Anda di halaman 1dari 25

ASUHAN KEBIDANAN

PADA NY L P3003 Ab000 DENGAN MENOMETRORAGHIA


DI RB DAN BKIA KARUNIA SIDOARJO

Disusun oleh:

MAHANANI SURYA DEWI


0504.73

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEBIDANAN


STIKES WIDYAGAMA HUSADA MALANG
2008

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT karena limpahan rahmat dan hidayahNya kami dapat menyelesaikan laporan ini.
Dalam penyusunan ini kami banyak mendapat bimbingan, pengalaman dan pengetahuan
dalam bidang kesehatan khususnya kami mahasiswi akbid Widyagama Husada yang masih
banyak membutuhkan bimbingan dan pengajaran yang baik dan benar. Untuk itu kami ucapkan
banyak terima kasih kepada :
1. Ibu Dra. Laily Amie, selaku Direktur STIKES Widyagama- Husada Malang.
2. Ibu Yuliyanik, S.KM, selaku wakil Direktur STIKES Widyagama-Husada Malang.
3. Ibu Peni Indrawati, S.KM, selaku Kaprodi DIII Kebidanan STIKES Widyagama HusadaMalang.
4. Ibu Hj. Sri Jatini Djoko, Amd. Keb, selaku pembimbing lapangan yang telah banyak
memberikan bimbingan selama praktek.
5. Ibu Ari christiana, Amd. Keb, selaku dosen pembimbing praktek STIKES Widyagama
Husada Malang yang telah memberikan bimbingan dan bantuan dalam proses pembuatan
asuhan kebidanan.
6. Orang tua yang selalu memberi dukungan moril dan materiil serta teman-temanku yang telah
membantu dalam proses pembuatan Asuhan Kebidanan ini.
Penulis

menyadari

sepenuhnya

bahwa

penulisan

laporan

ini

masih

banyak

kekurangannya. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun
guna perbaikan diwaktu yang akan datang.

Sidoarjo, September 2008

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dizaman yang modern ini, perkembangan ilmu dan pengetahuan yang semakin
berkembang diikuti dengan berkembangnya jenis penyakit dan gangguan kesehatan. Salah
satunya dibidang ginekologi. Salah satu gangguan ginekologi yang sering ditemukan dan
terjadi adalah menometroraghia. Kejadian menometroraghia biasanya dipengaruhi oleh
adanya rangsangan hormonal tubuh.
Keluhan utama yang dialami oleh wanita dengan menometroraghia adalah perdarahan
yang terjadi dalam masa antara 2 haid. Sebagai tenaga kesehatan, bidan harus bisa
mendiagnosa dengan benar tentang masalah kandungan terutama menometroraghia.
Meskipun tugas bidan bukanlah untuk menangani masalah ginekologi, namun bidan dapat
memberikan KIE kepada pasien agar tetap tenang dan kooperatif terhadap tindakan yang
dilakukan petugas.
Oleh karena itu, penulis berminat untuk memberikan asuhan kebidanan pada ibu
dengan menometroraghia.
1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Mahasiswa diharapkan mampu mengkaji dan menerapkan asuhan kebidanan secara
komprehensif pada kasus menometroraghia.
Tujuan Khusus
Dengan disusunnya laporan ini diharapkan mahasiswa mampu :
1. Mengumpulkan data sampai dengan menganalisa data.
2. Mengidentifikasi diagnosa dan masalah.
3. Mengantisipasi masalah potensial.
4. Mengidentifikasi kebutuhan segera.
5. Merencanakan asuhan kebidanan.
6. Melaksanakan asuhan kebidanan yang telah direncanakan.
7. Mengevaluasi tindakan yang telahdiberikan.
1.3 Metode Penulisan
1.3.1 Wawancara
1.2.2

Komunikasi langsung yang bertujuan mencari informasi guna melengkapi data pasien
dengan cara komunikasi baik dengan pasien maupun keluarga pasien untuk memperoleh
1.3.2

data yang akurat.


Observasi
Dengan cara mengamati perilaku dan keadaan pasien untuk memperoleh data tentang

1.3.3

kesehatan pasien.
Studi dokumentasi
mempelajari dan melengkapi data dengan jalan melihat catatan atau status pasien, catatan

perkembangan pasien dan hasilnya.


1.4 Sistematika penulisan
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.3 Metode Penulisan
1.4 Sistematika Penulisan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Konsep dasar menometroraghia
2.2 Manajemen asuhan kebidanan pada ibu dengan menometroraghia
BAB III TINJAUAN KASUS
3.1 Pengkajian Data
3.2 Identifikasi diagnosa dan masalah
3.3 Antisipasi masalah potensial
3.4 Identifikasi kebutuhan segera
3.5 Intervensi
3.6 Implementasi
3.7 Evaluasi
BAB IV PEMBAHASAN
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA

BAB 2
TINJAUAN TEORI
2.1 Konsep Dasar Menometroraghia
2.1.1

Pengertian

Menometroraghia adalah perdarahan yang terjadi dalam masa antara 2 haid.


(Sarwono, 1999)
Menometroraghia adalah perdarahan diluar haid dengan penyebab kelainan hormonal
atau organ genetalia. Perdarahan terjadi dalam masa antara 2 haid, perdarahan tampak
terpisah dan dapat dibedakan dari haid atau 2 jenis perdarahan menjadi satu, yang
pertama metrorargi dan yang kedua menometroraghia.
(Prawirohardjo, 1999)
2.1.2

Metorrhagia atau Menometrorhargia dapat disebabkan oleh kelainan organik pada alat
genital atau oleh kelainan fungsional, serta penyebab lain.
a. Penyebab organik perdarahan bukan haid antara lain :
Vagina

: varises pecah, metastase - korio karsindma, keganasan vagina,

Serviks

: karsinoma portio, perlukaan serviks, polip servik.

Rahim

: polip endometrium, karsinoma korpus uteri, submukosa mioma uteri.

Tuba falopi : karsinoma tuba, hamil ektopik tuba


Ovarium

: radang ovari um, tumer ovarium

b. Penyebab perdarahan disfungsional


Perdarahan disfungsional adalah perdarahan tanpa disebabkan oleh kelainan organik
pada alat genetalia, tetapi gangguan mata rantai hormonal hipotalamus - hipofisis dan
ovarium.
Perdarahan disfungsional adalah 2 bentuk yaitu :
1. Perdarahan disfungsional dengan ovulasi (ovulatoir disfungsional bleeding),
disebabkan karena :
Korpus luteum persistens yang menyebabkan pelepasan endometrium tidak
teratur.
Insufisiensi korpus luteum karena gangguan LH (kurangnya produksi
progesteron).
Pecahnya pembuluh darah dalam uterus.
Gangguan dalam mekanisme pembekuan darah.

2.

Perdarahan disfungsional tanpa ovulasi (anovulator disfungsional bleeding)


disebabkan karena penurunan kadar estrogen yang menyebabkan terhambatnya
pembentukan endometrium dan menimbulkan perdarahan yang tidak teratur sama
sekali.

c. Penyebab lain : stress psikologi serta komplikasi dari pemakaian alat kontrasepsi.
(Manuaba, 1998: 400)
2.1.3

Patologi
Penelitian menunjukkan bahwa perdarahan disfungsional dapat ditemukan bersamaan
dengan berbagai

jenis endometrium,

yaitu

endometrium

atrofik,

hiperplastik,

proliferative, dan sekretoris dengan endometrium jenis nonsekresi merupakan bagian


terbesar. Pada perdarahan disfungsional yang ovulatoar gangguan berasala dari factorfaktor neuromuscular, vasomotorik, atau hematologic, yang mekanismenya belum
seberapa dimengerti, sedang perdarahan anovulatoar dianggap bersumber pada gangguan
endokrin.
(Sarwono : 1999)
2.1.4

Gambaran Klinik
a. Perdarahan Ovulatoar
Perdarahan ini merupakan 10 % dari perdarahan disfungsional dengan siklus pendek
(polimenoreal) atau panjang (oligomenorhe).
Untuk menegakkan diagnosis, dilakukan kerokan pada dinding endometrium pada
masa mendekati haid. Jika sudah dipastikan bahwa perdarahan berasal dari
endometrium, tipe sekresi tanpa adanya sebab organic, maka etiologinya :
1. Korpus luteum persisten : perdarahan kadang-kadang bersamaan dengan
pembesaran ovarium.
2. Insufisiensi korpus luteum dapat menyebabkan premenstrual spotting menoragia
atau polimenorhea. Dasarnya yaitu kurangnya produksi progesterone disebabkan
oleh gangguan LH.
3. Apopleksia uteri pada wanita dengan hipertensi dapat terjadi pecahnya pembuluh
darah dalam uteri.
4. Kelainan darah seperti anemia, purpura trombositopenik, dan gangguan dalam
mekanisme pembekuan darah.
b. Perdarahan anovulator
perdarahan yang bersifat anovulator, yaitu fluktuasi kadar estrogen ada sangkut
pautnya dengan jumlah folikel yang pada suatu waktu fungsional aktif. Folikel-folikel
ini mengeluarkan estrogen sebelum mengalami atresia dan kemudian dengan folikel-

folikel baru di endometrium, pengaruh estrogen tumbuh terus dan di endometrium


bersifat hyperplasia kistis, jika gambaran ini dijumpai pada sediaan yang diperoleh
dengan kerokan perdarahan anovulator.
Perdarahan disfungsional dapat dijumpai pada penderita dengan penyakit metabolic,
penyakit endokrin, penyakit darah, penyakit umu menahun, tumor-tumor ovarium dan
sebagainya.
(Hacker : 2001)
2.1.5

Diagnosis
1. Anamnesa
Bagaimana mulainya perdarahan, apakah didahului oleh siklus yang pendek atau
oligomenorhea, sifat perdarahan, lama perdarahan, dan sebagainya.
2. Pemeriksaan Umum
Tanda-tanda yang menunjuk kearah penyakit metabolic, penyakit endokrin, dan
penyakit menahun.
3. Pemeriksaan Ginekologi
Dilihat apakah tidak ada kelainan organic yang menyebabkan perdarahan akut (polip,
ulkus, tumor, kehamilan terganggu).

2.1.6

(Manuaba : 1998)
Penanganan
a. Kadang-kadang pada pengeluaran darah pada perdarahan fungsional sangat banyak,
dalam hal ini penderita harus istirahat dan diberi transfuse darah.
b. Setelah pemeriksaan ginekologik menunjukkan bahwa perdarahan berasal dari uterus
dan tidak ada abortus incompletus, perdarahan untuk sementara waktu dapat
dipengaruhi oleh hormone steroid, dapat diberikan :
1. Estrogen dalam dosis tinggi supaya kadarnya dalam darah meningkat dan
perdarahan terhenti. Dapat diberikan IM Dipropionas estradiol 2,5 ml, Benzoas
estradiol 1,5 mg, Valitas estradiol 20 mg, jika suntikan ini dihentikan perdarahan
timbul lagi.
2. Progesteron caproad hidroksi progesterone 12,5 mg IM per os sehari,
mopechindrone 15 mg/medroksiprogesteron asetat 125 mg/provera 10 mg.
c. Jika pemberian estrogen saja atau progesteron saja kurang bermanfaat, maka diberikan
kombinasi estrogen dan progesteron yaitu pil kontrasepsi.
Tetapi ini dapat dilakukan mulai hari ke-5 perdarahan terus untuk 21 hari. Dapat pula
diberikan progesteron untuk 7 hari mulai hari ke 21 siklus haid.
d. Dilakukan curetage

(Sarwono, 1999: 2000)


2.2 KONSEP DASAR ASUHAN KEBIDANAN
I.

PENGKAJIAN
Tanggal : ...............
Tempat
A.

Jam : ........... WIB

: ................
Data subyektif
1.Identitas
Nama ibu : Ny ....

Umur

: terjadi pada

Agama

: semua agama

Pendidikan

: semua tingkat pendidikan

Pekerjaan

:-

Alamat

: agar memudahkan pengidentifikasian

Nama suami : Tn ....

Umur

: ..... tahun

Agama

: semua agama

Pendidikan

: semua tingkat pendidikan

Pekerjaan

:-

Alamat

: agar memudahkan pengidentifikasian

2. Keluhan utama
Pasien mengatakan mengeluarkan darah dari kemaluanya sudah...minggu, sejak
tanggal...sampai ....warna darah.... jumlah.....

3. Riwayat kesehatan sekarang


Pasien tidak sedang menderita penyakit menular (sesak, penyakit kuning), menurun
(kencing manis, HT), dan menahun (paru-paru, jantung).
4. Riwayat kesehatan yang lalu
Pasien tidak pernah menderita penyakit menular, menurun dan menahun seperti DM, HT,
paru-paru, sesak dan tidak pernah sampai MRS.
5. Riwayat kesehatan keluarga
Keluarga ibu tidak ada yang menderita penyakit menular, menurun dan menahun (DM,
HT, paru-paru dll) serta tidak mempunyai keturunan kembar.
6. Riwayat Ginek
Untuk mengetahui kelainan ginek yang dialami pasien sebelumnya seperti: flour albus,
pernah keguguran, dll.
7. Riwayat haid
Menarche

: umur pertama kali mendapatkan haid.

Siklus haid

: teratur atau tidak

Lama haid

: mengalami haid sampai berapa lama

Banyaknya haid

: sampai menghabiskan berapa softex tiap kali haid

Keluhan

: dismenorhea, payudara tegang

Fluor albus

: ada/ tidak

HPHT

: untuk mengetahui terakhir kali haid dan

TP

: untuk mencari tafsiran persalinan

8. Riwayat perkawinan
Menikah

: ....... kali

Usia menikah

: Usia ibu : ....... tahun


Usia suami : ...... tahun

Lama menikah

: ....... tahun

9. Riwayat KB
Untuk mengetahui KB sebelumnya dan rencana KB selanjutnya
10. Keadaan psikososial, budaya dan spiritual
a.

Psikologis
-

b.

Untuk mengetahui psikologis ibu


Sosial

- Dikaji untuk mengertahui hubungan ibu dan suami, keluarga serta dengan
tetangga sekitar
c.

Budaya
Kebiasaan yang dilakukan ibu dan keluarga dalam melakukan selamatan sesuai
dengan adat istiadat keluarga.

d.

Spiritual
Berhubungan dengan kebiasaan ibu dalam melakukan ibadah sesuai dengan agama
dan kepercayaan yang dianut ibu.

B.

Data Obyektif

1. Pemeriksaan umum
-

Keadaan umum : baik sampai lemah

Kesadaran

: Composmentis/somnolen

Cara berjalan

: Normal/ pincang

Tanda-tanda vital

Tekanan darah

: ...mmHg (n : systole tidak lebih dari 30 mmHg dan diastole tidak


lebih dari 30 mmHg)

Nadi

: ...x/menit (n : 70 - 90 x/menit)

Pernafasan

: ...x/menit(n : 16 24 x/menit)

Suhu

: ...0C (n : 36 37 0C)

2. Pemeriksaan fisik
a. Inspeksi
Kepala

: simetris, rambut hitam/ merah, lurus/ ikal, rontok/ tidak, tidak ada
kelainan.

Muka

: simetris/ asimetris, bulat/ oval, pucat/ tidak, oedema/ tidak, adakah


cloasma gravidarum, adakah kelainan.

Mata

: simetris/ asimetris, cekung/tidak, konjungtiva pucat/ tidak, sclera


kuning/ tidak, adakah kelainan.

Hidung

: simetris/ asimetris, adakah pengeluaran sekret dan pernafasan


cuping hidung.

Mulut

: simetris, baik kering, pucat/ tidak, stomatitis/ tidak lidah bersih/


kotor, adakah caries gigi.

Telinga

: simetris, adakah serumen

Leher

: adakah pembesaran kelenjar thyroid dan bendungan vena jugularis.

Payudara

: simetris, putting susu menonjol/ mendatar,

Abdomen

: adakah luka bekas operasi.

Genetalia

: adakah oedema dan varises, bersih/ tidak

Ekstremitas

: adakah kelainan pada ekstremitas, adakah oedema dan varises.

b. Palpasi
Leher

: adakah pembesaran kelenjar thyroid dan bendungan vena jugularis

Dada

: payudara terasa tegang, colostrum keluar/ tidak, adakah benjolan


abnormal dan nyeri tekan.

Abdomen

: apakah ada nyeri tekan pada lambung, atau pada hati.

Ekstremitas

: adakah oedema dan varises

c. Auskultasi
Dada

: adakah bunyi ronchi dan wheezing.

d. Perkusi :
Dada
2.2.2

: ada/ tidak meteorismus.

Identifikasi Diagnosa dan Masalah


Dx : Ny.. P....Ab... dengan Menometroraghia.
Ds : Ibu mengatakan mengeluarkan darah dari kemaluanya sejak tanggal....s/d...warna
darah...jumlahnya.....
Do : 1. Pemeriksaan umum
- Keadaan umum : Baik/ cukup/ kurang
- KU : composmentis- samnolen
- TTV :
TD : Normalnya 110/70-120/80 mmHg
Nadi

: normalnya 70-90 x/ menit

Suhu

: normalnya 36,5 C 37 C

RR

: normalnya 16- 24 x/ menit

2. Pemeriksaan Fisik
* Inspeksi
Muka : warna kulit wajah pucat/kuning/ merah muda

Mata : Konjungtiva pucat / tidak


Genetalia : bersih/ tidak,apakah oedema/varises/ adakah tanda- tanda infeksi, darah
yang keluar apakah merah segar/ kehitaman, cair/ bergumpal- gumpal.
2.2.3

2.2.4

Antisipasi Masalah Potensial

Anemia

Myoma uteri

Tumor miometrium

Radang sekitar rahim

Identifikasi Kebutuhan Segera


-

2.2.5

Dx

Intervensi

: Ny .. PAb.. dengan menometroraghia

Tujuan : setelah dilakukan asuhan kebidanan diharapkan pasien mengerti penjelasan yang
diberikan oleh petugas.
Kriteria hasil

: - Perdarahan berhenti
- TTV dalam batas normal
- Tidak terjadi komplikasi

Intervensi :
1. Lakukan pendekatan pada ibu dan keluarga
R/ Ibu dan keluarga lebih kooperatif dalam tindakan
2. Jelaskan pada ibu tentang keadaan penyakitnya
R/ menambah pengetahuan ibu dan ibu lebih mengerti tentang keadaannya
3. Jelaskan pada ibu penyebab menometroraghia
R/ ibu lebih menjaga kesehatannya
4. Anjurkan pada ibu agar cukup istirahat
R/ Dengan istirahat dapat mengurangi pengeluaran darah

5. Anjurkan pada ibu agar menjaga kebersihan diri terutama daerah genetalia
R/ kebersihan daerah genetalia menambah rasa nyaman
6. Jelaskan pada ibu untuk menjaga kebutuhan nutrisi
R/ Nutrisi yang adekuat meningkatkan daya tahan tubuh
7. Lakukan pemberian terapi pada ibu
R/ Menghentikan perdarahan dan pemberian vitamin pada ibu
2.2.6

Implementasi
Sesuai dengan intervensi

2.2.7

Evaluasi
Menggunakan metode SOAP

BAB 3
TINJAUAN KASUS

3.1 PENGKAJIAN DATA


Tanggal pengkajian

: 06 September 2008

Jam

: 18.30 WIB

Tempat

: RB dan BKIA KARUNIA SIDOARJO

Oleh

: Mahanani S.D

A. Data Subyektif
1. Biodata
Nama

: Ny R

Nama suami : Tn F

Umur

: 26 th

Umur

: 30 th

Agama

: Islam

Agama

: Islam

Pendidikan : SMA

Pendidikan

: SMA

Pekerjaan

: IRT

Pekerjaan

: Swasta

Alamat

: Srono banyuwangi/wates

2. Keluhan Utama
Ibu mengatakan mengeluarkan darah dari kemaluannya sudah 3 minggu, sejak
tanggal 15-08-2008 sampai sekarang. Warna darah merah gelap, jumlahnya sedikit,
tetapi tidak merasakan nyeri pada perutnya.
3. Riwayat Penyakit Sekarang
Ibu mengatakan mengalami perdarahan sedikit. Dan Ibu tidak pernah menderita
penyakit kronis (TBC, darah tinggi dan lain-lain), penyakit menular (penyakit
kuning, malaria dan lain-lain) dan penyakit menurun (kencing manis, asma, epilepsy
dan lain-lain). Serta Ibu tidak pernah melakukan pemeriksaan pap smear.

4. Riwayat Kesehatan Yang Lalu


Ibu mengatakan tidak pernah menderita penyakit kronis (TBC, darah tinggi dan lainlain), penyakit menular (penyakit kuning, malaria dan lain-lain) dan penyakit
menurun (kencing manis, asma, epilepsy dan lain-lain) serta tidak pernah menderita
kanker.
5. Riwayat Kesehatan Keluarga
Ibu mengatakan dalam keluarganya maupun keluarga suaminya tidak ada yang
menderita penyakit menular, menurun dan menahun serta tidak ada riwayat
keturunan kanker.
6. Riwayat Ginek
Ibu tidak pernah mengalami perdarahan sebelumnya, tidak pernah mengalami flour
albus, tidak pernah mengalami keguguran, dll.
7. Riwayat Pernikahan
Menikah ke

:1

Lama

: 3 tahun

Usia pertama menikah

: 23 tahun

8. Riwayat Menstruasi
Menarche

: 13 tahun

Siklus

: tidak teratur

Flour Albus

: tidak ada

Dismenorhea

: kadang-kadang

Perdarahan diluar haid

: Mulai tanggal 15-08-2008 sampai sekarang, warna merah,


sedikit, tidak nyeri

9. Riwayat KB
Ibu mengatakan tidak pernah mengikuti KB apapun.
10. Pola Kebiasaan Sehari-hari
a. Pola Nutrisi
Ibu makan 2-3x sehari terdiri dari 1 piring nasi, lauk-pauk (tempe/tahu), sayuran
dan minum air putih + 6 gelas/hari.
b. Pola Aktivitas

Ibu tidak bekerja, hanya melakukan pekerjaan RT seperti masak, mencuci,


menyapu, menyetrika dan lain-lain.
c. Pola Istirahat
Ibu tidur siang 1 jam dan tidur malam 7-8 jam
d. Pola Eliminasi
BAK 3-4 x/hari, BAB I x/hari
e. Pola Kebersihan
Ibu mengatakan mandi 2 x/hari, ganti baju dan celana dalam tiap kali habis
mandi, gosok gigi 2x/hari, keramas 2 x/minggu
11. Psikososial, Budaya, dan Spiritual
-

Psikososial
Ibu mengatakan khawatir dengan keadaannya saat ini, bila ada masalah Ibu segera
membahas dan menyelesaikannya dengan suami.

Sosial
Ibu mengatakan hubungannya dengan suami dan keluarga harmonis.

Budaya
Ibu mengatakan tidak mempunyai kebiasaan minum-minuman beralkohol, tidak
pernah merokok, dan tidak pernah mengkonsumsi jamu-jamuan.

B. Data Obyektif
1. Pemeriksaan Umum
Keadaan umum

: baik

Kesadaran

: composmentis

Tanda-tanda vital
TD

: 80/60 mmHg

Nadi

: 84 x/menit

Suhu

: 36,7oC (aksila)

RR

: 24 x/menit

2. Pemeriksaan fisik khusus


a. Inspeksi

Kepala

: Rambut hitam, lurus,tidak ada benjolan, tidak ada bekas luka, tidak
mudah rontok

Muka

: Tidak pucat, bentuk oval

Mata

: Simetris, konjungtiva pucat, sclera tidak kuning

Hidung

: Simetris, tidak ada polip, tidak ada pernafasan cuping hidung

Mulut

: Simetris, bibir pucat, tidak ada stomatitis, tidak ada caries gigi,
lidah bersih

Leher

: Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, limfe dan bendungan vena


jugularis.

Dada

: Tidak ada retraksi dinding dada, tidak ada bekas luka

Payudara

: Puting susu menonjol, bersih

Abdomen

: Tidak tampak pembesaran, tidak ada luka bekas operasi

Genetalia

: Keluar darah sedikit 10 cc, warna merah gelap, tidak odema,


tidak ada varises

Ekstremitas : Simetris, tidak oedem, tidak pucat, tidak ada varises


b. Palpasi
Leher

: tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada bendungan vena


jugularis, tidak ada pembesaran kelenjar limfe.

Payudara

: tidak ada benjolan abnormal, tidak ada nyeri tekan.

Abdomen :Tidak ada nyeri tekan, tidak ada pembesaran organ-organ abdomen,
tidak ada kembung.
Ekstremitas : atas
Bawah

: oedema -/-, varises -/-, turgor kulit baik.


: oedema -/-, varises -/-, turgor kulit baik.

c. Auskultasi
Dada

: tidak ada bunyi ronchi maupun wheezing.

d. Perkusi
Abdomen

: tidak ada meteorismus

Ekstremitas : reflek patella +/+


3. Pemeriksaan Penunjang
Hb Sahli : Hb : 10, 4 gr %

3.2 IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH


Dx

: Ny R P1001 Ab000 dengan menometroraghia

DS

: Ibu mengatakan mengeluarkan darah dari kemaluannya sejak tanggal 15-08-2008


sampai sekarang. Warna darah merah gelap, jumlahnya sedikit, tetapi tidak
merasakan nyeri pada perutnya.

DO: - Keadaan umum


Kesadaran

: baik
: composmentis

Tanda-tanda vital
TD

: 80/60 mmHg

Nadi

: 84 x/menit

Suhu

: 36,7oC (aksila)

Pernafasan : 24 x/menit
- Pemeriksaan fisik
Muka

: wajah pucat

Mata

: konjungtiva pucat

Genetalia : Keluar darah sedikit 10 cc, warna merah gelap, tidak odema, tidak ada
varises
3.3 ANTISIPASI MASALAH POTENSIAL

Anemia

Myoma uteri

Tumor miometrium

Radang sekitar rahim

3.4 IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA


3.5 INTERVENSI
Dx

: Ny R P1001 Ab000 dengan menometroraghia

Tujuan : setelah dilakukan asuhan kebidanan pasien mengerti penjelasan yang diberikan
petugas.
Kriteria hasil

: - Perdarahan berhenti
- TTV dalam batas normal
- Tidak terjadi komplikasi

Intervensi :
1.

Lakukan pendekatan pada ibu dan keluarga


R/ Ibu dan keluarga lebih kooperatif dalam tindakan

2.

Jelaskan pada ibu tentang keadaan penyakitnya


R/ menambah pengetahuan ibu dan ibu lebih mengerti tentang keadaannya

3.

Jelaskan pada ibu penyebab menometroraghia


R/ ibu lebih menjaga kesehatannya

4.

Anjurkan pada ibu agar cukup istirahat


R/ Dengan istirahat dapat mengurangi pengeluaran darah

5.

Anjurkan pada ibu agar menjaga kebersihan diri terutama daerah genetalia
R/ kebersihan daerah genetalia menambah rasa nyaman

6.

Jelaskan pada ibu untuk menjaga kebutuhan nutrisi


R/ Nutrisi yang adekuat meningkatkan daya tahan tubuh

7.

Lakukan pemberian terapi pada ibu


R/ Menghentikan perdarahan dan pemberian vitamin pada ibu.

3.6 IMPLEMENTASI
Tanggal : 06-09-2008
Dx

Jam

: 18.45 WIB

: Ny R P1001 Ab000 dengan menometroraghia

1. Melakukan pendekatan pada ibu dan keluarga dengan menyapa ramah dan melakukan
pengkajian data.
2. Menjelaskan pada ibu tentang keadaan penyakitnya, bahwa penyakitnya itu merupakan
kelebihan hormone sehingga ibu tidak perlu cemas dan penyakitnya atu dapat
disembuhkan.

3. Menjelaskan pada ibu tentang penyebab menometroraghia yang dialami ibu yaitu karena
kelainan pada alat kandungan.
4. Menganjurkan pada ibu agar istirahat yang cukup.
5. Menganjurkan ibu agar menjaga kebersihan daerah genetalia untuk mencegah terjadinya
infeksi dan meningkatkan rasa nyaman.
6. Menjelaskan pada ibu agar menjaga kebutuhan nutrisi karena konsumsi makanan bergizi
sangat berguna untuk daya tahan tubuh.konsumsi banyak sayur sayuran berwarna hijau,
banyak protein seperti telur, daging, ayam, ikan laut, dan buah buahan juga minum susu
dan makan keju.
7. Melakukan pemberian terapi pada ibu yaitu : injeksi B12 dosis 2 cc gunanya untuk
vitamin pada ibu, pada pantat sebelah kanan ibu. Dan tablet vitamin K 9 butir 3x1 sehari
dengan @ dosis 10 mg untuk menghentikan perdarahan.
3.7 EVALUASI
Tanggal : 06 09 2008
S

Jam : 19.00 WIB

: Ibu mengatakan telah mengerti dengan penjelasan yang diberikan oleh petugas.

O : Keadaan umum

: baik

Kesadaran

: composmentis

TTV : TD

: 110/ 80 mmHg

Pernafasan

: 24 x/menit

Nadi

: 80 x/menit

Suhu

: 36,2 oC

- Ibu kooperatif dengan anjuran dan saran saran yang diberi petugas kesehatan
- Ibu menerti dan paham dengan keadaan penyakitnya
- Ibu telah telah disuntik B12 (2 cc) dan dibri Vit K dosis (10 mg)
A

: Ny R Usia 26 tahun P1001 Ab000 dengan menometroraghia

: - Anjurkan ibu untuk minum obat secara teratur


- Anjurkan ibu untuk kontol 1 minggu lagi atau sewaktu waktu bila ada keluhan.

BAB 4
PEMBAHASAN

Pada asuhan kebidanan pada ibu dengan menometroraghia tidak didapatkan kesenjangan,
hal tersebut dapat dilihat dari :
Setelah ibu diketehui mengalami menometroraghia, bidan segera melakukan konsultasi
dengan dokter untuk dilakukan curetage. Hal ini sesuai dengan teori dimana ibu dengan
menometroraghia diharapkan segera dilakukan curetage.
Dengan memberikan asuhan kebidanan, penjelasan dan pemahaman yang mudah dipahami
serta memberikan dukungan moril dan spiritual, maka penatalaksanaan pada ibu dengan
menometroraghia dapat dilaksanakan sebaik-baiknya. Hal ini ditunjang dengan adanya
kerjasama yang baik antara ibu, keluarga dan petugas kesehatan selama memberikan asuhan.

BAB 5
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Pemberian asuhan kebidanan pada ibu dengan menometroraghia telah kita berikan
sesuai dengan konsep teori yang dipelajari mulai dari pengkajian sampai evaluasi.
Dengan pembuatan Asuhan Kebidanan pada Ny R dengan menometroahagia penulis
menyimpulkan dalam melaksanakan suatu Asuhan Kebidanan sangat diperlukan pengetahuan,
ketrampilan dan ketelitian bidan dalam melakukan pengkajian terhadap suatu kasus sehingga
didapatkan data subyektif dan obyektif yang akurat dan pada pasien Ny R dengan
menometrorrhagia.

5.2 Saran
a. Bagi petugas kesehatan
Diharapkan pada petugas kesehatan dapat memiliki kompetensi dan meningkatkan dalam
penatalaksanaan dengan menometroraghia.

b. Bagi penulis
Diharapkan penulis mampu menguasai materi dan penanganan dini pasien dengan
menometroraghia sehingga dapat dijadikan bekal ilmu dan pengalaman dilapangan kelak.

DAFTAR PUSTAKA

Manuaba, Ida Bagus. 1998. Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan KB untuk bidan.
Jakarta: EGC.
Moore, Hacker. 2001. Essensial Obstetri dan Ginekologi Edisi 2. Jakarta : Hipocrates.
Prawirohardjo, Sarwono. 1999. Ilmu Kandungan. Jakarta : YBP-SP.
Romali, Ahmad. 2003. Kamus Kedokteran. Jakarta : Djambatan.