Anda di halaman 1dari 116

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:

1. memahami dan menerapkan konsep serta sifat-sifat pertidaksamaan rasional, irasional, dan mutlak;
2. menentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan rasional, irasional, dan mutlak;
3. menentukan penyelesaian permasalahan yang berkaitan dengan pertidaksamaan rasional, irasional, dan mutlak;
4. menggambar, menganalisis, dan menafsirkan makna daerah penyelesaian pertidaksamaan rasional, irasional, dan mutlak.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik mampu menunjukkan sikap kritis, teliti, dan analitis
dalam menyajikan dan menafsirkan makna himpunan penyelesaian pertidaksamaan rasional, irasional, dan mutlak serta
mengaitkannya dengan konteks nyata.

Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak

Pertidaksamaan Polinomial dan


Rasional

Mendeskripsikan konsep pertidaksamaan polinomial.


Menjelaskan langkah-langkah menentukan penyelesaian pertidaksamaan polinomial.
Mendeskripsikan konsep pertidaksamaan rasional.
Menemukan sifat-sifat pertidaksamaan rasional.
Menemukan langkah-langkah menentukan penyelesaian pertidaksamaan rasional.
Menganalisis daerah penyelesaian
pertidaksamaan rasional.

Pertidaksamaan Irasional

Mendeskripsikan konsep pertidaksamaan irasional.


Menemukan sifat-sifat pertidaksamaan irasional.
Menemukan langkah-langkah menentukan penyelesaian pertidaksamaan irasional.
Menganalisis daerah penyelesaian
pertidaksamaan irasional.

Pertidaksamaan Mutlak

Mendeskripsikan konsep pertidaksamaan mutlak.


Menemukan sifat-sifat pertidaksamaan mutlak.
Menemukan langkah-langkah menentukan penyelesaian pertidaksamaan mutlak.
Menganalisis daerah penyelesaian
pertidaksamaan mutlak.

Menunjukkan sikap kritis, teliti, dan analitis dalam menyelesaikan masalah.


Mendeskripsikan konsep pertidaksamaan rasional, irasional, dan mutlak.
Menjelaskan dan menerapkan sifat-sifat pertidaksamaan rasional, irasional, dan
mutlak.
Menentukan penyelesaian pertidaksamaan rasional, irasional, dan mutlak.
Menganalisis daerah penyelesaian pertidaksamaan rasional, irasional, dan mutlak.
Menentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan rasional, irasional, dan mutlak.
Menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan pertidaksamaan rasional,
irasional, dan mutlak.

Matematika Kelas X

A. Pilihan Ganda

Jadi, nilai x yang memenuhi pertidaksamaan

1. Jawaban: b
(x 2)2(x 5) > 0
Pembuat nol:
(x 2)2(x 5) = 0
x = 2 atau x = 2 atau x = 5
Garis bilangan beserta tandanya sebagai berikut.

x2(2x2 x) < x2(2x + 5) adalah 1 < x <  dan


x 0.

4. Jawaban: c



1)
2

Penyelesaian: 2 < x < 2 atau x > 5 x 2 atau


x > 5 x > 5.
Jadi, pertidaksamaan (x 2)2(x 5) > 0 dipenuhi
oleh nilai-nilai x > 5.
2. Jawaban: b
(x2 x 2)(x2 2x 3) 0
(x + 1)( x 2)( x 3)( x + 1) 0
Pembuat nol:
(x + 1)( x 2)( x 3)( x + 1)) = 0
x= 1 atau x = 2 atau x = 3 atau x= 1
Garis bilangan beserta tandanya sebagai berikut.

Penyelesaian: 1 x 1 atau 2 x 3 x = 1
atau 2 x 3.
Jadi, nilai x yang memenuhi (x2 x 2)(x2 2x 3) 0
adalah x = 1 atau 2 x 3.
x2(2x2

x2(2x

x) <
x2(2x2 x) x2(2x + 5) < 0
x2(2x2 x 2x 5) < 0
x2(2x2 3x 5) < 0
2
x (2x 5)(x + 1) < 0

+ 5)

Penyelesaiannya: x < 3.
Jadi, penyelesaian




 


1)

Pembuat nol pembilang: 5x 2 = 0 x =

2)
3)

Pembuat nol penyebut: x 4 = 0 x = 4


Syarat penyebut: x 4 0 x 4




Penyelesaiannya: 1 < x < 0 atau 0 < x < 





dan x 0.

Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak




Garis bilangan beserta tandanya sebagai berikut.


+




+
4




atau x > 4.




 


atau x > 4.

6. Jawaban: b

0 adalah x < 3.

5. Jawaban: a

adalah x

x = 0 atau x = 0 atau x =  atau x = 1


Garis bilangan beserta tandanya sebagai berikut.

Jadi, bilangan real x yang memenuhi

Pembuat nol:
x2 (2x 5)(x + 1) = 0
x = 0 atau x = 0 atau 2x 5 = 0 atau x + 1 = 0

1 < x <

Penyelesaiannya: x

3. Jawaban: a

Pembuat nol pembilang:


Pembilang tidak pernah bernilai nol
2) Pembuat nol penyebut: 3 x = 0 x = 3
3) Syarat penyebut: 3 x 0 x 3
Garis bilangan beserta tandanya sebagai berikut.

   + 
   

   

0    +  0
1) Pembuat nol pembilang:
(x 1)(x 3) = 0 x = 1 atau x = 3
2) Pembuat nol penyebut:
(x 5)(x + 2) = 0 x = 5 atau x = 2
3) Syarat penyebut:
(x 5)(x + 2) 0 x 5 atau x 2
Garis bilangan beserta tandanya sebagai berikut.
+

+
1

+
5

Penyelesaiannya: 2 < x 1 atau 3 x < 5.

Jadi, nilai x yang memenuhi


2 < x 1 atau 3 x < 5.
7. Jawaban: b


 


 


 

 



 


 + 




   + 
 + 


 + 




atau x 2.

2)
3)

2x + 3 = 0 2x = 3 x = 
Syarat penyebut:

atau



 

3 adalah




Penyelesaiannya: x <  atau x 3.

  +  
  

 +   


  





 
  



  

  

 

Jadi, penyelesaian  + 
adalah x < 
 + 
atau x 3.

20

  +      
  

10. Jawaban: b
   



0
0
0
0

  



   




>0

  



>0

1)

Pembuat nol pembilang:


(7x + 15)(x 1) = 0 x =
atau x = 1

Pembuat nol penyebut:
3(2 + x)(1 x) = 0 x = 2 atau x = 1
Syarat penyebut:
3(2 + x)(1 x) 0 x 2 atau x 1

>1



3)

Pembuat nol pembilang:


9 3x = 0 9 = 3x x = 3
Pembuat nol penyebut:

atau x 2.

2)




  +  
  

1)

atau x > 2, x 1.

2x + 3 0 2x 3 x 
Garis bilangan beserta tandanya sebagai berikut.

8. Jawaban: a


 + 

1)




Jadi, nilai x yang memenuhi




 
 + 

 
 + 

Penyelesaiannya: x <




1 1

9. Jawaban: a

Garis bilangan beserta tandanya sebagai berikut.

x<

x > 2, x 1}.

2x 3 0 x

Jadi, himpunan penyelesaiannya {x | x

Syarat penyebut:







Penyelesaiannya: x

Pembuat nol pembilang:


5x + 10 = 0 5x = 10 x = 2
Pembuat nol penyebut:

2x 3 = 0 2x = 3 x =
3)

Garis bilangan beserta tandanya sebagai berikut.

30


  
 

2)

0 adalah

1)

   + 
   

2)
3)

1>0

Pembuat nol pembilang:


x2 6x 7 = 0 (x + 1)(x 7) = 0
x = 1 atau x = 7
Pembuat nol penyebut:
x + 3 = 0 x = 3
Syarat penyebut:
x + 3 0 x 3

Matematika Kelas X

Garis bilangan beserta tandanya sebagai berikut.

+
3

7
   



Jadi, penyelesaian

> 1 adalah

3 < x < 1 atau x > 7.

Penyelesaiannya: 0 < x < 1 atau x > 5.


Jadi, bilangan real x yang memenuhi




>









 > 0

  > 0


   


  

>0

    
  
   

>0

>0

 
 


   

   

  

>0

>0



   

 

  

>0

1)

1)

Pembuat nol pembilang:




2x + 13 = 0 x =  = 6 
2) Pembuat nol penyebut:
(x 5)(x 4) = 0 x = 5 atau x = 4
3) Syarat penyebut:
(x 5)(x 4) 0 x 5 atau x 4
Garis bilangan beserta tandanya sebagai berikut.

Pembuat nol pembilang:


x 1 = 0 x = 1
2) Pembuat nol penyebut:
(x + 1)(x 1) = 0 x = 1 atau x = 1
3) Syarat penyebut:
(x + 1)(x 1) 0 x 1 atau x 1
Garis bilangan beserta tandanya sebagai berikut.
+

1 1
+

+
5






14. Jawaban: b
  

  + 

x < 4 atau 5 < x < 6  .


12. Jawaban: d

(x 2) < 0

   


<0

 
 


<0


  


<0

2)
3)

Pembuat nol pembilang:


(x + 1)(x 5) = 0 x = 1 atau x = 5
Pembuat nol penyebut: x = 0
Syarat penyebut: x 0

Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak

  











  





 




1)

1)

<x2

Jadi, nilai x yang memenuhi 


   > 0 adalah
x < 1 atau 1 < x < 1.

Jadi, nilai x yang memenuhi   >   adalah




 


Penyelesaiannya: x < 1 atau 1 < x < 1.




Penyelesaiannya: x < 4 atau 5 < x < 6  .

 


<x2

13. Jawaban: e




 


adalah 0 < x < 1 atau x > 5.

11. Jawaban: d




Penyelesaiannya: 3 < x < 1 atau x > 7.

Garis bilangan beserta tandanya sebagai berikut.

2)
3)

Pembuat nol pembilang:


x2 x + 1 mempunyai nilai diskriminan
D = (1)2 4(1)(1) = 3 < 0. Oleh karena a > 0
dan D < 0 maka x2 x + 1 merupakan definit
positif atau x2 x + 1 selalu bernilai positif
atau tidak pernah bernilai nol.
Pembuat nol penyebut:
x(x + 2) = 0 x = 0 atau x = 2
Syarat penyebut:
x(x + 2) 0 x 0 atau x 2

Garis bilangan beserta tandanya sebagai berikut.


+

 

  + 

(x2 x 6)( x2 4x + 3) > 0


(x 3)(x + 2)(x 3)(x 1) > 0
Pembuat nol:
(x 3)(x + 2)(x 3)(x 1)
x = 3 atau x = 2 atau x = 3 atau x = 1
Garis bilangan beserta tandanya sebagai berikut.

Penyelesaiannya: 2 < x < 0.


Jadi, semua nilai x yang


b.

memenuhi


 adalah 2 < x < 0.
2

15. Jawaban: e
  



  




<1

1<0

 
    



<0

 
 



<0

  




<0

c.

1)

Pembuat nol pembilang:


(x 2)(x + 4) = 0 x = 2 atau x = 4
2) Pembuat nol penyebut:
x 2 + 4 mempunyai nilai diskriminan
D = 02 4(1)(4) = 16 < 0 dan a = 1 > 0
sehingga x2 + 4 merupakan definit positif atau
x2 + 4 tidak pernah bernilai nol.
3) Syarat penyebut:
x2 + 4 0 terpenuhi oleh semua nilai x
bilangan real.
Garis bilangan beserta tandanya sebagai berikut.
+

Jadi, himpunan penyelesaian

2. a.
< 1

adalah {x | 4 < x < 2}.


 + 

(x 4)(x2 6x + 5 ) 0
(x 4)(x 1)(x 5) 0
Pembuat nol:
(x 4)(x 1)(x 5) = 0
x = 4 atau x = 1 atau x = 5
Garis bilangan beserta tandanya sebagai berikut.


 + 


 + 

+5<0

 + 

+  +  < 0







<0






<0

1)

Pembuat nol pembilang:


10x + 17 = 0


2)

10x = 17 x =

Pembuat nol penyebut:

3)

2x + 3 = 0 2x = 3 x =

Syarat penyebut:

Penyelesaian: 4 x 1 atau x > 5.


Jadi, penyelesaian (x 4)(x2 6x + 5) > 0
adalah 4 x 1 atau x > 5.

< 5

B. Uraian
1. a.

Penyelesaian:
x < 2 atau 1 < x < 3 atau x > 3.
x < 2 atau x > 1 dan x 3
Jadi, penyelesaian (x2 x 6)( x2 4x + 3) > 0
adalah x < 2 atau x > 1 dan x 3.
(x + 1)2(x2 2x) (x + 1)2(5x 10)
(x + 1)2(x2 2x) (x + 1)2(5x 10) 0

(x + 1)2 (x2 2x (5x 10)) 0

(x + 1)2 (x2 7x + 10) 0

(x + 1)2 (x 2)(x 5) 0
Pembuat nol:
(x + 1)2 (x 2)(x 5) = 0
x + 1 = 0 atau x + 1 = 0 atau x 2 = 0
atau x 5 = 0
x = 1 atau x = 1 atau x = 2 atau x = 5
Garis bilangan beserta tandanya sebagai berikut.

1 1

  




3 3

Penyelesaian:
x 1 atau 1 x 2 atau x 5
x 2 atau x 5
Jadi, penyelesaian (x + 1)2(x2 2x) (x + 1)2
(5x + 10) adalah x 2 atau x 5.

Penyelesaiannya: 4 < x < 2.

2x + 3 0 2x 3 x

Matematika Kelas X




Garis bilangan beserta tandanya sebagai


berikut.
+





2)

Pembuat nol penyebut:


2x2 + 9x + 4 = 0
(2x + 1)(x + 4) = 0

Penyelesaiannya:




<x<

3)




adalah {x|
b.







x  atau x 4
Garis bilangan beserta tandanya sebagai berikut.

x R}.

 +   




    +  

  


0
0

 
 
 



 
     
 



   
 



Pembuat nol pembilang:


3x2 14x 15 = 0
(3x 5)(x + 3) = 0

x =  atau x = 3

Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak

3. Grafik fungsi f(x) di atas sumbu X artinya f(x) > 0.


f(x) > 0

   
 

  


  

1)

>0
>0

Pembuat nol pembilang:




(2x 3)(x + 1) = 0 x =  atau x = 1


2) Pembuat nol penyebut:
(x + 2)(x 3) = 0 x = 2 atau x = 3
3) Syarat penyebut:
(x + 2)(x 3) 0 x 2 atau x 3
Garis bilangan beserta tandanya sebagai berikut.

20

x R}.

 


 



1)

 
 
 



adalah {x | x < 4 atau 3 x  atau x >  ,

Jadi, himpunan penyelesaian



Jadi, himpunan penyelesaian   2x + 1


adalah {x| x 1 atau 1 x < 2, x R}.

 
 
 






x < 4 atau 3 x  atau x >  .

Penyelesaiannya: x 1 atau 1 x < 2.

+



Penyelesaiannya:

Pembuat nol pembilang:


2x2 2 = 0
2(x2 1) = 0
2(x + 1)(x 1) = 0
x = 1 atau x = 1
2) Pembuat nol penyebut:
2 x = 0 x = 2 x = 2
3) Syarat penyebut:
2x0 x2
Garis bilangan beserta tandanya sebagai
berikut.

 
 
 



(2x + 1) 0

1)

c.

2x + 1

<x<


,


x =  atau x = 4

Syarat penyebut:
2x2 + 9x + 4 0
(2x + 1)(x + 4) 0

Jadi, himpunan penyelesaian  +  < 5












+
3

Penyelesaiannya:


x < 2 atau 1 < x <  atau x > 3.


Jadi, grafik fungsi f(x) =

   
 

berada di atas


sumbu X untuk nilai x < 2 atau 1 < x <  atau


x > 3.
4. a.














 






 



 

 



 

Jadi, nilai x yang memenuhi

Pembuat nol pembilang:


2x 6 = 0 x = 3
2) Pembuat nol penyebut:
(x + 2)(x 6) = 0 x = 2 atau x = 6
3) Syarat penyebut:
(x + 2)(x 6) 0 x 2 atau x 6
Garis bilangan beserta tandanya sebagai
berikut.

5. 2 <

a.

b.


  









adalah x < 2 atau 3 x < 6.


<


  


<0

  
   

  
   


<0

  
 
 
  
   


<0

 
 
 
   


<0


  
       

<0

1)

Pembuat nol pembilang:


(2x + 1)(x 1) = 0




+
1

Penyelesaiannya: x <

> 2

   



   





>0

   





>0

 



>0

+2>0

. . . (1)

Penyelesaian: 5 < x < 1 atau x > 1.


b.

+
2




   



Pembuat nol pembilang:


x2 1 = 0 (x 1)(x + 1) = 0
x = 1 atau x = 1
2) Pembuat nol penyebut:
x + 5 = 0 x = 5
3) Pembuat nol penyebut:
x + 5 0 x 5
Garis bilangan beserta tandanya sebagai
berikut.

x =  atau x = 1
2) Pembuat nol penyebut:
(x 1)(x 2)(x 1)(x 3) = 0
x = 1 atau x = 2 atau x = 1 atau x = 3
2) Syarat penyebut:
(x 1)(x 2)(x 1)(x 3) 0
x 1 atau x 2 atau x 1 atau x 3
Garis bilangan beserta tandanya sebagai berikut.

dan

1)


  



  


   



   



Penyelesaiannya: x < 2 atau 3 x < 6.



 

2 <

2 artinya 2 <

2.

Jadi, nilai x yang memenuhi

adalah x <  atau 1 < x < 2 atau x > 3.

   



  




<


  


1)


  


atau 1 < x < 1 atau

1 < x < 2 atau x > 3.


1 < x < 1 atau 1 < x < 2 dapat ditulis 1 < x < 2.

   



   



    




     



   




  



1)
2)

20

Pembuat nol pembilang:


(x + 3)(x 7) = 0 x = 3 atau x = 7
Pembuat nol penyebut:
x + 5 = 0 x = 5

Matematika Kelas X

3)

Syarat penyebut:
x + 5 0 x 5
Garis bilangan beserta tandanya sebagai
berikut.

c.

Irisan penyelesaian (1) dan (2):

Penyelesaiannya: 3 x < 1 atau 1 < x 7.

. . . (2)
Jadi, himpunan penyelesaian

Penyelesaian: x < 5 atau 3 x 7.

   




adalah {x | 3 x < 1 atau 1 < x 7}.

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b
  +  = 6
Untuk menghilangkan tanda akar, kedua ruas
persamaan dikuadratkan.

(   +  )2 = 62
2x2 + 14x 36 = 0
2(x + 9)(x 2) = 0
x = 9 atau x = 2
. . . (1)

Irisan penyelesaian (1) dan (2):

Jadi, himpunan penyelesaian


adalah {9, 2}.

  +  = 6

2. Jawaban: d
  = 20 5x
Kedua ruas persamaan dikuadratkan.

5x)2

10x 25 = 25x2 200x + 400


25x2 210x + 425 = 0
5(5x2 42x + 85) = 0

5(5x 17)(x 5) = 0

x=

. . .(3)
Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3):




Jadi, penyelesaian

Penyelesaianmya: x = 9 atau x = 2.




Penyelesaiannya x =




Syarat hasil penarikan akar (ruas kanan) harus


lebih dari atau sama dengan nol:
20 5x 0 20 5x 4 x

. . . (2)

= (20




. . . (2)

Syarat bilangan yang diakar harus lebih dari atau


sama dengan nol:
2x2 + 14x 0 2x(x + 7) 0
Pembuat nol:
2x(x + 7) = 0 x = 0 atau x = 7

(  

Syarat bilangan yang diakar harus lebih dari atau


sama dengan nol:




)2

. . . (1)

10x 25 0 10x 25 x




atau x = 5

Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak

x=







  = 20 5x adalah

3. Jawaban: d

  > 0 Kedua ruas bernilai positif.


Kedua ruas dikuadratkan.

  ) > 02


2x + 6 > 0
2x > 6
x > 3
. . . (1)
3

Syarat bilangan yang diakar: 2x + 6 0


2x 6

x 3

. . . (2)
3

Penyelesaiannya: x > 3.
Jadi, penyelesaian

  > 0 adalah x > 3.

4. Jawaban: c

   < 4

Kedua ruas bernilai positif.

Kedua ruas dikuadratkan.


   ) < 42
2x + 4 < 16
2x < 12
x<6


6. Jawaban: a



   < 2 Kedua ruas bernilai positif.
Kedua ruas dikuadratkan.



  

Syarat akar: 2x + 4 0
2x 4

x 2

Irisan penyelesaian (1) dan (2).

Penyelesaiannya: 2 x < 6.

> 42

+ 4x 5 > 16

x2 + 4x 21 > 0

(x 3)(x + 7) > 0
Pembuat nol:
(x 3)(x + 7) = 0
x = 3 atau x = 7

. . . (2)

Penyelesaiannya: 2 x < 1 atau 2 < x 3.

7. Jawaban: d

 >  Kedua ruas bernilai positif.


Kedua ruas dikuadratkan.

Jadi, nilai x yang memenuhi



   < 2
adalah 2 x < 1 atau 2 < x 3.

x2

. . . (1)

Irisan penyelesaian (1) dan (2).

 

  > 4 Kedua ruas bernilai positif.
Kedua ruas dikuadratkan.

   < 4 adalah

5. Jawaban: d

 

 

Syarat bilangan yang diakar:


6 + x x2 0
(3 x)(2 + x) 0
Pembuat nol:
(3 x)(2 + x) = 0
x = 3 atau x = 2

. . . (2)
2

< 22

+
1

6 + x x2 < 4

x2 + x + 2 < 0
(x 1)(x 2) < 0
Pembuat nol:
(x 1)(x 2) = 0
x = 1 atau x = 2

. . . (1)

Jadi, nilai x yang memenuhi


2 x < 6.

Penyelesaiannya: x < 7 atau x > 3.


Jadi, semua bilangan real x yang memenuhi adalah
x < 7 atau x > 3.

. . . (2)

Irisan penyelesaian (1) dan (2).

Irisan penyelesaian (1) dan (2):

+
3

Syarat bilangan yang diakar:


x2 + 4x 5 0
(x 1)(x + 5) 0
Pembuat nol:
(x 1)(x + 5) = 0
x = 1 atau x = 5

. . . (1)

 ) >


(  )

3 5x > x
3 > 6x




x< 

>x


. . . (1)



Matematika Kelas X

Syarat bilangan yang diakar:


1)
3 5x 0
5x 3

9. Jawaban: d

  



Kedua ruas dikuadratkan.






. . . (2)



2)

  



. . . (3)




Penyelesaiannya: 0 x <  .


Jadi, nilai x yang memenuhi adalah 0 x <  .

  ) <


Syarat bilangan yang diakar:


1) x2 3x + 2 0
(x 1)(x 2) 0
Pembuat nol:
(x 1)(x 2) = 0
x = 1 atau x = 2
+

2)



)

. . . (2)

x+70
x 7
. . . (3)
7

Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3).

x >

. . . (1)


Penyelesaiannya: 1 x 1 atau 2 x 5.
Jadi, himpunan penyelesaiannya {x | 1 x 1
atau 2 x 5, x R}.

Kedua ruas dikuadratkan.


. . . (2)

. . . (3)

  

) <(


 





x2 x 2 < x2 + 3x + 2
x 3x < 2 + 2
4x < 4
x > 1
. . . (1)

Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3).




    <  



 Kedua ruas bernilai positif.

2x + 6 0 2x 6

x 3
3

10. Jawaban: a

Syarat bilangan yang diakar:


1) 1 x 0 1 x
x1

1 x < 2x + 6
x 2x < 6 1
3x < 5

. . . (1)

  < 

Kedua ruas bernilai positif.
Kedua ruas dikuadratkan.

1


Penyelesaiannya: < x 1


Jadi, himpunan penyelesaiannya {x | < x 1}.


10

8. Jawaban: d

2)

  )

Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3).

Pembuat nol:
(x + 1)(x 5) = 0
x = 1 atau x = 5

x0

) (

x2 3x + 2 x + 7
x2 4x 5 0
(x + 1)(x 5) 0

Kedua ruas bernilai positif.



Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak

Syarat akar:
1) x2 x 2 0
(x + 1)(x 2) 0
Pembuat nol:
(x + 1)(x 2) = 0
x = 1 atau x = 2

Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3):

. . . (2)

+ 3x + 2 0
(x + 1)(x + 2) 0
Pembuat nol:
(x + 1)(x + 2) = 0
x = 1 atau x = 2

x2

2)

x > 

 

 < x
Ruas kanan pertidaksamaan yaitu x nilainya belum
tentu positif. Oleh karena itu, nilai ruas kanan
diuraikan menjadi dua kemungkinan yaitu x < 0
dan x 0.
a. Untuk x < 0:

Penyelesaiannya: x 2.
Jadi, himpunan penyelesaiannya {x | x 2}.

. . .(1)
0

Oleh karena x < 0 dan

11. Jawaban: b



 <




 Kedua ruas bernilai positif.

Kedua ruas dikuadratkan.




 ) < (


2x2

(x +

)(x

. . . (2)

Irisan penyelesaian (1) dan (2):


. . . (3)
Penyelesaiannya: tidak ada nilai x yang

)<0



 < x.

memenuhi
)=0

b.

Untuk x 0:

x = 2  atau x = 2 
+

. . . (1)

. . . (2)

+
0

( 

 ) < x2

x + 12 < x2

x2 x 12 > 0
(x + 3)(x 4) > 0
Pembuat nol:
(x + 3)(x 4) = 0
x = 3 atau x = 4


x2 + 6x 0
x(x + 6) 0
Pembuat nol:
x(x + 6) = 0
x = 0 atau x = 6
+



 < x bernilai positif.



 < x
Kedua ruas dikuadratkan.

Syarat bilangan yang diakar:


1) 2x2 + 6x 8 0
(2x 2)(x + 4) 0
Pembuat nol:
(2x 2)(x + 4) = 0
x = 1 atau x = 4

2)

Oleh karena x 0, maka kedua ruas pertidaksamaan

2 

. . . (4)

2 



 < x.


 )

+ 6x 8 <
+ 6x
2
2
2x + 6x 8 < x + 6x
x2 8 < 0

x = atau x =



 0, tidak ada

nilai x yang memenuhi

x2

Pembuat nol:
(x + )(x

2 

12. Jawaban: e
. . . (3)

Jadi, nilai x yang memenuhi adalah 1 x < 2  .

Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3).

2 

Penyelesaiannya: 1 x < 2  .

. . . (5)

Syarat bilangan yang diakar:


x + 12 0 x 12
. . . (3)

. . . (6)
12

Matematika Kelas X

11

Irisan penyelesaian (4), (5), dan (6).

. . . (7)
12

. . . (6)

Syarat bilangan yang diakar: x 3 0 x 3

Penyelesaiannya: x > 4.
Gabungan penyelesaian (3) dan (7).

. . . (7)

Irisan (5), (6), dan (7):


4

Jadi, nilai x yang memenuhi x >


x > 4.

3 4 5



 adalah

c.

13. Jawaban: d
Ruas kanan pada pertidaksamaan  > 5 x
nilainya belum tentu positif. Ruas kanan diuraikan
menjadi dua kemungkinan yaitu 5 x < 0 atau
5 x 0.
a. Untuk 5 x < 0:
5x<0 5<x x>5
. . . (1)
5

Oleh karena 5 x < 0 dan

 0, maka

 > 5 x dipenuhi oleh semua nilai x.

. . . (8)

Penyelesaiannya: 4 < x 5.
Gabungan penyelesaian (4) dan (8):
4

Jadi, nilai x yang memenuhi


x > 4.

 > 5 x adalah

14. Jawaban: a
x + 2 >       < x + 2
Ruas kanan pertidaksamaan yaitu x + 2 nilainya
belum tentu positif. Oleh karena itu, nilai ruas kanan
diuraikan menjadi dua kemungkinan yaitu x + 2 < 0
dan x + 2 0.
a. Untuk x + 2 < 0:
x + 2 < 0 x < 2

. . . (2)
. . . (1)
2

Syarat bilangan yang diakar:


x30x3

Oleh karena x + 2 < 0 dan    0, pertidaksamaan    < x + 2 tidak dipenuhi


oleh semua nilai x.

. . . (3)
3

Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3):

. . . (2)
. . . (4)
3

b.

Syarat bilangan yang diakar:

10 x2 0 (  + x)(  x) 0
Pembuat nol:

Untuk 5 x 0:
5x05xx5

(  + x)(  x) = 0
. . . (5)

x =  atau x =

Oleh karena 5 x 0, maka kedua ruas

 > 5 x bernilai positif.

pertidaksamaan

. . . (3)





Kedua ruas dikuadratkan.

(  ) > (5 x)2

x 3 > 25 10x + x2
2
x 11x + 28 < 0
(x 4)(x 7) < 0
Pembuat nol:
(x 4)(x 7) = 0
x = 4 atau x = 7



Irisan penyelesaian (1), (2) , dan (3):



Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak



. . . (4)

Tidak ada nilai x yang memenuhi.


b.

Untuk x + 2 0:
x+20x2
2

12

. . . (5)

Oleh karena x + 2 0, kedua ruas pertidak-

 

samaan

< x + 2 bernilai positif.

Kedua ruas dikuadratkan.

   < (x + 2)2

10 x2 < x2 + 4x + 4
2

2x + 4x 6 > 0
(2x 2)(x + 3) > 0
Pembuat nol:
(2x 2)(x + 3) = 0
x = 1 atau x = 3
+

12 < ( 

 )
1<x+2
1 < x

. . . (1)
1

Syarat bilangan yang diakar:


1) x + 10 0 x 10
. . . (2)

10

. . . (6)
2)

Oleh karena kedua ruas bernilai positif, kedua ruas


dapat dikuadratkan.

Syarat bilangan yang diakar:


10 x2 0 (  + x)(  x) 0
Pembuat nol:
(  + x)(  x) = 0
x =  atau x =

x + 2 0 x 2
. . . (3)
2

Irisan (1), (2), dan (3):


2

10



. . . (7)



. . . (8)
1

Penyelesaiannya: x > 1.

Gabungan penyelesaian (4) dan (8):


1

 .

Jadi, nilai x yang memenuhi x + 2 >   


adalah  x 2 atau 1 < x



 < 2



 < 2 +

 ) 42
11x 6 16
11x 22
x2


. . . (1)
2

Syarat bilangan yang diakar:


11x 6 0 11x 6





Oleh karena 2 + 

 0, kedua ruas bernilai
positif sehingga dapat dikuadratkan.


 < 2 +

Kedua ruas bernilai positif.

 .

15. Jawaban: c
Pertidaksamaan diubah ke bentuk umum




 4

Kedua ruas dikuadratkan.



Penyelesaiannya 1 < x



 < 2

B. Uraian



1. a.
c.





Jadi, nilai x yang memenuhi


adalah x > 1.

Irisan penyelesaian (5), (6), dan (7):

 3 2





x 
. . . (2)




Irisan penyelesaian (1) dan (2):

Kedua ruas dikuadratkan.



 ) < ( +




 )

x + 10 < 4 + 4 

 + x + 2

x + 10 6 x < 4 



4 < 4 



1<








Penyelesaiannya:  < x 2
Jadi, penyelesaian  4 adalah



x 2.

Matematika Kelas X

13

b.

  > 8

Kedua ruas bernilai positif.

2. a.

Kedua ruas dikuadratkan.

  ) > 82



 > 3  Kedua ruas bernilai positif.
Kedua ruas dikuadratkan.

6x 2 > 64
6x > 66
x > 11



 ) > (  )


12x + 15 > 9x
12x 9x > 15
3x > 15
x > 5

. . . (1)

. . . (1)

11

Syarat akar:
6x 2 0 6x 2

Syarat bilangan yang diakar:


1) 12x + 15 0 12x 15

. . . (2)



x 

x

. . . (2)

Irisan penyelesaian (1) dan (2):

x0

2)





11

. . . (3)
0

Penyelesaiannya: x > 11.


Jadi, penyelesaian
x > 11.
c.

 

  < 3

Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3):

  > 8 adalah

Kedua ruas bernilai positif.

 

 

Jadi, nilai x yang memenuhi 



 > 3 
adalah x 0.

< 32

x2 + 4x 12 < 9

x2 + 4x 21 < 0

(x 3)(x + 7) < 0
Pembuat nol:
(x 3)(x + 7) = 0
x = 3 atau x = 7
+



Kedua ruas bernilai positif.

Kedua ruas dikuadratkan.

. . . (1)

Syarat bilangan yang diakar:


x2 + 4x 12 0 (x 2)(x + 6) 0
Pembuat nol:
(x 2)(x + 6) = 0 x = 2 atau x = 6
+

  <

b.

Penyelesaiannya: x 0.

Kedua ruas dikuadratkan.

. . . (2)

  ) < (  )
5x 7 < 7x 3
5x 7x < 3 + 7
2x < 4
x > 2


. . . (1)
2

Syarat akar:
1)

5x 7 0 x 
. . . (2)

Irisan penyelesaian (1) dan (2):





Penyelesaiannya: 7 < x 6 atau 2 x < 3.


Jadi, penyelesaian

 

  < 3 adalah

7 < x 6 atau 2 x < 3.


14

Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak

2)

7x 3 0 x 
. . . (3)




2x2 x 3 0

(2x 3)(x + 1) 0
Pembuat nol:
(2x 3)(x + 1) = 0

Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3):




x =  atau x = 1

Penyelesaiannya: x  .

  <

Jadi, nilai-nilai x yang memenuhi



.


 adalah x


 + >


c.

>

  )

x2 + 6x + 8 > x + 2

x2 + 5x + 6 > 0

(x + 2)(x + 3) > 0
Pembuat nol:
(x + 2)(x + 3) = 0
x = 2 atau x = 3
+

2)

. . . (1)

3x2 + 2x 1 0
(3x 1)(x + 1) 0
Pembuat nol:
(3x 1)(x + 1) = 0

. . . (3)

Irisan (1), (2), dan (3):

. . . (2)

x+20
x 2

2)

. . . (2)

x = atau x = 1

Syarat bilangan yang diakar:


1) x2 + 6x + 8 0
(x + 2)(x + 4) 0
Pembuat nol:
(x + 2)(x + 4) = 0
x = 2 atau x = 4
+

. . . (1)

Syarat akar:
1) x2 + 3x + 2 0
(x + 1)(x + 2) 0
Pembuat nol:
(x + 1)(x + 2) = 0
x = 1 atau x = 2

Kedua ruas bernilai positif.



 

 +

+



Kedua ruas dikuadratkan.

Penyelesaiannya: x 2 atau x  .
Jadi, nilai x yang memenuhi

. . . (3)
2

 

 + 

 

  adalah x 2 atau x

Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3):


3. a.
4

Penyelesaiannya: x > 2.
Jadi, nilai x yang memenuhi

 

 + >

Ruas kanan pada pertidaksamaan   <


x 7 nilainya belum tentu positif. Oleh karena
itu, nilai ruas kanan diuraikan menjadi dua
kemungkinan yaitu x 7 < 0 dan x 7 0.
1) Untuk x 7 < 0 x < 7:
. . . (1)

   adalah x > 2.
d.

 

 + 

 

 

Kedua ruas
bernilai positif.

Kedua ruas dikuadratkan.

 

 + 

x2

+ 3x + 2


.


 

 

3x2

  < x 7
Oleh karena x 7 < 0, tidak ada nilai x
yang memenuhi

  < x 7.
. . . (2)

+ 2x 1

Matematika Kelas X

15

Syarat bilangan yang diakar:


x10x1

Oleh karena 3x + 2 < 0, pertidaksamaan


 

 > 3x + 2 dipenuhi oleh semua

nilai x.

. . . (3)
1

. . .(2)

Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3):


. . . (4)

Syarat bilangan yang diakar:


9x2 + 4 0
9x2 + 4 merupakan definit positif (a > 0,
D < 0) sehingga 9x2 + 4 selalu bernilai
positif. Untuk semua nilai x bilangan
real memenuhi 9x2 + 4 0.

Penyelesaiannya: tidak ada nilai x yang


memenuhi.
2)

Untuk x 7 0 x 7:
. . . (5)
7

. . .(3)

Oleh karena x 7 0, kedua ruas


pertidaksamaan bernilai positif.
Kedua ruas dikuadratkan.

(  ) < (x 7)2

x 1 < x2 14x + 49

0 < x2 15x + 50
2
x 15x + 50 > 0
(x 5)(x 10) > 0
Pembuat nol:
(x 5)(x 10) = 0 x = 5 atau x = 10

Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3):

+
10

. . . (7)
1

Irisan penyelesaian (5), (6), dan (7):


. . . (8)
5

Penyelesaiannya: x <
2)

Untuk 3x + 2 0


3x + 2 0 3x 2 x

. . . (6)

Syarat akar: x 1 0 x 1

. . .(4)

10

. . .(5)

Oleh karena 3x + 2 0, kedua ruas pertidaksamaan bernilai positif.


Kedua ruas dikuadratkan.

 



> (3x + 2)2

9x2 + 4 > 9x2 + 12x + 4


0 > 12x
x<0

Penyelesaiannya: x > 10.


3)

. . .(6)

Gabungan penyelesaian (4) dan (8):

10

Jadi, himpunan penyelesaian


adalah {x | x > 10}.

  < x 7

Syarat bilangan yang diakar:


9x2 + 4 0
9x2 + 4 merupakan definit positif (a > 0,
D < 0) sehingga 9x2 + 4 selalu bernilai
positif
. . . (7)

b.

Ruas kanan pada pertidaksamaan

 



> 3x + 2 nilainya belum tentu positif. Oleh karena


itu, nilai ruas kanan dipecah menjadi dua
kemungkinan yaitu 3x + 2 < 0 dan 3x + 2 0.
1) Untuk 3x + 2 < 0


3x + 2 < 0 3x < 2 x <




. . .(1)

16

Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak

Irisan penyelesaian (5), (6), dan (7):


. . . (8)

Penyelesaiannya: x < 0

3)

Penyelesaiannya: x > 4

Gabungan penyelesaian 4) dan 8):


b.
0

Untuk 6  x 0

6 x 0 6 x 4 x

Penyelesaiannya: x < 0
 

 >

Jadi, himpunan penyelesaian

. . . (6)

3x + 2 adalah {x | x < 0}.

  +

4.

 >3

Oleh karena 6  x 0, kedua ruas bernilai


positif sehingga dapat dikuadratkan.
Kedua ruas dikuadratkan.

Oleh karena   +   = positif, kedua


ruas pertidaksamaan bernilai positif sehingga dapat
dikuadratkan.
Kedua ruas dikuadratkan.

(     )2 > (6  x)2

(   +

(2x 1)(x 2) > 36 18x +  x2

2x2 5x + 2 > 36 18x +  x2

  )2 > 32

(2x 1) + 2     + (x 2) > 9

2     + 3x 3 > 9

2     > 12 3x

    > 6


x


Oleh karena ruas kanan pertidaksamaan nilainya


belum tentu positif, nilai ruas kanan dipecah
menjadi dua kemungkinan yaitu 6


x


< 0 atau

x12 =

Untuk 6  x < 0:
6

<06<


x


0 > 34 13x +  x2

x2 52x + 136 < 0


Pembuat nol:
x2 52x + 136 = 0


x


6  x 0.
a.

    
 

  


  


= 26 6 

4<x

 



26 

. . . (7)

26 + 

. . . (1)
Syarat bilangan yang diakar:

Oleh karena 6  x < 0, pertidaksamaan

    6

1)

2x 1 0 x 


x dipenuhi oleh semua


. . . (8)



nilai x.
. . . (2)

2)

x2>0x2
. . . (9)

Syarat bilangan yang diakar:


1)

2x 1 0 2x 1 x

Irisan penyelesaian (6), (7), (8), dan (9):


. . . (3)

. . . (4)

26 + 




x20x2

26 




2)




. . . (10)

Penyelesaiannya: 26 6  < x 4

Irisan penyelesaian (1), (2), (3), dan (4):


. . . (5)



4
Matematika Kelas X

17

c.

x2 5 < 289x2
288x2 + 5 > 0
Oleh karena a = 288 > 0 dan D =
5.760 < 0 maka 288x2 + 5 > 0
merupakan definit positif sehingga
288x2 + 5 > 0 dipenuhi oleh semua
nilai x.

Gabungan penyelesaian (5) dan (10):

26 

Penyelesaiannya: x > 26 6 
Jadi, himpunan penyelesaian

  +

  >3

adalah {x | x > 26 6  , x R}.

. . . (6)

    > 7

5.

Syarat bilangan yang diakar:


x2 5 0 (x +

Agar lebih mudah, ditentukan terlebih dahulu syarat


bilangan yang diakar.
a. Syarat bilangan yang diakar:
1)

17x

. . . (7)


  0


. . . (8)

Oleh karena ruas kanan pertidaksamaan


yaitu 17x dapat bernilai kurang dari nol
atau lebih besar sama dengan nol, ruas
kanan diuraikan menjadi dua kemungkinan yaitu 17x < 0 atau 17x 0.
(a) Untuk 17x < 0 x < 0:

(c) Gabungan penyelesaian (4) dan (8)


. . . (9)


Penyelesaiannya: x

. . . (1)
Oleh karena 17x < 0, tidak ada nilai
x yang memenuhi pertidaksamaan

nilai x
2)

  < 17x.

Syarat bilangan yang diakar:


 )(x

) 0

. . . (10)

Syarat bilangan yang diakar:


 )(x

x2 5 0 (x +

. . . (2)

x2 5 0 (x +

    terdefinisi untuk

) 0

   terdefinisi untuk nilai x 

. . . (3)


Irisan penyelesaian (5), (6), dan (7):

  17x

) 0

 )(x

3)

atau x 
Irisan penyelesaian (9) dan (10):

Irisan penyelesaian( 1), (2), dan (3):

. . . (11)


. . . (4)
Jadi,

(b) Untuk 17x 0 x 0:

    dan

definisi untuk nilai x

   ter-

.

. . . (5)
0
Oleh karena 17x 0, kedua ruas
pertidaksamaan    < 17x
bernilai positif sehingga kedua ruas
dapat dikuadratkan.
  < 17x


(  


18

)2

b.

    > 7 Kedua ruas bernilai positif.

Kedua ruas dikuadratkan.


(     )2 > 72
17x

<

(17x)2

Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak

   > 72

17x 49 >

 

   < 17x 49

Oleh karena ruas kanan pertidaksamaan yaitu


17x 49 dapat bernilai kurang dari nol atau
lebih besar sama dengan nol, ruas kanan
dipecah menjadi dua kemungkinan yaitu
17x 49 < 0 atau 17x 49 0.
1) Untuk 17x 49 < 0:

bernilai positif sehingga dapat dikuadratkan.


   < 17x 49

Kedua ruas dikuadratkan.


(    )2 < (17x 49)2
x2 5 < 289x2 1.666x + 2.401
288x2 1.666x + 2.406 > 0

2(144x 401)(x 3) > 0

17x 49 < 0 17x < 49 x < 

. . . (12)



Pembuat nol:
2(144x 401)(x 3) = 0

Oleh karena 17x 49 < 0, tidak ada nilai


x yang memenuhi pertidaksamaan

x=

  < 17x 49.







atau x = 3
. . . (17)

. . . (13)
Syarat bilangan yang diakar:
Dari hasil a) diperoleh
    dan

yaitu untuk nilai x




Syarat bilangan yang diakar:


Dari hasil a) diperoleh

syarat

    dan

   terdefinisi

yaitu untuk nilai x

.

syarat

   terdefinisi
.

. . . (18)

. . . (14)


Irisan penyelesaian (16), (17), dan (18):

Irisan penyelesaian (12), (13), dan (14):


. . . (19)
. . . (15)

3)
2)

Gabungan penyelesaian (15) dan (19):

Untuk 17x 49 0:
17x 49 0 17x 49 x




Penyelesaiannya: x > 3
Jadi, batas-batas nilai x yang memenuhi

. . . (16)




    > 7 adalah x > 3.

Oleh karena 17x 49 0, kedua ruas


pertidaksamaan

   < 17x 49

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b
|2x + 1| = 5
Kedua ruas dikuadratkan

|2x + 1|2 = 52

(2x + 1)2 = 52

(2x + 1)2 52 = 0
(2x + 1 + 5)(2x + 1 5) = 0

(2x + 6)(2x 4) = 0

2x = 6 atau 2x = 4

x = 3 atau x = 2

Jadi, nilai x yang memenuhi |2x + 1| = 5 adalah


x = 3 atau x = 2.
2. Jawaban: d
|3x + 2| + 4x = 6
|3x + 2| = 6 4x
Kedua ruas dikuadratkan.

(3x + 2)2 = (6 4x)2


2

(3x + 2) (6 4x)2 = 0
(3x + 2 + (6 4x)(3x + 2 (6 4x)) = 0

(x + 8)(7x 4) = 0

x = 8 atau x =
Matematika Kelas X




19

Syarat hasil mutlak bilangan:


6 4x 0 6 4x




Oleh karena x = 8 tidak memenuhi




x maka x

= 8 bukan penyelesaian.
Jadi, penyelesaian |3x + 2| + 4x = 6 adalah x =




saja.

Pembuat nol:

3. Jawaban: a
|6x 11| 7 Kedua ruas bernilai positif.
Kedua ruas dikuadratkan.

|6x 11|2 72

(6x 11)2 72

(6x 11)2 72 0
(6x 11 + 7)(6x 11 7) 0

(6x 4)(6x 18) 0


Pembuat nol:
(6x 4)(6x 8) = 0
6x = 4 atau 6x = 18

Penyelesaiannya: x <  .
Jadi, himpunan semua x yang memenuhi |2x + 1|


< |2x 3| adalah {x | x <  , x R}.

Penyelesaiannya:  x 3
x R}.




+



Jadi, himpunan penyelesaiannya {x |

x 3,

4. Jawaban: e
0 < |x 3| < 3
0 < |x 3| dan |x 3| < 3
|x 3| > 0 dan |x 3| < 3
1) |x 3| > 0 x 3 < 0 atau x 3 > 0

x < 3 atau
x>3

6. Jawaban: b
3|x + 3| |x 3| Kedua ruas bernilai positif.
Kedua ruas dikuadratkan.

(3|x + 3|)2 (|x 3|)2

(3(x + 3))2 (x 3)2


2

(3(x + 3)) (x 3)2 0


(3(x + 3) + (x 3))(3(x + 3) (x 3) 0

(4x + 6)(2x + 12) 0


Pembuat nol:
(4x + 6)(2x + 12) = 0
4x + 6 = 0 atau 2x + 12 = 0

4x = 6 atau
2x = 12

x =  atau

. . . (1)
3

2)

Irisan penyelesaian (1) dan (2):

Penyelesaiannya: 0 < x < 3 atau 3 < x < 6.


Jadi, semua nilai x yang memenuhi adalah 0 < x < 3
atau 3 < x < 6.

20

Penyelesaiannya: 6 x  6 x 1  .





|x 3| adalah {x | 6 x 1  , x R}.
. . . (2)

x = 6

Jadi, himpunan nilai x yang memenuhi 3|x + 3|

|x 3| < 3 3 < x 3 < 3


0<x<6
0

4x 2 = 0 x =  =  .

x =  atau x = 3




5. Jawaban: b
|2x + 1| < |2x 3| Kedua ruas bernilai positif.
Kedua ruas dikuadratkan.

|2x + 1|2 < |2x 3|2

(2x + 1)2 < (2x 3)2


2

(2x + 1) (2x 3)2 < 0


(2x + 1 + (2x 3))(2x + 1 (2x 3)) < 0

(4x 2)(4) < 0

Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak

7. Jawaban: e
|x2 2| 1 Kedua ruas bernilai positif.
Kedua ruas dikuadratkan.

|x2 2|2 12
2

(x 2)2 12 0
2
(x 2 + 1)(x2 2 1) 0

(x2 1)(x2 3) 0
Pembuat nol:
(x2 1)(x2 3) = 0
(x2 1) = 0 atau (x2 3) = 0

x2 = 1 atau
x = 1 atau
+

x2 = 3
x= 

 1

+


Penyelesaiannya:  x 1 atau 1 x  .
Jadi, batas-batas nilai x yang memenuhi |x2 2| 1
adalah  x 1 atau 1 x  .
8. Jawaban: b
|x2 2x 1| 2 0
|x2 2x 1| 2 Kedua ruas bernilai positif.
Kedua ruas dikuadratkan.

|x2 2x 1|2 22

(x2 2x 1)2 22

(x2 2x 1)2 22 0
(x2 2x 1 + 2)(x2 2x 1 2) 0

(x2 2x + 1)(x2 2x 3) 0
Pembuat nol:
(x2 2x + 1)(x2 2x 3) = 0

(x 1)(x 1)(x + 1)(x 3) = 0


x = 1 atau x = 1 atau x = 1 atau x = 3
+

+
3

Penyelesaiannya: 1 x 1 atau 1 x 3 yang


dapat dituliskan menjadi 1 x 3.
Jadi, nilai x yang memenuhi |x2 2x 1| 2 0
adalah 1 x 3.
9. Jawaban: a


|  x2 10| 6

Kedua ruas bernilai positif.

Kedua ruas dikuadratkan.




|  x2 10|2 62


(  x2 10)2 62


(  x2 10)2 62 0

(  x2 10 + 6)(  x2 10 6) 0

(  x2 4)(  x2 16) 0

(  x + 2)(  x 2)(  x + 4)(  x 4) = 0


x


x


=4
x = 4 atau x = 4 atau x = 8 atau x = 8

+
4

Penyelesaiannya:
2 < y < 6
2 < |x 2| < 6
2 < |x 2| dan |x 2| < 6
2 < |x 2| |x 2| > 2
Oleh karena |x 2| 0 maka |x 2| > 2
dipenuhi oleh semua x R.
. . . (1)
2) |x 2| < 6
6 < x 2 < 6
6 + 2 < x 2 + 2 < 6 + 2

4 < x < 8
. . . (2)
Irisan penyelesaian (1) dan (2) adalah 4 < x < 8.
Jadi, himpunan penyelesaian |x 2|2 < 4|x 2| + 12
adalah {x | 4 < x < 8, x R}.
1)

11. Jawaban: c
|2x 3|2 |2x 3| 20
Misalkan y = |2x 3|, pertidaksamaan menjadi:
y2 y 20

y2 y 20 0
(y + 4)(y 5) 0
Pembuat nol:
(y + 4)(y 5) = 0
y = 4 atau y = 5
+

+
5

Penyelesaiannya:
y 4 atau
y5
|2x 3| 4 atau |2x 3| 5
1)

= 2 atau  x = 2 atau  x = 4 atau

10. Jawaban: d
|x 2|2 < 4|x 2| + 12
Misalkan y = |x 2|, pertidaksamaan menjadi:
y2 < 4y + 12
y2 4y 12 < 0
(y + 2)(y 6) < 0
Pembuat nol:
(y + 2)(y 6) = 0 y = 2 atau y = 6

(  x + 2)(  x 2)(  x + 4)(  x 4) 0


Pembuat nol:


x 8 atau 4 x 4 atau x 8.

Jadi, himpunan penyelesaian |  x2 10| 6 adalah

2)

|2x 3| 4
Oleh karena |2x 3| 0, tidak ada nilai x yang
memenuhi |2x 3| 4.
. . . (1)
|2x 3| 5 Kedua ruas bernilai positif.

|2x 3|2 52

(2x 3)2 52 0
(2x 3 + 5)(2x 3 5) 0

(2x + 2)(2x 8) 0

Penyelesaiannya: x 8 atau 4 x 4 atau x 8.


Matematika Kelas X

21

Irisan penyelesaian (3) dan (4):

Pembuat nol:
(2x + 2)(2x 8) = 0
2x = 2 atau 2x = 8

x = 1 atau x = 4
+

. . . (6)
3

. . .(2)

c.

Gabungan penyelesaian (3) dan (6):

Gabungan penyelesaian (1) dan (2):


1
4

Penyelesaiannya: x 1 atau x 4.
Jadi, nilai x yang memenuhi adalah x 1 atau x 4.
12. Jawaban: d
Ruas kanan pertidaksamaan |x2 3| < 2x yaitu 2x
nilainya belum tentu positif. Oleh karena itu, nilai
2x diuraikan menjadi dua kemungkinan yaitu 2x < 0
atau 2x 0.
a. Untuk 2x < 0:
2x < 0 x < 0

Penyelesaiannya: 1 < x < 3.


Jadi, penyelesaian |x2 3| < 2x adalah 1 < x < 3.
13. Jawaban: c
Ruas kanan pertidaksamaan |2x + 5| x + 3, yaitu
x + 3 nilainya belum tentu positif. Oleh karena itu,
nilai x + 3 diuraikan menjadi dua kemungkinan yaitu
x + 3 < 0 dan x + 3 0.
a. Untuk x + 3 < 0
x + 3 < 0 x < 3
. . . (1)
3

. . . (1)

|2x + 5| x + 3
Oleh karena |2x + 5| 0 dan untuk x + 3 0
maka tidak ada nilai x yang memenuhi |2x + 5|
x + 3.

|x2 3| < 2x
Oleh karena |x2 3| 0, untuk 2x < 0 tidak
ada nilai x yang memenuhi |x2 3| < 2x.

. . . (2)

. . . (2)
Irisan penyelesaian (1) dan (2):

Irisan penyelesaian (1) dan (2):

. . . (3)

. . . (3)
b.

Untuk 2x 0:
2x 0 x 0

b.

Untuk x + 3 0
x + 3 0 x 3
. . . (4)

. . . (4)
3

|x2 3| < 2x
Untuk 2x 0, kedua ruas |x2 3| < 2x bernilai
positif sehingga kedua ruas dapat dikuadratkan.
|x2 3| < 2x
Kedua ruas dikuadratkan
|x2 3|2 < (2x)2

(x2 3)2 < (2x)2


2
2

(x 3 + 2x)(x 3 2x) < 0

(x2 + 2x 3)(x2 2x 3) < 0


(x 1)(x + 3)(x + 1)(x 3) < 0
Pembuat nol:
(x 1)(x + 3)(x + 1)(x 3) = 0
x = 1 atau x = 3 atau x = 1 atau x = 3
+
3

22

+
1

. . . (5)

Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak

Untuk x + 3 0, kedua ruas pertidaksamaan


|2x + 5| x + 3 bernilai positif sehingga kedua
ruas dapat dikuadratkan.
Kedua ruas dikuadratkan.
|2x + 5| x + 3

(2x + 5)2 (x + 3)2

(2x + 5)2 (x + 3)2 0


(2x + 5 + (x + 3))(2x + 5 (x + 3)) 0

(3x + 8)(x + 2) 0
Pembuat nol:
(3x + 8)(x + 2) = 0

x =  atau x = 2
+




+
2

. . . (5)

Irisan penyelesaian (4) dan (5):


+

Irisan penyelesaian (1) dan (2):

. . . (6)

. . . (3)

c.

c)

Penyelesaiannya: x  atau x  .

2)




Gabungan penyelesaian (3) dan (6):


+




Penyelesaiannya:  x 2.
Jadi, penyelesaian pertidaksamaan |2x + 5| x + 3


Syarat hasil mutlak bilangan:


a) 3 + |2x + 4| 0
Oleh karena 3 + |2x 4| = positif + positif
= positif maka 3 + |2x 4| 0 dipenuhi
oleh semua nilai x.

adalah  x 2.
14. Jawaban: b
1) Menentukan penyelesaian |6x| |2x 4| 3
|6x| + |2x 4| 3
|6x| 3 + |2x 4| Kedua ruas bernilai positif.
Kedua ruas dikuadratkan.
(|6x|)2 (3 + |2x 4)2
36x2 9 + 6|2x 4| +(2x 4)2
36x2 9 + 6|2x 4| + 4x2 16x + 16
32x2 + 16x 25 6|2x 4|
|2x 4|

. . .(4)
  +  


b)

32x2 + 16x 25 0
Pembuat nol:
32x2 + 16x 25 = 0
x1,2 =

  +  


Agar lebih mudah |2x 4|

=
  +  


  +  


2x 4

  +  


2x 4 dan 2x 4

  +  


c)

  +  


b)




 +  


12x 24 32x2 + 16x 25


+ 4x 1 0
(8x 1)(4x + 1) 0







. . . (6)




Penyelesaiannya: x  atau x  .
Jadi, penyelesaian |6x| |2x 4| 3 adalah


. . . (2)

. . . (5)

x  atau x  .
15. Jawaban: e

32x2




 +  


. . .(1)




2x 4

  


Irisan penyelesaian (3) dan (6):

32x2 + 16x 25 12x + 24


32x2 + 28x 49 0
(8x 7)(4x + 7) 0
+

 +  


  


3)

2x 4

  
 

Irisan penyelesaian (4) dan (5):

  +  


a)

   

 

  


diselesaikan menggunakan konsep mutlak.


Menggunakan konsep mutlak diperoleh:


 

2


2   2




2   dan   2

Matematika Kelas X

23

1)




 

2  

+20

  
 
 

 
 

 < x < 3


Jadi, penyelesaian |3x 1| < 8 adalah  < x < 3.


b.

Pembuat nol:
3x + 4 = 0 atau x + 3 = 0


x =  atau x = 3
Syarat penyebut: x + 3 0 x 3
+

. . . (1)

3 


2)


 


 

  
 
 

 
 

20

+
8

3)

. . . (2)

Irisan penyelesaian (1) dan (2):

3


Penyelesaiannya: x 8 atau x

c.

6 3|3 5x| 9
Kedua ruas dibagi (3) diikuti dengan membalik tanda ketidaksamaan.

  



2 |3 5x| 3
3 |3 5x| 2
3 |3 5x| dan |3 5x| 2
1)

3 |3 5x|
Oleh karena |3 5x| 0 maka 3 |3 5x|
|3 5x| 3 terpenuhi oleh semua
nilai x R.
. . . (1)

2)

|3 5x| 2

|3 5x|2 22

(3 5x)2 22 0
(3 5x + 2)(3 5x 2) 0

(5 5x)(1 5x) 0
Pembuat nol:
(5 5x)(1 5x) = 0

x .
B. Uraian
|3x 1| < 8 Kedua ruas bernilai positif.
Kedua ruas dikuadratkan.

|3x 1|2 < 82

(3x 1)2 < 82

(3x 1)2 82 < 0


(3x 1 + 8)(3x 1 8) < 0

(3x + 7)(3x 9) < 0


Pembuat nol:
(3x + 7)(3x 9) = 0






10

Penyelesaiannya: x < 1 atau x > 10.


Jadi, penyelesaian |9 2x| > 11 adalah x < 1
atau x > 10.


.

Jadi, penyelesaian   2 adalah x 8 atau

1. a.

Pembuat nol:
(x 8) = 0 atau x + 3 = 0
x = 8 atau x = 3
Syarat penyebut: x + 3 0 x 3

|9 2x| > 11 Kedua ruas bernilai positif.


Kedua ruas dikuadratkan.

|9 2x|2 > 112

(9 2x)2 > 112

(9 2x)2 112 > 0


(9 2x + 11)(9 2x 11) > 0

(20 2x)(2x 2) > 0


Pembuat nol:
(20 2x)(2x 2) = 0
20 = 2x atau 2x = 2

x = 10 atau x = 1

x = 1 atau x =
+

3)

. . . (2)

Irisan penyelesaian (1) dan (2):

x =  atau x = 3
+

24




Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak

Jadi, penyelesaian 6 3|3 5x| 9 adalah




x 1.

2. a.

(x2 1) = 0
x2 1 merupakan definit negatif (a < 0
dan D < 0) sehingga nilai x2 1 tidak
pernah bernilai nol.
Garis bilangan beserta tandanya sebagai
berikut.

|2 x| > |x 4| Kedua ruas bernilai positif.


Kedua ruas dikuadratkan.
|2 x|2 > |x 4|2
(2 x)2 > (x 4)2
(2 x)2 (x 4)2 > 0
(2 x + (x 4))(2 x (x 4)) > 0

(2)(2x + 6) > 0

2x + 6 < 0
Pembuat nol:
2(2x + 6) = 0

2x = 6

x=3
+

2)

d.

Penyelesaiannya: x > 3
Jadi, batas-batas nilai x yang memenuhi
|2 x| > |x 4| adalah x > 3.
b.

|2x 1| < |x + 2| Kedua ruas bernilai positif.


Kedua ruas dikuadratkan.

|2x 1|2 < |x + 2|2

(2x 1)2 < (x + 2)2


2

(2x 1) (x + 2)2 < 0


(2x 1 + (x + 2))(2x 1 (x + 2) < 0

(3x + 1)(x 3) < 0


Pembuat nol:
(3x + 1)(x 3) = 0
x=




+


+
1

+
4

Penyelesaiannya: 2 < x < 0 atau 2 < x < 4.


Jadi, himpunan penyelesaian |x2 2x 4| < 4
adalah {x | 2 < x < 0 atau 2 < x < 4}.

3. a.

Penyelesaiannya:  < x < 3.


Jadi, batas-batas nilai x yang memenuhi


|2x 1| < |x + 2| adalah  < x < 3.


c.

|x2 2x 4| < 4 Kedua ruas bernilai positif.


Kedua ruas dikuadratkan.
|x2 2x 4|2 < 42
(x2 2x 4)2 < 42
(x2 2x 4)2 42 < 0
(x2 2x 4 + 4)(x2 2x 4 4) < 0
(x2 2x)(x2 2x 8) < 0
Pembuat nol:
(x2 2x)(x2 2x 8) = 0
x(x 2)(x + 2)(x 4) = 0
x = 0 atau x = 2 atau x = 2 atau x = 4
+

atau x = 3

Penyelesaiannya: x atau x .
Jadi himpunan penyelesaian |2 x2| 3 adalah
{x | x atau x }.

|2 x2| 3 Kedua ruas bernilai positif.


Kedua ruas dikuadratkan.

|2 x2|2 32

(2 x2)2 32

(2 x2)2 32 0
(2 x2 + 3)(2 x2 3) 0

(x2 + 5)(x2 1) 0
Pembuat nol:
(x2 + 5)(x2 1) = 0
1) (x2 + 5) = 0
5 x2 = 0
5 x2 = 0
( + x)( x) = 0
x = atau x =

|4x 6| < 3x + 4
Ruas kanan pertidaksamaan |4x 6| < 3x + 4
yaitu 3x + 4 nilainya belum tentu positif. Oleh
karena itu, nilai 3x + 4 diuraikan menjadi dua
kemungkinan yaitu 3x + 4 < 0 atau 3x + 4 0.
1) Untuk 3x + 4 < 0:


3x + 4 < 0 3x < 4 x < 

. . . (1)

|4x 6| < 3x + 4
Oleh karena |4x 6| 0, untuk 3x + 4 < 0
tidak ada nilai x yang memenuhi |4x 6|
< 3x + 4.
. . . (2)
Irisan penyelesaian (1) dan (2):
. . . (3)

Matematika Kelas X

25

Untuk 3x + 4 0:

2)

Irisan penyelesaian (1) dan (2):

3x + 4 0 3x 4 x




. . . (3)



. . . (4)


2)

2x 3 0 2x 3 x 

|4x 6| < 3x + 4
Oleh karena 3x + 4 0, kedua ruas bernilai
positif sehingga dapat dikuadratkan.
Kedua ruas dikuadratkan.

(4x 6)2 < (3x + 4)2

(4x 6)2 (3x + 4)2 < 0


(4x 6 + (3x + 4))(4x 6 (3x + 4)) < 0

(7x 2)(x 10) < 0


Pembuat nol:
(7x 2)(x 10) = 0

. . . (4)



|x2 3x + 1| 2x 3
Kedua ruas dikuadratkan.

|x2 3x + 1|2 (2x 3)2

(x2 3x + 1)2 (2x 3)2


2
(x 3x + 1)2 (2x 3)2 0
(x2 3x + 1 + (2x 3))
(x2 3x + 1 (2x 3)) 0
2
(x x 2)(x2 5x + 4) 0

x =  atau x = 10
+




Pembuat nol:
(x2 x 2)(x2 5x + 4) = 0
(x + 1)(x 2)(x 1)(x 4) = 0
x = 1 atau x = 2 atau x = 1 atau x = 4

. . . (5)

10

Irisan penyelesaian (4) dan (5):


. . . (6)

3)




Untuk 2x 3 0:




10

+
1

. . . (5)

Irisan penyelesaian (4) dan (5):

Gabungan penyelesaian (3) dan (6):

. . . (6)



10

3)

Penyelesaiannya:  < x < 10.


Jadi, himpunan penyelesaian |4x 6| < 3x +

b.

2x 3 < 0 2x < 3 x < 


. . . (1)



|x2 3x + 1| 2x 3
Oleh karena |x2 3x + 1| 0 dan 2x 3 < 0,
semua nilai x memenuhi |x2 3x + 1|
2x 3.
. . . (2)

26

Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak

Gabungan penyelesaian (3) dan (6):

4 adalah {x|  < x < 10}.


Ruas kanan pertidaksamaan |x2 3x + 1|
2x 3 yaitu 2x 3 nilainya belum tentu positif.
Oleh karena itu, nilai 2x 3 diuraikan menjadi
dua kemungkinan yaitu 2x 3 < 0 atau 2x 3 0.
1) Untuk 2x 3 < 0:




Penyelesaiannya: x 2 atau x 4.
Jadi, himpunan penyelesaian |x2 3x + 1|
2x 3 adalah {x | x 2 atau x 4}.
4. a.

|x 3|2 > 7|x 3| 6


Misalkan y = |x 3|, pertidaksamaan menjadi:
y2 > 7y 6
y2 7y + 6 > 0
(y 1)(y 6) > 0
Pembuat nol:
(y 1)(y 6) = 0
y = 1 atau y = 6
+

+
6

Penyelesaiannya: y < 1 atau y > 6.


1) y < 1
|x 3|

|x 3|2

(x 3)2

(x 3)2 12
(x 3 + 1)(x 3 1)

(x 2)(x 4)
+

. . . (2)

Gabungan penyelesaian (1) dan (2):

3)

Gabungan penyelesaian (1) dan (2):

Penyelesaiannya: x < atau x > 1.


Jadi, nilai x yang memenuhi 14 + 5|5x + 2| <


|5x + 2|2 adalah x < atau x > 1.


5. a.

 
 

 
 

3 atau

1)

 
 

Penyelesaiannya: x < 3 atau 2 < x < 4


atau x > 9.
Jadi, nilai x yang memenuhi |x 3|2 > 7|x 3| 6
adalah x < 3 atau 2 < x < 4 atau x > 9.
b.

2|2

14 + 5|5x + 2| < |5x +


Misalkan y = |5x + 2|, pertidaksamaan menjadi:
14 + 5y < y2

0 < y2 5y 14
2

y 5y 14 > 0
(y + 2)(y 7) > 0
+

1)

y < 2
|5x + 2| < 2
Oleh karena |5x + 2| 0, tidak
ada nilai x R yang memenuhi
|5x + 2| < 2.
. . . (1)
y>7

|5x + 2| > 7
|5x + 2|2 > 72
(5x + 2)2 72 > 0
(5x + 2 + 7)(5x + 2 7) > 0
(5x + 9)(5x 5) > 0

 
 

+30

  
 
 

   
 


 

1 2x = 0 x = 
Syarat penyebut:

1 2x 0 x 

y < 2 atau y > 7

 
 

Pembuat nol pembilang:


5x + 5 = 0 x = 1
Pembuat nol penyebut:

2)

. . . (2)

>6
> 62
> 62
>0
>0
>0

3)

x = atau x = 1

. . . (1)

y>6
|x 3|

|x 3|2

(x 3)2

(x 3)2 62
(x 3 + 6)(x 3 6)

(x + 3)(x 9)

2)

Pembuat nol:
(5x + 9)(5x 5) = 0

<1
< 12
< 12
<0
<0
<0




2)

 
 

. . . (1)

 
30
 
  
 
 

   
 

 
 

Pembuat nol pembilang:




7x 1 = 0 x = 
Pembuat nol penyebut:


1 2x = 0 x = 

Matematika Kelas X

27

Syarat penyebut:
1 2x 0 x




3)




. . . (2)




         


  
 

   


  
 

  

  
 

Gabungan penyelesaian (1) dan (2):






Pembuat nol pembilang:


(2x2 1) = 0
2x2 1 = 0

2x2 = 1







x2 = 

x=

x 1 dan x 

 
 

 

x=

Oleh karena kedua ruas memuat tanda mutlak,


kedua ruas dikuadratkan.
 


 


 

3)

28

  

 


  
 



 
   
 
   


 

 




+


0 0







.

Jadi, himpunan penyelesaiannya {x | x < 1


atau 1 < x <
x







 atau x = 0 atau

 }.

Garis bilangannya:
+

12

<0

Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak

atau x = 0 atau x

 

1. Jawaban: c

2)




Penyelesaiannya: x < 1 atau 1 < x <



0

Pembuat nol pembilang:


13x + 39 = 0
13x = 39

x = 3
Pembuat nol penyebut:
x + 12 = 0
x = 12
Syarat penyebut:
x + 12 0
x 12

1 1

A. Pilihan Ganda

1)

 atau x =

 
 




Pembuat nol penyebut:


x(x + 1)x(x + 1) = 0
x = 0 atau x = 1 atau x = 0 atau x = 1

adalah {x |  x 1 dan x  }.
 


x <  atau  < x 1

Jadi, himpunan penyelesaian

b.

+
3

Penyelesaiannya: 12 < x < 3.


Jadi, nilai x yang memenuhi

 
 

< 0 adalah

12 < x < 3.
2. Jawaban: e
Pecahan


 

bernilai positif, artinya


 

1)

>0

Pembuat nol pembilang:


x2 = 0 x = 0 atau x = 0


 

> 0.

2)

Pembuat nol penyebut:


9 x2 = 0 (3 + x)(3 x) = 0
x = 3 atau x = 3
3) Syarat penyebut:
9 x2 0 (3 + x)(3 x) 0
x 3 atau x = 3
Garis bilangannya:

00

bernilai positif haruslah

3. Jawaban: b

1)

Pembuat nol pembilang:


4 x2 = 0 (2 x)(2 + x) = 0

x = 2 atau x = 2
2) Pembuat nol penyebut:
x2 + 2 = 0
Oleh karena x2 + 2 merupakan definit positif
(a > 0 dan D < 0), x2 + 2 selalu bernilai positif.
3) Syarat penyebut:
x2 + 2 0
Oleh karena x2 + 2 merupakan definit positif
(a > 0 dan D < 0), x2 + 2 tidak pernah bernilai
nol. Artinya x2 + 2 0 dipenuhi oleh semua
nilai x R.
Garis bilangannya:
+

Penyelesaiannya: x 2 atau x 2.
Jadi, salah satu nilai interval yang memenuhi


  

      
  

        
  


  

1)




adalah

5. Jawaban: d
 


 


 


     


      


 



 


1)

2)
3)

Pembuat nol pembilang:


x2 + 4 = 0 x2 4 = 0

(x + 2)(x 2) = 0

x = 2 atau x = 2
Pembuat nol penyebut: 6x = 0 x = 0
Syarat penyebut: 6x 0 x 0
+

Jadi, nilai x yang memenuhi


x 2 atau 0 < x 2.


 


 


adalah

Pembuat nol pembilang:


Pembilang tidak pernah bernilai nol


2
 

, pertidaksamaan
=
 

Misalkan y



1 < x < 3.


 









6. Jawaban: e

0 adalah x 2.

4. Jawaban: a



Penyelesaiannya: x 2 atau 0 < x 2.

Jadi, nilai x yang memenuhi

Penyelesaiannya: 1 < x < 3.

x anggota {x | 3 < x < 3, x 0, x R}.


  

Penyelesaiannya: 3 < x < 0 atau 0 < x < 3


3 < x < 3, x 0.
Jadi, agar

Pembuat nol penyebut:


(x 3)(x + 1) = 0 x = 3 atau x = 1
3) Syarat penyebut:
(x 3)(x + 1) 0 x 3 dan x 1
Garis bilangannya:




2)

menjadi:

3y 2
y2 3y + 2 0
(y 1)(y 2) 0
y2

+
2

Penyelesaiannya:
1y2

1
1


 

dan


 

 

2
2

Matematika Kelas X

29

1)


 


 

  
 


 

Grafik berada di atas sumbu X untuk x < 6


atau 3 < x < 1 atau x > 2.
Pernyataan 1) salah dan pernyataan 2) benar.

10
0
b.


 

. . . (1)

 

20

  
 

 
 



 

+
1

    
   

berada di bawah

sumbu Y (garis y2 = 0) untuk:


y1 < y2

2)

Grafik fungsi y1 =

    
   

<0

  
  

<0

Garis bilangannya:
+

1 2

Penyelesaiannya: 6 < x < 3 atau 1 < x < 2.


Grafik berada di bawah sumbu X untuk
6 < x < 3 atau 1 < x < 2.
Pernyataan 3) salah dan pernyataan 4) benar.
Jadi, pernyataan yang benar adalah 2) dan 4).

. . . (2)

Irisan penyelesaian (1) dan (2):

8. Jawaban: d


Grafik y1 =  2x terletak di atas garis y2 = x jika


y1 > y2.

Penyelesaiannya: x 4.
Jadi, nilai x yang memenuhi
adalah x 4.


 



 

y1 > y2
2

Grafik fungsi y1 =

    
   

berada di atas

sumbu X (garis y2 = 0) untuk:


y1 > y2

    
   

>0

  
  

>0

1)

Pembuat nol pembilang:


(x 1)(x + 6) = 0
x = 1 atau x = 6
2) Pembuat nol penyebut:
(x 2)(x + 3) = 0
x = 2 atau x = 3
3) Syarat penyebut:
(x 2)(x + 3) 0
x 2 atau x 3
Garis bilangannya:
+




7. Jawaban: c
a.




+
3

1 2

Penyelesaiannya: x < 6 atau 3 < x < 1 atau


x > 2.

2x > x

2x x > 0




  


3x > 0
>0

1)

Pembuat nol pembilang:


3 3x2 = 0
3(x2 1) = 0
3(x + 1)(x 1) = 0

x = 1 atau x = 1
2) Pembuat nol penyebut: x = 0
3) Syarat penyebut: x 0
Garis bilangannya:
+

+
0

Penyelesaiannya: x < 1 atau 0 < x < 1.




Jadi, grafik y =  2x terletak di atas garis y = x


untuk x < 1 atau 0 < x < 1.
9. Jawaban: b
1) x2 x 2 > 0
(x + 1)(x 2) > 0
+

30

Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak

+
2

. . . (1)

2)

3)

    


f(x) =

Irisan penyelesaian (1) dan (2).

x2 x + 3 merupakan definit positif (a > 0 dan


D < 0) sehingga x2 x + 3 selalu bernilai positif
untuk berapapun nilai x R.
. . . (2)
f(x) =

    


Dari (1) dan (2) diperoleh untuk x < 1 atau


x > 2, f(x) = 0 atau f(x) > 0.
Jadi, untuk setiap nilai x berlaku f(x) > 0.




Penyelesaiannya: x 6.

12. Jawaban: a
   < 2

  
  

Fungsi f(x) =

  

0.


  



   

 


terdefinisi jika nilai

1)

Pembuat nol pembilang:


(x 1)(x 1) = 0 x = 1 atau x = 1
2) Pembuat nol penyebut:
(4 x)(4 + x) = 0 x = 4 atau x = 4
3) Syarat penyebut:
(4 x)(4 + x) 0 x 4 atau x 4
Garis bilangannya:

+
4

11

Penyelesaiannya: 4 < x 1 atau 1 x 4


4 < x < 4.
  
  

Jadi, fungsi f(x) =

terdefinisikan jika

Kedua ruas bernilai positif.

Kedua ruas dikuadratkan.

  4 adalah

Jadi, nilai x yang memenuhi


x 6.

10. Jawaban: a



  

< 22

6 + x x2 < 4

2 + x x2 < 0
(x 1)(x 2) < 0
Pembuat nol:
1) (x 1)(x 2) = 0
x = 1 atau x = 2

+
1

2)

. . . (1)

Syarat akar:
6 + x x2 0
(2 + x)(3 x) 0
Pembuat nol:
(2 + x)(3 x) = 0
x = 2 atau x = 3

. . .(2)

Irisan penyelesaian (1) dan (2):

4 < x < 4.
11. Jawaban: c
1)

  4 Kedua ruas bernilai positif.


Kedua ruas dikuadratkan.

  ) 42
3x 2 16
3x 18
x6

Penyelesaiannya: 2 x < 1 atau 2 < x 3.

13. Jawaban: d
. . . (1)

Syarat akar:
3x 2 0 3x 2

Jadi, himpunan penyelesaian    < 2


adalah 2 x < 1 atau 2 < x 3.

2)

2 1

Salah satu ruas pertidaksamaan   > x 3,


yaitu x 3, nilainya belum tentu positif. Oleh
karena itu, nilai x 3 diuraikan menjadi dua
kemungkinan yaitu x 3 < 0 atau x 3 0
a. Untuk x 3 < 0:

  > x 3

x 

. . . (1)
. . . (2)



  > x 3
Matematika Kelas X

31

  0 dan x 3 < 0, pertidak-

Oleh karena

  > x 3 dipenuhi oleh semua

samaan
nilai x.

. . . (2)

14. Jawaban: b
Salah satu ruas pertidaksamaan    x 2,
yaitu x 2 nilainya belum tentu positif. Oleh karena
itu, nilai x 2 diuraikan menjadi dua kemungkinan
yaitu x 2 < atau x 2 0.
a. Untuk x 2 < 0:
x2<0x<2

Syarat akar:
x10 x1

. . . (1)
2

. . . (3)

   x 2

   0 dan x 2 < 0, tidak

Oleh karena
Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3):

b.

   x 2.
. . . (2)

. . . (4)

ada nilai x yang memenuhi

Syarat akar:
x + 10 0 x 10

Untuk x 3 0:
x30x3

. . . (3)

. . . (5)
10

  > x 3 Kedua ruas bernilai positif.


Kedua ruas dikuadratkan.

(  ) > (x 3)2

x 1 > x2 6x + 9
2

x 7x + 10 < 0
(x 2)(x 5) < 0
Pembuat nol:
(x 2)(x 5)
x = 2 atau x = 5

Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3):


. . . (4)

b.

. . . (5)
2

   x 2
. . . (6)

Kedua ruas dikuadratkan.




Syarat akar:
x10x1
. . . (7)
1

Irisan penyelesaian (5), (6), dan (7):


. . . (8)
c.

Kedua ruas bernilai positif.

(    ) (x 2)2

Untuk x 2 0:
x20x2

x + 10 x2 4x + 4

0 x2 5x 6
2

x 5x 6 0
(x + 1)(x 6) 0
Pembuat nol:
(x + 1)(x 6)
x = 1 atau x = 6

Gabungan penyelesaian (4) dan (8):

. . . (6)

Syarat akar:
x + 10 0 x 10
1

Penyelesaiannya: 1 x < 5.
Jadi, himpunan semua nilai x yang memenuhi

  > x 3 adalah 1 x < 5.

32

Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak

. . . (7)
10

Irisan penyelesaian (5), (6), dan (7):

16. Jawaban: e
. . . (8)

c.

 < 2 +

Penyelesaiannya: x 6.

   x 2 adalah

15. Jawaban: d



 < 0

 <

Kedua ruas bernilai positif.



Kedua ruas dikuadratkan.

 ) <


  )

 ) < (  ) Kedua ruas




bernilai positif.

5 x < 4 + 4   + (x 1)

5 x < 3 + x + 4  

5 x 3 x < 4  

2x + 2 < 4  

Salah satu ruas pertidaksamaan 2x + 2 < 4  


nilainya belum tentu positif. Oleh karena itu, nilai
2x + 2 diuraikan menjadi dua kemungkinan yaitu
2x + 2 < 0 atau 2x + 2 0.
a. Untuk 2x + 2 < 0:
2x + 2 < 0 2x < 2 x > 1

4 3x < x + 2
4x < 2

. . . (1)
1

x >

x> 

2x + 2 < 4   4   > 2x + 2

Oleh karena 4   0 dan 2x + 2 < 0,


pertidaksamaan 2x + 2 < 4   dipenuhi
oleh semua nilai x.

. . . (1)



Syarat akar:
1) 4 3x 0

. . . (2)

4 3x

x 

Syarat akar:
x10x1

. . . (3)
1

. . . (2)

5x0x5

2)

 

Kedua ruas dikuadratkan.

Gabungan penyelesaian (4) dan (8):

Jadi, nilai x yang memenuhi


x 6.

  < 2

. . . (4)

x + 2 0 x 2

Irisan penyelesaian (1), (2), (3), dan (4):

. . . (3)
2

Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3):

b.


 

. . . (6)
1

Jadi, batas-batas nilai x yang memenuhi

   < 0 adalah

Untuk 2x + 2 0:
2x + 2 0 2x 2 x 1

Penyelesaiannya:  < x  .




. . . (5)

< x .



2x + 2 < 4   Kedua ruas bernilai positif.


Kedua ruas dikuadratkan.

(2x + 2)2 < (


 )
4x2 8x + 4 < 16(x 1)

Matematika Kelas X

33


4x2 8x + 4 < 16x 16
2
4x 24x + 20 < 0
(4x 20)(x 1) < 0
Pembuat nol:
(4x 20)(x 1) = 0
x = 5 atau x = 1
+

1)

 

3 <

Oleh karena   0 maka 3 <


terpenuhi oleh semua nilai x

 

. . . (1)
. . . (7)

  < 2

2)

Syarat akar:
5x0 5x
x5

 ) < 22


x1<4
x<5
. . . (2)

. . . (8)
5

Syarat akar: x 1 0 x 1

x10 x1

. . . (3)
. . . (9)
1

Irisan penyelesaian (6), (7), (8), dan (9):

Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3):

. . . (10)
1

c.

Gabungan penyelesaian (5) dan (10):

Jadi, nilai x yang memenuhi


adalah 1 < x 5.
(x 1) +

  < 6

Misalkan y =

 ) +


  < 2

  < 6

  , pertidaksamaan menjadi:

y2 + y < 6
2

y +y6<0
(y 2)(y + 3) < 0
Pembuat nol:
(y 2)(y + 3) = 0
y = 2 atau y = 3
+

Penyelesaiannya:
3 < y < 2
3 <

  dan

Bentuk

   mempunyai nilai lebih kecil dari

bentuk

  
jika

 + <

  

 + <

Kedua ruas bernilai positif.

Kedua ruas dikuadratkan.

 + ) <


  
.

  

x + 1 < x2 3x 4

0 < x2 4x 5
2

x 4x 5 > 0
(x + 1)(x 5) > 0
Pembuat nol:
(x + 1)(x 5) = 0
x = 1 atau x = 5

  < 2

18. Jawaban: c

3 <

Diperoleh a = 1 dan b = 5.
Jadi, nilai a + b = 1 + 5 = 6.

Penyelesaiannya: 1 < x 5.

17. Jawaban: e

Himpunan penyelesaiannya:
{x R | 1 x < 5}

  < 2

. . . (1)

Syarat akar:
1) x + 1 0 x 1
. . . (2)
1

34

Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak

2)

x2 3x 4 0
(x + 1)(x 4) 0
Pembuat nol:
(x + 1)(x 4) = 0
x = 1 atau x = 4
+

Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3):

y1 < y2
   Kedua ruas
bernilai positif.

Kedua ruas dikuadratkan.

   

<

  

2x2 x 1 < 5 3x 2x2

4x2 + 2x 6 < 0

2(2x2 + x 3) < 0
Pembuat nol:
2(2x2 + x 3) = 0
2(2x + 3)(x 1) = 0




2)

x =  atau x = 1

. . . (1)

21. Jawaban: e
|x2 4x 5| 7 Kedua ruas bernilai positif.
Kedua ruas dikuadratkan.

|x2 4x 5|2 72
2

(x 4x 5)2 72 0
2
(x 4x 5 + 7)(x2 4x 5 7) 0

(x2 4x + 2)(x2 4x 12) 0


Pembuat nol:
(x2 4x + 2)(x2 4x 12) = 0
1) x2 4x + 2 = 0

x12 =

. . . (2)

5 3x 2x2 0
(5 + 2x)(1 x) 0
Pembuat nol:
(5 + 2x)(1 x) = 0




Jadi, himpunan penyelesaiannya {x | x <  atau


x > 1}.

x =  atau x = 1
+

Penyelesaiannya: x <  atau x > 1.

Syarat akar:
1) 2x2 x 1 0
(2x + 1)(x 1) 0
Pembuat nol:
(2x + 1)(x 1) = 0

x =  atau x = 1

20. Jawaban: b
|3x + 2| > 5 Kedua ruas bernilai positif.
Kedua ruas dikuadratkan.

|3x + 2|2 > 52

(3x + 2)2 52 > 0


(3x + 2 + 5)(3x + 2 5) > 0

(3x + 7)(3x 3) > 0


Pembuat nol:
(3x + 7)(3x 3) = 0

x =  atau x = 1
+

   untuk < x .



grafik y =

    terletak di bawah grafik

    <

    terletak di bawah

Jadi, grafik y =

   untuk y1 < y2.

19. Jawaban: d
y2 =




Penyelesaiannya:  < x  .

Penyelesaiannya: x > 5.
Jadi, nilai x haruslah x > 5.
Grafik y1 =

. . . (3)

. . . (3)

Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3):

+



2)



 





 


x1 = 2 +

=2

 atau x2 = 2

x2

4x 12 = 0
(x + 2)(x 6) = 0
x = 2 atau x = 6

Matematika Kelas X

35

+
 2+

|2x 5| > x + 1 Kedua ruas bernilai positif.


Kedua ruas dikuadratkan.

|2x 5|2 > (x + 1)2

(2x 5)2 > (x + 1)2

(2x 5)2 (x + 1)2 > 0


(2x 5 + (x + 1))(2x 5 (x + 1)) > 0

(3x 4)(x 6) > 0


Pembuat nol:
(3x 4)(x 6) = 0

+
6

Penyelesaiannya: 2 x 2  atau 2 +  x 6.
Jadi, himpunan penyelesaian |x2 4x 5| 7
adalah 2 x 2  atau 2 +  x 6.
22. Jawaban: d
|2x 3| > |x 8| Kedua ruas bernilai positif.
Kedua ruas dikuadratkan.

|2x 3|2 > |x 8|2

(2x 3)2 > (x 8)2


2

(2x 3) (x 8)2 > 0


((2x 3) + (x 8))((2x 3) (x 8)) > 0

(3x 11)(x + 5) > 0


Pembuat nol:
(3x 11)(x + 5) = 0

x =  atau x = 6
. . . (5)

Irisan penyelesaian (4) dan (5):


. . . (6)
1



x =  atau x = 5
+

c.

Gabungan penyelesaian (3) dan (6):

+



Penyelesaian: x < 5 atau x >


.


Jadi, himpunan penyelesaian |2x 3| > |x 8|




adalah {x | x < 5 atau x >  }.

Penyelesaiannya: x <  atau x > 6.


Jadi, nilai x yang memenuhi |2x 5| > x + 1 adalah

x <  atau x > 6.

23. Jawaban: b
Salah satu ruas pertidaksamaan |2x 5| > x + 1,
yaitu x + 1 nilainya belum tentu positif. Oleh karena
itu, nilai x + 1 dipecah menjadi dua kemungkinan
yaitu x + 1 < 0 atau x + 1 0.
a. Untuk x + 1 < 0:
x + 1 < 0 x < 1

24. Jawaban: e
Salah satu ruas pertidaksamaan |x | < x2 x 6
yaitu x2 x 6 nilainya belum tentu positif. Oleh
karena itu, nilai x2 x 6 dipecah menjadi dua
kemungkinan yaitu x2 x 6 < 0 atau x2 x 6 0.
a. Untuk x2 x 6 < 0:
x2 x 6 < 0 (x + 2)(x 3) < 0

. . . (1)
1
2

Oleh karena |2x 5| 0 dan x + 1 < 0,


pertidaksamaan |2x 5| > x + 1 dipenuhi oleh
semua nilai x.

Oleh karena |x| 0 dan x2 x 6 < 0, tidak


ada nilai x yang memenuhi |x| < x2 x 6.
. . . (2)

. . . (2)
Irisan penyelesaian (1) dan (2):

Irisan penyelesaian (1), dan (2):

. . . (3)

. . . (3)
b.

b.

Untuk x + 1 0:
x + 1 0 x 1
. . . (4)
1

36

. . . (1)

Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak

Untuk x2 x 6 0:
x2 x 6 0 (x + 2)(x 3) 0
. . . (4)
2

|x| < x2 x 6 Kedua ruas bernilai positif.


Kedua ruas dikuadratkan.

|x|2 < (x2 x 6)2

x2 < (x2 x 6)2


2

x (x2 x 6)2 < 0


2

(x + (x x 6))(x (x2 x 6)) < 0

(x2 6)(x2 + 2x + 6) < 0


Pembuat nol:
(x2 6)(x2 + 2x + 6) = 0

. . . (2)
Irisan penyelesaian (1) dan (2):
. . . (3)



b.

15x + 2 0 15x 2 x 

(x  )(x +  )(x 1  )(x 1 +  ) = 0


x=

 atau x =  atau x = 1 +

Untuk 15x + 2 0:

. . . (4)

atau x = 1 




Oleh karena 15x + 2 0, kedua pertidaksamaan 15x + 2 |3x + 2| bernilai positif.


15x + 2 |3x + 2|
Kedua ruas dikuadratkan.

(15x + 2)2 |3x + 2|


2
(15x + 2) (3x + 2)2 0
(15x + 2 + (3x + 2)(15x + 2 (3x + 2) 0

(12x + 4)(18x) 0
Pembuat nol:
(12x + 4)(18x) = 0

. . . (5)


1+

Irisan penyelesaian (4) dan (5):


. . . (6)
1+

c.

Gabungan penyelesaian (3) dan (6):

1+

x =  atau x = 0

Penyelesaiannya: x <  atau x > 1 +  .


Jadi, nilai x yang memenuhi |x| < x2 x 6 adalah
x <  atau x > 1 +  .
25. Jawaban: a
|3x 3| |3x + 2| + 1 Kedua ruas bernilai positif.
Kedua ruas dikuadratkan

|3x 3|2 (|3x + 2| + 1)2

(3x 3)2 (3x + 2)2 + 2|3x + 2| + 1

(3x 3)2 (3x + 2)2 1 2|3x + 2|


9x2 18x + 9 9x2 12x 4 1 2|3x + 2|

30x + 4 2|3x + 2|

15x + 2 |3x + 2|
Salah satu ruas pertidaksamaan 15x + 2 |3x + 2|,
yaitu 15x + 2 belum tentu bernilai positif. Oleh
karena itu, nilai 15x + 2 diuraikan menjadi dua
kemungkinan yaitu 15x + 2 < 0 atau 15x + 2 0.
a. Untuk 15x + 2 < 0:


15x + 2 < 0 15x < 2 x > 

. . . (1)

Oleh karena 15x + 2 < 0 maka pertidaksamaan 15x + 2 |3x + 2| dipenuhi oleh
semua nilai x.

. . . (5)




Irisan penyelesaian (4) dan (5):

c.

. . . (6)




Gabungan penyelesaian (3) dan (6):

Penyelesaiannya: x 0.
Jadi, nilai x yang memenuhi adalah x 0.
26. Jawaban: a


|3 +  | > 1 Kedua ruas bernilai positif.


Kedua ruas dikuadratkan.





|3 +  |2 > 12


(3 +  )2 12 > 0

(3 +  + 1)(3 +  1) > 0

(4 +  )(2 +  ) > 0

Matematika Kelas X

37


 

 

>0


 


>0

Pembuat nol:
(2 2x)(2x) = 0
x = 1 atau x = 0
+

Pembuat nol pembilang:


(4x + 7)(2x + 7) = 0


3)

x =
atau x = 




00

x <  atau
< x < 0 atau x > 0


x <  atau x >


, x 0.


Jadi, nilai x yang memenuhi |3 +  | > 1 adalah




x <  atau x >


, x 0.

3 < 3 2|1 2x|

3 3 < 2|1 2x|

6 < 2|1 2x|

3 > |1 2x|
Kedua ruas bernilai positif sehingga dapat
dikuadratkan.

32 > |1 2x|2
2

(1 2x) 32 < 0
(1 2x + 3)(1 2x 3) < 0

(4 2x)(2 2x) < 0


Pembuat nol:
(4 2x)(2 2x) = 0
x = 2 atau x = 1
+

2)

. . . (1)

|x 1| > 2 Kedua ruas bernilai positif.


Kedua ruas dikuadratkan.

|x 1|2 > 22

(x 1)2 22 > 0
(x 1 + 2)(x 1 2) > 0

(x + 1)(x 3) > 0
Pembuat nol:
(x + 1)(x 3) = 0
x = 1 atau x = 3

2)

3)

. . . (2)

Irisan penyelesaian (1) dan (2):

. . . (1)

3 2|1 2x| < 1

2|1 2x| < 2

|1 2x| > 1
Kedua ruas bernilai positif sehingga dapat
dikuadratkan.

38

28. Jawaban: e
1) |2x 3| < 7 Kedua ruas bernilai positif.
Kedua ruas dikuadratkan.

|2x 3|2 < 72

(2x 3)2 72 < 0


(2x 3 7)(2x 3 + 7) < 0

(2x 10)(2x + 4) < 0


Pembuat nol:
(2x 10)(2x + 4) = 0
x = 5 atau x = 2

27. Jawaban: e
3 < 3 2|1 2x| < 1
3 < 3 2|1 2x| dan 3 2|1 2x| < 1
1)

Penyelesaiannya: 1 < x < 0 atau 1 < x < 2.


Jadi, semua bilangan real x yang memenuhi
3 < 3 2|1 2x| < 1 adalah 1 < x < 0 atau 1 < x < 2.

Penyelesaiannya:


. . . (2)

Irisan penyelesaian (1) dan (2):


+

Pembuat nol penyebut:


x2 = 0 x = 0 atau x = 0
Syarat akar: x2 0 x 0 dan x 0

|1 2x|2 > 12
(1 2x)2 12 > 0
(1 2x + 1)(1 2x 1) > 0
(2 2x)(2x) > 0

Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak

2 1

Penyelesaiannya: 2 < x < 1 atau 3 < x < 5.


Jadi, nilai x yang memenuhi adalah 2 < x < 1 atau
3 < x < 5.
29. Jawaban: c
 
 +
|2x + 3| 0

 
 +
|2x + 3| Kedua ruas bernilai positif.

Kedua ruas dikuadratkan.

 
 +

2)

|2x + 3|2

2x2 15x 3 = 0
x1,2 =

x2 4x + 4 4x2 + 12x + 9

3x2 16x 5 0

3x2 + 16x + 5 0

(3x + 1)(x + 5) 0
Pembuat nol:
(3x + 1)(x + 5) = 0

. . . (1)

. . . (2)

1. a.


.


.




Kedua ruas bernilai positif.

|x2 6x + 1|2

(x2

6x +

1)2



(x2 6x + 1)2






(x2  x +
(2x2 9x + 7)(2x2 15x 3) 0

2x2 9x + 7 = 0
(2x 7)(x 1) = 0
x=




0
0
0
0

11

Penyelesaiannya: 4 < x 11.



)) (x2 6x + 1 (
)) 0





)(x2  x  ) 0


Pembuat nol:
(2x2 9x + 7)(2x2 15x 3) = 0
1)

Jadi, himpunan penyelesaian

(x2 6x + 1 + (




Pembuat nol pembilang:


x + 11 = 0 x = 11
Pembuat nol penyebut:
x4=0x=4
Syarat penyebut:
x40x4

Kedua ruas dikuadratkan.

 
3


  



  


  


+



30. Jawaban: c

 


Jadi, nilai x yang memenuhi adalah 5 x

atau 1 x  atau

B. Uraian

Penyelesaiannya: 5 x

|x2 6x + 1|

 

Jadi, interval yang tidak memenuhi 3 x 0.

Irisan (1) dan (2):

+
 + 

pertidaksamaan |x2 6x + 1|

22




Interval 3 x 0 tidak memenuhi penyelesaian

Syarat akar:
x2 4x + 4 0
(x 2)(x 2) 0
Pembuat nol:
(x 2)(x 2) = 0
x = 2 atau x = 2

  

 

atau x2 =

Penyelesaiannya: x

 

 

  

x1 =

x =  atau x = 5
+

  
 
 

{x | 4 < x 11}.
b.

   
 

 


3 adalah

10

   
 

10 0

      
 

   
 

atau x = 1

Matematika Kelas X

39

1)

Pembuat nol pembilang:


Oleh karena x2 + 2x 6 merupakan
definit negatif (a < 0 dan D > 0) maka
x2 + 2x 6 selalu bernilai negatif (tidak
pernah nol).
Pembuat nol penyebut:
x1=0x=1
Syarat penyebut:
x10x1

2)
3)

 


1)

Pembuat nol pembilang:


x2 2 = 0 (x +  )(x

Pembuat nol penyebut:


x + 1 = 0 x = 1

3)

Syarat penyebut:
x + 1 0 x 1

Penyelesaiannya: x > 1.
   
 



+ 1 
0

      
   


   


2)

3)

3.

5 4

+1

 


dan

1)

 


 


 
+3


 



 


0
0

a)

Pembuat nol pembilang:

b)

4x 13 = 0 x =

Pembuat nol penyebut:


x4=0x=4

x + 1 2  0

x 1  0



  


 


40




3
+

x + 1 2 + 




Penyelesaiannya:
3 y 5

adalah 5 x 4 atau 2 < x < 0.

Jadi, nilai-nilai x yang memenuhi




2 
15
 

Penyelesaiannya: 5 x 4 atau 2 < x < 0.

b.

 

 


Misalkan y = 
, pertidaksamaan menjadi:
y2 2y 15
y2 2y 15 0
(y + 3)(y 5) 0
Pembuat nol:
(y + 3)(y 5) = 0
y = 3 atau y = 5

Pembuat nol pembilang:


x2 + 9x + 20 = 0
(x + 4)(x + 5) = 0
x = 4 atau x = 5
Pembuat nol penyebut:
x(2x + 4) = 0
x = 0 atau x = 2
Syarat penyebut:
x(2x + 4) = 0
x 0 atau x 2
+

.


 

  


1)

Jadi, nilai x yang memenuhi x + 1 2 + 


adalah  x < 1 atau x  .



+ 1 

Penyelesaiannya:  x < 1 atau x

adalah {x | x > 1}.


2. a.

 1

10

) = 0

x =  atau x =

2)

Jadi, himpunan penyelesaian

Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak



c)

Syarat penyebut:
x40x4
+



2)

 


2)

x 

. . . (1)

. . . (3)




Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3):

 


  






50



Jadi, himpunan penyelesaian

2   adalah {x | x >  }.
    < 2x

b.

Salah satu ruas pertidaksamaan    


< 2x yaitu 2x belum tentu bernilai positif. Oleh
karena itu, nilai 2x diuraikan menjadi dua
kemungkinan yaitu 2x < 0 atau 2x 0.
1) Untuk 2x < 0:
2x < 0 x < 0

. . . (2)

Irisan penyelesaian (1) dan (2):

. . . (1)

0


Oleh karena 2x < 0, tidak ada nilai x yang

Penyelesaiannya: x



atau x



2 
15 adalah x
atau x

4. a.

   < 2  

 



.

  ) < (   )


2)

Untuk 2x 0:
2x 0 x 0
. . . (4)
Oleh karena 2x > 0, kedua ruas pertidak-

. . . (1)

samaan     < 2x bernilai


positif.
Kedua ruas dikuadratkan.

Syarat akar:
1) 4x + 1 0 4x 1


. . . (3)

x> 

Irisan penyelesaian (1) dan (2):

4x + 1 < 4(3x 2)
4x + 1 < 12x 8
8x < 9

. . . (2)

Kedua ruas bernilai positif.

Kedua ruas dikuadratkan.

    < 2x.

memenuhi


.

Jadi, nilai-nilai x yang memenuhi


 

   <

4x + 19 = 0 x =

Pembuat nol penyebut:


x4=0x=4
Syarat penyebut:
x40x4




Penyelesaiannya: x >  .

Pembuat nol pembilang:

3)

3x 2 0 3x 2

   

< (2x)2

x2 2x 6 < 4x2
3x2 2x 6 < 0
3x2 + 2x + 6 > 0

. . . (2)

Matematika Kelas X

41

Oleh karena 3x2 + 2x + 6 merupakan


definit positif (a > 0, D < 0) maka
3x 2 + 2x + 6 selalu bernilai positif
sehingga 3x2 + 2x + 6 > 0 terpenuhi oleh
semua nilai x.

Pembuat nol:
x(2x 1) = 0


x = 0 atau x = 
+

. . . (5)
Syarat akar:
1) x2 2x 6 0
Pembuat nol:
x2 2x 6 0

 


 


2)

1+

. . . (1)




x = atau x = 1

=1

Syarat akar:
1) 5x2 9x + 4 0
(5x 4)(x 1) 0
Pembuat nol:
(5x 4)(x 1) = 0

  
 


x1,2 =

. . . (6)

Irisan penyelesaian (4), (5), dan (6):

3)

. . . (2)

3x2 8x + 4
(3x 2)(x 2) 0
Pembuat nol:
(3x 2)(x 2) = 0


x =  atau x = 2
+

1+

. . . (3)





Gabungan penyelesaian (3) dan (6):

Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3):


1+

Penyelesaiannya: x 1 +
Jadi, himpunan penyelesaian
< 2  adalah x 1 +
5. Grafik y1 =

.
   

.

  
berada di atas grafik

y1 > y2

  
>

  
Kedua ruas
bernilai
positif.

Kedua ruas dikuadratkan.

  

>

  

5x2 9x + 4 > 3x2 8x + 4


2x2 x > 0
x(2x 1) > 0




Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak

1 2

grafik y =

6. a.

  
pada interval x < 0 atau

< x  atau x 2.
 + 3 > x + 5

 > x + 2

Salah satu ruas pertidaksamaan



> x + 2, yaitu x + 2 nilainya belum tentu positif.


Oleh karena itu, nilai x + 2 diuraikan menjadi
dua kemungkinan yaitu x + 2 < 0 atau x + 2 0.
1) Untuk x + 2 < 0:
x + 2 < 0 x < 2

42

Penyelesaiannya: x < 0 atau  < x  atau x 2.


Jadi, grafik y =   
berada di atas



  
jika y1 > y2.

y2 =




. . . (1)

Oleh karena x + 2 < 0, pertidaksamaan


 > x + 2 dipenuhi oleh semua nilai

  2 <

b.



  <

 + 2

Kedua ruas
bernilai positif.

x.
Kedua ruas dikuadratkan.
. . . (2)
Syarat akar:
x + 2 > 0 x 2
. . . (3)
2

Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3):


. . . (4)
2)

Untuk x + 2 0:
x + 2 0 x 2

 ) <


 +  )

2x 1 < 6x 5 + 4  + 4

2x 1 < 6x 1 + 4 
4x < 4 

Ruas kiri pertidaksamaan 4x < 4 


belum tentu bernilai positif. Oleh karena itu,
nilai 4x diuraikan menjadi dua kemungkinan
yaitu 4x < 0 atau 4x 0.
1) Untuk 4x < 0:
4x < 0 x < 0 x > 0
. . . (1)

. . . (5)
0

Oleh karena 4x < 0, pertidaksamaan


4x < 4  dipenuhi oleh semua nilai
x.

 > x + 2 Kedua ruas bernilai positif.

Kedua ruas dikuadratkan.

(  ) > (x + 2)2

x + 2 > x2 + 4x + 4

0 > x2 + 3x + 2

0 > (x + 1)(x + 2)
(x + 1)(x + 2) < 0
Pembuat nol:
(x + 1)(x + 2) = 0 x = 1 atau x = 2


. . . (2)
Syarat akar:
a)

6x 5 0 x 

. . . (3)



. . . (6)

2 1

b)

2x 1 0 x 

Syarat akar:
x + 2 0 x 2

. . . (4)



. . . (7)

Irisan penyelesaian (1), (2), (3), dan (4):

Irisan penyelesaian (5), (6), dan (7):


. . . (5)
. . . (8)

2 1

3)

2)

Gabungan penyelesaian 1) dan 2):

Untuk 4x 0:
4x 0 x 0 x 0
. . . (6)

2 1
0

Penyelesaiannya: 2 < x < 1.


Jadi, penyelesaian pertidaksamaan
+ 3 > x + 5 adalah 2 < x < 1.



Matematika Kelas X

43

4x < 4 

Kedua ruas bernilai positif.

a.

(4x)2 > (4  )2

16x2 > 16(6x 5)


2
16x 96x + 80 > 0

x2 6x + 5 < 0

(x 1)(x 5) < 0
Pembuat nol:
(x 1)(x 5) = 0
x = 1 atau x = 5

Oleh karena 10x 18 < 0 dan 5  


0,
tidak ada nilai x yang memenuhi
10x 18 > 5  
.
. . . (2)

. . . (7)
Syarat akar:

10x 4 0 10x 4 x


2x 1 0 x 

. . . (3)




Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3):


6x 5 0 x 

. . . (4)
. . . (9)

b.

Untuk 10x 18 0:
10x 18 0 10x 18 x

Irisan penyelesaian (6), (7), (8), dan (9):

Gabungan penyelesaian (5) dan (10):

. . . (5)

. . . (10)
3)

. . . (1)

. . . (8)

b)

x<

Syarat akar:
a)




10x 18 < 0 x <

Kedua ruas dikuadratkan.

Untuk 10x 18 < 0:

10x 18 > 5  

Kedua ruas positif.

Kedua ruas dikuadratkan.

(10x 18)2 > (  


)
100x2 360x + 324 > 25(10x 4)
100x2 360x + 324 > 250x 100
100x2 610x + 424 > 0

50x2 305x + 212 > 0

Penyelesaiannya: x
Jadi, penyelesaian
adalah x

  2 <



7. 10x 4 > 5  
+ 14

10x 4 14 > 5  

10x 18 > 5  

Salah satu ruas 10x 18 > 5  


, yaitu
10x 18 nilainya belum tentu positif. Oleh karena
itu, nilai 10x 18 diuraikan menjadi dua kemungkinan yaitu 10x 18 < 0 atau 10x 18 0.

Pembuat nol:
50x2 305x + 212 = 0
x1,2 =

  
 

 


 


x1 =

 








x2 =

 





atau

. . . (6)

44

Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak




Syarat akar:
10x 4 0 x
x

1)

Irisan penyelesaian (5), (6), dan (7):


. . . (8)



Gabungan penyelesaian (4) dan (8):


2)



3)

Jadi, nilai x yang memenuhi 10x 4 >  


+ 14



adalah x

x=

atau x = 12

< x < 12.

< x < 12.

 


Pembuat nol penyebut:


(x + 3)(x + 3) = 0
x = 3 atau x = 3
Syarat penyebut:
(x + 3)(x + 3) 0
x 3 atau x 3

+
8

Penyelesaiannya: x < 3 atau 3 < x

atau x > 8 x
atau x 8 dan x 3.
Jadi, himpunan penyelesaian

 


adalah x
atau x 8 dan x 3.
|3x 2| >   

Kedua ruas bernilai positif.

  

Pembuat nol:
7x2 5x 2 = 0
(7x + 2)(x 1) = 0


x =  atau x = 1

Kedua ruas bernilai positif.

Kedua ruas dikuadratkan.


 


x =
atau x = 8

(3x 2)2 (2x2 7x + 6) > 0


2
9x 12x + 4 2x2 + 7x 6 > 0

7x2 5x 2 > 0

Jadi, nilai x yang memenuhi |4x 8| < |2x + 16|

9. a.

|3x 2|2 >

12

Penyelesaiannya:

x =  atau x = 8

Kedua ruas dikuadratkan.

3 3

b.

atau x =

Pembuat nol pembilang:


(8x + 2)(2x 16) = 0
8x = 2 atau 2x = 16

x=

adalah

  

 
  
 

8. |4x 8| < |2x + 16| Kedua ruas bernilai positif.


Kedua ruas dikuadratkan.

|4x 8|2 < |2x + 16|2

(4x 8)2 < (2x + 16)2

(4x 8)2 (2x + 16)2 < 0


(4x 8 + (2x + 16))(4x 8 (2x + 16)) < 0

(4x 8 + 2x + 16)(4x 8 2x 16) < 0

(6x + 8)(2x 24) < 0


Pembuat nol:
(6x + 8)(2x 24) = 0






    




. . . (7)

Penyelesaiannya: x >

c.

 
 









32
 


 



32




. . . (1)

Syarat akar:
2x2 7x + 6 0 (2x 3)(x 2) 0

32 0
Matematika Kelas X

45

Irisan penyelesaian (1) dan (2):

Pembuat nol:
(2x 3)(x 2) = 0

x =  atau x = 2
+

3 2







b.

Penyelesaiannya: x <  atau 1 < x 


atau x 2.

+
4 5

Penyelesaiannya: 2 x 4.
Jadi, interval nilai x yang memenuhi |x 1|2
|2 |x 1|| adalah 2 x 4.

. . . (2)

Irisan penyelesaian (1) dan (2):

|3x + 2|2 5 > 4|3x + 2|


Misalkan y = |3x + 2|, pertidaksamaan menjadi:
y2 5 > 4y

y2 + 4y 5 > 0
(y + 5)(y 1) > 0
Pembuat nol:
(y + 5)(y 1) = 0
y = 5 atau y = 1

Jadi, himpunan penyelesaiannya {x | x < 

atau 1 < x  atau x 2}.


10. a.

|x 1|2 12 |x 1||
Misalkan y = |x 1|, pertidaksamaan menjadi
y2 12 y

y2 + y 12 0
(y 3)(y + 4) 0
Pembuat nol:
(y 3)(y + 4) = 0
y = 3 atau y = 4
+

1)

|3x + 2| 5
Oleh karena |3x + 2| tidak pernah bernilai
negatif maka tidak ada nilai x yang
memenuhi |3x + 2| 5
. . . (1)

+
3

Penyelesaiannya:
4 y 3
4 |x 1| 3
4 |x 1| dan |x 1| 3
1)

Penyelesaiannya:
y 5 atau y > 1
|3x + 2| 5 atau |3x + 2| > 1

2)
4

|3x + 2| > 1
3x + 2 < 1 atau 3x + 2 > 1

3x < 3 atau
3x > 1

4 |x 1|
|x 1| 4
x 1 (4) atau x 1 4

x 1 4 atau x 1 4

x 5 atau x 3

3)

x < 1 atau

x>

. . . (2)

Gabungan penyelesaian (1) dan (2):

. . . (1)
1
3

2)

Penyelesaiannya: x < 1 atau x >  .

|x 1| 3
3 x 1 3
2 x 4

Jadi, nilai x yang memenuhi |3x + 2|2 5 >


4|3x + 2| adalah x < 1 atau x 3.
. . . (2)

46

Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:


1.
menjelaskan konsep titik, garis, sudut, dan bidang;
2.
menyelesaikan masalah menggunakan sifat-sifat sudut;
3.
menjelaskan konsep segitiga dan sifat-sifatnya;
4.
menyelesaikan masalah menggunakan dalil-dalil segitiga.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik mampu menunjukkan sikap logis, kritis, kreatif,
disiplin, dan rasa ingin tahu, serta memiliki rasa percaya diri dalam menyelesaikan masalah.

Geometri Bidang Datar

Titik, Garis, Sudut, dan Bidang

Mengidentifikasi konsep titik, garis, sudut, dan bidang.


Membuktikan sifat-sifat sudut.
Menggunakan hubungan sudut-sudut untuk menyelesaikan masalah.

Segitiga dan Dalil-Dalil pada Segitiga

Mengidentifikasi konsep segitiga.


Menggunakan dalil-dalil pada segitiga untuk
menyelesaikan masalah.
Menentukan panjang garis tinggi, garis berat, dan
garis bagi segitiga.

Memiliki sikap logis, kritis, kreatif, disiplin, dan rasa ingin tahu, serta memiliki rasa percaya diri dalam
menyelesaikan masalah.
Mampu menjelaskan konsep titik, garis, sudut, dan bidang.
Mampu menggunakan sifat-sifat sudut dalam menyelesaikan masalah.
Mampu menjelaskan konsep segitiga dan sifat-sifatnya.
Mampu menggunakan dalil-dalil segitiga dalam menyelesaikan masalah.
Mampu menentukan panjang garis tinggi, garis berat, dan garis bagi segitiga.

Matematika Kelas X

47

AOB = BOC = COD = DOF

A. Pilihlah jawaban yang tepat.

= 12 putaran

1. Jawaban: e
HJJG
Perhatikan garis MN berikut.

= 12 360 = 30

40

4
3
1

3 2 1 0
1

HJJG
Garis MN melalui titik E(7, 3).
Jadi, koordinat titik yang segaris dengan titik M
dan N adalah (7, 3).
2. Jawaban: c
Misalkan koordinat titik R(xR, yR). Oleh karena titik
Q merupakan titik tengah PR , maka:
xQ =

yQ =

xP + xR
2

1=

yP + yR
2

1 =

3 + xR
2

2 = 3 + xR
xR = 5
2 + yR
2

2 = 2 + yR
yR = 4
Jadi, koordinat titik R adalah (5, 4).
3. Jawaban: b
Panjang KL :
(xK xL )2 + (yK yL )2

KL =
=

(7 3)2 + (6 2)2

42 + (8)2 =

80 = 4 5

O merupakan titik tengan KL , maka panjang OL :


OL =

1
2

1
2

KL =

4 5 =2 5

Jadi, panjang OL adalah 2 5 satuan.


4. Jawaban: d

E F

11

12

1
2

10
B

9
A

48

8
7

Geometri Bidang Datar

40

DOE = 60 DOF = 60 30 = 20
AOE = AOB + BOC + COD + DOE
= 30 + 30 + 30 + 20 = 110
Jadi, besar sudut jarum panjang dan jarum pendek
110.
5. Jawaban: d
AOB dan BOC merupakan sudut lancip karena
besarnya kurang dari 90.
AOC merupakan sudut siku-siku karena besarnya
90.
AOD merupakan sudut lurus karena besarnya
180.
AOE merupakan sudut tumpul karena besarnya
lebih dari 90 dan kurang dari 180.
Jadi, AOE merupakan sudut tumpul.
6. Jawaban: c
ADB dan CDB saling berpelurus, maka:
ADB + CDB = 180
(3x 23) + 56 = 180

3x + 33 = 180

3x = 147

x = 49
Jadi, nilai x = 49.
7. Jawaban: d
BOD dan AOE saling bertolak belakang, maka:
BOD = AOE = 134
BOC = BOD COD
= 134 58
= 76
Jadi, besar BOC = 76.
8. Jawaban: e
P3 dan Q1 di antara garis a dan garis b berarti
P3 dan Q1 merupakan pasangan sudut dalam.
P3 dan Q1 berseberangan terhadap garis yang
memotong garis a dan garis b berarti P3 dan Q1
merupakan pasangan sudut berseberangan.
Jadi, P3 dan Q1 merupakan pasangan sudut
dalam berseberangan.
9. Jawaban: d
BCG dan GCD saling berpelurus, maka:
BCG + GCD = 180
56 + GCD = 180

GCD = 180 56 = 124

ABF dan GCD merupakan pasangan sudut luar


berseberangan, maka ABF = GCD = 124.
Jadi, besar ABF = 124.

Koordinat titik A(2, 3) dan B(5, 1), panjang AB :


AB =

10. Jawaban: d
142

A
B

(x A xB )2 + (y A yB )2

(2 5)2 + (3 1)2

(3)2 + (4)2

9 + 16 =

25 = 5 satuan

Koordinat titik A(2, 3) dan C(0, 3), panjang AC :


C

AC =

106
D

Sudut bertolak belakang besarnya sama, maka


ABE = 142.
ABD dan BDC merupakan pasangan sudut
dalam sepihak, maka:
ABD + BDC = 180

ABD + 106 = 180


ABD = 180 106 = 74
ABD + DBE = ABE
74 + DBE = 142

DBE = 142 74 = 68
Jadi, besar sudut bernomor 3 adalah 68.
B.

Uraian

1.

a.

b.

(x A x C )2 + (y A y C )2

(2 0)2 + (3 3)2

22 + (6)2

4 + 36 =

Koordinat titik B(5, 1) dan C(0, 3), panjang BC :


BC =
=

(xB xC )2 + (yB y C )2

(5 0)2 + (1 3)2

= 52 + (2)2 = 25 + 4 = 29 satuan
Jadi, panjang sisi-sisi segitiga adalah 5 satuan,
2 10 satuan, dan

Titik C merupakan titik tengah PQ , maka:


xC =

x A + xB
2

2 + 6
2

yC =

y A + yB
2

3 + 1
2

4
2

=2

= 2 = 1
Jadi, koordinat C(2, 1).
Gambar titik A, B, dan C serta garis yang
melalui ketiga titik tersebut sebagai berikut.
3
2

4 3 2 1 0
1
A

4.

AEC dan BED saling bertolak belakang, maka


AEC = BED.
AEC + BED = 68

2 AEC = 68

AEC = 34
AEC dan BEC berpelurus, maka:
AEC + BEC = 180

34 + BEC = 180
BEC = 180 34 = 146
Jadi, besar BEC = 146.

5.

Jumlah besar sepasang sudut luar sepihak 180,


maka:
(y + 15) + (2y 30) = 180

3y 15 = 180

3y = 195

y = 65
Sepasang sudut yang bertolak belakang besarnya
sama, maka:
(y + 15) = (x + 16)
65 + 15 = x + 16
x + 16 = 80

x = 64
Jadi, nilai x = 64 dan y = 65.

2
3
4

2. Gambar segitiga ABC dengan koordinat titik


A(2, 3), B(5, 1), dan C(0, 3):
4

2
B

1
1 0
1

2
3

29 satuan.

3. Jumlah besar dua sudut yang saling berpenyiku


90.
(3a 16) + (2a + 1) = 90

5a 15 = 90

5a = 105

a = 21
Jadi, nilai a adalah 21.

40 = 2 10 satuan

Matematika Kelas X

49

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: c
Aturan ketidaksamaan segitiga yaitu jumlah
panjang dua sisi segitiga harus lebih panjang dari
sisi ketiga. Aturan tersebut hanya dipenuhi oleh
panjang sisi-sisi segitiga pada pilihan c, yaitu
5 cm, 8 cm, dan 12 cm.
2. Jawaban: d
Segitiga PQR dapat digambarkan sebagai berikut.

80 = 48 + 6a
32 = 6a
32

a= 6

a = 5 3 cm

Jadi, a = 5 3 cm.
5. Jawaban: b
Perhatikan gambar berikut.
9 cm

R
40

D
4 cm

C
6 cm

Besar P = R = 40, maka segitiga PQR


merupakan segitiga sama kaki.
Q = 180 (P + R)
= 180 (40 + 40)
= 180 80
= 100
Diperoleh sudut Q merupakan sudut tumpul.
Jadi, segitiga PQR merupakan segitiga tumpul
sama kaki.
3. Jawaban: d
Segitiga ABC dapat digambarkan sebagai berikut.

HC
GB

CD

= BD

Dari dalil titik tengah segitiga diperoleh KL sejajar


AC dan KL =

1
2

AC = 2 18 = 9 cm.

Jadi, pernyataan yang benar adalah KL sejajar


AC dan KL = 9 cm.

4. Jawaban: a
Menurut dalil intercept segitiga diperoleh:
8 : (8 + a) = 6 : (6 + 4)
8 : (8 + a) = 6 : 10

8 10 = 6 (8 + a)

50

Geometri Bidang Datar

= 6+4
54

6. Jawaban: e
Dalil Menelaus:
AE
BE
5
BE

BD

CF

CD AF = 1
4+8 3 =1

5
BE

12 3 = 1
10
3BE

HC
5

HC = 10 = 2 cm
FC = FH + HC = 9 + 2 = 11 cm
Jadi, panjang FC adalah 11 cm.

18 cm

GD sejajar AE , sehingga:
AG = FH = ED = 9 cm
GB = AB AG = 14 9 = 5 cm
Pada segitiga BDG dalil intercept, yaitu:

G
14 cm

40

=1
10

BE = 3
10

Jadi, BE = 3 cm.
7. Jawaban: c
Pada segitiga ABC berlaku dalil Stewart sebagai
berikut.
BD2 AC = AD BC2 + CD AB2 AD CD
AC
BD2 10 = 4 92 + 6 122 4 6 10

10 BD2 = 324 + 864 240

10 BD2 = 948

BD2 = 94,8
2
Jadi, BD = 94,8 cm2.

8. Jawaban: a
Titik sumbu segitiga ABC adalah titik potong ketiga
garis sumbu segitiga ABC. Titik sumbu segitiga
berjarak sama dengan ketiga titik sudut segitiga,
yaitu AO = BO = CO. Jadi, titik O adalah titik sumbu
segitiga ABC.

B.

Uaraian

1. Segitiga ABC dapat digambarkan sebagai berikut.


Y
4
3

9. Jawaban: c
Segitiga KLM dapat digambarkan sebagai berikut.

2
1

2 1

a.

1
2 1

0
1

Koordinat titik P(2, 0) dan Q(1, 4), panjang


PQ :
PQ =

(xP x Q )2 + (yP y Q )2

(2 1)2 + (0 4)2

12 + (4)2

Dari gambar tampak proyeksi KL pada KM adalah

1 + 16

KN dan KN = 3 satuan.

= 17 satuan
Koordinat titik P(2, 0) dan R(2, 1), panjang
PR :

Jadi, panjang proyeksi KL pada KM adalah


3 satuan.
10. Jawaban: e
Segitiga PQR dapat digambarkan sebagai berikut.
R
3 cm

3 cm

2 cm

2 cm

32 22

9 4

= 5
Jadi, panjang garis bagi yang melalui titik R adalah
5 cm.

(xP xR )2 + (yP yR )2

(2 (2))2 + (0 (1))2

42 + 12

QR =

PR2 TP2

PR =

= 16 + 1 = 17 satuan
Koordinat titik Q(1, 4) dan R(2, 1), panjang:

Segitiga PQR merupakan segitiga sama kaki yaitu


PR = QR = 3 cm, maka TR merupakan garis
tinggi, garis berat, dan garis bagi segitiga PQR.
Segitiga TPR siku-siku di titik T, maka:
TR =

b.

(x Q xR )2 + (y Q yR )2

(1 (2))2 + (4 (1))2

32 + 52

= 9 + 25 = 34 satuan
Diperoleh PQ = PR QR, berarti segitiga PQR
sama kaki.
Jadi, segitiga PQR merupakan segitiga sama
kaki.
Sisi terpanjang segitiga PQR adalah QR dan
berlaku hubungan berikut.
PQ2 + PR2 = ( 17 )2 + ( 17 )2
= 17 + 17
= 34 = ( 34 )2 = QR2
Panjang sisi-sisi segitiga PQR memenuhi dalil
Pythagoras yang berarti segitiga PQR
merupakan segitiga siku-siku.
Jadi, segitiga PQR merupakan segitiga sikusiku.

Matematika Kelas X

51

2. a.

b.

Misalkan CD = p cm, maka menurut dalil


Intercept segitiga diperoleh:
CD : AC = DE : AB
p : (p + 4) = 6 : 9

p 9 = 6 (p + 4)

9p = 6p + 24

3p = 24

p=8
Jadi, CD = 8 cm.
Misalkan BE = p cm, maka menurut dalil
Intercept segitiga diperoleh:
CE : BC = DE : AB
(16 p) : 16 = 6 : 9
(16 p) 9 = 16 6

144 9p = 96

9p = 48

Dalil De Ceva:
MC
KC

KA

x
5x

LB

AL BM = 1
5

2 1 =1
15x
10 2x

=1

15x = 10 2x
17x = 10
10

x = 17

10

Jadi, panjang MC adalah 17 cm.


4. Segitiga ABC dapat digambarkan sebagai berikut.
A

48

p = 9

14

16
3

p=

12

16

Jadi, BE = 3 cm.
3. a.

keadaan di atas dapat digambarkan sebagai


berikut.
x C

10

a.

1
B

3
K

Dalil Menelaus:

KA
AL
5
2

LB

MC

BM KC = 1
x

1 5+x =1
15x
10 + 2x

b.

10
3
10
adalah 3

cm.

Keadaan di atas dapat digambarkan sebagai


berikut.
C
5x

xM

p = 20

p= 5

12

b.

p = 5 cm.
Panjang garis tinggi yang melalui titik A adalah
AD.
Segitiga ACD siku-siku di D, maka:
AD2 = AC2 CD2
12

= 122 ( 5 )2
144

= 144 25
=

48

12

=1

x=

Jadi, panjang MC

Panjang proyeksi AC pada BC adalah


CD = p cm.
c2 = a2 + b2 2ap
142 = 102 + 122 2 10 p
196 = 100 + 144 20p
20p = 100 + 144 196
20p = 48

Jadi, panjang proyeksi AC pada BC yaitu

15x = 10 + 2x
13x = 10

C
D p

=
3

3.456
25

24

adalah 5

52

Geometri Bidang Datar

24

= 5 6
Jadi, panjang garis tinggi yang melalui titik A
AD =

3.600 144
25
3.456
25

6 cm.

5. Segitiga PQR dapat digambarkan sebagai berikut.

QT = 117 = 3 13
Jadi, panjang garis berat yang melalui titik Q

P
6

adalah 3 13 cm.

a.

b.

6
R

15

QO = 2 + 1 QT

Panjang garis berat yang melalui titik Q adalah


QT dengan T titik tengah PR .
QT2 =

1
2

1
2

1
2

PQ2 +
92 +

QR2

1
2

1
4

152

= 3 3 13

PR2

= 2 13

1
4

122

Jadi, jarak titik Q ke titik berat segitiga adalah


2 13 cm.

= 2 81 + 2 225 4 144
81

Titik berat segitiga PQR adalah titik O pada


QT yang memenuhi QO : OT = 2 : 1, maka:

225

= 2 + 2 36
= 153 36
= 117

A.

3. Jawaban: c

Pilihan Ganda

1. Jawaban: b
Perhatikan titik A, B, C, D, dan E berikut.
Y

Panjang MN :
MN =

(xM xN )2 + (yM yN )2

(8 2)2 + (3 (1))2

62 + 42

36 + 16

52

3
2

C
A

1
3 2 1 0
1
B
2

E
1

= 2 13

Tiga titik yang segaris adalah A, B, dan D.


2. Jawaban: a
Titik P, Q, dan R dapat digambarkan sebagai
berikut.
Q

PQ atau ruas garis PQ adalah titik P dan Q beserta


semua titik di antara keduanya. Oleh karena titik
R tidak di antara P dan Q maka titik R di luar PQ .

Jadi, panjang MN adalah 2 13 satuan.


4. Jawaban: d
Misalkan koordinat titik tengah P(2, 1) dan
Q(4, 7) adalah R(xR, yR), maka:
xR =

xP + xQ
2

2 + 4
2

yR =

yP + yQ
2

1 + (7)
2

= 2 =1
6

= 2 = 3
Jadi, koordinat titik tengah P dan Q adalah (1, 3).

Jadi, pernyataan titik R pada PQ bernilai salah.

Matematika Kelas X

53

5. Jawaban: d
Pada pukul 12.30 jarum panjang menunjuk angka
6 dan jarum pendek menunjuk tengah-tengah
angka 11 dan 12. Sudut yang dibentuk oleh jarum
panjang dan jarum pendek adalah sudut tumpul.
6. Jawaban: c
ABC = 54
Dua sudut saling berpelurus jika jumlahnya 180,
sehingga:
pelurus ABC = 180 54 = 126
Jadi, besar pelurus ABC adalah 126.
7. Jawaban: d
AEC = 66 dan DEB = 52
DEC merupakan penyiku AEC, maka:
DEC = 90 AEC
= 90 66
= 24
BEC = DEB DEC
= 52 24
= 28
Jadi, besar BEC = 28.
8. Jawaban: b
Jumlah besar sudut yang saling berpelurus sama
dengan 180.
Pelurus KLM = 106 berarti:
KLM = 180 106 = 74
Jumlah besar sudut yang saling berpenyiku sama
dengan 90.
Penyiku KLM = 90 74 = 16
Jadi, penyiku KLM = 16.
9. Jawaban: d
POR = 112
SOQ = 132
ROS merupakan pelurus POR, maka:
ROS = 180 POR
= 180 112
= 68
QOR = SOQ ROS
= 132 68
= 64
10. Jawaban: e
Misalkan besar sudut yang dimaksud adalah x,
maka:
(i) penyiku sudut tersebut (90 x);
(ii) pelurus sudut tersebut (180 x).
Dari soal diperoleh:
1

(90 x) = 4 (180 x)
360 4x = 180 x

4x + x = 180 360

3x = 180

x = 60
Jadi, besar sudut yang dimaksud 60.

54

Geometri Bidang Datar

11. Jawaban: b
AC garis lurus dan AOE = 90 maka COE =
90.
COD + DOE = COE = 90
Berarti, COD dan DOE saling berkomplemen.
Oleh karena AOB dan COD saling bertolak
belakang (AOB = COD) maka:
AOB + DOE = COD + DOE = 90
Berarti, AOB dan DOE saling berkomplemen.
Jadi, pasangan sudut AOB dan DOE saling
berkomplemen.
12. Jawaban: c
Pasangan sudut dalam berseberangan besarnya
sama. Jadi, c = e.
13. Jawaban: d
A2 dan A3 saling berpelurus, maka:
A2 + A3 = 180
48 + 3x = 180

3x = 132

x = 44
B1 dan A3 merupakan pasangan sudut dalam
berseberangan, maka:
B1 = A3
4y = 3x
4y = 132
y = 33
Jadi, x + y = 44 + 33 = 77.
14. Jawaban: e
Pasangan sudut luar berseberangan besarnya
sama, berarti:
4x = 60

x = 15
Jumlah besar sudut saling berpelurus adalah 180,
berarti:
4x + (x + 3y) = 180

5x + 3y = 180
5(15) + 3y = 180

75 + 3y = 180

3y = 105

y = 35
Jadi, nilai x dan y berturut-turut 15 dan 35.
15. Jawaban: a
F

C
78

3x
A

2z

44

8y
B

DAC dan ACF merupakan pasangan sudut


dalam sepihak, maka:
DAC + ACF = 180

3x + 78 = 180

3x = 102

x = 34

ABC dan CBE membentuk garis lurus, maka:


ABC + CBE = 180

44 + 8y = 180

8y = 136

y = 17
BCG dan ABC merupakan pasangan sudut
dalam berseberangan, maka:
BCG = ABC = 44
ACF, ACB, dan BCG membentuk garis lurus,
maka:
ACF + ACB + BCG = 180

78 + 2z + 44 = 180

2z + 122 = 180

2z = 58

z = 29
x + y + z = 34 + 17 + 29 = 80
Jadi, x + y + z = 80.
16. Jawaban: e
K

P
43

L
Q
115
M

PQL dan NPQ merupakan pasangan sudut


dalam berseberangan, maka PQL = NPQ = 43.
LQR dan QRM merupakan pasangan sudut
dalam sepihak, maka:
LQR + QRM = 180
LQR + 115 = 180

LQR = 65
PQR = PQL + LQR
= 43 + 65
= 108
Jadi, besar PQR = 108.
17. Jawaban: c
Aturan ketidaksamaan segitiga yaitu jumlah
panjang dua sisi segitiga harus lebih panjang dari
sisi ketiga. Diketahui panjang panjang sisi-sisi
suatu segitiga p cm, 18 cm, dan 25 cm, maka:
25 18 < p < 25 + 18

7 < p < 43
Jadi, batas-batas nilai p adalah 7 < p < 43.
18. Jawaban: d
Segitiga ABC diketahui A = 54 dan B = 32,
maka:
C = 180 (A + B)
= 180 (54 + 32)
= 180 86 = 94
Oleh karena C merupakan sudut tumpul, segitiga
ABC merupakan segitiga tumpul.

Segitiga DEF diketahui D = 46 dan F = 49,


maka:
E = 180 (D + F)
= 180 (46 + 49)
= 180 95
= 85
Oleh karena D, E, dan F merupakan sudut
lancip, segitiga ABC merupakan segitiga lancip.
Segitiga dengan besar H = I = 44.
Segitiga GHI diketahui H = I = 44, maka:
G = 180 (H + I)
= 180 (44 + 44)
= 180 88
= 92
Oleh karena G merupakan sudut tumpul, segitiga
GHI merupakan segitiga tumpul.
Jadi, segitiga ABC dan GHI merupakan segitiga
tumpul.
19. Jawaban: a
CAB + ABC + BCA = 180
x + (2x 13) + (5x 7) = 180
(x + 2x + 5x) (13 + 7) = 180

(8x 20) = 180

8x = 180 + 20

x=

200
8

= 25

BCA = (5x 7) = (125 7) = 118


Jadi, besar BCA = 118.
20. Jawaban: a
C

55

Jumlah sudut dalam segitiga = 180


A + B + C = 180
55 + B + 75 = 180

B = 180 (75 + 55) = 50


DBE sama kaki sehingga:
BED = DBE = B = 50
Jadi, besar BED = 50.
21. Jawaban: e
Segitiga PQR dapat digambarkan sebagai berikut.
P

K
12 cm
Q

Matematika Kelas X

55

Dari dalil titik tengah segitiga diperoleh:


KL =

12 =

1
2
1
2

PR

AD
BD

PR

PR = 24
Jadi, pernyataan yang benar adalah PR = 24 cm.
22. Jawaban: b
Menurut dalil Intercept segitiga diperoleh:
AC : PC = AB : PQ
9 : 6 = 12 : PQ
9 PQ = 6 12
72

PQ = 9
PQ = 8 cm
Jadi, PQ = 8 cm.
23. Jawaban: c
DE : DA = 2 : 5 berarti DE = 2x dan DA = 5x untuk
suatu nilai x.
54 cm

D
E

C
F

80 cm

DE

EH

26 2
5

KP
6

KP
6

3+3
3

MQ
KQ

=1

5
4

=1

1 2 =1
7
2BD

=1
7

BD = 2 = 3,5
Jadi, BD = 3,5 cm.
26. Jawaban: d
Pada segitiga PQR berlaku dalil Stewart sebagai
berikut.
TR2 PQ = PT QR2 + QT PR2 PT
QT PQ

TR2 7 = 4 82 + 3 62 3 4 7

7TR2 = 256 + 108 84

7TR2 = 280

TR2 = 40

TR = 40 = 2 10
27. Jawaban: b
Segitiga ABC sama sisi, maka titik sumbu, titik
berat, titik tinggi, dan titik bagi segitiga berimpit
pada satu titik. Pada gambar berikut, titik yang
dimaksud adalah titik O.
A

Segitiga ABD siku-siku di titik D, maka:

AB2 BD2

AD =
=

62 32

36 9

27

Titik O pada AD yang memenuhi AO : OD = 2 : 1,


maka:

=1

KP =

= 3 3 cm

3 4 =1
5KP
12

= 10,4 cm

24. Jawaban: a
Dalil Menelaus pada segitiga KLM:

9 4 =1

EF = EH + HF = 10,4 + 54 = 64,4 cm
Jadi, panjang EF adalah 64,4 cm.

CF

2x

EH =

LR
MR

7
BD
7
BD

= DA 26 = 5x

KP
LP

BE

CE AF = 1

Jadi, TR = 2 10 cm.

Pada gambar di atas GD sejajar BC, sehingga:


GB = HF = DC = 54 cm
AG = AB GB = 80 54 = 26 cm
Menurut dalil Intercept segitiga diperoleh:
EH
AG

25. Jawaban: c
Dalil De Ceva pada segitiga ABC:

12
5

Jadi, KP = 2,4 cm.

= 2,4

AO = 2 + 1 AD
2

= 3 3 3
=2 3
Jadi, jarak titik sumbu ke titik sudut segitiga adalah
2 3 cm.

56

Geometri Bidang Datar

28. Jawaban: c
Segitiga ABC dapat digambarkan sebagai berikut.

30. Jawaban: c
Segitiga PQR dapat digambarkan sebagai berikut.
R

A
10
B

4
p

C
T

12

Panjang proyeksi AB pada BC adalah BD = p cm.


b2 = a2 + c2 2ap

42 = 122 + 102 2 12 p

16 = 144 + 100 24p


24p = 144 + 100 16
24p = 228

Garis bagi yang melalui titik P yaitu PT . Garis


bagi tersebut membagi sudut P menjadi dua sama
besar yaitu QPT = TPR = 30. Segitiga PQT
siku-siku di Q, maka:

228

30
30
12

p = 24

p = 9,5
Jadi, panjang proyeksi AB pada BC yaitu 9,5 cm.

PQ

cos QPT = PT

PQ

29. Jawaban: d
Segitiga ABC dengan D titik tengah AC.

PT = COS QPT
12

= cos 30

Y
C

3
2
A

B.

BD =

(1 0)2 + (1 2)2

12 + (3)2

1+ 9

= 10
Jadi, panjang garis berat yang melalui titik B adalah
10 satuan.

3
3

Uraian

1. a.

(xB xD )2 + (yB yD )2

24
3

=8 3
Jadi, panjang garis bagi yang melalui titik P adalah
8 3 cm.

Panjang garis berat yang melalui titik B sama


dengan BD dengan titik D(0, 2). Jarak titik B(1, 1)
dengan titik D(0, 2):

12
1
2

b.

Titik T merupakan titik tengah PQ , maka:


xT =

xP + xQ
2

4 + (6)
2

yT =

yP + yQ
2

5+1
2

= 2 = 1
6

= 2 =3
Jadi, koordinat T(1, 3).
Koordinat titik T(1, 3) dan Q(6, 1), panjang
TQ :
TQ =

(x T x Q )2 + (y T y Q )2

(1 (6))2 + (3 1)2

52 + 22

25 + 4

29 satuan

Jadi, panjang TQ adalah

29 satuan.

Matematika Kelas X

57

2. a.

b.

c.

d.
3. a.

b.

4.

AOE merupakan pelurus AOB, maka:


AOE = 180 AOB
= 180 128
= 52
AOD = AOE + EOD
= 52 + 84
= 136
COD merupakan pelurus AOD, maka:
COD = 180 AOD
= 180 136
= 44
BOC bertolak belakang dengan AOE,
maka BOC = AOE = 52.
Penyiku BOC = 90 BOC
= 90 52
= 38
Pelurus COE adalah AOE, maka pelurus
COE = AOE = 52.
POQ dan ROS bertolak belakang, maka:
POQ = ROS
x + 18 = 54 3x
x + 3x = 54 18

4x = 36

x =9
POQ = (x + 18) = (9 + 18) = 27
POS berpelurus dengan POQ, maka:
POS = 180 POQ
= 180 27
= 153
Jadi, besar POS = 153.

B
?

C
36
O

30
40
E

CFG dan BCF merupakan pasangan sudut


dalam berseberangan, maka CFG = BCF = 36.
BFG = BFC + CFG
= 30 + 36
= 66
ABF dan BFG merupakan pasangan sudut
dalam berseberangan, maka ABF = BFG = 66.
GBC dan BGF merupakan pasangan sudut
dalam berseberangan, maka GBC = BGF = 40.
ABF, FBG, dan GBC membentuk garis lurus,
maka:
ABF + FBG + GBC = 180

66 + FBG + 40 = 180

FBG + 106 = 180

FBG = 74
Jadi, besar FBG = 74.

58

Geometri Bidang Datar

5.
66

(3a + 12)
x

4b

180

Sudut sehadap besarnya sama, maka:


3a + 12 = 66
3a = 54

a = 18
4b = x = 180 66
= 114
114

b = 4 = 28,5
Jadi, nilai a = 18 dan b = 28,5.
6. Gambar segitiga ABC dengan koordinat titik
A(1, 1), B(3, 3), dan C(4, 1):
Y
B

3
2
A

4
C

Koordinat titik A(1, 1) dan B(3, 3), panjang AB :


AB =

(x A xB )2 + (y A yB )2

(1 3)2 + (1 3)2

(4)2 + (2)2

16 + 4 =

20 = 2 5 satuan

Koordinat titik A(1, 1) dan C(4, 1), panjang AC :


AC =

(x A x C )2 + (y A y C )2

(1 4)2 + (1 (1))2

(5)2 + 22

25 + 4

29 satuan

Koordinat titik B(3, 3) dan C(4, 1), panjang BC :


BC =

(xB xC )2 + (yB y C )2

(3 4)2 + (3 (1))2

(1)2 + 42

1 + 16

17 satuan

Panjang sisi-sisi segitiga ABC tidak sama, berarti


segitiga ABC merupakan segitiga sembarang. Sisi
terpanjang segitiga ABC yaitu AC dan berlaku
hubungan:
AB2 + BC2 = (2 5 )2 + ( 17 )2
= 20 + 17
= 37
> AC2
Sehingga segitiga ABC merupakan segitiga lancip.
Jadi, segitiga ABC merupakan segitiga sembarang
yang ketiga sudutnya merupakan sudut lancip.
7. a.

Misalkan AB = p cm, maka menurut dalil


intercept segitiga diperoleh:
AB : FG = AC : FC
p : 30 = (8 + 12 + 15) : (12 + 15)
p : 30 = 35 : 27

p=

30 35
27

350
9
350

Jadi, panjang AB adalah 9 cm.


Misalkan DE = p cm, maka menurut dalil
intercept segitiga diperoleh:
DE : FG = CD : CF
p : 30 = 15 : (12 + 15)
p : 30 = 15 : 27

b.

p=

30 15
27

50
3

Jadi, panjang DE adalah

50
3

cm.

BL

CM

CM

3 9

4CM
9

48

p = 5 cm.
Segitiga ACD siku-siku di D, maka:
48

CD2 = AC2 AD2 = 122 ( 5 )2


= 144

= 5
Jadi, panjang garis tinggi yang melalui titik C adalah
36
5

cm.

10. Segitiga PQR dapat digambarkan sebagai berikut.


P

T
13 x

5
Q

12

65

65

45

156

65

156

= 5 12 17 17
10.140
289
17.340
10.140
289
289

= 60

9. Segitiga ABC dapat digambarkan sebagai berikut.


C

7.200
289

7.200

= 289

60

= 17 2
Jadi, panjang garis bagi yang melalui titik Q adalah
QT =

221 65

RT = 13 17 =
= 17 cm
17
2
QT = PQ QR RT TP

45

Jadi, panjang AC adalah 4 cm.

12

65

x = 17

PT = 17 cm

15

1.296
25

CM = 4

36

1.296
25

AD =

3.600 2.304
25

=1

AC = AM + CM = 9 + 4 = 4

2.304
25

=1

48

p = 30 = 5
Diperoleh panjang proyeksi AC pada AB yaitu

Garis bagi yang melalui titik Q adalah QT.


RT : TP = QR : PQ
(13 x) : x = 12 : 5

5(13 x) = 12x

65 5x = 12x

17x = 65

LC MA = 1
8
4

288

8. Dalil De Ceva:
AK
KB

Panjang proyeksi AC pada AB adalah AD = p cm.


a2 = b2 + c2 2cp

92 = 122 + 152 2 15 p
81 = 144 + 225 30p
30p = 144 + 225 81
30p = 288

60
17

2 cm.

Matematika Kelas X

59

Garis bilangan beserta tandanya:

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d

2+

1
x

<

1
x

2
x

< 5 2

2
x

1
x

< 7

1
x

>7

1
x

1 7x
x

1
2

Penyelesaiannya: 2 < x < 1 atau 1


Jadi, penyelesaian pertidaksamaan
adalah 2 < x < 1 atau 1

1
2

1
2

< x < 3.

2x 2 x 3
2x 2 x 6

<0

< x < 3.

3. Jawaban: a
2 5x
x2

7> 0

2 5x
x2

>0

Pembuat nol pembilang: 1 7x = 0 x =


Pembuat nol penyebut: x = 0
Garis bilangan beserta tandanya:
0

1
7

1
7

3 0

3(x 2)
x2

2 5x 3x + 6
x2

8 8x
x2

Pembuat nol pembilang: 8 8x = 0 x = 1


Pembuat nol penyebut: x 2 = 0 x = 2
Garis bilangan beserta tandanya:

1
7

Penyelesaiannya: 0 < x <

2 5x
x2

Jadi, himpunan penyelesaian pertidaksamaan


2+

1
x

<

2
x

5 adalah {x | 0 < x <

2. Jawaban: d

2x 2 x 3
x2 x 6

<0

(2x 3)(x + 1)
(x + 2)(x 3)

<0

Pembuat nol pembilang:


(2x 3)(x + 1) = 0
2x 3 = 0 atau x + 1 = 0

x=
x=

}.

2 5x
x2

3 adalah {x | 1 x < 2}.

4. Jawaban: e
x 2 x 12
x 1

atau x = 1

1
1
2

atau x = 1

Ulangan Tengah Semester

Penyelesaiannya: 1 x < 2
Jadi, himpunan penyelesaian pertidaksamaan

3
2

Pembuat nol penyebut:


(x + 2)( x 3) = 0
x + 2 = 0 atau x 3 = 0

x = 2 atau x = 3

60

1
7

x 2 x 12
x 1

<2

2<0

2(x 1)
x 1

<0

x 2 x 12 2x + 2
x 1

<0

x 2 3x 10
x 1

<0

x 2 x 12
x 1

Pembuat nol pembilang:


x2 3x 10 = 0

(x 5)(x + 2) = 0
x 5 = 0 atau x + 2 = 0

x = 5 atau x = 2
Pembuat nol penyebut: x 1 = 0 x = 1
Garis bilangan beserta tandanya:

6. Jawaban: c

2x 2 3x 9 <

Kedua ruas bernilai positif sehingga dapat


dikuadratkan.

Penyelesaiannya: x < 2 atau 1 < x < 5


Jadi, himpunan penyelesaian pertidaksamaan
x 2 x 12
x 1

9 x2

< 2 adalah {x | x < 2 atau 1 < x < 5}.

2x 2 3x 9

) <(
2

9 x2

2x2 3x 9 < 9 x2

3x2 3x 18 < 0

(3x + 6)(x 3) < 0


Pembuat nol:
(3x + 6)(x 3) = 0
3x + 6 = 0 atau x 3 = 0

x = 2 atau x = 3

5. Jawaban: e

6x 8 0
2x + 2 6x 8

Kedua ruas bernilai positif sehingga dapat


dikuadratkan.

. . . (1)

2x + 2

2x + 2

6x 8

2x + 2 6x 8
2x 6x 8 2
4x 10
2x 5

Syarat bentuk akar terdefinisi:


1) 2x + 2 0 2x 2 x 1
. . . (2)
6x 8 0 6x 8 3x 4 x

3
2

9 x2 0 (3 + x)(3 x) 0
Pembuat nol:
(3 + x)(3 x) = 0
3 + x = 0 atau 3 x = 0

x = 3 atau x = 3
3

Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3).

4
3

. . . (4)
2

. . . (3)
4
3

3
2

Penyelesaiannya: 2 < x

Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3).

5
2

4
3

5
2

}.

<

2x 2 3x 9

9 x 2 adalah 2 < x 3 .
2

7. Jawaban: c

5
2

Jadi, himpunan penyelesaian

3
2

Jadi, semua nilai yang memenuhi

. . . (4)

4
3

atau x = 3

. . . (3)

0 adalah {x |

3
2

. . . (2)

. . . (1)

Penyelesaiannya :

x=

5
2

5
2

4
3

Syarat bentuk akar terdefinisi:


1) 2x2 3x 9 0 (2x + 3)(x 3) 0
Pembuat nol:
(2x + 3)(x 3) = 0
2x + 3 = 0 atau x 3 = 0

2)

2)

2x + 2

6x 8

x3 >5x
Ruas kanan nilai belum tentu positif sehingga nilai
ruas kanan diuraikan menjadi dua kemungkinan.

Matematika Kelas X

61

a.

c.

Untuk 5 x < 0:
5x<0x>5

. . . (9)
4

. . . (1)

Jadi, nilai x yang memenuhi pertidaksamaan

x 3 > 5 x adalah x > 4.

x3 >5x
x 3 0 dan 5 x < 0 maka

Oleh karena

x 3 > 5 x dipenuhi oleh

pertidaksamaan
semua nilai x.

. . . (2)
Syarat akar terdefinisi:
x30x3
. . . (3)
3

Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3).

Untuk 5 x 0:
5x 0x5
. . . (5)
5

x3 >5x
Oleh karena 5 x 0 maka kedua ruas
pertidaksamaan x 3 > 5 x bernilai positif
sehingga dapat dikuadratkan.

x3

8. Jawaban: b
|x 5| |3x 3|
Kedua ruas bernilai positif sehingga dapat
dikuadratkan.
(|x 5|)2 (|3x 3|)2

(x 5)2 (3x 3)2


2

x 10x + 25 9x2 18x + 9

8x2 8x 16 0
8(x + 1)(x 2) 0
Pembuat nol:
8(x + 1)(x 2) = 0
x + 1 = 0 atau x 2 = 0

x = 1 atau x = 2

. . . (4)

b.

9. Jawaban: b
|x2 3| < 2x
Ruas kanan nilai belum tentu positif sehingga nilai
ruas kanan diuraikan menjadi dua kemungkinan.
a. Untuk 2x < 0:
2x < 0 x < 0

. . . (1)

> (5 x)2

Oleh karena |x2 3| 0 dan 2x < 0 maka


pertidaksamaan |x2 3| < 2x tidak ada nilai x
yang memenuhi
. . . (2)
Irisan penyelesaian (1) dan (2).
. . . (3)
Penyelesaiannya: { }

. . . (6)
7

b.

Syarat akar terdefinisi:


x30x3
. . . (7)
3

Irisan penyelesaian (5), (6), dan (7).


. . . (8)
4

Penyelesaiannya: 4 < x 5
62

Penyelesaiannya: 1 x 2
Jadi, nilai-nilai x yang memenuhi |x 5| |3x 3|
adalah 1 x 2.

x 3 > x2 10x + 25
2
x 11x + 28 < 0

(x 7)(x 4) < 0
Pembuat nol:
(x 7)(x 4) = 0
x 7 = 0 atau x 4 = 0

x = 7 atau x = 4
4

Gabungan penyelesaian a dan b.

Ulangan Tengah Semester

Untuk 2x 0:
2x 0 x 0
0

. . . (4)

|x2 3| < 2x
Kedua ruas bernilai positif sehingga dapat
dikuadratkan.


(|x2 3|)2 < (2x)2
2

(x 3)2 (2x)2 < 0


2

(x 3 + 2x)( x2 3 2x) < 0

(x2 + 2x 3)( x2 2x 3) < 0


(x 1)(x + 3)(x + 1)(x 3) < 0
Pembuat nol:
(x 1)(x + 3)(x + 1)(x 3) = 0
x = 1 atau x = 3 atau x = 1 atau x = 3
. . . (5)
3

Pembuat nol:
(x + 7)(x 3) = 0
x + 7 = 0 atau x 3 = 0

x = 7 atau x = 3

3)

Irisan penyelesaian (4) dan (5).

. . . (6)
1

c.

Gabungan penyelesaian (3) dan (6).


1

10. Jawaban: c
|x + 2|2 2|x + 2| + 15
Misalkan y = |x + 2| maka diperoleh pertidaksamaan:

y2 2y + 15
2
y 2y 15 0
(y + 3)(y 5) 0
Pembuat nol:
(y + 3)(y 5) = 0
y + 3 = 0 atau y 5 = 0

y = 3 atau y = 5

Penyelesaiannya:
y 3 atau y 5
|x + 2| 3 atau |x + 2| 5
1) |x + 2| 3
Oleh karena |x + 2| 0 maka tidak ada nilai x
yang memenuhi |x + 2| 3.

2)

Penyelesaiannya: { }
|x + 2| 5
Kedua ruas bernilai positif sehingga dapat
dikuadratkan.

(|x + 2|)2 (5)2

(x + 2)2 (5)2 0
(x + 2 + 5)(x + 2 5) 0

(x + 7)(x 3) 0

Penyelesaiannya: x 7 atau x 3.
Jadi, nilai x yang memenuhi pertidaksamaan
|x + 2|2 2|x + 2| + 15 adalah x 7 atau x 3.
11. Jawaban: a
Misalkan koordinat titik C(xC, yC). Oleh karena titik
B merupakan titik tengah AC , maka:

Penyelesaiannya: 1 < x < 3.


Jadi, penyelesaian |x2 3| < 2x adalah 1 < x < 3.

Penyelesaiannya: x 7 atau x 3.
Gabungan penyelesaian 1) dan 2)

xB =

4=

x A + xC
2
2 + xC
2

8 = 2 + xC
xC = 6
yB =

y A + yC
2

2=

2 + yC
2

4 = 2 + yC
yC = 6
Jadi, koordinat titik C adalah (6, 6).
12. Jawaban: e
ABC = 52
Penyiku ABC = 90 52 = 38
Pelurus dari penyiku ABC = 180 38 = 142
Jadi, besar pelurus dari penyiku ABC adalah
142.
13. Jawaban: d
POR = 126
SOQ = 148
ROS merupakan pelurus POR, maka:
ROS = 180 POR
= 180 126 = 54
QOR = SOQ ROS
= 148 54 = 94
Jadi, besar QOR = 94.
14. Jawaban: c
BCH dan CBF merupakan pasangan sudut
dalam sepihak, maka:
BCH + CBF = 180
118 + CBF = 180

CBF = 180 118 = 62


Jadi, besar CBF = 62.
Matematika Kelas X

63

15. Jawaban: c
K
134

A
B

L
72

BLM dan DML merupakan pasangan sudut


dalam berseberangan, maka BLM = DML = 72.
BLK dan AKL merupakan pasangan sudut
dalam sepihak, maka:
BLK + AKL = 180
BLK + 134 = 180

BLK = 46
KLM = BLK + BLM
= 46 + 72
= 118
Jadi, besar KLM = 118.

18. Jawaban: b
Pada segitiga PQR berlaku dalil Stewart sebagai
berikut.
SR2 PQ = PS QR2 + QS PR2 PS QS
PQ
SR2 10 = 6 152 + 4 102 4 6 10
10 SR2 = 1.350 + 400 240
10 SR2 = 1.510
SR2
= 151
SR
Jadi, SR =

15 cm

151 cm.

Y
6

5
4
3
2
A

C
4 cm
H F

151

19. Jawaban: c
Segitiga ABC dapat digambarkan sebagai berikut.

16. Jawaban: b
Perhatikan gambar berikut.
D

3 2 1 0
1

1 2

8 cm

Dari gambar tampak garis tinggi yang melalui titik


A

21 cm

GC sejajar AD , sehingga:
AG = EH = CD = 15 cm
GB = AB AG = 21 15 = 6 cm
Pada segitiga BCG berlaku dalil intercept, yaitu:
CF : CB = HF : GB
4 : (4 + 8) = HF : 6

4 : 12 = HF : 6

HF =

46
12

= 2 cm
EF = EH + HF = 15 + 2 = 17 cm
Jadi, panjang E F adalah 17 cm.

8
3

BD
CF

CD
AF
5
6

x+5
4

20
x+5

A
6

10

D
12

12 x

=1
=1

=1

BD =

20 = x + 5

x = 15
Jadi, nilai x = 15.

64

20. Jawaban: d
Segitiga ABC dapat digambarkan sebagai berikut.

Garis bagi yang melalui titik A adalah AD.


BD : CD = AB : AC
x : (12 x) = 10 : 6

6x = 10(12 x)

6x = 120 10x

16x = 120

17. Jawaban: e
Dalil Menelaus:
AE
BE

A adalah AD dan AD = 5 satuan.


Jadi, panjang garis tinggi yang melalui titik A
adalah 5 satuan.

Ulangan Tengah Semester

x=
15
2

120
16

15
2

cm

CD = 12

15
2

24 15
2

9
2

cm

AD2 = AB AC BD CD
= 10 6

240
4

105
4

AD =
1
2

105

(2x + 8)(x + 1)
5x 2

105 cm.

2
x3

1.
2
x3

>

>0

2x + 12 5x + 15
(x 3)(x + 6)

>0

27 3x
(x 3)(x + 6)

>0

2x 1 adalah 1 x <

3x 2 > 4

3.

atau x 4

2
5

8x 2 3x + 10
5x 2

atau x 4.

x+2

3x 2 + x + 2 > 4
Kedua ruas bernilai positif sehingga dapat
dikuadratkan.

Pembuat nol pembilang:


27 3x = 0
3x = 27

x=9
Pembuat nol penyebut:
(x 3)(x + 6) = 0
x 3 = 0 atau x + 6 = 0

x = 3 atau x = 6
Garis bilangan beserta tandanya:

2
5

Jadi, penyelesaian pertidaksamaan

x+6 > 0

2
5

Penyelesaiannya: 1 x <

5
x+6

2(x + 6) 5(x 3)
(x 3)(x + 6)

2
5

Garis bilangan beserta tandanya:

B. Uraian

2x 2 + 6x + 8
5x 2

5x 2 = 0 x =

Jadi, panjang garis bagi yang melalui titik A adalah


1
2

Pembuat nol pembilang:


(2x + 8 )(x + 1) = 0
2x + 8 = 0 atau x + 1 = 0

x = 4 atau x = 1
Pembuat nol penyebut:

135
4

105
4

9
2

135
4

= 60
=

15
2

( 3x 2 +

3x 2 + 2 3x 2

x + 2 )2 > 42

x + 2 + x + 2 > 16

2 3x 2

x + 2 > 16 4x

3x 2 x + 2 > 8 2x
Ruas kanan nilainya belum tentu positif sehingga
nilai ruas kanan dipecah menjadi dua kemungkinan.
a. Untuk 8 2x < 0:
8 2x < 0 8 < 2x 4 < x

Penyelesaiannya: x < 6 atau 3 < x < 9


2

8x 2 3x + 10
5x 2

2.

8x 2 3x + 10
5x 2

3x + 10
5x 2

2x 1

Oleh karena

3x 2

x + 2 0 dan

8 2x < 0 maka pertidaksamaan

10x 2

+ 9x 2

3x 2

x + 2 > 8 2x dipenuhi oleh semua nilai x.

(2x 1) 0

8x 2 3x + 10 (2x 1)(5x 2)
5x 2
8x 2

. . . (1)

Jadi, nilai x yang memenuhi x 3 > x + 6 adalah


x < 6 atau 3 < x < 9.

. . . (2)
Syarat akar terdefinisi:
1)

3x 2 0 x

2
3

. . . (3)
2
3

Matematika Kelas X

65

2)

x + 2 0 x 2
. . . (4)

Irisan penyelesaian (1), (2), (3)dan (4).


. . . (5)
4

b.

x 2 4x + 4 3

4. 3x 2 +

x 2 4x + 4 5 3x
Ruas kanan nilainya belum tentu positif sehingga
nilai ruas kanan dipecah menjadi dua kemungkinan.
a. Untuk 5 3x < 0 dan x < 2:
5 3x < 0 5 < 3x

Penyelesaiannya: x > 4
Untuk 8 2x 0:
8 2x 0 8 2x 4 x

. . . (1)
. . . (6)

x<2
. . . (2)

3x 2 x + 2 > 8 2x
Kedua ruas bernilai positif sehingga dapat
dikuadratkan.

Oleh karena

( 3x 2 x + 2 )2 > (8 2x)2

(3x 2)(x + 2) > 64 32x + 4x2

3x2 + 4x 4 > 64 32x + 4x2

x2 36x + 68 < 0

(x 2)(x 34) < 0


Pembuat nol:
(x 2)(x 34) = 0 x = 2 atau x = 34

x 2 4x + 4 0 dan 5 3x < 0

x 2 4x + 4 5 3x
tidak ada nilai x yang memenuhi.
. . . (3)

maka pertidaksamaan

Syarat akar terdefinisi:


x2 4x + 4 0 (x 2)2 0
. . . (4)

. . . (7)

Irisan penyelesaian (1), (2), (3), dan (4).


. . . (5)

Syarat akar terdefinisi:


1)

3x 2 0 x

2
3

Penyelesaiannya: { }
. . . (8)

2
3

2)

<x

5
3

5
3

b.

Untuk 5 3x 0 dan x < 2:


5 3x 0 5 3x

x + 2 0 x 2

5
3

x
. . . (6)

. . . (9)
2

Irisan penyelesaian (6), (7), (8)dan (9).

5
3

x<2
. . . (7)

. . . (10)
2

c.

Penyelesaiannya: 2 < x 4
Gabungan penyelesaian (5) dan (10).
2

Penyelesaiannya: x > 2
Jadi, himpunan penyelesaian pertidaksamaan

3x 2 > 4

66

x + 2 0 adalah {x | x > 2}.

Ulangan Tengah Semester

x 2 4x + 4 5 3x
Kedua ruas bernilai positif sehingga dapat
dikuadratkan.
( x 2 4x + 4 )2 (5 3x)2

x2 4x + 4 25 30x + 9x2
8x2 26x + 21 0
(2x 3)(4x 7) 0

Pembuat nol:
(2x 3)(4x 7) = 0
2x 3 = 0 atau 4x 7 = 0

x =

3
2

atau x =

b.

. . . (4)

7
4

Pada interval x 2 0 berlaku |x 2| = (x 2)


x|x 2| < x 2

x(x 2) < x 2
x2 2x x + 2 < 0

x2 3 x + 2 < 0

(x 1)(x 2) < 0
Pembuat nol:
(x 1)(x 2) = 0 x = 1atau x = 2

. . . (8)
7
4

3
2

Untuk x 2 0:
x20=x2

Syarat akar terdefinisi:


x2 4x + 4 0 (x 2)2 0

. . . (5)

Irisan penyelesaian (6), (7), (8)dan (9).


2

. . . (10)

Irisan penyelesaian (4) dan (5).

3
2

Penyelesaiannya: x
c.

3
2

c.

Penyelesaiannya: { }
Gabungan penyelesaian (3) dan (5)

Gabungan penyelesaian (5) dan (10)


1

Penyelesaiannnya: x < 1
Jadi, semua nilai x yang memenuhi x|x 2| < x 2
adalah x < 1.

3
2

Penyelesaiannya: x

3
2

Jadi, nilai x yang memenuhi pertidaksamaan


3x 2 +

x 2 4x + 4 3 adalah x

3
2

5. x|x 2| < x 2
Nilai |x 2| dipecah menjadi dua kemungkinan
yaitu x 2 < 0 dan x 2 0.
a. Untuk x 2 < 0:
x2<0x<2
. . . (1)
2

Pada interval x 2 < 0 berlaku |x 2| = (x 2)


x|x 2| < x 2

x((x 2)) < x 2


x2 + 2x x + 2 < 0

x2 + x + 2 < 0

(x 1)(x 2) < 0
Pembuat nol:
(x 1)(x 2) = 0 x = 1atau x = 2
. . . (2)
1

Irisan penyelesaian (1) dan (2).


. . . (3)
1

6. a.

Titik T merupakan titik tengah , maka:


xT =

xP + x Q
2

yT =
b.

yP + y Q
2

5 + ( 1)
2

4
2

=2

2 + 8
2

6
2

=3

Jadi, koordinat T(2, 3).


Koordinat titik T(2, 3) dan P(5, 2), panjang :
TP =

(x T xP )2 + (y T yP )2

(2 5)2 + (3 (2))2

(3)2 + 52

9 + 25 =

34

Jadi, panjang TP adalah

34 satuan.

7. B2 = 126
B1 dan B2 berpelurus, maka:
B1 = 180 B2
= 180 126
= 54
A1 dan B1 sehadap, maka:
A1 = B1
4x 6 = 54

4x = 60

x = 15

Penyelesaiannya: x < 1
Matematika Kelas X

67

A4 dan B2 merupakan pasangan sudut luar


berseberangan, maka:
A4 = B2
2y + 6 = 126

2y = 120

y = 60
Jadi, nilai x + y = 15 + 60 = 75.
8. a.

Segitiga ABC dapat digambarkan sebagai


berikut.
A

9. Misalkan PC = x, maka BP = 16 x.
Dalil De Ceva:
AR
RB

BP
PC

CQ
QA

=1

5
9

16 x
x

6
4

=1

5
3

16 x
x

1
2

=1

80 5 x
6x

=1

80 5x = 6x

80 = 11x

18 cm

Titik K merupakan titik tengah AB , maka


menurut dalil titik tengah segitiga diperoleh:
KL =

1
2

BC

1
2

18

80
11

cm.

10. Segitiga PQR dapat digambarkan sebagai berikut.


P
3
T
3
Q

AK : BK = 1 : 3 dan AB = 20 cm, maka:


1

AK = 1+ 3 20
=

80
11

Jadi, panjang PC adalah

= 9 cm
Jadi, panjang KL adalah 9 cm.
b.

x =

20
4

= 5 cm
A
5 cm
K

Panjang garis berat yang melalui titik Q adalah


QT dengan T titik tengah PR .
QT2 =

1
2

PQ2 +

1
2

PR2

1
4

PR2

1
2

52 +

1
2

72

1
4

62

1
2

25 +

1
2

49

25
2

49
2

1
4

36

= 37 9
= 28
QT =
C

Menurut dalil intercept segitiga diperoleh:


AK : AB = KL : BC

5 : 20 = KL : 18
20 KL = 5 18
90
20

KL =

DE = 4,5 cm

Jadi, panjang KL adalah 4,5 cm.

68

Ulangan Tengah Semester

28

=2 7
Jadi, panjang garis berat yang melalui titik Q
adalah 2 7 cm.

Setelah mempelajari bab ini, peserta didik mampu:


1. mendeskripsikan konsep persamaan trigonometri baik persamaan trigonometri dasar maupun persamaan aljabar trigonometri
sederhana;
2. menganalisis, mengolah, dan membuat model serta menyelesaikan persamaan trigonometri menggunakan sifat-sifat
persamaan;
3. merencanakan serta melaksanakan strategi dengan cara memanipulasi aljabar trigonometri untuk membuktikan sifat-sifat
identitas trigonometri dasar dan menerapkannya dalam pemecahan masalah.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, peserta didik:
1. bersikap teliti, kritis, mengembangkan rasa ingin tahu dan konsisten dalam menyelesaikan masalah;
2. terampil dalam membuktikan permasalahan yang berkaitan dengan trigonometri;
3. bersikap tanggung jawab, toleransi, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.

Persamaan Trigonometri

Persamaan Trigonometri

Mendeskripsikan fungsi dan persamaan


Trigonometri sederhana.
Mendiskusikan sifat-sifat persamaan
trigonometri.
Mengolah dan menganalisis bentuk
persamaan trigonometri dalam menyelesaikan persamaan trigonometri.
Melakukan dikusi dalam menyelesaikan
masalah persamaan linear.
Membuat model persamaan trigonometri
dan menyelesaikannya dengan cara
memanipulasi aljabar trigonometri.

Identitas Trigonometri

Mendeskripsikan identitas trigonometri.


Menjelaskan bentuk-bentuk identitas
trigonometri.
Mengolah dan menganalisis bentuk
identitas trigonometri dalam membuktikan
identitas trigonometri.
Melakukan manipulasi aljabar dalam
persamaan trigonometri dalam membuktikan bentuk-bentuk identitas trigonometri.
Membuat model persamaan trigonometri
dan menyelesaikannya dengan cara
memanipulasi aljabar dalam persamaan
trigonometri.

Bersikap teliti, kritis, mengembangkan rasa ingin tahu dan konsisten dalam
menyelesaikan masalah.
Bersikap tanggung jawab, toleransi, dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
Mampu menyelesaikan masalah tentang persamaan trigonometri dengan cara
memanipulasi bentuk aljabar dalam persamaan.
Mampu merancang dan membuat model persamaan trigonometri, serta
membuktikan identitas trigonometri dengan cara memanipulasi.
Mampu menerapkan persamaan trigonometri dalam kehidupan sehari-hari serta
menggunakannya dalam menyelesaikannya.

Matematika Kelas X

69

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b

Untuk x = 1

Nilai fungsi trigonometri y = sin x, y = sin (5x ),


dan y = sin (ax + b) mempunyai nilai maksimum 1
dan minimum 1.

Jadi, pada fungsi y = 2 sin (5x 2 ) mempunyai


nilai maksimum dan minimum sebagai berikut.
ymaks = 2 1 = 2
ymin = 2 (1) = 2
2. Jawaban: e
Berdasarkan gambar kurva fungsi y = cos x
diperoleh bahwa garis horizontal yang memotong

11

x1 = 5 + 1 2 = 5 atau

x2 = 5 + 1 2 = 5
Untuk x = 2

21

x1 = 5 + 2 2 = 5

atau

(tidak memenuhi)

19

x2 = 5 + 2 2 = 5
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah
9 11 19
,
, ,

5
5 5 5

cos x = cos (2 8 )

5. Jawaban: e
tan x = tan 130
x = 130 + k 180
Untuk k = 1 x = 130 + (1) 180
= 50
Untuk k = 0 x = 130 + 0 180
x = 130
Jadi, nilai x yang memenuhi adalah x = 50, 130.

6. Jawaban: c

di x = juga memotong kurva di titik x = 2 .


Dengan demikian diperoleh persamaan sebagai
berikut.

cos x = cos 8

x = 2 8

x=

x=

15
8
15
8

sin x + 2 3 = 0
15

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah { 8 }.


3. Jawaban: a
sin x = sin 25
x1 = 25 + k 360, atau
x2 = (180 25) + k 360
= 155 + k 360
Untuk k = 0 x1 = 25 + 0 360 = 25
x2 = 155 + 0 360 = 155
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {25, 155}.
4. Jawaban: d
cos x = cos

( 5

+ k 2) atau

+ k 2)

+ k 2

Untuk x = 0

x1 = 5 + 0 2 = 5 atau

x2 = 5 + 0 2 = 5

70

sin x = sin 3 atau

sin x = sin ( 3 + k 2)
4

x1 = 3 + k 2 atau

x2 = ( 3 ) + k 2 x2 = 3 + k 2
4

Untuk k = 0 x1 = 3 + 0 2 = 3

x2 = 3 + 0 2 = 3 (TM)

(5

x2 =

x1 = 5 + k 2 atau

sin x = 2 3

10

k = 1 x1 = 3 + 1 2 = 3 (TM)

cos x = cos
cos x =

(tidak memenuhi)

Persamaan Trigonometri

x2 = 3 + 1 2 = 3

4 5
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah 3 , 3 .

7. Jawaban: b
1

cos x = 2 2 cos x = cos 45


x = 45 + k 360
x = 45 + k 360
Untuk k = 0 x = 45 + 0 360 = 45
x = 45 + 0 360 = 45

Untuk k = 1

x = 45 + 1 360 = 405
x = 45 + 1 360 = 315
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {45, 135}.
8. Jawaban: a
tan x =

1
3

11

x = 3 + 1 2 = 3 (TM)
5

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah 3 , 3 .

11. Jawaban: d

tan x = tan 3 atau

sin2 x = 2

tan x = tan ( 3 + k )

x= 3 +k

sin2 x 2 = 0
1

sin2 x ( 2 2 )2 = 0

(sin x 2 2 )(sin x + 2 2 ) = 0

Untuk k = 1 x = 3 + 1 = 3

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah 3 , 3 .

cos x =
1

10. Jawaban: b
2 3 sin x 3 = 0

2 3 sin x = 3
1

= 2 3

sin x = sin 3 + k 2
sin x = sin (2

x = 3 + k 2 atau
5

x = 3 + k 2

+ 0 2 =

sin x = 2 2

(1) sin x = 2 2
sin x = sin 45 + k 360 atau
sin x = sin (180 45) + k 360
= sin 135 + k 360
x1 = 45 + k 360 atau
x2 = 135 + k 360
Untuk k = 0 x1 = 45 + 0 360 = 45
x2 = 135 + 0 360 = 135
1

(2) sin x = 2 2
sin x = sin (225 + k 360) atau
sin x = sin (180 225 + k 360)
= sin (45 + k 360)
x1 = 225 + k 360 atau
x2 = 45 + k 360
Untuk k = 0 x1 = 225 + 0 360 = 225
x2 = 45 + 0 360 = 45 (TM)
Untuk k = 1 x1 = 225 + 1 360 = 585 (TM)
x2 = 45 + 1 360 = 315
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {45, 135,
225, 315}.

13. Jawaban: a

Untuk k = 0 x = 3 + 0 2 = 3
x=

cos2 x 2 cos x 3 = 0

(cos x + 1)(cos x 3) = 0
cos x + 1 = 0 atau cos x 3 = 0
cos x = 1
cos x = 3 (TM)
cos x = cos 180

x = 180
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {180}.

= sin 3 + k 2

5
3

sin x 2 2 = 0 atau sin x + 2 2 = 0

12. Jawaban: c

) + k 2

1
2

Oleh karena cos 60 = 2 , maka diperoleh persamaan:


cos x = cos 60
Penyelesaian persamaan di atas sebagai berikut.
cos x = cos (60 + k 360) atau
cos x = cos (60 + k 360)
x = 60 + k 360 atau
x = 60 + k 360
Untuk k = 0 x = 60 + 0 360 = 60
x = 60 + 0 360 = 60
Untuk k = 1 x = 60 + 1 360 = 420
x = 60 + 1 360 = 300
Jadi, nilai x yang memenuhi adalah x = 60, 300.

3
2 3

sin x = 2 2

9. Jawaban: e
2 cos x 1 = 0 2 cos x = 1

sin x =

Untuk k = 0 x = 3 + 0 = 3

Untuk k = 1 x = 3 + 1 2 = 3 (TM)

5
3

6 sin2 x 7 sin x + 2 = 0

(3 sin x 2)(2 sin x 1) = 0


3 sin x 2 = 0 atau 2 sin x 1 = 0
Matematika Kelas X

71

3 sin x = 2
sin x =

Untuk k = 0 x1 = 150 + 0 360 = 150


x2 = 150 + 0 360 = 150
Untuk k = 1 x1 = 150 + 1 360 = 510
x2 = 150 + 1 360 = 210
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah
{510, 210}.

2 sin x = 1

2
3

sin x =
2

x = arc sin 3

x=
x=

1
2

6
5
6

Jadi, penyelesaiannya adalah x = 6 ,

5
6

sin2 x 2 sin x 3 = 0

(sin x + 1)(sin x 3) = 0
sin x + 1 = 0 atau sin x 3 = 0
sin x = 1
sin x = 3
sin x = sin 180
(tidak ada x memenuhi)
x = 180
Jadi, himpunan penyelesaiannya {180}.

2. a.

arc sin 3 .
14. Jawaban: c
3 tan2 x 11 tan x + 10 = 0

(3 tan x 5)(tan x 2) = 0
3 tan x 5 = 0 atau tan x 2= 0

3 tan x = 5
tan x = 2

2 cos2 x 3 2 cos x + 2 = 0

b.

(2 cos x + 2 )(cos x 2 ) = 0
2 cos x 2 = 0 atau cos x 2 = 0
2 cos x = 2
cos x = 2

tan x = 3
5

Jadi, nilai tan x yang mungkin adalah 2 atau 3 .

15. Jawaban: b

3.

cos x = 2 (TM)
3

cos x = cos 2

(1) tan x = 3 tan x1 = tan (18,4 + k 180)

x2 = 18,4 + k 180
Untuk k = 0 x1 = 18,4 + 0 180 = 18,4
k = 1 x2 = 18,4 + 1 180 = 188,4
(2) tan x = 2 tan x = tan (63,4 + k 180)

x = 63,4 + k 180
Untuk k = 0 x1 = 63,4 + 0 180 = 63,4
k = 1 x2 = 63,4 + 1 180 = 243,4
Jadi, nilai x yang memenuhi persamaan adalah
x = 18,4; 63,4; 188,4; 243,4.

}.

= 3 , 0 x 360
1
3

tan x = tan (120 + k 180)

x = 120 + k 180
Untuk k = 0 x = 120 + 0 180 = 120
k = 1 x = 120 + 1 180 = 300
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah
{120, 300}.
2)

6 cos x = 3 3 , 0 x 360
cos x =

1
2

cos x = cos (150 + k 360) atau


cos x = cos (150 + k 360)
x1 = 150 + k 360 atau
x2 = 150 + k 360

72

3 tan2 x 7 tan x + 2 = 0

(3 tan x 1)(tan x 2) = 0
3 tan x 1 = 0 atau tan x 2 = 0
3 tan x = 1
tan x = 2

3
2

B. Uraian
1. Tentukan himpunan penyelesaan dari persamaan tan x =

(tidak ada x memenuhi)

x= 2

3 tan x

tan x = 3

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {

1)

cos x = cos 45, cos 315


x = 45, 315
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah
{45, 315}.

sin2 x cos x + 1 = 0
(1 cos2 x) cos x + 1 = 0
cos2 x cos x + 2 = 0
cos2 x + cos x 2 = 0
(cos x + 1)(cos x 2) = 0
cos x + 1 = 0 atau cos x 2 = 0

cos x = 1

cos x =

Persamaan Trigonometri

4.

40 m

500 m

Misalnya adalah sudut depresi.


Untuk menentukan besar sudut , dapat menggunakan perbandingan tangen.
Pada sketsa ABC siku-siku di B, diperoleh perbandingan trigonometri berikut.

AB

40

tan = BC = 500 = 0,08


Dengan menggunakan pendekatan diperoleh nilai
bawah besar yang menyebabkan nilai tan
= 0,08 adalah 4,57.
Pengerjaan hitungnya seperti berikut.
tan = 0,08 tan = tan 4,57

= 4,57
Jadi, sudut depresi pengawas adalah 4,67.
5. a.

(sin x + 1)(sin x + 2) = cos2 x


sin2 x + sin x + 2 sin x + 2 = 1 sin2 x

sin2 x + 3 sin x + 2 = 1 sin2 x

2 sin2 x + 3 sin x + 1 = 0

(2 sin x + 1)(sin x + 1) = 0
2 sin x + 1 = 0 atau sin x + 1= 0

2 sin x = 1
sin x = 1
1

sin x = 2

(1) Untuk sin x = 2

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: a
tan x
sec x

=
=

sin x
cos x

4 sec2 x 9 tan x 1 = 0

4(tan2 x 1) 9 tan x 1 = 0

4 tan2 x 4 9 tan x 1 = 0

4 tan2 x 9 tan x 5 = 0

(2 sin x + 1)(sin x + 1) = 0

(2 tan x 5)(2 tan x + 1) = 0

2 tan x 5 = 0 atau 2 tan x + 2 = 0


1

2 tan x = 5

tan x = 2

2 tan x = 2

tan x = 4

(1) tan x = 2
tan x = tan (68,2 + k 180)

x = 68,2 + k 180
Untuk:
k = 0 x = 68,2 + 0 180 = 68,2
k = 1 x = 68,2 + 1 180 = 248,2
1

sin x = 2 sin x = sin 210 atau


sin x = sin 330

x = 210 atau x = 330


(2) Untuk sin x = 1
sin x = 1 sin x = sin 270

x = 270
Jadi, nilai x yang memenuhi persamaan
adalah x = 210, 270, dan 330.

sin x
cos x
1
cos x

b.

(2) tan x = 4

tan x = tan (194 + k 180)

x = 194 + k 180
Untuk:
k = 0 x = 194 + 0 180 = 194
k = 1 x = 194 + 1 180 = 374 (TM)
Jadi, nilai x yang memenuhi persamaan
adalah x = 68,2, 194, dan 248,2.

3. Jawaban: b
1

cosec x sec x = sin x cos x


1 cos x

sin x

= sin x cos x cos x sin x

cos x

cos x

= sin x

cos x sin x

= sin x cos x

2. Jawaban: c
1
cotan x cos x tan x

sin x

= sin x cos x cos x sin x

4. Jawaban: e
=
=

1
cos x
sin x

sin x

cos x cos x
1

cos x
sin x

sin x
cos x

cos x

= cos x = sec x

cosec2 x tan x =
=
=

1
sin2 x

sin x

cos x

sin2 x
cos x
sin x
1
cos x cos x sin2 x
2
sin x
cos x
sin3 x

2
2
sin x cos x
sin x cos x
cos x sin3 x

= sin2 x cos x

Matematika Kelas X

73

5. Jawaban: d
sec2

9. Jawaban: b

x1 =

1
cos 2 x

1
cos 2 x

1 cos2 x
cos2 x

1
1 sin x

cos2 x
cos2 x
sin2 x

= cos2 x
= sin2 x sec2 x
6. Jawaban: c
cos x cosec x
sin x sec x

=
=

sin x

1
sin x
1
cos x

cos x

cos x sin
sin x

sin x cos
cos x

cos x sin x
sin x
sin x cos x
cos x

cos x sin x 1
sin x
cos x sin x 1
cos x

=
=

1 + sin x
1 sin2 x

1 sin x
1 sin2 x

1 + sin x 1 + sin x
1 sin2 x
2 sin x
cos 2 x

= 2 cos x cos x
= 2 tan x sec x

1
cos x

10. Jawaban: e
tan2 x + 1 + tan x sec x

cos x sin x 1
cos x
cos x sin x 1
sin x
cos x
= cotan x
sin x

sin2 x
cos2 x

+1+

sin2 x
cos2 x

sin2 x + cos2 x + sin x


cos2 x

=
=

1 + cos x
sin x
cos x

1. a.

+ sin x

cos2 x
cos2 x

sin x
1

cos x

1 + cos x
sin x
cos x

sin x cos x
cos x

1 + cos x
sin x (1 + cos x)
cos x

cos x

cos x
sin x ( 1 + cos x )

b.

cos4 t sin4 t
cos2 t

74

cos x sec x + 1

sec x 1 sec x + 1

cos x (sec x + 1)
sec 2 x 1

cos x sec x + cos x + cos x sec x cos x


sec 2 x 1

2 cos x sec x 0
sec 2 x 1
1
cos x

cos x sec x 1

sec x + 1 sec x 1

=
=

cos x

tan x

1 + sin x
cos 2 x

Persamaan Trigonometri

sin2 x (1 cos2 x)
cos2 x

(cos2 t sin2 t)(cos2 t + sin2 t)


cos2 t
(cos2 t sin2 t) 1
cos2 t
cos2 t
sin2 t

2
cos t
cos2 t
sin t

= 1 cos t

cos x (sec x + 1)
sec 2 x 1

= 2 cotan2 x

sin2 x
sin2 x
cos2 x
cos2 x
sin2 x
2 x

sin
cos2 x
cos2 x
sin2 x sin2 x cos2 x
cos2 x

sin2 x

+ sec x + 1

= cos2 x sin2 x
= tan2 x sin2 x (terbukti)

8. Jawaban: a

2 cos x

sin x
cos 2 x

cos x

= sin x = cotan x

cos x

tan2 x sin2 x =

1 + cos x
sin x
cos x

= 1 + cos x

sin x
cos x

B. Uraian

cos x
sec x 1

1 sin x

1 + sin x
1 sin x
1 + sin x

sin x

1
sin x

7. Jawaban: b
1 + cos x
tan x + sin x

1
1 sin x

1
sin x
1
cos x

1 + sin x

1
1 + sin x

= 1 tan2 t (terbukti)
2.

sin2 x
1 sin x

sin2 x
1 + sin x

sin2 x
1 sin x

sin2 x + sin3 x
(1 sin x)(1 + sin x)

1 + sin x

1 + sin x +
+

sin2 x
1 + sin x

1 sin x

1 sin x

sin2 x sin3 x
(1 + sin x)(1 sin x)

sin2 x + sin3 x + sin2 x sin3 x


(1 sin x)(1 + sin x)

4.

sin3 x + cos 3 x
sin x + cos x

2 sin2 x

= 1 sin2 x
=

2 sin2 x
cos2 x

sin2 x + 4 sin x + 3
cos2 x

sin x + cos x

= sin2 x sin x cos x + cos x


= sin2 x + cos2 x sin x cos x
= 1 sin x cos x

= 2 tan2 x (terbukti)
3.

( sin x + cos x )(sin2 x sin x cos x + cos x

(sin x + 1)(sin x + 3)
cos 2 x

(sin x + 1)(sin x + 3)
1 sin2 x

sin2 x

5. cos2 x + 3 cos x + 2 =

sin2 x
(cos x + 2)(cos x + 1)

1 cos 2 x
(2 + cos x)(1 + cos x)

(sin x + 1)(sin x + 3)

= (1 sin x)(1 + sin x)


=
=

( sin x + 1)(3 + sin x)


( sin x + 1)(1 sin x)
3 + sin x
(terbukti)
1 sin x

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: d
2 sin x = 1

1 cos x

= 2 + cos x (terbukti)

5 3 tan x 15 = 0

8 =0

4 cos x = 8
4 cos x = 2 2
1

cos x = 2 2

cos x = cos 135 + k 360 atau


cos x = cos 225 + k 360
x1 = 135 + k 360 atau x2 = 225 + k 360
Untuk k = 0 x1 = 135 + 0 360 = 135
x2 = 225 + 0 360 = 225
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah
{135, 225}.

(2 + cos x)( 1 + cos x )

3. Jawaban: c

sin x = 2
sin x = sin (210 + k 360) atau
sin x = sin (330 + k 360)
x1 = 210 + k 360 atau x2 = 330 + k 360
Untuk k = 0 x1 = 210 + 0 360
= 210
x2 = 330 + 0 360
= 330
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah
{210, 330}.
2. Jawaban: b
4 cos x +

(1 cos x)( 1 + cos x )

5 3 tan x = 15
15

tan x = 5 3

tan x =

tan x = tan ( 3 + k )

x= 3 +k

Untuk k = 0 x = 3 + 0 = 3

k=0 x= 3 +1= 3

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah { 3 , 3 }.


4. Jawaban: d
sin x = sin2 x

sin2 x + sin x = 0
sin x (sin x + 1) = 0
sin x = 0 atau sin x + 1 = 0
sin x = 1
(1) Untuk sin x = 0
sin x = 0 sin = sin 0

x = 0
(2) Untuk sin x = 1
sin x = 1 sin x = sin 270

x = 270
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {0, 270}.

Matematika Kelas X

75

cos x = 0 atau sin x 1 = 0


cos x = 0 atau
sin x = 1
(1) Untuk cos x = 0

5. Jawaban: c
tan2

x=

1
3
1

tan2 x 3 = 0
1
tan2 x ( 3 3 )2
1
1
(tan x 3 3 )(tan x + 3 3 )
1
1
tan x 3 3 = 0 atau tan x + 3 3
1
tan x = 3 3
atau tan x

tan x = tan 6 + k atau tan x

x = tan 6 + k atau
x

=0

x= 2
(2) Untuk sin x = 1
sin x = 1

=0

5
5

= 6 +k

x2 = 6 + 0 = 6
Untuk k = 1
7

x1 = 6 + 1 = 6
5

11

x2 = 6 + 1 = 6

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah { 6 , 6 ,


7
8

11
6

sin x = sin 2

= 6 +k

=3 3

x1 = 6 + 0 = 6
5

=0

Untuk k = 0

cos x = cos 2

}.

x= 2

Jadi, penyelesaiannya adalah x = 2 .


8. Jawaban: d
2 cos2 x + 3 sin x = 3

2 cos2 x + 3 sin x 3 = 0

2(1 sin2 x) + 3 sin x 3 = 0

2 2 sin2 x + 3 sin x 3 = 0

2 sin2 x + 3 sin x 1 = 0

2 sin2 x 3 sin x + 1 = 0

(2 sin x 1)(sin x 1) = 0
2 sin 1 = 0 atau sin x 1 = 0

2 sin x = 1 atau
sin x = 1
1

sin x = 2
1

(1) sin x = 2

6. Jawaban: e

tan x sin2 x = 4 tan x


tan x sin2 x 4 tan x = 0

tan x
tan x (sin x

1
2

(sin2

3 )(sin x +

x
1
2

3
4

(2) sin x = 1

) =0

atau

(1) Untuk tan x = 0


tan x = 0 tan x = tan 0

x = 0
(2) Untuk sin x =
sin x =

1
2

1
2

sin x = 2 3

3 sin x = sin 60, sin 120

x = 60, 120

(3) Untuk sin x =

1
2

1
2

3 sin x = sin 240, sin 300

x = 240, 300
Jadi, nilai x yang memenuhi adalah x = 0, 60,
120, 240, 360.
7. Jawaban: c
cos x sin x = cos x

cos x sin x cos x = 0

cos x (sin x 1) = 0
sin x =

76

Persamaan Trigonometri

sin x = sin 2

sin x = 2

3) =0

tan x = 0 atau sin x 2 3 = 0 atau sin x + 2 3 = 0


tan x = 0 atau sin x = 2 3

sin x = 6 , 6

sin x = sin 6 , sin 6

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah { 6 , 2 ,


5
6

}.

9. Jawaban: a
cos x = 1 + sin2 x
cos x = 1 + (1 cos2 x)
cos x = 2 cos2 x

cos2 x + cos x 2 = 0

(cos x 1)(cos x + 2) = 0
cos x 1 = 0 atau cos x + 2= 0

cos x = 1
cos x = 2 (TM)

cos x = cos 0
x=0
Jadi, nilai x yang memenuhi adalah x = 0.
10. Jawaban: d
2 cos2 x 5 cos x = 3

2 cos2 x 5 cos x 3 = 0

(2 cos x + 1)(cos x 3) = 0
2 cos x + 1 = 0 atau cos x 3 = 0

2 cos x = 1
cos x = 3 (TM)

cos x = 2


cos x = cos 120, cos 240

x = 120, 240
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {120,
240}.
11. Jawaban: b
2 sin2 x = cos x + 1

2 sin2 x cos x 1 = 0

2(1 cos2 x) cos x 1 = 0

2 2 cos2 x cos x 1 = 0

2 cos2 x cos x + 1 = 0

2 cos x + cos x 1 = 0

(2 cos x + 1)(cos x 1) = 0
2 cos x + 1 = 0 atau cos x 1 = 0

2 cos x = 1
cos x = 1
1

Untuk cos x = 2

cos x = 2 cos x = cos 3 , cos 3


2

x= 3 , 3
1

Untuk cos x = 2
cos x = 1

cos x = cos 0

x = 0
2

Jadi, penyelesaiannya adalah x = 0, 3 , 3 .


12. Jawaban: e
3 cos x + 3 = 2 sin2 x

3 cos x + 3 2 sin2 x = 0

3 cos x + 3 2(1 cos2 x) = 0

3 cos x + 3 2 + 2 cos2 x = 0

2 cos2 x 3 cos x + 1 = 0

(2 cos x 1)(cos x 1) = 0
2 cos x 1 = 0 atau cos x 1 = 0
2 cos x 1 = 0
cos x = 1

C
10

BC

cos x = 2
1

(1) cos x = 2

(2) cos x = 1

AB

cos x = cos 3 , cos 3

x= 3, 3
cos x = cos 0
x=0

cos x = AC =

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {0, 3 ,


5
3

}.

13. Jawaban: e
7 sin x + 5 = 2 cos2 x

7 sin x + 5 2 cos2 x = 0

7 sin x + 5 2(1 sin2 x) = 0

7 sin x + 5 2 + 2 sin2 x = 0

2 sin2 x + 7 sin x + 3 = 0

tan x = AB = 1 = 3

sin x = 2
1

cos x = 2
1

sin x = 2
sin x = sin (210 + k 360 atau
sin (330 + k 360)

x1 = 210 + k 360 atau x2 = 330 + k 360


Untuk k = 0
x1 = 210 + 0 360 = 210
x2 = 330 + 0 360 = 330
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {210,
330}.
14. Jawaban: a
sec2 x 2 tan x = 4

(1 + tan2 x) 2 tan x 4 = 0

tan2 x 2 tan x 3 = 0

(tan x 3)(tan x + 1) = 0
tan x 3 = 0 atau tan x + 1 = 0

tan x = 3
tan x = 1
Oleh karena dipilih tan x = p, p > 1, maka dipilih
tan x = 3.
Dengan menggunakan segitiga siku-siku dapat
digambarkan sebagai berikut.

(2 sin x + 1)(sin x + 3) = 0
2 sin x + 1 = 0 atau sin x + 3 = 0

2 sin x = 1
sin x = 3 (TM)

1
10

= 10 10

15. Jawaban: d
2 cos x sin x + 2 cos x sin x = 1

2 cos x sin x + 2 cos x sin x 1 = 0

2 cos x + 2 cos x sin x sin x 1 = 0


2 cos x sin x + 2 cos x (sin x + 1) = 0

2 cos x (sin x + 1) (sin x + 1) = 0

(2 cos x 1)(sin x + 1) = 0

2 cos x 1 = 0 atau sin x + 1 = 0

2 cos x = 1
sin x = 1

cos x = 2
1

Untuk cos x = 2

Untuk sin x = 1

cos x = cos 60

x = 60
sin x = sin 270

x = 270

Matematika Kelas X

77

Oleh karena x di kuadran I, dipilihlah x = 60.


Dengan demikian diperoleh tan x = tan 60 = 3 .
16. Jawaban: a
sin2 x
1 cos2 x

sin2 x
1 cos x

sin2 x (1 + cos x)
1 cos2 x

sin2 x (1 + cos x)
sin2 x

1 + cos x

= cos x
= sin x
= 1 + cos x

21. Jawaban: b
sin x + tan x
cos x + 1

1 + cos x
sin x

sin x

=
=

1 + cos x
sin x

sin x

= 1 + cos x sin x +

1 + cos x

1 + cos x

sin2 x + (1 + cos x)(1 + cos x)


sin x (1 + cos x)

sin2 x + 1 + 2 cos x + cos 2 x


sin x (1 + cos x)

sin2 x + cos 2 x + 1 + 2 cos x


sin x (1 + cos x)

1 + 1 + 2 cos x
sin x (1 + cos x)

2(1 + cos x)

tan2 x 1
tan2 x + 1

= sin x = 2 cosec x

18. Jawaban: c
2

(1 sin x)(1 + sin x)


1 + sin2 x

= 1 sin2 x = cos2 x
19. Jawaban: b
1 cosec2 x = 1

1
sin2 x

sin x

= sin2 x

1
sin2 x

sin2 x 1
sin2 x

(1 sin2 x)
sin2 x
cos2 x

= sin2 x
=
=

78

sin x
cos x
cos x + 1

sin x cos x
cos x +
1

sin x cos x sin x


+
cos x
cos x

cos x + 1
sin x cos x + sin x
cos x

cos x + 1
sin x (cos x + 1)
cos x

cos x + 1
sin x (cos x + 1)
cos x

sin x

cos x

cos x + 1

sin x
cos x

cos x
sin x

Persamaan Trigonometri

=
=

sin2 x cos2 x
cos2 x

x
x
x
x

sin2 x cos2 x
cos2 x

cos2 x
sin x + cos2 x
cos2 x
2

cos2

cos x

sin x

tan x = 1 sin x cos x


cos x

cos x
sin x

1
cos x
cos x
sin x
+
cos x
cos x

cos2
cos2
cos2
cos2

sin2 x cos2 x
cos2 x
sin2 x + cos2 x
cos2 x

=
x
x
= (1 cos2 x) cos2 x
= 1 2 cos2 x
23. Jawaban: d
cos x
1 sin x

sec x
1
sin x
+
cos x

+1

sin2

= cotan2 x

1
2

sin x
cos2 x
sin2 x
cos2 x

20. Jawaban: d
sec x
cot an x + tan x

cos x + 1

sin x
cos x

= cos x
= tan x
22. Jawaban: a
2

= sin x (1 + cos x)

1 sin x
1 + sin2 x

sin x +

sin x cos x
1

sin x

2 + 2 cos x

= sin x (1 + cos x)

1
cos x
1
sin x cos x

1 + cos x

17. Jawaban: e
sin x
1 + cos x

1
cos x
cos2 x + sin2 x
sin x cos x

cos x

sin x

1 sin x

= 1 sin x cos x cos x 1 sin x

sin x
sin x

cos 2 x sin x (1 sin x)


(1 sin x) cos x

cos 2 x sin x + sin x


cos x (1 sin x)

cos 2 x + sin2 x sin2 x


cos x (1 sin x)

sin

cos

sin2
cos2

(1 sin )(1 sin )


1 sin2

( 1 sin )(1 sin )


( 1 sin )(1 + sin )

1 sin
1 + sin

sin

sin + cos + sin


cos2

1 + sin
cos 2

1 + sin
1 sin2

x = 150 + k 180
Untuk k = 1 x = 150 + (1) 180 = 30
k = 0 x = 150 + 0 180 = 150
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {30, 30,
150}

sin
cos 2

sin x = 3 (TM)

sin x = 2
1

sin x = 2

tan x = 3 3 tan x = tan (150 + k 180)

3. 6 sin2 x + 5 sin x 4 = 0

(2 sin x 1)(3 sin x + 4) = 0


2 sin x 1 = 0 atau 3 sin x + 4 = 0

3 sin x = 1
3 sin x = 4

+ 1 + cos cos
+

tan x = 3 3 tan x = tan (30 + k 180)

x = 30 + k 180
Untuk k = 0 x = 30 + 0 180 = 30
k = 1 x = 30 + 1 180 = 210
1

(1 sin )
cos2

cos2
cos2

tan x = 3 3

atau

Untuk tan x = 3 3

25. Jawaban: e
tan2 + 1 + tan sec
sin

cos

Untuk tan x = 3 3

1 sin

cos

(tan x 3 3 )(tan x + 3 3 ) = 0
1

24. Jawaban: b

tan x = 3 3

tan2 x 3 = 0
1

= cos x
= sec x
1

cos

tan x 3 3 = 0 atau tan x + 3 3 = 0

1 sin x

= cos x (1 sin x)

(sec tan )2 =

2. 3 tan2 x 1 = 0

sin x = sin ( 6 + k 2) atau

sin (( 6 ) + k 2

x1 = 6 + k 2 atau

1 + sin

x2 = ( 6 ) + k 2

= (1 sin )(1 + sin ) = 1 sin

B. Uraian
1. 6 cos x 3 = 0 6 cos x = 3
1
2

cos x =

cos x = cos (60 + k 360)


x = 60 + k 360

Untuk k = 0
x1 = 60 + 0 360 = 60
x2 = 60 + 0 360 = 60
Untuk k = 1
x1 = 60 + 1 360 = 420
x2 = 60 + 1 360 = 300
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {60, 300}.

= 6 + k 2
Untuk k = 0

x1 = 6 + 0 2 = 6
5

x2 = 6 + 0 2 = 6
Untuk k = 1

13

x1 = 6 + 1 2 = 6 (TM)
5

17

x2 = 6 + 1 2 = 6 (TM)

Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah { 6 , 6 }.

Matematika Kelas X

79

4. sin2 x 2 cos x + cos x sin2 x = 2


1

sin2 x 2 cos x + cos x sin2 x 2 = 0

sin2 x + sin2 x cos x 2 cos x 2 = 0

sin2 x (1 + cos x) 2 cos x + 2 ) = 0

sin2 x (cos x + 1) 2 (cos x + 1) = 0

(sin2 x

(sin x

1
2

1
2

2 )(sin x +

1
2

)(cos x + 1) = 0

2 )(cos x + 1) = 0

sin x 2 2 = 0 sin x + 2 2 = 0
cos x + 1 = 0

1
2

(2) Untuk sin x =

1
2

x = 45, 135

sin x = 2 2 sin x = sin 225, sin 315

x = 225, 315

(3) Untuk cos x = 1


cos x = 1
cos x = cos 180

x = 180
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {45, 135,
180, 225, 315}.

80

cos x

+ 1 + sinx = 4

1 + sinx
cos x

cos x

cos x

1 sin x

cos x + 1 + sinx 1 sin x = 4

(1 + sin x) cos x
cos 2 x
cos x + sin x cos x
cos 2 x

cos x (1 sin x)
1 sin2 x

=4

cos x sin x cos x


cos 2 x

=4

cos x sin x cos x + cos x sin x cos x


cos 2 x
2 cos x
=4
cos 2 x
2
=4
cos x
1
cos x = 2

cos x = cos ( 30 + k 360)


x = 30 + k 360

Persamaan Trigonometri

=4

2 =

1
tan x + 2

tan x
tan x 2
1

1
tan x + 2

1
tan x + 2

tan x 2
tan x 2

=0
=0

tan x 2
tan2 x 2

=0

tan x 2
tan2 x 2

=0

(tan x 2)((tan2 x 2) 1)
tan2 x 2

=0

(tan x 2 )(tan2 x 3)
(tan x 2 )(tan x + 2 )

=0

(tan2 x 3)
t an x + 2

=0

tan2 x 3 = 0

sin x = 2 2 sin x = sin 45, sin 135

1 + sinx
cos x

6. tan x

sin x = 2 2 sin x = 2 2 cos x = 1

(1) Untuk sin x =

5.

Untuk k = 0
x1 = 30 + 0 360 = 30
x2 = 30 + 0 360 = 30 (TM)
Untuk k = 1
x1 = 30 + 1 360 = 390
x2 = 30 + 1 360 = 330 (TM)
Jadi, penyelesaiannya adalah x = 30, 390.

tan x

(tan x 2)(tan2 x 2)
tan2 x 2

(tan x

3 )(tan x +

3)=0

tan x = 3 atau t an x = 3
tan x = tan (60 + k 180) atau tan x = tan
(120 + k 180)
x1 = 60 + k 180 atau x2 = 120 + k 180
Untuk k = 0
x1 = 60 + 0 180 = 60
x2 = 120 + 0 180 = 120
Untuk k = 1
x1 = 60 + 1 180 = 240
x2 = 120 + 1 180 = 300
Jadi, penyelesaiannya adalah x = 60, 120, 240,
300.
7. sin2 + tan2 + cos2
sin2

= sin2 + cos2 + cos2


sin2

sin2

cos2

= cos2 cos2 + cos2 + cos2 cos2


=

sin2 cos2 + sin2 + cos2 cos2


cos2

sin2 cos2 + cos2 cos2 + sin2


cos2

cos2 (sin2 + cos2 ) + sin2


cos2

8.

cos x

cos x

sin x + 1

cos2 1 + sin2
cos2

= sin x 1 + sin x + 1

cos2 + sin2
cos2

= sin x 1 sin x + 1 + sin x + 1 sin x 1

1
cos 2

= sec2 (terbukti)

cos x
sin x

sin x

+ 1 + cos x
1 + cos x

cos x

sin x

sin x

= sin x 1 + cos x + 1 + cos x sin x


=
=
=

cos x (1 + cos x)
sin x (1 + cos x)

sin2 x
(1 + cos x) sin x
2

cos x + cos x + sin x


sin x (1 + cos x)

cos x + 1
sin x (1 + cos x)
1

1
tan x sec x

=
=

1
sin x
cos x

1
sin x 1
cos x

1
cos x

+
+

1
tan x + sec x

1
sin x
cos x

1
sin x + 1
cos x

1
cos x

cos x sin x + cos x


sin2 x 1

cos x

sin x 1

cos x sin x cos x


sin2 x 1

cos x sin x + cos x + cos x sin x cos x


sin2 x 1
2 sin x cos x
cos 2 x
2 sin
cos x

= 2 tan x (terbukti)
10.

2 sin x cos x + cos x + 2 sin x + 1


sin x cos x + sin x

=
=

= sin x
= cosec x (terbukti)
9.

cos x

cos x (2 sin x + 1) + 2 sin x + 1


sin x (cos x + 1)
( cos x + 1)(2 sin x + 1)
sin x ( cos x + 1)

2 sin x + 1
sin x

sin x
1

sin x

sin x

sin x

2 sin x

= sin x + sin x sin x


2 sin x

= sin x
= 2 (terbukti)

Matematika Kelas X

81

A. Pilihan Ganda
1. Jawaban: b

2x 2 x + 3
x 2 2x 3

2x 2 x + 3
x 2 2x 3

= 3 17
Pembuat nol penyebut:
x(x + 1)( x 4) = 0
x = 0 atau x + 1 = 0 atau x 4 = 0
x = 0 atau x = 1 atau x = 4
Garis bilangan beserta tandanya:

>0

2x + 7x + 15
x 2 2x 3

>0

(2x 3)(x 5)
(x + 1)(x 3)

>0

6 2 17
2

>4

4>0

2x 2 x + 3 4(x 2 2x 3)
x 2 2x 3

6 68
2

x1,2 =

Pembuat nol pembilang:


(2x 3)(x 5) = 0 2x 3 = 0 atau x 5 = 0
3
2

x=

x = 1 2 atau x = 5

atau x = 5
1

Pembuat nol penyebut:


(x + 1)( x 3) = 0 x + 1 = 0 atau x 3 = 0

x = 1 atau x = 3
Garis bilangan beserta tandanya:

3 17

Penyelesaiannya:
x 3 17 atau 1 < x < 0 atau 4 < x 3 + 17
Jadi, himpunan penyelesaian pertidaksamaan
x
x 2 3x 4

x adalah {x |x 3 17 atau 1 < x < 0

atau 4 < x 3 + 17 }.
3. Jawaban: e
x 1

1
2

2x 2 x + 3

Jadi, penyelesaian pertidaksamaan x 2 2x 3 > 4


1

adalah 1 2 < x < 1 atau 3 < x < 5.


2. Jawaban: e

2
x
x
x 2 3x 4
x 2 2(x 2 3x 4)
x(x 2 3x + 4)

x 2 + 6x + 8
x(x + 1)(x 4)

Misalkan y = x 3 maka pertidaksamaan menjadi:


y2 y + 12
2

y y 12 0
(y + 3)(y 4) 0
Pembuat nol: (y + 3)(y 4) = 0

y = 3 atau y = 4
Garis bilangan beserta tandanya:

x
x 2 3x 4

0
0

Pembuat nol pembilang:


x2 + 6x + 8 = 0
x2 6x 8 = 0

82

x 1

x 1

Pertidaksamaan
x 3 + 12.
x3

Penyelesaiannya: 1 2 < x < 1 atau 3 < x < 5

4 3 + 17

Ulangan Akhir Semester

. . . (1)
4

Penyelesaiannya: 3 y 4 3 y dan y 4
1)

3 y

x 1

3 x 3
x 1
+3
x3
x 1 + 3(x 3)
x3
4x 10
x3

0
0
0

Syarat akar terdefinisi:

Pembuat nol pembilang:


10
4

4x 10 = 0 x =

5
2

13

5x 13 0 x 5

1)

Pembuat nol penyebut: x 3 = 0 x = 3

. . . (2)
13
5

. . . (2)
5
2

x2 6x + 5 0 (x 1)(x 5) 0
Pembuat nol:
(x 1)(x 5) = 0 x = 1 atau x = 5

2)

Penyelesaiannya: x 2 atau x > 3


x 1
x3
x 1
4
x3
x 1 4(x 3)
x3
3x + 11
x3

y4

2)

. . . (3)

Irisan penyelesaian (1), (2), dan (3).

. . . (4)

0
11

. . . (3)
11
3

11

x 6x + 5

( 5x 13 )2 ( x 2 6x + 5 )2

5x 13 x2 6x + 5

0 x2 11x + 18
(x 2)(x 9) 0
Pembuat nol: (x 2)(x 9) = 0 x = 2 atau x = 9

7x 2 > 1 + 2 3x 2 + (3x 2)

4x 1 > 2 3x 2

3x 2 >

1)

Kedua ruas bernilai positif sehingga dapat


dikuadratkan.

3x 2 )2

4x 1
2

Ruas kanan nilainya belum tentu positif sehingga


nilai ruas kanan dibagi menjadi dua kemungkinan.

x 2 6x + 5 0

5x 13

( 7x 2 )2 > (1 +

7x 2 1 3x + 2 > 2 3x 2
x 1
x3

4. Jawaban: b

3x 2 >1

11

+ 12 adalah x 2 atau x 3 .

5x 13

5. Jawaban: c

7x 2 > 1 + 3x 2
Kedua ruas bernilai positif sehingga dapat
dikuadratkan.

Penyelesaiannya: x 2 atau x 3
Jadi, nilai x yang memenuhi

x 2 6x + 5 0 adalah 5 x 9.

x 1
x3

5x 13

Jadi, semua nilai yang memenuhi

7x 2

11
3

Penyelesaiannya 5 x 9

11

Penyelesaiannya: x < 3 atau x 3


Irisan penyelesaian (2) dan (3)

5
2

Pembuat nol pembilang: 3x + 11 = 0 x = 3


Pembuat nol penyebut: x 3 = 0 x = 3

3)

Untuk
4x 1
2

4x 1
2

< 0:
1

< 0 4x 1 < 0 x < 4

. . . (1)
1
4

4x 1
< 0 maka pertidaksamaan
2
4x 1
dipenuhi oleh semua nilai x.
2

Oleh karena
3x 2 >

. . . (1)

. . . (2)

Penyelesaiannya: 2 x 9
Matematika Kelas X

83

Syarat akar terdefinisi:


a)

Irisan penyelesaian (6),(7), (8) dan (9)


2
7

7x 2 0 x

. . . (10)
2
3

. . . (3)
2
7

b)

3)

3x 2 0 x 3

Penyelesaiannya: x 3
Gabungan penyelesaian (5) dan (10):

. . . (4)

. . . (11)

2
3

2
3

. . . (5)
Tidak ada nilai x yang memenuhi.
2)

Untuk
4x 1
2

4x 1
2

Jadi, himpunan penyelesaian 7x 2 3x 2 > 1


2

adalah {x | x 3 }

0:
1

0 4x 1 0 x 4

. . . (6)
1
4

Oleh karena

4x 1
2

< 0 maka kedua ruas


4x 1

6. Jawaban: e
0 < |x 2| < 4
0 < |x 2| dan |x 2| < 4
1) 0 < |x 2|
|x 2| > 0
x 2 < 0 atau x 2 > 0

x < 2 atau x > 2

x2

3x 2 > 2 bernilai
positif sehingga dapat dikuadratkan.

pertidaksamaan

4x 1

( 3x 2 )2 > ( 2 )2

. . . (1)
2

2)

16x 2 8x + 1
4

3x 2 >

12x 8 > 16x2 8x + 1


2
16x 20x + 9 > 0
Oleh karena a = 16 > 0 dan D = (20) 4 16 9
= 176 < 0 maka 16x2 20x + 9 merupakan
definit positif sehingga 16x2 20x + 9 > 0
terpenuhi oleh semua nilai x.

|x 2| < 4

4 < x 2 < 4
4 + 2 < x 2 + 2 < 4 + 2

2 < x < 6

3)

Syarat akar terdefinisi:


2

7x 2 0 x 7
. . . (8)

b)

3x 2 0 x 3
. . . (9)
2
3

84

Ulangan Akhir Semester

Irisan penyelesaian (1) dan (2):

. . . (7)

2
7

. . . (2)

a)

Penyelesaiannya: x 3

Irisan penyelesaian (1),(2), (3) dan (4)

Penyelesainnya: 2 < x < 2 atau 2 < x < 6


Jadi, nilai x yang memenuhui 0 < |x 2| < 4 adalah
2 < x < 2 atau 2 < x < 6.
7. Jawaban: e
2|5 x|2 < 7|5 x| 3
Misalkan y = |5 x| maka pertidaksamaan menjadi:

2y2 < 7y 3
2

2y 7y + 3 < 0
(2y 1)(y 3 ) < 0
Pembuat nol:
(2y 1)(y 3 ) = 0
2y 1 = 0 atau y 3 = 0

y = 2 atau y = 3
. . . (1)
1
2

8. Jawaban: d
|x + 9| |x 2| x + 1
Perhatikan |x + 9| = 0 untuk x = 9 dan |x 2| = 0
untuk x = 2

Penyelesaiannya: 2 < y < 3

1
2

1)

1
2

< y dan y < 3


1
2

<y

|5 x| >

1)

. . . (1)
9

Pada interval x < 9, nilai |x + 9| = (x + 9)


dan |x 2| = (x 2).
|x + 9| |x 2| x + 1
(x + 9) ((x 2)) x + 1

x 9 + x 2 x + 1

11 x + 1

12 x

|5 x|2 > 2 2
1

(5 x)2 2 2 > 0
1

(5 x + 2 )(5 x 2 )> 0
11

( 2 x )( 2 x ) > 0
Pembuat nol:
11

. . . (2)
12

( 2 x )( 2 x ) = 0
11

Irisan penyelesaian (1) dan (2).


9

x = 2 atau x = 2

9
2

11
2

Penyelesaiannya: x 12
2)

Untuk 9 x 2:

11

. . . (4)

Penyelesaiannya: x < 2 atau x > 2

y < 3 |5 x| < 3

|5 x|2 < 32

(5 x)2 32 < 0
(5 x + 3)(5 x 3) < 0

(8 x)(2 x) < 0
Pembuat nol: (8 x)(2 x) = 0
x = 8 atau x = 2

Pada interval 9 x 2, nilai |x + 9| = (x + 9)


dan |x 2| = (x 2).
|x + 9| |x 2| x + 1
(x + 9) ((x 2)) x + 1

x+9+x2x+1

2x + 7 x + 1

x 6
. . . (5)

Penyelesaiannya: 2 < x < 8


3)

. . . (3)

12

. . . (2)

2)

Untuk x < 9:

< |5 x|

1
2

Irisan penyelesaian (4) dan (5).

Irisan penyelesaian (1) dan (2).

. . . (6)
6

9
2

11
2

Penyelesaiannnya: 2 < x <

Penyelesaiannya: 6 x 2

9
2

atau

11
2

3)

2|5 x|2 < 7|5 x| 3 adalah 2 < x < 2 atau


< x < 8.

Untuk x > 2:

<x<8

Jadi, nilai x yang memenuhi pertidaksamaan


11
2

Pada interval x > 2, nilai |x + 9| = (x + 9) dan


|x 2| = (x 2).

Matematika Kelas X

85

|x + 9| |x 2| x + 1
(x + 9) (x 2) x + 1

x+9x+2x+1

11 x + 1

10 x

Pembuat nol pembilang: 7 4x = 0 x = 4


1

Pembuat nol penyebut: 4x 1 = 0 x = 4


Garis bilangan beserta tandanya:

. . . (2)
Irisan penyelesaian (7) dan (8).

4)

7
4

1
4

10

Penyelesaiannya: x < 4 atau x 4


3)

10

Irisan penyelesaian (1) dan (2).

Gabungan penyelesaian (3), (6) dan (9)

. . . (3)
5

12

10

Penyelesaiannya: x 12 atau 6 x 10
Jadi, penyelesaian pertidaksamaan |x + 9| |x 2|
x + 1 adalah x 12 atau 6 x 10.
9. Jawaban: c
6
4x 1

6
4x 1

6
4x 1

10. Jawaban: d

6
4x 1

6
4x 1

6 + (4x 1)
4x 1

( x 2 4x + 4 )2 (|2x + 3|)2

x2 4x + 4 4x2 12x + 9
2

3x + 16x + 5 0

(3x + 1)(x + 5) 0
Pembuat nol: (3x + 1)(x + 5) = 0
3x + 1 = 0 atau x + 5 = 0

4x + 5
4x 1

x = 3 atau x = 5

+10

. . . (1)

Pembuat nol pembilang: 4x + 5 = 0 x = 4


Pembuat nol penyebut: 4x 1 = 0 x =

1
4

Garis bilangan beserta tandanya:

5
4

1
4

6
4x 1

86

Syarat akar terdefinisi:


x2 4x + 4 0 (x 2)2 0 sehingga x2 4x
+ 4 0 terpenuhi oleh semua nilai x.

. . . (1)
5

Penyelesaiannya: x 4 atau x > 4


2)

1 adalah x 4 atau x 4 .

x 2 4x + 4 |2x + 3|
Kedua ruas bernilai positif sehingga dapat dikuadratkan.

1 4x 1 dan 4x 1 1
1)

Penyelesaiaannya: x 4 atau x 4
Jadi, nilai x yang memenuhi pertidaksamaan

x 2 4x + 4 |2x + 3| 0

7
4

. . . (2)
Irisan penyelesaian (1) dan (2)

6
10
4x 1
6 (4x 1)
0
4x 1
6 4x + 1
0
4x 1
7 4x
0
4x 1

Ulangan Akhir Semester

. . . (3)
5

1
3

x 2 4x + 4 |2x + 3| 0 maka x 5

Jadi, jika
1

atau x 3 .

11. Jawaban: a
Panjang KL :

KL =

(xK xL )2 + (yK yL )2

(4 2)2 + (1 5)2

(6)2 + (4)2

36 + 16

52 = 2 13

A merupakan titik tengah KL , maka panjang AK :

AK =
=

1
2
1
2

KL
2 13 =

13

Jadi, panjang AK adalah

13 satuan.

12. Jawaban: c
ADB dan CDB saling berpelurus, maka:
ADB + CDB = 180
(2x + 15) + 125 = 180

2x + 140 = 180

2x = 40

x = 20
Jadi, nilai x = 20.
13. Jawaban: e
AEC = 72 dan DEB = 56
DEC merupakan penyiku AEC, maka:
DEC = 90 AEC
= 90 72 = 18
BEC = DEB DEC
= 56 18
Jadi, besar BEC = 38.
14. Jawaban: b
P4 : Q1 = 3 : 2 berarti P4 = 3x dan Q1 = 2x.
P4 danQ1 merupakan pasangan sudut dalam
berseberangan, maka:
P4 +Q1 = 180

3x + 2x = 180

5x = 180

x = 36
Q3 dan Q1 bertolak belakang, maka:
Q3 = Q1 = 2x = 2(36) = 72
Jadi, besar Q3 = 72.
15. Jawaban: c
Besar sudut-sudut sehadap sama, sehingga:

34

34

34

Sehingga diperoleh:
(4a + 12) = 90 + 34

4a + 12 = 124

4a = 112

a = 28
Jadi, nilai a = 28.
16. Jawaban: d
Menurut dalil intercept segitiga diperoleh:
x : (x + 4) = 10 : 16
x 16 = 10 (x + 4)

16x = 10x + 40

6x = 40
40

x= 6

x= 3

20
20

Jadi, nilai x = 3 .
17. Jawaban: a
Dalil De Ceva:
AD
BD

BE

CF

CE AF = 1
AD
6

10 5 = 1
8 AD
75

=1
75

AD = 8
75

Jadi, AD = 8 cm.
18. Jawaban: b
Segitiga ABC dapat digambarkan sebagai berikut.
A

13

10

Panjang proyeksi AB pada BC adalah BD


= p cm.
b2 = a2 + c2 2ap
92 = 102 + 132 2 10 p
81 = 100 + 169 20p
20p = 100 + 169 81
20p = 188
188

p = 20

47

p= 5
Jadi, panjang proyeksi AB pada BC yaitu
47

p = 5 cm.
Matematika Kelas X

87

21. Jawaban: c

19. Jawaban: a
Segitiga ABC dengan D titik tengah BC.

2 cos x

Y
5

4
A

D
1

22. Jawaban: d
2 tan x 3 = 0
2 tan x = 3
3

Panjang garis berat yang melalui titik A sama


dengan AD dengan titik D(4, 1). Jarak titik A(2, 3)
dengan titik D(4, 1):
AD =

(x A xD )2 + (y A yD )2

(2 4)2 + (3 1)2

(6)2 + 22

36 + 4

Dari tan x = 2 , maka penyelesaiannya adalah


3

AC =
A

AB

cos = AC =

2 10 satuan.

20. Jawaban: b
Segitiga KLM dapat digambarkan sebagai berikut.
K
o o

5 cm

3 cm

x = arc tan 2 = arc tan 2 .


Nilai tangen dapat diC
gambarkan pada segitiga
ABC di samping.
Dengan rumus Pythagoras
diperoleh:
3

= 40 = 2 10
Jadi, panjang garis berat yang melalui titik A adalah

3 tan x = 2

cos x = 2 3

cos x = cos 30, cos 330


x = 30, 330
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {30, 330}.

3 2 1 0
1

2 cos x =

3 =0

5 cm

3 cm

2
13

AB2 + BC2

22 + 32

4+9 =

13

= 13 13
2

Jadi, nilai cos = 13 13 .


23. Jawaban: d
2 cos2 x + 3 sin x = 0

2(1 sin2 x) + 3 sin x = 0

2 2 sin2 x + 3 sin x = 0

2 sin2 x 3 sin x 2 = 0

(2 sin x + 1)(sin x 2) = 0
2 sin x + 1 = 0 atau sin x 2 = 0

2 sin x = 1
sin x = 2

sin x = 2

Segitiga KLM merupakan segitiga sama kaki yaitu

Untuk sin x = 2, tidak ada x yang memenuhi.

KL = KM = 5 cm, maka KT merupakan garis


tinggi, garis berat, dan garis bagi segitiga KLM.
Segitiga KLT siku-siku di titik T, maka:

Untuk sin x = 2

KT =

KL2 LT 2

52 32

25 9

= 16 = 4
Jadi, panjang garis bagi yang melalui titik K adalah
4 cm.
88

Ulangan Akhir Semester

sin x = 2
sin x = sin (150 + k 360) atau
sin (210 + k 360)
x1 = 150 + k 360 atau
x2 = 210 + k 360
Untuk k = 0
x1 = 150 + 0 360 = 150
x2 = 210 + 0 360 = 210
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {150, 210}.

24. Jawaban: e
sin2 x + 2 cos x = 2

sin2 x + 2 cos x + 2 = 0

(1 cos2 x) + 2 cos x + 2 = 0

cos2 x + 2 cos x + 3 = 0

cos2 x 2 cos x 3 = 0

(cos x 3)(cos x + 1) = 0
cos x 3 = 0 atau cos x + 1 = 0

cos x = 3 atau
cos x = 1
(1) Untuk cos x = 3 (tidak ada x yang memenuhi)
(2) Untuk cos x = 1
cos x = 1
cos x = cos

x =
Jadi, nilai x yang memenuhi adalah x = .
25. Jawaban: a
4 cos2 x = 2 cos x + 2

4 cos2 x 2 cos x 2 = 0

(4 cos x + 2)(cos x 1) = 0
4 cos x + 2 = 0 atau cos x 1 = 0

4 cos x = 2
cos x = 1

1
2

26. Jawaban: e

cos2

cos2

= sin2 + 1

x + 2 sin x 2 3 sin x

3 )(2 sin x + 1) = 0

2 sin x = 2
1

sin x = sin 3 , sin 3

x= 3, 3

sin x = sin 3 , sin 3


4

x= 3 , 3

2 cos x
sin x

cos x

2 sin x
cos x
sin2 x 1

cos x

sin x
cos x

cos2 x

sin x

2 cos x

(1 sin2 x)
cos2 x

2 tan x
1

= 2 tan x

cos x

sin x

cos x

1 sin x

cos x

(1 sinx)2
cos2 x

(1 sinx)(1 sinx)

1 sinx

= (1 sinx)(1 + sinx) = 1+ sinx


B. Uraian

(2) Untuk sin x = 2


sin x = 2

2 tanx
tan2 x sec 2 x

cos x

(1) Untuk sin x = 2 3


sin x = 2 3

+ tanx + sec x

30. Jawaban: d
(sec x tan x)2

sin x = 2 3

= cosec2

cos2 x

3 =0

2 sin x = 0

1
sin2

3 = 0 atau 2 sin x + 1 = 0

2 sin x =

sin2

sin x

2 sin x

cos2

= sin2 + sin2

(tan x + sec x) + (tanx sec x)

cos x = cos 120, cos 240

(2 sin x

sin

+ sin cos

= (tan x sec x)(tanx + sec x)

x = 120, 240
(2) Untuk cos x = 1
cos x = 1
cos x = cos 0

x = 0
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {0, 120,
240}.
sin2

cos

1
sin2

1
tanx sec x

cos x = 2

cos x =

+ cos tan

29. Jawaban: c

1
tan2

(1) Untuk cos x = 2

28. Jawaban: b

27. Jawaban: a
(1 + sin t)2 + cos2 t
= 1 + 2 sin t + sin2 t + cos2 t
= 1 + 2 sin t + 1 = 2 + 2 sin t

1. a.

2x 4 9x 3 5x 2
(x 6)2 (x 5)

x 2 (2x 2 9x 5)
(x 6)2 (x 5)

(2x + 1)(x 5)
(x 6)2 (x 5)

Jadi, himpunan penyelesaiannya { 3 , 3 , 3 , 3 }.

<0
<0

<0

Matematika Kelas X

89

Pembuat nol pembilang:


x2(2x + 1)(x 5) = 0

( 2x 2 5x + 2 +
1

x 2 )2 ( x 1 )2
x2 x 1

x = 0 atau x = 0 atau x = 2 atau x = 5

2x2 5x + 2 + 2 2x 2 5x + 2

Pembuat nol penyebut:


(x 6)2 (x 5) = 0
x = 6 atau x = 6 atau x = 5
Garis bilangan beserta tandanya.

2
2 2x 2 5x + 2 x 3x2 + 6x 3
Ruas kanan nilainya belum tentu positif sehingga
nilai ruas kanan diuraikan menjadi dua kemungkinan.
a. Untuk 3x2 + 6x 3 < 0:
3x2 + 6x 3 < 0
3(x 1)2 < 0
Pembuat nol: 3(x 1)2 = 0 x 1 = 0 atau
x 1 = 0 x = 1 atau x = 1

1
2

Penyelesaiannya: x < 2 atau 0 < x < 0 atau

. . . (1)

5 < x < 5 atau 6 < x < 6


x<

1
2

2
Oleh karena 2 2x 2 5x + 2 x 0 dan
3x2 + 6x 3 < 0 maka pertidaksamaan

2x 4 9x 3 5x 2

Jadi, penyelesaian (x 6)2 (x 5) < 0 adalah


x<
b.

1
2

2
x3

2
2 2x 2 5x + 2 x 3x2 + 6x 3 < 0 dipenuhi oleh semua nilai x.

.
3

. . . (2)

x5 x

2
x3

Syarat akar terdefinisi:


1) 2x2 5x + 2 0 (2x 1)(x 2) 0

x5 x 0

2(x 5)x 3(x 3)x (x 3)(x 5)


(x 3)(x 5)x

2x 2 10 3x 2 + 9x x 2 + 8x 15
(x 3)(x 5)x

Pembuat nol: (2x 1)(x 2) = 0 x = 2


atau x = 2

. . . (3)

2x + 7x 15
(x 3)(x 5)x

Pembuat nol pembilang:


Oleh karena 2x2 + 7x 15 mempunyai nilai
a = 2 < 0 dan D = 72 4(2)(15) = 71
maka 2x2 + 7x 15 merupakan definit negatif
sehingga tidak pernah bernilai nol.
Pembuat nol penyebut:
(x 3)(x 5)x = 0 x = 3 atau x = 5 atau x = 0
Garis bilangan beserta tandanya:

1
2

2)

x2 0
Pembuat nol: x2 = 0 x = 0 atau x = 0
. . . (4)
0

3)
0

x10x1
. . . (5)

Penyelesaiannnya: 0 < x < 3 atau x > 5


2

Irisan penyelesaian (1), (2), (3),(4) dan (5)

Jadi, penyelesaian x 3 x 5 x adalah


0 < x < 3 atau x > 5.

2.

Penyelesaiannya: x 2
x1

2x 2 5x + 2 + x 2 x 1
Kedua ruas pertidaksamaan

2x 2 5x + 2 +

x2

x 1 bernilai positif sehingga kedua ruas dapat


dikuadratkan.

90

Ulangan Akhir Semester

b.

Untuk 3x2 + 6x 3 0:
Pembuat nol: 3x2 + 6x 3 = 0 3(x 1)2
= 0 x 1 = 0 atau x 1 = 0 x = 1 atau
x=1

a.
1

. . . (1)

Nilai 3x2 + 6x 3 = 0 terpenuhi hanya untuk


x = 1.
Perhatikan x = 1 tidak memenuhi syarat akar
terdefinisi (x 2).
Syarat akar terdefinisi:
1) 2x2 5x + 2 0 (2x 1)(x 2) 0

1
2

Pada interval x < 2 , nilai |2x + 1| = (2x + 1)


dan |3x 1| = (3x 1).
|2x + 1| + |3x 1| 5
(2x + 1) + ((3x 1)) 5

2x 1 3x + 1 5

5x 5

x 1

Pembuat nol: (2x 1)(x 2) = 0 x = 2


atau x = 2

1
2

2)

Untuk x < 2 :

. . . (2)

1
1

x2 0
Pembuat nol: x2 = 0 x = 0 atau x = 0

Irisan penyelesaian (1) dan (2).


. . . (3)

3)

Penyelesaiannya : x 1

x10x1

b.

Untuk 2 x 3 :

. . . (4)

Dengan demikian untuk 3x2 + 6x 3 0

pertidaksamaan 2 2x 5x + 2 x 3x2
+ 6x 3 tidak mempunyai penyelesaian.
c.

1
2

1
3

Pada interval 2 x 3 , nilai |2x + 1| =


(2x + 1) dan |3x 1| = (3x 1).
|2x + 1| + |3x 1| 5
(2x + 1) + ((3x 1)) 5
2x + 1 3x + 1 5
x 3
x 3

Gabungan penyelesaian (a) dan (b)

Penyelesaiannya: x 2
Jadi, himpunan penyelesaian pertidaksamaan
2x 2 5x + 2 +
{x | x 2}.

x2

. . . (5)
3

x 1 adalah

Irisan penyelesaian (4) dan (5).

3. 2x + 1| + |3x 1| 5

Penyelesaiannya: { }

Perhatikan |2x + 1| = 0 untuk x = 2 dan |3x 1|


= 0 untuk x =

1
3

1
2

1
3

c.

Untuk x > 3 :

1
3

Pada interval x > 3 , nilai |2x + 1| = (2x + 1)


dan |3x 1| = (3x 1).

Matematika Kelas X

91

|2x + 1|+ |3x 1| 5 (2x + 1) + (3x 1) 5

2x + 1 + 3x 1 5

5x 5

x 1

Irisan penyelesaian (7) dan (8).

d.

6. a.

Penyelesaiannya: x 1

Gabungan penyelesaian (3), (6) dan (9)

4. | x | +1 1 | x |

2
| x | +1

1 | x | 0

2(1 | x |) 2(| x | +1)


(| x | +1)(1 | x |)

22|x| 2|x| 2
(| x | +1)(1 | x |)

4 | x |
(| x | +1)(1 | x |)

15 24
18

= 20
AD : AB = AE : AC
18 : (18 + 6) = b : (b + 4)

18 : 24 = b : (b + 4)
18 (b + 4) = 24 b

18b + 72 = 24b

6b = 72

b = 12
Jadi, nilai a = 20 dan b = 12.
A

Penyelesaiannya: 1 < x 0 atau 0 x < 1


1 < x < 1
Jadi, penyelesaian pertidaksamaan

2
| x | +1

2
1 | x |

adalah 1 < x < 1.


5. A3 dan B3 merupakan pasangan sudut dalam
sepihak, maka:
A3 + B3 = 180
117 + B3 = 180

B3 = 63

Ulangan Akhir Semester

b.

a=

7. Segitiga ABC dapat digambarkan sebagai berikut.

Pembuat nol pembilang:


4|x| = 0 |x| = 0 x = 0 atau x = 0
Pembuat nol penyebut:
(|x| + 1)(1 |x|) = 0 1 |x| = 0

|x| = 1

x = 1 atau x = 1
Garis bilangan beserta tandanya:

Dalil intercept segitiga:


DE : BC = AD : AB

15 : a = 18 : (18 + 6)

15 : a = 18 : 24
15 24 = 18 a

Penyelesaiannya: x 1 atau x 1
Jadi, penyelesaian pertidaksamaan |2x + 1|
+ |3x 1| 5 adalah x 1 atau x 1.

92

B1 dan C2 merupakan pasangan sudut dalam


berseberangan, maka:
B1 = C2 = 32
B1, B2, dan B3 membentuk garis lurus, maka:
B1 + B2 + B3 = 180
32 + B2 + 63 = 180

B2 + 95 = 180

B2 = 85
Jadi, besar B2 = 85.

12

10

Panjang proyeksi AC pada BC adalah CD = p cm.


c2 = a2 + b2 2ap
122 = 72 + 102 2 7 p
144 = 49 + 100 14p
14p = 49 + 100 144
14p = 5
5

p = 14
Diperoleh panjang proyeksi AC pada BC yaitu
5

p = 14 cm.
Panjang garis tinggi yang melalui titik A adalah
AD.

Segitiga ACD siku-siku di D, maka:


AD2 = AC2 CD2

25

19.600 25
196

9. a.

19.575
196

15

19.575
196

= 14 87
Jadi, panjang garis tinggi yang melalui titik A adalah

AD =
15
14

d = 35 28 cos 6 t
Air pasang setinggi-tinggi pada saat d sedalam-dalamnya. Kedalaman air maksimum
pada saat nilai kosinusnya paling kecil (cos
= 1).

cos 6 t = 1

b.

cos 6 t = cos

b.

t=

t=6
Jadi, terjadi pasang setinggi-tingginya pada
saat t = 6 atau pada pukul 18.00.
Air surut serendah-rendahnya pada saat nilai
kosinus paling besar.

c.

cos 6 = cos 0 atau cos 2


t
6

=0

atau 6 = 2

t=0
t = 12
Jadi, terjadi surut sekecil-kecilnya pada saat
t = 0 atau t = 12 atau pada pukul 12.00 dan
24.000.
Saat kedalaman air di pantai 21 kaki.

d = 35 28 cos 6 t

10. a.

21 = 35 28 cos 6 t

14 = 28 cos 6 t

28 cos 6 t = 14

b.

cos 6 t = 2

cos 6 t = cos 3 , cos 3

16
25

= sin (30t + 5)

14

25 = sin (30t + 5)

sin (30t + 5) = 0,56


sin (30t + 5)= sin 214, sin 326
30t + 5 = 214 atau 30t + 5 = 326
(1) 30t + 5 = 214
30t = 209

t7
(2) 30t + 5 = 326
30t = 321

t 10,7
Jadi, pada bulan ke-7 (Juli) sampai dengan
bulan ke-10,7 (Oktober) suhu rata-rata di
bawah 40F.

sin (30t + 5)= 0,64


sin (30t + 5) = sin 40, sin 140

30t + 5 = 40 atau 30t + 5 = 140


(1) 30t + 5 = 40
30t = 35

t = 1,16
(2) 30t + 5 = 140
30t = 135

t = 4,5
Jadi, pada bulan ke-1 (Januari) pada bulan
ke-4 (April) suhu rata-rata di kota di atas 70F.
Pada saat T = 40F diperoleh hubungan seperti
berikut.
40 = 54 + 25 sin (30t + 5)

14 = 25 sin (30t + 5)

cos 6 = 1

T = 54 + 25 sin (30t + 5)
Pada saat T = 70F diperoleh hubungan seperti
berikut.
70 = 54 + 25 sin (30t + 5)

16 = 25 sin (30t + 5)

87 cm.

8. Persamaan trigonometri yang berkaitan dengan


kedalaman pantai:

a.

t = 3 atau 6 t = 3
t1 = 2
t2 = 10
Jadi, kedalaman air pada saat 21 kaki adalah
pada pukul 14.00 dan pukul 22.00.

= 102 ( 14 )2
= 100 196

y = 4 cos (2t)
Ep = ky2
= k(4 cos (2t))2
= k 16 cos2 (2t) = 16k cos2 (2t)
Jadi, Ep = 16k cos2 (2t).
Ep = 16k cos2 (2t)
= 16k(1 sin2(2t)) = 16k 16k sin2 (2t)
Jadi, rumus lain dari energi potensial adalah
Ep = 16k 16k sin2 (2t).

Matematika Kelas X

93

Matematika Kelas X

179

2.1 Menunjukkan sikap senang,


percaya diri, motivasi internal, sikap kritis, bekerja
sama, jujur dan percaya diri
serta responsif dalam
menyelesaikan berbagai
permasalahan nyata.
2.2 Memiliki rasa ingin tahu yang
terbentuk dari pengalaman
belajar dalam berinteraksi
dengan lingkungan sosial
dan alam.
Mampu menunjukkan
sikap senang, percaya
diri, motivasi internal,
sikap kritis, bekerja
sama, jujur, dan percaya
diri serta responsif
dalam menghadapi
dan menyelesaikan
permasalahan tentang
pertidaksamaan
rasional, irasional, dan
mutlak.

Mampu menggunakan
konsep pertidaksamaan rasional, irasional,
dan mutlak dalam
kehidupan seharihari.

Indikator
Pertidaksamaan
Rasional, Irasional,
dan Mutlak
Pertidaksamaan
Rasional
Pertidaksamaan
Irasional
Pertidaksamaan
Mutlak

Materi Pembelajaran

Menjelaskan beberapa
permasalahan sehari-hari
yang dapat dimodelkan ke
bentuk pertidaksamaan
rasional, irasional, atau
mutlak.
Mengingat kembali langkahlangkah menyelesaikan
pertidaksamaan kuadrat.
Menjelaskan konsep pertidaksamaan polinomial.
Menentukan penyelesaian
pertidaksamaan polinomial.
Menjelaskan konsep pertidaksamaan rasional.
Menemukan sifat-sifat
pertidaksamaan rasional.
Menentukan penyelesaian
pertidaksamaan rasional.
Menjelaskan
konsep
bilangan rasional dan
irasional.

Kegiatan Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung

Pengamatan Sikap
Saat pembelajaran
berlangsung

Penilaian

18 jp

Alokasi
Waktu

1. Buku Matematika
SMA/MA Kelas X
Program Peminatan,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia
2. Buku Guru Matematika
SMA/MA Kelas X
ProgramPeminatan,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia
3. Buku PR Matematika
Kelas XB Program
Peminatan,
PT
Intan Pariwara
4. Buku PG Matematika
Kelas XB Program
Peminatan,
PT
Intan Pariwara

Sumber Belajar

Matematika
SMA/MA
X/2
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif, dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

:
:
:
:

1.1 Menghayati dan mengamalkan agama yang dianutnya.

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak

180

Silabus

Berperilaku peduli, bersikap


terbuka dan toleransi terhadap berbagai perbedaan
di dalam masyarakat.

Mendeskripsikan dan menerapkan konsep pertidaksamaan dan nilai mutlak


dalam menentukan himpunan
penyelesaian pertidaksamaan pecahan, irasional, dan
mutlak.
3.8 Mendeskripsikan dan menerapkan konsep pertidaksamaan pecahan, irasional,
dan mutlak dalam menyelesaikan masalah matematika.
3.9 Mendeskripsikan dan menerapkan konsep dan sifatsifat pertidaksamaan pecahan, irasional, dan mutlak
dengan melakukan manipulasi aljabar dalam menyelesaikan masalah matematika.
3.10 Menganalisis daerah penyelesaian pertidaksamaan
pecahan, irasional, dan
mutlak.

3.7

2.3

Kompetensi Dasar

Mampu menjelaskan
konsep pertidaksamaan rasional.
Mampu menentukan
himpunan penyelesaian pertidaksamaan
rasional.
Mampu menentukan
penyelesaian permasalahan pertidaksamaan
rasional menggunakan sifat-sifat pertidaksamaan
rasional
dengan melakukan
manipulasi aljabar.
Mampu menjelaskan
konsep pertidaksamaan irasional.
Mampu menentukan
himpunan penyelesaian pertidaksamaan
irasional.
Mampu menentukan
penyelesaian permasalahan pertidaksamaan
irasional menggunakan sifat-sifat pertidaksamaan
irasional
dengan melakukan
manipulasi aljabar.
Mampu menjelaskan
konsep pertidaksamaan mutlak.

Mampu menunjukkan
rasa ingin tahu yang
tinggi tentang pertidaksamaan
rasional,
irasional, dan mutlak.
Mampu menunjukkan
perilaku peduli, bersikap terbuka dan
toleransi terhadap
berbagai perbedaan di
dalam masyarakat.

Indikator

Materi Pembelajaran

Menjelaskan konsep persamaan irasional.


Menentukan penyelesaian
persamaan irasional.
Menjelaskan konsep pertidaksamaan irasional.
Menemukan sifat-sifat pertidaksamaan irasional.
Menentukan penyelesaian
pertidaksamaan irasional.
Mengingat kembali konsep
mutlak, fungsi mutlak, dan
sifat-sifat nilai mutlak.
Menjelaskan konsep persamaan mutlak.
Menentukan penyelesaian
persamaan mutlak.
Menjelaskan konsep pertidaksamaan mutlak.
Menemukan sifat-sifat pertidaksamaan mutlak.
Menentukan penyelesaian
pertidaksamaan mutlak.

Kegiatan Pembelajaran

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian
Tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu
Sumber Belajar

Matematika Kelas X

181

4.6

Memecahkan masalah
pertidaksamaan pecahan,
irasional, dan mutlak dalam
penyelesaian masalah
nyata.

Kompetensi Dasar

Mampu menyelesaikan permasalahan


yang berkaitan dengan
pertidaksamaan
irasional.
Mampu menyelesaikan permasalahan
yang berkaitan dengan
pertidaksamaan
mutlak.

Mampu menentukan
himpunan penyelesaian pertidaksamaan
mutlak.
Mampu menyelesaikan permasalahan
yang berkaitan dengan
pertidaksamaan
rasional.

Indikator

Materi Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian

Penilaian

Alokasi
Waktu
Sumber Belajar

182

Silabus

2.1 Menunjukkan sikap senang,


percaya diri, motivasi internal, sikap kritis, bekerja
sama, jujur, dan percaya diri
serta responsif dalam
menyelesaikan berbagai
permasalahan nyata.
2.2 Memiliki rasa ingin tahu yang
terbentuk dari pengalaman
belajar dalam berinteraksi
dengan lingkungan sosial
dan alam.
Mampu menunjukkan
sikap logis, kritis,
analitik, teliti, bertanggung
jawab,
responsif, dan tidak
mudah
menyerah
dalam menghadapi
dan menyelesaikan
permasalahan tentang
geometri bidang datar.
Mampu menunjukkan
rasa ingin tahu dan ketertarikan pada konsep
geometri bidang datar.

Mampu menghayati
dan mengamalkan
konsep
geometri
bidang datar dalam
perannya membantu
menyelesaikan
masalah.

Indikator
Geometri Bidang Datar
Titik, Garis, Sudut,
dan Bidang
Segitiga dan DalilDalil pada Segitiga

Materi Pembelajaran

Mengamati benda-benda
yang menggambarkan titik,
garis, sudut, dan bidang.
Menjelaskan pengertian
titik.
Menjelaskan pengertian
garis, segmen garis, dan
sinar garis.
Menjelaskan pengertian
sudut dan jenis-jenisnya.
Menjelaskan hubungan
dua sudut berpelurus dan
dua sudut berpenyiku.
Menjelaskan pengertian
bidang.
Menjelaskan hubungan dua
sudut bertolak belakang.
Menjelaskan hubungan
sudut-sudut yang diperoleh
dari dua garis sejajar yang
dipotong oleh garis lain.

Kegiatan Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat berlangsung
pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat berlangsung
pembelajaran

Penilaian

24 jp

Alokasi
Waktu

1. Buku Matematika
SMA/MA Kelas X
Program Peminatan,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia
2. Buku Guru Matematika
SMA/MA Kelas X
ProgramPeminatan,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia
3. Buku PR Matematika
Kelas XB Program
Peminatan,
PT
Intan Pariwara
4. Buku PG Matematika
Kelas XB Program
Peminatan,
PT
Intan Pariwara

Sumber Belajar

Matematika
SMA/MA
X/2
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif, dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

:
:
:
:

1.1 Menghayati dan mengamalkan agama yang dianutnya.

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Geometri Bidang Datar

Matematika Kelas X

183

4.7

Menyajikan data terkait


objek nyata dan mengajukan
masalah serta mengidentifikasi sifat-sifat (kesimetrian, sudut, dalil titik tengah
segitiga, dalil intersep, dalil
segmen
garis,
dll.)
geometri bidang datar yang
bermanfaat
dalam
pemecahan masalah nyata
tersebut.

3.11 Mendekripsikan konsep


dan aturan pada bidang
datar serta menerapkannya dalam pembuktian
sifat-sifat (simetris, sudut,
dalil titik tengah segitiga,
dalil intersep, dalil segmen
garis, dll.) dalam geometri
bidang.

Berperilaku peduli, bersikap terbuka dan toleransi


terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat.

2.3

Kompetensi Dasar

Mampu menyelesaikan masalah menggunakan sifat-sifat


sudut.
Mampu menyelesaikan masalah menggunakan dalil-dalil
pada segitiga.
Mampu menyelesaikan masalah menggunakan sifat-sifat
garis sumbu, garis
tinggi, garis berat, dan
garis bagi segitiga.

Mampu mengidentifikasi titik, garis, sudut,


dan bidang.
Mampu membuktikan
sifat-sifat sudut.
Mampu mengidentifikasi segitiga.
Mampu menjelaskan
dalil-dalil pada segitiga.
Mampu menjelaskan
sifat-sifat garis sumbu,
garis tinggi, garis berat,
dan garis bagi segitiga.

Mampu menunjukkan
sikap santun, objektif,
menghargai pendapat
dan karya teman dalam
mempelajari geometri
bidang datar.

Indikator

Materi Pembelajaran

Membuktikan sifat-sifat
yang berkaitan dengan
hubungan sudut-sudut
yang diperoleh dari dua
garis sejajar yang dipotong
oleh garis lain.
Menyelesaikan permasalahan yang berhubungan
dengan titik, garis, sudut,
dan bidang.
Menjelaskan pengertian
segitiga dan hubungan
panjang sisi-sisinya.
Menjelaskan klasifikasi
segitiga berdasarkan panjang sisinya dan berdasarkan besar sudutnya.
Menjelaskan dalil-dalil
yang berkaitan dengan
sudut-sudut segitiga.
Menjelaskan dalil titik
tengah segitiga.
Menjelaskan dalil intercept
segitiga.
Menjelaskan dalil menelaus
pada segitiga.
Menjelaskan dalil de ceva
pada segitiga.
Menjelaskan dalil stewart
pada segitiga.
Menjelaskan pengertian
garis sumbu segitiga dan
sifat-sifatnya.
Menjelaskan pengertian
garis tinggi segitiga dan
sifat-sifatnya.
Menjelaskan pengertian
garis berat segitiga dan
sifat-sifatnya.
Menjelaskan pengertian
garis bagi segitiga dan
sifat-sifatnya.

Kegiatan Pembelajaran

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian
Tugas

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian
Tugas

Penilaian

Alokasi
Waktu
Sumber Belajar

184

Silabus

Kompetensi Dasar

Indikator

Materi Pembelajaran

Menyelesaikan masalah
yang berkaitan dengan panjang segmen garis pada
segitiga menggunakan
dalil-dalil dan sifat-sifat
yang sudah dipelajari.

Kegiatan Pembelajaran

Penilaian

Alokasi
Waktu
Sumber Belajar

Matematika Kelas X

185

2.1 Menunjukkan sikap senang,


percaya diri, motivasi internal, sikap kritis, bekerja
sama, jujur, dan percaya diri
serta responsif dalam
menyelesaikan berbagai
permasalahan nyata.
2.2 Memiliki rasa ingin tahu yang
terbentuk dari pengalaman
belajar dalam berinteraksi
dengan lingkungan sosial
dan alam.
Memiliki sikap senang,
percaya diri, kritis, teliti
dan cermat, disiplin,
dan rasa ingin tahu
dalam menghadapi dan
menyelesaikan permasalahan keseharian.
Memiliki rasa ingin
tahu dalam mempelajari persamaan
trigonometri.

Menghayati dan mengamalkan konsep tentang


persamaan
trigonometri dalam
penerapannya dalam
kehidupan dan menyelesaikan masalah.

Indikator
Persamaan Trigonometri
Persamaan Trigonometri
Identitas Trigonometri

Materi Pembelajaran

Mengamati peristiwa atau


fenomena penggunaan
persamaan trigonometri
dalam kehidupan seharihari.
Mendeskripsikan persamaan trigonometri dasar dan
bentuk umumnya disertai
contoh-contonhya.
Mencermati dan menunjukkan unsur-unsur
yang terdapat dalam persamaan trigonometri.
Menjelaskan akar-akar
atau penyelesaian persamaan trigonometri.
Menjelaskan langkahlangkah penyelesaian dari
persamaan trigonometri.
Menentukan himpunan
penyelesaian persamaan
trigonometri.

Kegiatan Pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat berlangsung
pembelajaran

Pengamatan Sikap
Saat berlangsung
pembelajaran

Penilaian

12 jp

Alokasi
Waktu

1. Buku Matematika
SMA/MA Kelas X
Program Peminatan,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia
2. Buku Guru Matematika
SMA/MA Kelas X
ProgramPeminatan,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia
3. Buku PR Matematika
Kelas XB Program
Peminatan,
PT
Intan Pariwara
4. Buku PG Matematika
Kelas XB Program
Peminatan,
PT
Intan Pariwara

Sumber Belajar

Matematika
SMA/MA
X/2
1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerja sama, toleran, damai),
santun, responsif, dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi
secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan
dunia.
3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya
di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

:
:
:
:

1.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang


dianutnya.

Kompetensi Dasar

Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Kompetensi Inti

SILABUS
Persamaan Trigonometri

186

Silabus

4.9

4.8

Mengolah dan menganalisis


informasi dari suatu permasalahan nyata dengan
membuat model berupa
fungsi dan persamaan
trigonometri serta menggunakannya dalam menyelesaikan masalah.
Merencanakan dan melaksanakan strategi dengan
melakukan manipulasi
aljabar dalam persamaan
trigonometri untuk membuktikan kebenaran identitas trigonometri serta menerapkannya dalam pemecahan masalah kontekstual.

3.12 Mendeskripsikan konsep


persamaantrigonometri
dan menganalisis untuk
membuktikan sifat-sifat
persamaan trigonometri
sederhana dan menerapkannya dalam pemecahan
masalah.

2.3 Berperilaku peduli, bersikap


terbuka dan toleransi terhadap berbagai perbedaan di
dalam masyarakat.

Kompetensi Dasar

Mampu menentukan
penyelesaian dari
persamaan kuadrat
trigonometri.
Mampu mendeskripsikan tentang identitas
trigonometri.
Mampu menentukan
persamaan yang setara/
ekuivalen
pada
identitas trigonometri.
Mampu membuktikan
kebenaran persamaan
identitas trigonometri.
Mampu menyederhanakan operasi identitas
trigonometri.
Mampu menyusun persamaan matematika
dari permasalahan
kontekstual.

Mampu mendeskripsikan persamaan trigonometri dasar dan


bentuk umumnya.
Mampu menunjukkan
unsur-unsur yang
terdapat dalam persamaan trigonometri.
Mampu menentukan
penyelesaian persamaan trigonometri.
Mampu mendeskripsikan tentang bentuk
aljabar persamaan
trigonometri.
Mampu mendeskripsikan tentang persamaan kuadrat trigonometri.

Memiliki sikap terbuka,


berperilaku peduli,
dan toleransi dalam
berinteraksi dengan
lingkungan sekitar

Indikator

Materi Pembelajaran

Mendiskripsikan tentang
bentuk aljabar persamaan
trigonometri yang disertai
contoh-contoh bentuk
persamaannya.
Menjelaskan tentang persamaan kuadrat trigonometri disertai contohcontohnya.
Menentukan penyelesaian
dari persamaan terigonometri, terutama persamaan
kuadrat trigonometri.
Mendiskripsikan tentang
identitas trigonometri.
Menentukan persamaan
yang setara/ekuivalen
pada identitas trigonometri.
Membuktikan kebenaran
beberapa persamaan
identitas trigonometri.
Menyederhanakan operasi
identitas trigonometri.
Menyusun persamaan
matematika dari permasalahan kontekstual.
Menganalisis dan menyelesaikan permasalahan
kontekstual yang berkaitan dengan persamaan
trigonometri dan identitas
trigonometri.

Kegiatan Pembelajaran

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian

Tes Tertulis
Pilihan Ganda
Uraian

Penilaian

Alokasi
Waktu
Sumber Belajar

Matematika Kelas X

187

Kompetensi Dasar

Mampu Menganalisis
dan menyelesaikan
permasalahan
kontekstual
yang
berkaitan dengan
p e r s a m a a n
trigonometri
dan
identitas trigonometri.

Indikator

Materi Pembelajaran

Kegiatan Pembelajaran

Penilaian

Alokasi
Waktu
Sumber Belajar

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Materi Pembelajaran
Alokasi Waktu
A.

:
:
:
:
:

Matematika
SMA/MA
X/2
Pertidaksamaan Rasional, Irasional, dan Mutlak
18 45 menit (9 kali pertemuan)

Kompetensi dan Indikator


1.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
Indikator:

Mampu menggunakan konsep pertidaksamaan rasional, irasional, dan mutlak dalam kehidupan
sehari-hari.
2.1 Menunjukkan sikap senang, percaya diri, motivasi internal, sikap kritis, bekerja sama, jujur dan percaya
diri serta responsif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan nyata.
2.2 Memiliki rasa ingin tahu yang terbentuk dari pengalaman belajar dalam berinteraksi dengan lingkungan
sosial dan alam.
2.3 Berperilaku peduli, bersikap terbuka, dan toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat.
Indikator:

Mampu menunjukkan sikap senang, motivasi internal, sikap kritis, bekerja sama, jujur dan percaya
diri serta responsif dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan tentang pertidaksamaan
rasional, irasional, dan mutlak.

Mampu menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi tentang pertidaksamaan rasional, irasional, dan
mutlak.

Mampu menunjukkan perilaku peduli, bersikap terbuka, dan toleransi terhadap berbagai perbedaan
langkah-langkah menyelesaikan pertidaksamaan rasional, irasional, dan mutlak.
3.7 Mendeskripsikan dan menerapkan konsep pertidaksamaan dan nilai mutlak dalam menentukan himpunan
penyelesaian pertidaksamaan pecahan, irasional, dan mutlak.
Indikator:

Mampu menentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan rasional menggunakan konsep


pertidaksamaan rasional.

Mampu menentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan irasional menggunakan konsep


pertidaksamaan irasional.

Mampu menentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan mutlak menggunakan konsep


pertidaksamaan mutlak.
3.8 Mendeskripsikan dan menerapkan konsep pertidaksamaan pecahan, irasional, dan mutlak dalam
menyelesaikan masalah matematika.
Indikator:

Mampu menentukan penyelesaian permasalahan matematika menggunakan konsep pertidaksamaan


rasional, irasional, atau mutlak.
3.9 Mendeskripsikan dan menerapkan konsep dan sifat-sifat pertidaksamaan pecahan, irasional dan mutlak
dengan melakukan manipulasi aljabar dalam menyelesaikan masalah matematika.
Indikator:

Mampu menyebutkan sifat-sifat pertidaksamaan rasional, irasional dan mutlak.

Mampu menentukan penyelesaian permasalahan matematika menggunakan sifat-sifat


pertidaksamaan rasional, irasional, atau mutlak dan dengan melakukan manipulasi aljabar.
3.10 Menganalisis daerah penyelesaian pertidaksamaan pecahan, irasional, dan mutlak.
Indikator:

Mampu menentukan dan menggambar daerah penyelesaian pertidaksamaan rasional, irasional,


dan mutlak.

188

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

4.6 Memecahkan masalah pertidaksamaan pecahan, irasional, dan mutlak dalam penyelesaian masalah
nyata.
Indikator:

Mampu menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan pertidaksamaan rasional, irasional,


dan mutlak.
B.

Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu menunjukkan sikap senang, motivasi internal, sikap kritis, bekerja sama, jujur dan percaya
diri serta responsif dalam menghadapi dan menyelesaikan permasalahan tentang pertidaksamaan rasional,
irasional, dan mutlak.
2. Siswa mampu menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi tentang pertidaksamaan rasional, irasional, dan
mutlak.
3. Siswa mampu menjelaskan dan mendeskripsikan konsep pertidaksamaan rasional, irasional, atau mutlak.
4. Siswa mampu menentukan himpunan penyelesaian pertidaksamaan rasional, irasional, atau mutlak.
5. Siswa mampu menyebutkan dan menggunakan sifat-sifat pertidaksamaan rasional, irasional, dan mutlak
untuk menyelesaikan permasalahan.
6. Siswa mampu menentukan dan menggambar daerah penyelesaian pertidaksamaan rasional, irasional,
dan mutlak.

C.

Materi Pembelajaran
1. Pertidaksamaan Rasional
2. Pertidaksamaan Irasional
3. Pertidaksamaan Mutlak

D.

Metode Pembelajaran
1. Pendekatan
: Scientific Approach
2. Model Pembelajaran : Siklus Belajar (Learning Cycle)
3. Metode Pembelajaran : Problem Solving dan Diskusi

E.

Media, Alat, dan Sumber Belajar


1. Media
a. Komputer /laptop dan proyektor.
b. Grafik-grafik fungsi rasional, irasional, dan nilai mutlak.

F.

2.

Alat dan Bahan


a. Kertas
b. Penggaris

3.

Sumber Belajar
a. Buku Matematika SMA/MA Kelas X Program Peminatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia
b. Buku Guru Matematika SMA/MA Kelas X Program Peminatan, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia
c. Buku PR Matematika Kelas XB Program Peminatan, PT Intan Pariwara
d. Buku PG Matematika Kelas XB Program Peminatan, PT Intan Pariwara

Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I (2 jp)
1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Guru mengajak siswa untuk mengingat kembali tentang persamaan/pertidaksamaan linear satu
variabel, dan persamaan/ pertidaksamaan kuadrat serta cara menyelesaikannya.
b. Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.

Matematika Kelas X

189

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


a. Guru mengajak siswa mengingat kembali langkah-langkah menentukan penyelesaian pertidaksamaan
kuadrat.
b. Guru membimbing siswa agar menemukan konsep pertidaksamaan polinomial.
c. Guru meminta siswa mengamati proses perolehan garis bilangan beserta tanda dari grafik fungsi
polinomial.
d. Guru mengajak siswa mengamati, menemukan, dan membuat kesimpulan langkah-langkah
menentukan penyelesaian pertidaksamaan polinomial.
e. Guru memberikan beberapa soal pertidaksamaan polinomial untuk dikerjakan siswa.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran dan memotivasi siswa untuk dapat
menerapkan konsep pertidaksamaan polinomial dalam menyelesaikan permasalahan matematika.
b. Guru memberikan reward (berupa pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada siswa.
c. Guru memberikan tugas kepada siswa beberapa soal pertidaksamaan polinomial untuk dikerjakan
siswa.
Pertemuan II (2 jp)

1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Guru mengajak siswa mengingat kembali konsep pertidaksamaan polinomial yang telah dipelajari.
b. Guru membahas tugas yang diberikan dan bertanya tentang kesulitan siswa dalam menyelesaikan
tugas.
c. Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


a. Guru membimbing siswa agar menemukan konsep dan bentuk umum pertidaksamaan rasional.
b. Guru meminta siswa mengingat sifat pembagian bilangan bulat.
c. Guru mengajak siswa mengamati, menemukan, dan membuat kesimpulan sifat-sifat pertidaksamaan
rasional.
d. Guru meminta siswa mengamati proses perolehan garis bilangan beserta tanda dari grafik fungsi
rasional.
e. Guru menjelaskan langkah-langkah menyelesaikan pertidaksamaan rasional (sesuai bentuk umum
pertidaksamaan rasional) menggunakan sifat-sifat pertidaksamaan rasional.
f. Guru memberikan beberapa soal pertidaksamaan rasional sederhana untuk dikerjakan siswa.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran dan memotivasi siswa untuk dapat
menerapkan konsep pertidaksamaan rasional dalam menyelesaikan permasalahan matematika.
b. Guru memberikan reward (berupa pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada siswa.
c. Guru memberikan tugas kepada siswa beberapa soal pertidaksamaan rasional sederhana untuk
dikerjakan siswa.
Pertemuan III (2 jp)

1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Guru mengajak siswa mengingat kembali konsep pertidaksamaan rasional yang telah dipelajari.
b. Guru membahas tugas yang diberikan dan bertanya tentang kesulitan siswa dalam menyelesaikan
tugas.
c. Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


a. Guru menjelaskan langkah menentukan penyelesaian soal pertidaksamaan rasional mulai dari yang
sederhana meningkat ke yang rumit.
b. Guru mengajak siswa mengamati, menemukan, dan membuat kesimpulan langkah-langkah
menentukan penyelesaian pertidaksamaan rasional.
c. Guru memberikan beberapa soal pertidaksamaan rasional untuk dikerjakan siswa.

190

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran dan memotivasi siswa untuk dapat
menerapkan konsep pertidaksamaan rasional dalam menyelesaikan permasalahan matematika.
b. Guru memberikan reward (berupa pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada siswa.
c. Guru memberikan tugas kepada siswa beberapa soal pertidaksamaan rasional untuk dikerjakan
siswa.
Pertemuan IV (2 jp)

1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Guru mengajak siswa mengingat kembali konsep pertidaksamaan rasional yang telah dipelajari.
b. Guru membahas tugas yang diberikan dan bertanya tentang kesulitan siswa dalam menyelesaikan
tugas.
c. Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


a. Guru menjelaskan bilangan rasional dan bilangan irasional.
b. Guru membimbing siswa agar menemukan konsep dan bentuk umum persamaan irasional.
c. Guru mengajak siswa mengamati dan menemukan sifat bilangan di bawah tanda akar.
d. Guru menjelaskan langkah-langkah menyelesaikan persamaan irasional.
e. Guru membimbing siswa menemukan kesimpulan langkah-langkah menyelesaikan persamaan
irasional.
f. Guru memberikan beberapa soal persamaan irasional sederhana untuk dikerjakan siswa.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran dan memotivasi siswa untuk dapat
menerapkan konsep persamaan irasional dalam menyelesaikan permasalahan matematika.
b. Guru memberikan reward (berupa pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada siswa.
c. Guru memberikan tugas kepada siswa beberapa soal persamaan irasional sederhana untuk dikerjakan
siswa.
Pertemuan V (2 jp)

1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Guru mengajak siswa mengingat kembali konsep persamaan irasional yang telah dipelajari.
b. Guru membahas tugas yang diberikan dan bertanya tentang kesulitan siswa dalam menyelesaikan
tugas.
c. Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


a. Guru membimbing siswa agar menemukan konsep dan bentuk umum pertidaksamaan irasional.
b. Guru mengajak siswa mengamati ketidaksamaan bilangan bulat dan menemukan sifat bilangan
positif.
c. Guru membimbing siswa menemukan sifat-sifat bilangan positif.
d. Guru menjelaskan langkah-langkah menyelesaikan pertidaksamaan irasional.
e. Guru membimbing siswa menemukan kesimpulan langkah-langkah menyelesaikan pertidaksamaan
irasional.
f. Guru memberikan beberapa soal pertidaksamaan irasional sederhana untuk dikerjakan siswa.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran dan memotivasi siswa untuk dapat
menerapkan konsep pertidaksamaan irasional dalam menyelesaikan permasalahan matematika.
b. Guru memberikan reward (berupa pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada siswa.
c. Guru memberikan tugas kepada siswa beberapa soal pertidaksamaan irasional sederhana untuk
dikerjakan siswa.

Matematika Kelas X

191

Pertemuan VI (2 jp)
1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Guru mengajak siswa mengingat kembali konsep pertidaksamaan irasional yang telah dipelajari.
b. Guru membahas tugas yang diberikan dan bertanya tentang kesulitan siswa dalam menyelesaikan
tugas.
c. Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


a. Guru menjelaskan langkah menentukan penyelesaian soal pertidaksamaan irasional mulai dari yang
sederhana meningkat ke yang rumit.
b. Guru mengajak siswa mengamati, menemukan, dan membuat kesimpulan langkah-langkah
menentukan penyelesaian pertidaksamaan irasional.
c. Guru memberikan beberapa soal pertidaksamaan irasional untuk dikerjakan siswa.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran dan memotivasi siswa untuk dapat
menerapkan konsep pertidaksamaan irasional dalam menyelesaikan permasalahan matematika.
b. Guru memberikan reward (berupa pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada siswa.
c. Guru memberikan tugas kepada siswa beberapa soal pertidaksamaan rasional untuk dikerjakan
siswa.
Pertemuan VII (2 jp)

1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Guru mengajak siswa mengingat kembali konsep pertidaksamaan irasional yang telah dipelajari.
b. Guru membahas tugas yang diberikan dan bertanya tentang kesulitan siswa dalam menyelesaikan
tugas.
c. Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


a. Guru membimbing siswa agar menemukan konsep mutlak, fungsi mutlak dan sifat-sifat mutlak.
b. Guru membimbing siswa agar menemukan konsep dan bentuk umum persamaan mutlak.
c. Guru menjelaskan langkah-langkah menentukan penyelesaian persamaan mutlak menggunakan
konsep mutlak atau menggunakan grafik.
d. Guru memberikan beberapa soal persamaan mutlak untuk dikerjakan siswa.
e. Guru membimbing siswa agar menemukan konsep dan bentuk umum pertidaksamaan mutlak.
f. Guru menjelaskan langkah-langkah menentukan penyelesaian pertidaksamaan mutlak menggunakan
konsep mutlak atau menggunakan grafik.
g. Guru memberikan beberapa soal pertidaksamaan mutlak untuk dikerjakan siswa.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran dan memotivasi siswa untuk dapat
menerapkan konsep persamaan mutlakdalam menyelesaikan permasalahan matematika.
b. Guru memberikan reward (berupa pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada siswa.
c. Guru memberikan tugas kepada siswa beberapa soal persamaan irasional sederhana untuk dikerjakan
siswa.
Pertemuan VIII (2 jp)

1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Guru mengajak siswa mengingat kembali konsep persamaan/pertidaksamaan mutlak yang telah
dipelajari.
b. Guru membahas tugas yang diberikan dan bertanya tentang kesulitan siswa dalam menyelesaikan
tugas.
c. Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran.

192

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


a. Guru menjelaskan langkah menentukan penyelesaian soal pertidaksamaan mutlak mulai dari yang
sederhana meningkat ke yang rumit.
b. Guru mengajak siswa mengamati, menemukan, dan membuat kesimpulan langkah-langkah
menentukan penyelesaian pertidaksamaan mutlak.
c. Guru memberikan beberapa soal pertidaksamaan mutlak untuk dikerjakan siswa.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran dan memotivasi siswa untuk dapat
menerapkan konsep pertidaksamaan mutlak dalam menyelesaikan permasalahan matematika.
b. Guru memberikan reward (berupa pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada siswa.
c. Guru memberikan tugas kepada siswa beberapa soal pertidaksamaan rasional untuk dikerjakan
siswa.
Pertemuan IX (2 jp)

1.

Pendahuluan (10 menit)


a. Guru meminta siswa memasukkan semua barang di atas meja siswa ke laci atau tas dan menyiapkan
bolpoin dan penggaris.
b. Guru membagikan kertas untuk lembar jawaban dan coret-coret.

2.

Kegiatan Inti (70 menit)


a. Guru memimpin siswa berdoa sebelum mengerjakan soal ulangan harian.
b. Siswa mengerjakan soal evaluasi dengan teliti dan jujur, kemudian hasilnya dikumpulkan.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a. Guru meminta siswa mengumpulkan hasil ulangan, kemudian memberikan penjelasan bahwa hasil
ulangan merupakan indikator tingkat penguasaan siswa terhadap materi peluang.
b. Guru memberikan reward (berupa pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada siswa.

G. Penilaian
1. Teknik dan Bentuk Instrumen
Teknik

2.

Bentuk Instrumen

Pengamatan Sikap

Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik

Tes Tertulis

Tes Pilihan Ganda dan Uraian

Portofolio

Kumpulan Laporan dan Produk

Contoh Instrumen
a. Lembar Pengamatan Sikap
No.

Aspek yang Dinilai

1.

Mengagumi konsep pertidaksamaan


rasional, irasional, dan mutlak dalam
perannya membantu menyelesaikan
masalah keseharian.

2.

Memiliki sikap konsisten, teliti dan cermat,


disiplin, dan percaya diri dalam menghadapi
dan menyelesaikan permasalahan tentang
pertidaksamaan rasional, irasional, dan
mutlak.

3.

Memiliki sikap dan berperilaku jujur, kritis


dalam menghadapi permasalahan seharihari.

4.

Memiliki rasa keingintahuan kegunaan


mempelajari pertidaksamaan rasional,
irasional, dan mutlak.

Keterangan

Matematika Kelas X

193

b.

194

Rubrik Penilaian Sikap


No.

Aspek yang Dinilai

Rubrik

1.

Mengagumi konsep pertidaksamaan


rasional, irasional, dan mutlak dalam
perannya membantu menyelesaikan
masalah keseharian.

3 : menunjukkan ekspresi kekaguman dan menghayati


terhadap pertidaksamaan rasional, irasional, dan mutlak
serta sepenuhnya mengetahui peranan pertidaksamaan
rasional, irasional, dan mutlak dalam membantu
menyelesaikan masalah nyata.
2 : kurang menunjukkan ekspresi kekaguman dan menghayati
terhadap pertidaksamaan rasional, irasional, dan mutlak
dan belum sepenuhnya mengetahui peranan pertidaksamaan rasional, irasional, dan mutlak dalam membantu
menyelesaikan masalah nyata.
1 : tidak menunjukkan ekspresi kekaguman dan menghayati
terhadap pertidaksamaan rasional, irasional, dan mutlak
dan tidak mengetahui peranan peluang dalam membantu
menyelesaikan masalah nyata.

2.

Memiliki sikap konsisten, teliti, cermat,


disiplin, dan percaya diri dalam menghadapi
dan menyelesaikan permasalahan tentang
pertidaksamaan rasional, irasional, dan
mutlak .

3 : menunjukkan sikap konsisten, teliti, dan cermat dalam


mengerjakan soal. Bersikap disiplin dan percaya diri dalam
menghadapi tantangan tanpa ada rasa takut. Justru merasa
yakin bisa menyelesaikan permasalahannya.
2 : kurang menunjukkan sikap konsisten, teliti, dan cermat
dalam mengerjakan soal. Kurang bersikap disiplin dan
kurang percaya diri dalam menghadapi tantangan.
1 : tidak menunjukkan sikap konsisten, teliti, dan cermat dalam
mengerjakan soal. Tidak bersikap disiplin dan tidak percaya
diri dalam menghadapi tantangan. Sering merasa takut salah
sehingga tidak bertindak menyelesaikannya.

3.

Memiliki sikap dan berperilaku jujur, kritis


dalam menghadapi permasalahan seharihari.

3 : menunjukkan sikap dan berperilaku jujur, kritis dalam


menghadapi permasalahan sehari-hari.
2 : kurang menunjukkan sikap dan berperilaku jujur, kritis
dalam menghadapi permasalahan sehari-hari.
1 : tidak menunjukkan sikap dan berperilaku jujur, kritis dalam
menghadapi permasalahan sehari-hari.

Mengetahui
Kepala SMA/MA . . . .

Guru Mata Pelajaran

.........................
NIP_________________________

.........................
NIP_________________________

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran


Mata Pelajaran
Satuan Pendidikan
Kelas/Semester
Materi Pembelajaran
Alokasi Waktu
A.

:
:
:
:
:

Matematika
SMA/MA
X/2
Persamaan Trigonometri
18 45 menit (5 kali pertemuan)

Kompetensi dan Indikator


1.1 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
Indikator:

Menghayati dan mengamalkan konsep tentang persamaan trigonometri dalam penerapannya dalam
kehidupan dan menyelesaikan masalah.
2.1 Menunjukkan sikap senang, percaya diri, motivasi internal, sikap kritis, bekerja sama, jujur dan percaya
diri serta responsif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan nyata.
2.2 Memiliki rasa ingin tahu yang terbentuk dari pengalaman belajar dalam berinteraksi dengan lingkungan
sosial dan alam.
2.3 Berperilaku peduli, bersikap terbuka, dan toleransi terhadap berbagai perbedaan di dalam masyarakat.
Indikator:

Memiliki sikap senang, percaya diri, kritis, teliti, cermat, disiplin, dan rasa ingin tahu dalam menghadapi
dan menyelesaikan permasalahan masalah keseharian.

Memiliki rasa ingin tahu dalam mempelajari persamaan trigonometri.

Memiliki sikap terbuka, berperilaku peduli, dan toleransi dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
3.12 Mendeskripsikan konsep persamaan trigonometri dan menganalisis untuk membuktikan sifat-sifat
persamaan trigonometri sederhana dan menerapkannya dalam pemecahan masalah.
Indikator:

Mendiskripsikan persamaan trigonometri.

Menentukan penyelesaian persamaan trigonometri dasar.

Menjelaskan tentang aljabar persamaan trigonometri.

Menentukan penyelesaian bentuk aljabar persamaan trigonometri.

Menentukan penyelesaian persamaan kuadrat trigonometri.

Menjelaskan tentang pengertian identitas trigonometri.

Mengubah bentuk fungsi trigonometri yang setara.

Membuktikan bentuk kebenaran identitas trigonometri.


4.8 Mengolah dan menganalisis informasi dari suatu permasalahan nyata dengan membuat model berupa
fungsi dan persamaan trigonometri serta menggunakannya dalam menyelesaikan masalah.
4.9 Merencanakan dan melaksanakan strategi dengan melakukan manipulasi aljabar dalam persamaan
Trigonometri untuk membuktikan kebenaran identitas trigonometri serta menerapkannya dalam pemecahan
masalah kontekstual.
Indikator:

Menganalisis permasalahan nyata dan mengubahnya menjadi model matematika berupa persamaan
trigonometri.

Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan model matematika yang berbentuk persamaan
trigonometri.

Menganalisis cara menyelesaikan bentuk persamaan trigonometri dengan cara manipulasi aljabar.

Menyelesaikan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan persamaan trigonometri.

Matematika Kelas X

195

B.

Tujuan Pembelajaran
1. Siswa mampu mendiskripsikan konsep persamaan trigonomatri dan identitas trigonomatri.
2. Siswa mampu menentukan unsur-unsur yang terdapat pada persamaan trigonometri.
3. Siswa mampu menyelesaikan persamaan linear dan persamaan identitas trigonometri dengan teknik
penyelesaian yang tepat.
4. Siswa mampu menerapkan dan menyelesaikan permasalahan sehari-hari yang berkaitan dengan
persamaan trigonometri.

C.

Materi/Submateri Pembelajaran
1. Persamaan Trigonometri
2. Aljabar Persamaan Trigonometri
3. Identitas Trigonometri

D.

Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Scientific Approach
2. Model
: Siklus Belajar (Learning Cycle)
3. Metode
: Problem Solving dan Diskusi

E.

Media, Alat, dan Sumber Belajar


1. Alat dan Bahan
2.

F.

Sumber Belajar
a. Buku Matematika SMA/MA Kelas X Program Peminatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia
b. Buku Guru Matematika SMA/MA Kelas X Program Peminatan, Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia
c. Buku PR Matematika Kelas XB Program Peminatan, PT Intan Pariwara
d. Buku PG Matematika Kelas XB Program Peminatan, PT Intan Pariwara

Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I (3 jp)
1.

Pendahuluan (10 menit)


Guru mengajak siswa mengamati peristiwa atau fenomena dalam keseharian yang berhubungan
dengan persamaan trigonometri. Misalnya pada persamaan-persamaan fungsi pada materi pegas, gerak
harmonik sederhana, atau gerak melingkar suatu benda. Peristiwa-peristiwa ini dapat berkaitan dengan
persamaan trigonometri.

2.

Kegiatan Inti (115 menit)


a. Guru menjelaskan persamaan trigonometri dasar, misalnya sin x = sin p, cos x = cos p, atau tan x
= tan p. Guru bisa menambahkan ilustrasi-ilustrasi untuk memperjelas penyampaian materi belajar.
b. Guru menjelaskan unsur-unsur yang terdapat pada persamaan trigonometri dasar. Unsur-unsurnya
antara lain besar sudut dan nilai sudut.
c. Guru menjelaskan cara menyelesaikan bentuk-bentuk persamaan trigonometri dasar dengan metode/
teknik penyelesaian yang tepat. Guru bisa menggunakan alternatif penyelesaian yang lain.
d. Guru membimbing siswa mengerjakan soal tentang persamaan trigonometri secara tertuntun dengan
mengisi isian dengan tepat.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran yang berkaitan dengan persamaan
trigonometri. Guru mendorong siswa untuk memahaminya dengan memperbanyak mengerjakan
soal-soal latihan.
b. Guru memberikan reward (berupa pujian atau bentuk penghargaan lain yang relevan) kepada siswa.

196

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

1.

2.

Pertemuan II (5 jp)
Pendahuluan (25 menit)
a. Guru mengingatkan kembali tentang persamaan trigonometri dasar dan teknik penyelesaiannya.
b. Guru menyampaikan garis besar materi yang akan dipelajari berikutnya dengan menjelaskan
keterkaitan dengan materi sebelumnya. Dalam hal ini materi persamaan trigonometri dasar akan
digunakan lagi pada materi ini, yaitu aljabar persamaan trigonometri.
Kegiatan Inti (180 menit)
a.
b.

c.

d.
e.

3.

Guru menjelaskan tentang aljabar persamaan trigonometri, dengan membandingkan pada


persamaan-persamaan kuadrat bentuk aljabar.
Guru memberikan beberapa contoh bentuk aljabar persamaan trigonometri, misalnya bentuk
persamaan kuadrat trigonometri. Dalam hal ini guru mendiskripsikan unsur-unsur yang terdapat
pada aljabar persamaan trigonometri.
Guru menjelaskan cara menyelesaikan aljabar persamaan trigonometri dengan berbagai teknik
yang tepat. Bentuk aljabar yang dimaksud adalah persamaan kuadrat. Guru menjelaskan cara
menyelesaikan persamaan kuadrat trigonometri dengan metode/teknik yang tepat.
Guru menjelaskan cara menyelesaikan persamaan kuadrat trigonometri dengan cara memfaktorkan.
Guru membimbing siswa untuk berlatih mengerjakan soal tentang aljabar persamaan trigonometri/
persamaan kuadrat trigonometri. Dalam hal ini dapat dilakukan dengan mengisi isian yang tersedia
untuk menentukan himpunan penyelesaian dari persamaan kuadrat trigonometri.

Kegiatan Penutup (20 menit)


a. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran dan mendorong siswa untuk dapat
menentukan penyelesaian dari persamaan trigonometri. Guru memberikan tugas kepada siswa
untuk latihan pengerjaan soal-soal.
b. Guru memberikan reward kepada seluruh siswa.
Pertemuan III (5 jp)

1.

Pendahuluan (25 menit)


a. Guru meminta siswa untuk mengingat kembali tentang persamaan trigonometri. Guru melakukan
tanya jawab tentang persamaan trigonometri dilihat dari hasil penyelesaiannya. Pada persamaan
trigonometri memiliki penyelesaian hanya beberapa saja.
b. Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari berikutnya yaitu tentang identitas trigonometri.

2.

Kegiatan Inti (180 menit)


a. Guru menjelaskan tentang perbedaan antara persamaan trigonometri dengan identitas trigonometri.
Guru bisa menjelaskan dengan contoh-contoh persamaan dan identitas trigonometri dilihat dari
hasil penyelesaiannya. Dari contoh-contoh ini, guru menjelaskan perbedaan yang nyata antara
persamaan dan identiitas trigonometri.
b. Guru menjelaskan beberapa bentuk identitas trigonometri dasar dan membuktikannya. Langkah
pembuktiannya bisa memasukkan seluruh penyelesaian pada persamaan identitas trigonometri
yang diberikan.
c. Guru bersama-sama siswa membuktikan persamaan identitas trigonometri. Langkah pembuktian
bisa dilakukan dengan memanipulasi bentuk aljabar. Guru membimbing siswa melakukan pembuktian
identitas trigonometri dengan cara melengkapi isian pada langkah-langkah pembuktian.
d. Guru menyampaikan garis besar pembuktian dari kebenaran identitas atau langkah-langkah
menentukan bentuk yang setara dengan bentuk trigonometri. Misalnya dengan memanipulasi bentukbentuk aljabar trigonometri.

3.

Kegiatan Penutup (20 menit)


a. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran dan mendorong siswa untuk dapat
membuktikan kebenaran identitas trigonometri.
b. Guru memberikan reward kepada seluruh siswa.

Matematika Kelas X

197

Pertemuan IV (3 jp)
1.

Pendahuluan (10 menit)


a.
b.

2.

Kegiatan Inti (115 menit)


a.
b.
c.

3.

Guru memberikan beberapa contoh penerapan konsep persamaan trigonometri, baik dalam konsep
fisika atau dalam kehidupan sehari-hari (masalah kontekstual).
Guru menjelaskan materi yang akan dipelajari berikutnya yaitu tentang penerapan persamaan
trigonometri dalam kehidupan.
Guru menjelaskan tentang bentuk-bentuk penerapan persamaan trigonometri. Guru memberikan
cotoh-contoh bentuk persamaan trigonometri dari permasalahan-permasalahan yang diberikan.
Guru menjelaskan cara menentukan dan menganalisis model matematika/persamaan trigonometri
dari permasalahan sehari-hari.
Guru bersama-sama siswa menyelesaikan permasalahan sehari-hari/kontekstual dengan cara
memanipulasi bentuk-bentuk persamaan trigonometri atau identitas trigonometri.

Kegiatan Penutup (10 menit)


a. Guru bersama siswa menyimpulkan hasil pembelajaran dan mendorong siswa untuk dapat
menemukan banyak contoh kontekstual yang berkaitan dengan persamaan trigonometri.
b. Guru memberikan reward kepada seluruh siswa.
Pertemuan V (2 jp)

1.

Pendahuluan (10 menit)


a.
b.

Guru meminta siswa untuk menyiapkan bolpoin dan penggaris guna menghadapi ulangan harian.
Guru membagikan kertas untuk lembar jawaban dan coret-coret.

2.

Kegiatan Inti (60 menit)


a. Guru memimpin siswa berdoa sebelum mengerjakan soal ulangan harian.
b. Siswa mengerjakan soal ulangan harian dengan teliti dan jujur, kemudian hasilnya dikumpulkan.
c. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya tentang soal-soal ulangan harian yang
belum dimengerti atau kurang jelas maksudnya.

3.

Kegiatan Penutup (10 menit)


Guru menginstruksikan kepada siswa untuk mengumpulkan pekerjaannya jika sudah selesai.

G. Penilaian
1. Teknik dan Bentuk Instrumen
Teknik

198

Bentuk Instrumen

Pengamatan Sikap

Lembar Pengamatan Sikap dan Rubrik

Tes Tertulis

Tes Pilihan Ganda dan Uraian

Portofolio

Kumpulan Laporan dan Produk

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

2.

Contoh Instrumen
a. Lembar Pengamatan Sikap

b.

No.

Aspek yang Dinilai

1.

Mengagumi, menghayati, dan mengamalkan


konsep tentang persamaan trigonometri serta
penerapannya dalam kehidupan dan
menyelesaikan masalah.

2.

Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

3.

Bersikap kritis, disiplin, cermat, dan teliti


dalam melakukan kegiatan baik secara
individu maupun kelompok.

4.

Memiliki sikap menghargai dan bekerja sama,


toleransi dalam melakukan sesuatu hal
dengan orang lain.

Keterangan

Rubrik Penilaian Sikap


No.

Aspek yang Dinilai

Rubrik

1.

Mengagumi, menghayati, dan mengamalkan


konsep tentang persamaan trigonometri
serta penerapannya dalam kehidupan dan
menyelesaikan masalah.

3 : menunjukkan ekspresi kekaguman terhadap persamaan


trigonometri serta manfaatnya sehingga merasa sangat
penting dan perlu mempelajari persamaan trigonometri.
2 : belum menunjukkan ekspresi kekaguman terhadap
persamaan trigonometri serta manfaatnya sehingga kurang
bersemangat dalam mempelajari persamaan trigonometri.
1 : tidak menunjukkan ekspresi kekaguman terhadap
persamaan trigonometri serta manfaatnya sehingga tidak
bersemangat dalam mempelajari persamaan trigonometri.

2.

Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

3 : menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi dengan banyak


bertanya, antusias, terlibat aktif dalam kegiatan belajar,
berani mengemukakan pendapat, dan tidak takut salah.
2 : menunjukkan rasa ingin tahu, tetapi tidak terlalu antusias,
terlibat aktif dalam kegiatan belajar ketika disuruh, dan masih
takut atau ragu dalam mengungkapkan pertanyaan atau
pendapat.
1 : tidak menunjukkan antusias dalam pengamatan, sulit terlibat
aktif dalam kegiatan belajar meskipun telah didorong untuk
terlibat, dan tidak pernah mengemukakan pertanyaan atau
pendapat.

3.

Bersikap kritis, disiplin, cermat, dan teliti


dalam melakukan kegiatan baik secara
individu maupun kelompok.

3 : menunjukkan sikap kritis, disiplin, cermat, dan teliti dalam


melakukan kegiatan baik secara individu maupunkelompok
misalnya sering bertanya hal-hal yang kurang jelas, disiplin
dan teliti dalam menghitung danmenyelesaikan masalah.
2 : kurang menunjukkan sikap kritis, disiplin, cermat, dan teliti
dalam melakukan kegiatan baik secara individu maupun
kelompok misalnya masih malu/takut bertanya hal-hal yang
kurang jelas, kurang disiplin dan kurang teliti dalam
menghitung dan menyelesaikan masalah.
1 : tidak mempunyai sikap kritis, disiplin, cermat, dan teliti dalam
kegiatan belajar maupun dalam menyelesaikan masalah.

Matematika Kelas X

199

200

No.

Aspek yang Dinilai

Rubrik

4.

Memiliki sikap menghargai dan bekerja


sama, toleransi dalam melakukan sesuatu hal
dengan orang lain.

3 : mempunyai sikap suka bekerja sama, bertoleransi dan


menghargai yang tinggi kepada orang lain dan teman dalam
berdiskusi atau melakukan tugas bersama. Meskipun ada
beberapa perbedaan pendapat atau pemikiran.
2 : kurang dalam bersikap bekerja sama, bertoleransi dan
menghargai orang lain dan teman dalam berdiskusi atau
melakukan tugas bersama. Di sini bisa ditunjukkan dengan
sikap agak sungkan kepada orang lain.
1 : tidak mempunyai sikap bekerja sama, bertoleransi dan
tidak menghargai orang lain dan teman dalam berdiskusi
atau melakukan tugas bersama. Segala sesuatu dikerjakan
sendiri padahal membutuhkan pemikiran banyak teman.
Tidak respon terhadap pendapat orang lain.

Mengetahui
Kepala SMA/MA . . . .

Guru Mata Pelajaran

.........................
NIP_________________________

.........................
NIP_________________________

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran