Anda di halaman 1dari 22

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny.

T USIA 51TAHUN
DENGAN KISTA OVARIUM DI RUANG PERAWATAN
KARTINI RS RAJAWALI BANDUNG

Oleh :
Okta Pianti Rukmana
NPM : 1111061
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN RAJAWALI BANDUNG
TAHUN 2015

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kista ovarium adalah kantong abnormal yang berisi cairan atau
setengah cair yang tumbuh dalam indung telur, kista termasuk
tumor jinak yang terbungkus oleh selaput semacam jaringan.
Menurut WHO tahun 2008, kista ovarium merupakan penyebab
kematian utama pada kasus keganasan ginekologi saat ini.
Insidennya pada wanita di bawah 50 tahun sebanyak 5,3/100.000
dan meningkat menjadi 41,4/100.000.
Di Amerika Serikat kista ovarium merupakan penyebab kematian
uama pada kasus keganasan ginekologi. Pada tahun 2009
diperkirakan 23.400 orang penderita kista ovarium, dan
diperkirakan sebanyak 13.900 orang yang meninggal.

Cont
Di Indonesia kista ovarium menduduki urutan ke
enam terbahaya dari gangguan sistem reproduksi
pada wanita setelah karsinoun serviks.
Data dari Dinas Kesehatan Kota Bandung tahun
2010, angka kematian ibu yaitu 121 per 100.000
kelahiran hidup dengan penyebab pendarahan 63
orang, infeksi 2 orang, abortus 10 orang.
Dan berdasarkan data yang diperoleh dari medical
record di RS Rajawali Bandung periode Juni sampai
Oktober sebanyak 35 penderita kista ovarium.

Tujuan Penulisan
Tujuan Umum
Memberikan pengalaman yang nyata kepada penulis dalam
pemberian asuhan keperawatan pada klien dengan masalah sistem
reproduksi akibat kista ovarium.
Tujuan Khusus
Melakukan pengkajian pada pasien dengan kista ovarium.
Melakukan analisa data pada pasien dengan kista ovarium.
Mengidentifikasikan kesenjangan yang terdapat antara teori dan
praktek pada klien dengan kista ovarium.
Mengidentifikasikan faktor-faktor pendukung, penghambat serta
mencari solusi alternative pada klien dengan kista ovarium.

Manfaat Penulisan
Manfaat bagi penulis
Manfaat bagi pasien dan keluarga
Manfaat bagi institusi
Sistematika Penulisan
Penulisan laporan pada kasus ini terdiri dari empat bab dan
tiap-tiap bab ini diuraikan lagi menjadi sub-sub bab beserta
pokok bahasannya.

Bab II Tinjauan Pustaka


Definisi

Kista ovarium adalah bentuk atau jenis yang paling sering


terjadi pada ovarium yang mempunyai struktur dinding yang tipis
mengandung cairan serosa dan sering terjadi selama masa
menopause.
Kista ovarium adalah suatu kantong abnormal yang berisi
cairan atau setengah cair yang tumbuh dalam indung telur . Kista
termasuk tumor jinak yang terbungkus oleh selaput semacam
jaringan. Bentuknya kistik dan ada pula yang berbentuk seperti
anggur. Kista dapat berisi udara, cairan kental, maupun nanah.
Kumpulan sel-sel tumor itu terpisah dengan jaringan normal di
sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Anatomi Fisiologi
1. Alat genetalia eksterna
a. Mons veneris
b. Labia mayora
c. Labia minora
d. Vulva
e. Klitoris
f. Bulbus vestibule sinistra et dekstra
g. Intoitus vagina
h. Himen
i. Perineum

Cont
2. Alat genetalia interna
a. Vagina
b. Uterus
c. Tuba fallopii
d. Ovarium

Etiologi
1. Gaya hidup tidak sehat.
2. Konsumsi makanan yang tinggi lemak dan kurang
serat.
3. Kurang olahraga.
4. Merokok dan konsumsi alkohol.
5. Terpapar dengan polusi dan agen infeksius.
6. Sering stress.
7. Faktor genetik.

Komplikasi
Perdarahan ke dalam kista.
Putaran tungkai.
Infeksi pada tumor.
Robek dinding kista.
Perubahan keganasan.

Manifestasi Klinis
1. Tanda yang sering muncul pada kista ovarium.
a. Menstruasi yang tidak teratur.
b. Perasaan penuh dan tertekan perut
bagian
bawah.
c. Nyeri saat senggama.
d. Pendarahan menstruasi yang tidak biasa,
mungkin pendarahan lebih lama, lebih pendek
atau tidak keluar darah.

Cont
2. Pada stadium awal gejalanya
a. Gangguan haid.
b. Jika sudah menekan rectum mungkin terjadi konstipasi atau sering berkemih.
c. Dapat terjadi peregangan atau perusakan daerah panggul yang menyebabkan
nyeri spontan atau sakit di perut.
d. Nyeri pada saat senggama.
3. Stadium lanjut
e. Asites.
f. Pengobatan ke omentum (lemak perut) serta organ di dalam rongga perut.
g. Perut membuncit, kembung, mual, gangguan nafsu makan.
h. Gangguan BAB dan BAK.

Pemeriksaan Diagnostik
1.
2.
3.
4.

Pemeriksaan laparaskopi.
Pemeriksaan ultra sonografi.
Fhoto rontgen.
Parasentesis.

Bab III
ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. T USIA 51 TAHUN DENGAN KISTA
OVARIUM DI RUANG PERAWATAN KARTINI RS RAJAWALI BANDUNG
TAHUN 2015

A. Pengkjian
.Keluhan Utama : Klien mengeluh nyeri di perut bagian
bawah dan panggul.
.Ny. T sebelum masuk rumah sakit klien nyeri panggul sudah
dirasakan selama 7 bulan, nyeri seperti akan datang bulan atau
menstruasi dan selalu berobat ke puskesmas dan setelah 2
minggu perut klien membesar dan sakit, klien mengeluh sesak
lalu di bawah ke rumah sakit. Dari hasil pengkajian klien
mengeluh sesak dan respirasi 28x/menit, perut klien tampak
membesar dengan diameter 38 cm.

Pemeriksaan Fisik

Keadaan umum : Composmentis


Sistem pencernaan
Sistem kardiovaskuler
Sistem pencernaan
Sistem persyarafan
Sistem perkemihan
Sistem endokrin
Sistem genitourinaria
Sistem muskuloskeletal
Sistem integument

Diagnosa Keperawatan
NO. DIAGNOSA

DIAGNOSA KEPERAWATAN

1.

Nyeri berhubungan dengan terputusnya konstiunitas jaringan.

2.

Hipertermi berhubungan dengan inflamasi pada jaringan.

3.

Resiko infeksi berhubungan dengan luka drain dan luka


dekubitus.

Pembahasan
1. Nyeri berhubungan dengan terputusnya konstiunitas
jaringan.
Pasien mengatakan nyeri. Diagnosa ini ditegakkan
karena dilihat pada saat pengkajian klien mengatakan
nyeri di bagian perut bawahnya, pasien terlihat sangat
lemas. Tindakan yang telah saya lakukan kepada klien
adalah mengajarkan teknik relaksasi nafas dalam untuk
mengurangi nyeri, pemberian obat penurun nyeri .
Evaluasi : Klien mengatakan nyeri berkurang.

Cont
2. Hipertermi berhubungan dengan inflamasi pada
jaringan.
Klien mengatakan demam pada saat selesai operasi.
Diagnosa ini ditegakkan karena dilihat pada saat
pengkajian klien mengatakan badannya terasa panas.
Tindakan yang telah saya lakukan kepada klien adalah
mengajurkan pasien untuk memakai baju yang longgar
dan tipis, memberikan obat penurun panas. Evaluasi :
Klien sudah tidak demam lagi suhu tubuh dalam batas
normal yaitu 377 C.

Cont
3. Resiko infeksi berhubungan dengan luka drain dan
luka dekubitus.
Klien mengatakan lukanya kering dan tidak ada
cairan yang keluar dari lukanya. Diagnosa ini
ditegakkan karena dilihat dari hasil pengkajian klien
mengatakan lukanya tidak perih lagi. Tindakan yang
sudah saya lakukan pada pasien ini adalah mengganti
balutan steril setiap hari. Evaluasi: Luka klien
mengering dan tidak ada tanda kemerahan dan fus pada
luka.

Bab V Penutup
A. Kesimpulan
Kista ovarium yaitu suatu kantong abnormal yang
berisi cairan atau setengah cair yang tumbuh dalam
indung telur. Kista termasuk tumor jinak yang
terbungkus oleh selaput semacam jaringan. Bentuknya
kistik dan ada pula yang berbentuk seperti anggur. Kista
dapat berisi udara, cairan kental, maupun nanah.
Kumpulan sel-sel tumor itu terpisah dengan jaringan
normal di sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke
bagian tubuh lainnya.

B. Saran
Kepada pasien Ny. T serta keluarga agar tetap
kooperatif dan dapat berperan serta dalam tindakan
mandiri dalam pemulihan kesehatan.
Diharapkan kepada perawat, dokter, dan tim
kesehatan agar tetap mempertahankan jalinan
kerjasamanya demi memberikan pelayanan yang
optimal.