Anda di halaman 1dari 13

Metode / Instrumen Pengkajian Komunitas

Metode pengumpulan data pengkajian asuhan keperawatan antara lain Windshield survery,
informant interview, observasi partisipasi, dan focus group discussion (FGD).
1.

Windshield Survery

Windshield survery dilakukan dengan berjalan-jalan di lingkungan komunitas untuk


menentukan gambaran tentang kondisi dan situasi yang terjadi di komunitas, lingkungan
sekitar komunitas, kehidupan komunitas, dan karakteristik penduduk yang ditemui di jalan
saat survai dilakukan.

2.

Informant Interview

Sebelum terjun ke masyarakat, instrument pengkajian sebaiknya dikembangkan dan


dipersiapkan terlebih dahulu. Instrument yang perlu dikembangkan untuk melakukan
pengkajian terhadap masyarakat antara lain kuesioner, pedoman wawancara, dan pedoman
observasi. Untuk mendapatkan hasil yang akurat dan agar masyarakat membina rasa percaya
(trust) dengan perawat diperlukan kontak yang lama dengan komunitas. Perawat juga harus
menyertakan lembar persetujuan (informed consent) komunitas yang dibubuhi tanda tangan
atau cap jempol akan melakukan tindakan yang membutuhkan persetujuan komonitas.
Informed consent juga mencantumkan jaminan kerahasian terhadap isi persetujuan dan dapat
yang telah disampaikan. Wawancara dilakukan kepada key informant atau tokoh yang
menguasai program.

3.

Observasi Partisipasi

Setiap kegiatan kehidupan di komunitas perlu diobservasi. Tentukan berapa lama observasi
akan dilakukan, apa, dimana, waktu, dan tempat komunitas yang akan di observasi. Kegiatan
observasi dapat dilakukan menggunakan format observasi yang sudah disiapkan terlebih
dahulu, kemudian catat semua yang terjadi, dengan tambahan penggunaan kamera atau video.
Informasi yang penting diperoleh menyangkut aktivitas dan arti sikap atau tampilan yang
ditemukan di komunitas. Observasi dilakukan terhadap kepercayaan komunitas, norma, nilai,
kekuatan, dan proses pemecahan masalah di komunitas.

4.

Focus Group Discussion (FGD)

FGD merupakan diskusi kelompok terarah yang dilakukan untuk mendapatkan informasi
yang mendalam tentang perasaan dan pikiran mengenai satu topic melaui proses diskusi
kelompok, berdasarkan pengalaman subjektif kelompok sasaran terhadap satu
institusi/produk tertentu FGD bertujuan mengumpulkan data mengenai persepsi terhadap
sesuatu, misalnya, pelayanan yang dan tidak mencari consensus serta tidak mengambil

keputusan menganai tindaka yang harus dilakukan. Peserta FGD terdiri dari 6-12 orang dan
harus homogen, dikelompokkan berdasarkan kesamaan jenis kelamin, usia, latar belakang
social ekonomi (pendidikan,suku, status perkawinan, dsb). Lama diskusi maksimal 2 jam.
Lokasi FGD harus memberikan situasi yang aman dan nyaman sehingga menjamin
narasumber berbicara terbuka dan wajar
FGD menggunakan diskusi yang terfokus sehingga membutuhkan pedoman wawancara
yang berisi pertanyaan terbuka, fasilitator, moderato, notulen, dan observer. Fasilitator dapat
menggunakan prtunjuk diskusi agar diskusi terfokus. Peran fasilitator menjelaskan diskusi,
mengarahkan kelompok, mendorong peserta untuk berpartisipasi dalam diskusi, menciptakan
hubungan baik, fleksibel, dan terbuka terhadap saran, perubahan, gangguan, dan kurangnya
partisipasi.
Perekam jalannya diskusi yang paling utama adalah pengamat merangkap pencatat (observer
dan recorder) hal yang perlu dicatat adalah tanggal diskusi, waktu diskusi diadakan, tempat
diskusi, jumlah peserta, tingkat partisipasi peserta, gangguan selama proses diskusi, pendapat
peserta apa yang membuat peserta menolak menjawab atau membaut peserta tertawa,
kesimpulan diskusi , dan sebagainya. Pengguanaan alat perekam saat SGD berlangsung
harus mendapat izin dari responden terlebih dahulu.
Sebelum membuat instrument pengkajian keperawatan komunitas seperti kuisioner, pedoman
wawancara, pedomanobservasi, atau windshield survey, kisi-kisi instrument pengkajian
sebaiknya dibuat terlebih dahulu, agar data yang akan ditanyakan dan dikaji kepada
komunitas tidak tumpang tindih sehingga waktu yang digunakan lebih efektif dan efisian

PENGGUNAAN METODE PENGUMPULAN DATA

Pengumpulan data adalah bagian integral dalam setiap aktifitas perawat kesehatan
komunitas.Prosedur pengumpulan data komunitas lebih luas dari pengkajian individual.Ada
beberapa pendekatan dalam pengumpulan data untuk mengetahui status kesehatan
masyarakat, antara lain:

Participant observation
Windshield/ walking survey
Focus groups
Key informants

Delphi technique
Surveys
Archival data
Literature review
Kegiatan pengumpulan data didukung oleh proses yang melibatkan control maksimal untuk
mendapatkan data yang berkualitas. Haglund, Weisbrod and Bracht (1990) menyebutkan
adanya tujuan yang sangat umum dalam pengumpulan data komunitas secara langsung.
Contoh: data yang digunakan untuk tujuan pratindakan, misalnya profil risiko kesehatan
untuk mengevaluasi kebutuhan promosi kesehatan atau penelitian khusus yang difokuskan
pada kesempatan khusus. Data mungkin digunakan untuk menjelaskan kepemimpinan
komunitas atau kesiapan komunitas dalam melaksanakan suatu program. Pada fase
implementasi, data digunakan untuk memonitor proses kunci dan variable hasil. Metode
pengumpulan data didasari oleh tujuan pengkajian, model atau kerangka kerja yang
melandasi pengkajian, dan disain pengkajian. Kualitas pengkajian komunitas sebagian besar
didasari oleh validitas dan realibilitas proses pengumpulan data(Cowell & Cowll, 1999;
Talbot, 1995).

Participant Observation
Definisi
Observasi partisipan adalah metode pengumpulan data untuk membantu perawat mengetahui
informasi tentang komunitas, pengaturan sosial, sekelompok orang, atau menilaistatus
kesehatanindividu.
Aspek unik dariobservasi partisipan adalah bahwa pengamatsengajamemahamipengaturandan
kondisi sosial tanpa memanipulasi merekadengan caraapapun.
Pengamat mengumpulkan informasimelalui inderatentang peristiwa alamiah yang terjadi,
yaitu secara visual, pendengaran, sentuhan, bau, ataupun rasa.
Aspek penting dariobservasi partisipan adalah pengamat belajar dari lingkungan, dan
menahan diri untuk mempengaruhi partisipan dengan tidak mengajukan pertanyaan pada
partisipan.
Tujuan
Dapat digunakan untuk penilaian masyarakat, seperti: karakteristik masyarakat, status
ekonomi masyarakat, rekreasi yang biasa dilakukan masyarakat, kebiasaan berkumpul
masyarakat, kebanggaan dan spirit masyarakat, kebiasaan berjalan-jalan masyarakat atau
kecenderungan mengisolasi diri di rumah, bahaya kesehatan yang terdapat di masyarakat,
kekuatan masyarakat, dan area masalah di lingkungan.

Dapat membantu perawat dalam mempelajari informasi yang mendalam tentang suatu
komunitas atau sekelompok orang.
Dapat digunakan saat perawat tidak mengenal budaya masyarakat, misalnya keyakinan, nilai,
dan praktik budaya masyarakat.
Dapat digunakan untuk proyek-proyek penelitian formal.
Dapat digunakan untuk mengeksplorasi hubungan antara pemberi perawatan kesehatan
dengan klien (masyarakat).
Persiapan
Perencanaan manajemen tim, meliputi: penetapan jangka waktu, lokasi pengamatan, fokus
pengamatan, pedoman tertulis tentang apa yang diamati, waktu peninjauan hasil pengamatan
bersama-sama tim untuk validitas data.
Untuk penelitian, dipersiapkan kerangka teoritis, lembar observasi, penggunaan metode lain
jika diperlukan untuk melengkapi metode observasi partisipan, strategi pengamatan,
penggunaan teknik purposive sampling.
Perizinan, baik izin dari partisipan ataupun lembaga tertentu.
Teknik perekaman data
Instrument observasi (lembar checklist)
Field notes
Journal
Audio/ visual recordings
Analisis data
Hasil pengamatan (field notes dan journal) dibuat transkrip.
Membaca ulang transkrip dan memahami data.
Pengelolaan dan analisis data dapat menggunakan bantuan software computer.
Hal-hal yang harus diperhatikan:
Pengamat harus terlibat dalam kelompok social.
Pengamat menahan diri dari interaksi yang sering dengan orang lain.
Pengamat subjektif dalam observasi sehingga data bias.
Kemungkinan adanya reaktivitas dari partisipan.

Windshield/ Walking Survey


Definisi
Cara pengumpulan data dengan berkendaraan atau berjalan-jalan di sepanjang lingkungan
yang diamati.
Pengamatan dilakukan menggunakan penglihatan, pendengaran, rasa, penciuman, dan
sentuhan.
Tahapan awal yang baik untuk memberikan gambaran tentang masyarakat luas secara
keseluruhan.
Tujuan
Untuk mengumpulkan data dan informasi dengan menggunakan indera tentang kekuatan dan
kelemahan masyarakat.
Survei dilakukan mulai dari individu, kelompok, atau populasi khusus untuk mengidentifikasi
masalah atau situasi spesifik.
Menyediakan beragam data subjektif melalui pengamatan personal dari masyarakat.
Persiapan
Menentukan ukuran area dan lokasi survei (perkotaan atau pedesaan).
Merencanakan panduan survei, pertanyaan survei, dan strategi pengumpulan data.
Windshied survey meliputi: ekonomi, lingkungan, transportasi, organisasi social, pelayanan,
media, dan orang-orang yang menjadi bagian dari masyarakat.
Teknik perekaman data
Tape recording
Field notes
Peta wilayah
Observasi dengan penglihatan, meliputi: traffic light, umur dan kualitas bangunan rumah dan
arsitekturnya, lokasi industri, umur dan kondisi kendaraan, organisasi dan pelayanan social,
jarak tempat pelayanan (pemerintahan, perawatan kesehatan, komersil, pendidikan,
keagamaan), transportasi utama masyarakat, media massa (papan reklame, publikasi
masyarakat, stasiun televisi local, radio, koran), penduduk (usia, jenis kelamin, ras, cara
berpakaian, aktivitas, obesitas, mobilitas, ekspresi wajah).
Observasi dengan pendengaran, meliputi: tingkat kebisingan, (mobil, kereta, bus, pabrik).

Observasi dengan rasa, meliputi: mengunjungi took/warung bahan makanan, jenis bahan
makanan yang dijual, pilihan bahan makanan, kesegaran bahan makanan, rasa air minum.
Observasi dengan penciuman, meliputi: bau yang terdapat di lingkungan mengindikasikan
kualitas sanitasi dan pelayanan sampah.
Observasi dengan sentuhan, meliputi: suhu iklim.
Analisis data
Fokus analisis data adalah untuk menentukan apakah dibutuhkan data tambahan dan dimana
data tambahan tersebut diambil.

Hal-hal yang harus diperhatikan:


Data yang dikumpulkan bersifat subjektif, maka bagian dari data tidak harus digunakan
sebagai fakta dalam pengkajian komunitas.
Data hasil windshield surveyharus dikombinasikan dengan jenis dan sumber data lain untuk
menetapkan diagnosis keperawatan komunitas, karena satu bagian data saja tidak adekuat
untuk membuat kesimpulan.
Focus Groups
Definisi
Merupakan sekelompok kecil orang yang berkumpul untuk menanggapi serangkaian
pertanyaan.
Partisipan dipilih yang memiliki karakteristik tertentu dan pengalaman yang sama.
Dalam sesi focus group, seorang moderator memberikan pertanyaan terbuka kepada
kelompok dan kelompok didorong untuk mendiskusikan pendapat mereka.
Tujuan
Focus group dapat menangkap beberapa pengaruh kelompok pada pengambilan keputusan
dan pendapat, sehingga menjadi strategi pengumpulan data yang unik. Karena sifat mereka
yang unik, dan fakta bahwa focus group mendorong responden untuk memberikan jawaban
mereka sendiri atas pertanyaan, mereka menyediakan informasi berharga daripada metoda
pengumpulan data yang lain.

Merupakan metode pengumpulan data yang baik dalam pengkajian komunitas karena
mendapatkan data mengenai pemahaman tentang keyakinan kesehatan dan pilihan perawatan
kesehatan dari anggota masyarakat.
Persiapan
Menentukan tujuan dari focus group.
Membuat daftar pertanyaan.
Menentukan karakteristik partisipan (usia, budaya, jenis kelamin, status social ekonomi),
jumlah sampel/ partisipan (dengan menetapkan target populasi) idealnya 6-10 orang, dan
memilih lokasi focus group (nyaman, privasi, mudah dijangkau, tidak bising).
Menyiapkan alat yang dibutuhkan, seperti tape recorder, kursi, meja.
Menyediakan makanan ringan dan tunjukkan sikap yang ramah.
Memilih moderator yang berpengalaman (sebaiknya yang tidak dikenal oleh partisipan) dan
co-moderator jika diperlukan.
Teknik perekaman data
Co-moderator membuat catatan selama sesi focus group, dan moderator membuat daftar ideide kelompok pada papan tulis/kertas koran ( flipchart).
Taping atau merekam hasil diskusi baik dengan audio maupun video.
Analisis data
Menggunakan software computer (NUDIST, 1996).
Menentukan tema-tema data, dan didiskusikan dengan partisipan.
Membuat daftar kode-kode.
Hal-hal yang harus diperhatikan:
Perencanaan yang cermat dapat meminimalkan masalah yang mungkin timbul.
Lokasi dan jadwal harus dipertimbangkan untuk memaksimalkan kenyamanan partisipan.
Dalam faseanalisis data, harus lebih diperhatikan cara menilai temayang tersimpan dalamdata
daripada cara penghitungan respon sederhana.
Key Informants
Definisi
Key informants adalah individu-individu yang mengetahui tentang komunitas dan bersedia
untuk berbagi informasi, pandangan, dan pemahaman yang dibutuhkan.

Key informants sering digunakan dalam pengkajian komunitas karena posisi mereka yang
mengetahui masyarakat melalui keahlian dan pengalamannya.
Tujuan
Untuk memperoleh informasi yang tidak tersedia dengan metode pengumpulan data yang
lain.
Fokusnya adalah informasi yang subjektif tentang kehidupan masyarakat.
Informasi diperoleh dari key informants melalui interview atau survei.
Persiapan
Interview dipandu dengan menggunakan pertanyaan terstruktur atau tidak terstruktur,
sehingga perlu dipersiapkan daftar pertanyaan yang sesuai dengan tujuan interview.
Menentukan lokasi interview (nyaman) untuk memaksimalkan kualitas dari respons.
Teknik perekaman data
Notes atau catatan kecil
Audiotaped( rekaman/video)
Written surveys( survey tertulis )
Analisis data
Dengan menggunakanA Computer Software Program
Hal yang harus diperhatikan:
Interview dapat dilakukan face to face atau via telepon.
Delphi Technique
Definisi
Suatu metode untuk memperoleh konsensus pendapat dari sekelompok orang.
Tiga karakteristik teknik Delphi adalah: 1) anonymity, 2) iteration with controlled feedback,
dan 3) statistical group responses.
Tujuan
Teknik Delphi awalnya dirancang untuk mengumpulkan opini dari para ahli, namun dalam
prosesnya juga pernah digunakan pada orang-orang awam untuk berbagi pengalaman yang
sama untuk membentuk suatu opini.
Tujuannya adalah untuk membuat kesepakatan terhadap prioritas, masalah, atau kekuatan
komunitas.

Persiapan
Teknik Delphi terdiri dari suatu serial tahapan yang berulang sampai kesepakatan dicapai
diantara responden.
Couper (1984) menggambarkan tahapan dari proses Delphi, dimulai dengan merancang
kuesioner awal yang mengandung pertanyaan yang luas atau serangkaian pertanyaan yang
telah ditentukan. Kuesioner diujicoba, direvisi, dan didistribusikan. Responden menjawab
kuesioner secara lengkap dan mengirimkannya kembali. Peneliti mengumpulkan dan
menganalisis respon.
Sampel berjumlah paling sedikit 10 orang hingga beberapa ratus orang.
Sampel harus menggambarkan populasi yang besar dari individu-individu yang memiliki
informasi yang relevandengan isu yang menjadi perhatian.
Jika populasi homogen, maka jumlah sampel yang kecil dapat digunakan; sedangkan populasi
yang heterogen, maka sebaiknya menggunakan jumlah sampel yang besar.
Teknik perekaman data
Setelah analisis respon tahap pertama, peneliti menggunakan hasilnya untuk mengembangkan
suatu kuesioner dengan jawaban-jawaban partisipan.
Pada tahap kedua, item-item pertanyaan pada kuesioner harus memberikan respon tetap.
Kuesioner kemudian diujicoba, direvisi, dan didistribusikan. Dengan kuesioner yang baru,
masing-masing responden akan menerima laporan dari respon-respon mereka untuk setiap
item pertanyaan pada kuesioner sebelumnya, nilai rata-rata kelompok, dan varian dari
masing-masing item. Individu yang tidak setuju dengan skor kelompok atau ingin mengubah
respon kelompok, dapat melakukannya.
Komentar-komentar ini dicatat dalam minority report, yang juga beredar dalam tahap
berikutnya.
Siklus distribusi kuesioner, pengumpulan respon, dan pemberian umpan balik terus dilakukan
sampai tercapainya konsensus.
Analisis data
Data dianalisis dengan menggunakan pengukuran central tendency (nilai mean atau median,
varian) dan urutan ranking item-item pertanyaan.
Hal-hal yang harus diperhatikan:
Keuntungan dari teknik Delphi adalah para ahli di lokasi geografi yang bervariasi dapat
berinteraksi satu sama lain untuk membentuk opini kelompok tanpa bertemu bersama secara
nyata.

Dalam keperawatan kesehatan masyarakat, teknik Delphi dipublikasikan tentang prioritas


penelitian untuk praktik keperawatan kesehatan masyarakat oleh praktisi.
Prioritas penelitian dikonseptualisasikan dalam 3 area, yaitu: 1) client outcomes dalam
domain perencanaan keluarga dan kesehatan ibu dan anak, 2) memaksimalkan client
outcomes yang efektif dalam pelayanan kesehatan di rumah dengan penekanan pada
kepatuhan, komplikasi, dan discharge planning, dan 3) rekrutmen, retensi, kepuasan kerja,
dan image.
Beberapa hal yang harus dipertimbangkan ketika merencanakan teknik Delphi, antara lain:
tujuan pengkajian, populasi target, biaya yang harus dikeluarkan dan sumber-sumber biaya,
dan waktu yang dibutuhkan.

Surveys
Definisi
Merupakan metoda pengumpulan informasi dari orang-orang melalui kuesioner ataupun face
to face interviews.
Untuk perawat kesehatan komunitas, survey dapat digunakan untuk mengumpulkan informasi
demografi suatu komunitas, opini, pengetahuan, atau pengalaman anggota masyarakat.
Tujuan
Survey dapat digunakan untuk mengumpulkan data untuk perencanaan program, menambah
data pengkajian komunitas, dan kontribusi untuk program evaluasi.
Survey dapat digunakan untuk memperbarui atau melengkapi informasi yang dibutuhkan
untuk mengkaji kesehatan komunitas secara lebih baik dan perencanaan program langsung.
Survey berguna dalam mendokumentasikan pola paparan bahaya lingkungan.
Survey dapat dilakukan dengan caradoor to door, paper and pencil questionnaire.
Persiapan
Menentukan tujuan dilakukan survey, tipe data yang diinginkan, sumber-sumber yang
tersedia.
Menentukan metoda survey: door to door, kuesioner via mail, atau telepon.
Menentukan tim survey, dan melatih anggota tim yang terlibat, serta membuat rancangan
biaya dan waktu yang dibutuhkan.
Menentukan sampel dan populasi survey.

Teknik perekaman data


Formulir survey atau instrument (lakukan uji validitas dan reliabilitas terlebih dahulu).
Analisis data
Analisis data tergantung dari bentuk kuesioner survey.
Bisa berupa analisis tema, komputerisasi, analisis kualitatif, ataupun central tendency.
Hal-hal yang harus diperhatikan:
Validitas dan reliabilitas instrument.
Sampel survey.
Archival Data
Definisi
Menggunakan data-data arsip dalam pengkajian untuk menggambarkan kesehatan komunitas
atau populasi.
Meliputi vital statistic, data penyakit dan kesehatan dari program-program komunitas, seperti
klinik anak sehat, senior health fair screening, catatan kunjungan rumah.
Concern terhadap kerahasiaan data, kualitas data, dan akses data.
Tujuan
Menyediakan latar belakang informasi tentang suatu komunitas atau populasi.
Digunakan untuk menganalisis perubahan dan trends dalam faktor-faktor yang beragam.
Persiapan
Membuat pendekatan yang sistematis untuk menentukan tipe dan jumlah data yang
dibutuhkan.
Teknik perekaman data
Menggunakan komputer.
Analisis data
Program computer, seperti SPSS, EpiInfo.
Kalkulator.
Hal-hal yang harus diperhatikan:
Pengumpulan data harus sistematis untuk mengurangi kesalahan.

Lebih baik gunakan data original untuk meminimalkan kesalahan.


Ketidaklengkapan data akan mempengaruhi proses pengumpulan dan analisis data.
Literature Review
Definisi
Menyediakan kesempatan untuk memahami masalah kesehatan di komunitas.
Literature dapat memperkenalkan masalah kesehatan utama di komunitas sesuai dengan
laporan masalah kesehatan yang ada di komunitas.
Tujuan
Mengeksplorasi sejarah komunitas yang spesifik dari perpustakaan local.
Ketersediaan pelayanan, fasilitas, aktivitas, dan sumber-sumber lain dapat ditentukan dengan
mereview literature.
Literature juga menyediakan latar belakang umum tentang banyak aspek dari pengkajian
komunitas.
Persiapan
Menentukan lokasi-lokasi literature, seperti perpustakaan local, sejarah alam, sejarah social.
Menentukan cara mengakses literature, seperti computer search jika lokasi fisik tidak
diketahui.
Teknik perekaman data
Mengambil catatan dari sumber asli
Writing annotated bibliographies
Menulis di kartu catatan untuk setiap item
Menyorotipoinutamadalamsalinansetiapartikel
Analisis data
Metode kuantitatif
Hal-hal yang harus diperhatikan:
Banyak keterbatasan dari literature yang tersedia, maka dibutuhkan kritisi literature secara
luas.

DAFTAR PUSTAKA

- Efendi, Ferry . 2009 . Keperawatan kesehatan Komunitas : Teori dan Praktik dalam
Keperawatan . Jakarta . Salemba Medika

- Henny, Achjar Komang Ayu . 2011 . Asuhan Keperawatan Komunitas : Teori dan
praktek . Jakarta : EGC
Ervin, N.E.(2002). Advance Community Health Nursing Practice.New Jersey: Prentice Hall

Hunt, R.(2009).Introduction to Community-Based Nursing, 4th ed. Philadelphia: Wolters


Kluwer Health | Lippincott Williams & Wilkins

Anda mungkin juga menyukai