Anda di halaman 1dari 21

HUBUNGAN PENYAKIT

SISTEMIK PADA RONGGA


MULUT DAN GIGI
Oleh:
Nila Hermawati Sutriso
0090840096
Pembimbing:
Drg. Meiske, Sp.BM

PENDAHULUAN
Penyakit-penyakit

yang bermanifestsi di dalam


rongga mulut dan penanganannya :

1.

DIABETES MILITUS

2.

SINDROMA RENAL

3.

STROKE ISKEMIK

4.

TETANUS

5.

MORBUS HANSEN

Kelainan Endokrin

Diabetes Mellitus (DM)

Banyak

manifestasi rongga mulut pada DM, beberapa


diantaranya dapat diketahui sejak awal tahun 1862.

Kadar

gula darah yang tinggi dapat menekan respons


imun hospes
dan menyebabkan penyembuhan luka yang tidak baik
serta infeksi kambuhan

GEJALA KLINIS

Karies Gigi
Tingginya level glukosa saliva dan cairan krevikuler.

Gingivitis dan Periodontitis

Pada pasien dg DM merupakan suatu tanda meningkatnya kerentanan terhadap


infeksi. Didalam mulut DM dpt mekan jumlah bakteri sehingga menyebabkan adanya
kelainan jaringan periodontal dan dijumpai adanya inflamasi gingival yang parah serta
hilangnya perlekatan pd jaringan periodontal. Kerusakan yg lebih parah dpt terjadi
gigi goyah dan akhirnya lepas.

Bau Mulut
Bau Keton

GEJALA KLINIS

Xerostomia Diabetik
Pada penderita DM berkurangnya ludah (saliva) dipengaruhi oleh faktor angiopati
dan neuropati diabetik, perubahan pd kelenjar parotis dan krn polyuria yg berat.
Sehingga trjd an sekresi air ludah dri kel. Parotis cenderung membuat pH mnjd .

Candidiasi Oral
Pseudohifa dari candida mrpkn tanda utama dri infeksi candida pd mulut, dan mempunyai
hubungan yg signifikan dg kontrol gula darah yg rndah pd pengidap diabetes dan
pembentukan air ludah mgkn juga mengakibatkan infeksi candida pd pnderita diabetes.

XEROSTOMIA

PERIODONTITIS

KARIES GIGI

CANDIDA

2. SINDROM RENAL

Manifestasi Oral Pada Gagal Ginjal Kronis


siklosporin
obat
penghambat
saluran kalsium

Pembengkakan
gingiva

Kombinasi
siklosporin dan
penghambat
saluran kalsium
Perubahan
gingiva yang
lain

Takrolismus

Terjadi bila konsentrasi urea pada intraoral melebihi 30 mmol/L

Kebersihan Mulut
Xerostomia
Bau Mulut
Infeksi Oral : Kandidosis, Infeksi Virus, Kelainan
gigi, lesi pada tulang.

STOMATITIS
UREMIK

PENATALAKSANAAN
1.

Memotivasi penserita untuk meningkatkan sanitasi mulut.

2.

Mengurangi rasa sakit akibat ulserasi dan xerostomianya dengan


mengoleskan Lidocain HCL dan Benzokain 4% dalam boraks
gliserin 2 menit sebelum makan.

3.

Infeksi Kandida dapat diberikan obat-obatan anti jamur (Nistatin


Suspensi)

4.

Infeksi Mikroorganisme oportunistik dapat ditanggulangi dengan


pemberian antibiotika yang tidak bersifat nefrotoksik.

5.

Penambalan gigi dan memperbaiki semua keadaan yang dapat


mengiritasi mukosa mulut.

3. STROKE
PENDAHULUAN
Stroke

adalah suatu keadaan defisit neurologi fokal (hemiparese,


afasia, disartria, hemihiparestesia) maupun global ( kesadaran) yang
terjadi secara mendadak/tiba2 dalam waktu . 24 jam / berakhir dgn
kecacatan, kematian yang semata2 adalah karena gangguan vascular
diotak .

Belakangan

ini terjadi peningkatan perhatian yang luar biasa terhadap


penelitian tentang pengaruh kesehatan mulut dan aterosklerosis yang
selanjutnya menyebabkan penyakit serebrovaskuler.

Salah satu penyakit tersebut adalah :

PERIODONTITIS

Inflamasi pada jaringan periodontal ,


yaitu jaringan yang mengelilingi dan
mendukung gigi.

ETOLOGI

di sebabkan oleh plak. Plak yang


terdiri dari lapisan tipis biofilm yang
mengandung bakteri, produksi bakteri
dan makanan.

Hubungan Periodotitis dan Stroke

Periodontitis sering didapatkan adanya pe inflamasi, dan hal tersebut juga


merupakan indikator dari faktor resiko stroke itu sendiri.

Bakteri yang berasal dari poket periodontal dapat masuk ke dalam aliran
darah selama terjadi aktivitas rongga mulut misalnya pada waktu mengunyah
atau gosok gigi.

Bakteri tersebut dapat menyebabkan peradangan pada dinding pembuluh


darah koroner yang dapat menimbulkan aterosklerosis.

Infeksi dari struktur periodontal dapat mempercepat pembentukan


aterosklerosis dengan cara menimbulkan inflamasi sistemik melalui
pelepasan endotoksin, protein, atau reaktor fase-akut.

PENATALAKSANAAN

Mengurangi

peradangan dan menghilangkan kantong di


gusi, mengobati penyebab yang mendasari penyakit gusi.

Penting

untuk membersihkan gigi secara menyeluruh (cara


menggosok gigi dengan benar dan kontrol pada ahli
kesehatan gigi ).

4. TETANUS
DEFINISI

Tetanus/Lockjaw : Suatu keadaan intoksikasi dari


susunan saraf oleh eksotoksin basilus tetanus dengan
gejala karakteristik adanya rigiditas otot yang
berkembang progresif desertai eksaserbasi
paroksimal.
ETIOLOGI

Bakteria Clostridium Tetani

GEJALA KLINIS BERHUBUNGAN DENGAN RONGGA MULUT


Biasanya

didahului dengan ketegangaan otot terutama pada


rahang dari leher.

Kemudian

timbul kesukaran membuka mulut ( trismus,


lockjaw ) karena spasme dari Otot masetter.

Risus

sardonicus karena spasme otot muka dengan gambaran


alis tertarik keatas, sudut mulut tertarik keluar dan ke bawah,
bibir tertekan kuat .

TATALAKSANA
PRIMARY SURVEY
a)

Airway : Bebaskan jalan nafas bila ada spasme laring lakukan


trakeostomi.

b)

Breathing: Bila ada Takipnue

c)

Circulation: Pada gangguan kardiovaskular ( HT 60-100/ 60),


Bradikardi vascular TD 140 mmHg / 90 mmHg.

d)

Disability : Mengatasi kejang.

MEDIKAMENTOSA
Antikejang

( Diazepam)

Antibiotika

( Tetrasiklin 2 gr/hari)

Vaksin

4. MORBUS HANSEN
DEFINISI

Penyakit Kusta/Morbus Hansen : Penyakit kronis yang disebabkan oleh


infeksi Mycobacterium leprae (M. leprae) yang pertama menyerang
saraf tepi, selanjutnya dapat menyerang kulit, mukosa mulut, saluran
napas bagian atas, sistem retikuloendotelial, mata, otot, tulang dan testis
kecuali susunan saraf pusat.
#N.fasialis, N.aurikularis magnus,N.radialis, N. Ulnaris, N. Medianus, N. Poplitea
lateralis, N. Tibialis posterior.

Hubungan Kusta dengan Rongga Mulut

Penyakit

Kusta ini yang pertama menyerang saraf tepi,


selanjutnya dapat menyerang kulit, mukosa mulut, saluran
napas bagian atas.
pada penyakit kusta ini dapat menyebabkan
lesi pada mukosa mulut (jarang terjadi).

Sehingga

TATALAKSANA

Sesuai Tipe dari lesi pada kusta

Obat

PB

Rifampicin

600mg /bln, 600mg /bln

DDS
Lamprene

100mg /hari 100mg/hari


300mg/ bln*

(6 bulan)

*supervised

MB

(12 bulan)

*supervised

+ 50mg/hari

TERIMAKASIH