Anda di halaman 1dari 16

Laporan Praktikum

PTK III

Disusun oleh
Rifky Parhana Putra
1512020

Jurusan Teknologi Kimia Industri


Sekolah Tinggi Manajemen Industri
2014
BAB I

PENDAHULUAN
I. JUDUL PERCOBAAN: PEMBUATAN NITROBENZENE
II. PRINSIP PERCOBAAN
Nitrasi adalah suatu reaksi subtitusi gugus Nitro (NO2) kedalam molekul
senyawa Benzene.
III. MAKSUD dan TUJUAN
Untuk mengetahui cara kerja pada pembuatan Nitrobenzene, sifat-sifat,
mekanisme reaksi, dan kegunaan.
Untuk mengetahui cara pembuatan Nitrobenzene dari Benzene dan asam
nitrat dengan katalis H2SO4.
Untuk memurnukan Nitrobenzene dengan distilasi.
Untuk mengetahui sifat fisik dan kimia dari Nitrobenzene.
Untuk mengetahui refraksi Nitrobenzene praktis.
IV. REAKSI
C6H6 + HNO3 C6H5NO2 + H2O

BAB II
LANDASAN TEORI
V. DASAR TEORI
Bahan Baku Utama
Benzene (C6H6)
Benzene merupakan senyawa aromatik paling sederhana yang
pertama kali diisolasi oleh Michael Faraday pada tahun 1825 dari residu
minyak yang tertimbun dalam pipa induk gas di London. Benzene merupakan
suatu zat cair yang membiaskan cahaya bersifat nonpolar, tidak larut dalam air

tapi larut dalam pelarut organik seperti: dietil eter, karbon tetraklorida (CCl 4),
dan heksan.
Benzene digunakan sebagai pelarut, sifat benzene yang lain yaitu
membentuk azeotrof dengan air Azeotrof adalah campuran yang tersuling pada
susunan konstan terdiri dari 91% benzene, 9% air, dan mendidih pada suhu
69,4oC. Senyawa yang larut dengan benzene mudah dikeringkan dengan
menyuling azeotrof itu. Kegunaan benzene selain sebagai pelarut juga
digunakan untuk pembuatan nitrobenzen teluensilena, dan lain-lain. Molekul
benzen berstruktur datar dan keenam atom C membentuk heksagol beraturan
(segi enam beraturan) masing-masing atom C baru menggunakan 3 elektron
valensi untuk mengadakan ikatan. Seperti diketahui orbital yang lain di atas
atau di bawah bidang cincin benzene dan orbital ini ditempati oleh suatu
elektron. Seperti pada radikal alil (CH2=CHCH2CH=CH2).
Benzene agak bersifat karsinogenik atau menyebabkan kanker oleh
karena itu penggunaan dalam laboratorium hanya bila diperlukan saja, dalam
hal ini toluena dapat digunakan sebagai pengganti. Benzene dapat dibuat dari
gas batu bara dan eter, tidak bisa dioksidasi dengan permanganat biasa yang
disebabkan karena benzene adalah senyawa aromatik yang paling sederhana,
tidak dapat menghilangkan warna air brom, biarpun dalam mengadisi 6 atom
klor atau brom.
Cara pembuatan benzene :
1. Memanaskan kalsium benzoat bersama kalsium hidroksida.
(C6H5COO)2Ca + Ca(OH)2

2C6H6 + CaCO3

2. Dehidrogenasi berkatalis dari alkana-alkana yang mempunyai rantai tak


bercabang 6 atom C.
C6H14 + C6H12 + H2

3H2 + C6H6

3. Memanaskan etuna pada suhu 100oC 750oC.


3C2H2

C6H6

Sifat-sifat benzene:
1. Berwujud cair, berwarna kuning.
2. Mudah menguap dan terbakar.
3. Berbau harum.

4.
5.
6.
7.
8.

Berat jenis 0,87 g/mL.


Berat molekul 78,1 g/mol.
Larut dalam eter, etanol, dan pelarut organik lainnya.
Tahan terhadap oksidasi, pada oksidasi sempurna terbentuk CO2 dan H2O.
Berbahaya jika mengenai kulit mata.

Bahan Tambahan
Asam Sulfat (H2SO4)
Asam sulfat komponennya umumnya adalah belerang, belerang
adalah zat padat pada suhu kamar dan melebur pada suhu 119 C. Berwarna
kuning dan rapuh, Kristal berbentuk rombik dengan rumus S.
Sifat-Sifat Fisika Asam Sulfat:
Rumus molekul: H2SO4
Massa Molar: 98,08 gr/mol
Penampilan Cairan bening, tak berwarna, berbau belerang
Densitas: 1,84 gr/mol
Keasaman (pH): -3
Viskositas: 26,7 cPa (20 C)
Titik nyala: tak dinyalakan
Korosif dan higroskopis
Sifat-Sifat Kimia Asam Sulfat:
H2SO4 encer, tidak bereaksi dengan Hg, Bi, Cu, dan logam mulia.
H2SO4(encer) + Fe

FeSO4 + H2

H2S04 bersifat pekat, dalam keadaan panas akan mengoksidasi logam-logam


sedang asam sulfat direduksi dengan SO2
2H2SO4 + Cu

CuSO4 + SO2 +2H2O

Kegunaan Asam Sulfat


1. Bahan pembuat pupuk Ammonium Sulfat dan Asam Posfat
2. Memurnikan minyak tanah
3. Industri obat
4. Menghilangkan karat besi sebelum baja dilapisi seng
5. Untuk air aki/accu
6. Pada industri organik: insektisida, selofan, zat warna
Asam Nitrat (HNO3)
Asam nitrat adalah larutan NO2 dalam air, yang dalam perdagangan
terdapat berbagai macam konsentrasi. Banyak digunakan dalam industri

pupuk, produksi berbagai macam bahan kimia, zat warna, bahan farmasi, serta
dipakai dalam reagen laboratorium. Asam nitrat adalah bahan kimia yang
korosif dan merupakan oksidator kuat.
Senyawa kimia asam nitrat (HNO3) adalah sejenis cairan korosif
yang tak berwarna, dan merupakan asam beracun yang dapat menyebabkan
luka bakar. Larutan asam nitrat dengan kandungan asam nitrat lebih dari 86%
disebut sebagai asam nitrat berasap, dan dapat dibagi menjadi dua jenis asam,
yaitu asam nitrat berasap putih dan asam nitrat berasap merah. Asam Nitrat
memiliki nama lain yaitu Nitric Acid, Asam Sendawa, Aqua Fortis, Azotic
Acid, Hydrogen Nitrate, Nitryl Hidroxides.
Proses modern untuk menghasilkan asam nitrat HNO3 adalah
okidasi amonia di udara. Dalam proses ini, amonia dicampur dengan udara
berlebih, dan campurannya dipanaskan sampai temperatur tinggi dengan
katalis platina. Amonia akan diubah menjadi nitrogen oksida NO, yang
kemudian dioksidasi lebih lanjut di udara menjadi nitrogen dioksida NO 2.
Nitrogen dioksida direaksikan dengan air menghasilkan asam nitrat. Metoda
ini dikembangkan oleh Ostwald, kimiawan yang banyak memberikan kimia
katalis, dan disebut proses Ostwald.
Sifat-Sifat Fisika Asam Nitrat:
Wujud zat: cairan, jernih - kuning
Rumus Struktur: HNO3
Bau: tajam
o
Titik leleh: - 42 c
o
Titik didih: 86 c
0
pH (20 C): <1
0
3
Densitas (20 C): 1,51 g/cm
Densitas uap relatif: 2, 04
BM: 63,0129 g/mol
0
Tekanan Uap (20 C): 56 hPa
Suhu penyalaan: tidak tersedia
Titik nyala: tidak tersedia
Batas Ledakan - lebih rendah: tidak tersedia

- lebih tinggi: tidak tersedia

Kelarutan dalam air (200C): dapat larut ( pembentukan panas)

Sifat-Sifat Kimia Asam Nitrat:

Pada suhu biasa akan terurai oleh cahaya/sinar:


4HNO3 2H2O + 4NO2 + O2

Dapat bereaksi dengan amoniak membentuk garam amonium nitrat:


HNO3 + NH4OH NH4NO3 + H2O

Dapat bereaksi dengan unsur unsur logam serta dapat melarutkan semua
logam kecuali emas (Au) dan platina (Pt).
Reaksi oksidasi utamanya terjadi dengan asam pekat, memfavoritkan
pembentukan nitrogen dioksida (NO2).
Cu + 4H+ + 2NO3- Cu+2 + 2NO2 + 2H2O

Pembuatan Asam Nitrat (HNO3)


1. Metode Valentiner
NaNO3(s) + H2SO4(l) NaHSO4 + HNO3(g) (berasap)
2. Metode Oswald
Oksidasi amoniak dengan Pt sebagai katalis
4 NH3 + 5 O2 4 NO + 6 H2O
4 NO + 2 O2 4 NO2
4 NO2 + 2 H2O 2 HNO2 + 2 HNO3 (pada suhu rendah)
2 HNO2 NO2 + NO + H2O
3. Metode Birkeland & Eyde
Nitrogen direaksikan dengan oksigen pada suhu 3.000 oC melalui busur
listrik.
N2 + O2 2 NO
2 NO + O2 2 NO2 (pada suhu 600 C)
3 NO2 + H2O 2 HNO3 + NO (pada suhu tinggi)
Kegunaan Asam Nitrat:
1. Di laboratorium digunakan sebagai pelarut bijih mineral atau sebagai
pengoksidasi (pengabuan basah).
2. Dalam aneka industri, misalnya:
HNO3 encer untuk membuat pupuk buatan {NaNO3, Ca(NO3)2}

HNO3 pekat untuk membuat bahan peledak (nitro selulosa, nitro gliserin,
TNT), serta untuk membuat zat warna azo, anilin, nitril, sianida, dan
lain-lain.
3. Sebagai oksidator dalam pembuatan asam sulfat (cara bilik-asam Glover).
Produk
Nitrobenzene
Nitrobenzene adalah suatu campuran organik dengan rumusan
kimia C6H5NO2. Nitrobenzene ini sangat beracun, sebagian besar digunakan
sebagai bahan dasar anilin dan sebagai pelarut. Aplikasi yang lebih khusus,
nitrobenzene digunakan sebagai bahan kimia karet, peptisida, dan segala
macam hal yang berkenaan dengan farmasi. Nitrobenzene juga digunakan
sebagai bahan sepatu, semir lantai, pakaian kulit, mengecat bahan pelarut, dan
material lain yang berfungsi menyembunyikan bau yang tak sedap.
Penitroan aromatik yang terbanyak dilakukan

dengan

menggunakan campuran asam nitrat dan asam sulfat peka pada suhu 50 oC55oC. Nitrobenzene adalah racun yang jika masuk ke dalam tubuh baik
melalui penguapan maupun melalui adsorbsi tubuh. Dalam senyawa
nitrobenzene tak ada atom hidrogen yang dapat diganti oleh logam-logam
seperti pada senyawa-senyawa nitro alifatik primer dan sekunder, karena
gugus nitro terikat secara tersier, artinya pada atom C yang mengikat gugus
nitro tidak ada hidrogen. Senyawa nitrobenzene dapat disuling tanpa terjadi
penguraian karena gugus nitronya kuat sekali terikat.
Pada sintesis nitrobenzene ini, prinsip utamanya adalah:
1. Nitrasi, yaitu menerapkan suatu reaksi yang melibatkan pemasukan gugus
nitro ke dalam sebuah molekul.
2. Subtitusi, yaitu penggantian salah satu atom atau gugus atom dalam sebuah
molekul oleh atom atau gugus atom lain.
Dalam proses nitrasi yaitu proses penambahan nitrogen pada suatu senyawa
karbon. Umumnya untuk membentuk suatu turunan senyawa nitro
(penambahan gugus nitro), H2SO4 berfungsi sebagai katalis asam.
C6H6 + HNO3 C6H5NO2 + H2O
Sifat-sifat fisika nitrobenzene:
1. Zat cair berwarna kuning
2. Titik didih 210,8oC
3. Titik cair 5,7oC

4. Indeks bias 1,5530


5. Berat jenis 1,2037 g/mL
6. Berat molekul 123 g/mol
Sifat-sifat kimia nitrobenzene:
1. Nonpolar
2. Tidak larut dalam air
3. Mudah menguap dan terbakar
4. Larut dalam eter
5. Bersifat karsinogen terutama dalam keadaan uap
6. Jika direduksi membentuk anilin
7. Tidak dapat dioksidasi dalam larutan KMnO4 seperti alkena
8. Tidak dapat diadisi oleh Br2, H2O, dan KMnO4 bisa terjadi bila ada UV
9. Mengalami reasi alkilasi dengan katalisator AlCl3
Kegunaan nitrobenzene
1. Pembuat anilin
2. Pembuat parfum dan sabun
3. Pembuatan semir sepatu
4. Pembuatan piroksilin
5. Bahan kimia karet dan peptisida
Proses Pembuatan Nitrobenzene meliputi dua tahap:
1. Tahap pertama (tahap lambat) adalah serangkaian elektrofilik Elektrofilik
NO2+ . Hasil serangan ini adalah suatu ion benzenium.
2. Tahap kedua (tahap lambat) pelepasan H+ dengan cepat H bergabung
dengan H2SO4 untuk menghasilkan kembali katalis. Dengan adanya gugus
NO2+ menyebabkan cincin kurang reaktif bila dibandingkan dengan gugus
metil dan halogen. Hal ini disebabkan oleh gugus NO 2+ bersifat penarik
elektron. Reaksi ini bersifat eksoterm dan irreversible.
Dengan adanya gugus nitro menyebabkan cincin kurang reaktif,
jika dibandingkan dengan gugus metil dan hidrogen karena gugus nitro
bersifat menarik elektron. Pembuatan nitrobenzene ini adalah melalui proses
nitrasi yaitu substitusi yang mudah dari hidrogen pada benzen dengan
menambahkan asam nitrat pekat dan asam sulfat pekat. Nitrobenzene jika
dipanaskan pada suhu 200oC tidak akan mengalami perubahan apapun. Pada
pembuatan nitrobenzene ini, pada saat merefluk suhunya harus tetap
dipertahankan antara 50-60oC. Hal ini harus benar-benar diperhatikan. Sebab
jika suhunya lebih dari 60oC maka yang akan terbentuk adalah dinitrobenzene

dan trinitrobenzene. Namun jika suhunya terlalu kecil, maka nitrobenzene


tidak akan terbentuk. Sifat benzene yaitu membentuk azeotrop dengan air,
disamping sebagai bahan dasar pembentukan nitrobenzene. Dalam senyawa
nitrobenzene, tidak ada atom nitrogen yang dapat diganti oleh logam-logam
seperti pada senyawa-senyawa nitriolifatik primer dan sekunder, karena disini
gugus nitro terikat secara tersier.
Metode Proses
Destilasi
Destilasi merupakan teknik pemisahan yang didasari atas
perbedaan perbedaan titik didik atau titik cair dari masing-masing zat
penyusun dari campuran homogen. Dalam proses destilasi terdapat dua tahap
proses yaitu tahap penguapan dan dilanjutkan dengan tahap pengembangan
kembali uap menjadi cair atau padatan. Atas dasar ini maka perangkat
peralatan destilasi menggunakan alat pemanas dan alat pendingin.
Proses destilasi diawali dengan pemanasan, sehingga zat yang
memiliki titik didih lebih rendah akan menguap. Uap tersebut bergerak
menuju kondenser yaitu pendingin, proses pendinginan terjadi karena kita
mengalirkan air kedalam dinding (bagian luar kondenser), sehingga uap yang
dihasilkan akan kembali cair. Proses ini berjalan terus menerus dan akhirnya
kita dapat memisahkan seluruh senyawa-senyawa yang ada dalam campuran
homogen tersebut.

Macam-Macam Destilasi:
1. Distilasi Sederhana, prinsipnya memisahkan dua atau lebih komponen
cairan berdasarkan perbedaan titik didih yang jauh berbeda.
2. Distilasi Fraksionasi (Bertingkat), sama prinsipnya dengan distilasi
sederhana, hanya distilasi bertingkat ini memiliki rangkaian alat kondensor
yang lebih baik, sehingga mampu memisahkan dua komponen yang
memiliki perbedaan titik didih yang berdekatan.
3. Distilasi Azeotrop: memisahkan campuran azeotrop (campuran dua atau
lebih komponen yang sulit dipisahkan), biasanya dalam prosesnya

digunakan senyawa lain yang dapat memecah ikatan azeotrop tersebut,


atau dengan menggunakan tekanan tinggi.
4. Distilasi Kering: memanaskan material padat untuk mendapatkan fasa uap
dan cairnya. Biasanya digunakan untuk mengambil cairan bahan bakar
dari kayu atau batu bata.
5. Distilasi Vakum: memisahkan dua kompenen yang titik didihnya sangat
tinggi, motede yang digunakan adalah dengan menurunkan tekanan
permukaan lebih rendah dari 1 atm, sehingga titik didihnya juga menjadi
rendah, dalam prosesnya suhu yang digunakan untuk mendistilasinya tidak
perlu terlalu tinggi (Van Winkel, 1967).
Kelebihan Destilasi:
1. Dapat memisahkan zat dengan perbedaan titik didih yang tinggi.
2. Produk yang dihasilkan benar-benar murni
Kekurangan Destilasi:
1. Hanya dapat memisahkan zat yang memiliki perbedaan titik didih yang
besar.
2. Biaya penggunaan alat ini relatif mahal.
Tuang 30 cc HNO3 dan
42 cc H2SO4

Campuran didinginkan di air dingin

Ke dalam tabung 500 cc

Campuran di panaskan di atas


waterbath selama 30 menit
sambil terus di kocok
Didinginkan, setelah dingin
ditambahkan 1500 cc air
Diagram Alir Proses
akan terbentuk 2 lapisan yang
berbeda dalam air

Kedalam nitrobenzen yang


keruh dimasukkan CaCl2
exicatus (kocok hingga cairan
jernih)
Kemudian nitrobenzene
dipisahkan dari CaCl2 lalu di
suling tanpa memakai mantel
air
Perhitungan Hasil
Rendaman Praktis

Masukan 30ml Benzene sambil


terus di aduk akan timbul warna
coklat

Pisahkan kedua lapisan dengan


corong pemisah

Cairan yang seperti minyak di cuci


dengan air, cairan seperti itulah
nitrobenzene

Pertama yang keluar sebagai


destilat adalah air kemudian
nitrobenzene pada suhu 205-207oC

Destilat dihentikan setelah zat yang


di destilasi berwarna coklat tua

VI. ALAT DAN BAHAN


A. ALAT:
- Labu 250 ml
- Water batch
- Pipa kaca
- Corong pemisah
B. BAHAN:
- Benzene
- H2SO4 (P)
- HNO3

- Styg buis
- Labu erlenmeyer
- Termometer & pendingin udara
- Labu destilasi
- CaCl2
- Air dingin

BAB III
DESKRIPSI PROSES
VII. PROSEDUR
1. Tuangkan 30 cc HNO3 ke dalam tabung 500 cc, kemudian perlahan-lahan
masukan H2SO4 sedikit demi sedikit sebanyak 42 cc, campuran
didinginkan di air dingin.
2. Setelah dingin dimasukkan sedikit demi sedikit Benzene sambil terus
diaduk, pada saat Benzene dimasukkan akan timbul warna coklat yang
akan hilang, jika suhu sudah tinggi masukan ke dalam air dingin.

3. Untuk menyempurnakan reaksi, campuran tadi dipanaskan diatas water


bath selama 30 menit, selama pemanasan berlangsung campuran harus
selalu dikocok agar tercampur sempurna.
4. Dinginkan labu yang berisi campuran tadi, setelah dingin ditambahkan
kedalamnya 1500 cc air, akan terbentuk 2 lapisan yang berbeda di dalam
air, kemudian pisahkan kedua lapisan dengan corong pemisah.
5. Cairan yang seperti minyak dicuci dengan air menggunakan corong
pemisah, cairan seperti minyak itulah Nitrobenzene.
6. Kedalam Nitrobenzene yang masih keruh dimasukkan CaCl2 exicatus,
biarkan beberapa saat (kocoklah sampai cairan menjadi jernih).
7. Untuk mempercepat reaksi juga dapat dilakukan dengan

cara

memanaskannya di atas water bath.


8. Kemudian Nitrobenzene dipisahkan dari CaCl2 lalu disuling tanpa
memakai mantel air.
9. Pertama yang keluar sebagai distilat adalah air kemudian Nitrobenzene
pada suhu 205-207oC.
10. Distilasi dihentikan setelah zat yang didistilasi berwarna coklat tua yang
didalamnya terdapat senyawa-senyawa dinitro yang pemanasan kuat yang
dapat menimbulkan ledakan (juga dijaga supaya isi labu destilasi jangan
kering).
11. Hitung hasil rendeman praktis 27 gram dan teoritis, dengan titik 209 0C.
VIII. GAMBAR RANGKAIAN ALAT

Gambar: Pembuatan Nitrobenzene


Keterangan gambar:
1. Labu destilasi
2. Termometer
3. Klem
4. Es

5. Asam Sulfat (H2SO4)


6. Statif
7. Pipa kaca

Gambar: Distilasi Akhir


Keterangan gambar
1. Statip
2. Klem
3. Tutup gabus
4. Labu didih
5. Kasa
6. Kaki tiga

7. Bunsen
8. Condenser
9. Erlenmeyer
10. Lab. Jack
BAB IV
HASIL PRAKTIKUM

IX. DATA PENGAMATAN


1. Mr C6H6
= 78 gr/mol
2. Mr HNO3
= 63 gr/mol
3. Mr C6H5NO2
= 123 gr/mol
4. Berat erlenmeyer kosong = 105,41 gr
5. Berat erlenmeyer + nitrobenzene = 114, 506 gr
6. Mengisi labu bundar dengan 37 cc HNO3, 42 cc H2SO4 maka perubahan
suhu menjadi panas (larutan panas) rendam dalam air dingin. Lalu
menambahkan benzene sedikit demi sedikit hingga terbentuk warna coklat
yang kemudian hilang. Lalu larutan dipanaskan dalam water bath hingga
terbentuk 2 lapisan, pada lapisan atas kuning pekat dan lapisan bawah
kuning muda (panas).

Setelah itu merefluks selama 30 menit terjadi

perubahan lapisan warna, pada lapisan atas kuning muda dan lapisan bawah
kuning tua. Memasukkan hasil refluks ke dalam corong pisah yang berisi
300 ml air sehingga terbentuk dua lapisan , lapisan atas berwarna kuning
keruh dan lapisan bawah berwarna kuning pekat. Setelah itu mencuci
lapisan bawah dengan air (H2O) 300 ml maka terbentuk dua lapisan, lapisan
atas kuning jernih dan lapisan bawah kuning keruh. Kemudian
mengeringkan dengan CaCL2 1 sepatula anhidrat ke erlenmeyer, sehingga

terbentuk lapisan yang agak kental, kemudian di distilasi tanpa mantel air.
Pada suhu 209 C terbentuk nitrobenzene.
X. PERHITUNGAN
Diketahui:
Mr C6H6
= 78 gr/mol
Mr HNO3
= 63 gr/mol
Mr C6H5NO2
= 123 gr/mol
Berat gelas ukur kosong = 26,170 gr
Berat erlenmeyer + nitrobenzene = 29,142 gr
C6H6 = 30 ml x 0.894 gr/mol
= 26.82 gr
HNO3 = 37 ml x 1.55 gr/mol
= 56.314 gr
Ditanya:
% Rendemen?
Penyelesaian:
Reaksi :
C6H6 + HNO3 C6H5NO2 + H2O
Mula-mula 0.34
0.89
Bereaksi 0.34
0.34
0.34
0.34
Sisa
0
0.55
0.34
0.34
gr C6H5NO2 teoritis = mol x BM
= 0.34 ml x 123 gr/mol
= 41.82 gr
gr C6H5NO2 praktis = 56.314 gr 26.82 gr
= 2,972 gr
% rendeman =

x 100%

= 2,972 x 100%
41.82
= 7,1 %

BAB V
PENUTUP

XI. PEMBAHASAN
Dalam percobaan ini dilakukan beberapa perlakuan diantaranya
berupa pemanasan, penggoyangan dalam air, pemberian katalis, dan
penambahan katalis asam. HNO3 yang dicampurkan dengan H2SO4 bertujuan
untuk membentuk elektrofilik NO3+. Direaksikan dalam labu didih dasar bulat
yang di rendam dalam air.Asam sulfat berfungsi untuk mengubah asam nitrat
yang merupakan elektrofil lemah menjadi elektrofil kuat.Campuran sulfat
dengan asam nitrat ditambah dengan benzene. Pencampuran masih dilakukan
sambil didinginkan di dalam air. Campuran digoyangkan sempurna agar
campuran tercampur tercampur rata dan terbentuk produk secara maksimal.
Campuran kemudian dipanaskan di atas penangas air untuk menyempurnakan
reaksi. Sambil tetap digoyang dan disambungkan dengan pendingin refluks.
Temperatur di set pada suhu 60 C karena jika suhu terlalu tinggi kemungkinan
NO2+ tersubstitusi ke cincin bertambah sehingga kemungkinan dapat terbentuk
dinitrobenzene atau trinitrobenzene.
Sebaliknya jika suhu terlalu kecil kemungkinan campuran tidak
akan bereaksi sempurna sehingga hasil yang diperoleh tidak maksimal.
Kemudian campuran dimasukkan ke dalam corong pemisah yang telah berisi
air sebanyak 300 cc. Penambahan air berfungsi untuk mengikat pengotor yang
mungkin masih terikat dalam pereaksi atau pelarut. Larutan dikocok dengan
sempurna dan hati-hati sambil sekali tutupnya dibuka agar uapnya hilang.
Campuran kemudian didiamkan beberapa saat hingga terbentuk dua lapisan.
Lapisan atas adalah nitrobenzene kotor berwarna kuning lebih pekat daripada
lapisan bawah sisa asam. Lapisan sisa asam di buang kemudian lapisan atas di
cuci lagi dengan 300 cc air. Lakukan perlakuan yang sama seperti sebelumnya
dimana perlakuan tersebut dilakukan sebanyak 5 kali.
Kemudian Nitrobenzene ditambahkan CaCl2 untuk menghilangkan
air yang masih terkandung dalam Nitrobenzene. Lalu di destilasi dengan
heater. Destilasi ini merupakan destilasi sederhana karena perbedaan titik
didih komponen-komponennya berbeda jauh yaitu antara air 100 C dengan

Nitrobenzene (205 C-210 C). Destilasi menggunakan cooler karena titik didih
Nitrobenzene tinggi.
XII. KESIMPULAN
Reaksi Nitrobenzene merupakan reaksi eksoterm dan optimal suhu
60 C. Reaksi membutuhkan katalis untuk mengubah elektrofil lemah menjadi
elektrofil kuat sehingga reaksi menjadi maksimal.

rendemen yang di

peroleh 7,1
XIII. TUGAS
Analisis 5 kesalahan
1. Terbentuknya senyawa dinitro
2. Kondisi peralatan yang kurang baik
3. Ada kekeliruan saat penimbangan hasil akhir
4. Suhunya yang melebihi 60 C sehingga terbentuk senyawa dinitro
5. Kurangnya kerja sama kelompok
XIV. DAFTAR PUSTAKA
2014.Buku penuntunpraktikum Teknik Kimia III.Jakarta: Universitas
Muhammadiyah Jakarta.
2014.Ilmu Kimia Organik 2 Sekolah Menengah Farmasi,Jakarta.Anshory
Irfan.2000.Kimia 2 SMU.Jakarta: Erlangga
Fesenden.Kimia Organik Jilid I.
Http ://belajar menulis. Info/benzene dan nitro benzen.html