Anda di halaman 1dari 15

Tugas Manajemen Strategik

Studi Kasus

Amazons Big Data Startegy


Dosen Pengampu:
Dr. C. Budi Santoso, M.Bus

Disusun Oleh:
Adhyatma Hasbi

15/391588/PEK/21034

Raeef Al-Tamimi

15/392690/PEK/21516

PROGRAM STUDI MAGISTER AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2016

A. Sejarah Perusahaan

Amazon ditemukan pada tahun 1994 oleh Jeffery Preston Bezos (Bezos). Amazon
pertama kali beroperasi ketika penggunaan internet mulai meningkat pesat dan internet
dipertimbangkan sebagai media bisnis yang potensial. Bezos memulai menjual buku secara
online dengan memahami potensi tersebut. Dia beranggapan bahwa dengan menjual buku
dengan media internet (e-commerce) dapat menawarkan jutaan judul buku bagi para
customer-nya dibandingkan dengan caraa konvensional, yaitu toko buku dengan pendekataan
brick-and-mortar. Bezos memperhitungkan bahwa toko buku konvensional tidak dapat
menyimpan buku lebih dari 200.000 buku dan memiliki tujuan untuk membangun toko buku
online yang merupakan toko buku yang lebih besar dibandingkan dengan toko buku
konvensional. Amazon pertama kali didanai dengan pinjaman yang diperoleh Bezos dari
teman dan keluarga. Bezos dan istrinya bersama dengan beberapa karyawan, membuat
sebuah situs dan mencobanya selama setahun sebelum memperkenalkannya ke khalayak
umum.
Amazon di buka untuk customer pada tahun 1995. Pada awalnya Amzon dijalankan di
dalam garasi rumah Bezos di Washington. Pada saat itu, pangsa pasar buku retail sangat
terfragmentasi dan tidak ada pemain besar kecuali Barnes & Noble, Inc. Barnes & Noble
menguasai 1/10 dari total pangsa pasar buku retail tapi tidak menjulal buku secara online. Hal
ini menyebabkan Amazon memiliki keuntungan sebagai first mover dan kompetisi yang
dihadapi oleh Amazon tidak terlalu ketat pada saat itu. Benzos memiliki keyakinan bahwa
untuk menembus pangsa pasar, customer merupakan kunci utamnya. Amazon mulai
mengirimkan barang ke 50 negara bagian di Amerika dan ke 45 negara lain sejak sebulan
setelah diperkenalkan kepada customer. Popularitas Amazon meningkat seiring dengan
kepuasan pelanggan. Pelanggan yang telah melakukan pembelian menggunakan Amazon
kemudian merekomendasikannya kepada orang lain. Selama 4 bulan sejak diperkenalkan,
Amazon menjual lebih dari 100 buku per hari. Kinerja Amazon yang baik menarik ara
investor dan Amazon mendapatkan investasi sebesar US$100.000 dari Madrona Venture
Group, Inc pada tahun 1995. Amazon melaporkan penjualan bersih sebesar $11.000 selama 6
bulan sejak diperkenalkannya kepada customer.
Pada awal tahun 1996, Amazon pindah ke kantor pusat baru di Seattle. Perusahaan
mempekerjakan 11 orang dan menawarkan 2,5 juta judul buku kepada customer. Dengan
mengikuti metode yang digunakan orang Jepang, Amazon memiliki jumlah persediaan yang
sangat terbatas dengan begitu, Amazon dapat melakukan penghematan terhadap biaya. Pada
bulan Juli 1996, Amazon mulai memperkenalkan program afiliasi pemasaran yang disebut

Amazon Associate Program. Program tersebut memungkinkan situs pihak ke tiga untuk
menjual buku melalui link yang terhubung dengan situs Amazon dengan membayar komisi
15% dari total penjualan. Program tersebut sukses dan membantu Amazon dalam melakukan
ekspansi tanpa harus menghabiskan biaya yang besar dalam hal periklanan. Program ini juga
membantu Amazon dalam meningkatkan brand image perusahaan dengan menampilkan logo
perusahaan dalam situs pihak ketiga yang melakukan afiliasi dengan Amazon. Pada tahun
1997, Amazon menjadi perusahaan terbuka dengan menawarkan 3 juta lembar sahamnya.
Pada saat IPO, harga per lembar saham Amazon dinilai sebesar US$18 dan menghasilkan
tambahan modal sebesar US$ 54 juta untuk perusahaan. Pada tahun 1998, perusahaan mulai
menjual menjual DVD yang diikuti oleh peluncuran Amazon.com auctions pada bulan Maret
1999.
Amazon sukses menarik perhatian kompetitior baru seperti Book Stacks dan Book Zone.
Hal ini meningkatkan persaingan dalam hal penjuala buku retail secara online. Hal ini
diantisipasi oleh Amazon dengan memperkenalkan fitur baru di mana pembeli dapat
melakukan review terhadap buku yang dijual dan sekaligus dapat membaca review yang
diberikan oleh orang lain. Pada tahun 2000, Amazon melakukan perubahan besar terhadap
model bisnisnya dan mulai menjual produk lainnya. Pada tahun yang sama, Amazon
melakukan ekspansi dengan memperkenalkan situs baru di Prancis dan Jepang. Pada tahun
2001, Amazon mengizinkan retailer lainnya untuk menjual produk melalui situs perusahaan
dengan pembayaran komisi
Aktivitas operasional Amazon semakin berkembang dengan pembukaan situs baru di
negara-negara Asia-Pasifik dan Eropa pada tahun 2003. Pada tahun 2006, Amazon
memperkenalkan anak perusahaannya, yaitu Amazon Web Services (AWS). AWS
menyediakan jasa cloud based remote computing kepada customer. Pada tahun 2007,
Amazon memperkenalkan Kindle, yaitu alat yang digunakan untuk membaca e-book yang
kemudian Kindle dikembangkan menjadi sebuah aplikasi yang dapat digunakan oleh
perangkat lainnya seperti Android dan iOS. Pada tahun 2009, Amazon melakukan akuisisi
terhadap Zappos, perusahaan retailer sepatu terbesar dengan nilai akuisisi sebesar US$ 1,2
miliar. Setelah mengakuisisi Zappos, Amazon kemudian mengadopsi strategi yang digunakan
oleh Zappos untuk meningkatkan customer service dengan menggunakan big data.

B. Strategi Big Data Amazon


Amazon menggunakan big data untuk meningkatkan hubunganya dengan customer dan
memberikan pelayanan customer yang terbaik. Perusahaan membentuk database yang sangat
banyak mengenai customer dan pilihan mereka dalam membeli produk. Amazon
membutuhkan waktu yang lama untuk membangun database tersebut. Hal ini menyebabkan
Amazon menjadi perusahaan e-commerce pertama yang mengggunakan cross-selling/upselling method. Sistem rekomendasi customer yang digunakan oleh retailer online pada saat
ini dikembangkan dengan menggunakan sumber big data.
Data yang dikumpulkan dari cusotmer digunakan untuk memberikan rekomendasi
yang disesuaikan dengan pilihan customer sehingga mereka akan membeli lebih banyak lagi.
Data tersebut dapat berupa browsing history, data sosial, selera, pilihan, jejak pembelian di
masa lalu, dll. Amazon melakukan analisis terhadap pembelian produk di masa lalu yang
dilakukan oleh customer melalui online store bersamaan dengan pembelian produk yang lain.
Analisis data ini membantu Amazon memberikan saran produk yang akan dibeli kepada
customer yang sudah ada sekaligus customer baru yang akan membeli produk pelengkap. Hal
ini lah yang mendasari mengapa situs Amazon menampilkan keterangan customer lain yang
membeli produk ini juga membeli produk itu seperti rekomendasi cross-selling.
Rekomendasi produk juga disesuaikan berdasarkan faktor lokasi dan demografi customer.
Bahkan, rekomendasi produk dapat disesuaikan berdasarkan perilaku customer, seperti dalam
membeli produk perlatan rumah tangga dan perlatan perkebunan (cross-correlate).
Amazon juga menggunakan big data untuk meningkatkan kualitas pelayanan pasca
pembelian (after sales service) kepada customer-nya. Kebanyakan orang Amerika memiliki
pengalaman

yang

negatif

mengenai

pelayanan. Amazon

berusaha

menyelesaikan

permasalahan ini dengan menggunakan database yang besar mengenai customer-nya.


Memiliki data yang tepat dapat membantu proses pembelian dan menyelesaikan masalah
customer dengan cepat. Eksekutif bagian customer service memiliki akses yang cepat
terhadap data yang berhubungan dengan jejak pembelian customer di masa lalu. Hal ini
memungkinkan bagi perusahaan untuk memberikan solusi yang lebih cepat terhadap masalah
dan keluhan customer.
Amazon juga menggunakan big data dalam mencegah terjadinya pencurian
persediaan. Amazon memiliki 1.5 miliar persediaan yang tersebar di 200 gudang seluruh
dunia. Pencurian terhadap persediaan ini merupakan ancaman terbesar bagi perusahaan.

Untuk menyelesaikan masalah ini, Amazon melakukan pembaharuan data setiap 50 juta kali
setiap minggunya dengan menggunakan big data. Katalog produk dikumpulkan, disimpan,
dan dianalisis untuk mendapatkan informasi barang mana yang sering dicuri. Kemudian,
informasi tersebut diserahkan ke gudang untuk ditindaklanjuti.
Peneraapan big data dalam aktivitas operasional Amazon meningkatkan kapitalisasi
pasar perusahaan hingga mencapai US$ 100 miliar. Selain itu juga, Amazon mengalami
peningkatan penjualan bersih dari tahun ke tahun. Tercatat pada tahun 2012, penjualan bersih
perusahaan sebesar US$61.093 miliar.
Berikut beberapa layanan yang ditawarkan oleh Amazon untuk membantu perushaan
lainnya dalam menerpakan big data :
a. Amazon Webstore
Selain memanfaatkan big data untuk meningkatkan kinerja perusahaan, Amazon
juga membantu portal e-commerce lainnya untuk memanfaatkan big data perusahaan.
Hal ini dicapai melalui pelayanan inovatif untuk e-commerce yang lebih kecil disebut
Amazon Webstore. Amazon Webstore diperkenalkan pada tahun 2010, yang
memungkinkan retailer untuk membuat portal e-commerce menggunakan Amazons
e-commerce platform. Amazon Webstore merupakan toko yang independen di luar
dari bagian Amazon e-commerce yang resmi dan menggunakan merek pihak ketiga.
Para pengguna Amazon Webstore dapat mengiklankan produknya dalam portal
Amazon. Apabila ada customer yang mengklik iklan tersebut akan diarahakan
langsung ke situs merek yang melakukan kerja sama dengan Amazon, di mana dalam
situs tersebut customer dapat melakukan penyelesaian pembayaran. Amazon
mengizinkan kepada para partner-nya untuk mengakses big data sekaligus
mempertahankan identitas mereka sebagai toko online e-commerce yang lebih kecil.
Para partner tersebut dikenakan biaya dan komisi tetap per bulan untuk mengakses
sumber dan big data yang dimiliki oleh Amazon.
Amazon Webstore telah diimplentasikan oleh Anaconda Sports, Timex, MTV,
Boeing, dan Samsonite. Implemnetasi ini memungkinkan perusahaan tersebut
meningkatkan hubungan dengan para customer-nya.
b. Amazon Kinesis
Perusahaan kecil memiliki kesulitan untuk menggunakan big data karena
keterbatasan sumber daya yang dimiliki. Amazon memiliki solusi untuk permasalahan
tersebut sehingga perusahaan kecil dapat mengimplementasikan big data dengan
mudah. Pada bulan November 2013, AWS memperkenalkan pelayanan baru untuk

pengolahan big data secara real time. Pelayanan ini dikenal dengan nama Kinesis.
Kinesis mengelolah data dalam jumlah besar dan disimpan dalam web-based
storehouse sehingga memungkinkan pengguna dapat mengakses data kapan saja (real
time). Kinesis memiliki kemampuan untuk menerima data dalam jumlah yang besar
dan dapat mengelola terabytes data per jamnya. Hal ini memungkinkan pengguna
untuk membuat aplikasi yang dapat bekerja secara real time untuk beberapa fungsi
seperti website traffic analysis, transaksi bisnis yang berhubungan dengan pemasaran
dan keuangan, data media sosial, dan logs.
Uraian di atas memberikan gambaran kesuksesan Amazon dalam mengimplementasikan
strategi big data. Strategi tersebut dilaksanakan oleh Amazon dengan mengelola sumber daya
dan kapabilitas perusahaan sehingga memungkinkan Amazon menciptakan suatu sistem yang
efektif bagi aktivitas operasional perusahaan. Dengan begitu, Amazon dapat menghasilkan
keuntungan dan memiliki daya saing yang kuat dalam menghadapi kompetitior dan
lingkungan bisnis yang dinamis. Berikut dijelaskan langkah-langkah yang ditempuh oleh
Amazon untuk mengeksekusi dengan baik strategi penggunaan big data dalam aktivitas
operasionalnya.
C. Amazon dalam Mengeksekusi Startegi Big Data
1. Rekrutmen dan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Amazon
Amazon memiliki sumber daya manusia yang profesional dan mempunyai kompetensi di
bidangnya masing-masing.
a. Amazon melakukan proses rekrutmen yang ketat dalam melakukan seleksi
terhadap

calon

karywannya.

Dikutip

dari

situs

http://amazon-

operations.co.uk/search-jobs, Amazon akan memastikan seberapa pantaskah


seorang calon karyawan menduduki sebuah jabatan yang dilamarnya dengan
serangkaian tes. Berikut serangkaian tes yang akan dihadapi oleh seorang calon
karyawan Amazon:
- Wawancara yang dilakukan melalui telepon dengan Recruiter, Hiring
Manager, sesorang yang berasal dari bisnis, atau seseorang yang berasal dari
-

agensi.
Tes tertulis. Untuk peran yang lebih senior, Amazon akan meminta calon
karyawan untuk menuliskan jawabannya dalam beberapa halaman untuk
sebuah pertanyaan. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari proses evaluasi.

Wawancara tatap muka dengan beberapa orang Manajer Amazon. Pada tahap
ini Amazon akan mengundang calon karyawan untuk datang ke Amazon
melakukan wawancara dengan beberapa orang manajerm seperti, Hiring
Manager, HR & Recruitment. Dalam proses ini calon karyawan diberikan
kesempatan untuk melakukan pertanyaan sebanyak mungkin mengenai

Amzon.
b. Untuk meningkatkan kompetensi dan pengetahuan para karyawan, Amazon
mengadakan pelatihan yang diikuti oleh para karyawannya. Dikutip dari
http://www.amazonfulfillmentcareers.com, Amazon memiliki komitmen untuk
memastikan bahwa setiap pemimpin baru direncanakan untuk menuai kesuksesan
dan dilengkapi dengan perlengkapan-perlengkapan yang memadai. Untuk itu,
Amazon memperkenalkan standar Lunch Your Carrer, yaitu sebuah roadmap
orientasi dan asimiliasi yang terdiri dari pembelajaran dalam ruang kelas, elearning, program on-the-job training.
Khusus untuk jabatan pimpinan di fullfillment center, pimpinan baru akan
mengikuti beberapa tahap pelatihan, yaitu :
- Operation Leader Orientation di Operation Leadership Institute di Phoeninx,
Amerika. Dalam orientasi tersebut para pemimpin baru akan mempelajari
mengenai Amazon melalui rekan-rekan kerja yang telah lebih dahulu bekerja
di Amazon dan mempelajari leadership skill yang diperlukan untuk menjadi
-

seorang karyawan di Amazon.


Setelah orientasi, pimpinan baru akan memasuki Associate Experience Week,
di mana mereka akan diperkenalkan dengan aktivitas operasional sehari-hari
oleh para rekan kerja mereka. Tujuan dari tahap ini adalah untuk memberikan
perspektif kepada para pemimpin baru tentang bagaimana berpikir, mengajar,

dan bekerja di Amazon.


Setelah itu, Para pimpinan baru memasuki program on-the-job training yang
disebut Learn Before Doing. Tahap ini bertujuan untuk memperkenalkan calon
pemimpin baru dengan rekan kerja yang berada dalam satu timnya dan

mempelajari aspek kunci dari pekerjaan tersebut.


Bagi para pimpinan baru yang belum memiliki pengalaman dalam bidang
pengawasan harus mengikuti program Emerging Leaders, di mana mereka
akan diajarkan mengenai frontline leadership skill yang dibutuhkan untuk

sukses dalam perannya di fullfillment center.


2. Membangun dan Memperkuat Kapabilitas Amazon
a. Mengembangkan kapabilitas secara internal

Amzon memperkenalkan beberapa jasa dan produk yang dibangun dengan


menggunakan sumber daya dan kapabilitas yang dimiliki. Misalnya Amazon

Web Service, Amazon Webstore, Kindle, dan Kinesis.


Amazon menawarkan ke para pengguna Amazon Web Service untuk
menggunakan Oracle Database dan Microsoft SQL. Hal ini dapat membantu
perusahaan lainnya untuk mengembangkan aplikasi yang lebih baik sehingga
dapat menciptakan produk/jasa baru dan juga sekaligus dapat melakukan
penghematan terhadap biaya. Selain itu juga, Amazon memperkenalkan dan
mengembangkan Hadoop, Redshift, dan DynamoDB sebagai alternatif lain bagi

para pengguna untuk mengakses Amazon Web Service.


Amazon menggunakan sistem rekomendasi, yaitu dengan menggunakan metode
cross selling/up selling dan metode cross correlate untuk meningkatkan

costumer service-nya.
Amazon menggunakan Amazon Associate Program untuk meningkatkan brand
image perusahaan dengan menampilkan logo perusahaan dalam situs pihak

ketiga yang melakukan afiliasi dengan Amazon.


b. Memperoleh Kapabilitas melalui Akusisi
Berikut daftar akuisisi besar yang dilakukan oleh Amazon yang dikutip dari
http://www.businessinsider.co.id/ :
- Pada tahun 1999, Amazon mengakuisisi Alexa sebesar US$ 250 juta.
-

Perusahaan ini bergerak di bidang Analisis Data.


Pada tahun 2008, Amazon mengakuisisi Audible sebesar US$ 300 juta.

Perusahaan ini bergerak di bidang aplikasi book listening.


Pada tahun 2009, Amazon mengakuisisi Zappos sebesar US$ 1,2 miliar.

Perusahaan ini bergerak di bidang e-commerce penjualan sepatu dan baju.


Pada tahun 2010, Amazon mengakuisisi Quidsi sebesar US$ 545 juta.
Perusahaan ini bergerak di bidang e-commerce penjualan perlatan dan

perlengkapan balita.
Pada tahun 2010, Amazon mengakuisisi Woot sebesar US$ 110 juta. Perusahaan

ini bergerak di bidang e-commerce penjualan alat elektronik.


Pada tahun 2011, Amazon mengakuisisi LoveFilm sebesar US$ 312 juta.
Perusahaan ini bergerak di bidang penjualan dan penyewaan DVD film serta

streaming video on demand.


Pada tahun 2012, Amazon mengakuisisi Kiva Systems sebesar US$ 775 juta.
Perusahaan ini bergerak di bidang sistem inventory dengan menggunakan

teknologi robot.
Pada tahun 2013, Amazon mengakuisisi Goodreads sebesar US$ 150 juta.
Perusahaan ini menyediakan jasa book review yang berbentuk sosial media.

Pada tahun 2014, Amazon mengakuisisi Twitch

sebesar US$ 970 juta.

Perusahaan ini bergerak di bidang media interaktif dengan menyediakan jasa


video streaming dan permainan.
c. Berbagi Kapabilitas Melalui Kerja Sama
Amazon memberikan kemudahan kepada perusahaan e-commerce lainnya untuk
mengakses sumber data yang dimiliki Amazon untuk peningkatan kinerja. Contoh
perusahaan yang menggunakan jasa yang ditawarkan oleh Amazon, yaitu: Timex,
MTV, Boeing, Anaconda Sports, dan Samsonite.
3. Menciptakan Struktur Organisasi yang Mendukung Pencapaian Sasaran Strategi
Amazon menggunakan struktur matrix, di mana perusahaan diatur berdasarkan dua
atau lebih dimensi dalam waktu yang bersamaan. Misalnya untuk jasa Amazon Web
Service, Amazon membentuk tim untuk melakukan aktivitas operasional yang berasal
dari masing-masing divisi Amazon.

Penggunaan struktur Matrix ini juga

memungkinkan Amazon menggunakan pendekatan desentralisasi dalam pengambilan


keputusan.
Berikut 10 tingkatan klasifikasi yang diberikan ke berbagai deskripsi pekerjaan di
Amazon (dikutip dari http://www.bloomberg.com/) :
-

Level 2 dan level 3, yaitu buruh yang bekerja di Amazon Fulfillment Center dan

diberi upah berdasarkan jumlah jam kerja.


Level 4 dideskripsikan sebagai karyawan baru yang merupakan fresh graduate

dan memiliki gelar kesarjanaan (Bachelor of Arts degree).


Level 5 merupakan manajer program atau manajer produk. Sedangkan level 6
adalah manajer produk senior yang memiliki tugas untuk mengembangkan fitur

produk.
Level 7 merupakan senior manajer yang memiliki gelar sarjana. Tanggung jawab
senior manajer pada level ini adalah untuk mengawasi kinerja karyaawan yang
berada di level 5 dan 6. Senior manajer pada awal masa jabatan pada tingkatan ini
diberikan tugas untuk bekerja di bagian customer services atau fulfillment center

untuk dilatih mengenai seluk-beluk pekerjaan karyawan pada tingkat bawah.


Direktur berada pada level 8. Sedangkan untuk level 10 diduduki oleh wakil
presiden dan level 11 diduduki oleh wakil presiden senior. Karyawan pada level
10 dan 11 merupakan bagian dari Amazons Leadrship team, D team, yang
memiliki wewenang dalam pengambilan keputusan berbagai kebijakan digital di
Amazon

Level 12 diduduki oleh Jeff Bezos yang merupakan pendiri Amazon

Daftar di atas tidak memasukkan level 1 dan 9 dalam tingkatan klasifikasi pekerjaan
di Amazon. Hal ini dilakukan untuk memotivasi karyawan dan menghilangkan kesan
kaku dalam proses birokrasi di perusahaan.
Berikut

daftar

divisi

Amazon

yang

dikutip

dari

http://www.amazonfulfillmentcareers.com/ :
-

Customer Service bertanggung jawab terhadap pelayanan kepada customer.


Menyediakan jasa pelayanan melalui e-mail, telepon, live online chat, dan sosial

media.
Engineering & Design bertanggung jawab untuk melakukan pengembangan
berkelanjutan dan menemukan cara baru untuk meningkatkan aktivitas
operasional. Selain itu juga divisi ini memiliki tugas untuk merancang dan

memelihara fulfillment center Amazon.


Facilities bertugas untuk memastikan bahwa

conveyor belts dan peralatan

otomatis lainnya terus bekerja sehingga aktivitas operasional dapat berjalan


-

dengan lancar.
Finance & Accounting bertugas untuk menyediakan informasi keuangan secara
real time dan bertugas untuk menyusun startegi berdasarkan informasi tersebut

dalam hal pengembangan aktivitas opersionl perusahaan.


Human Resources bertugas untuk melakukan rekrutmen karyawan, memotivasi

karyawan, serta melaksanakan program pengemabangan dan pelatihan karyawan.


Loss Prevention bertugas untuk melindungi data, produk, dan orang. Hal ini
dilakukan dengan menyediakan jasa keamanan dan perlindungan aset (bangunan,

peralatan, analisis data, kekayaan intelektual, dan kehidupan sehari-hari)


Operations Management bertanggung jawab terhadap aktivitas operasional

inbound dan outbound yang terdapat di fulfillment center Amazon.


Environmental Health & Safety menjalankan kebijakan lingkungan dan
keselamatan perusahaan dan memastikan kepatuhan terhadap semua peraturan
lokal dan regional yang berlaku. Memiliki tanggung jawab pada perbaikan
berkelanjutan dan berinisiatif untuk mengurangi risiko dalam proses bisnis dan
memastikan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi karyawan serta rekan

kerja Amazon.
Transportation & Supply Chain bertugas untuk menjaga pergerakan persediaan
sehingga aktivitas operasional dapat beralan dengan lancar. Divisi ini juga

bertanggung jawab memastikan kepatuhan terhadap kebijakan produk dan


-

optimalisasi jaringan
Software Development bertugas untuk menciptakan software, hardware, dan
proses yang diperlukan untuk mengoptimalkan waktu dan biaya pengiriman
barang kepada customer. Selain itu juga, divisi ini bertanggung jawab untuk
mengembangkan kemampuan perusahaan untuk memahami dan melakukan

respon dengan cepat terhadap kebutuhan customer.


Infrastructure Technology menyediakan dukungan infrastruktur teknologi yang
canggih sehingga dapat menghubungkan external vendors, pemasok, dan setiap
departemen baik skala regional maupun global. Selain itu juga, divisi ini
bertanggung jawab untuk mengelolah dan melakukan perbaikan terhadap

komponen teknologi yang digunakan oleh semua karyawan Amazon.


Logistics bertugas untuk memastikan bahwa pesanan customer, tidak peduli
seberapa besar atau kecil, dapat disampaikan dengan cepat, akurat, dan
menggunakan dengan biaya seefektif mungkin.

4. Mengalokasikan Sumber Daya yang Cukup untuk Mengeksekusi Strategi


- Amazon memiliki sumber daya keuangan yang cukup besar. Hal ini terlihat saat
Amazon menjadi perusahaan publik pada tahun 1997. Amazon menawarkan 3
juta lembar saham yang dijual US$ 18 per lembarnya sehingga meningkatkan
tambahan modal sebesar US$ 54 juta. Selain itu juga, tren peningkatan
pendapatan dari tahun ke tahun memungkinkan Amazon untuk melakukan
-

pendanaan sendiri.
Memiliki sumber daya teknologi yang canggih. Dengan adanya divisi yang
mendukung pengembangan teknologi dalam aktivitas operasional Amazon
seperti, infrastruktur IT dan Sofware Development, memungkinkan setiap
aktivitas operasional Amazon menggunakan teknologi terbaru yang dapat
mendukung perusahaan melakukan efisiensi biaya.

5. Membuat Kebijakan dan Prosedur yang Memfasilitasi Pelaksanaan Strategi


Secara formal, Amazon memberikan pedoman yang rinci kepada setiap karyawan
mengenai kebijakan dan prosedur yang harus dipatuhi dalam menjalankan aktivitas
operasional sehari-hari. Pedoman tersebut terdiri dari empat bagian utama, yaitu
Informasi umum mengenai karyawan, manfaat yang diperoleh karyawan, tanggung
jawab kayawan, dan prosedur pemberhentian dan penegakan disiplin bagi karyawan.

Selain itu juga, setiap manjer bertanggung jawab secara informal memberikan
petunjuk, teladan, dan motivasi bagi para pekerja yang berada di tingkatan yang lebih
rendah untuk melaksanakan pekerjaannya secara efektif dan efisien.
6. Mengadopsi Best Practices dalam Proses Bisnis Perusahaan
Amazon menggunakan big data untuk meningkatkan hubunganya dengan customer
dan memberikan pelayanan customer yang terbaik. Perusahaan membentuk database
yang sangat banyak mengenai customer dan pilihan mereka dalam membeli produk.
Amazon membutuhkan waktu yang lama untuk membangun database tersebut. Hal ini
menyebabkan Amazon menjadi perusahaan e-commerce pertama yang mengggunakan
cross-selling/up-selling method. Sistem rekomendasi customer yang digunakan oleh
retailer online pada saat ini dikembangkan dengan menggunakan sumber big data.
Amazon juga menggunakan teknologi canggih untuk mengatur inventory-nya, yaitu
dengan menggunakan wireless barcode scanner yang mengirimkan sinyal mengenai
informasi persediaan. Dengan infromasi tersebut, karyawan dapat dengan mudah
mengidentifikasi persediaan mana yang harus dikirim. Hal ini memungkinkan Amazon
mengirimkan barang kepada customer tepat waktu. Selain itu juga, Amazon
menggunakan teknologi robot yang dikembangkan oleh Kiva Systems untuk mengatur
tata letak persediaan. Hal ini dapat mengoptimalkan biaya dan waktu yang digunakan
untuk mengatur persediaan.
7. Menggunakan Sistem Teknologi Informasi yang membantu Proses Bisnis
Amazon telah menggunakan sistem teknologi informasi yang dapat membantu
proses bisnis perusahaan. Hal ini terlihat dengan penggunaan big data, Amazon terus
melakukan pembahruan teknologi secara berkala untuk mengatur arus lalu lintas data
yang diterima oleh Amazon sehingga dapat digunakan secara real time. Selain itu,
dengan menggunakan perhitungan alogaritma yang kompleks, Komputer akan
mengirimkan perintah untuk melakukan proses order-picking melalui sinyal yang akan
diterima oleh karyawan melalui wireless recievers. Sinyal ini memberikan informasi
kepada karyawan mengenai barang mana yang harus diambil oleh karyawan berdasarkan
perintah pemesanan tadi. Amazon juga

menggunakan teknologi robot yang

dikembangkan oleh Kiva Systems untuk mengatur tata letak persediaan. Hal ini dapat
mengoptimalkan biaya dan waktu yang digunakan untuk mengatur persediaan.
8. Memberikan Reward yang Berhubungan dengan Pencapaian Sasaran Strategik
Amazon memberikan beberapa keuntungan kepada karyawannya untuk mendorong
kinerja sehingga perusahaan dapat mencapai sasaran strategiknya secara efektif dan

efisien. Berikut keuntungan yang diberikan Amazon kepada karyawannya (dikutip dari
http://www.amazonfulfillmentcareers.com/) :
- Health Care. Amazon memberikan asuransi kesehatan yang mencakup
tanggungan resep obat, tanggungan pemeriksaan kesehatan, dan tanggungan
-

keluarga
Time Off. Amazon memberikan kesempatan kepada karyawannya untuk

mengambil cuti liburan untuk kepentingan pribadinya.


Saving Plans. Amazon memberikan program pensiun bagi karyawannya dan

potongan harga khusus untuk karyawan


Employee Stock. Rata-rata karyawan diberi kesempatan untuk memiliki saham

Amazon dalam jumlah yang terbatas


Relocation Assistance. Amazon memberikan jasa kepada karyawannya untuk
memindahkan barang pribadi miliki karyawan tersebut dari satu lokasi ke lokasi
lainnya.

D. Rekomendasi
Berdasarkan analisis di atas, berikut rekomendasi yang dapat kami berikan:
a. Amazon hendaknya lebih memanfaatkan big data untuk menangkap potensi peluang
dan meningkatkan kinerja perusahaan
b. Menggunakan teknologi yang lebih canggih untuk meningkatkan kinerja
perusahaan, seperti penggunaan drones untuk mengantar barang ke customer.

Daftar Pustaka
Amazon.com, Inc. 2015. Benefits. http://www.amazonfulfillmentcareers.com/amazonfulfillment/training-and-onboarding/. Diakses tanggal 01 Mei 2016.
Amazon.com, Inc. 2015. Opprtunity. http://www.amazonfulfillmentcareers.com/amazonfulfillment/training-and-onboarding/. Diakses tanggal 01 Mei 2016.
Amazon.com, Inc. 2014. Our Recruitment Process. http://amazon-operations.co.uk/searchjobs. Diakses tanggal 01 Mei 2016.
Amazon.com, Inc. 2015. Training and Onboarding.
http://www.amazonfulfillmentcareers.com/
amazon-fulfillment/training-and-onboarding/. Diakses tanggal 01 Mei 2016.
Smith, Dave. 2014. CHART OF THE DAY: Amazons Biggest Acquisitions.
http://www.businessinsider.co.id/chart-of-the-day-amazons-biggest-acquisitions-20148/?r=US&IR=T#.VyZ1S_l95rS. Diakses tanggal 01 Mei 2016.
Stone, Brad. 2013. Why It's So Difficult to Climb Amazon's Corporate Ladder.
http://www.bloomberg.com/news/articles/2013-10-15/careers-at-amazon-why-its-sohard-to-climb-jeff-bezoss-corporate-ladder. Diakses tanggal 01 Mei 2016.
Thompson, Arthur A., dkk. 2014. Crafting and Executing Strategy: The quest for Competitive
Advantage Concept and Cases. Singapura: Mc Graw Hill.