Anda di halaman 1dari 19

POLIO dan

POLIOMIELITIS
dr. Nurul Ridha Muttaqiin
SIP 37/Sip.Dr/XI-DKKJ/2015

1988

2004

Polio Virus
Termasuk dalam golongan Enterovirus, Family
Picornaviridae

Pathogenesis

Gambaran Klinis
Asymptomatik
Tak ada gejala meskipun ada infeksi

Abortive poliomyelitis
panas, nyeri kepala, sakit tenggorok, muntah, sembelit atau diare, malaise

Nonparalytic poliomyelitis
Seperti diatas namun disertai nyeri otot, terutama di pinggang dan tengkuk

Paralytic poliomyelitis
Flaccid paralysis, lower motor neuron damage, painful spasms of non
paralyzed muscles

Diagnosis Poliomielitis
A. Klinis
B. Laboratorium
Darah : Laju endap darah meningkat sedikit
Lekopenia/ lekositosis ringan pd stadium dini
_ LCS
: Jumlah sel trtm PMN , protein dbn (preparalitik)
Jumlah sel , protein ( setelah kelumpuhan )
_ Isolasi virus : Tenggorok : 1 mgg sebelum & sesudah kelumpuhan
Tinja : 2 12 mgg sesudah kelumpuhan
LCS : jarang ( sgt diagnostik)
_ Serologis : Complement fixation & neutralizing antibody unt menentukan
status imunisasi

C. Radiologis. Gambaran tulang tulang pendek dan osteoporotik dgn


cortek tipis dan rongga medula relatif lebar

likuor serebri menunjukkan pleiositosis dengan


dominasi PMN, pada saat protein naik, jumlah sel
menurun
Post-polio muscular atrophy bisa muncul setelah 25-30
tahun kemudian, kelumpuhan bertahap dan tidak total
4-6% penderita polio akan meninggal . Bulbar polio
dapat bersifat fatal ( kerusakan pusat nafas dan
vasomotor di batang otak), mengakibatkan gagal
kardiopulmonal

Pencegahan Polio
Imunisasi telah menunjukkan manfaat yang sangat besar pada pencegahan polio,
Terdapat dua jenis vaksin .
Inactivated Poliovirus Vaccine (IPV)
consists of formalin inactivated virus of all 3 poliovirus serotypes.
Produces serum antibodies only: does not induce local immunity and thus will not prevent
local infection of the gut.
However, it will prevent paralytic poliomyelitis since viraemia is essential for the pathogenesis
of the disease.
Oral Poliovirus Vaccine (OPV)
Consists of live attenuated virus of all 3 serotypes.
Produces local immunity through the induction of an IgA response as well as systemic
immunity.
Rarely causes paralytic poliomyelitis, around 1 in 3 million doses.

Eradikasi Polio
Tujuan eradikasi polio global adalah melenyapkan VPL dan memutus
transmisinya
Eradikasi dilaksanakan dengan cara imunisasi rutin dengan cakupan
diatas 80% dengan berbagai imunisasi koreksi (sweeping dan backlog
fighting) dan imunisasi suplemen (PIN, mopping up, subPIN)
Imunisasi rutin berupaya meningkatkan herd-immunity setinggi
mungkin, sedang imunisasi suplemen bermanfaat untuk
menghentikan transmisi VPL

Kenapa Harus Eradikasi?


Reservoir hanya manusia
Ada imunisasi yang efektif
Murah
Visible
Seluruh negara di dunia melakukan imunisasi polio