Anda di halaman 1dari 9

STUDI KASUS PADA KOPERASI SIMPAN

PINJAM MADANI NTB


18 Juni 2013 by fahrizulislam 2 Komentar
TUGAS MANAJEMEN STRATEGI
STUDI KASUS PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM MADANI NTB
OLEH:
KELOMPOK VII

ZULKARNAEN

HERI SETIAWAN

HENDRA LESMANA (A1B 010 083)

ARIANTO

(A1B 010 135)


(A1B 010 091)

(A1B 010 055)

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MATARAM
2013
(STUDI KASUS PADA KOPERASI SIMPAN PINJAM. MADANI NTB)

1. PENDAHULUAN
Usaha simpan pinjam merupakan salah satu usaha yang telah berakar dan dikenal secara luas
oleh anggota koperasi dan masyarakat di Indonesia. Usaha ini adalah salah satu usaha lembaga
keuangan non bank yang menghimpun dana dan menyalurkannya dari dan untuk anggota, calon
anggota, koperasi lain dan anggotanya.
Dalam 10 tahun terakhir Indonesia telah 2 (dua) kali mengalami krisis. Krisis pertama melanda
ekonomi Indonesia pada tahun 1997/1998 dimana ditandai dengan jatuhnya nilai tukar mata uang
rupiah terhadap mata uang asing, tidak hanya krisis keuangan, bahkan juga krisis kepercayaan
masyarakat terhadap bank-bank, banyak nasabah bank ramai-ramai menarik simpanannya di
bank, karena struktur permodalan bank pada saat itu sangat rendah, terbukti pada bulan Maret
1999 pemerintah mengambil kebijakan sangat penomenal dan mencengangkan terhadap bank-

bank yang struktur permodalannya rendah dengan membekukan kegiatan usaha bank sebanyak
48 Bank Umum Swasta Nasional (BBKU/ Bank Beku Kegiatan Usaha ). Krisis kedua pada tahun
ini (tahun 2009) juga berpengaruh besar terhadap perekonomian Indinesia, walaupun guncangan
yang paling berat terjadi di negara-negara barat. Krisis ini juga berdampak pada usaha bank,
sebagai contoh Bank Century akhirnya diambil alih oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS).
Kemudian bagaimanakah keberadaan koperasi? Koperasi khususnya Koperasi Simpan Pinjam
(KSP) dan Unit Simpan Pinjam (USP) masih bisa bertahan dan bahkan berkembang hingga saat
ini, walaupun struktur permodalannya tidaklah sekuat modal usaha besar, karena lembaga ini
dijalankan dengan prinsip gotong royong dan didasari oleh pergerakan usaha yang tumbuh secara
natural, sehingga mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi meskipun tidak sebesar sektor
non migas. KSP dan USP mampu melayani anggota di sektor pertanian, perdagangan dan usaha
lainnya, sehingga keberadaannya sangat dibutuhkankan oleh anggota pada khususnya dan
masyarakat pada umumnya.
Dari penjelasan diatas, usaha simpan pinjam yang benar-benar berhasil diharapkan kelangsungan
usahanya. Kelangsungan keberadaan usaha simpan pinjam harus didasarkan prinsip efisiensi dan
efektivitas. Prinsip efesiensi dan efektivitas dapat terwujud jika para pengelola dalam hal ini
pengurus, manajer termasuk karyawan betul-betul mengarahkan usaha simpan pinjam untuk
kepentingan semua anggota. Keberhasilan usaha simpan pinjam bukan hanya tergantung kepada
besarnya modal yang diusahakan melainkan pelaksanaannya lebih mendekati adanya saling
percaya antar anggota dengan pengurus, pengelola, karyawan dan saling percaya antar anggota,
intinya didalam pengelolaan harus ada saling memberi dan menerima untuk kepentingan
bersama.
Oleh sebab itu, karena usaha ini sangat penting bagi anggota, pengurus, pengelola dan karyawan,
maka diperlukan pengelolaan usaha simpan pinjam yang dinamis, bersih dan dipercaya.
Kepercayaan dapat mendorong partisipasi anggota untuk menyimpan, meminjam dan
meningkatkan usaha kedua belah pihak, baik koperasi sebagai usaha simpan pinjam dan anggota
sebagai peminjam. Usaha simpan pinjam berkembang akan meningkatkan Sisa Hasil Usaha
(SHU), jika SHU meningkat terjadi perkembangan modal yang dapat dimanfaatkan anggota
kembali. Dalam hal ini, penulis mencoba menganalisis KSP. Madani NTB sebagai salah satu
koperasi yang menyediakan jasa simpan pinjam, sebagai bahan studi. Dengan pertimbangan,
KSP. Madani NTB merupakan koperasi yang mempunyai kinerja yang cukup baik, dimana
dalam penilaian tingkat kesehatan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Propinsi
NTB, KSP. Madani NTB mendapat penilaian CUKUP SEHAT, serta tahun 2010 di usulkan
menjadi salah satu koperasi yang berprestasi tingkat nasional. Dalam paparan ini akan dicoba
dibahas mengenai profil, misi, visi, posisi keuangan, kondisi lingkungan, dan strategi koperasi.

1. Profil Koperasi
1. Sejarah Perusahaan
KSP. Madani NTB didirikan pada tanggal 14 Pebruari 2004 dan mulai beroperasi pada tanggal
24 April 2004 yang akta pendiriannya telah disahkan berdasarkan Keputusan Menteri Koperasi
dan UKM Nomor : 518/217/BH/Dinas Koperasi&UKM/VI/2004 tanggal 24 Juni 2004 dan telah

diadakan perubahan anggaran dasar No.518/39/BH/PAD/Dinas Koperasi&UKM/XI/2005


tanggal 10 Nopember 2005. Saat ini memiliki 5 (lima) kantor, yaitu :

Kantor Pusat di Tanjung, Jalan Raya Tanjung, Desa Medana, Kecamatan Tanjung,
Kabupaten Lombok Utara.

Kantor Cabang di Mataram, Jalan Sapta Pesona 10 Bumi Pagutan Permai, Kelurahan
Pagutan Barat, Kota Mataram.

Kantor Cabang di Gerung, Jalan Soekarno-Hatta 10 Giri Menang Gerung, Kabupaten


Lombok Barat.

Kantor Cabang Pembantu Gondang, Jalan Raya Tanjung-Bayan, Desa Gondang,


Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara.

Kantor Kas di Dusun Batu Ringgit, Desa Bentek, Kecamatan Gangga, Kabupaten
Lombok Utara.

2. Keanggotaan Koperasi
Keanggotan koperasi terus mengalami peningkatan, anggota pada saat didirikan berjumlah 24
orang, pada tahun 2009 jumlah anggotanya berjumlah 1.485 orang.. Kondisi Keanggotaan
KSP.Madani NTB Ditinjau Jenis Kelamin Dan Agama Yang Dianut Per 31 Desember 2009.
Tinjauan dari sudut agama, dari jumlah anggota sebanyak 1.485 orang, 927 orang (62,42%)
anggota beragama Islam, 472 orang (31,78%) anggota beragama Hindu, 79 orang (5,32%)
anggota beragama Budha dan 7 orang (0,47%) beragama Kristen. Dari kondisi ini mayoritas
anggota beragama Islam dan anggota yang beragama Budha dan Kristen masuk dalam kelompok
minoritas. Tinjauan dari jenis kelamin, anggota berjenis kelamin laki-laki sebanyak 971
(65,21%) orang dan anggota berjenis kelamin perempuan sebanyak 518 (34,79%) orang, dalam
hal ini komposisi keanggotaan antara kaum laki-laki dengan perempuan belum berimbang dan
ini masih memperlihatkan adanya diversitas ditinjau dari sudut jenis kelamin.
3. Produk dan Jasa KSP. Madani NTB
Usaha KSP. Madani NTB adalah bergerak dalam usaha jasa simpan pinjam, dengan produk yang
dimiliki adalah sebagai berikut :
1)

Produk dibidang simpanan, adalah :

a)

Simpanan Dana Madani.

Pengertian Simpanan Dana Madani adalah dana yang dipercayakan oleh anggota, calon anggota
dan anggota koperasi lain pada Koperasi yang penyetoran dan penarikannya dapat dilakukan
menurut syarat tertentu yang disepakati antara penyimpan dengan koperasi dengan
menggunakan Buku Simpanan Dana Madani.

b)

Simpanan Madani Siaga.

Pengertian Simpanan Madani Siaga adalah dana yang dipercayakan oleh anggota, calon anggota
dan anggota koperasi lain pada Koperasi yang penyetorannya dilakukan setiap bulan dan
penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu menurut perjanjian antara penyimpan
dengan koperasi dan sebagai bukti simpanan, koperasi akan menerbitkan Tanda Peserta
Simpanan Madani Siaga atas nama penyimpan.
c)

Simpanan Berjangka.

Pengertian Simpanan Berjangka adalah dana yang dipercayakan oleh anggota, calon anggota dan
anggota koperasi lain pada Koperasi yang penyetorannya dilakukan sekali dan penarikannya
hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu menurut perjanjian antara penyimpan dengan
koperasi dan sebagai bukti simpanan, koperasi akan menerbitkan Bilyet Simpanan
Berjangka atas nama penyimpan.
2)

Produk dibidang Pinjaman, adalah :

~ Jangka waktu pinjaman dari 1 24 bulan.


~ Cara pembayaran dilakukan dengan cara tetap, menurun dan anuitas sebagai berikut :

Secara Tetap artinya angsuran pokok ditambah bunga setiap bulan jumlahnya tetap
setiap bulan sampai pinjaman lunas. (bunga = pokok pinjaman x % suku bunga )

Secara Munurun artinya angsuran pokok setiap bulan tetap sampai pinjaman lunas dan
angsuran bunga menurun, disesuaikan dengan sisa pinjaman setiap bulan. ( bunga = saldo
pinjaman x % suku bunga).

Secara Anuitas artinya jumlah angsuran setiap bulan konstan, dimana angsuran pokok
setiap bulan semakin membesar dan angsuran bunga setiap bulan menurun, tapi jumlah
angsurannya tetap. (bunga = saldo pinjaman x % suku bunga).

Pinjaman yang diberikan kepada Petani, Angsuran pokoknya bisa 4 (empat) bulan
sekali, bunganya setiap bulan.

1. Visi, Misi, dan Filosofi Perusahaan


1. Visi Koperasi
Terwujudnya Koperasi Simpan Pinjam yang mandiri dan tangguh yang berkeadilan tanpa
membedakan suku, ras, golongan dan agama.
1. Misi KSP. Madani NTB
Misi KSP. Madani NTB adalah :

a)

Meningkatkan kesejahteraan anggota dan karyawan.

b)

Membantu pemerintah dalam penciptaan lapangan pekerjaan.

c)

Meningkatkan pembagian Sisa Hasil Usaha para anggota.


1. Filosofi Koperasi

Perkembangan usaha koperasi simpan pinjam di Indonesia yang cepat, seiring dengan kebutuhan
masyarakat akan jasa koperasi, yang menuntut dipenuhinya kepuasan pelayanan kepada anggota
maupun calon anggota, maka sebagai kunci sukses untuk memenuhi hal tersebut, KSP. Madani
NTB menerapkan suatu filosofi yang dikenal dengan Bersama Membangun Masyarakat
Mandiri.
1. ANALISA STRATEGI PERUSAHAAN
1. Analisa SWOT
a)

Strength :

Kekuatan KSP.Madani NTB antara lain terdapat pada : jumlah anggota cukup banyak,
pengalaman pengurus mengelola usaha yang bergerak dalam bidang keuangan cukup memadai,
kekuatan manajemen dan budaya perusahaan, produk dan jasa yang cukup dikenal oleh anggota,
teknik pelaporan sarana kerja sudah menggunakan komputer yang dilengkapi software yang
memadai, kualitas produk dan jasa, serta citra perusahaan yang baik.
b)

Weakness :

Adapun dalam melaksanakan kegiatannya tidak terlepas dari berbagai kekurangan dan
Kelemahan antara lain terdapat pada :
kurangnya kemampuan pemupukan modal sendiri, kondisi ini disebabkan oleh masih
lemahnya pengetahuan dan sikap profesionalisme karyawan dalam menjalankan tugasnya
keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan memadai dibidang
perkoperasian,
kemampuan menghasilkan rentabilitas masih kecil, yang disebabkan oleh cost of
money masih tinggi.
c)

Oppurtunities :

Peluang bagi KSP.Madani NTB antara lain : besarnya pasar yang belum tergarap, perluasan
usaha dengan membuka unit pelayanan baru masih terbuka. Di samping itu pula masih
banyaknya masyarakat NTB yang membutuhkan biaya untuk mencukupi kehidupannya sehingga
kehadiran koperasi tersebut dapat membantu mereka di dalam memenuhi kebutuhannya.

d)

Threat:

Ancaman bagi KSP. Madani NTB antara lain :


masuknya pendatang baru, artinya
Usaha koperasi simpan pinjam merupakan usaha yang dinamik, menarik, multi aspek, dan
pelopor dalam dunia usaha. Di sisi lain berbagai bukti empirik secara tak langsung telah
membuktikan bahwa sektor usaha koperasi simpan pinjam adalah usaha yang cukup diminati
untuk dikembangkan, karena ijin pendirian koperasi, khususnya koperasi simpan pinjam ijin
pendiriannya sangat mudah, sehingga mengakibatkan pertumbuhan koperasi simpan pinjam
setiap tahun terus mengalami peningkatan, hal ini akan meningkatkan persaingan antar koperasi
simpan pinjam untuk mempertahankan eksistensi keanggotaan. Dengan kondisi ini Pemerintah
Provinsi NTB mengeluarkan kebijakan, melalui Dinas Koperasi dan UMKM NTB akan
memperketat pengeluaran ijin pendirian koperasi simpan pinjam (KSP), karena jumlahnya dinilai
sudah cukup banyak. (Dinas Koperasi dan UMKM NTB,2009). Juga pembinaan koperasi simpan
pinjam terus ditingkatkan, dengan mendorong masing-masing koperasi untuk menjadi koperasi
yang berkualitas.
Ancaman peningkatan kekuatan posisi tawar pemasok.
Koperasi simpan pinjam dalam mengadakan pelayanan terhadap anggota disamping mempunyai
tugas menarik dana dari angggota, juga menyalurkan kembali kepada anggota dalam bentuk
pinjaman. Dalam hal pemenuhan kebutuhan anggota dalam bentuk pinjaman koperasi
membutuhkan sumber dana untuk membiayai kebutuhan anggota. Sumber dana koperasi
(pemasok dana) adalah bersumber dari : anggota, pemerintah (dalam hal ini dikelola oleh
LPDB), dan lembaga lain seperti bank. Permasalahan koperasi pada umumnya dalam hal
pemupukan modal, untuk kebutuhan ini biasanya mengadakan kerjasama dengan bank, untuk
dapat mengadakan kerjasama dengan bank sangat sulit, karena terbentur masalah jaminan,
sehingga posisi tawar koperasi terhadap bank sangat lemah, sebaliknya bank sebagai pemasok
dana mempunyai posisi tawar yang kuat. Untuk mengantisipasi hal ini pemerintah mengeluarkan
kebijakan kredit usaha rakyat (KUR), dimana pemerintah menjamin agunan sebesar 70 % dari
persyaratan agunan yang ditentukan oleh bank, kalau ini bisa terlaksana akan merupakan peluang
bagi koperasi.
Ancaman produk substitusi.
Koperasi simpan pinjam mempunyai fungsi pokok adalah menarik dana anggota yang
mempunyai dana berlebih dan kemudian menyalurkan kembali dalam bentuk pinjaman kepada
anggota, sesuai dengan fungsinya tersebut maka jika kita identifikasikan ada beberapa jasa
pengganti yang dapat mengambil alih fungsi tersebut dari jasa koperasi simpan pinjam,
misalnya: jasa perbankan, jasa pegadaian, jasa lembaga pembiayaan non bank. Dari beberapa
macam jasa pengganti, berdasarkan kelebihan dan kelemahannya, maka kecendrungan anggota
akan tetap menggunakan jasa koperasi, karena sistem pelayanan yang dianut dalam koperasi
dengan sistem kekeluargaan, sedangkan jasa pengganti biasanya agakrigit (kaku).

Ancaman persaingan segmen yang ketat.


Koperasi telah memiliki segmen pasar yang jelas, yakni para anggotanya sendiri (captive market)
yang mana kebanyakan usaha anggota adalah usaha mikro dan kecil, Segmen pelayanan
KSP/USP-Koperasi yang menjadi domain utama adalah Usaha Mikro dan Kecil, kalaupun
menyentuh usaha menengah, jumlahnya relatif sangat kecil. Namun domain segmen pasar yang
dimiliki oleh KSP/USP-Koperasi tidak menjadi monopoli KSP/USP-Koperasi semata, ada
banyak perusahaan non koperasi juga menjadi pangsa pasar perusahaan lain.
2. Grand Strategy
Adaptasi pada perubahan lingkungan dalam usaha koperasi simpan pinjam telah menjadi critical
factor bagi KSP.Madani NTB. Peningkatan kompetisi, perubahan teknologi akan membentuk
pasar usaha koperasi simpan pinjam yang akan datang. Dalam menanggapi tantangan-tantangan
baru tersebut KSP.Madani NTB telah membangun strategi pertumbuhan, yaitu Grand Strategy
KSP.Madani NTB 2010 :

Aktivitas usaha harus berjalan dan ketaatan terhadap peraturan perundangan yang
berlaku.

Memiliki prinsip kohesivitas, yaitu menumbuhkan rasa keterikatan anggota terhadap


koperasi.

Menciptakan partisipasi kuat dari anggota.

Menunjukkan kinerja yang semakin sehat, yang ditandai dengan membaiknya struktur
permodalan, kemampuan penyediaan dana, penambahan asset, dan peningkatan volume
usaha.

Berorientasi pelayanan.

Berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

1. Growth Strategy
KSP.Madani NTB berusaha mempertahankan keberadaannya sebagai koperasi berkualitas untuk
usaha jasa koperasi simpan pinjam di Indonesia, dan menjadi pemain baik regional maupun
nasional dalam industri perkoperasian. Hal ini dicapai melalui Strategi Bisnis, sebagai berikut :

Strategi pertumbuhan kredit dan strategi pelayanan anggota, dengan tujuan dapat
meningkatnya pembagian sisa hasil usaha kepada anggota dan promosi ekonomi anggota,
yang pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja usaha yang ditunjukkan oleh
meningkatnya jumlah anggota dan nilai tambah ekonomis.

Mengikuti proposisi penting dalam manajemen strategik yang berpijak pada paradigma
lingkungan-strategi-kinerja, maka strategi yang dipilih untuk menghasilkan kinerja yang
baik, harus menyesuaikan dengan lingkungannya, baik eksternal maupun internal, yaitu :
o Selalu meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan secara ekonomis.
o Menerapkan kebijakan likuiditas yang berhati-hati.

1. TUJUAN JANGKA PANJANG


Adapun tujuan jangka panjang dari Koperasi Simpan Pinjam Madani NTB yaitu:
1. meningkatkan kesejahteraan anggota dan mendukung terwujudnya masyarakta NTB yang
maju dan mandiri serta Ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka
mewujudkan masyarakat yang maju,adil dan makmur berdasarkan Pancasila
2. Meningkatnya kualitas kesejahteraan anggota melalui pemenuhan kebutuhan anggota
yang adil dan proporsional
3. Tumbuh dan berkembangnya kepercayaan anggota melalui pengelolan koperasi yang
profesional dan akuntabel di NTB
4. Meningkatnya kualitas usaha Koperasi dengan memaksimalkan usaha simpan pinjam,
penyediaan barang dan jasa, dan usaha lainnya
5. Meningkatnya kualitas tata kelola organisasi dengan mensinergikan fungsi perencanaan,
pelaksanaan dan pengawasan melalui pemanfaatan kelengkapan organisasi, SDM, sarana
prasarana, dan anggaran sehingga kedepannya pelayanan yang di berikan koperasi
tersebut dapat memuaskan semua konsumennya.
1. PENUTUP
1. Kesimpulan
Setelah menganalisis data-data dan informasi sebelumnya, maka bisa ditarik beberapa
kesimpulan mengenai manajemen strategi KSP.Madani NTB, yaitu :

Strategi yang tepat diperlukan dalam menghadapi persaingan yang sangat ketat dalam
industri perkoperaian, yang tingkat persaingannya tidak lagi regional dan nasional, tetapi
bersifat internasional.

KSP.Madani NTB mempunyai kinerja yang cukup baik dalam menghasilkan keuntungan,
baik dalam ROE dan ROA, namun kemampuan pemupukan modal masih kurang.

KSP.Madani NTB cukup tepat dalam memilih strategi bisnis menghadapi perubahan
lingkungan baik internal maupun eksternal, yang sesuai dengan strategi jangka panjang

KSP.Madani NTB seperti yang tertuang dalam Grand Strategy dan Growth
Strategy untuk mewujudkan KSP.Madani NTB sebagai koperasi yang berkualitas.

Dapat memanfaatkan kekuatan yang dimilikinya untuk mengambil peluang-peluang yang


bersifat strategis, serta memperbaiki kelemahannya terutama menyangkut budaya
bersaing dalam menghadapi ancaman masuknya pendatang baru.

Lebih memperkuat posisi keuangannya, mengingat kurangnya kemampuan pemupukan


modal sendiri.

Melakukan langkah-langkah yang tepat dan berhati-hati dalam menghadapi perubahan


lingkungan internal dan eksternal, sehingga dapat menjaga apa yang telah dicapai
perusahaan selama ini.

Pihak manajemen dalam hal ini pengurus dan manajer harus meninggalkan cara-cara
konvensional dalam pengelolaan koperasi, dengan beralih ke manajemen bisnis modern.

2. Rekomendasi
Berdasarkan analisa competitive strategy dan SWOT, terdapat beberapa hal yang dapat
diterapkan KSP.Madani NTB, antara lain: