudian bersama sama feed disirkulasi kembali, sedang kristal
yang kecil (inti kristal) bersama-sama cairan akan dikeluarkan.

Crystal Vacum
Crystallizer

Cara Kerja :
Feed dicampur dengan cairan yang
direcycle kemudian dipompa keruang
penguap untuk diuapkan secara
adiabatic sehingga terjadi larutan
lewat jenuh. Larutan tersebut
mengalir melalui pipa
tangkikristalisasi sehingga terbentuk
kristal, kemudian kristal dikeluarkan
melalui discangernya sedangkan
cairan direcycle

Continuous Crystallizer

.Magma disirkulasikan dari dasar


kristaliser yang berbentuk kerucut,
melalui pipa turun ke dalalm
pompasirkulasi yang mempunyai
tinggi tekan rendah dan kecepatan
rendah, mengalir ke atas melalui
pemanas tabung vertical yang
dipanaskan oleh uap yang
kondensasi di dalam selongsongnya
dan kemudian ke dalam tubuh alat.
Uap panas masuk melalui pemasuk
tangensial yang terletak persis di
bawah permukaan magma. Uap ini
menyebabkan terjadinya gerakan
aduk di dalam magma yang
mempermudah evaporasi kilat dan
membuat magma itu seimbang
dengan uap karena aksi kilat
adiabatic.

Draft Tube Baffle


Crystallizer

Merupakan kristalisator yang lebih


efektif dan serbaguna. Tubuh
kristalisator ini dilengkapi dengan
tabung jujut (draft tube) yang juga
berfungsi sebagai sekat untuk
mengendalikan sirkulasimagma, dan
agitator propeller yang mengarah ke
bawah untukmemberikan sirkulasi
yang terkendali di dalam
kristalisator.

Aplikasi Kristalisasi
dalam Industri

Proses Pembuatan Garam