Anda di halaman 1dari 3

ANALISIS SWOT 5 SISTEM MANAJEMEN

1. MAN

Strenght
Adanya tenaga perawat terdiri dari S1 Keperawatan 4
orang, D3 12 orang dan SPK 4 orang
Rekuitmen perawat melalui ujian penerimaan pegawai
dari rumah sakit
Orientasi pegawai baru selama 3 bulan yang
kinerjanya dinilai langsung oleh kepala bidang
keperawatan.
Perawat mendapat pelatihan dari rumah sakit di bidang
keperawatan yang bersifat gratis.
KARU mengusulkan untuk meningkatkan pendidikan
stafnya terutama bagi yang masih SPK.
KARU mengadakan pertemuan setiap hari jumat
dengan perawat-perawat di ruangan.
Adanya penanggung jawab di setiap shift.
Ruangan memiliki 3 kepala group dimana satu
ka.group membawahi ruangan HIV/AIDS dan dua
ka.group membawahi ruangan penyakit dalam lainnya
Kepala ruangan melakukan penilaian kinerja perawat
dengan menggunakan DP3 setiap sekali dalam
setahun.
Adanya supervisi bidang keperawatan yang dilakukan
ke ruangan-ruangan oleh pihak instalasi atau kapokja
dalam permberian pelayanan keperawatan.

Weakness
Ruangan hanya memiliki 20 orang
perawat, sedangkan berdasarkan
perhitungan ketenagaan menurut
Douglas dan DEPKES ruangan
membutuhkan 40 orang perawat
sehingga masih terdapat kekurangan
perawat sebanyak 20 orang.

Opportunity
Perawat diberi izin/cuti untuk
tugas belajar maupun
pendidikan lain sampai masa
pendidikan mereka selesai.
Rumah sakit memberikan
subsidi untuk melanjutkan
pendidikan bagi perawat.

Threatened
Rumah Sakit lain yang mempunyai
SDM yang lebih baik dan berkualitas.
Era globalisasi yang menuntut adanya
peayanan keperawatan berkualitas.

45

2. METODE

Strenght
Memiliki visi, misi, motto, tujuan dan falsafah ruangan.
Ruang RA1 memiliki struktur organisasi yang jelas
dengan wewenang staf.
Ruangan memiliki alur pendelegasian tugas yang jelas

dengan metode penugasan tim.


Mempunyai uraian tugas untuk karu, ka.group, CI dan
perawat pelaksana.
Ruangan memiliki SAK (Standar Asuhan keperawatan).
Ruangan memiliki ketetapan yang telah disepakati
bersama dalam hal sanksi pelanggaran.
KARU memiliki gaya kepemimpinan demokratis.
KARU melakukan supervisi terhadap stafnya, logistik
dan mahasiswa yang sedang praktik di ruang RA1.
Ruangan RA1 memiliki system budgeting yang diatur
langsung oleh Rumah Sakit baik untuk pelayanan
maupun untuk penggajian pegawai ruangan.

Weakness
Dari penyebaran kuesioner kepada 10
orang perawat, diketahui 80%
perawat menyatakan kepala ruangan
kurang baik dalam memimpin.
Dari hasil observasi terhadap 20
ASKEP
pasien
ditemukan
pendokumentasian
keperawatan
belum dilakukan dengan optimal
ditandai dengan 65% pengkajian
TLB,
100%
diagnosa
TLTB,
perencanaan 100% TLTB, 95%
implementasi TLTB, 100% evaluasi
tindakan
kelengkapan
asuhan
keperawatan TLTB, 8,5% evaluasi
TLB.

Opportunity
Berdasarkan SK MENKES No.
335/MENKES/SK/VII/1990
adanya akreditasi Rumah Sakit
dari pusat pada tahun 2006
dengan nilai A
Adanya SK MENKES No.
502/MENKES/SK/IX/1991
yang menyatakan bahwa RSUP
HAM sebagai RS pendidikan.

Threatened
Adanya tuntutan akan pelayanan
keperawatan yang lebih baik.
baik.

3. MONEY

Strenght
Ruangan RA1 memiliki system budgeting yang diatur
langsung oleh Rumah Sakit baik untuk pelayanan
maupun untuk penggajian pegawai ruangan.
Tarif pasien yang berdasarkan 1 pintu (sentralisasi)

Weakness

Prosedur administrasi yang cukup


panjang dan rumit.

Opportunity

Bantuan/jaminan pembayaran
askes dari DEPKES

Threatened

Rumah sakit lain yang mempunyai


donatur untuk meningkatkan
kebutuhan/fasilitas rumah sakit.

46

4. MATERIAL
Strenght

Adanya pemisahan alat untuk pasien HIV/AIDS


dengan pasien penyakit dalam lainnya

Kepala Ruangan mengadakan supervisi terhadap


keadaan logistik di ruangan.

Weakness

Ruangan masih memiliki


kebutuhan logistik yang tidak
memenuhi kebutuhan idealnya

Opportunity

Adanya perusahaan dari luar


yang memasok dan mensubsidi
peralatan di rumah sakit.

Threatened

Sarana/fasilitas rawat inap di rumah


sakit lain lebih berkualitas.

5. MACHINE
Strenght
Ruangan RA1 memberikan pelayanan kepada pasien
penyakit dalam wanita dan pasien HIV/AIDS, dimana
pasien HIV/AIDS dipisahkan dengan pasien penyakit
dalam lainnya.
Dari hasil penyebaran angket kepuasan kerja perawat
kepada 10 orang perawat diketahui 70% perawat puas
dalam melaksanakan kinerjanya, 30% menyatakan tidak
puas.

Weakness
Pendkes tidak sempat dilakukan oleh
perawat ruangan karena beban kerja
yang tinggi.
Pemberian pelayanan asuhan
keperawatan masih belum optimal,
hal ini ditemukan dari penyebaran
angket tingkat kepuasan pasien
dimana 67,5% pasien kurang puas
terhadap pelayanan keperawatan dan
32,5% menyatakan puas.
Tidak adanya ketetapan jam bertamu
bagi keluarga pasien.
Dari hasil observasi yang dilakukan,
juga ditemukan bahwa tidak ada
pengklasifikasian pasien-pasien
penyakit dalam.

Opportunity
Adanya kerja sama antara
mahasiswa yang sedang praktek
di ruangan.

Threatened
Adanya tuntutan yang lebih dari
pasien/keluarga
pasien/keluarga untuk mendapatkan
kepuasan dalam pelayanan
keperawatan.
keperawatan.
Adanya persaingan mutu pelayanan
antar RS.
RS.

47