Anda di halaman 1dari 13

Presentasi Kasus OPE

S.Liyaturrihanna Putri
G1A012124

Identitas pasien
Nama

: An. Nur Aji Pangestu


Usia
: 13 bulan
Nama orang tua : Ny. Siti Juleha
Alamat
: Pancasan
Hari/tanggal periksa : Kamis, 19 November
2015

Anamnesa
Keluhan utama
kejang

Riwayat penyakit sekarang


Pasien datang dengan kejang setelah

sebelumnya demam tinggi. Kejang seluruh


tubuh, saat kejang mata melirik ke kanan
atas, saat kejang dan sesudah kejang pasien
nangis. Kejang terjadi 1x selama <15 menit.
Pasien sebelumnya demam selama 2 hari,
ada batuk pilek, tidak ada mual/muntah, BAK
dan BAB normal.

Anamnesa
Riwayat penyakit dahulu
Tidak ada riwayat kejang demam sebelumnya

Riwayat penyakit keluarga


Tidak ada riwayat keluarga yang kejang demam

Riwayat sosioekonomi
Pasien tinggal bersama ibu dan bapaknya dalam satu

rumah kontrakan. Lantai belum permanen, dinding dari


triplek.
Riwayat ibu bersalin
Persalinan normal
Usia kehamilan saat ibu bersalin : 9 bulan kurang 4 hari
Berat bayi lahir : 3,2 kg

Anamnesa
Riwayat tumbuh kembang
Saat ini sudah bisa berjalan, tetapi belum

lancar
Sudah bisa bicara ma-ma-ma
Riwayat makan
ASI + makanan pendamping (bubur)
Makan sedikit

Anamnesa
Riwayat imunisasi
Imunisasi lengkap 9 bulan
Jenis
imunis
asi

Waktu pemberian
Bulan
0

Hepatiti
sB

BCG

DPT
Polio

Campak
Hib

Tahun

1
5

1
8

1
2

Pemeriksaan fisik
Keadaan umum : tampak sakit sedang
Kesadaran

: kompos mentis

Tanda vital
TD : tidak dilakukan pengukuran (pasien

tidak kooperatif)
DN : 96 x/menit
RR : 30 x/menit
Suhu : 380C
Berat badan : 10 kg

Pemeriksaan fisik
Status generalis
Kepala : normosefal
Mata : konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)
Hidung : nasal sekret (+), napas cuping hidung (-)
Mulut : faring hiperemis, tonsil dan lidah dbn
Leher : pembesaran KGB (-)

Status lokalis
Pulmo
I : Bentuk dada normal, tidak ada retraksi otot napas
Pal : Pergerakan dada simetris
Per : Sonor dikedua lapang paru
Aus : Vesikuler, wheezing (-), ronkhi (-)

Status lokalis
Cor
I : iktus kordis tidak tampak
Pal : iktus cordis kuat angkat (-)
Per : batas jantung dbn
Aus : bunyi jantung reguler, murmur (-), gallop (-)

Abdomen
I : datar
Aus : bising usus (+) normal
Per : timpani
Pal : nyeri tekan (-), hepar dan lien tidak teraba

Extremitas
Sup : akral hangat, sianosis (-/-), edema (-/-)
Inf : akral hangat, sianosis (-/-), edema (-/-)

Usulan pemeriksaan
penunjang
Pemeriksaan laboratorium
Darah lengkap
Hb, jumlah leukosit, LED, hitung jenis leukosit,
hematokrit, trombosit
Gula darah
Elektrolit
Na+, Mg2+, Ca2+, K+

Diagnosis kerja dan Diagnosis


banding
Diagnosis kerja
Kejang demam sederhana dan ISPA

Diagnosis banding
Kejang demam ec. gangguan elektrolit

Penatalaksanaan
Farmakologi
Anti kejang : diazepam rektal dosis 0,5 mg/kgBB setiap 8 jam
Antipiretik : paracetamol 10-15 mg/kgBB/kali 4xsehari
Mukolitik : ambroxol 15 mg/5 ml 2xsehari sdt
Antihistamin : CTM 0,4 mg/kgBB 3xsehari

Non farmakologi
Hindari minum es
Makan makanan sehat dan bergizi
Minum obat teratur
Mencuci tangan

Edukasi
Kejang demam umumnya prognosis baik
Cara penanganan kejang
Memberi informasi mengenai kemungkinan kejang kembali

Prognosis
Bonam

TERIMA KASIH........