Anda di halaman 1dari 5

Section II

Structure and Written Expression


Bagian ke-2 ini merupakan bagian yang paling sulit dari keseluruhan tes TOEFL, meskipun jumlah soal
yang diujikan relatif sedikit.
Pertama-tama kita harus mengetahui tentang bagaimana cara mengerjakan masing-masing bagian itu.
Section II ini terdiri dari 2 bagian, yakni Part A yang disebut Sentence Completion (melengkapi kalimat),
dan Part B yang lazim disebut Error Identification (mengidentifikasi kesalahan gramatikal)
.
Part A: Sentence Completion
Pada bagian ini terdapat 15 pertanyaan, masing-masing terdiri dari 1 buah kalimat dengan kata dan/atau
frasa yang dihilangkan. Kita diminta untuk memilih salah satu pilihan (a), (b), (c), atau (d) yang jika
dimasukkan kalimat di atasnya menjadi benar secara gramatikal. Jadi dengan kata lain kita harus memilih
MANA YANG BENAR.
Part B: Error Identification
Pada bagian ini, terdapat 25 pertanyaan. Di masing-masing kalimat terdapat kata atau kelompok kata
yang digarisbawahi ditandai dengan (a), (b), (c), dan (d). Kita diminta untuk mengidentifikasi bagian yang
ditandai tersebut mana yang TIDAK tepat secara gramatikal. Dengan kata lain kita diminta untuk memilih
MANA YANG SALAH.
Hati-hati!!! Jangan keliru mengerjakan dua bagian ini. Pahami instruksinya, sehingga ketika tes yang
sesungguhnya, Anda TIDAK PERLU lagi membaca instruksi. Langsung saja kerjakan nomor 1!
Apa itu "Stucture"? (Ind. 'struktur')
Apa pun bidang ilmu yang Anda geluti, Anda pasti mengenal konsep tentang "stuktur". Di dalam disiplin
ilmu teknik, sosiologi, antropologi, seni, matematika, ekonomi, geografi, dan semua cabang ilmu pasti
dikenal konsep dan istilah 'struktur' dengan definisi yang berbeda-beda. Namun jika kita perhatikan
dengan seksama, ada satu benang merah dari semua definisi konsep yang berbeda-beda tersebut.
Sebuah 'struktur' pasti mengandaikan adanya 3 hal utama, yakni:
1) bagian/unsur/elemen pembentuk struktur
2) keterkaitan/hubungan antarelemen/unsur/bagian tersebut
3) hukum/keteraturan/pola tertentu yang mengikat seluruh elemen/unsur/bagian
Oleh karena 'struktur' mengimplikasikan ketiga hal tersebut di atas, maka dengan cara yang sama
pertanyaan-pertanyaan pada bagian Structure & Written Expression ini juga mengandaikan ketiga
hal tersebut. Oleh karena yang menjadi satuan terkecil yang diujikan adalah kalimat (bukan paragraf
seperti pada bagian ke-3), maka kita harus mampu mengenali:
1) elemen-elemen pembentuk kalimat
2) hubungan antarelemen kalimat
3) pola yang mengikat semua elemen tersebut.

Strategi Umum untuk Mengerjakan Part A


Pada bagian ini, ada sebuah kalimat yang bagian dari kalimat tersebut hilang. Dari 'paradigma struktural'
yang saya uraikan di atas, maka cara yang paling tepat untuk mengerjakan bagian ini adalah dengan
mengetahui komponen mana yang dihilangkan pada kalimat, apakah komponen Subject, Verb,
Complement, Object, Conjunction, Appositive, atau gabungan dari sebagian komponen-komponen
tersebut. Jika ini pun tidak bisa dilakukan, maka kenalilah terlebih dahulu mana komponen yang ada,

baru nanti terlihat komponen mana yang dihilangkan. Dengan mengetahui komponen apa yang
dihilangkan, maka paling tidak kita akan mencari ke bagian pilihan yang memang kita perlukan dan
mengeliminasi pilihan-pilihan yang salah.
Contoh:
A camel ______________ 30 gallons of water in ten minutes.
(a) it can drink
(b) a large drink of
(c) can drink
(d) with a drink of
Soal di atas adalah tipikal soal Part A (sentence completion), di mana kita diminta untuk menentukan
jawaban yang benar dari keempat pilihan yang diberikan.
Langkah 1: baca secara sangat sekilas kalimat tersebut
Langkah 2: tentukan secara cepat komponen apa yang dihilangkan
Langkah 3: eliminasilah pilihan-pilihan jawaban yang tidak mungkin dipilih (salah)
Langjah 4: jawablah pertanyaan tersebut
Jika dilihat, kalimat di atas memuat komponen Subject ('A camel') namun tidak ada komponen Verb-nya
(dalam Bahasa Indonesia kita mengenal komponen ini sebagai Predikat). Jadi kita harus mencari Verb di
dalam pilihan yang disediakan. Dari keempat pilihan, ada 2 pilihan yang BUKAN Verb, yakni pilihan (b)
dan (d), sehingga secara otomatis kita akan mengabaikan dua pilihan ini. Pilihan jawaban (a)
mengandung Verb, namun masih memuat Subject, yaitu 'it'. Karena kalimatnya sudah mengandung
Subject, pilihan (a) oleh karenanya juga salah. Jawaban atas soal di atas adalah (c), mengingat hanya
pilihan inilah yang memuat verb. Ingat, di dalam bagian ke-2 TOEFL (Structure) jawaban atas pertanyaan
harus secara pas menjawab pertanyaan, Jika yang dihilangkan Verb, maka carilah Verb, tidak boleh
kurang (tidak memuat Verb) atau lebih (mengandung komponen lain yang tidak diperlukan).
Tentang Subject dan Verb
Komponen utama sebuah kalimat dalam Bahasa Inggris adalah Subject (S) dan Verb (V). Namun istilah
Verb (kata kerja) di sini sepadan dengan Predikat dalam Bahasa Indonesia. Mari kita lihat ilustrasi berikut
ini:
Kalimat: Saya lapar.
Subjek: Saya
Predikat : lapar
Kalimat di atas hanya terdiri dari dua kata, 'saya' dan 'lapar'. Di dalam Bahasa Indonesia kalimat tersebut
berterima secara gramatikal. Dilihat dari jenis katanya, komponen Subjek 'Saya' adalah kata ganti
(Pronoun atau Pronomina), dan Predikatnya terdiri dari kata sifat (adjective) 'lapar'. Sebuah kalimat yang
hanya memuat satu Subjek berbentuk kata ganti dan satu Predikat berbentuk kata sifat atau kata benda
(N) sangat dimungkinkan di dalam Bahasa Indonesia.
Namun berbeda halnya dalam Bahasa Inggris. Kalimat 'Saya lapar.' dalam Bahasa Indonesia tidak sama
dengan "I hungry', meskipun saya = I, dan lapar = hungry. Kalimat Bahasa Inggrisnya harus "I am
hungry." Sekarang, kalimat itu memuat 'am' antara I (saya) dan hungry (lapar). Dengan kata lain, ada
tambahan komponen dalam Predikat Basa Inggris.
Selama ini kita mengenal 'am' sebagai salah satu dari 'to be'. Namun jika dilihat di kamus, lema 'be'
dikategorikan sebagai kata kerja (verb). Oleh karena itu, perbedaan mencolok antara predikat Bahasa
Indonesi dan Bahasa Inggris adalah bahwa predikat dalam Bahasa Inggris harus memuat kata kerja
(verb), dan oleh karenanya kita akan menyebut komponen dasar kalimat Basa Inggris sebagai Subject
& Verb (S + V), bukan lagi S + P.

Sekarang mari kita lihat, ada berapa jenis verb yang dapat mengisi komponen 'Predikat' dalam Bahasa
Inggris:
1) To be: is, am, are, was, were, be, been, being.
2) Finite verb: drive, walk, write, say, dan varian lainnya seperti says, walks, writes, drives, sleeps, dan
lain-lain. Termasuk dalam kelopok ini adalah bentuk ke-2 dari verb (V2/ past), yakni, drove, slept, wrote,
said, walked, dll.
3) Modals: can, may, must, should, would. shall, will
4) Auxiliary verb: do, does, did, serta varian lainnya seperti have, had, has.
Tidak ada kalimat biasa dalam Bahasa Inggris yang tidak memuat salah satu dari kelompok di atas atau
gabungannya. Ingat: Verb bentuk -ing (sleeping, driving, walking, writing, dll) tidak dimasukkan ke dalam
kelompok di atas mengingat penggunaan kata ini ada aturannya tersendiri.
Sekarang cobalah soal berikut ini:
The President ______________ the election by a landslide.
(a) won
(b) he won
(c) yesterday
(d) fortunately
S - V Agreement, Appositive, dan Object of Preposition
Tidak seperti dalam Bahasa Indonesia, di dalam Bahasa Inggris Subject harus berkesesuaian dengan
Verb. Misal, dalam kalimat 'She is writing a letter' subject "She' dan verb 'is writing' berkesesuaian, karena
jika saya menggantinya dengan 'are writing', maka antara subject dengan verb tidak berkesesuaian.
Pertanyaan yang berkaitan dengan kesesuaian ini cukup banyak ditemukan dalam soal TOEFL.
Pada umumnya, dalam konteks Present Tense dan beberapa Simple Past, S dan V harus berkesesuaian.
Misalnya:
Weare students.
Wehave been waiting for him for more that five hours.
Shewas eating dinner when I arrived.
Perhatikan contoh yang lain:
The value of precious gems is determined by their hardness and brilliance.
Meskipun letak S dan V berjauhan seperti pada contoh kalimat di atas, mereka tetap harus
berkesesuaian.
Pada umumnya cara singkat untuk menghafalkan konsep ini adalah:
S+s +V-s
S-s +V+s
Artinya jika S-nya mengandung huruf 's' (jamak, misal Brothers) maka V-nya tidak menggunakan huruf 's'
(misalnya work, bukan works). Begitu pula sebaliknya. Contoh.
My brothers work at the post office.
My brother works at the post office.
Aposisi (Appositive) adalah kata atau kelompok kata yang biasanya tidak mengandung S dan V, yang
maknanya sama dengan S, atau menerangkan S. Ia bisa diletakkan antara S dan V yang diapit dengan
dua tanda koma, atau bisa juga diletakkan sebelum S dan dipisahkan dengan satu tanda koma.
Contoh:

Influenza, a common disease, has no cure.


Aposisi-nya: 'a common disease'
atau bisa juga:
A common disease, influenza has no cure.
Sementara itu, sebuah S tidak boleh memuat kata depan (preposisi) seperti 'at, on, in, of, with' dll. Jika
pada sebuah S kita menemukan kata depan, maka bagian tersebut tidak dimasukkan sebagai S. Misal,
jika S-nya adalah: 'The value of precious gems' maka yang dihitung sebagai S untuk disesuaikan dengan
V (lihat S-V Agreement) adalah bagian sebelum preposis, yakni 'The value' saja, mengingat kata-kata
setelahnya diawali dengan preposis yaitu 'of'.
Jadi jika S 'The value of precious gems' memiliki V 'determines' maka S dan V tersebut TIDAK
berkesesuaian. Jangan terkecoh dengan bentuk jamak setelah preposis. Awas, seringkali peserta
terjebak.
Perlu pula diperhatikan bahwa ada ada beberapa S yang menghendaki V yang tunggal atau jamak. Hal
tersebut adalah beberapa pengecualian. Misal:
The number of.........
menghendaki V yang tunggal
The number of female doctors is..... (bukan 'are')
A number of.............
menghendaki V yang jamak
A number of students are...... (bukan 'is')
Kata-kata serapan dari Bahasa Latin dan Yunani berikut ini juga memiliki pola yang irregular:
Tunggal: medium ---> media (jamak)
bacterium ---> bacteria
datum ---> data
alumnus --> alumni
radius ---> radii
alga --> algae
vita --> vitae
phenomenon --> phenomena
criterion --> criteria
index --> indeces
TENSES
Materi tentang tense adalah materi paling 'menyeramkan' ketika kita SMP atau SMA, mengingat ada
banyak sekali pola dan rumus yang harus dihafal. Namun mari kita sederhanakan: Tense itu berkaitan
dengan waktu. Secara logis, waktu yang dialami manusia hanya ada DUA saja, yakni MASA LAMPAU
dan MASA SEKARANG! Bagaimana dengan MASA YANG AKAN DATANG? Wallahu 'alam bi murodih!
Tidak seorang pun yang tahu apa yang akan terjadi esok! Itu sudah domainnya Yang Mahakuasa. Apa
buktinya: misalnya bentuk waktu Future Tense Simple: 'I will go to Semarang next week' PASTI diucapkan
pada masa sekarang! Jadi bentuk future itu akan diucapkan dalam kerangka waktu sekarang atau masa
lampau.
Oleh karena bentuk waktu itu hanya 2 saja, PAST dan PRESENT, maka di dalam TOEFL pertanyaan
tentang Tenses hanya berkutat di dua tenses ini saja. Mengapa demikian? Dari empat bentuk kata kerja,
V1, V2, V3, dan V-ing, hanya V1 dan V2 lah yang berkaitan dengan waktu!! Contoh:
1) She is writing a letter (PRESENT)
2) She was writing a letter (PAST)
Penjelasan: dalam kalimat 1): kata dalam V yang menunjukkan Present adalah 'is' (V1) bukan 'writing';
dalam kalimat 2): kata dalam V yang menunjukkan Past adalah 'was' (V2) bukan 'writing'. Coba
perhatikan apakah bentuk -ing 'writing' mengalami perubahan dikarenakan waktu? Jawabnya: TIDAK!!
Sejujurnya, kita sering terjebak mengatakan bahwa V yang ada -ing nya (apalagi memakai salaitu tidak
ah satu dari to be) itu adalah PRESENT. Mulai sekarang marilah kita pahami bahw V-ing itu tidak ada
kaitannya apa pun dengan PRESENT!!!
Contoh lain:

1) She has written her thesis.


2) She had written her thesis.
Penjelasan: dalam kalimat 1) kata 'has' (V1) menunjukkan PRESENT, bukan 'written'; dalam kalimat 2)
kata 'had' (V2) menunjukkan PAST, bukan 'written'. Sekali lagi, kita kadang terjebak memahami V3
sebagai PAST, padahal V3 TIDAK ada urusannya dengan PAST!!!
Di dalam TOEFL, pertanyaan seputar Tenses hanya berkisar pada masalah apakah bentuk V-nya sudah
sesuai dengan konteks kalimatnya ataukah belum; dan itu hanya tentang bentuk PAST dan PRESENT
saja. Contoh:
In the Milkyway Galaxy, the mostrecently observed supernova has appeared in 1604.
Verb 'has appeared' dalam kalimat di atas tidak tepat, mengingat penanda waktunya adalah lampau,
yakni 1964.
RUMUS yang berkaitan dengan PENGGUNAAN VERBS
Setiap Verb memiliki 4 bentuk, yakni V1, V2, V3, dan V-ing. Masing-masing verb ini jika digunakan
sebagai Predikat, artinya verb tersebut memiliki S di samping kiri atau kanannya, ada rumus tertentu
yang perlu untuk dipahami dan, tentu saja, dihafalkan:
S + V1/s

They write letters every week.


She writes a letter every week.
Penggunaan V1 langsung setelah S, tidak boleh memakai to be atau has, have, had!!
S + V2

: She wrote a letter last week.

Penggunaan V2 juga langsung setelah S!


S + to be + V-ing

: She is writing a letter.

Penggunaan V-ing harus selalu disertai salah satu dari bentuk to be jika digunakan sebagai Predikat.
Ingat: jika TIDAK sebagai Predikat, maka V-ing tidak boleh menggunakan to be!!!
Contoh: The boy standing in the corner is naughty.
Kata 'standing' dalam kalimat di atas BUKAN-lah sebuah Predikat,
S + has/have/had/to be + V3

: She has written a letter.

Penggunaan V3 harus selalu disertai dengan Has/have/had/ to be jika digunakan sebagai Predikat! Ingat:
jika TIDAK sebagai Predikat, maka V3 harus 'sendirian'!!!
Contoh: The letter written last week arrived today.
Kata 'written' dalam kalimat di atas BUKAN Verb, melainkan hanya sebuah Adjective. Verb (Predikat)
kalimat di atas adalah 'arrived'.