Anda di halaman 1dari 34

PELATIHAN PENGOLAHAN AIR

BANGUNAN PENGOLAH AIR


Oleh:
Drs. Ir. Andi Indianto, MT
PT TRACK ONE
Jakarta, Maret 2005

Pelatihan
Pengolahan
Air bersih
Dan air
Buangan
:Oleh

MATERI

.Andi I

AIR BERSIH
Sirkulasi Air. 1
Saluran. 2
Bak air. 3
Teknologi pencarian sumber air baku. 4
bangunan pengolahan Air bersih. 2
Fungsi Bagian-bagian bangunan pengolahan 3
Dimensi bangunan pengolahan. 4
Pendistribusian air bersih 5

DASAR TEORI
Sirkulasi Air

Pelatihan
Pengolahan
Air bersih
Dan air
Buangan
:Oleh

.Andi I

Sunga
i

Air Bersih

Dana
u

Di Olah

Lau
t

Air hujan
/Sumur
Sumber air

Air Baku

Digunakan untuk

Air minum
Industri

Perlu sanitasi yang baik

Memenuhi syarat

Setekah digunakan

Air Kotor

Di buang

OK

Syarat
Ambang
batas
NO

Diolah

P
E
M
B
U
A
N
G
A
N

Sungai
Danau
Laut
Peresapan

Pelatihan
Pengolahan
Air bersih
Dan air
Buangan
:Oleh

DASAR TEORI
Sirkulasi Air

.Andi I

Pompa
BPAB

Pipa
pembawa
Pipa
distribusi

Saringan
Sumur
pengambilan

/Menara
bak air

Saluran
air
limbah

Saluran
penganbilan
Sungai
BPAL
Daerah distribusi
(Perumahan / industri)
Saluran
pembuang

Pelatihan
Pengolahan
Air bersih
Dan air
Buangan
:Oleh

DASAR TEORI
Sirkulasi Air pada dataran

.Andi I

Pipa
pembawa

Menara
air

Bangunan pengolah
Air Bersih

Saluran
air
limbah

Pipa
distribusi

Pipa
penganbilan
Pompa

BPAL

BPAB

Daerah distribusi
(Perumahan / industri)

Air baku

Saluran
pembuang
Pembua
ng akhir

Pelatihan
Pengolahan
Air bersih
Dan air
Buangan
:Oleh

DASAR TEORI
Sirkulasi Air pada perbukitan

.Andi I

Saluran
penganbilan

Pipa
distribusi

Saluran air
limbah
Saluran
pembuang

BPAB
Air baku
BPAL
Daerah distribusi
(Perumahan / industri)

Pembuang
akhir

DASAR TEORI
Saluran
Saluran
Terbuka

Tetutup

Air mengalir
karena
perbedaan tinggi

Air mengalir
karena
tekanan

Bentuk

Bentuk

DASAR TEORI
Rumus Pengaliran Saluran Terbuka
:Keterangan

Q = V.A
V = K . R2/3 . i1/2
A
R
O

Q = Debiet ( m3/dt)
V = Kecepatan aliran ( m/dt)
A = Luas penampang basah saluran (m2)
K = Koefisien kekasaran dinding saluran (tabel)
R = Jari-jari hidrolis saluran (m)
i = Kemiringan dasar saluran
O = keliling basah saluran (m)
)dinding saluran yang terkena air
(
Dasar saluran

b
O = 2a+b

l
d
i
l

DASAR TEORI
Koefisien kekasaran Saluran Terbuka
No
1
2
3
4
5
6
7
8

Jenis Saluran

Saluran Alam
Saluran Pasangan Batu Kosong
Saluran Pasangan Batu Belah
Saluran Beton
Saluran Yang Diplester Halus
Saluran Baja Gelombang
Saluran Pipa Baja
Saluran Pipa PVC

40
50
60
70
90
67
100
110

DASAR TEORI
Rumus Pengaliran Saluran Tertutup
Q = V.A

:Keterangan

Q = Debiet ( m3/dt)
V = Kecepatan aliran ( m/dt)
A = Luas penampang basah saluran (m2)
Karena air mengalir berdasarkan tekanan, maka kecepatan air mengalir selain
ditentukan oleh luas penampang saluran, juga ditentukan oleh hilang tinggi tekan
.yang diakibatkan oleh besarnya hambatan didalam pipa
Hambatanm dalam pipa ditentukan oleh panjang pipa dan peralatan yang
terpasang pada pipa

Hilang tinggi tekan akibat


panjang dan jenis pipa

V 2 .L
Hgs
4
2
Kst .R 3

Hilang tinggi tekan akibat Peralatan


yang terpasang pada pipa
V2
HL
2g

DASAR TEORI
Rumus Pengaliran Saluran Tertutup
2

V .L
Hgs
4
2
Kst .R 3

R 14 D

:Keterangan
Hgs = Hilang tinggi tekan akibat friksi (m)
L = Panjang pipa (m)
Kst = Koefisien kekasaran pipa
R = Jari jari hidrolis pipa (m)
D = Diameter dalam pipa (m)

Bahan Saluran
Pipa PVC
Pipa Baja
Pipa Beton
Gorong-Gorong Baja Bergelombang
Pasangan Batu Bata
Pasangan Batu Kasar

Kst
110
83
77
42
67
40

DASAR TEORI
Rumus Pengaliran Saluran Tertutup
:Keterangan

V2
HL
2g

Hl = Hilang tinggi tekan akibat peralatan (m)


= Koefisien bentuk alat
g = grafitasi = 9,81 m/dt2

Sambungan tikungan 900

Nilai
1,129

Sambungan tikungan 450

0,300

Intake siku-siku

0,500

Intake dengan tonjolan

0,900

.Bentuk alat

Penyempitan
Katup / kran

A1

A2

A
0, 45 1 2
A1

0,200

DASAR TEORI
Tangki / Bak Air
Material

Penempatan

Plat Baja
Fiber Glass

Volume kecil dan


dapat dipindah-pindahkan

Beton bertulang

Volume besar dan


Bangunan tetap

Diatas permukaan Tanah


Dibawah Permukaan Tanah

DASAR TEORI
Letak tangki air
Diskripsi

:
Pembuatan mudah dan lebih murah
konstruksi lebih ekonomis
tingkat kerusakan kecil
gampang pengontrolan
mudah perawatan
Tidak aman terhadap gempa
Tidak praktis

Diskripsi:
Pembuatan lebih sulit dan mahal
konstruksi tidak ekonomis
tingkat kerusakan besar
sulit pengontrolan
sulit perawatan
Aman terhadap gempa
praktis

DASAR TEORI
Gaya yang bekerja pada tangki air
, Kondisi paling bahaya
jika bak terisi oleh air
h
Ph

Ph air .h

Ph

Kondisi paling bahaya, jika


bak kosong dan muka air tanah tinggi

Ph air .h tanah .h.k a


Ph

Ph
Pa

Pa air .h
ka tekanan tanah aktif

Pelatihan
Pengolahan
Air bersih
Dan air
Buangan

PENCARIAN SUMBER AIR BAKU

:Oleh

.Andi I

Air baku sedapat mungkin


:didapatkan
BPAB

Lokasi yang dekat dengan daerah .1


distrubusi
untuk memperkecil biaya pembuatan,
pipa distribusi
Air yang jernih, yang kandungan .2
kotorannya ringan, untuk
memperkecil biaya pembuatan
bangunan penjernih dan biaya
operasional penjernihan
Lokasi pengambilan diatas deaerah .3
distribusi, untuk memperkecil
biaya pengambilan air baku

Daerah distribusi
(Perumahan / industri)

Air baku

Air baku

BPAB

BPAB

Air bersih

Pelatihan
Pengolahan
Air bersih
Dan air
Buangan

PENCARIAN SUMBER AIR BAKU

Pengambilan air

:Oleh

.Andi I

Dengan cara grafitasi, pembu atan saluran 1


terbuka ke bak penampungan
Saringan

Sumur
pengambilan

Saluran
pengambilan

Air baku
Bak penampung
Bak
pengolah

Pelatihan
Pengolahan
Air bersih
Dan air
Buangan
:Oleh

PENCARIAN SUMBER AIR BAKU


Pengambilan air

.Andi I

Dengan cara pengangkatan menggunakan pompa 2


Saluran
pengambilan
Sumur
pengambilan

Saringan

Bak penampung
Bak
pengolah
Air baku
Pompa

Pelatihan
Pengolahan
Air bersih
Dan air
Buangan
:Oleh

.Andi I

PENCARIAN SUMBER AIR BAKU


Pompa Pengambilan air

Pelatihan
Pengolahan
Air bersih
Dan air
Buangan
:Oleh

.Andi I

PENCARIAN
SUMBER AIR
BAKU
Pompa
Pengambilan
air

Pelatihan
Pengolahan
Air bersih
Dan air
Buangan
:Oleh

PENCARIAN SUMBER AIR BAKU


Pengambilan air

.Andi I

Dengan cara pengangkatan menggunakan pompa 2


Saluran
pengambilan

Pompa

Sumur
pengambilan

Saringan

Bak penampung
Bak
pengolah
Air baku

Pelatihan
Pengolahan
Air bersih
Dan air
Buangan
:Oleh

.Andi I

PENCARIAN SUMBER AIR BAKU


Pengambilan air

Pelatihan
Pengolahan
Air bersih
Dan air
Buangan

BANGUNAN PENGOLAH AIR BERSIH


Peninjauan kualitas air baku

:Oleh

.Andi I

Peninjauan kualitas air baku secara fisik


Ambil air dengan ember yang bersih
:Air dinyatakan bersih secara fisik jika
Air dalam ember dicium, dan tidak berbau. 1
Diamati , tidak berwarna, tidak keruh , dan tidak ada benda-benda melayang. 2
Masukkan tangan kedalam ember selama 0,5 menit, angkat tangan anda, lalu .
.3
. rasakan ada reaksi tidak. Tidak panas , tidak gatal
Oleskan air kelidah, rasakan, tidak asin, tidak getir, tidak pahit, tidak gatal . 4
Diamkan air selama 24 jam, perhatikan tidak boleh ada endapan dan tidak boleh . . 5
. ada lempengan-lempengan di permukaan air
.Air dimasak sampai mendidih , perhatikan air tidak boleh berubah warna. 6

Jika tidak terpenuhi syarat diatas, air harus diolah./ dibersihkan

Pelatihan
Pengolahan
Air bersih
Dan air
Buangan
:Oleh

BANGUNAN PENGOLAH AIR BERSIH


Peninjauan kualitas air baku

.Andi I

Sebelum dilakukan pengolahan , air harus dibawa ke laboratorium


.untuk mengetahui kandungan apa yang harus dibersihkan
:Langkah-langkahnya sebagai berikut
Ambil contoh air dalam jurigen yang bersih minimum 2 liter . 1
.Kurang dari 24 jam, air tersebut sudah harus diperiksa di laboratorium . 2
Amati hasil pengujian air di laboratorium, amati kandungan apa saja yang - . 3
. harus dibersihkan
Tentukan secara analisa atau uji kembali di laboratorium untuk menentukan - . 4
. jenis pengolahan dan jumlah bahan pengolah
.Buat desain bangunan pengolahannya. 5

Pelatihan
Pengolahan
Air bersih
Dan air
Buangan
:Oleh

.Andi I

BANGUNAN
PENGOLAH
AIR BERSIH
Peninjauan
kualitas air
baku

Pelatihan
Pengolahan
Air bersih
Dan air
Buangan
:Oleh

BANGUNAN PENGOLAH AIR BERSIH


Penjernihan air secara sederhana

.Andi I

Untuk menjernihkan air secara sederhana lakukan hal-hal


:sebagai berikut
.Jika airnya kotor, lakukan penyaringan. 1
.Jika disaring tetap kotor, maka berikan tawas sebanyak 0,1 gram/liter air . 2
Aduk sampai merata, lalu diamkan sampai kotoran yang melayang .3
mengendap
Jika airnya mengandung bacteri coly, berikan kaporit sebanyak 0,01 .4
sampai 0,04 gram / liter air
Jika kekurangan zat kapur, berikan kapur padam sebanyak 0,1 gram / liter . 5
.- air, atau lewatkan saringan batu kapur
.Jika airnya bau, buatkan aerasi. 6

Pelatihan
Pengolahan
Air bersih
Dan air
Buangan
:Oleh

BANGUNAN PENGOLAH AIR BERSIH


Penjernihan air secara sederhana

.Andi I

Dan tawas

Pelatihan
Pengolahan
Air bersih
Dan air
Buangan
:Oleh

.Andi I

BANGUNAN PENGOLAH AIR BERSIH


Penjernihan air teknologi tinggi
Bangunan di dalam tanah

:Untuk menjernihkan air diperlukan analisa dan penentuan bangunan yang teliti

Pelatihan
Pengolahan
Air bersih
Dan air
Buangan
:Oleh

.Andi I

BANGUNAN PENGOLAH AIR BERSIH


Penjernihan air teknologi tinggi
Bangunan di atas tanah

Pelatihan
Pengolahan
Air bersih
Dan air
Buangan
:Oleh

.Andi I

BANGUNAN PENGOLAH AIR BERSIH


Penjernihan air teknologi tinggi
Bangunan di atas tanah

Pelatihan
Pengolahan
Air bersih
Dan air
Buangan
:Oleh

BANGUNAN PENGOLAH AIR BERSIH


Fungsi Bagian-bagian bangunan pengolahan

.Andi I

No

Jenis Bangunan

Material / bahan

Kegunaan

Bak Penampung /
pengendap

Rotor-/

Menampung air baku dan


mengendapkan material
bawaan

Bak koagulan

Tawas, Kaporit, Soda


api, garam

Pencampur bahan penjernih

Bak penyaring

Batu, pasir kasar,


pasir halus

Menyaring material yang


melayang

Bak netralisasi

Kapur padam

Menambahkan PH air

Baki Aerasi

Blower, injector

Menambah oksigen dalam air,


mengurangi bau

Reservoar

Menampung air bersih

Pelatihan
Pengolahan
Air bersih
Dan air
Buangan

DIMENSI BANGUNAN PENGOLAHAN

:Oleh

.Andi I

:Dasar perhitungan
Kecepatan pengendapan (SL) (m/jam). 1
Waktu pengendapan ( t ) (jam). 2

Q
SL (m/jam)
A

Q = Debiet air ) m3/jam(


A = Luas penampang bak ) m2(

Volume bak (V) = Volume air per jam x waktu pengendapan

V Qt

:Pendekatan
SL max = 0,6 m/jam
t = 2 samai 6 jam
Kedalaman bak (d) =1,5 m sampai 2,5 m
Perbandingan antara panjang dan dalam bak 5:1 sampai 10:1

Pelatihan
Pengolahan
Air bersih
Dan air
Buangan

PENDISTRIBUSIAN AIR BERSIH


Tinggi menara

:Oleh

.Andi I

Pendistribusian air bersih dilakukan dengan dua cara


System bercabang, digunakan pada daerah layanan yang memanjang . 1
.System menutup/melingkar, digunakan pada daerah layaman yang meluas . 2
.Tekan air pada titik terjauh min 7,5 m kolom air. 3

A = tempat menara
B = tempat kran terjauh
t = Tinggi menara
z = tinggi kran
AB Perbedaan tinggi A dengan B

h 7,5 Hgs Hl

AB

h )m(

t h z AB

z )m(

Pelatihan
Pengolahan
Air bersih
Dan air
Buangan
:Oleh

.Andi I

PENDISTRIBUSIAN AIR BERSIH


Perpipaan air bersih