Anda di halaman 1dari 5

Nama : Muhamad Risqi W

Kasus : 2
NIM

: 125020300111039

Pertanyaan Diskusi
1. Permasalahan mengenai materialitas dihadapi oleh KAP Umar dan Rekan dalam
kaitannya dengan opini audit tahun 2009 atas laporan keuangan milik PT Maju
Makmur. Mengacu kepada SA Seksi 312, bagaimanakah seharusnya seorang
auditor mengevaluasi materialitas suatu hal dalam perikatan audit yang spesifik?
Apakah saudara bisa meyakini bahwa penurunan nilai dari bangunan toko keenam
milik PT Maju Makmur di Sidoarjo berdampak material pada posisi Laporan
Keuangan PT Maju Makmur?
Jawab :
Dalam mengevaluasi materialitas suatu hal dalam perikatan audit, auditor
terlebih dahulu harus menentukan sifat, saat, atau luasnya prosedur; penugasan staf;
atau perlunya tingkat supervisi yang semestinya. Pemegang tanggung jawab dalam
evaluasai materialitas harus sesuai dengan tingkat resiko dari audit itu sendiri yaitu
meliputi ketrampilan dan kemampuan pemegang tanggung jawab
tersebut.
Menurut SA seksi 313.10 bahwa Pertimbangan auditor mengenai materialitas
merupakan pertimbangan profesional dan dipengaruhi oleh persepsi auditor atas
kebutuhan orang yang memiliki pengetahuan memadai dan yang akan meletakkan
kepercayaan terhadap laporan keuangan. Pertimbangan mengenai materialitas yang
digunakan oleh auditor dihubungkan dengan keadaan sekitarnya dan mencakup
pertimbangan kuantitatif maupun kualitatif. Materialitas adalah besarnya informasi
akuntansi yang apabila terjadi penghilangan atau salah saji, dilihat dari keadaan yang
melingkupinya, mungkin dapat mengubah atau mempengaruhi pertimbangan orang
yang meletakkan kepercayaan atas informasi tersebut. Definisi tersebut mengakui
pertimbangan materialitas dilakukan dengan memperhitungkan keadaan yang
melingkupi dan perlu melibatkan baik pertimbangan kuantitatif maupun kualitatif.
Menurut saya penurunan nilai dari bangunan toko keenam yang ada di
Sidoarjo berdampak material pada posisi laporan keuangan karena dengan jumlah
investasi bangunan yang di Sidoarjo sebesar 1,488 milyar dan dalam keadaan terburuk
diprediksi dapat dijual dengan harga 640-800 juta maka dari itu kerugian lebih dari
10% maka dianggap material.
2. Jika Langgeng Santoso tidak memberikan izin kepada Adi Susilo untuk
melakukan diskusi dengan auditor terdahulu, tindakan apa yang dapat dilakukan
oleh Adi Susilo?
Jawab :
Bahwa pada dasarnya auditor pengganti dianjurkan untuk menjalin komunikasi
terlebih dahulu dengan auditor sebelumnya berkenaan mengenai masalah proses audit
sebelumnya yang dilakukan oleh auditor terdahulu, Menurut PSA No. 16 Seksi 315.
Hal itu dilakukan untuk memberikan gambaran kondisi manajemen perusahaan milik
Langgeng Santoso kepada KAP AS&R untuk menolak atau menerima atau menolak
perikatan audit. Tetapi apabila kejadian seperti soal diatas terjadi maka menurut SA
315.2 Auditor pengganti (KAP Adi Susilo & Rekan) harus menyelidiki alasanalasan dan mempertimbangkan pengaruh penolakan atau pembatasan tersebut dalam

memutuskan penerimaan atau penolakan perikatan dari calon klien tersebut. Karena
informasi dari KAP pendahulu sangat penting bagi KAP pengganti ketika menerima
perikatan dari PT Maju Makmur.
3. Jika Adi Susilo telah mendapat informasi dari KAP Umar dan Rekan bahwa
Langgeng Santoso dan staffnya kurang memiliki integritas, tindakan apa yang
kemudian seharusnya dilakukan dan alasan mengapa tindakan tersebut yang
dilakukan?
Jawab :
Apabila Adi Susilo telah mendapat informasi dari KAP Umar dan Rekan
bahwa Langgeng Santoso dan staffnya kurang memiliki integritas maka perlu
dicurigai bahwa terdapat kemungkinan yang lebih besar bahwa kekeliruan yang
material dan ketidakberesan akan terjadi dalam proses akuntansi dimana laporan
keuangan dibuat. Muatz dan Sharaf (1961) menyebutkan bahwa penilaian perilaku
klien akan mempengaruhi strategi audit, walaupun rendahnya integritas klien tidak
selalu menimbulkan masalah penipuan (Bernadi, 2000). Evaluasi bukti adalah
fundamental setiap audit, kompleks dan vital dalam proses pengambilan keputusan,
auditor membutuhkan pertimbangan mengenai kualitas dan kuantitas bukti sesuai
dengan kriteria yang ditetapkan seperti kecukupan, kompetensi, dan biaya ( Lin,
et.al., 1984).
Selanjutnya juga bisa dilakukannya tes substantive yang bertujuan untuk
menguji kekeliruan atau ketidakberesan dalam bentuk risiko yang telah dinilai seperti
pengabaian manajemen
4. Apa tujuan dilakukannya peer review? Mengapa peer review penting untuk
dilakukan? Apa yang diperiksa oleh tim yang melakukan peer review?
Jawab :
Peer review dilakukan dengan tujuan untuk menelaah mengenai kualitas
prosedur pengendalian yang selama ini diimplementasikan oleh KAP AS&R.
Sebagaimana yang disyaratkan dalam PSA No.290 yang ditetapkan oleh IAI.
Peer review sangat penting dilakukan untuk membantu KAP dalam
mengambil kesimpulan mengenai kualitas pengendalian yang selama ini dilakukan
serta memberikan informasi mengenai kelemahan dan solusi untuk memperbaiki
kualitas prosedur pengendalian yang selama ini telah dilakukan.
Yang diperiksa adalah penerapan sistem pengendalian mutu KAP yang
mengatur
tentang kebijakan independensi, penugasan personal, konsultasi, supervisi,
pemekerjakan, pengembangan profesional, promosi, penerimaan, dan keberlanjutan
klien, dan ispeksi.
5. Apa tujuan dari dokumentasi audit, dan data umum apa yang harus ada pada (a)
berkas permanen dan (b) berkas tahun berjalan?
Jawab :
Secara keseluruhan, tujuan dokumentasi audit adalah membantu auditor
menyediaakan jaminan wajar bahwa audit yang memadai telah dilakukan sesuai
dengan standar audit yang umum diterima. Secara khusus, dokumentasi audit (KKP)
bertujuan sebagai pendukung dalam memberikan opini, memberikan sebuah dasar

untuk merencanakan audit, sebuah catatan bukti yang diakumulasikan dan hasil dari
ujian, sebagai bahan supervise oleh supervisor dan rekan, sebagai acuan untuk audit
tahun berikutnya, sebagai referensi bila ada pertanyaan oleh pihak lain. Dokumentasi
audit adalah cara utama untuk mendokumentasikan dimana sebuah audit yang
memadai telah dilakukan. Dokumentasi audit memberikan sumber informasi penting
untuk membantu auditor dalam menentukan laporan audit yang tepat untuk dibuat
dalam keadaan tertentu.
a. Berkas permanen
Berkas permanen berisikan data / informasi yang diperlukan oleh auditor
untuk memahami gambaran umum audit. Dilihat dari dimensi waktu, informasi yang
dimasukkan kedalam berkas permanen adalah informasi yang relatif tidak sering
berubah.dengan adanya berkas permanen, auditor tidak perlu meminta informasi
tersebut pada audit setiap tahun atau setiap kali akan melaksanakan audit. Jenis
informasi yang dimaksudkan dalam berkas permanen antara lain meliputi : data
organisasi audit, kebijakan dan prosedur operasi, kebijakan akuntansi dan
pengendalian internal, dan informasi administratif berkaitan dengan penugasan audit.
Data organisasi meliputi : struktur organisasi dan uraian tugas, sejarah dan uraian
pokokdan fungsi audit, daftar lokasi unit-unit dibawah organisasi audit, kontrak dan
perjanjian penting (jika ada),daftar personil kunci, daftar pihak yang mempunyai
hubungan istimewa, serta ketentuan hukum dan perundang-undangan terkait.
b. Berkas tahun berjalan
Berkas berjalan berisikan informasi yang berkaitan dengan audit yang sedang
dilakukan atau audit yang baru lalu. Terdapat dua sub klasifikasi untuk informasi yang
dimaksukkan dalam berkas berjalan, yaitu: berkas umum dan berkas analisis
Berkas umum terdiri atas : surat penugasan audit, informasi umum, hasil
pertemuan awal, program audit, manajemen waktu audit, ikhtisar temuan audit, draf
laporan audit, tanggapan audit, pertemuan akhir dan tindak lanjut hasil audit,
rekonsiliasi, stock opname, penghapusan piutang.
Berkas analisis, memuat dokumentasi rinci atas proses pengumpulan dan
pengujian bukti audit untuk masing-masing data yang dicakup dalam penugasan audit.
Revisi SA ttng dokumentasi, SA 230 (terdapat apa saja yang harus ada dalam
dokumentasi audit)
6. KAP Umar dan Rekan menyebutkan bahwa Langgeng Santoso tidak memahami
sepenuhnya tujuan audit yang dilakukan. Menurut SA 311, kewajiban apa yang
dimiliki oleh KAP AS&R untuk memastikan kliennya memahami fungsi audit?
Profesi audit tambahan apa yang harus dilakukan jika PT Maju Makmur menjadi
perusahaan publik?
Jawab :
Menurut SA 311 dalam PSA no 5, mengacu pada SA 311 no 6 sampai 9 bahwa
auditor harus memperoleh pengetahuan tentang bisnis entitas yang
memungkinkannya untuk merencanakan dan melaksanakan auditnya berdasarkan
standar auditing
yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia, Auditor harus
memperoleh pengetahuan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan sifat bisnis
entitas, organisasinya, dan karakteristik operasinya, Pengetahuan mengenai bisnis
entitas biasanya diperoleh auditor melalui pengalamannya dengan entitas atau
industrinya serta dari permintaan keterangan kepada personel perusahaan, dan Auditor
harus mempertimbangkan metode yang digunakan oleh entitas untuk mengolah

informasi dalam perencanaan audit karena metode tersebut mempunyai pengaruh


terhadap desain pengendalian intern.
Pemahaman dengan klien tentang audit atas laporan keuangan umumnya
mencakup hal-hal berikut ini:
a. Tujuan audit adalah untuk menyatakan suatu pendapat atas laporan keuangan.
b. Manajemen bertanggung jawab untuk membangun dan mempertahankan
pengendalian intern yangefektif terhadap pelaporan keuangan.
c. Manajemen bertangung jawab untuk mengidentifikasi dan menjamin bahwa
entitas mematuhiperaturan perundangan yang berlaku terhadap aktivitasnya.
d. Manajemen bertanggung jawab untuk membuat semua catatan
keuangan dan informasi yangberkaitan tersedia bagi auditor.
e. Pada akhir perikatan, manajemen akan menyediakan suatu surat bagi auditor
yang menegaskanrepresentasi tertentu yang dibuat selama audit berlangsung.
f. Auditor bertanggung jawab untuk melaksanakan audit berdasarkan standar
auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia.
g. Suatu audit mencakup pemerolehan pemahaman atas pengendalian
intern yang cukup untuk merencanakan audit dan untuk menentukan
sifat, saat, dan luasnya prosedur audit yang harus dilaksanakan.
Pemahaman dengan klien juga mencakup hal-hal lain seperti berikut ini:
a. Pengaturan mengenai pelaksanaan perikatan (sebagai contoh, waktu, bantuan
klien berkaitandengan pembuatan skedul, dan penyediaan dokumen).
b. Pengaturan tentang keikutsertaan spesialis atau auditor intern, jika diperlukan.
c. Pengaturan tentang keikutsertaan auditor pendahulu
d. Pengaturan tentang fee dan penagihan.
e. Adanya pembatasan atau pengaturan lain tentang kewajiban auditor atau klien.
f. Kondisi yang memungkinkan pihak lain diperbolehkan untuk melakukan
akses ke kertas kerjaauditor.
g. Jasa tambahan yang disediakan oleh auditor berkaitan dengan pemenuhan
persyaratan badan pengatur.
h. Pengaturan tentang jasa lain yang harus disediakan oleh auditor dalam
hubungannya dengan perikatan.
Prosedur audit tambahan yang harus dilakukan jika PT. Maju Makmur adalah
melakukan prosedur analitis. Menurut PSA No. 22 (SA Seksi 329), prosedur analitik
meliputi perbandingan jumlah-jumlah yang tercatat atau ratio yang dihitung dari
jumlah-jumlah yang tercatat, dibandingkan dengan harapan yang dikembangkan oleh
auditor. Ketika menjadi perusahaan publik, maka auditor berkewajiban untuk
menghitung ratio-ratio, dengan membandingkan perusahaan tersebut dengan
perusahaan sejenis lainnya.
7. Langgeng Santoso tampaknya tidak suka mengeluarkan uang dalam jumlah yang
besar untuk aktivitas audit. Haruskah Adi Susilo menyarankan untuk melakukan
review atas laporan keuangan saja dibandingkan mengaudit laporan keuangan PT
Maju Makmur? Apakah perbedaan antara review atas laporan keuangan dengan
audit? Apakah yang menjadi dampak finansial dari audit yang dilakukan pada PT
Maju Makmur jika berubah menjadi perusahaan publik?
Jawab :

Melakukan review atau mengaudit laporan keuangan sebenarnya tergantung


kebutuhan dari Langgeng Santoso dan kebijakan manajemen perusahaan yang
dipimpinnya. Disini ada dua kondisi yang berbeda pertama dia tidak suka
mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk audit, kedua dia ingin perusahaanya go
public. Apabila Langgeng Santoso bersikukuh untuk menjadikan perusahaanya go
public maka KAP tidak perlu menyarankan untuk melakukan review laporan
keuangan, melainkan tetap melakukan aktivitas audit atas laporan keuangan. Karena
syarat yang harus dipenuhi apabila perusahaan ingin go public adalah laporan
keuangan harus diaudit oleh auditor independen.
Perbedaan keduanya adalah apabila audit merupakan suatu proses sistematik
yaitu berupa suatu rangkaian langkah atau prosedur yang logis, bererangka dan
terorganisasi untuk mengumpulkan dan mengevaluasi bukti tentang informasi untuk
menentukan dan melaporkan derajat kesesuaian antara informasi dan kriteria yang
telah ditetapkan. Auditing harus dilakukan oleh orang yang kompeten dan
independen. Beberapa prosedur audit yang digunakan yaitu inspeksi, observasi,
konfirmasi, permintaan keterangan, pengusutan, pemeriksaan bukti pendukung,
pelaksanaan ulang dan analisis. Sedangkan review menurut SA seksi 100 adalah
pelaksanaan prosedur permintaan keterangan dan analisis yang menghasilkan dasar
memadai bagi akuntan untuk memberikan keyakinan terbatas, bahwa tidak terdapat
modifikasi material yang harus dilakukan atas laporan keuangan agar laporan tersebut
sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, atau sesuai dengan
basis akuntansi komprehensif yang lain.
Dampak finansialnya adalah fee audit semakin mahal karena perusahaan
publik aktivitasnya semakin komplek sehingga kerja audit semakin rumit dan resiko
semakin besar. Pernyataan audit akan mempengaruhi investor dan kreditor dalam
perihal permodalan.
8. Adi Susilo harus memberikan rekomendasi untuk partner yang menjadi anggota
komite review sebagai bahan pertimbangan perikatan audit antara KAP AS&R
dengan PT Maju Makmur. Jika saudara dimisalkan menjadi Adi Susilo, apa yang
akan saudara rekomendasikan?
Jawab :
Apabila saya adalah Bapak Adi Susilo tentu saja saya akan merekomendasikan
partner yang menjadi anggota komite review sebagai bahan pertimbangan perikatan
audit antara KAP AS&R dengan PT Maju Makmur adalah nominal fee auditnya,
resiko audit yang akan terjadi, sistem pengendalian internalnya dan pengendalian
mutu, bukti transaksi asset tetap dan informasi proses bisnis PT Maju Makmur.